STUDI KASUS PADA PASIEN ANAK AN. A
DENGAN KASUS PNEUMONIA DI RUANG IGD
RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG JEMBER
Oleh:
Laili Noviyanti Qomariah
Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi D3 Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Jember
Jl. Karimata No. 49 Jember Telp: (0331) 33224 Fax: (0331) 337957
Email: [email protected] website: http://fikes.unmuhjember.ac.id
Email: [email protected]
ABSTRAK
Latar belakang: Pneumonia adalah penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian pada anak dibawah 5 tahun dan merupakan salah satu masalah kesehatan global yang sangat penting khususnya di negera-negara berkembang, penyakit Pneumonia merupakan radang akut atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan parasit yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya pada anak terdapat gejala umum yang perlu diketahui oleh orang tua ataupun petugas medis adalah adanya batuk, demam, hidung tersumbat, napas dangkal atau cepat, sulit bernapas, muntah, hilang nafsu makan, lemas, pada kasus ekstrim warna bibir dan kuku kebiruan atau abu-abu.
Metode: dalam penelitian ini penulis menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan. Dengan metode deskriptif yaitu membuat gambaran suatu keadaan secara objektif untuk menjawab permasalahan yang dihadapi dengan pendekatan proses keperawatan.
Hasil: setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x 24 jam diperoleh sesak napas belum teratasi, pasien masih merasakan sesak dan terdapat suara ronchi.
Kesimpulan: sesak napas pada An. A belum teratasi, terdapat suara ronchi dan pasien pindah ruangan.
Kata Kunci: ketidak efektifan pola napas, pneumonia
ABSTRACT
Pneumonia is a disease that is one of the causes of death in children under 5 years and is one of the most important global health problems, especially in developing countries. Pneumonia is an acute inflammation or infection of the lungs caused by viruses, bacteria, fungi and viruses. parasites that attack lung tissue and surrounding areas in children, there are general symptoms that parents or medical staff need to know are cough, fever, nasal congestion, shallow or fast breathing, difficulty breathing, vomiting, loss of appetite, weakness, in extreme cases color bluish or gray lips and nails.
Methods: in this study the authors use the nursing process which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation of nursing. The descriptive method is to make a description of a situation objectively to answer the problems faced by the nursing process approach.
Results: after nursing actions 1x 24 hours, shortness of breath has not been resolved, the patient still feels shortness of breath and there are crackles.
Conclusion: shortness of breath in An. A has not been resolved, there are crackles and the patient moves rooms pasien.
PENDAHULUAN
Pneumonia adalah penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian pada anak dibawah 5 tahun dan merupakan salah satu masalah kesehatan global yang sangat penting khususnya di negera negara berkembang. Pneumonia merupakan penyakit yang di akibatkan oleh virus pneumococcus yang menyerang anak dan orang dewasa terutama yang mengalami penurunan daya tahan tubuh (Sidiq, 2018). Anak yang menderita pneumonia memiliki penumpukan sputum pada saluran pernapasan sehingga terjadi gangguan bersihan jalan napas dan terasa sesak napas, jika dibiarkan maka akan terjadi penurunan kesadaran dan bisa meninggal dunia (Purnama, 2016).
World Health Organization (WHO 2015) melaporkan hampir 6 juta balita meninggal dunia, 16% karena terserang penyakit pneumonia, berdasarkan data PBB memperlihat bahwa sebanya 2-3 anak dibawah usia 5 tahun meninggal dunia akibat pneumonia setiap jamnya (Mendri & Prayogi, 2016). 16% kematian anak disebabkan oleh pneumonia, setiap
menitnya dua anak balita meninggal
dikarenakan pneumonia dan 99% kematian anak yang disebabkan oleh pneumonia terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia (Yayasan Sayangi Tunas Cilik; & Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, 2019)
TUJUAN
Melakukan Asuhan Keperawatan Gawat Darurat pada An. A dengan Kasus Pneumonia di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah Balung
METODE
Asuhan Keperawatan Gawat Darurat pada An. A dengan Kasus Pneumonia di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah Balung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan. Kasus dalam karya tulis ilmiah ini menggambarkan penyakit tidak menular yaitu Pneumonia.
