3. METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di kawasan Pantai Lampuuk Kabupaten Aceh Besar, Provinsi NAD. Secara geografis Kabupaten Aceh Besar terletak pada 5,2º-5,8º LU dan 95,0º-95,8º BT dengan luas wilayahnya 2.974,12 km2. Pantai Lampuuk yang menjadi objek penelitian terletak di kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh besar. Peta lokasi penelitian serta stasiun pengambilan sampel dapat dilihat pada Gambar 2.
Wilayah yang diamati mencakup keseluruhan wilayah pesisir Pantai Lampuuk. Penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan dan penyusunan metode, pengambilan data primer dan pengambilan data sekunder serta analisis data. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2010 sampai dengan bulan April 2010. Pengambilan sampel air laut dilakukan pada tanggal 24 Maret 2010. Analisis kualitas air baik fisika, kimia dan biologi dilakukan pada tanggal 25 Maret di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (MIPA) Departemen Kelautan, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah kamera digital, GPS (Global Positioning System), papan jalan (waterpass), bola pingpong, alat untuk mengukur kualitas air, recorder, secchi disc dan alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan adalah peta lokasi obyek wisata Pantai Lampuuk, formulir kuisioner, data sheet dan bahan pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Parameter, metode dan alat yang digunakan untuk kualitas air dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Parameter, metode dan alat yang digunakan untuk analisa kualitas air
Parameter Metode Alat
Fisika
1. Morfometrik pantai Visual GPS (Global Positioning System)
2. Suhu Pemuaian Termometer
3. Kecerahan perairan Visual Secchi disc
4. Bau Chemical reseptor Indera penciuman
5. Warna Visual Indera penglihatan
6. Kemiringan pantai Visual Kayu reng, waterpass, penggaris 7. Kedalaman perairan Visual GPS sounder
8. Tipe pantai Visual Indera penglihatan
9. Jenis butir pasir Visual Indera penglihatan
10. Kecepatan Arus Visual Bola pingpong
11. Material dan dasar
perairan Visual Indera penglihatan
Kimia
1. DO Winkler Botol BOD, gelas ukur,
erlenmeyer, pipet
2. BOD5 Winkler Botol BOD, gelas ukur,
erlenmeyer, buret, plastik hitam, inkubator
3. pH - Kertas lakmus
4. Salinitas Visual Refraktometer
Biologi
Ikan Visual Alat tulis
Tanaman darat Visual Alat tulis
3.3 Jenis Data dan Informasi yang Diperlukan
Jenis data dan informasi yang diperlukan adalah keadaan umum kawasan Wisata Pantai Lampuuk, sumberdaya alam (SDA), kualitas air Pantai Lampuuk berupa parameter fisika, kimia dan biologi, sumberdaya manusia (SDM), potensi wisata, isu-isu yang berkembang, data kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan. Komponen, jenis, sumber dan cara pengambilan data dapat dilihat di Tabel 2.
Tabel 2. Komponen, jenis, sumber dan cara pengambilan data No Komponen data Jenis data Sumber
data Teknik Pengambilandata 1. Keadaan umum
Sejarah Primer dan
sekunder Respondendan laporan Wawancara dan studipustaka Demografi Sekunder Laporan Studi pustaka Sarana dan prasarana Primer dan
sekunder Lapangandan laporan Observasi lapangan danstudi pustaka 2. Sumberdaya alam
Flora (tanaman darat) Primer dan
sekunder Lapangandan laporan Observasi lapangan danstudi pustaka Fauna (ikan, plankton dan
biota air lainnya) Primer dansekunder Respondendan laporan Wawancara dan studipustaka 3. Kualitas air
Parameter fisika
Morfometrik pantai Primer dan
sekunder Lapangan Observasi lapang Suhu dan kecerahan Primer Lapangan Observasi lapang Bau dan warna Primer Lapangan Observasi lapang Kemiringan pantai Primer Lapangan Observasi lapang Kedalaman perairan Primer Lapangan Observasi lapang Jenis butir pasir Primer Lapangan Observasi lapang Tipe pantai Primer dan
sekunder Lapangan Observasi lapang danstudi pustaka Lebar pantai Sekunder Laporan Studi pustaka Material dasar perairan Primer dan
sekunder Lapangan Observasi lapang danstudi pustaka Kecepatan arus Primer lapangan Observasi lapang dan
studi pustaka Parameter kimia
DO Primer Lapangan Observasi lapang
BOD Primer Lapangan Observasi lapang
pH Primer Lapangan Observasi lapang
Salinitas Primer Lapangan Observasi lapang Parameter biologi
Ikan dan tanaman darat Primer Lapangan Observasi lapang 4. Sumberdaya manusia
