'.
? i982
PROCLL:DIN(;S ITI] t'ol. 1J, No. J, 1980
PENGUJIAN
BEBERAPA
TI.IMBUHAN
EKONOMI
TERHADAP
SERANGAN
SUATU NEMATODA
PURU
B u d d y D . K o s a s i h . I n g e B i n y a m d a n N r r r y a t i Y u l i *
SARI
Serangan nematoda puru akar, Mektilogyne sp, l"rhadap fl spesies tanarnan terdiridrri -:10 varietas, telah dilakukan di Unit Fitoyratologi, Jurusan IlioJogr, lTB. Sebagial bL'5ar tanarnan yang dianati adalah peka tedtadap seruflgan nenratodt tcrscbut, kccuali6varirtas ranaman kapas (DP. 16, DP. 25. DP. 45A, DPSL. RBTK dan Crrolina Qucr'n). uabai (var. Local), rosella (var. Altissima), dar krcang ramba t va ric tas S u rukarta, adalah tahrn terhadap serangan nematoda tersebut. Sedangkan tananran toinat (vur. Monalbo dan STS No.3835). kentang (var. Desircc), terung (var. t.ongpurplc) dan selada (var. Brtavia Crccn), ldalah sangat peka.
ABSTRACT
Twenty one species and 40 varietas of eoono rical plants were tested fbr susceptibility to the root-knot nematode , Mektidogyne sp.
The experiment were conducted :lt thc Ph y topath ological Laboratory, Department of Biolory, Institute of Technology Bandung.
S i x v a r i e t i e s o f c o t t o n { D P . 1 6 , D P . 1 5 , D P . 4 5 A , D P S L . R B T K a n d C a r o l i n r Q u e e n ) , r e d pepper (var. Local), rosellc (var. Altissinra), and one species ofbean (var. Surakarta) were resistant. Two variaties of tomatos (vlr. Monalbo and STS No.3835), potato (var. Desiree), egg plant (var. Long purple), and Iettuce (var. Balavia Green). were found hitrhly suscc ptible to root-knot nemalode.
,s
KAR
A
t 0
PROCEEDINGS ITB VoL 13.No.3, 1980P E N D A H U L U A N
Punr akar adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh nematoda genus
tll t,ktidog.r'rtr,, (ioeldi I 877. Sebelumnya lembaga-lembaga penelitian di berbagai
ternpat tidak nrenaruh perhatian besar terhadap penyakit tersebut, dan baru diperhatikan sekitar tahun 1925 hingga 1950 terutama sekali terhadap
nemato-da yang parasit terhanemato-dap tanaman ekonomi (Sasser dan Jenkins, 1960).
J enkins dan Malek ( I 966) menyatakan bahwa karena unsur hara yang tidak
se-imbang bagi tanaman yang diserang. maka tanaman tersebut akan mengalami
kekurangan nitrogen, sehingga daun{aunnya menjadi kJorosis. Sedangkan
Powell dan Nusbaum (1960) menyatakan bahwa karena serangan nematoda
puru akar ini, maka beberapa tanaman yang tahan terhadap serangan beberapa
penyakit. akan nienjadi tidak tahan, bahkan bagian yang diserang oleh
nemato-da itu akhirnya menjadi substrat yang cocok bagi pertumbuhan jamur seperti
misalnya lLsariunL Phytophthora, Rhizoctonia dan sebagainya. Hal tersebut
juga dikuatkan oleh hasil pengamatan Winslow dan Willis dalam tahun 1972.
Keadaan penyakit tenebut di atas hingga sekarang masih merupakan persoalan
-penoalan penting sekali di bidang pertanian dan perkebunan, tidak jarang me-nyebabkan kerugian besar sekali bagi petani-petani atau pengusaha-pengusaha perkebunan.
Widjaja (1972) menyatakan bahwa penyakit nematoda puru akar ini menyebar luas di daerah dataran tinggi perkebunan hortikultura di Jawa. Di daerah
tene-but penalaman sayur-sayuran dan kentang mungkin dilakukan terus menerus
tiap tahun sebab iklimnya sangat cocok dan tumbuh-tumbuhan yang ditanam
tidak begitu bervariasi (yaitu kentang, tomat, cabai dan kubis), sehingga
popu-lasi spesies Meloidogyne pada umumnya sangat tinggi dan nematoda puruakar
dalam hal ini merupakan suatu faktor pembatas (Widjaja dan Windrich, 1974).
