Public Expose
PT Bank Bukopin Tbk
Disclaimer
IMPORTANT: The following forms part of, and should be read in conjunction with, this presentation.
This report is prepared by PT. Bank Bukopin Tbk independently and is circulated for the purpose of general information only. It is not intended to the specific person who may receive this report. No warranty (expressed or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. Some of the statements contained in this document contain “forward looking” statements with respect to the financial conditions, results of operations and businesses, and related plans and objectives. These Statements do not directly or exclusively relate to historical facts and reflect the Company’s current intentions, plans, expectations, assumptions and beliefs about future events. The Statements involve known and unknown risks and uncertainties that could cause actual results, performance or events to differ materially from those in the statements as originally made. Such statements are not, and should not be construed as a representation to future performance of the Company. Readers are urged to view all forward-looking statements contained herein with caution.
Agenda
Sekilas Bank Bukopin
Kegiatan Usaha
Keunggulan Kompetitif
Kinerja Keuangan
Rencana Strategis
Posisi Industri
Kredit
Peringkat 15
Aset
Peringkat 15
Dana Pihak Ketiga
Peringkat 12
451.275
438.966
378.471
253.604
142.898
105.704
105.013
90.522
89.914
76.492
57.016
55.248
51.569
48.111
46.760
45.830
45.162
44.148
31.582
29.809
Mandiri
BRI
BCA
BNI
CIMB …
Panin
Permata
BII
BTN
OCBC …
Bukopin
Bank …
UOB …
BTPN
HSBC
Citibank
Mega
BPD -…
391.768
375.204
280.380
213.034
137.428
96.367
96.071
95.317
84.507
76.339
55.685
54.486
46.622
46.565
43.215
42.728
42.422
41.651
32.143
32.098
BRI
Mandiri
BCA
BNI
CIMB Niaga
Danamon
Panin
Permata
BTN
BII
OCBC NISP
UOB Indonesia
Mandiri Syariah
Bukopin
BTPN
HSBC
Bank Jabar
DBS Indonesia
Citibank
591.444
538.301
450.848
329.168
195.275
144.516
144.074
130.281
118.595
115.699
81.748
70.680
69.494
69.256
67.604
63.881
63.134
62.764
58.484
54.328
Mandiri
BRI
BCA
BNI
CIMB Niaga
Panin
Permata
Danamon
BTN
BII
OCBC NISP
Tokyo - Mitsubishi
HSBC
Bank Jabar
Bukopin
BTPN
UOB Indonesia
Citibank
Mandiri Syariah
Mega
Komposisi Pemegang Saham
Commercial 32.5%
Per 31 Desember 2012*
Per 30 September 2013
Per 30 September 2012
Sejarah Singkat
1989
1993
2003
2006
2008
2009
2011
Bisnis Utama
Didukung oleh Perbankan Transaksional dan Syariah
Obyektif:
Menjadi bank papan atas dengan fokus terhadap nilai
KONSUMER
“Menjadi mitra utama
untuk nasabah
mass, mass affluent
dan para pemilik bisnis”
UKMK
“Menjadi pemain
utama dalam
perbankan UKMK”
KOMERSIAL“Mempertahankan
posisi pasar saat ini”
PILAR BISNIS UTAMA
MIKRO
“Menjadi pemimpin pasar pada perbankan Mikro B2B dan pemain utama untuk Perbankan
Mikro”
Bank Bukopin menjalankan kegiatan usaha berupa penghimpunan dana dan penyaluran kredit yang fokus pada
empat pilar utama yaitu Usaha Kecil, Menengah & Koperasi (UKMK), Bisnis Mikro, Bisnis Konsumer dan Bisnis
Komersial.
Strategi Pertumbuhan
Bank
Menengah
yang
Terkemuka
Pengalaman dan Kompetensi di Bisnis UKMK dan MikroKemitraan
Strategis
Pelayanan yang Memuaskan Outlet dan Jaringan Elektronik yang Luas Sistem Pengendalian dan Manajemen Risiko yang Memadai Manajemen yang BerpengalamanKemitraan Strategis
Bukopin’s
Strategic
Partners
BULOG
• Lembaga logistik pangan Nasional
Perusahaan Listrik Negara (PLN)
• Perusahaan Listrik milik Negara
Swamitra
• Koperasi berbasis komunitas
Jamsostek
• Perusahaan milik Negara untuk
jaminan sosial tenaga kerja sektor
swasta
Taspen
• Perusahaan milik Negara untuk pensiunan
Pegawai Negeri Sipil
Bosowa
• Perusahaan terkemuka di Indonesia
Multi Finance
• Bertanggung jawab atas ketahanan pangan, distribusi pangan dan pengendalian harga.