Masyarakat Primer Responden Wawancara Pengunjung Primer Responden Wawancara Lembaga terkait Primer Responden Wawancara 5. Potensi wisata Primer dan
sekunder Lapangandan laporan Observasi lapang danstudi pustaka Wawancara dan observasi 6. Isu-isu yang berkembang Primer dan
3.4 Metode Pengambilan dan Pengumpulan Data
3.4.1 Data primer
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi yaitu meninjau langsung kondisi lokasi lapangan serta melakukan pengukuran pada beberapa parameter seperti morfometrik pantai, kualitas air, biota (flora dan fauna), dan kondisi kawasan. Pengukuran terhadap kualitas air dilakukan di 6 stasiun. Penentuan jumlah stasiun didasarkan terhadap perbedaan karakteristik dan jumlah stasiun tersebut dianggap sudah mewakili kawasan Pantai Lampuuk. Selain itu jenis data primer yang diambil adalah data sosial ekonomi dan budaya. Pengambilan data sosial ekonomi dan budaya dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan pengunjung, pihak pengelola atau instansi dan masyarakat sekitar kawasan Pantai Lampuuk terkait dengan permasalahan, pengelolaan dan persepsi masyarakat di kawasan Pantai Lampuuk. Jumlah responden masing-masing berjumlah 30 untuk responden masyarakat dan wisatawan.
Penentuan responden dilakukan dengan metode purposive sampling yang terdiri dari masyarakat sekitar dan pengelola kawasan wisata. Sementara itu, penentuan responden wisatawan dilakukan dengan metode accidental sampling. Pertimbangan menggunakan metode purposive sampling karena metode pengambilan sampel dengan cara ini sengaja memilih responden berdasarkan kebutuhan data yang diinginkan yaitu dengan ketentuan peran serta partisipasi responden dalam kegiatan wisata, pertimbangan lain adalah kemudahan dalam wawancara dan kesediaan responden untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan penelitian. Sementara itu, pemilihan menggunakan metode accidental sampling untuk responden wisatawan berdasarkan kemudahan pengambilan data yaitu dilakukan terhadap responden yang kebetulan berada di dalam kawasan Pantai Lampuuk.
3.4.2 Data sekunder
Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, buku-buku dan laporan ilmiah hasil penelitian sebelumnya, dan buku yang terkait dengan penelitian ini. Data yang dikumpulkan meliputi sumberdaya alam, keadaan umum kawasan Pantai Lampuuk, isu-isu yang berkembang, kebijakan pengelolaan di wilayah tersebut.
3.5 Analisis Data
3.5.1 Analisis sumberdaya
Analisis sumberdaya meliputi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. Analisis sumberdaya alam meliputi kondisi kawasan, kualitas air, flora dan fauna yang terdapat di sekitar kawasan Pantai Lampuuk. Kondisi kawasan diperoleh melalui data primer yaitu observasi secara langsung dan wawancara serta data sekunder melalui pengumpulan literatur dan berbagai studi pustaka. Parameter kualitas air yang diukur berupa parameter fisika, kimia dan biologi. Pengamatan tumbuhan secara visual berupa tumbuhan darat yang ada disekitar Pantai Lampuuk. Pengamatan jenis tumbuhan darat tidak dilakukan di semua bagian kawasan Pantai Lampuuk karena lokasi pengamatan yang ditentukan merupakan tempat yang terkait untuk dikembangkan beberapa kegiatan wisata. Fauna perairan yang diamati adalah banyaknya jenis ikan yang ada di sekitar Pantai Lampuuk atau disekitar teluk berdasarkan data sekunder dan wawancara.
Analisis sumberdaya manusia dilakukan dengan melakukan wawancara yang mencakup masyarakat sekitar kawasan wisata, pengunjung, pengelola atau instansi yang terkait. Wawancara dengan beberapa responden dilakukan dengan cara diberikan kuisioner untuk mengetahui tingkat pemahaman kelestarian lingkungan. 3.5.2 Analisis kesesuaian wisata
Kegiatan wisata yang dikembangkan hendaknya disesuaikan dengan potensi sumberdaya dan peruntukannya. Setiap kegiatan wisata mempunyai persyaratan sumberdaya dan lingkungan yang sesuai obyek wisata yang akan dikembangkan. Rumus yang digunakan untuk kesesuaian wisata pantai dan wisata bahari adalah (Yulianda 2007): IKW = 100% 1 x Nmaks Ni n i
Keterangan :IKW = Indeks Kesesuaian Wisata Ni = Nilai Parameter ke-i
Penentuan kesesuaian berdasarkan perkalian skor dan bobot yang diperoleh dari setiap parameter. Kesesuaian kawasan dilihat dari tingkat persentase kesesuaian yang diperoleh penjumlah nilai dari seluruh parameter.
