• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Kunci: Model pembelajaran Jigsaw, pasang aksara Bali, menyalin, wacana. oleh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata Kunci: Model pembelajaran Jigsaw, pasang aksara Bali, menyalin, wacana. oleh"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENERAPKAN PASANG

AKSARA BALI DALAM MENYALIN WACANA BERHURUF LATIN KE AKSARA BALI PADA SISWA KELAS X MM1

SMK NEGERI 1 SUKAWATI GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2015/206

oleh

Kadek Pande Yulia Sanjaya, 2012.II.2.0048 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali

Abstrak

Kegiatan menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali sangat diperlukan siswa di masyarakat. Namun, menulis aksara Bali kurang diminati karena dianggap sulit oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam kegiatan menyalin wacana berhuruf latin ke aksara Bali pada siswa Kelas X MM1 SMKN 1 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016. (2) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan respon siswa dalam kegiatan menyalin wacana berhuruf latin ke aksara Bali pada siswa Kelas X MM1 SMKN 1 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016.

Dalam penelitian ini menggunakan sejumlah landasan teori, diantaranya: (1) model pembelajaran kooperatif, (2) Tujuan pembelajaran koopeatif (3) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (4) langkah-langkah menggunakan Jigsaw, (5) pengaruh positif model pembelajaran Jigsaw, (6) pengertian menulis, (7) pengertian wacana, (8) aksara Bali, (9) sejarah aksara Bali, dan (10) pengertian menyalin. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan observasi. Data diolah menggunakan metode statistik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan menerapkan pasang

aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali. Hal ini

dapat dilihat dari pemerolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 74,45 yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 85,3 dengan ketuntasan klasikal pada siklus I hanya mencapai 60% kemudian menjadi 100% pada siklus ke II dan (2) respon siswa yang ≥ baik atau aktif pada siklus I 45% menjadi 100% pada siklus II dengan rincian, siklus I menunjukkan nilai rata-rata respon siswa sebesar 69,65 kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 88,85.

(2)

Abstract

Activities discourse lettered copy Latin script into aksara Bali indispensable students in the community. However, write the aksara Bali less attractive to students. This study aims to (1) whether the application cooperative learning model can improve the ability apply pasang aksara Bali activities discourse lettered copy latin alphabet to aksara Bali in class X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar school year 2015/2016. (2) whether the application cooperative learning model can improve the response of student in activities discourse lettered copy latin alphabet to aksara in class X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar school year 2015/2016.

In this study a number of theoretical basis, among other: (1) cooperative learning model, (2) the purpose of cooperative learning, (3) cooperative learning model Jigsaw, (4) steps using the Jigsaw, (5) the positive influence learning model Jigsaw, (6) the notion of writing, (7) the nation of discourse, (8) aksara Bali, (9) historical of aksara Bali, and (10) the notion copying. Data collection using the test method and observation. Data were processed using descriptive statistical methods.

The results showed that (1) the implementation of cooperative learning model Jigsaw can improve the ability apply pasang aksara Bali activities discourse lettered copy latin alphabet to aksara Bali. This ca be seen from the acquisition value of the average student in cycle I amounting to 74,45 and then increase in cycle II to 85,3 with classical completeness in cycle I only reached 60% and then increased to 100% in cycle II and (2) student responses ≥ good or active in cycle I 45% increased to 100% in cycle II with detail, cycle I show the average value of 69,65 students then increased in cycle II to 88,85.

Keyword: Jigsaw learning model, pasang aksara Bali, copy, discourse

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa Bali adalah salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa Bali memiliki eksistensi yang cukup baik dibanding bahasa daerah lainnya. Hal ini bisa dilihat dari pelestarian bahasa Bali, yang sampai saat ini masih tetap digunakan sebagai alat komunikasi dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, agama, adat-istiadat, dan kesenian. Bahasa Bali, dalam penyampaiannya dapat dilakukan secara lisan dan tulis. Melestarikan

aksara Bali semestinya dilakukan oleh semua pihak, agar aksara Bali tetap ajeg

atau lestari. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh pemerintah Provinsi Bali yang memberikan perhatian sangat serius terhadap aksara Bali dalam rangka