• Bank Bukopin adalah salah satu bank (45%) yang membiayai Bulog dan bank lainnya adalah BRI (55%). • Bank Bukopin dan Bulog telah bermitra sejak lama. Sekitar 33,55% dari portofolio kredit Komersial Bank
Bukopin adalah pinjaman kepada Bulog.
• Kredit Bank Bukopin kepada Bulog untuk pembiayaan jaringan distribusi pasokan pangan dari hulu hingga hilir.
• Bank Bukopin juga memberi bantuan sistem informasi logistik dan manajemen akuntansi kepada Bulog. • Bank Bukopin memberikan pelayanan pembiayaan secara terpadu kepada 6 wilayah Divisi Regional Perum
Bulog: Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan.
• Sejak akhir 1990-an, Bank Bukopin telah mengembangkan model Swamitra. Bank Bukopin menyediakan bantuan manajemen, sistem dan prosedur serta sistem TI.
• Saat ini, Bank Bukopin bermitra dengan sekitar 650 Swamitra dengan lebih dari 475.000 anggota di seluruh Indonesia. Sebagian besar anggota koperasi berasal dari segmen Bisnis Mikro.
• Bank Bukopin memberikan pinjaman kepada Swamitra, yang kemudian disalurkan kepada anggotanya (two
step loan).
• Melalui pinjaman Swamitra, setiap anggota koperasi dapat saling mengawasi untuk memastikan pembayaran sehingga dapat menjaga keuntungan koperasi. Hal ini menyebabkan rasio NPL yang rendah untuk pinjaman Swamitra.
Koperasi simpan pinjam
Kemitraan Strategis
Jaringan Bulog: 26 Divisi Regional 101 Sub Divisi Regional 30 Kantor Logistik 463 Gudang
• Jamsostek mengelola jaminan sosial bagi lebih dari 40 juta tenaga kerja sektor swasta, 11 juta diantaranya anggota aktif, dengan total aset lebih dari Rp. 137 triliun.
• Bank Bukopin memiliki 38 kantor yang berada di kantor Jamsostek. Kantor ini dapat melayani penyetoran iuran keanggotaan dan pembayaran klaim Jamsostek kepada anggotanya
• Kepemilikan Jamsostek di PT Bank Syariah Bukopin sebesar 6,14% , dimana Bank Bukopin memiliki 77,57% (pemegang saham lainnya dari dalam negeri).
• Sejalan dengan kebijakan transformasi Jamsostek, dari memberikan manfaat finansial menjadi "manfaat total" bagi para anggotanya (termasuk manfaat pangan, perumahan dan kesehatan) – Bank Bukopin bekerjasama dengan Jamsostek untuk menyediakan pembiayaan dan cash management untuk program perumahan.
Jaminan sosial bagi pekerja sektor swasta
Dana pensiun untuk pegawai negeri sipil
• Bank Bukopin ditunjuk sebagai salah satu dari 15 institusi sebagai pembayar dana pensiun
• Bank Bukopin memberikan pembiayaan perorangan untuk anggota Taspen sejak 2Q2010, melalui pembiayaan segmen Mikro.
• Mekanisme pembayaran melalui pemotongan dana pensiun yang dibayarkan.
• Total Pinjaman melalui program Taspen ini tumbuh menjadi sekitar Rp 1,645 triliun pada September 2013.
Kemitraan Strategis
Perusahaan listrik milik Negara
• Bank Bukopin saat ini melayani lebih dari 12 juta dari 42 juta pelanggan PLN yang membayar tagihan melalui 56 bank.
• Bank Bukopin merupakan bank komersial pertama di Indonesia yang membuat Payment Point On-line Bukopin (PPOB) lebih dari 5 tahun yang lalu. Saat ini terdapat sekitar 18.000 PPOB di seluruh Indonesia. • PPOB memberikan layanan kepada pelanggan PLN seperti pembayaran tagihan, pemasangan instalasi
baru dan pembelian token listrik prabayar.
