IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 I
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat menyusun dan menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah (IHPD) Tahun 2020 kepada lembaga perwakilan dan pemerintah daerah.
IHPD Tahun 2020 ini, memuat pembagian tugas dan wewenang Pimpinan BPK, profil BPK Perwakilan Provinsi Jambi, ringkasan eksekutif, profil pemerintah daerah dan indikator makro ekonomi di wilayah Provinsi Jambi. IHPD juga memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai hasil pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) kepatuhan selama Tahun 2020 pada pemerintah daerah di wilayah Provinsi Jambi, serta menyajikan hasil pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan dan pemantauan penyelesaian ganti kerugian daerah.
BPK Perwakilan Provinsi Jambi telah melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan TA 2019 pada 12 pemerintah daerah dengan opini keseluruhan adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Selain opini atas laporan keuangan, laporan juga memuat hasil pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Pemeriksaan kinerja dilaksanakan atas 5 objek pemeriksaan yang merupakan pemeriksaan tematik nasional. Pemeriksaan kinerja tersebut terdiri dari; 1) Efektivitas Penanganan Pandemi Covid-19 Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2020 pada Pemerintah Provinsi Jambi; Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat; 2) Efektivitas Pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan pada Pemerintah Kabupaten Batang Hari; Pemerintah Kabupaten Sarolangun; dan 3) Efektivitas Pengelolaan Bank pada PT Bank Pembangunan Daerah Jambi dan Instansi Terkait Lainnya Tahun Buku 2018 s.d. Triwulan III Tahun 2020 di Provinsi Jambi.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 II
Selain itu, BPK Perwakilan Provinsi Jambi melaksanakan pemeriksaan kepatuhan atas 5 objek pemeriksaan, 3 diantaranya tematik nasional. Pemeriksaan tersebut terdiri dari pemeriksaan kepatuhan atas Penanganan Pandemi COVID-19 pada 3 pemerintah daerah yaitu Pemerintah Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin, dan Kota Jambi, serta pemeriksaan kepatuhan atas Belanja Modal Infrastruktur pada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tebo TA 2020.
BPK berharap IHPD Tahun 2020 dapat memberikan informasi kepada Gubernur dan DPRD serta pemangku kepentingan lainnya, sehingga dapat dijadikan acuan dalam rangka pembinaan, penyusunan kebijakan, dan peningkatan transparan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Badan Pemeriksa Keuangan RI Anggota V,
Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA., CIPM., CA.,
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 III
DAFTAR ISI
Hal.
Kata Pengantar i
Daftar Isi iii
Daftar Tabel iv Daftar Grafik V Daftar Gambar vi Daftar Lampiran vi Tentang BPK vii Ringkasan Eksekutif 1 BAB I Pendahuluan 8
A. Indikator makro ekonomi 11
B. Ringkasan LRA dan Neraca 14
C. BUMD 20
BAB II Hasil Pemeriksaan 22
A. Pemeriksaan Keuangan 22
B. Pemeriksaan Kinerja 33
C. Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (DTT) Kepatuhan 48
BAB III Hasil Pemantauan 65
A. Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan 65
B. Pemantauan Penyelesaian Ganti Kerugian Daerah 67
Lampiran 70
Daftar Singkatan & Akronim 75
Glosarium 81
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 IV
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Jumlah LHP, Temuan Pemeriksaan, dan Rekomendasi
Tahun 2020
Tabel 1.1 Pendapatan Tahun 2020 dan 2019
Tabel 1.2 IKF Tahun 2020 dan 2019
Tabel 1.3 Belanja dan Transfer Tahun 2020 dan 2019
Tabel 1.4 Pembiayaan Netto Tahun 2020 dan 2019
Tabel 1.5 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2020 dan 2019
Tabel 1.6 Aset Tahun 2020 dan 2019
Tabel 1.7 Kewajiban Tahun 2020 dan 2019
Tabel 1.8 Ekuitas Tahun 2020 dan 2019
Tabel 2.1 Opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah TA
2015-2019
Tabel 2.2 Rekapitulasi Hasil Pemeriksaan Kinerja yang Dilaksanakan
oleh BPK Perwakilan Provinsi Jambi
Tabel 2.3 Rekapitulasi Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu
yang Dilaksanakan oleh BPK Perwakilan Provinsi Jambi
Tabel 2.4 Kesimpulan Kepatuhan Penanganan Pandemi COVID-19
Tabel 2.5 Daftar Hasil Pemeriksaan atas Pertanggungjawaban
Penerimaan dan Pengeluaran Dana Bantuan Keuangan Partai Politik TA 2019
Tabel 3.1 Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil
Pemeriksaan per 31 Desember 2020
Tabel 3.2 Hasil Pemantauan terhadap Pelaksanaan TLRHP atas LHP
per 31 Desember 2020
Tabel 3.3 Pemantauan Kerugian Daerah per 31 Desember 2020
Tabel 3.4 Hasil Pemantauan Penyelesaian Ganti Kerugian Daerah
per 31 Desember 2020 dengan Status Telah Ditetapkan Menurut Tingkat Penyelesaian
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 V
DAFTAR GRAFIK
Grafik 2.1 Tren Opini atas LKPD TA 2015 – 2019 di Provinsi Jambi
Grafik 3.1 Penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil
Pemeriksaan
Grafik 3.2 Status Kerugian Daerah Telah Ditetapkan Menurut
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 VI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Agenda Pembangunan Nasional dan Strategi Pemeriksaan
Renstra 2020 -2024
Gambar 2 Laporan Hasil Pemeriksaan TA 2020
Gambar 3 Provinsi Jambi dalam Angka
Gambar 1.1 Peta Wilayah Provinsi Jambi
Gambar 1.2 Indikator Makro Ekonomi
Gambar 1.3 Profil Keuangan Pemerintah Provinsi Jambi
Gambar 1.4 Rekapitulasi Laba Rugi BUMD
Gambar 2.1 Hasil Pemeriksaan Keuangan Tahun 2020
Gambar 2.2 Penyerahan LHP atas LKPD Pemerintah Provinsi Jambi
TA 2019
Gambar 2.3 Smart City
Gambar 2.4 Lingkup Pemeriksaan Kinerja COVID-19
Gambar 2.5 Testing, Tracing, Treatment
Gambar 2.6 BPK dan Bank 9 Jambi
Gambar 2.7 Upaya Penanganan Covid-19
Gambar 2.8 Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu
Gambar 2.9 Jumlah Parpol Per Pemerintah Daerah Tahun 2019
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Daftar LHP Tahun Anggaran 2020
Lampiran 2 Temuan dan Permasalahan LHP LKPD TA 2019 Lampiran 3 Temuan dan Permasalahan LHP Kinerja TA 2020 Lampiran 4 Temuan dan Permasalahan LHP PDTT TA 2020
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 VII
Sesuai dengan amanat Pasal 23E Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD 1945), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dibentuk untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan mandiri. Untuk melaksanakan amanat UUD tersebut, BPK berkedudukan di ibu kota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi.
