• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Beberapa Tumbuhan Ekonomi terhadap Serangan Suatu Nematoda Puru Akar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengujian Beberapa Tumbuhan Ekonomi terhadap Serangan Suatu Nematoda Puru Akar"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

'.

? i982

PROCLL:DIN(;S ITI] t'ol. 1J, No. J, 1980

PENGUJIAN

BEBERAPA

TI.IMBUHAN

EKONOMI

TERHADAP

SERANGAN

SUATU NEMATODA

PURU

B u d d y D . K o s a s i h . I n g e B i n y a m d a n N r r r y a t i Y u l i *

SARI

Serangan nematoda puru akar, Mektilogyne sp, l"rhadap fl spesies tanarnan terdiridrri -:10 varietas, telah dilakukan di Unit Fitoyratologi, Jurusan IlioJogr, lTB. Sebagial bL'5ar tanarnan yang dianati adalah peka tedtadap seruflgan nenratodt tcrscbut, kccuali6varirtas ranaman kapas (DP. 16, DP. 25. DP. 45A, DPSL. RBTK dan Crrolina Qucr'n). uabai (var. Local), rosella (var. Altissima), dar krcang ramba t va ric tas S u rukarta, adalah tahrn terhadap serangan nematoda tersebut. Sedangkan tananran toinat (vur. Monalbo dan STS No.3835). kentang (var. Desircc), terung (var. t.ongpurplc) dan selada (var. Brtavia Crccn), ldalah sangat peka.

ABSTRACT

Twenty one species and 40 varietas of eoono rical plants were tested fbr susceptibility to the root-knot nematode , Mektidogyne sp.

The experiment were conducted :lt thc Ph y topath ological Laboratory, Department of Biolory, Institute of Technology Bandung.

S i x v a r i e t i e s o f c o t t o n { D P . 1 6 , D P . 1 5 , D P . 4 5 A , D P S L . R B T K a n d C a r o l i n r Q u e e n ) , r e d pepper (var. Local), rosellc (var. Altissinra), and one species ofbean (var. Surakarta) were resistant. Two variaties of tomatos (vlr. Monalbo and STS No.3835), potato (var. Desiree), egg plant (var. Long purple), and Iettuce (var. Balavia Green). were found hitrhly suscc ptible to root-knot nemalode.

,s

KAR

A

(2)

t 0

PROCEEDINGS ITB VoL 13.No.3, 1980

P E N D A H U L U A N

Punr akar adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh nematoda genus

tll t,ktidog.r'rtr,, (ioeldi I 877. Sebelumnya lembaga-lembaga penelitian di berbagai

ternpat tidak nrenaruh perhatian besar terhadap penyakit tersebut, dan baru diperhatikan sekitar tahun 1925 hingga 1950 terutama sekali terhadap

nemato-da yang parasit terhanemato-dap tanaman ekonomi (Sasser dan Jenkins, 1960).

J enkins dan Malek ( I 966) menyatakan bahwa karena unsur hara yang tidak

se-imbang bagi tanaman yang diserang. maka tanaman tersebut akan mengalami

kekurangan nitrogen, sehingga daun{aunnya menjadi kJorosis. Sedangkan

Powell dan Nusbaum (1960) menyatakan bahwa karena serangan nematoda

puru akar ini, maka beberapa tanaman yang tahan terhadap serangan beberapa

penyakit. akan nienjadi tidak tahan, bahkan bagian yang diserang oleh

nemato-da itu akhirnya menjadi substrat yang cocok bagi pertumbuhan jamur seperti

misalnya lLsariunL Phytophthora, Rhizoctonia dan sebagainya. Hal tersebut

juga dikuatkan oleh hasil pengamatan Winslow dan Willis dalam tahun 1972.

Keadaan penyakit tenebut di atas hingga sekarang masih merupakan persoalan

-penoalan penting sekali di bidang pertanian dan perkebunan, tidak jarang me-nyebabkan kerugian besar sekali bagi petani-petani atau pengusaha-pengusaha perkebunan.