• Kemitraan dengan PLN mendorong peningkatan fee based income Bank Bukopin, layanan cash
management, akumulasi CASA (current account dan saving account) dan portofolio pinjaman (catatan: fee based income memberikan kontribusi sekitar 24,49% dari total pendapatan Bank Bukopin per
September 2013).
Perusahaan terkemuka di Indonesia
• PT. Bosowa Corporido didirikan pada bulan Februari 1973. Bosowa Corporindo memiliki berbagai bidang usaha diantaranya otomotif, semen, logistik, transportasi, pertambangan, properti, jasa
keuangan, infrastruktur, energi, media, dan multi-bisnis.
• Potensi value chain berbasis cross selling sangat besar dari setiap bidang usaha.
• Saat ini, Bosowa dan Bank Bukopin sedang mengembangkan kerjasama pembuatan blue print di bidang semen.
• Bank Bukopin bekerjasama dengan Bosowa Corporindo di bidang pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur, perhotelan, otomotif, transportasi dan pertambangan.
• Lembaga Pembiayaan (multifinance) adalah Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan dengan bidang pembiayaan sewa guna usaha, anjak piutang, usaha kartu kredit, dan/atau pembiayaan konsumen
• Jumlah multifinance saat ini sebanyak 168 lembaga dan ini merupakan potensi yang sangat besar. • Terdapat 18 multifinance yang telah bekerjasama dengan Bank Bukopin. Jumlah nasabah yang dilayani
sebanyak 46 ribu nasabah dengan baki debet sebesar Rp 3.4 triliun.
Lembaga pembiayaan
Pelayanan yang Memuaskan
Menyediakan seperangkat produk dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan nasabah
Menggunakan teknologi sebagai sarana strategis untuk
memberikan layanan
Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia
sebagai faktor utama
Outlet dan Jaringan Elektronik yang Luas
Lampung Nanggroe Aceh Darussalam Riau Jambi Sumatera Selatan Sumatera Barat Kalimantan Barat Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Banten Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Bali Nusa Tenggara BaratNusa Tenggara Timur Jawa Timur
Jawa Barat D.I.Yogyakarta DKI
Jakarta JawaTengah Sumatera Utara
Kepulauan Riau
• Jaringan Bank Bukopin tersebar di 22 dari 34 provinsi di Indonesia.
• Kartu ATM Bukopin memberikan akses kepada pemegangnya untuk semua jaringan ATM di Indonesia (seperti ATM
BCA Prima, ATM Bersama, dan ATM Plus), meliputi lebih dari 30.000 ATM.
• 18.000 PPOB di seluruh Indonesia menjangkau penduduk perkotaan dan pedesaan.
• Sistem Teknologi Informasi Bank Bukopin dapat memonitor secara real-time online atas setiap transaksi dan posisi di
setiap cabang.
Per September 2013Kantor Cabang
37
Kantor Cabang
Pembantu
112
Kantor Kas
150
Kantor Fungsional
(Layanan Mikro)
87
Payment Point
38
Pickup Service
8
Total outlet
432
ATM
472
Mini ATM
1304
Pengendalian dan Manajemen Risiko Yang Memadai
• Penerapan manajemen risiko di Bank Bukopin meliputi
8 jenis risiko
* risiko kredit
* risiko hukum
* risiko pasar
* risiko reputasi
* risiko likuiditas
* risiko strategik
* risiko operasional
* risiko kepatuhan
• Bank Bukopin telah mengembangkan model dan sistem
untuk manajemen risiko, seperti Credit Rating
(ICRR), Credit Scoring (E Flow, Sistem Informasi Kredit
Mikro/SIKM), Operational Risk and Control Self
Assessment (RCSA), dan Asset and Liabilities Risk
Management Model.
• Bank Bukopin juga melakukan stress test secara
berkala, untuk mengetahui dampak dari setiap kejadian
eksternal terhadap kinerja bank, seperti stress test risiko
kredit, stress test risiko suku bunga, dan stress test risiko
likuiditas.
• Divisi Manajemen Risiko bersifat independen dari risk
taking units.