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG TERKAIT TUGAS BPK
PEMERIKSAAN BPK
DILAKUKAN TERHADAP
pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara lainnya, Bank Indonesia, badan usaha milik negara, badan layanan umum, badan usaha milik daerah dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. Pemeriksaan dimaksud meliputi pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu
Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,UU Nomor 1 Tahun 2004 tentangPerbendaharaan Negara, UU Nomor 15 Tahun 2004
tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, serta UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan PemeriksaKeuangan
DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN, BPK menetapkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) sebagai patokan bagi pemeriksa untuk melakukan tugasnya. Selain itu, BPK menetapkan kode etik untuk menegakkan nilai-nilai dasar integritas, independensi, dan profesionalisme.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 VIII Lembaga Perwakilan dan Pemerintah
HASIL PEMERIKSAAN BPK DISAMPAIKAN KEPADA Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sesuai dengan kewenangannya. Hasil pemeriksaan tersebut disampaikan pula kepada pemerintah dan pimpinan pihak yang diperiksa untuk ditindaklanjuti. BPK memantau tindak lanjut yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak yang diperiksa. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi unsur pidana, BPK melaporkan hal tersebut kepada instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
VISI “Menjadi Lembaga Pemeriksa Tepercaya yang Berperan
Aktif dalam Mewujudkan Tata Kelola Keuangan Negara yang Berkualitas dan Bermanfaat untuk Mencapai Tujuan Negara”
MISI 1. Memeriksa tata kelola dan tanggung jawab keuangan
negara untuk memberikan rekomendasi, pendapat, dan pertimbangan
2. Mendorong pencegahan korupsi dan percepatan penyelesaian ganti kerugian negara
3. Melaksanakan tata kelola organisasi yang transparan dan berkesinambungan agar menjadi teladan bagi institusi lainnya
Tema & Fokus Pemeriksaan
BPK mempunyai peran strategis dalam mendorong pemerintah melaksanakan kebijakan dan strategi pembangunan yang telah dirumuskan dalam RPJMN 2020-2024. Melalui kegiatan pemeriksaan, BPK mengawal dan memastikan program prioritas pembangunan nasional direncanakan, dilaksanakan dan dilaporkan secara transparan dan akuntabel serta dapat memberikan manfaat pada kesejahteraan rakyat Indonesia.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 IX
Oleh sebab itu, pemeriksaan BPK didasarkan pada Renstra BPK 2020-2024 yang mengacu pada RPJMN 2020-2020-2024. Renstra BPK 2020- 2020-2024 menetapkan pemeriksaan atas program pembangunan pemerintah lintas dimensi. Berdasarkan strategi pemeriksaan berbasis risiko, pemeriksaan BPK dikelompokkan menjadi pelaksanaan pemeriksaan sesuai mandat, pemeriksaan tematik, pemeriksaan investigatif dan pemeriksaan atas permintaan pemangku kepentingan, tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan dan pemeriksaan atas tindak lanjut, penggunaan KAP dalam pemeriksaan keuangan, dan manajemen pemeriksaan. Penyelarasan tema pemeriksaan tematik nasional difokuskan pada isu yang menjadi perhatian bersama (focal point) para pemangku kepentingan, dan dilaksanakan secara lintas satker sebagai sarana meningkatkan sinergi dan kolaborasi antarsatker untuk menghasilkan rekomendasi, pendapat, atau pertimbangan yang lebih komprehensif, berdasarkan 7 (tujuh) agenda pembangunan nasional dengan rincian, yang dimuat dalam RPJMN 2020–2024
Gambar 1. Agenda Pembangunan Nasional dan Strategi Pemeriksaan Renstra 2020 -2024
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 X Dr. Achsanul Qosasi, CSFA.
Anggota III BPK (Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara III)
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada MPR, DPR, DPD, MA, BPK, MK, KY, Kemenko Bidang PMK, Kemensetneg, Setkab, Kemensos, Kemenpar, Kemenaker, Kemkominfo, Kemenpan RB, KPPPA, Kemenpora, Kemenristekdikti, Kementerian ATR, Kemendesa PDTT, Bapeten, BATAN, BPPT, LIPI, LAPAN, Perpusnas RI, BNPB, Bapertarum, BKKBN, BKN, BPKP, LAN, ANRI, PPK GBK, PPK Kemayoran, BNP2TKI, LPP RRI, LPP TVRI, TMII, BIG, ORI, BPN, Bekraf serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
Dr. Pius Lustrilanang S.IP., M.Si., CSFA.
Anggota II BPK (Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara II)
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenkeu, Kemendag, Kemenperin, Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Koperasi dan UKM, BKPM, BPS, BI, OJK, PPATK, PT PPA, LPS, BSN, LKPP, KPPU serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
Prof. Dr. H. Harry Azhar Azis, M.A., CSFA.
Anggota VI BPK (Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VI)
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada Kemenkes, Kemendikbud, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPOM, pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah pada Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Badan Usaha Milik Daerah di Wilayah II (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua) serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
Dr. Ir. Isma Yatun, M.T., CSFA.
Anggota IV BPK (Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara IV)
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementan, KKP, Kementerian ESDM, Kemen PU Pera, KLHK, BPH Migas, Badan Restorasi Gambut serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 XI Dr. Agung Firman Sampurna, CSFA.
Ketua BPK RI
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan
dan tanggung jawab keuangan negara secara umum bersama dengan Wakil Ketua, tugas dan wewenang yang berkaitan dengan kelembagaan BPK, hubungan kelembagaan dalam negeri dan luar negeri, pengarahan pemeriksaan investigatif, dan pembinaan tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pemeriksaan Keuangan Negara, Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara, Inspektorat Utama, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara bersama dengan Wakil Ketua.
Dr. Agus Joko Pramono, S.ST., M.Acc., Ak., CA., CPA., CSFA. Wakil Ketua BPK RI
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan
dan tanggung jawab keuangan negara secara umum bersama dengan Ketua, proses Majelis Tuntutan Perbendaharaan, pengarahan pemeriksaan investigatif, dan pembinaan tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pemeriksaan Keuangan Negara, Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara, Inspektorat Utama, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara bersama dengan Ketua.
Dr. Hendra Susanto M. Eng., M.H., CSFA.,CFrA.
Anggota I BPK (Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I)
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada Kemenko Polhukam, Kemenlu,
Kemenkumham, Kemenhan, Kemenhub, Kejaksaan RI, POLRI, BIN, BNN, BMKG, Lemhanas, Wantanas, Badan Siber dan Sandi Negara, Komnas HAM, KPK, KPU, Basarnas, BNPT, Bawaslu, Bakamla serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA., CIPM., CA., CPA., CSFA., CFrA., CGCAE.
Anggota V BPK (Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V)
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan
dan tanggung jawab keuangan negara pada Kemendagri, Kemenag, BPKS, BP Batam, BPWS, BNPP, pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah pada Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Badan Usaha Milik Daerah di Wilayah I (Sumatera dan Jawa) serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
Ir. Daniel Lumban Tobing, CSFA.
Anggota VII BPK (Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VII)
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan
dan tanggung jawab keuangan negara pada Kementerian BUMN, SKK Migas, BUMN dan anak perusahaan, Badan Pembina Proyek Asahan dan Otorita Pengembangan Proyek Asahan serta lembaga yang dibentuk dan terkait di lingkungan entitas tersebut.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 XIV
BPK Perwakilan Provinsi Jambi secara organisasi
berada di bawah Auditorat Utama Keuangan
Negara V
Dr. Akhsanul Khaq MBA., CMA., CFE., CA., Ak., CSFA., CPA., CFrA.
Auditor Utama KN V
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada Kemendagri, Kemenag, BPKH, BPWS, BNPP, PB Batam, PB Sabang, dan lembaga terkait di lingkungan entitas tersebut, serta keuangan daerah dan kekayaan daerah yang dipisahkan pada pemerintah daerah di wilayah Sumatera dan Jawa. Auditor Utama KN V bertanggung jawab kepada Anggota V BPK.
Rio Tirta, S.E., M.Acc., CSFA.
Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jambi
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah pada Pemerintah Provinsi Jambi, BUMD, dan Lembaga terkait di lingkungan entitas, termasuk
melaksanakan pemeriksaan yang
ditugaskan oleh AKN dan Auditorat Utama Investigasi.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 XV
Hermawan, S.E.
Kepala Sekretariat Perwakilan
TUGAS DAN WEWENANG:
Penyelenggaraan dan pengkoordinasian dukungan administrasi, hukum, dan hubungan masyarakat, protokoler, serta sumber daya untuk kelancaran tugas dan fungsi BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi.
Nur Miftahul Lail S.E., Ak., CA
Kepala Subauditorat Jambi I
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah pada Pemerintah Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo, Kabupaten Batang Hari, Kota Sungai Penuh, BUMD dan lembaga terkait di
lingkungan entitas, termasuk
melaksanakan pemeriksaan yang
ditugaskan oleh AKN.
Ronald Sinaga, S.E., M.I.M., Ak., CA.