Widjaja (1972) menyatakan bahwa penyakit nematoda puru akar ini menyebar luas di daerah dataran tinggi perkebunan hortikultura di Jawa. Di daerah

tene-but penalaman sayur-sayuran dan kentang mungkin dilakukan terus menerus

tiap tahun sebab iklimnya sangat cocok dan tumbuh-tumbuhan yang ditanam

tidak begitu bervariasi (yaitu kentang, tomat, cabai dan kubis), sehingga

popu-lasi spesies Meloidogyne pada umumnya sangat tinggi dan nematoda puruakar

dalam hal ini merupakan suatu faktor pembatas (Widjaja dan Windrich, 1974).

Ilaksud dan tujuan penelitian ini yaitu menentukan daya menyakit suatu

ienis lllektitlog.,"n c sp., terhadap beberapa tanan.ran yang terpilih, terutama

.ek.rli mengenai adanya gejala yang timbul pada akar.

I]AHAN DAN CARA KERJA

f3tltan Meloidogyne sp. untuk pengamatan daya menyakit terhadap beberapa

tanaman selama penelitian ini. diambil dari umbi kentang sakit yang diperoleh

dari Kebun Percobdan Hortikultura Lembang. Umbi-umbi tersebut dicuci

ber-sih dengan air keran kemudian diiris-iris setebal 3 - 4 mm. dan diletakkan di atas pelat agar garam (NaCl 0.5%, agar 1,5% dan air suling), selanjutnya

(3)

di-PROCEEDINGS ITB Vol. 13, No. 3. 1980 : I

erilnrkalr pada suhu kamar selama J 3 ntinggu. Untuk n)r'ltcegall pelat tgar

garam tidak menjadi kering dapat ditarnbahkan kc dalarnnya Ilrutan NaCl 0.5r'"

sebanyak 2 ml. atau lebih. Larva{ar.r.t nenratoda ylllg diperoleh dengan carit

t e r s e b u t d i k u n r p u l k a n k e m u d i a n d i l i t u n g j L r n t l a h n y a l r c r l l l . c u i r a n d a n d i p e r .

gttnakan sebagai inokulum.

Benih-benih tanaman untuk percobaan yang daya pertunrbLrhannya tin91.

( 100/a), masing-masing disemai dalam kotak-kotak pcnyenraian yantg tehh dir

c a m p u r a n t a n a h d a n p a s i r (l : l ) d a n t e l a h d i s t e r i l k a n t c . r l e b i h d r h u l t r . S e h r r l r pekerjaan dilakukan di dalam kondisi laboratoriunr dengan cahayr bu:rtlr.

yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Sctelah rlasing-masing tanantll

pcr-e o b a a n t u m b u h d a n m e m p u n y a i t i g a h c l a i d a u r r s c l n p u m a . n r a k a d i p i l i h y a n g

berukuran samc dan rlasing-ntasing bagian akamya diinokulasi dcugnn

sus-pensi llleloidogyrre sp. Tanaman yang telah diinokulasi. dipindaltkan kedalanr

p o t - p o t t a r l a h y a n g telah berisi camPurln tanah dun Pasir stcril kentLrdiall d i

-tempatkan di dalam runrah kaca.

Sebagai inokululn digunakan I ml. srispensi larva illeloichtgt tlc sp, yang

nte-ngandung kira-kira 150 I 60 larva per masing-masing akar tanrantan pcrcobaan.

Sebagai pernbarding digunakan tanaman tanpa diberi sLrspensi.

Pemeriksaan gejala yang timbul dilakukan 69 80 hari setelah tanaman

-tanaman percobaan diinokulasi, sesuai dengan mctoda Ril'fle dan Kuntz { 1 9 6 7 ) . S e l a m a p e r c o b a a n s u h L : r u m a h k a c a s e k i t a r 1 6 2 7 ' C d a n s r r h u t a n a h

sekitar 23 24'C, dan semua tanaman tersebut disiranl dengan air secukupnya

t i a p h a r i .