• Selain dari aktivitas audit internal, terdapat juga fungsi
pengendalian internal yang melekat pada proses di risk
taking units (yaitu unit Credit Risk Control dan unit
Internal Control) dan Divisi Kepatuhan yang
independen. Semua itu bertujuan untuk membangun
Pengawasan aktif Komisaris dan Direksi
melalui komite
• Semua transaksi harus melalui sistem
checker dan approval
• Terdapat juga pemisahan yang jelas
Proses Manajemen risiko yang dijalankan oleh
masing-masing unit terkait (risk taking unit) Fungsi Oversight dan
Manajemen Risiko Bank secara Bank-wide oleh
Divisi Manajemen
Risiko, Divisi Kepatuhan Pihak Independen yang menilai kecukupan atas
proses pengendalian internal
• Bank Bukopin telah menetapkan dan melakukan review secara berkala atas kebijakan internal dan pedoman untuk mengendalikan risiko yang mungkin dihadapi
I. Proses Manajemen Risiko
II.Penerapan Manajemen Risiko
Melalui Tiga Lapisan Pengendalian Internal
Manajemen yang Berpengalaman – Direksi
Glen Glenardi,
Direktur Utama
Berpengalaman selama 27 tahun di dunia perbankan. Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Direktur Usaha Koperasi, Kecil dan Mikro (2000-2005) - Direktur Usaha Kecil & Koperasi (1999)
- Kepala Divisi Kredit Koperasi & Usaha Kecil (1992-1999) - Pemimpin Cabang Cirebon (1989-1992)
Tri Joko Prihanto,
Direktur Keuangan & Perencanaan
Berpengalaman selama 27 tahun di dunia perbankan. Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Direktur Operasi (2000-2006) - Sekretaris Perusahaan (1996-2000) - Group Head Bisnis (1995-1996)
- Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (1993-1995)
- Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Koperasi (1991-1993)
Agus Hernawan,
Direktur Retail
Berpengalaman selama 27 tahun di dunia perbankan. Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Direktur Pelayanan & Distribusi (2006-2013) - Direktur Consumer Banking (2000-2006) - Group Head Bisnis (1997-2000)
- Pemimpin Cabang (1988-1997)
Sulistyohadi DS,
Direktur Pelayanan & Operasi
Berpengalaman selama 25 tahun di dunia perbankan. Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Direktur Usaha Kecil, Menengah & Koperasi (2005-2013)
- Group Head Bisnis Institusi (1999-2005)
Adhi Brahmantya,
Direktur Pengembangan Bisnis & Teknologi
Informasi
Berpengalaman selama 25 tahun di dunia perbankan. Pengalaman sebelumnya antara lain:
- General Manager Pengembangan Bisnis (2011-2013)
- Kepala Divisi Jaringan Distribusi & Kerjasama Bisnis (2010-2011)
- Project Officer Public Service (2008-2010)
Mikrowa Kirana,
Direktur Komersial
Berpengalaman selama 27 tahun di dunia perbankan. Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Group Head Bisnis Komersial (2001-2006)
- Group Head Bisnis Komersial Wilayah Jabar & Jateng (2000-2001)
- Group Head Bisnis (1997-2000)
Manajemen yang Berpengalaman – Dewan Komisaris
Mulia P. Nasution,
Komisaris Utama
Deddy S.A. Kodir,
Komisaris
Syamsul Effendi,
Komisaris Independen
Yoyok Sunaryo,
Komisaris Independen
Margustienny,
Komisaris Independen
Saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas STAN (Aug 2011 – sekarang)
Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (2006- Aug 2011) - Direktur Jenderal Treasury Kementerian Keuangan (2004) - Kepala Badan Akuntansi Keuangan Negara (2001)
- Kepala Pusat Pengolahan Data dan Informasi Anggaran (1999) - Direktur Perbendaharaan dan Kas Negara (1998)
- Direktur Pembinaan Anggaran II (1995)
Saat ini menjabat sebagaii Ketua Kopelindo (2008-sekarang) Pengalaman sebelumnya antara lain:
-Direktur SDM & Umum Bulog (2011-2012)
- Direktur Perencanaan & Pengembangan Usaha Bulog (2009-2011) - Kepala Divisi SDM (2008-2011)
- Lebih dari 30 tahun pengalaman bekerja di Bulog
Saat ini menjabat sebagai Penasehat di PT Wana Subur Lestari (2011-sekarang)
Pengalaman sebelumnya antara lain: - Sekretaris Kopkapindo
- Direktur PT. Kutai Timber Indonesia (2007-2011)
- Manajer General Affair PT. Kutai Timber Indonesia (2001-2006)
Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Ketua Koperasi Susu Indonesia (1997-2002) - Fasilitator PUSKUD (1999-2000)
- Ketua Koordinator GKSI Mojosongo (1986-1993) - Manajer GKSI Cirebon (1984-1986)
Pengalaman sebelumnya antara lain: - Ketua Badan Layanan Umum Kementerian
Perumahan Rakyat (2010-Feb 2012)
- Pengalaman lebih dari 30 tahun di Kementerian Keuangan.