Kepala Subauditorat Jambi II
TUGAS DAN WEWENANG: Pemeriksaan
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah pada Pemerintah Pemerintah Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten
Merangin, Kabupaten Muaro Jambi,
Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, BUMD dan lembaga terkait di lingkungan entitas, termasuk melaksanakan pemeriksaan yang ditugaskan oleh AKN.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 XVI
Selain melakukan pemeriksaan keuangan sesuai mandat, BPK Perwakilan Provinsi Jambi juga melakukan pemeriksaan sesuai
Renstra dan pemeriksaan atas Pandemi COVID-19.
RENSTRA
Pengembangan Wilayah
Belanja Modal Infrastruktur pada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tebo.
Efektivitas Pengelolaan Bank pada PT Bank Pembangunan Daerah pada Pemerintah Provinsi Jambi
Penguatan Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik
Efektivitas Pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan pada Pemerintah Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun.
PENANGANAN
PANDEMI COVID-19
• Kinerja Efektivitas Penanganan Pandemi COVID-19 pada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
• Pemeriksaan PDTT Kepatuhan atas Penanganan Pandemi COVID-19 pada Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Merangin, dan Kota Jambi.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 1
Ringkasan Eksekutif
Ikhtisar hasil pemeriksaan daerah (IHPD) disusun untuk memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai hasil pemeriksaan laporan keuangan, kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang bersifat kepatuhan (DTT kepatuhan) yang telah dilakukan oleh BPK Perwakilan Provinsi Jambi pada pemerintah daerah dan entitas lainnya di wilayah Provinsi Jambi. Ikhtisar ini merupakan rangkuman dari 22 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diselesaikan oleh BPK Perwakilan Provinsi Jambi sepanjang Tahun 2020, terdiri atas 12 LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), lima LHP kinerja dan lima LHP DTT kepatuhan, sebagaimana disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1 Jumlah LHP, Temuan Pemeriksaan, dan Rekomendasi Tahun 2020 Pemerintah/Jenis Pemeriksaan Jumlah LHP Jumlah Temuan Jumlah Rekomendasi Laporan Keuangan SPI Kepatuhan 12 132 347 Pemeriksaan Kinerja 5 57 134 PDTT Kepatuhan 5 48 140 TOTAL 22 237 621
Secara lebih terperinci, BPK Perwakilan Provinsi Jambi mengungkapkan 237 temuan yang memuat 366 permasalahan sebesar Rp37,53 miliar, meliputi 145 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan sebesar Rp36,22 miliar, 119 permasalahan kelemahan sistem pengendalian intern (SPI), serta 72 permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan sebesar Rp1,31 miliar.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 2
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 3
Hasil Pemeriksaan Tahun 2020
IHPD ini memuat rangkuman atas pelaksanaan pemeriksaan BPK Perwakilan Provinsi Jambi yang dilakukan pada Tahun 2020, dengan pokok permasalahan sebagai berikut.
A. Pemeriksaan Laporan Keuangan
Pemeriksaan atas laporan keuangan TA 2019 telah dilakukan pada Pemerintah Provinsi Jambi dan 11 pemerintah kabupaten/kota dengan menghasilkan keseluruhan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hasil pemeriksaan mengungkapkan 132 temuan yang memuat 199 permasalahan sebesar Rp32,52 miliar, dengan rincian 60 permasalahan kerugian daerah sebesar Rp23,96 miliar, 6 permasalahan potensi kerugian daerah sebesar Rp5,29 miliar, 18 permasalahan kekurangan penerimaan sebesar Rp3,27 miliar, 29 permasalahan administrasi, dan 86 permasalahan kelemahan SPI.
B. Pemeriksaan Kinerja
Dalam tahun 2020, BPK Perwakilan Provinsi Jambi melakukan 5 objek pemeriksaan kinerja dengan 3 tema, rincian sebagai berikut. 1. Efektivitas penanganan pandemi Covid-19 Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2020, dengan kesimpulan Kurang Efektif pada Pemerintah Provinsi Jambi dan Cukup Efektif pada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dengan tidak mengesampingkan hal-hal positif atau capaian keberhasilan atas upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hasil pemeriksaan signifikan yang perlu mendapatkan perhatian antara lain: a) Upaya pemerintah daerah dalam penemuan kasus secara aktif belum memadai, dan b) Upaya pemerintah daerah dalam pelaksanaan tahapan manajemen klinis belum memadai.
BPK merekomendasikan Gubernur dan Bupati antara lain agar: a) menetapkan strategi untuk penemuan kasus secara aktif
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 4
pada pintu masuk wilayah, pelacakan kontak, dan fasilitas tertutup yang dilengkapi dengan rincian rencana kegiatan yang terukur, dan b) menyusun dan menetapkan strategi manajemen klinis sesuai skenario transmisi yang direviu dan dimutakhirkan secara berkala.
2. Efektivitas pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan pada Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun. BPK mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun dalam penerapan dan pengelolaan SPBE. Namun demikian, apabila tidak segera diatasi oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun, maka permasalahan-permasalahan tersebut dapat mempengaruhi efektivitas pengelolaan SPBE dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan.
Hasil pemeriksaan signifikan yang perlu mendapatkan perhatian antara lain: a) Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun belum sepenuhnya melakukan integrasi antar layanan SPBE terkait perencanaan, penganggaran, keuangan, dan pengawasan, dan b) Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun belum merencanakan dan mengembangkan layanan adminstrasi pemerintahan yang berorientasi kepada pengguna, terintegrasi, dan berkesinambungan.
BPK merekomendasikan Bupati Batang Hari dan Bupati Sarolangun antara lain agar: a) menyusun rencana atau rancangan kebutuhan dan integrasi layanan dan aplikasi SPBE serta berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai penyediaan dan penggunaan Sistem Penghubung Layanan, dan b) menyusun rencana kebutuhan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik serta rencana desain integrasi layanan SPBE serta merencanakan pemenuhan kanal untuk mendukung IoT dan kemudahan akses portal layanan adminstrasi pemerintahan berbasis elektronik.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 5
3. Efektivitas Pengelolaan Bank pada PT Bank Pembangunan Daerah pada Pemerintah Provinsi Jambi, dengan perumusan kesimpulan secara tidak langsung. BPK mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan Bank Jambi dalam efektivitas pengelolaan bank, namun demikian BPK menemukan masalah pokok yang dapat mengganggu efektivitas pengelolaan bank. Permasalahan signifikan yang perlu mendapatkan perhatian antara lain: a) Terdapat penyaluran kredit atau pembiayaan belum sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, dan b) Tidak terdapat perencanaan kebutuhan SDM terkait kegiatan penempatan dana pada perencanaan jangka menengah dan jangka panjang Bank Jambi.
BPK merekomendasikan Direktur Utama Bank Jambi antara lain agar: a) Memerintahkan Kepala Divisi Kredit untuk menyusun atau memperbaiki kebijakan internal terkait perkreditan khususnya tatacara penilaian agunan dan dokumentasinya, melakukan monitoring penyelesaian APHT serta pengajuan klaim asuransi serta melaporkannya secara periodik kepada Direksi, menyusun upaya atau strategi yang efektif untuk meningkatkan penyaluran kredit produktif pada setiap kantor cabang, dan b) Selalu memastikan pelaksanaan penempatan telah sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan.
C. Pemeriksaan DTT Kepatuhan
Dalam tahun 2020, BPK Perwakilan Provinsi Jambi melakukan 5 objek pemeriksaan dengan 2 tema, rincian sebagai berikut. 1. Pemeriksaan Kepatuhan atas Penanganan Pandemi Corona
Virus Disease-2019 (COVID-19) pada Pemerintah Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin dan Kota Jambi dengan kesimpulan Sesuai Kriteria Dengan Pengecualian.
Permasalahan signifikan yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya a) Verifikasi dan validasi DTKS dan data penerima bansos sembako non DTKS tidak sesuai dengan Peraturan, b) Pengelolaan Sumbangan dari Pihak Ketiga dalam Penanganan Pandemi COVID-19 belum memadai.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 6
2. Pemeriksaan Kepatuhan atas Belanja Modal Infrastruktur pada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tebo dengan kesimpulan Sesuai Kriteria Dengan Pengecualian.
Permasalahan signifikan yang perlu mendapatkan perhatian di antaranya kekurangan volume pekerjaan dan potensi kerugian.
