DISTRIBUTION
PLANNING
AND CONTROL
SYSTEM
“Distribution Planning and Control System (DPCS) dirancang
untuk mengoptimalkan distribusi urea, memenuhi tugas
pemerintah, dan mencari keuntungan dari penjualan
non-subsidi dan produk konversi ke penjualan amoniak”
Sebagai perusahaan milik negara, Pupuk Kaltim telah memegang tanggung jawab untuk
mendistribusikan urea bersubsidi untuk
Indonesia Timur dan sebagian Jawa Timur dan Kalimantan. Total produksi permintaan urea bersubsidi 1,5 juta ton.
Salah satu persyaratan untuk penjualan non-subsidi dan pasar luar negeri amonia dan urea terpenuhi permintaan di wilayah Indonesia terdiri dari 18 provinsi, 228 kota, 300 distributor, dan lebih dari 10.000 pengecer. Kesulitan muncul dalam distribusi pupuk bersubsidi adalah wilayah
Indonesia terdiri dari sekitar 13.000 pulau dengan infrastruktur yang tidak memadai di Indonesia timur.
Untuk mencegah kekurangan pupuk, Unit Distribusi menumpuk stok pupuk di wilayah distribusi, sedangkan lebihnya bisa dijual sebagai non-subsidi atau mengkonversi amonia.
Distribution Planning and Control System (DPCS) dirancang untuk mengoptimalkan
distribusi urea, memenuhi tugas pemerintah, dan mencari keuntungan dari penjualan non-subsidi dan produk konversi ke penjualan amoniak. PT Pupuk Indonesia (Persero) mengatur
pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian secara Nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV sesuai dengan
prinsip 6 (enam) Tepat, yaitu Tepat Jenis, Jumlah, Harga, Tempat, Waktu dan Mutu.
Produsen Wajib menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan prinsip 6 (enam) tepat dan memiliki/menguasai gudang di Lini III pada wilayah tanggung jawabnya;
Distributor melaksanakan penyaluran pupuk bersubsidi dari Lini III sampai ke Lini IV; Pengecer melaksanakan penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan prinsip 6 (Enam) tepat kepada petani dan atau Kelompok Tani
berdasarkan RDKK. TUGAS/PENUGASAN
Sebagai pelaksana subsidi pupuk, Pupuk Kaltim wajib:
dibutuhkan Petani;
Melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lini 1 sampai Lini 4;
Melaporkan perkembangan realisasi penyaluran Pupuk setiap bulannya kepada Menteri Pertanian. Berdasarkan hal tersebut, tidak mungkin hanya mengandalkan sumber daya manusia untuk mengontrol dan merencanakan seluruh lini distribusi. Sehingga harus dibantu dengan Teknologi dan Sistem Informasi yang memadai, dalam bentuk Decision Support System.
DESAIN SISTEM
DPCS didesain untuk menjadi sistem kontrol dan pengendalian secara online dengan data spasial dimana posisi stok dapat dipantau secara akurat di daerah pemasaran dengan peta bumi secara real time. Apa yang bisa dilakukan oleh sistem ini?
Sistem DPCS mempunyai 2 fungsi yaitu Pengawasan (Monitoring) dan Perencanaan (Planning). Item yang dikontrol adalah:
Posisi stok pupuk yang ada (Lini 1 – 4, pengecer) Pupuk dalam perjalanan (In Transit);
Kondisi pendukung distribusi, kapal,
gudang,expeditur, distributor, pengecer dll.; Melakukan simulasi untuk perencanaan dan pengambilan keputusan strategis.
DESAIN TEKNOLOGI
Dalam memilih tekologi yang digunakan dalam system ini team DPCS melakukan riset terhadap teknologi-teknologi yang fit to use dan mudah dalam pengintegrasian karena melibatkan banyak teknologi ke dalam satu kesatuan sistem.
• Database, sumber data yang digunakan adalah sumber data real time operasional SAP yang melibatkan ribuan record per hari yang dimodelkan dalam data spasial, data yang dimasukkan dalam sistem
ini adalah data stok setiap plant (Pelabuhan dan Gudang) serta data in transit pupuk dalam perjalanan sehingga didapatkan data pupuk dalam perjalanan. Data stok sms dari masing-masing pengecer sehingga didapatkan stok riil dari Lini 4;
• Fleet Algorithm digunakan untuk melakukan monitoring pupuk dalam perjalanan agar dapat diperkirakan kedatangan Pupuk dari satu plant ke plant lainnya.
• Penentuan posisi kapal/truk dalam perjalanan terhadap posisi bumi dengan menggunakan 2 teknologi Global Positioning System (GPS) dan Automatic Identification System (AIS).
• Web Base dan Mobile Application, untuk melakukan monitoring agar dapat mudah digunakan dan dapat dilakukan kontrol di mana saja maka system dashboard
menggunakan web base application dipadukan dengan data spasial dan mobile application yang digunakan bagi petugas-petugas di daerah.
MONITORING
Sistem dapat menunjukkan posisi stok di setiap lini dengan data spasial (dimana data numeric dipadukan dengan dengan data posisi area terhadap bumi).
Fitur pertama DPCS adalah monitoring stok di Lini 1,2,3 dan 4. Dengan menggunakan big data operasional harian dari SAP untuk lini 1,2,3.
LINI I
Lini 1 adalah Stok yang berada di Pusat Produksi / Pabrik, dalam hal ini adalah Stok di Bontang dan total stok yang ada di seluruh Indonesia.
Dalam monitoring awal ini dapat dilihat langsung kondisi Port, Vessel, dan Highlight 18 provinsi serta kota-kota yang perlu menjadi perhatian yang dinotasikan dengan bendera merah.