Penulis menggunakan metode deskriptif yaitu pemaparan kasus untuk pemecahan masalah dari tahap pengkajian hingga pendokumentasian berdasarkan pendekatan proses keperawatan,
menganalisis dan menarik kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL
Berdasarkan dari hasil pengkajian yang dilakukan pada An. A didapatkan data: keluarga mengatakan klien sesak napas, batuk, demam 3 hari dan diare. Saat dilakukan TTV nadi 134x/m, Respiratori Rate 56x/m, suhu 38,3, bising usu 35x/m, dan Spo2 93%. Terdapat 3 diagnosis keperawatan yang diangkat yaitu ketidak efektifan pola napas, hipertermia dan defisit volume cairan.
Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu mengobservasi tanda-tanda vital, memposisikan tempat tidur dengan posisi semi fowler, menganjurkan keluarga kompres hangat, menganjurkan keluarga tetap membantu klien makan dan menawarkan buah, memberikan pengetahuan tentang manfaat posisi semi fowler, kompres hangat dan makan buah, kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi (oksigen nasal kanul ½ lpm, infus D5 ¼ Ns 1050 cc/24 jam, injeksi sanmol 3x10 mg dan iv ampicillin 4x250 mg).
PEMBAHASAN
Pengkajian
Pengkajian yang dilakukan kepada An. A pada tanggal 30 Juni 2021 di Instalasi Gawat darurat Rumah sakit Daerah Balung Jember di dapatkan: pasien berusia 3 tahun dan menderita Pneumonia dengan gejala batuk, demam, sesak, hilang nafsu makan dan diare, menurut penelitian dari (Mendri & Prayogi, 2016). Ketika dilakukan pengkajian pasien datang bersama keluarga dengan keadaan pasien tampak lemah dan kesadaran penuh. Saat dilakukan pengkajian terdapat suara ronci, ada sumbatan jalan napas, meningkatnya bising usus dan hipertermia.
Diagnosa
Pada teori terdapat lima diagnose maka terdapat 3 diagnosa pada pasien An. A adalah ketidakefektifan pola napas dengan keluhan keluarga mengatakan klien batuk dan sesak, hasil dari observasi resporaty rate 56x/m, terdapat suara ronci, Spo2 93% dan ada sumbatan jalan napas.
Pada diagnose ke dua, hasil observasi suhu klien 38,3 sehingga terdapat diagnose hipertermia dan terdapat peningkatan bising usus, nafsu makan menurun dan penurunan berat badan sehingga diagnose ketiga adalah defisien volume cairan.
Rencana Tindakan
Intervensi yang disusun pada pasien An. A adalah: mengobservasi tanda-tanda vital, memposisikan pasien dengan posisi semi fowler, menganjurkan memakai pakaain tipis dan kompres hangat, menyarankan kepada keluarga untuk membantu klien makan dan menawarkan buah, memberi pengetahuan kepada keluarga tentang manfaat duduk semi fowler, memakai pakaian tipis dan kompres hangat ketika demam dan manfaat memakan buah, kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi yang sesuai dnegan kebutuhan klien.
Pelaksanaan
Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah: dengan mengobservasi tanda-tanda vital, memposisikan tempat tidur pasien dengan posisi semi fowler, mengajurkan memakai pakaian tipis dan menganjurkan kepada keluarga untuk kompres hangat, menyarankan keluarga untuk membantu pasien makan dan menawarkan buah pada pasien, memberi pengetahuan tentang manfaaat duduk semi fowler, memakai pakaian tipis, mengompres hangat dan manfaat memakan buah ketika diare, berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi.
Evaluasi
Pada tahap evaluasi pada tanggal 30 Juni 2021 yang telah dilaksanakan pada pasien An. A dengan diagnosa ketidakefektifan pola napas diperoleh data subjektif: keluarga mengatakan klien masih sesak dengan data objektif terpasang oksigen nasal, spo2 98% sehingga hasil evaluasi adalah masalah belum teratasi.
Diagnosa kedua ditahap evaluasi ditemukan data subjektif: keluarga mengatakan badan pasien masih panas dan data objektif suhu tubuh pasien 37.7 dan badan teraba panas, dapat disimpulkan hasil evaluasi adalah masalah belum teratasi.
Pada diagnosa ketiga di tahap evaluasi terdapat data subjektif: keluarga mengatakan pasien belum bab dan hanya mau minum, pada data objektif hasil observasi bising usus 33x/m, terpasang infus d5 ¼ Ns sehingga hasil evaluasi pada diagnose defisien volume cairan adalah masalah belum teratasi.
KESIMPULAN DAN SARAN
KesimpulanHasil dari pengkajian didapatkan data: suhu 38.3, nadi 123 x/m, RR 56 x/m, Spo2 93%, bising usus 35 x/m. keluarga mengeluh pasien sesak, batuk, demam dan diare.