D. Pemantauan
Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
Ikhtisar hasil pemeriksaan memuat hasil pemantauan terhadap pelaksanaan TLRHP per 31 Desember 2020 atas LHP yang diterbitkan periode Tahun 2005 s.d. 31 Desember 2020. Pada periode 2005 s.d. 31 Desember 2020, BPK Perwakilan Provinsi Jambi telah menyampaikan 13.267 rekomendasi kepada entitas yang diperiksa senilai Rp1,50 triliun dan USD591,46 ribu. Total persentase tindak lanjut atas 12 pemda di wilayah Provinsi Jambi adalah 71,36%.
Pemantauan Penyelesaian Ganti Kerugian Daerah
Hasil pemantauan terhadap pelaksanaan pemantauan
penyelesaian ganti kerugian daerah s.d. 31 Desember 2020 menunjukkan kerugian daerah yang telah ditetapkan berdasarkan SK Pembebanan dan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak dan Putusan Pengadilan sebanyak 271 Kasus sebesar Rp8,26 miliar. Tingkat penyelesaian yang terjadi pada periode per 31 Desember 2020 menunjukkan terdapat pengembalian sebesar Rp5,26 miliar (63,69%). Dengan demikian, masih terdapat sisa kerugian sebesar Rp3,00 miliar (36,31%).
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 7
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 8
Provinsi Jambi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 19 tahun 1957, tentang Pembentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau, yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 61 tahun 1958 (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 112), yang terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 Kota. Pada tahun 1999, dilakukan pemekaran terhadap beberapa wilayah administratif di Provinsi Jambi melalui Undang-undang Nomor 54 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selanjutnya melalui Undang-undang nomor 25 tahun 2008, tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh, sehingga sampai tahun 2010, secara administratif Provinsi Jambi menjadi sembilan kabupaten dan dua kota.
Gambar 1.1 Peta Wilayah Provinsi Jambi
Secara geografis, wilayah Provinsi Jambi terletak pada 0º45’ - 2º45’ Lintang Selatan dan 101º10’-104º55’ Bujur Timur di bagian tengah Pulau Sumatera. Sebelah Utara Provinsi Jambi berbatasan dengan Provinsi Riau, sebelah Timur dengan Provinsi Kepulauan Riau dan Selat Malaka, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat berbatasan dengan
BAB I
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 9
Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu. Luas wilayah Provinsi Jambi adalah seluas 53.435,72 Km² dengan luas daratan 50.160,05 Km² dan luas perairan 3.274,95 Km².
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 10
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 11
Gambaran umum perkembangan Provinsi Jamb, dapat dilihat pada indikator makro ekonomi, ringkasan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Neraca, perkembangan BUMD dan Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) sebagai berikut.
A. Indikator Makro Ekonomi
Makro ekonomi merupakan gambaran perubahan ekonomi yang mempengaruhi masyarakat, perusahaan dan pasar. Makro ekonomi dapat difungsikan sebagai alat bagi Pemerintah Daerah untuk menentukan dan mengevaluasi arah kebijakan dalam mengalokasikan sumberdaya ekonomi dan target pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan indikator keberhasilan pembangunan. Data terkait indikator makro Tahun 2020 Provinsi Jambi disajikan berdasar data laporan BPS Provinsi Jambi.
1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
PDRB Provinsi Jambi pada Tahun 2020 atas dasar harga berlaku sebesar Rp206,85 triliun, menurun dari tahun sebelumnya sebesar Rp217,06 triliun. Empat sektor utama penyumbang PDRB adalah industri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 30,85%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 12,63%, sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,21% dan sektor Industri Pengolahan sebesar 10,83%.
2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
TPT Provinsi Jambi pada tahun 2020 mencapai 5,13% atau mengalami peningkatan sebesar 1,07% dari tahun 2019. TPT Provinsi Jambi pada tahun 2019 sebesar 4,06%.
3. Kemiskinan dan Pembangunan Manusia
Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270.203,90 ribu jiwa. Provinsi Jambi menempati urutan ke-21 dari 34 Provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 3.548,20 ribu jiwa. Pada tahun 2020 jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi sebesar 277,80 ribu jiwa (7,58 persen) pada bulan Maret dan
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 12
288,10 ribu jiwa (7,97 persen) pada bulan September. Indeks pembangunan Manusia pada tahun 2020 sebesar 71,29 meningkat 0,03 persen poin dari tahun sebelumnya.
4. Indeks Gini
Indeks Gini Provinsi Jambi pada Tahun 2020 sebesar 0,31 sedangkan pada Tahun 2019 sebesar 0,32 atau mengalami penurunan sebesar 0,01.
5. Pertumbuhan ekonomi
Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi pada Tahun 2020 menunjukkan angka -0,46% sedangkan pada Tahun 2019 sebesar 4,37%.
6. Peringkat Kemiskinan
Persentase Penduduk Miskin di Provinsi Jambi pada Tahun 2020 sebesar 7,58% sedangkan di Tahun 2019 sebesar 7,60%.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 13
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 14
B. Ringkasan LRA dan Neraca
Data LRA dan Neraca dalam IHPD disusun berdasarkan data audited LKPD Tahun 2020 Provinsi Jambi dan 11 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jambi.
1. Ringkasan LRA
Realisasi Anggaran (LRA) Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Jambi Tahun 2020 dan 2019 yang memuat pendapatan, belanja dan transfer, pembiayaan netto dan silpa, dapat dilihat pada tabel berikut.
a. Pendapatan
Total realisasi pendapatan 2020 dibandingkan dengan realisasi 2019 terdapat penurunan sebesar 11,62%. Penurunan tertinggi terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan terendah di Provinsi Jambi.
Tabel 1.1 Pendapatan Tahun 2020 dan 2019
(dalam miliar rupiah)
Uraian Pendapatan Anggaran 2020 Realisasi 2020 Realisasi 2019 Naik/Turun (%) Kab. Muaro Jambi 1.378,38 1.323,38 1.400,69 -5,52
Kab. Tanjung Jabung
Barat 1.302,41 1.421,42 1.642,34
-13,45
Kab. Sarolangun 1.196,94 1.155,46 1.324,27 -12,75
Kab. Tanjung Jabung
Timur 1.060,40 1.052,61 1.195,75
-11,97
Kab. Batang Hari 1.291,77 1.197,38 1.320,72 -9,34
Kab. Merangin 1.358,01 1.370,62 1.508,60 -9,15
Kota Sungai Penuh 743,90 749,34 823,16 -8,97
Kab. Kerinci 1.223,13 1.203,60 1.298,74 -7,33 Kab. Tebo 1.066,78 1.085,60 1.157,28 -6,19 Kab. Bungo 1.598,90 1.273,51 1.349,86 -5,66 Kota Jambi 1.617,66 1.621,83 1.699,54 -4,57 Provinsi Jambi 4.176,32 4.400,63 4.575,19 -3,82 Jumlah 8.331,83 8.144,76 9.215,52 -11,62
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 15
Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) merupakan indeks yang menunjukkan kemandirian suatu pemerintah daerah, yaitu dengan membandingkan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan Total Pendapatan, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.2 IKF Tahun 2020 dan 2019
No Kabupaten/Kota IKF Naik/Turun 2020 2019 %
1 Kab. Batang Hari 8,70 6,93 25,54 2 Kab. Muaro Jambi 7,75 6,70 15,67 3 Kab. Tanjung Jabung Barat 8,13 7,32 11,07 4 Kab. Tanjung Jabung
Timur 4,72 4,51 4,66 5 Kab. Merangin 7,32 7,04 3,98 6 Kab. Kerinci 6,79 6,61 2,72 7 Kab. Tebo 7,23 7,19 0,56 8 Provinsi Jambi 34,89 36,09 -3,33 9 Kab. Bungo 9,94 10,40 -4,42 10 Kota Jambi 21,93 23,15 -5,27 11 Kota Sungai Penuh 3,88 4,24 -8,49 12 Kab. Sarolangun 6,07 7,15 -15,10
Perbandingan antara IKF 2020 dibandingkan dengan IKF 2019 menunjukkan kenaikan pada tujuh pemda yaitu: Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci, dan Kabupaten Tebo. Sedangkan lima pemda lainnya menunjukkan penurunan IKF dengan jumlah penurunan terbanyak pada Kabupaten Sarolangun.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 16
b. Belanja dan Transfer
Total realisasi belanja dan transfer 2020 dibandingkan dengan realisasi 2019 terdapat penurunan sebesar 8,75%. Penurunan tertinggi terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan terendah di Kota Jambi sebagaimana dapat dirinci pada tabel berikut.