(3)

pembinaan dan pengembangan bahasa daerah Bali. Dalam hal ini, pemerintah menyasar pendidikan formal di sekolah sebagai tempat pengajaran bahasa Bali. Terbukti dengan adanya pembelajaran bahasa Bali sebagai kurikulum muatan lokal, yang diwajibkan dari sekolah dasar (SD) hingga menengah atas (SMA/SMK). Salah satunya pembelajaran bahasa Bali yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sukawati, Gianyar. Dalam silabus bahasa Bali kelas X semester I, standar kompetensi 4. Mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaan dalam bentuk tulisan berbagai komposisi non sastra. Adapun kompetensi dasarnya pada 4.1 Menyalin dengan idikator (1) Menyalin suatu teks atau wacana dengan aksara Bali, (2) Menyalin ke huruf latin, (3) Menerapkan Pasang aksara Bali dalam menyalin teks.

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK Negeri 1 Sukawati, Gianyar pada kelas X MM1, kemampuan menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali siswa masih sangat rendah. Terbukti dari nilai rata-rata siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati, Gianyar yaitu sebesar 1388 dengan rata-rata keseluruhan sebesar 69,4 dalam (skala 100). Hal tersebut membuktikan masih banyak siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan oleh SMK N 1 Sukawati yaitu 75. Dari 20 siswa hanya 2 orang siswa atau 10% siswa yang mencapai KKM sedangkan 18 siswa atau 90% siswa belum mencapai KKM. Berdasarkan informasi dari guru bidang studi bahasa Bali, rendahnya kemampuan siswa disebabkan pemahaman awal siswa terhadap pembelajaran bahasa Bali yang susah dan rumit terutama mengenai pasang aksara Bali, sehingga motivasi belajar siswa sangat kurang. Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, guru harus merancang sebuah pembelajaran yang mewajibkan siswa untuk aktif dan berinteraksi dalam proses belajar mengajar secara koperatif. Dalam model pembelajaran kooperatif ada beberapa tipe, namun tipe yang digunakan dalam pembelajaran pasang aksara Bali yaitu tipe Jigsaw. Dilihat dari materi pasang aksara Bali yang cukup banyak diharapkan dengan menerapkan meodel kooperatif tipe Jigsaw, dapat memudahkan siswa dalam mempelajari materi karena masing-masing siswa

(4)

dituntut untuk fokus terhadap sub bab atau unit-unit, yang nantinya akan disampaikan kembali kepada siswa lainnya sebagai “seorang ahli”.

Berdasarkan paparan latar belakang di atas, peneliti tertarik mengangkat permasalahan ini menjadi sebuah penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Menerapkan Pasang Aksara Bali dalam Menyalin Wacana Berhuruf Latin ke

aksara Bali pada Siswa Kelas X MM1 SMKN 1 Sukawati, Kabupaten Gianyar

Tahun Pelajaran 2015/2016”.

2 Landasan Teori

Sebuah penelitian memerlukan teori-teori yang dianggap relevan dengan masalah yang diteliti, sebab sebuah teori akan memberikan tuntunan kerja yang akan mempermudah pemahaman terhadap suatu objek. Dalam penelitian ini menggunakan sejumlah landasan teori, diantaranya: (1) model pembelajaran kooperatif, (2) Tujuan pembelajaran koopeatif (3) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (4) langkah-langkah menggunakan Jigsaw, (5) pengaruh positif model pembelajaran Jigsaw, (6) pengertian menulis, (7) pengertian wacana, (8)

aksara Bali, (9) sejarah aksara Bali, dan (10) pengertian menyalin.

3 Wawasan Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan pikiran kepada dunia pendidikan di tingkat SMA/SMK dalam bidang pengajaran bahasa daerah Bali khususnya dalam pegajaran keterampilan menulis aksara Bali. Secara khusus penelitian ini untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke aksara Bali pada siswa Kelas X MM1 SMKN 1 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016 dan Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan respon siswa Kelas X MM1 SMKN 1 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016 pada kegiatan pembelajaran menerapkan

(5)

2 METODE PENELITIAN 2.1 Desain Penelitian

Penelitian ini diawali denga refleksi awal yang dilakukan tanpa menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Berdasarkan refleksi awal diperoleh informasi bahwa kemampuan siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016 masih sangat rendah. Peneliti mencoba mengadakan siklus I dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menerapkan pasang

aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke aksara Bali.