Parikesit Suprapto,*
Komisaris
Saat ini menjabat sebagai Tenaga Perbantuan Kementerian BUMN (2012-sekarang)
Pengalaman sebelumnya antara lain:
- Deputi Pelayanan Bisnis, Kementerian BUMN (2010-2012)
- Deputi Bidang Usaha Perbankan dan Jasa Keuangan, Kementerian BUMN (2008-2010) - Asisten Deputi Restrukturisasi & Privatisasi Usaha
Laporan Keuangan - Aset
Periode
Total Aset
(Rp. Tn)
Sept-13
Unaudited
69.1
Jun-13
Audited
70.9
Des-12
Audited
65.7
Sep-12
Unaudited
61.4
Periode
Persentase
% Y o Y
12.54%
% Y to D
5.18%
% Q to Q
(2.54%)
*
*
Laporan Keuangan – Kredit
Periode
Total Kredit
(Rp. Tn)
Sep-13
Unaudited
49.2
Jun-13
Audited
46.2
Des-12
Audited
45.5
Sep-12
Unaudited
42.1
Periode
Persentase
% Y o Y
16.87%
% Y to D
8.14%
% Q to Q
6.49%
Konsumer
Mikro
Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK)
Bulog
Komersial
Jun-13*
Sep-12
Des-12*
Sep-13
Rp. 42.1 Tn
Rp. 49.2 Tn
Rp. 45.5 Tn
Rp. 46.2 Tn
Segmen Kredit
Jumlah Pinjaman
Mikro
< Rp.500 Juta
UKMK
Rp.500 Juta – Rp.25 Miliar
Komersial
> Rp.25 Miliar
Konsumer
Mikro
Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK)
Bulog
Komersial
Rp.42.1Tn
34.23%
8.76%
Sep-12
12.17%
6.56%
38.28%
3.7Tn
2.8Tn
14.4Tn
5.1Tn
16.1Tn
Rp. 49.2Tn
34.14%
Sep-13
12.89%
6.05%
15.74%
31.18%
6.3Tn
3.0Tn
16.8Tn
7.7Tn
15.4Tn
Periode
Deposito
Tabungan
Giro
Total
(Rp. Tn)
Sep-13
Unaudited
33.8
13.2
9.0
56.0
Jun-13
Audited
35.1
13.3
10.1
58.5
Des-12
Audited
31.8
13.8
8.4
54.0
Sep-12
Unaudited
30.6
11.5
8.3
50.4
Periode
Persentase
% Y o Y
11.12%
% Y o D
3.70%
% Q to Q
(4.27%)
Rp. 50.4 Tn
Rp. 54.0 Tn
Rp. 58.5 Tn
Rp. 56.0 Tn
*
*
Tabungan
Giro
Deposito
Deposito
Tabungan
Giro
Rp. 50.4 Tn
Rp. 56.0 Tn
Rp. 11.5Tn
Rp. 8.3Tn
Rp. 30.6Tn
Rp. 13.2Tn
Rp. 9.0Tn
Rp. 33.8Tn
Komposisi Pendanaan
Laporan Keuangan - Ekuitas
Periode
Ekuitas
(Rp. Tn)
Sep-13
Unaudited
5.4
Jun-13
Audited
5.2
Des-12
Audited
5.0
Sep-12
Unaudited
4.8
Periode
Persentase
% Y o Y
12.50%
% Y to D
8.00%
% Q to Q
3.85%
*
*
Laporan Keuangan - Laba
Periode
Laba Sebelum
Pajak (EBT)
(Rp. M)
Laba Setelah
Pajak (EAT)
(Rp. M)
Sep-13
Unaudited
954.0
733.6
Jun-13
Audited
652.7
501.8
Des-12 Audited1,059.4
830.5
Sep-12 Unaudited795.1
617.2
Periode
% EBT
% EAT
% Y o Y
19.99
18.86
*
*
Fee Based Income
Fee Based
Income
Total
(Rp. M)
Persentase
Kartu Kredit
299.2
52.3%
Treasury
70.4
12.3%
Public Service
50.4
8.8%
Administrasi
31.8
5.6%
Trade Finance
29.7
5.2%
Lainnya
90.4
15.8%
11.93% 12.09% 11.81% 11.69%
4.32% 4.25%
3.90% 3.69%
Sep-12
Des-12
Jun-13
Sep-13
Modal Pelengkap
Modal Inti