Tabel 1.3 Belanja dan Transfer Tahun 2020 dan 2019
(dalam miliar rupiah)
No Kabupaten/Kota
Belanja dan Transfer 2020
Belanja dan Transfer 2019
Naik/ Turun Anggaran Realisasi Realisasi % 1 Kab. Tanjung Jabung
Barat 1.508,77 1.390,38 1.702,41 -18,33
2 Kab. Sarolangun 1.316,81 1.221,82 1.425,29 -14,28
3 Kota Sungai Penuh 795,33 711,31 809,31 -12,11
4 Kab. Muaro Jambi 1.472,33 1.391,58 1.425,41 -2,37
5 Kab. Batang Hari 1.304,62 1.196,95 1.341,86 -10,80
6 Kab. Tebo 1.127,87 1.021,78 1.119,84 -8,76
7 Provinsi Jambi 4.585,97 4.430,39 4.824,37 -8,17
8 Kab. Tanjung Jabung
Timur 1.140,53 1.095,36 1.188,86 -7,86 9 Kab. Kerinci 1.284,60 1.229,59 1.330,74 -7,60 10 Kab. Bungo 1.624,65 1.294,68 1.386,88 -6,65 11 Kab. Merangin 1.596,02 1.422,30 1.448,97 -1,84 12 Kota Jambi 1.828,84 1.667,72 1.661,36 0,38 TOTAL 19.586,32 17.944,38 19.665,28 -8,75 c. Pembiayaan Netto
Pembiayaan netto Tahun 2020 dibandingkan dengan Tahun 2019 terdapat kenaikan pada lima pemda antara lain Kab. Merangin, Kab. Tebo, Kota Sungai Penuh, Kota Jambi, Kab. Tanjung Jabung Timur. Sedangkan tujuh pemda lainnya emengalami penurunan.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 17
Tabel 1.4 Pembiayaan Netto Tahun 2020 dan 2019
(dalam miliar rupiah)
No Kabupaten/Kota Pembiayaan Netto 2020
Pembiayaan Netto 2019
Naik/ Turun Anggaran Realisasi Realisasi % 1 Kab. Merangin 238,00 116,19 35,24 229,69
2 Kab. Tebo 61,10 61,10 35,15 73,80
3 Kota Sungai Penuh 51,43 51,45 37,58 36,89
4 Kota Jambi 211,18 211,18 173,00 22,07
5 Kab. Tanjung Jabung Timur
80,13 81,05 75,23 7,73
6 Kab. Muaro Jambi 93,94 94,59 121,31 -22,03
7 Kab. Tanjung Jabung Barat 206,36 206,36 266,43 -22,55 8 Provinsi Jambi 409,66 420,32 669,50 -37,22 9 Kab. Kerinci 61,61 61,62 101,73 -39,43 10 Kab. Sarolangun 119,87 126,36 239,17 -47,17 11 Kab. Bungo 25,75 26,99 64,77 -58,33
12 Kab. Batang Hari 12,84 12,84 38,48 -66,62
d. Sisa lebih Perhitungan Anggaran (Silpa)
Perbandingan antara Silpa Tahun 2020 dengan Silpa Tahun 2019 menunjukkan adanya kenaikan pada tiga pemda, yaitu Kota Sungai Penuh, Kab. Tebo, Kab. Tanjung Jabung Barat. Sedangkan sembilan pemda lainnya mengalami penurunan jumlah Silpa.
Tabel 1.5 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2020 dan 2019
(dalam miliar rupiah)
No Kabupaten/Kota Silpa Naik/Turun 2020 2019 % 1 Kota Sungai Penuh 89,48 51,43 73,99
2 Kab. Tebo 124,92 72,60 72,07
3 Kab. Tanjung Jabung Barat
237,39 206,36 15,04
4 Provinsi Jambi 390,56 420,32 -7,08
5 Kota Jambi 165,27 211,18 -21,74
6 Kab. Batang Hari 13,27 17,34 -23,45
7 Kab. Merangin 64,51 94,87 -32,00
8 Kab. Kerinci 35,63 69,74 -48,92
9 Kab. Tanjung Jabung Timur
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 18
No Kabupaten/Kota Silpa Naik/Turun 2020 2019 % 10 Kab. Sarolangun 59,99 138,16 -56,58
11 Kab. Muaro Jambi 26,37 96,59 -72,70
12 Kab. Bungo 5,82 27,75 -79,03
Ringkasan Neraca a. Aset
Perbandingan antara Aset Tahun 2020 dengan Aset Tahun 2019 menunjukkan adanya kenaikan pada tujuh pemda. Sedangkan empat pemda lainnya mengalami penurunan, yaitu Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Bungo. Aset tertinggi pada Tahun 2020 pada Provinsi Jambi, sementara terendah pada Kota Sungai Penuh.
Tabel 1.6 Aset Tahun 2020 dan 2019
(dalam miliar rupiah)
No Kabupaten/Kota ASET Naik/Turun 2020 2019 % 1 Kota Sungai Penuh 1.419,14 1.360,21 4,33
2 Kab. Tebo 2.320,60 2.310,50 0,44
3 Kab. Tanjung Jabung
Barat 4.350,53 4.278,43 1,69
4 Provinsi Jambi 9.058,80 8.941,72 1,31
5 Kota Jambi 3.836,41 3.708,40 3,45
6 Kab. Batang Hari 1.893,42 1.935,18 -2,16
7 Kab. Merangin 2.270,81 2.170,24 4,63
8 Kab. Kerinci 1.687,88 1.709,16 -1,24
9 Kab. Tanjung Jabung
Timur 2.105,12 2.132,86 -1,30
10 Kab. Sarolangun 2.659,30 2.615,57 1,67
11 Kab. Muaro Jambi 2.441,30 2.389,07 2,19
12 Kab. Bungo 1.754,98 1.804,26 -2,73
b. Kewajiban
Perbandingan antara kewajiban 2020 dengan kewajiban 2019 menunjukkan kenaikan pada enam pemda, yaitu: Kota Jambi, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 19
Merangin, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Bungo. Sementara pada enam pemda lainnya menunjukkan penurunan. Kewajiban tertinggi pada Tahun 2020 pada Provinsi Jambi, sementara terendah pada Kabupaten Tebo.
Tabel 1.7 Kewajiban Tahun 2020 dan 2019
(dalam miliar rupiah)
c. Ekuitas
Perbandingan ekuitas antara 2020 dengan ekuitas 2019 menunjukkan kenaikan pada tujuh pemda. Sementara pada empat pemda menunjukkan penurunan, yaitu: Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Bungo. Ekuitas tertinggi pada Tahun 2020 dimiliki oleh Pemprov Jambi, sementara terendah dimiliki oleh Kota Sungai Penuh.