Perencanaan penelitian ini diawali dengan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membuat media pembelajaran, instrumen, dan menyusun alat evaluasi pembelajaran. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan tindakan yang dimana dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah dalam RPP. Tahap observasi dilakukan saat pembelajaran berlangsung menggunakan instrumen yang disediakan. Tahap refleksi dilakukan saat akhir pembelajaran, yang bertujuan untuk memperoleh umpan balik di dalam menentukan tindakan selanjutnya. Hasil refleksi siklus I ditindak lanjuti jika 75% siswa belum mencapai nilai KKM, dan diakhiri jika 75% siswa sudah mencapai KKM.

2.2 Sumber Data

Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016. Data yang dihimpun adalah data berupa hasil tes menyalin wacana berhuruf latin ke aksara Bali dan data hasil observasi terhadap respon siswa dalam pembelajaran.

2.3 Bagaimana Data Dikumpulkan

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik penilaian hasil tes siswa sebagai data kuantitatif dan data kualitatif diperoleh dari hasil tes observasi.

(6)

Tes yang dijadikan instrumen adalah tes menyalin wacana berhuruf latin ke aksara Bali. Tes ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke aksara Bali dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

Adapun isntrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif atau instrumen observasi sebagai berikut.

Tabel 3.4 Data Observasi Respon Siswa

No. Nama Siswa

Aspek yang dinilai Jumlah

Skor 1 Perhatian 2 Keaktifan 3 Keantusisasan 4 Ketekunan 5 Kerjasama 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Keterangan: 1 = Sangat Kurang (SK) 2 = Kurang (K) 3 = Cukup (C) 4 = Baik (B) 4 = Sangat Baik (SB) 2.4 Analisis Data

Adapun metode yang digunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif. Sesuai dengan metode yang digunakan dalam mengolah data penelitian ini, maka ditempuh langkah-langkah sebagai berikut.

a. Melakukan penyekoran

b. Mengubah skor mentah menjadi skor standar, dengan cara: (1) menentukan skor maksimal ideal (SMI), dan (2) membuat pedoman konversi.

c. Menentukan kriteria predikat kemampuan siswa. d. Mengelompokkan kemampuan siswa.

(7)

e. Mencari skor rata-rata. f. Analisis data respon siswa. g. Menarik kesimpulan.

3 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan data yang diperoleh dari refleksi awal, siklus I hingga siklus II terjadi peningkatan kemampuan siswa dan berikut dapat dilihat perbandingan data hasil tes kemampuan menerapkan asang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali pada siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2015/2106, dari refleksi awal, siklus I hingga siklus II. No Nama Siswa Refleksi Awal Siklua I Siklus II Keterangan Skor standar Skor standar Skor standar (1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Ari Santika Putra, I Putu 70 71 86 Meningkat

2. Adi Sanjaya, I Putu 68 71 82 Meningkat

3. Ajus Wardana Putra, I Putu 65 73 84 Meningkat

4. Aldi Aristana, I Nyoman 68 73 82 Meningkat

5. Artayana, I Nyoman 65 71 84 Meningkat

6. Daniarti S., Ni Putu 68 75 86 Meningkat

7. Gede Ary Krisna Putra, A.A 68 71 86 Meningkat

8. Leony Sugiantari, Ni Ketut 68 77 90 Meningkat

9. Noviantari, Ni Wayan 72 77 86 Meningkat

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

10. Ogik Parwata, I Made 68 75 86 Meningkat

11. Rima Kartari, Dewa Ayu 75 77 92 Meningkat

12. Rizky Pradiptya, I Wayan 73 75 88 Meningkat

13. Rohmah Milawati 68 75 84 Meningkat

14. Setiawan, I Kadek 65 75 88 Meningkat

15. Sulastini, Ni Wayan 72 77 90 Meningkat

16. Ulan Sabtiningsih, Putu 76 82 92 Meningkat

17. Wisnu Jaya Wardana, I Ketut 72 73 82 Meningkat

18. Pande Indra Nugaha, I Komang 70 75 84 Meningkat

19. Wahyu Permana Putra, I Made 72 75 79 Meningkat

20. Muchamad Baskara 65 71 75 Meningkat

Jumlah 1388 1489 1706 Rata-rata 69,4 74,45 85,3

(8)

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui hasil penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam

aksara Bali pada siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati tahun pelajaran

2015/2016 sesuai dengan pelaksanaan siklus I dengan sklus II adalah sebagai berikut.