Adanya penetrasi dari larva ditentukan dengan jalan mencLrci bagian akar agar

bebas dari tanah. kemudian diwamai dengan "lactophenol acid tirchsir," 0.0 l, /

dalam keadaan panas, dan dijemihkan dalam lactophenol dingin.

S i s t e m - s i s t e m a k a r d a r i p a d a t a n a m a n - t a n a m a n p e r c o b a a n i t u d i a r l a t i . k c n t r r d i l n jumlah puru dihitung dan dinyatakan dalar.n prosen (indeks prrru)s!-rta

kcgit-nasan penyakit ditentukan berdaslrkan Snrith dirn Tavlor ( 1947).

H A S I L

T a n a m a n p e r c o b a a n y a n g d i i n o k u l a s i d e n g a n s L r s p c n s i l l t k t i t l r r y r i t L \ 1 ' ( l i l r ( l r t e m p a t k a n d i d a l a n r r u n r a i r k a c l . r . n e n L r n j L r k k a r g c . i u l : r s l k i t s c t c l r r l r l i g u , r i r r r : r : r r . P e r t u m b u h a n t a n a m a n y a n g d i s e r a n g o l e h n e r r l r f o d n t ( ' r \ c l ) r r l s i l l r g r l l i u l ] l . . r r r l r r n t i m b u l p u r u a k a r ( ( i a m b a r I d a n l ) . Blgilrn tlrrraIran c l i lr l r r s I c r r r r L r l , J r | l r r r r r . L l r

(4)

PROCFEDINT;S ITB Vol lJ, No J. le80

i . : i

's'

' i t *

.$

Gambar 1 Bentuk puru akar yang timbul pada tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) yang diserang Meloidogyne sp.

Gambar 2 Bagian akar tanaman tomat (Solanum lycopenicum) yang diserang Meloidogyne sp. menunjukkan adanya nematoda yang telah membesar dalam jaringan akar.

(5)

I

I

PR0CL:L:DINGS ITB Yol. lJ, No.3, 1980

menjadi kerdil dan tanaman yang diserang berat tidak menghasilkan buah

sempurna sehingga mengakibatkan hasil panen rendah. begitu pula kualitasnya.

Beberapa tanaman menunjukkan gejala kekurangan bcbcrapa unsur hara

ter-utama sekali nitrogen, sehingga daun-daunnya menjadi klorosis.

Bila keadaan cuaca lebih panas. maka tanaman yang diserang mulai layu serta

tidak tahan terhadap serangan bebcrapa patogen lainnya.

Puru yang timbul sangat bervariasi dari yang kecil hingga yang besar sekali d e n g a n u k u r a n 0 . 5 - l 0 m m .

Dalam jaringan akar, nematoda betina berubah bentLrk menjadi lebih gemuk

dan bila telah dewasa menjadi bulat atau scperti buah pear dengan garis tengah

sekitar 2000 mikron. Dinding tubuhnya tctap lunak dan putih serta tidak

membentuk kista. Selanjutnya nrenghasilkan telur yalg dilepaskan ke dalam

kantung telur yang terdiri dari nrassa kenyal yang sering pula disebut matriks.

Seekor nematoda betina dapat menghasilkan telur banyak sekali hingga

men-capai 400 butir yang ditampung dalam suatu kantung telur. Dengan bertambah

banyaknya telur yang dihasilkan, maka jaringan bagian akar terdesak sehingga

kantung telur dapat keluar dari akar dan merupakan saluran. Dengan demikian

kantung telur dapat mengadakan hubungan dengan tanah di mana tanaman itu

tumbuh. Bila kondisi cocok maka telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva.

Enam puluh sembilan hingga delapan puluh hari setelah inokulasi,

tanaman-tanaman percobaan tersebut diambil. kemudian bagian akamya dicuci hingga

bersih serta diamati ada tidaknya pembentukan puru.