Tabel 1.8 Ekuitas Tahun 2020 dan 2019
(dalam miliar rupiah)
No Kabupaten/Kota EKUITAS Naik/Turun 2020 2019 % 1 Kota Sungai Penuh 1.416,72 1.356,39 4,45
2 Kab. Tebo 2.318,52 2.304,92 0,59
3 Kab. Tanjung Jabung Barat
4.332,00
4.251,96 1,88
4 Provinsi Jambi 8.669,52 8.530,69 1,63
5 Kota Jambi 3.790,22 3.671,28 3,24
No Kabupaten/Kota 2020 KEWAJIBAN 2019 Naik/Turun % 1 Kota Sungai Penuh 2,42 3,82 -36,64
2 Kab. Tebo 2,08 5,58 -62,70
3 Kab. Tanjung Jabung
Barat 18,53 26,48 -30,00
4 Provinsi Jambi 389,28 411,03 -5,29
5 Kota Jambi 46,20 37,12 24,44
6 Kab. Batang Hari 83,45 47,77 74,68
7 Kab. Merangin 107,22 11,66 819,32
8 Kab. Kerinci 12,89 17,06 -24,45
9 Kab. Tanjung Jabung
Timur 3,96 3,91 1,48
10 Kab. Sarolangun 4,54 10,79 -57,94
11 Kab. Muaro Jambi 5,46 2,30 137,43
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 20
No Kabupaten/Kota EKUITAS Naik/Turun 2020 2019 % 6 Kab. Batang Hari 1.809,97 1.887,41 -4,10
7 Kab. Merangin 2.163,59 2.158,58 0,23
8 Kab. Kerinci 1.674,99 1.692,10 -1,01
9 Kab. Tanjung Jabung Timur
2.101,15
2.128,95 -1,31
10 Kab. Sarolangun 2.654,76 2.604,78 1,92
11 Kab. Muaro Jambi 2.435,84 2.386,77 2,06
12 Kab. Bungo 1.647,67 1.718,97 -4,15
C. BUMD
BUMD pada Pemerintah daerah di Wilayah Provinsi Jambi adalah sebanyak 18 BUMD. Berdasarkan data kontribusi BUMD terhadap Pemerintah Daerah sebagaimana tercantum dalam Laporan Keuangan Tahun 2020 diketahui:
1. Prosentase kepemilikian berkisar 0,60% s.d. 100%; 2. Sembilan BUMD mengalami kerugian sebesar Rp60,59
miliar;
3. Sembilan BUMD mengalami laba sebesar Rp358,28 miliar.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 21
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 22
Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah (IHPD) Tahun 2020 memuat 22 hasil pemeriksaan, yaitu pemeriksaan atas 12 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, 5 pemeriksaan kinerja, dan 5 pemeriksaan dengan tujuan tertentu (DTT). Daftar laporan hasil pemeriksaan (LHP) pada pemerintah daerah dapat dilihat pada Lampiran 1. IHPD pada pemerintah daerah dapat dijelaskan sebagai berikut.
A. Pemeriksaan Keuangan
BPK Perwakilan Provinsi Jambi melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan TA 2019 pada 12 pemerintah daerah di Provinsi Jambi. Pemeriksaan mengungkapkan 12 pemerintah daerah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Tren opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2015 - 2019 di Provinsi Jambi dapat dilihat pada Grafik 2.1.
Grafik 2.1 Tren Opini atas LKPD TA 2015 – 2019 di Provinsi Jambi
BAB II
Hasil Pemeriksaan
5 9 10 12 12 5 2 2 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 0 0 2 4 6 8 10 12 14 TA 2015 TA 2016 TA 2017 TA 2018 TA 2019 WTP WDP TW TMPIHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 23
Secara detail, opini masing-masing pemerintah daerah dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah TA 2015 – 2019 No. Entitas Pemeriksaan Daerah TA 2015 TA 2016 TA 2017 TA 2018 TA 2019 1. Pemprov Jambi WTP WTP WTP WTP WTP 2. Pemkot Jambi TMP WTP WTP WTP WTP 3. Pemkot Sungai Penuh WTP WTP WTP WTP WTP
4. Pemkab Batang Hari WTP WTP WTP WTP WTP
5. Pemkab Bungo WDP WDP WDP WTP WTP 6. Pemkab Kerinci WTP WTP WTP WTP WTP 7. Pemkab Muaro Jambi WDP WTP WTP WTP WTP 8. Pemkab Merangin WDP WTP WTP WTP WTP 9. Pemkab Sarolangun WDP WTP WTP WTP WTP 10. Pemkab Tanjung Jabung Barat TMP TMP WDP WTP WTP 11. Pemkab Tanjung Jabung Timur WDP WDP WTP WTP WTP 12. Pemkab Tebo WTP WTP WTP WTP WTP Keterangan:
WTP : Wajar Tanpa Pengecualian (unqualified opinion) WDP : Wajar Dengan Pengecualian (qualified opinion) TW : Tidak Wajar (adverse opinion)
TMP : Pernyataan Menolak Memberikan Opini atau Tidak Memberikan Pendapat (disclaimer of opinion)
BPK Perwakilan Provinsi Jambi mengungkapkan 199 permasalahan pada pemeriksaan laporan keuangan TA 2019 yang terdiri atas kelemahan Sistem Pengendalian Intern (SPI) sebanyak 86 permasalahan dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan sebanyak 113 permasalahan serta rekomendasi sebanyak 347 (rekapitulasi dapat dilihat pada Lampiran 2).
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 24
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 25
Permasalahan Ketidakpatuhan Terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan
BPK Perwakilan Provinsi Jambi mengidentifikasi 113 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan sebesar Rp32,52 miliar dari pemeriksaan laporan keuangan TA 2019. Kategori permasalahan dari ketidakpatuhan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Permasalahan Ketidakpatuhan Terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Dapat Mengakibatkan Kerugian Daerah
Dari 113 permasalahan ketidakpatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang masih ditemukan dalam
pemeriksaan keuangan, sebanyak 60 permasalahan dapat mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp23,96 miliar. Permasalahan tersebut berupa:
Belanja tidak sesuai atau melebihi ketentuan sebanyak 11 permasalahan sebesar Rp1,44 miliar, yang terjadi pada Pemkab Bungo, Pemkot Jambi, Pemkab Tanjab Timur, Pemkab Tanjab Barat, Pemkab Tebo, dan Pemkab Merangin; Pembayaran honorarium dan/atau biaya perjalanan dinas ganda dan/atau melebihi standar yang ditetapkan sebanyak 11 permasalahan sebesar Rp754,14 juta, yaitu terjadi pada Pemkab Muaro Jambi, Pemkab Batang Hari, Pemkab Kerinci, Pemkot Jambi, Pemkab Tanjab Timur, Pemkab Tanjab Barat, Pemkab Merangin, dan Pemkab Tebo;
Kekurangan volume pekerjaan dan/atau barang sebanyak 24 permasalahan sebesar Rp20,33 miliar, yaitu terjadi pada Pemprov Jambi, Pemkab Bungo, Pemkab Batang Hari, Pemkab Muaro Jambi, Pemkot Sungai Penuh, Pemkot Jambi, Pemkab Merangin, Pemkab Kerinci, Pemkab Tanjab Barat, Pemkab Tanjab Timur, Pemkab Sarolangun, serta Pemkab Tebo;
Kelebihan pembayaran selain kekurangan volume pekerjaan dan/atau barang sebanyak enam permasalahan sebesar Rp541,77 juta, yaitu terjadi pada Pemkot Jambi, Pemkab Muaro Jambi, Pemkab Bungo, Pemkab Batang Hari, Pemkab Tebo, dan Pemkab Sarolangun;
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 26
Spesifikasi barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan kontrak sebanyak satu permasalahan sebesar Rp71,21 juta yang terjadi pada Pemkab Batang Hari;
Belanja atau Pengadaan Barang/Jasa Fiktif sebanyak dua permasalahan sebesar Rp392,01 juta yang terjadi pada Pemkab Sarolangun, dan Pemkab Tanjab Timur;
Rekanan Pengadaan Barang/Jasa Tidak Menyelesaikan Pekerjaan sebanyak satu permasalahan sebesar Rp276,42 juta yang terjadi pada Pemkab Tanjab Timur;
Penggunaan Uang/Barang untuk Kepentingan Pribadi sebanyak satu permasalahan sebesar Rp32 juta yang terjadi pada Pemkab Tanjab Timur;
Permasalahan lainnya sebanyak tiga permasalahan sebesar Rp109,58 juta, yang terjadi pada Pemkot Jambi, Pemkot Sungai Penuh, dan Pemkab Kerinci.
Terhadap permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada kepala daerah antara lain agar:
Memerintahkan kepala perangkat daerah terkait untuk memproses kelebihan pembayaran dari pelaksana kegiatan dan/atau pihak lain yang bertanggung jawab untuk mempertanggungjawabkan kelebihan pembayaran sesuai peraturan perundang-undangan dan menyetorkan ke kas daerah.
Memerintahkan kepala perangkat daerah terkait untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan anggaran belanja yang menjadi tanggung jawabnya.