Kondisi stok dan in-transit highlight ini dapat di detailkan dalam halaman propinsi ataupun
langsung masuk ke halaman monitoring
kota/kabupaten. Sedangkan stok fisik harian di Distributor dan Pengecer didapatkan dari Sistem Informasi yang disebut SMART dengan
konfirmasi dari SMS Stock yang menunjukkan stok fisik yang ada di masing- masing Distributor dan Pengecer.
LINI II
Pada monitoring Lini 2 ini bertujuan untuk melakukan pengendalian stok di tingkat kabupaten/kota fitur2 yang dapat dilakukan adalah:
• Monitoring kondisi Stok Kota dalam data spasial terdiri dari 3 notasi Unsafe Stock, Safe Stock,
Over Stock;
• Monitoring Kondisi stok Gudang Lini 2 dan 3, • posisi Gudang;
• In Transit antar Kota;
• Penyaluran Bulan Berjalan;
• Penyaluran sampai dengan akhir tahun.
LINI III/IV
Pada Monitoring Lini 3 monitoring dilakukan untuk melihat:
• Posisi stok;
• Penyaluran Stok Harian;
• Penyaluran Stok Bulan Berjalan; • Penyaluran Stok Tahun Berjalan; • Kondisi Gudang Lini 3;
• Stok Distributor; • Posisi Stok Distributor; • Stok Pengecer;
• Status aktivasi Pengecer;
• Status In Transit yang menuju Kota.
MONITORING IN TRANSIT
Meliputi: Vessel Tracking System (GPS dan AIS) dan Truck Tracking System (Fleet Monitoring,
Estimation To Arrival/ETA).
Stok In Transit artinya adalah posisi stok yang ada dalam perjalanan baik perjalanan laut maupun perjalanan darat. Dengan Smart Algorithm yang
digunakan dapat mengukur jalur darat dan laut serta
Estimation To Arrival (ETA).
Untuk Posisi kapal laut (Vessel) dapat dideteksi dan dimonitor dari 2 teknologi yang dikembangkan di sistem ini yaitu dengan GPS dan AIS. Sedangkan untuk in transit darat dilakukan monitoring dengan pendekatan Fleet Algorithm
.
Fase selanjutnya pada program DPCS adalah merencanakan penyaluran pupuk berdasarkan kebutuhan di daerah dan persediaan di Lini 1. Metode yang digunakan adalah Distribution Requirement Planning (DRP).
DRP merupakan metode yang mensimulasikan rencana pengadaan pupuk subsidi dengan
berbagai pola. Pada DRP, ditentukan Order Point System yang disebut Reorder Point (ROP).
Terdapat empat faktor yang menentukan ROP, yaitu:
Tingkat permintaan Waktu tunggu
Ketidakpastian dalam tingkat permintaan dan waktu tunggu pengisian kembali, dan
Kebijakan manajemen berkaitan dengan tingkat pelayanan pelanggan yang dapat diterima
FITUR
Fitur yang tersedia pada DRP adalah: Memilih waktu running simulasi;
Merubah Lot Size, Lead Time, dan Safety Stock; Melihat jadwal Stock Transfer Order (STO); Summary Warning;
Resume (print) dalam bentuk Excel;
Melihat DRP keseluruhan dan parsial (per kota/ kabupaten).
Selanjutnya sistem ini terus dikembangkan dengan mengembangkan Distribution Resource Planning dimana kebutuhan per area per gudang dapat terencana secara otomatis sehingga
nantinya dapat men-drive kebutuhan produksi. DRP ini memungkinkan distribution planner nantinya bisa melakukan analisa secara cepat dan tepat dalam waktu singkat untuk melakukuan simulasi terhadap seluruh gudang, seluruh kota dan seluruh propinsi dalam satu waktu terkait dengan kondisi demand and supply urea yang terjadi pada saat ini.
Demikian juga sistem nantinya akan langsung melakukan trigger jadwal pengiriman secara otomatis yang didapatkan dari keperluan di daerah yang disesuaikan dengan SK Mentan, SK Gubernur dan SK Bupati/Walikota.
Dengan melibatkan sistem dengan data spasial yang ada pada akhirnya optimasi distribusi dapat dilakukan dengan kontrol dan perencanaan yang lebih baik dari sebelumnya dengan sebagian besar melibatkan teknologi dengan meminimalkan sumberdaya manusia yang ada.
Dengan optimasi ini memungkinkan unit-unit lain dapat memaksimalkan stok yang ada untuk
meningkatkan kentungan perusahaan.***
Engineer Weekly
Pelindung: A. Hermanto Dardak, Heru Dewanto Penasihat: Bachtiar Siradjuddin Pemimpin Umum: Rudianto Handojo, Pemimpin Redaksi: Aries R. Prima, Pengarah Kreatif: Aryo
Adhianto, Pelaksana Kreatif: Gatot Sutedjo,Webmaster: Elmoudy, Web Administrator: Zulmahdi, Erni Alamat: Jl. Bandung No. 1, Menteng, Jakarta Pusat Telepon: 021- 31904251-52.
Faksimili: 021 – 31904657. E-mail: [email protected]
131.796.786 141.127.071 137.982.921 23.426.857 25.450.441 26.952.880
2014
2013
2012
Jumlah Penumpang Domestik Jumlah Penumpang Internasional
JUMLAH KURSI PENUMPANG
PESAWAT 2016
(ribu/minggu)
NEGARA
KURSI
(ribu/minggu)
PERINGKAT
USA
39.222
1
CHINA
19.341
2
INDIA
4.888
8
INDONESIA
3.299
14
THAILAND
3.296
15
KOREA SLT
2.830
18
SINGAPORE
2.633
21
MALAYSIA
2.030
23
PHILIPINES
1.424
27
VIETNAM
1.355
28
THE GLOBAL COMPETITIVENESS REPORT 2017-2018