Dari 2l spesies tanaman yang diamati temyata 8 spesies peka sekali terhadap

serangan penyakit tersebut, yaitu tomat (Solanum lycopersicum), terung (Solanutn melongena), selada ( Lactuca sativl,), kentang (Solanum tuberosum),

tembakau (Nicotiana tabacum,/, seledri (apium graveolens/. kubis dan kernbang

kol (Brassica oleraced. Pada masing-masing akar ke-8 spesies tanaman yang sangat peka itu terdapat puru banyak sekali. Banyak punr yang dibentuk

ber-variasi tergantung pada spesies dan varietas tanaman yang diserangnya.

; Dari hasil pengamatan ternyata serangan yang terganas terdapat pada tanaman

'

tomat, terung dan selada. Pada umumnya puru tersebut dibentuk sepanjang

] sumbu atau di ujung akar. Apabila puru-puru tenebut dibentuk di ujung akar,

maka sering kali menyebabkan pertumbuhan akar-akar samping terhenti tetapi

(6)

24

P R U C | I D I N t , S I T B l l l ! - t . \ ' t J l e ^ ' t

tidak menunjukkan kekerdilan, sedangkan puru yang dibentuk akan terus

menr-besar.

Gambar 3 menunjukkan banyak puru rata-rata yang dibentuk per tanaman

yang sesuai dengan nilai kepekaannya, sedangkan hasil penilaian indeks puru,

nilai skala serangan dan indeks penyakit, dinyatakan dalam tabel l.

Sering pula puru tesebut merupakan deretan sepanjang sumbu akar sekunder.

sehingga mengakibatkan tidak terbentuknya rambut-rambut akar. Hal ini

mung-kin karena banyaknya larva yang menyerang bagian tersebut. Di samping itu terdapat beberapa bagian akar yang membengkak yang mungkin disebabkan

Iarva yang sedang berpindah tempat (migrasi). Kemudian sebagian larva akan

menempatkan dirinya dalanr sel-sel di belakang nteristem ujung akar. Posisi umumnya sejajar dengan suntbu memanjang daripada akar serta bagian

kepala-nya mengarah ke iketan pernbLrluh (Gantbar 2). Akhimya karena pertLrnrbuhan

daripada akar dur perkentbangan daripada punr akar, ntaka posisi lematoda

betina itu berubah menjadi t!-gak lurus pada sumbu ntemanjang daripadr akar.

PEMBICARAAN DAN KESIMPULAN

Telah diketaliui sejak dahulu bahwa kcpekaan tanaman terhadap serangan punl

akar sangat berbeda-beda. Dengan adan,va perbeclaan kepekaan tersebut ntakt

beberapa tanamtn telah diketahui dapat digunakan sebagai tanaman pengganti

(rotasi tanaman) sebab tanarnan tersetnt tahan terhadap serangan nenatoda.

B i l a h a l i n i t i d a k d i l a k u k a n . 1 , a i t u d e n g r n p e n a n a l n a n t a n i l m a n p e k a te r u s m e n e -n r s t l a r i t a h u -n k e t a h u -n p l d a t a -n a h 5,a-ng t c l a h t e r i n t e k s i o l e h n c m a t o d a . r n a k l a k a n t n c n i n g k a t k l n p o p L r l l s i n c ' n r a t o t l l t c r s c b u t t ) t a u p u n d a y a s e r a n g a n .

Dalam pc.ngamatan ini tcrnyate bahwa sebagian besar dari tanaman percobaan

peka terhadap sertngan llleloitlogyne sp. dan sebagian lagi tahan. Kalau disusun

berdasarkan banyaknya puru yang drbentuk maka urutan tanaman percobaan

yang peka ini adalah : nuat ( Sohnum lycopersicum), terung ( Solanum melonge-,td./. selada ( Lactuca satiw). kentang (Solanum tuberosurn), tembakau

t'Nlco-Iiana tobacunt). seledri (..1piant grareolcn,s), krrbis l'Brasslcc oleracea), bayam

(Antaruntltus hybrieltts) dan bet.rerapa tamaman percobaan lainnya. Dalam hal

ifri tanarnan tontat nterupirkan yang terpeka terhadap serangan Meloido-8_1"|l(, sp.