Diagnosa keperawatan prioritas yang sesuai dengan hasl pengkajian adalah: ketidakefektifan pola napas berhubungan
dengan hiperventilasi ditandai dengan dyspnea, hipertensi berhubungan dengan dehidrasi ditandai dengan peningkatan suhu tubuh dan defisien volume cairan berhubungan dengan asupan cairan berkurang ditandai dengan diare.
Saran
Kepada keluarga diharapkan dapat merawat anggota keluarga yang menderita pneumonia, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga pola hidup sehat dan bersih agar anggota keluarga lainnya terhindar dari pneumonia.
kepada rumah sakit diharapkan dapat memberikan pelayanan dengan optimal dan mampu menyediakan fasilitas sarana maupun prasarana yang sangat memadai.
Kepada peneliti diharapkan untuk lebih meneliti dengan judul penelitian yang serupa dengan sampel yang lebih banyak sehingga menghasilkan hasil yang akurat
DAFTAR PUSTAKA
Damai, silvia eka, & Sensussiana, T. (2020). Asuhan Keperawatan Pasien Anak Dengan Pneumonia. Farida, novita. (2019). Manajemen
airway terhadap efektif bersihan jalan napas pada pasien pneumonia. Karya Tulis Ilmiah.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2018). Nanda -I diagnosis keperawatan (11th ed.).
Kartikasari, R. (2018). Asuhan keperawatan pneumonia pada an.D
dan an.S dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas di ruang bougenvile rsud dr. haryoto lumajang tahun 2018.
Khasanah, F. (2017). Asuhan keperawatan pada pneumonia fakultas ilmu kesehatan UMP. Kesehatan, 18, 8–23.
Khotimah, T. K., & Sensussiana, T. (2019). asuhan keperawatan pasien anak dengan pneumonia dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi. Learning, C. (n.d.). Setelah mengikuti
modul ini peserta didik dipersiapkan untuk mempunyai keterampilan di dalam mengelola bayi dengan kolestasis melalui pembelajaran pengalaman klinis, dengan didahului serangkaian kegiatan berupa pre-assesment , diskusi, role play , dan ber. 2353– 2366.
Mendri, N. K., & Prayogi, A. S. (2016). asuhan keperawatan pada anak sakit & bayi resiko tinggi.
Mujahidin, A., & Pribadi, D. (2017). Penerapan algoritma C4 . 5 untuk diagnosa penyakit pneumonia pada anak balita berbasis mobile. Jurnal Swabumi, 5(2), 155–161. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/in dex.php/swabumi/article/view/252 3
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pada anak balita dengan pneumonia di rsab harapan kita. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, 5(2), 1–7.
Ramadhani, P. (2018). Asuhan keperawatan pada klien tn. b dengan pneumonia di ruang rawat inap paru rsud dr. achmad mochtar bukittinggi.
Sary, A. N. (2017). Analisis faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas andalas kota padang. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 8 Nomor 1, 11 Halaman.
Sidiq, R. (2018). Efektivitas penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan pneumonia pada balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 3(1), 22. https://doi.org/10.30867/action.v3i 1.92
Suryawan, I. W. B. (2020). Faktor-faktor resiko kejadian pneumonia pada pasien pneumonia usia 12-59 bulan di rsud Wangaya. 11(1), 398–404. https://doi.org/10.15562/ism.v11i1. 645
Suryono, S. (2020). Asuhan keperawatan pada an. H usia 5 tahun dengan pneumonia di ruang irna c rsud
kota dumai.
Wahyudi, K. (2020). Asuhan keperawatan pada pasien pneumonia yang dirawat di rumah sakit.
Wulandari, N. (2019). Asuhan keperawatan pada klien ny.Y dengan pneumonia diruang rawat inap rsud dr. achmad mochtar Bukittingi.
Yanti, I. (2016). Asuhan keperawatan pada bayi A yang mengalami aspirasi pneumonia diruang melati rumah sakit umum daerah abdul wahab sjahranie samarinda. Yayasan Sayangi Tunas Cilik;, &
Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. (2019). Analisis Situasi Pneumonia pada Anak : Kebijakan di Aras Nasional dan Implementasi Penanganan di Kabupaten Bandung dan Sumba Barat, Indonesia. 8–14.
http://stoppneumonia.id/wp- content/uploads/2019/07/analisis-situasi-pneumonia-pada-anak.pdf Zahra, Nu. A. (2018). Asuhan
keperawatan pada By. R dalam pemenuhan oksigenasi di ruang lambu barakati anak RSU bahteramas prov. sultra.