• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penafsiran lafal al-Furqan dalam al-Qur'an (studi komparasi Tafsīr al-Ṭabarī dan Tafsir al-Aisar)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penafsiran lafal al-Furqan dalam al-Qur'an (studi komparasi Tafsīr al-Ṭabarī dan Tafsir al-Aisar)"

Copied!
152
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dengan tesis ini, ia menawarkan model double movement (gerakan ganda) dalam menafsirkan al-Qur’an. Gerakan pertama yakni dari situasi sekarang ke masa al-Qur’an. Gerakan pertama

Dalam hal ini, M Quraish Shihab menafsirkan khaira ummah sebagai umat terbaik yang dikeluarkan atau diwujudkan untuk manusia sejak nabi Adam hingga akhir zaman

Karenanya, sejak saat itu apa yang disebut dengan tafsir tidak lagi hanya pemahaman atau penjelasan suatu maksud ayat al-Qur’an berdasarkan riwayat dari Nabi atau patra

Sehingga yang tepat kita katakan ketika mendapati perbedaan penafsiran semacam ini adalah, “Sebagian ahli tafsir menafsirkan demikian,” bukan dengan mengatakan,

Masalah pokok dalam penelitian ini para mufasir umumnya menafsirkan kata ‘abdan dalam surah al-Kahfi ayat 65 sebagai seorang Nabi, sedangkan Quraish Shihab

Seperti halnya dalam menafsirkan dialog antara masyarakat lemah dengan Zulkarnain yang sudah dijelaskan sebelumnya, dialog antara kamu Hawariyyin (pengikut Nabi Isa) dengan Nabi

Tafsir al-Jabiri didasarkan pada sumber konteks situasi dan budaya saat mana suatu ayat diturunkan. Hal itu didasarkan pada prinsip bahwa pemaknaan ayat-ayat al-Qur`an harus

Ketika Nabi sudah wafat para sahabat mulai berjuang menafsirkan al-Qur’an dan yang menafsirkan bukan orang yang sembarangan, melainkan orang ini yang berhak menafsirkan seperti tokoh