P a d a u n r L u n n y a k a r e n a s e r a n g l n n e n r a t o d a i n i . p e r t t r m b u ) r a n u j u n g - L r j u n g l k a r tcrhantbilt dan tarraman terscbut lnenjrdi lebih peka terhadap kekurangan air s c b a b t i d a k n r a m p u m c l a y a n i a n g k u t a n a i r d a n u n s u r h a r a s e c u k u p r r y a . D i s n l p i n g i t r i a k x r u t a n r r d u r r L r . j L r n g - u j u n g a k i l r t c t a p k e c i l a t a u k a l a u p u n b e s a r

(7)

z ) P R O C E E D I N C S I T B V o l I J , N o 3 1 9 8 0

l

636 604 c

E 3s5

' 2 6 4

qr

- l c l .1 | < l 234 5 6 7 8 910111213141s1 71A1920212223242526272A29303132333435363 7383940 N o r n o r je n i s ta n a m a n p e r c o b a a n

I bayam var. local 2. bawang pre var. Leek

Carentan

3 . s e l e d r i v a r . N o . 6 1 9 4. kembanq kol var.

Snowball

5 . k u b i s v a r . G o l d e n A c r e 6 . k u b i s v a r . G l o r y o f

E n k h u i z e n 7. cabai var. local 8. semangka var.

Charleston Gray 9. ketimun var. local 10. terung kori var. local 1 l . w o r t e l v a r . F l a k k e e 12. kedele var. Davros 1 3 . k a p a s v a r . D P . 1 6 1 4 . k a p a s v a r . D P . 2 5 1 5 . k a p a s v a r . D P . 4 5 A 1 6 . k a p a s v a r . D P S L 1 7 . k a p a s v a r . R B T K 1 8 . k a p a s v a r . C a r o l i n a Oueen 1 9 . ro s e l l a v a r . A l t i s s i m a 20. selada var. Eatavia

Green 2 1 . te m b a k a u v a r . l o c a l 2 2 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 0 2 3 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 1 2 4 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 2 25. tembakau var. S. 923 26. tembakau var. S. 924 27. tembakau var. S. 925 2 8 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 6 2 9 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 7 30. tembakau var. S. 928 31 . tembakau var. S. 1589 32. kacang rambat var.

Surakarta

33. rades putih var. lcicle 34. rades merah var.

C r i m s o n G i a n t 35. tomat var. Monalbo 36. tomat var. STS

N o . 3 8 3 5

37. kentang var. Desiree 38. terung var. Long

purpre

39. kacang merah var. Local Reed

40. jagung var. Sweet Corn N o . 6 4 3

Gambar 3 Jumlah puru akar rata-rata per tanaman dari 40 varietas tanaman percobaan yang d iinokulasi dengan Meloidogyne sp

(8)

26

Tabef.l Kepekaan spesjes tan.m,n ,

'^ocEEDrNcs

rrB yo! ti N(). i Jg,t(,

d,nvatakan

",;,;;;i,il;

;lii".ii :"lTt"

nematoda

puru

ar

*

"-*l_

_

_ ___:,:;:d;;;;fti:;Hkae

Metoidosynssp.

4. ken,bans

koi i;;;ffi

92

j

2t

i ,k'9r

a;i;;;;",.

51

:

"

9 i"".':l

cr,';;i;:'

4s

;

7s

lrral khutzen 57 -r" i0 8 remangka ci,#,"rr", "-. o i 75 ,. {.,ttmun r,--^r rraY q i o

ro. rerun5 kt a ;;;o' D

; ,t

]],""1:t

ii.i,,*

3r

;

,t

ll kedele o"1,".' I i 50 l-1. l,.rpas ;p.',; 2I i ,t 1 4 . (a p a s n p , i o j 2 5 1 5 kaprs ; ; ;;^ o i o i6 kaprs opsL'^ o i o

ll ,f'r"

ft;-K

9

;

o

lj ll::.