1. Hasil penelitian tindakan siklus I ke siklus II menunjukkan peningkatan nilai yaitu sebanyak 20 orang atau 100% siswa dinyatakan meningkat.

2. Peningkatan rata-rata kelas dari tindakan siklus I ke siklus II sebesar 10,85 dari rata-rata siklus I sejumlah 74,45 dan meningkat pada siklus II menjadi 85,3.

3. Tingkat keberhasilan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali pada siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati Tahun Pelajaran 2015/2016, secara klasikal mengalami peningkatan dari siklus I sejumlah 60% menjadi 100% pada siklus ke II.

Berdasarkan data observasi yang diperoleh dari siklus I hingga siklus II terjadi peningkatan respon siswa dan berikut dapat dilihat perbandingan data respon siswa pada pembelajaran menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali pada siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2015/2106, dari refleksi awal, siklus I hingga siklus II.

No Nama Siswa Siklus I Siklus II Keterangan Skor standar Skor standar

1. Ari Santika Putra, I Putu 52 92 Meningkat 2. Adi Sanjaya, I Putu 52 84 Meningkat 3. Ajus Wardana Putra, I Putu 60 84 Meningkat 4. Aldi Aristana, I Nyoman 56 88 Meningkat 5. Artayana, I Nyoman 56 88 Meningkat 6. Daniarti S., Ni Putu 76 92 Meningkat 7. Gede Ary Krisna Putra, A.A 52 92 Meningkat

(9)

Dari tabel 4.15, respon siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati diketahui adalah sebagai berikut.

1. Hasil penelitian siklus I ke siklus II diketahui 20 siswa mengalami peningkatan respon pada pembelajaran menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali.

2. Hasil respon siswa yang aktif pada siklus I menunjukkan presentase 45% menjadi 100%. Peningkatannya sebesar 55%.

3. Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali menunjukkan peningkatan, yaitu dari skor rata-rata pada siklus I sebesar 69,65 kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 88,85.

5 SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan

Sehubungan dengan hasil penelitian yang terdapat pada bab IV, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut.

1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali pada siswa kelas X MM1 SMK Negeri 8. Leony Sugiantari, Ni Ketut 92 96 Meningkat 9. Noviantari, Ni Wayan 84 92 Meningkat 10. Ogik Parwata, I Made 76 88 Meningkat 11. Rima Kartari, Dewa Ayu 80 96 Meningkat 12. Rizky Pradiptya, I Wayan 72 88 Meningkat 13. Rohmah Milawati 76 84 Meningkat 14. Setiawan, I Kadek 76 84 Meningkat 15. Sulastini, Ni Wayan 88 92 Meningkat 16. Ulan Sabtiningsih, Putu 92 96 Meningkat 17. Wisnu Jaya Wardana, I Ketut 60 84 Meningkat 18. Pande Indra Nugaha, I Kmng 72 88 Meningkat 19. Wahyu Permana Putra, I Made 72 84 Meningkat 20. Muchamad Baskara 48 84 Meningkat

Jumlah 1393 1777

(10)

1 Sukawati, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini dapat dilihat dari pemerolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 74,45 yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 85,3 dengan ketuntasan klasikal pada siklus I hanya mencapai 60% kemudian meningkat 100% pada siklus ke II dan telah mencapai indikator yang telah ditentukan. 2) Penerapan model pembelajaran koperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan

respon siswa Kelas X MM1 SMKN 1 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016 pada pembelajaran menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali dengan predikat baik atau aktif. Hal ini terbukti dari hasil presentase respon siswa yang aktif pada siklus I meningkat pada siklus II. Data siklus I menunjukkan nilai rata-rata respon siswa sebesar 69,65 kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 88,85 dengan presentase 45% menjadi 100%.

4.2 Saran-saran

Sesuai dengan hasil penelitian yang diperoleh dan diuraikan pada bab IV dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut.