CAR 16.25%
CAR 16.34%
CAR 15.71%
CAR 15.38%
*
*
Laporan Keuangan - Rasio
Rasio Keuangan
Sep-12
Unaudited
Des-12
Audited
Jun-13
Audited
Sept-13
Unaudited
CAR dengan memperhitungkan
risiko pasar & operasional
16.25%
16.34%
15.71%
15.38%
NPL – Gross
3.13%
2.66%
2.54%
2.29%
NPL - Net
2.01%
1.56%
1.66%
1.63%
ROA
1.86%
1.83%
1.86%
1.85%
ROE
19.51%
19.47%
20.63%
20.18%
NIM
4.52%
4.56%
3.55%
3.75%
BOPO
80.73%
81.42%
81.03%
81.19%
LDR
82.63%
83.81%
78.22%
87.28%
CIR
59.66%
60.50%
66.30%
64.95%
Penghargaan – 2013
“Indonesian Bank Loyalty Index (IBLI)”
Awarded for Saving Account Conventional
Banking (Asset < Rp75 T ) dari Majalah
Infobank dan Markplus Insight .
“Indonesian Bank Loyalty Index (IBLI)”
Awarded for Top 10 Credit Card for
Loyalty Program dari Majalah Infobank
dan Markplus Insight .
“2013 Banking Service Excellence”
Awarded for 2
ndSaving Internet Banking
dari Majalah Infobank .
“2013 Banking Service Excellence”
Awarded for 2
ndATM Centre dari Majalah
Infobank .
“2013 Banking Service Excellence”
Awarded for 3
rdBest SMS Banking dari
Majalah Infobank .
“National Private Foreign Exchange Bank
Category ”
Penghargaan – 2013
“Anugerah Perbankan Indonesia 2013”
Kategori : Bank dengan Modal Inti Rp 1–5 T
Peringkat 2 “Human Capital” dari Perbanas
dan Majalah Economic Review
“Anugerah Perbankan Indonesia 2013 ”
Kategori : Bank dengan Modal Inti Rp 1–5 T
Peringkat 2 “Risk Management” dari Perbanas
dan Majalah Economic Review
“Indonesian
Banking
Award
Best
Performance Banking 2013”
Kategori Bank BUKU 2 Bank Swasta dari
Tempo Media Group dan CRMS Indonesia
“” Anugerah Perbankan Indonesia 2013 ”
Kategori : Bank dengan Modal Inti Rp 1–5 T
Peringkat 3 “CEO in Leadership” dari Perbanas
dan Majalah Economic Review
“Anugerah Perbankan Indonesia 2013 ”
Kategori : Bank dengan Modal Inti Rp 1–5 T
Peringkat 3 “Finance” dari Perbanas dan
Majalah Economic Review
“Sertifikasi ISO 9001:2008 dan Service
Excellent”
Untuk Unit Customer Service dan Teller
Cabang/Area
Jakarta,
Bandung
dan
Surabaya dari PT. SGS Indonesia (Audit
Eksternal)
Sasaran & Strategi
MENJADI BANK
YANG
TERPERCAYA
DALAM
PELAYANAN JASA
KEUANGAN
Memperkokoh Struktur Modal Mengembangkan komposisi Bisnis UKMK, Mikro, da n Konsumer Fokus terhadap Penanganan Segmen Bisnis secara Prima Peningkatan Value Chain dan Cross Selling Pengembangan Kemitraan Strategis Peningkatan Sistem Informasi, Teknol ogi dan ProsedurKerja Penguatan Budaya Perusahaan Pengembangan Peran Manajemen
Risiko dan Aspek Kepatuhan