Ilaksud dan tujuan penelitian ini yaitu menentukan daya menyakit suatu
ienis lllektitlog.,"n c sp., terhadap beberapa tanan.ran yang terpilih, terutama
.ek.rli mengenai adanya gejala yang timbul pada akar.
I]AHAN DAN CARA KERJA
f3tltan Meloidogyne sp. untuk pengamatan daya menyakit terhadap beberapa
tanaman selama penelitian ini. diambil dari umbi kentang sakit yang diperoleh
dari Kebun Percobdan Hortikultura Lembang. Umbi-umbi tersebut dicuci
ber-sih dengan air keran kemudian diiris-iris setebal 3 - 4 mm. dan diletakkan di atas pelat agar garam (NaCl 0.5%, agar 1,5% dan air suling), selanjutnya
di-PROCEEDINGS ITB Vol. 13, No. 3. 1980 : I
erilnrkalr pada suhu kamar selama J 3 ntinggu. Untuk n)r'ltcegall pelat tgar
garam tidak menjadi kering dapat ditarnbahkan kc dalarnnya Ilrutan NaCl 0.5r'"
sebanyak 2 ml. atau lebih. Larva{ar.r.t nenratoda ylllg diperoleh dengan carit
t e r s e b u t d i k u n r p u l k a n k e m u d i a n d i l i t u n g j L r n t l a h n y a l r c r l l l . c u i r a n d a n d i p e r .
gttnakan sebagai inokulum.
Benih-benih tanaman untuk percobaan yang daya pertunrbLrhannya tin91.
( 100/a), masing-masing disemai dalam kotak-kotak pcnyenraian yantg tehh dir
c a m p u r a n t a n a h d a n p a s i r (l : l ) d a n t e l a h d i s t e r i l k a n t c . r l e b i h d r h u l t r . S e h r r l r pekerjaan dilakukan di dalam kondisi laboratoriunr dengan cahayr bu:rtlr.
yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Sctelah rlasing-masing tanantll
pcr-e o b a a n t u m b u h d a n m e m p u n y a i t i g a h c l a i d a u r r s c l n p u m a . n r a k a d i p i l i h y a n g
berukuran samc dan rlasing-ntasing bagian akamya diinokulasi dcugnn
sus-pensi llleloidogyrre sp. Tanaman yang telah diinokulasi. dipindaltkan kedalanr
p o t - p o t t a r l a h y a n g telah berisi camPurln tanah dun Pasir stcril kentLrdiall d i
-tempatkan di dalam runrah kaca.
Sebagai inokululn digunakan I ml. srispensi larva illeloichtgt tlc sp, yang
nte-ngandung kira-kira 150 I 60 larva per masing-masing akar tanrantan pcrcobaan.
Sebagai pernbarding digunakan tanaman tanpa diberi sLrspensi.
Pemeriksaan gejala yang timbul dilakukan 69 80 hari setelah tanaman
-tanaman percobaan diinokulasi, sesuai dengan mctoda Ril'fle dan Kuntz { 1 9 6 7 ) . S e l a m a p e r c o b a a n s u h L : r u m a h k a c a s e k i t a r 1 6 2 7 ' C d a n s r r h u t a n a h
sekitar 23 24'C, dan semua tanaman tersebut disiranl dengan air secukupnya
t i a p h a r i .
Adanya penetrasi dari larva ditentukan dengan jalan mencLrci bagian akar agar
bebas dari tanah. kemudian diwamai dengan "lactophenol acid tirchsir," 0.0 l, /
dalam keadaan panas, dan dijemihkan dalam lactophenol dingin.
S i s t e m - s i s t e m a k a r d a r i p a d a t a n a m a n - t a n a m a n p e r c o b a a n i t u d i a r l a t i . k c n t r r d i l n jumlah puru dihitung dan dinyatakan dalar.n prosen (indeks prrru)s!-rta
kcgit-nasan penyakit ditentukan berdaslrkan Snrith dirn Tavlor ( 1947).