Memerintahkan PPK, PPTK, Konsultan Pengawas, serta PPHP masing-masing kegiatan untuk lebih cermat dalam mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya serta lebih cermat melakukan pengujian yang dipersyaratkan untuk penerimaan hasil pekerjaan.
2. Permasalahan Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan
Perundang-undangan yang Dapat Mengakibatkan Potensi Kerugian Daerah
Dari 113 permasalahan ketidakpatuhan terhadap peraturan
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 27
pemeriksaan keuangan, sebanyak enam permasalahan dapat mengakibatkan potensi kerugian daerah sebesar Rp5,29 miliar. Permasalahan tersebut berupa:
Kelebihan pembayaran dalam pengadaan barang/jasa tetapi pembayaran pekerjaan belum dilakukan sebagian atau seluruhnya sebanyak lima permasalahan sebesar Rp4,84 miliar yang terjadi pada Pemkab Tebo, Pemprov Jambi, Pemkab Tanjab Barat, serta Pemkab Tanjab Timur;
Aset pemerintah daerah dikuasai pihak lain sebanyak satu permasalahan sebesar Rp445,80 juta yang terjadi pada Pemkab Kerinci.
Terhadap permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada kepala daerah terkait antara lain agar:
Menginstruksikan PPK dan pejabat yang bertanggung jawab untuk memperhitungkan kelebihan pembayaran kepada rekanan melalui pemotongan pembayaran dan/atau menyetorkan ke kas daerah.
Memerintahkan Kepala OPD selaku Pengguna Barang untuk memroses Aset pemerintah daerah yang digunakan pihak lain sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Permasalahan Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan
Perundang-undangan yang Dapat Mengakibatkan Kekurangan Penerimaan
Dari 113 permasalahan ketidakpatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang masih ditemukan dalam
pemeriksaan keuangan, sebanyak 18 permasalahan dapat mengakibatkan kekurangan penerimaan sebesar Rp3,26 miliar. Permasalahan tersebut berupa:
Denda keterlambatan pekerjaan belum/tidak ditetapkan atau dipungut/diterima/disetor ke Kas Daerah sebanyak tujuh permasalahan sebesar Rp713,37 juta, yaitu terjadi pada Pemprov Jambi, Pemkab Merangin , Pemkab Tanjab Barat, serta Pemkab Tanjab Timur;
Penerimaan daerah lainnya (selain denda keterlambatan) belum/tidak ditetapkan atau dipungut/diterima/disetor ke
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 28
Kas Daerah sebanyak 10 permasalahan sebesar Rp2,55 miliar, yaitu terjadi pada Pemkab Muaro Jambi, Pemkab Batang Hari, Pemkab Kerinci, Pemkab Tanjab Timur, Pemkab Tanjab Barat, Pemkab Tebo, Pemkot Sungai Penuh, dan Pemkab Bungo. Pengenaan Tarif Pajak/PNBP Lebih Rendah dari Ketentuan
sebesar Rp1,01 juta yang terjadi pada Pemkab Tebo.
Terhadap permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada kepala daerah terkait antara lain agar:
Memerintahkan Kepala Dinas terkait untuk memproses kekurangan penerimaan dari denda keterlambatan dan jaminan pelaksanaan sesuai peraturan perundang-undangan dan menyetorkan ke Kas Daerah.
Memerintahkan BUD terkait untuk membuat perjanjian kerjasama dengan bank terkait besaran suku bunga seluruh deposito yang dimiliki Pemda dan tata cara pencairan deposito serta perjanjian kerjasama terkait penyetoran jasa giro untuk seluruh rekening giro milik Pemda ke kas daerah. Menyusun standar operasional prosedur terkait dengan
penerimaan retribusi pemakaian kekayaan daerah pada Dinas PUPR yang berisikan antara lain proses penerimaan uang dari pihak ketiga, penyetoran ke kasda, penatausahaan dan pelaporan di UPTD Workshop serta proses monitoring dan evaluasi penerimaan retribusi oleh kepala dinas, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak, dan menyediakan format dokumen dan laporan harian/bulanan yang diselenggarakan dalam rangka pengawasan penerimaan daerah
Terhadap permasalahan ketidakpatuhan yang dapat mengakibatkan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan, pada saat pemeriksaan entitas yang diperiksa telah menindaklanjuti dengan menyerahkan aset atau menyetor ke kas daerah senilai Rp1,64 miliar.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 29
Permasalahan Kelemahan Sistem Pengendalian Internal (SPI) BPK Perwakilan Provinsi Jambi mengidentifikasi 86 permasalahan terkait kelemahan SPI pada pemeriksaan laporan keuangan TA 2019. Kategori permasalahan dari kelemahan pengendalian tersebut adalah sebagai berikut.
1. Permasalahan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi dan Pelaporan
Dari permasalahan kelemahan sistem pengendalian intern yang masih ditemukan dalam pemeriksaan keuangan, sebanyak 29 permasalahan merupakan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi dan Pelaporan. Permasalahan tersebut di antaranya berupa:
Pencatatan tidak/belum dilakukan atau tidak akurat sebanyak 14 permasalahan, yang terjadi pada Pemprov Jambi, Pemkab Bungo, Pemkab Kerinci, Pemkab Merangin, Pemkab Tanjab Barat, dan Pemkab Tanjab Timur;
Proses penyusunan laporan tidak sesuai ketentuan sebanyak delapan permasalahan, yang terjadi pada Pemprov Jambi, Pemkot Jambi, Pemkab Tebo, Pemkot Sungai Penuh;
Sistem informasi akuntansi dan pelaporan tidak memadai sebanyak enam permasalahan, yang terjadi pada Pemprov Jambi, Pemkot Sungai Penuh, Pemkab Batang Hari, dan Pemkab Tanjab Timur;
Sistem Informasi Akuntansi dan Pelaporan belum didukung SDM yang memadai sebanyak satu permasalahan yang terjadi pada Pemkab Kerinci.
Terhadap permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepala daerah antara lain agar:
Memerintahkan pejabat yang bertanggung jawab agar menginventarisasi pencatatan aset serta selanjutnya memutakhirkannya ke dalam laporan keuangan.
Memerintahkan Sekretaris Daerah mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian pengelolaan BMD.
Merevisi kebijakan akuntansi terkait pendapatan transfer, beban transfer, beban penyisihan piutang, kas di bendahara BOS, penyusutan aset tetap sesuai dengan SAP.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 30
Memerintahkan Kepala BPKPD untuk memerintahkan Kabid PBB dan BPHTB II lebih cermat mengawasi pelaksanaan pengelolaan Pendapatan PBB dan pelaporan piutang PBB.
2. Permasalahan Kelemahan Sistem Pengendalian Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Dari permasalahan kelemahan sistem pengendalian intern yang masih ditemukan dalam pemeriksaan keuangan, sebanyak 46 permasalahan merupakan Kelemahan Sistem Pengendalian Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja. Permasalahan tersebut berupa:
Perencanaan kegiatan tidak memadai sebanyak 12 permasalahan yang terjadi pada Pemprov Jambi, Pemkab Batang Hari, Pemkab Kerinci, Pemkab Tebo, Pemkab Bungo, dan Pemkab Tanjab Barat;
Mekanisme pemungutan, penyetoran dan pelaporan serta penggunaan Penerimaan Daerah dan Hibah tidak sesuai ketentuan sebanyak tiga permasalahan yang terjadi pada Pemprov Jambi, Pemkab Batang Hari, Pemkab Kerinci; Penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan
bidang teknis tertentu atau ketentuan intern organisasi yang diperiksa tentang pendapatan dan belanja sebanyak tujuh permasalahan yang terjadi pada Pemkab Tanjab Timur, Pemkab Sarolangun, Pemkab Bungo, Pemkab Tebo, dan Pemkab Batang Hari;
Penetapan/pelaksanaan kebijakan tidak tepat atau belum
dilakukan berakibat hilangnya potensi
penerimaan/pendapatan sebanyak sembilan permasalahan yang terjadi pada Pemkab Muaro Jambi, Pemkab Bungo, Pemkab Tanjab Timur, Pemkot Jambi, Pemkab Batang Hari, Pemkot Sungai Penuh, dan Pemkab Merangin;
Penetapan/pelaksanaan kebijakan tidak tepat atau belum dilakukan berakibat peningkatan biaya/belanja sebanyak 13 permasalahan yang terjadi pada Pemkab Tanjab Timur, Pemkot Jambi, Pemkab Kerinci, Pemkot Sungai Penuh, Pemkab Muaro Jambi, Pemkab Bungo, dan Pemkab Batang Hari;
Dua permasalahan lainnya, yaitu pada Pemkot Jambi dan Pemkab Kerinci.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 31
Terhadap permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada kepala daerah terkait antara lain agar:
Memerintahkan Sekretaris Daerah agar lebih cermat dalam memverifikasi anggaran pendapatan dan belanja dalam APBD dan APBD-P dengan mengacu kepada pedoman penyusunan APBD
Memerintahkan Kepala OPD terkait dalam menyusun Anggaran Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - Dana Bagi Hasil Pajak agar mengacu kepada pedoman penyusunan APBD dan dalam menyusun anggaran belanja sesuai dengan kepastian tersedianya dana atas penerimaan daerah dalam jumlah yang cukup.