Tabel 3. Matriks kesesuaian lahan untuk wisata pantai kategori rekreasi No Parameter Bobot Kategori
S1 Skor Kategori S2 Skor KategoriS3 skor Kategori TS skor 1. Kedalaman
perairan (m) 5 0-3 3 > 3-6 2 >6 - 10 1 > 10 0 2. Tipe pantai 5 Pasir
putih 3 sdkt karangPasir putih, 2 hitam,Pasir berkarang, sdkt terjal 1 Lumpur, berbatu, terjal 0 3. Lebar pantai (m) 5 > 15 3 10 - 15 2 3 - < 10 1 < 3 0 4. Material dasar
perairan 3 Pasir 3 berpasirKarang 2 berlumpurPasir 1 Lumpur 0 5. Kecepatan arus (m/dt) 3 0-0,17 3 0,17-0,34 2 0,34-0,51 1 >0,51 0 6 Kemiringan pantai (0) 3 < 10 3 10 - 25 2 > 25 - 45 1 > 45 0 7 Kecerahan perairan (m) 1 >10 3 > 5-10 2 3-5 1 <2 0 8. Penutupan
lahan pantai 1 Kelapa,lahan terbuka 3 Semak, belukar, rendah, savana 2 Belukar
timggi 1 bakau,Hutan pemukiman,
pelbh 0
9 Biota
berbahaya 1 Tidakada 3 Bulu babi 2 Bulu babi,ikan pari 1 Bulu babi,ikan pari, lepu, hiu 0 10 Ketersediaan air tawar (jarak/km) 1 <0.5 (km) 3 >0.5-1 (km) 2 > 1-2 1 >2 0 Sumber : Yulianda (2007)
Keterangan : Jumlah = (Skor x Bobot) dimana nilai maksimum = 84
S1 = Sangat sesuai dengan nilai 83 – 100 % S2 = Sesuai dengan nilai 50 - <83 %
S3 = Sesuai bersyarat dengan nilai 17 - <50 % TS = Tidak sesuai dengan nilai <17 %
Kelas S1 : Kawasan ini tidak mempunyai faktor pembatas yang serius dimana kawasan ini memenuhi persyaratan untuk dapat dijadikan sebagai kawasan wisata Pantai dan faktor pembatas tersebut tidak berarti
atau tidak berpengaruh nyata terhadap penggunaan dan tidak akan menaikkan masukan/tingkatan perlakuan yang diberikan.
Kelas S2 : Kawasan ini mempunyai faktor pembatas yang agak serius untuk mempertahankan tingkat perlakuan yang harus diterapkan. Pembatas ini akan meningkatkan masukan/tingkatan perlakuan yang diberikan.
Kelas S3 : Kawasan ini mempunyai faktor pembatas yang serius untuk mempertahankan tingkat perlakuan yang harus diterapkan. Pembatas akan lebih meningkatkan masukan/tingkat perlakuan yang diperlukan.
Kelas TS : Kawasan ini mempunyai faktor pembatas permanen, sehingga menghambat segala kemungkinan perlakuan pada daerah tersebut.
3.5.3 Analisis daya dukung kawasan
Analisis daya dukung ditujukan pada pengembangan wisata bahari dengan memanfaatkan potensi sumberdaya pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil secara lestari. Metode yang diperkenalkan untuk menghitung daya dukung pengembangan ekowisata alam adalah dengan menggunakan konsep Daya Dukung Kawasan (DDK). DDK adalah jumlah maksimum pengunjung yang secara fisik dapat ditampung di kawasan yang disediakan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan gangguan pada alam dan manusia. Perhitungan DDK menurut Yulianda (2007) dalam bentuk rumus adalah sebagai berikut:
DDK = Wp Wt x Lt Lp Kx Keterangan :
DDK = Daya Dukung Kawasan (orang per m2)
K = Potensi ekologis pengunjung per satuan unit area (orang per m2) Lp = Luas area atau panjang area yang dapat dimanfaatkan (m2) Lt = Unit area untuk kategori tertentu (m2)
Wt = Waktu yang disediakan oleh kawasan untuk kegiatan wisata dalam satu hari (jam)
Wp = Waktu yang dihabiskan oleh pengunjung untuk setiap kegiatan tertentu (jam)
Potensi ekologis pengunjung ditentukan oleh kondisi sumberdaya dan jenis kegiatan yang akan dikembangkan (Tabel 4). Luas suatu area yang dapat digunakan oleh pengunjung mempertimbangkan kemampuan alam mentolerir pengunjung sehingga kelestarian alam tetap terjaga.