H A S I L
T a n a m a n p e r c o b a a n y a n g d i i n o k u l a s i d e n g a n s L r s p c n s i l l t k t i t l r r y r i t L \ 1 ' ( l i l r ( l r t e m p a t k a n d i d a l a n r r u n r a i r k a c l . r . n e n L r n j L r k k a r g c . i u l : r s l k i t s c t c l r r l r l i g u , r i r r r : r : r r . P e r t u m b u h a n t a n a m a n y a n g d i s e r a n g o l e h n e r r l r f o d n t ( ' r \ c l ) r r l s i l l r g r l l i u l ] l . . r r r l r r n t i m b u l p u r u a k a r ( ( i a m b a r I d a n l ) . Blgilrn tlrrraIran c l i lr l r r s I c r r r r L r l , J r | l r r r r r . L l r
PROCFEDINT;S ITB Vol lJ, No J. le80
i . : i
's'
' i t *
.$
Gambar 1 Bentuk puru akar yang timbul pada tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) yang diserang Meloidogyne sp.
Gambar 2 Bagian akar tanaman tomat (Solanum lycopenicum) yang diserang Meloidogyne sp. menunjukkan adanya nematoda yang telah membesar dalam jaringan akar.
I
I
PR0CL:L:DINGS ITB Yol. lJ, No.3, 1980
menjadi kerdil dan tanaman yang diserang berat tidak menghasilkan buah
sempurna sehingga mengakibatkan hasil panen rendah. begitu pula kualitasnya.
Beberapa tanaman menunjukkan gejala kekurangan bcbcrapa unsur hara
ter-utama sekali nitrogen, sehingga daun-daunnya menjadi klorosis.
Bila keadaan cuaca lebih panas. maka tanaman yang diserang mulai layu serta
tidak tahan terhadap serangan bebcrapa patogen lainnya.
Puru yang timbul sangat bervariasi dari yang kecil hingga yang besar sekali d e n g a n u k u r a n 0 . 5 - l 0 m m .
Dalam jaringan akar, nematoda betina berubah bentLrk menjadi lebih gemuk
dan bila telah dewasa menjadi bulat atau scperti buah pear dengan garis tengah
sekitar 2000 mikron. Dinding tubuhnya tctap lunak dan putih serta tidak
membentuk kista. Selanjutnya nrenghasilkan telur yalg dilepaskan ke dalam
kantung telur yang terdiri dari nrassa kenyal yang sering pula disebut matriks.
Seekor nematoda betina dapat menghasilkan telur banyak sekali hingga
men-capai 400 butir yang ditampung dalam suatu kantung telur. Dengan bertambah
banyaknya telur yang dihasilkan, maka jaringan bagian akar terdesak sehingga
kantung telur dapat keluar dari akar dan merupakan saluran. Dengan demikian
kantung telur dapat mengadakan hubungan dengan tanah di mana tanaman itu
tumbuh. Bila kondisi cocok maka telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva.
Enam puluh sembilan hingga delapan puluh hari setelah inokulasi,
tanaman-tanaman percobaan tersebut diambil. kemudian bagian akamya dicuci hingga
bersih serta diamati ada tidaknya pembentukan puru.
Dari 2l spesies tanaman yang diamati temyata 8 spesies peka sekali terhadap
serangan penyakit tersebut, yaitu tomat (Solanum lycopersicum), terung (Solanutn melongena), selada ( Lactuca sativl,), kentang (Solanum tuberosum),
tembakau (Nicotiana tabacum,/, seledri (apium graveolens/. kubis dan kernbang
kol (Brassica oleraced. Pada masing-masing akar ke-8 spesies tanaman yang sangat peka itu terdapat puru banyak sekali. Banyak punr yang dibentuk
ber-variasi tergantung pada spesies dan varietas tanaman yang diserangnya.
; Dari hasil pengamatan ternyata serangan yang terganas terdapat pada tanaman
'
tomat, terung dan selada. Pada umumnya puru tersebut dibentuk sepanjang
] sumbu atau di ujung akar. Apabila puru-puru tenebut dibentuk di ujung akar,
maka sering kali menyebabkan pertumbuhan akar-akar samping terhenti tetapi
24
P R U C | I D I N t , S I T B l l l ! - t . \ ' t J l e ^ ' ttidak menunjukkan kekerdilan, sedangkan puru yang dibentuk akan terus
menr-besar.
Gambar 3 menunjukkan banyak puru rata-rata yang dibentuk per tanaman
yang sesuai dengan nilai kepekaannya, sedangkan hasil penilaian indeks puru,
nilai skala serangan dan indeks penyakit, dinyatakan dalam tabel l.