Memerintahkan Kepala Badan Keuangan Daerah agar: 1) Mengusulkan revisi perbup tentang pengelolaan Belanja Bansos dan Hibah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 2) Memonitoring penerima hibah agar menyampaikan laporan penggunaan hibah dan/atau memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku jika penerima hibah tidak
menyampaikan laporan penggunaan hibah atau
menggunakan hibah tidak sesuai dengan usulan proposal awal.
Memerintahkan Kepala OPD terkait untuk melakukan pemeriksaan pajak atas adanya potensi pajak sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
3. Permasalahan Kelemahan Struktur Pengendalian Intern
Dari permasalahan kelemahan sistem pengendalian intern yang masih ditemukan dalam pemeriksaan keuangan, sebanyak 11 permasalahan merupakan Kelemahan Struktur Pengendalian Intern. Permasalahan tersebut berupa:
Entitas tidak memiliki SOP yang formal untuk suatu prosedur atau keseluruhan prosedur sebanyak lima permasalahan, yang terjadi pada Pemkab Tanjab Timur, Pemkab Batang Hari, dan Pemkab Kerinci;
SOP yang ada pada entitas tidak berjalan secara optimal atau tidak ditaati sebanyak empat permasalahan yang terjadi Pemkab Tanjab Timur, Pemkab Batang Hari, dan Pemkab Tebo;
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 32
Satuan Pengawas Intern yang ada tidak memadai atau tidak berjalan optimal sebanyak dua permasalahan yang terjadi pada Pemkab Merangin.
Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan Kepala Daerah terkait antara lain agar:
Menyusun, merevisi, dan menetapkan Peraturan Kepala Daerah terkait SOP atau mekanisme pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan belanja dan pendapatan Pemda; Menetapkan status rekening yang digunakan di lingkungan Pemerintah Daerah dengan Keputusan Kepala Daerah dan mengoptimalkan pengelolaan rekening yang dimiliki Pemda; Memerintahkan Pengelola BMD untuk menelusuri perbedaan
pencatatan Aset Tetap dan menelusuri Aset Tetap yang tidak diketahui keberadaanya.
Gambar 2.2 Penyerahan LHP atas LKPD Pemerintah Provinsi Jambi TA 2019
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 33
B.
PemeriksaanKinerja
BPK Perwakilan Provinsi Jambi mengungkapkan 57 temuan dengan 64 permasalahan kinerja yang dapat dikelompokkan menjadi permasalahan kerugian daerah, ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan dengan rincian pada Tabel 17 berikut.
Tabel 2.2 Rekapitulasi Hasil Pemeriksaan Kinerja yang Dilaksanakan oleh BPK Perwakilan Provinsi Jambi
Dalam juta rupiah
Uraian
Pemerintah Provinsi
Pemerintah
Kab/Kota BUMD Total Jumlah Perma-salahan Nilai (Rp) Jumlah Perma-salahan Nilai (Rp) Jumlah Perma-salahan Nilai (Rp) Jumlah Perma-salahan Nilai (Rp) Kerugian 1 11,08 - - - - 1 11,08 Ketidakhematan - - - - Ketidakefisienan - - - - Ketidakefektifan 9 0,00 37 0,00 17 0,00 63 0,00 Total 10 11,08 37 0,00 17 0,00 64 11,08
Permasalahan-permasalahan tersebut dihimpun dari lima pemeriksaan kinerja dengan tiga tema pemeriksaan nasional yang dilaksanakan pada pemerintah daerah dan BUMD di wilayah Provinsi Jambi sebagai berikut:
1. Efektivitas Pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Tahun Anggaran 2019 s.d. 2020 (Semester I) pada Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun; 2. Efektivitas Penanganan Pandemi COVID-19 Bidang Kesehatan TA 2020 pada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat; dan
3. Efektivitas Pengelolaan Bank pada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi dan Instansi Terkait Lainnya Tahun Buku 2018 s.d. Triwulan III Tahun 2020 di Provinsi Jambi.
Hasil pemeriksaan kinerja pada pemda menunjukkan pencapaian target kinerja yang ditetapkan, namun pemda perlu
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 34
segera mengatasi permasalahan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan pelayanan, yang mungkin memengaruhi efektivitas kegiatan. Secara lebih terperinci, BPK Perwakilan Provinsi Jambi mengungkapkan 64 permasalahan kinerja yang dapat dikelompokkan menjadi permasalahan kerugian sebanyak satu permasalahan pada Pemerintah provinsi dan permasalahan ketidakefektifan dengan rincian pada Pemerintah Provinsi sebanyak 9 permasalahan, pemerintah kabupaten/kota sebanyak 37 permasalahan, dan BUMD sebanyak 17 permasalahan
Efektivitas Pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
Pemeriksaan kinerja ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa sejak inisiasi pengembangan SPBE oleh pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government, berbagai penerapan SPBE telah dihasilkan oleh Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah, namun demikian hasil pengembangan SPBE dan tingkat maturitasnya masih sangat beragam antar Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan penilaian penerapan SPBE pada negara – negara di dunia melalui suatu survei. Hasil survei tersebut dilaporkan dalam bentuk peringkat
E-Government Development Index (EGDI). Berdasarkan hasil survei
PBB tahun 2020, Indonesia mendapat peringkat ke-88 EGDI dan hanya menempati peringkat ke-7 di Asia Tenggara. Nilai EGDI Indonesia pada angka 0,6612 berada sedikit di atas rata-rata di regional Asia Tenggara yaitu 0,6321. Nilai dari EGDI merupakan gambaran dari kondisi pengimplementasian E-Government apakah dengan menerapkan aplikasi E-Government aktivitas lembaga publik lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
IHPD PROVINSI JAMBI TAHUN 2020 35
Gambar 2.3 Smart City
Pemeriksaan kinerja efektivitas pengelolaan SPBE dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan pada Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun, menekankan pada aspek tata kelola dalam rangka penyediaan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik.
Pemeriksaan ini ditujukan untuk menilai efektivitas pengelolaan SPBE dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan TA 2019 sampai dengan Semester I 2020 pada pemerintah kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun serta instansi terkait lainnya yang disasarkan pada:
a. Komitmen pemerintah kabupaten dalam rangka penguatan tata kelola SPBE;
b. Kegiatan dan capaian pemerintah kabupaten dalam upaya pengembangan infrastruktur untuk mendukung penerapan SPBE; c. Kegiatan dan capaian pemerintah kabupaten dalam upaya
penyediaan dan pengembangan aplikasi dan layanan administrasi pemerintahan berbasis eletronik (dengan fokus pada layanan perencanaan, penganggaran, keuangan, dan pengawasan) yang mendukung penerapan SPBE;
d. Kegiatan dan hasil-hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dalam upaya pengembangan dan penerapan SPBE.
Pemeriksaan kinerja efektivitas
pengelolaan SPBE ini menekankan pada aspek tata kelola dalam rangka penyediaan layanan administrasi
pemerintahan berbasis elektronik