cioi,i,,

e,."n

:

;

B

; ^ l : * : , , A t r i s s r n r a u 0 ' u - s c l a d a p " , , . , , , ^ - O i O

I l. tcrlbrkru ,{uYr;r uree n 94 ; o

ll. tenrba-kau i. .io io - 1oo

lJ. ternbal,au a "r; 17 -; 75 - ' r . r r r n b a k a u ; . ; ; l 6 4 ; 5 n 1,5 ternbakr r i. ,j:; , i ::

j. bryan, - lo.rr '-' sercngan lyo)

-. LJawalp Dre t -^t- - 42 2 ...-J . s e l e r t ; " . , , : < ( K ( J r e n t r n . , : S 0 r ' ) c r c u n N o . 6 t 9 1 | - o . I e J r t h a k l u q o r / : 5 lr{. ternbakru l' ,l;,1 jt ; 25 - 5 0 - Y l c r n b r h l r 5 . 9 1 7 2 . 7 I . ^ J r i . r c n r b r l r u i . ; ; ; l 8 i 5 0 J l. t e n r b r k a L r 5 . I , r o i o j t t . 1 1 . k r c r r r s . r n r u r , S u u , t ' r 1 , , 2 5 i t n

,ij raLjes purfi r:;:i;. "'," o

o l.5 -14 radcs-rnc.rl crll,,r",, C,rn, I ; u . . l - , , , , , M o n a l b o . - ! ; 2 t r b luiniil S f l ' i l r ' r s , . I 0 0 ; , t ? 7 . kcnrrng ; ; ; ; . " ' " r , ? g - l o o

.tl j:':",

i""*);r,or.

!!

-

loo

rv kirrJrg

rrrra; t_,,.i nli'' 97 ; 100

Jo.

1:rrunj *i"-,ii,l,,

^, u.r.,

]3

i

'3i

. - - _ _ - _ _ - . - .

(9)

PR)CLTDINCS ITB VoL 13. No.3,1980 )7

disebabkan oleh puru yang dibentuk. BegttLr pula bagian tanarnan penrrLlkaan

di atas tanah memperlihatkan gejala klorosis dan kerdil.

Perturlbul.ran meristematik daripada akar akan terhenti apabila serarrgrn lan,a

banyak sekali. Kenrudian karena perkembalgan daripada sel-sel raksasa.

per-tumbuhan nematoda betina dalam sel serta il)assa tclur yang tlibentLtk. maka

jaringan akar akan mengalami kerusakan mekanik. di antaranya pembcndungan

ikatan pembuluh atau te{adi pemutaral't susunan ikatan pentbuluh kayu

mau-pun ikatan pembuluh tapisnya. Hal ini rrengakibatkan lngkLrtan air dan unsur

hara menjadi rendlh juga tanaman teBebut nludah ntengering, layu dan

kloro-sis. Keadaan tersebut juga akan mengakibatkan lebih pekanya terhadap

serang-an bccak coklat (Altennrta tcnuis). "Anthracnose" (Colletotrichum dastructi-lirrrr/, bercak daun karena Cercospora sp. dan "powdery nrilclew" (Lrysiplrc

cicltoracean urt ).

Berhubung dengan hal tersebtrt di atas rnaka ternyata bahwa kr.tananalt tanatnan

terhadap serangan parasit itu tergantung pada beberapa faktor, di antaranya mungkin tanaman ittr tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisnte dari plrasit atau dapat menetralkan substansi rangsang yang dikeluarkan oleh

parasit atau tanaman itu ntelepaskan substansi toksik yang dapat

memperlam-bat semua interaksi antara inang dan parasit. Di sarnping itu perhl pula diketahui

bahwa sekali penetrasi ter:adi, maka ada suatu perubahan dalam jaringan inang

yang perlu bagi parasit untuk meneruskan perkembangannya.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan selesainya tulisan ini, maka penulis ingin rnenyarnpaikan rasa terima

kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Achjani Atmakusumah,

sebagai Pemimpin Proyek Studi Sektoral/Regional, Direktorat Jenderal

Pendi-dikan Tinggi. I)epartemen PendiPendi-dikan dan Kebudajaan, yang telah tnetnberikan