1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali pada siswa kelas X MM1 SMK Negeri 1 Sukawati, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2015/2016. Oleh karena itu, disarankan kepada guru bahasa Bali SMK Negeri 1 Sukawati, hendaknya senantiasa menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam proses pembelajaran menerapkan pasang aksara Bali dalam menyalin wacana berhuruf latin ke dalam aksara Bali.

2) Dalam aplikasinya, guru diharapkan mampu mengkolaborasikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran yang lainnya yang lebih inovatif, yang kiranya dapat saling melengkapi agar mempermudah siswa untuk memahami dan meningkatkan motivasi belajar.

(11)

3) Siswa disarankan untuk lebih giat belajar dan melatih diri dalam menulis

aksara Bali khususnya pasang aksara Bali sehingga mampu menerapkan pasang aksara Bali sesuai dengan uger-uger yang baik dan meningkatkan

prestasi serta ikut melestarikan budaya Bali.

4) Peneliti menyarankan kepada peneliti lainya agar melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan atau mengembangkan subjek atau objek yang lebih luas sehingga memperoleh hasil yang lebih valid dan nantiya dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran selanjutnya. Demikianlah ini keseluruhan hasil penelitian ini, semoga bermanfaat bagi pembaca dan pihak-pihak yang terkait. Dan akhir kata penulis persembahkan skripsi ini dengan segala keterbatasannya.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsimi. 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi dkk. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar. 2009. Pedoman

Pasang Aksara Bali.

Damlan. 2014. Keterampulan Menulis. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat

Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Gunartha, I Wayan.2009. “Diktat Kuliah Evaluasi Hasil Belajar”. Denpasar: FPBS IKIP PGRI Bali.

Gautama, Wayan Budha. 2006. Tata Sukertha Bahasa Bali. Denpasar: CV Kayumas Agung.

Nala, Ngurah. 2006. Aksara Bali dalam Usada. Denpasar: Paramita Surabaya. Pariamantari, Ida Ayu Made. 2015. “Penerapan Metode Drill untuk Meningkatkan

Kemampuan Mentransliterasi Wacana Berhuruf Latin Ke dalam Aksara Bali pada Siswa Kelas X MM1 SMKN1 Sukawati Tahun Pelajaran 2014/2015”. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Program Studi Pendidikan

(12)

Bahasa Indonesia dan Daerah, Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali, Fakultas Pendidikan Bahasa dan seni IKIP PGRI Bali, Denpasar.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Suwija, I yoman. 2012. Wacana Bahasa Bali. Malang: Wineka Media. Suwija, I Nyoman. 2012. Ngiring Nulis Bali. Denpasar: Wineka Media

Gambar

Tabel 3.4  Data Observasi Respon Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Penambahan ekstrak daun sirih merah ( P.crocatum ) dengan berbagai dosis dalam pakan berpengaruh nyata terhadap total eritrosit, total leukosit, persentase limfosit,

Keinginan pihak STAIN Pekalongan untuk adanya kelas yang concern mengkaji studi hadis akhirnya tidak bisa terlaksana, karena minimnya peminat pada Prodi Ilmu

Alternatif yang layak untuk dijalankan ialah alternatif 1 karena suku bunga yang ditawarkan lebih dari faktor diskon, sedangkan alternatif 2 dan alternatif 3 tidak layak karena

Lebih jauh, dalam penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004, antara lain dinyatakan bahwa diberlakukannya UndangUndang ini adalah untuk pembaharuan

ABSTRAK : Eksistensi CCTV pada pembuktian perkara tindak pidana umum adalah sebagai salah satu alat bukti petunjuk yang dapat digunakan hakim sebagai dasar untuk

Maka rekomendasi mengenai perancangan dari hasil evaluasi / analisis kondisi sistem proteksi petir eksternal dan internal sesuai dengan SNI 03-7015-2004 dan SNI IEC 62305-2009

praktik kerja industri ini, terutama yang terkait dengan rekrutmen tenaga kerja lulusan SMK antara lain: (1) hasil belajar peserta didik akan lebih bermakna,

Dari Tabel 2.1 diatas dapat dilihat kelebihan dan kekurangan dari proses yang tersedia, sehingga dalam pra-rancangan pabrik pembuatan sorbitan monooleat dari sorbitol dan asam