Tabel 4. Potensi ekologis pengunjung (K) dan luas area kegiatan (Lt) Jenis Kegiatan K
(Σ Pengunjung) Unit Area(Lt) Keterangan
Rekreasi Pantai 1 50 m 1 orang setiap 50 m panjang pantai Wisata Olahraga 1 50 m 1 orang setiap 50 m panjang pantai Berenang 1 50 m 1 orang setiap 50 m panjang pantai Berjemur 1 50 m 1 orang setiap 50 m panjang pantai Sumber : Yulianda (2007)
Daya dukung kawasan disesuaikan karakteristik sumberdaya dan peruntukan. Kebutuhan manusia akan ruang diasumsikan dengan keperluan ruang horizontal untuk dapat bergerak bebas dan tidak merasa terganggu oleh pengunjung lainnya. Untuk kegiatan wisata pantai diasumsikan setiap orang membutuhkan panjang garis pantai 25 m, karena pengunjung akan melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan ruang yang luas, seperti berjemur, bersepeda, berjalan-jalan dan lain-lain.
Waktu kegiatan pengunjung (Wp) dihitung berdasarkan lamanya waktu yang dihabiskan oleh pengunjung untuk melakukan kegiatan wisata. Waktu pengunjung diperhitungkan dengan waktu yang disediakan untuk kawasan (Wt) (Tabel 10). Waktu kawasan adalah lama waktu areal dibuka dalam satu hari, dan rata-rata waktu kerja sekitar 8 jam (jam 8 – 16).
Tabel 5. Prediksi waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan wisata
No. Kegiatan Waktu yang dibutuhkanWp-(jam) Total waktu 1 hariWt-(jam)
1. Berenang 2 4
2. Berjemur 2 4
3. Rekreasi Pantai 3 6
4. Olahraga Air 2 4
3.5.4 Analisis nilai ekonomi wisata
Metode biaya perjalanan (Travel Cost Method/TCM) yaitu metode yang biasa digunakan untuk memperkirakan nilai rekreasi (recreational value) dari suatu lokasi atau objek. Metode ini merupakan metode pengukuran secara tidak langsung terhadap barang atau jasa yang tidak memiliki nilai pasar (non market good or services). Teknik ini mengasumsikan bahwa pengunjung pada suatu tempat wisata menimbulkan atau menanggung biaya ekonomi, dalam bentuk pengeluaran perjalanan dan waktu untuk mengunjungi suatu tempat (Lipton DW et al 1995 in Ndruru 2010).
Tujuan melakukan TCM adalah untuk menghitung nilai ekonomi suatu kawasan wisata melalui estimasi rata-rata permintaan terhadap kunjungan wisata di lokasi tersebut sehingga diperlukan estimasi fungsi permintaan terhadap kunjungan wisata. Dalam menganalisis TCM ini dilakukan dengan pendekatan Individual Travel Cost Analysis yaitu untuk memperkirakan rata-rata kurva permintaan individu terhadap lokasi wisata, dalam hal ini pengunjung dikelompokkan berdasarkan pengeluaran. Adapun persamaan yang digunakan dalam analisis ini adalah sebagai berikut :
Y = a + bX
keterangan : variabel Y = V (jumlah kunjungan) variable X = TC (biaya kunjungan)
TC = 1
a
keterangan :
1 = diperoleh dari hasil regresiV = 1 1
Kesediaan membayar (utiliti)
U = TC x )
2 (Vratarata
Keterangan : TC = biaya kunjungan
Vrata-rata = jumlah kunjungan rata-rata
Surplus Konsumen
CS = [TC – (Vrata-rata x V x TC)] x
2 rata Vrata
Total manfaat ekonomi TCM = CS x
L N
Keterangan : N = Rata-rata kunjungan L = Luas Areal