(10)

lli I ) , \ F T A R P U S T A K A P R O C I E D I N G S I T R t o l ) J . ' l o . J l 9 d J e n k i n s . W . R . a n d R . l J . M a l e k . 1 9 6 6 . ln l l u e n c e o f n e n a t o d e s o n a b s o r p t i o n a n d a c c l l n l u l a t i o n o f n u t r i c n t s i n v e t c h . S o i l S c i . /t / 1 : 4 ( r 4 9 .

Powell. N.T. and G.J. Nusbaum. 1960. Thc blakc-shank-root-knot complex in

fluc.cured tob:rcco.

P h y t o p a t h o l o g y , 5 0 : 8 9 9 9 0 6 .

Riffle, J.W. and J.F-. Kunt. 1967. Pathogenicity and host rangg of Meloidogyne

ovalis.

P h y t o p a t h o l o g y . 5 7 : 1 0 4 1 0 7 .

S a s s e r . J . N . a n d W . R . J e n k i n s . 1 9 6 0 . N e n t a t o l o g y . F u n d a m e n t a l s a n d R e c e n t

Advance with Emphasis on Plant parasitic and Soil Fonns.

'l

he University of North Caroline Prcss, Chapel Hill, U.S.A.

Smith, A.L. and A. L. Taylor. '1941 . Field Methods of Testins for Root-knot

Infection-P h y t o p a t h o l o g y , 3 7 : 8 5 9 3 .

Widjaja, W.W. 1972. Obsewations on the root-knot nematodes as to some

horti-cultural crops in Indonesia.

South East Asia Regional Symposium on plant diseases in the tropics.

Yogiakarta, September. I 972.

Widjaja, W.W. and W.A. Windrich. 1974. Studies on Nematological Problems in

Horticulture.

Agricultural Cooperation Indonesia The Netrherlands.

Research Reports, 1968 1974.

Section I [, Technical Contribution.

W i n s l o w . R . D . a n d R . J . W i l l i s . 1 9 7 2 . N e m a t o d e D i s e d t e s o f P o t a t o e s .

Gambar

Gambar 2 Bagian akar tanaman tomat  (Solanum lycopenicum) yang diserang  Meloidogyne sp
Gambar  3  Jumlah puru akar rata-rata  per tanaman  dari 40 varietas  tanaman percobaan  yang d iinokulasi dengan  Meloidogyne sp

Referensi

Dokumen terkait

Rahmad Lingga : Uji Nematisidal Jamur Endofit Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne SPP.), 2010. tanaman, panjang akar) nilai terendah

Tema yang dipilih pada tesis ini adalah pengendalian hayati nematoda puru akar ( Meloidogyne incognita ) pada tanaman tomat menggunakan konsorsium bakteri endofit, sekaligus

Skripsi Berjudul: “ Distribusi dan Tingkat Serangan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne incognita) serta Asosiasi dengan Bakteri Pasteuria penetrans pada Tanaman Inang di

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis berjudul Deteksi dan Identifikasi Spesies Nematoda Puru Akar Meloidogyne Penyebab Umbi Berbintil pada Kentang adalah benar karya saya

Gejala khas tanaman padi yang terinfeksi oleh nematoda puru akar ialah terbentuk- nya puru yang terletak di bagian ujung akar padi yang bengkak dengan membentuk seperti pengait

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri endofit asal akar nilam meningkatkan pertumbuhan tanaman tembakau yang terinfeksi nematoda puru akar (Meloidogyne

Keefektifan limbah tanaman Brassicaceae untuk pengendalian nematoda puru akar ( Meloidogyne spp.) pada mikroplot di lapangan.. Jurnal

Strategi pengendalian penyakit nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) dapat dilakukan secara teknik budidaya (pergiliran tanaman dan tanaman perangkap, sterilisasi