Sering pula puru tesebut merupakan deretan sepanjang sumbu akar sekunder.
sehingga mengakibatkan tidak terbentuknya rambut-rambut akar. Hal ini
mung-kin karena banyaknya larva yang menyerang bagian tersebut. Di samping itu terdapat beberapa bagian akar yang membengkak yang mungkin disebabkan
Iarva yang sedang berpindah tempat (migrasi). Kemudian sebagian larva akan
menempatkan dirinya dalanr sel-sel di belakang nteristem ujung akar. Posisi umumnya sejajar dengan suntbu memanjang daripada akar serta bagian
kepala-nya mengarah ke iketan pernbLrluh (Gantbar 2). Akhimya karena pertLrnrbuhan
daripada akar dur perkentbangan daripada punr akar, ntaka posisi lematoda
betina itu berubah menjadi t!-gak lurus pada sumbu ntemanjang daripadr akar.
PEMBICARAAN DAN KESIMPULAN
Telah diketaliui sejak dahulu bahwa kcpekaan tanaman terhadap serangan punl
akar sangat berbeda-beda. Dengan adan,va perbeclaan kepekaan tersebut ntakt
beberapa tanamtn telah diketahui dapat digunakan sebagai tanaman pengganti
(rotasi tanaman) sebab tanarnan tersetnt tahan terhadap serangan nenatoda.
B i l a h a l i n i t i d a k d i l a k u k a n . 1 , a i t u d e n g r n p e n a n a l n a n t a n i l m a n p e k a te r u s m e n e -n r s t l a r i t a h u -n k e t a h u -n p l d a t a -n a h 5,a-ng t c l a h t e r i n t e k s i o l e h n c m a t o d a . r n a k l a k a n t n c n i n g k a t k l n p o p L r l l s i n c ' n r a t o t l l t c r s c b u t t ) t a u p u n d a y a s e r a n g a n .
Dalam pc.ngamatan ini tcrnyate bahwa sebagian besar dari tanaman percobaan
peka terhadap sertngan llleloitlogyne sp. dan sebagian lagi tahan. Kalau disusun
berdasarkan banyaknya puru yang drbentuk maka urutan tanaman percobaan
yang peka ini adalah : nuat ( Sohnum lycopersicum), terung ( Solanum melonge-,td./. selada ( Lactuca satiw). kentang (Solanum tuberosurn), tembakau
t'Nlco-Iiana tobacunt). seledri (..1piant grareolcn,s), krrbis l'Brasslcc oleracea), bayam
(Antaruntltus hybrieltts) dan bet.rerapa tamaman percobaan lainnya. Dalam hal
ifri tanarnan tontat nterupirkan yang terpeka terhadap serangan Meloido-8_1"|l(, sp.
P a d a u n r L u n n y a k a r e n a s e r a n g l n n e n r a t o d a i n i . p e r t t r m b u ) r a n u j u n g - L r j u n g l k a r tcrhantbilt dan tarraman terscbut lnenjrdi lebih peka terhadap kekurangan air s c b a b t i d a k n r a m p u m c l a y a n i a n g k u t a n a i r d a n u n s u r h a r a s e c u k u p r r y a . D i s n l p i n g i t r i a k x r u t a n r r d u r r L r . j L r n g - u j u n g a k i l r t c t a p k e c i l a t a u k a l a u p u n b e s a r
z ) P R O C E E D I N C S I T B V o l I J , N o 3 1 9 8 0
l
636 604 cE 3s5
' 2 6 4qr
- l c l .1 | < l 234 5 6 7 8 910111213141s1 71A1920212223242526272A29303132333435363 7383940 N o r n o r je n i s ta n a m a n p e r c o b a a nI bayam var. local 2. bawang pre var. Leek
Carentan
3 . s e l e d r i v a r . N o . 6 1 9 4. kembanq kol var.
Snowball
5 . k u b i s v a r . G o l d e n A c r e 6 . k u b i s v a r . G l o r y o f
E n k h u i z e n 7. cabai var. local 8. semangka var.
Charleston Gray 9. ketimun var. local 10. terung kori var. local 1 l . w o r t e l v a r . F l a k k e e 12. kedele var. Davros 1 3 . k a p a s v a r . D P . 1 6 1 4 . k a p a s v a r . D P . 2 5 1 5 . k a p a s v a r . D P . 4 5 A 1 6 . k a p a s v a r . D P S L 1 7 . k a p a s v a r . R B T K 1 8 . k a p a s v a r . C a r o l i n a Oueen 1 9 . ro s e l l a v a r . A l t i s s i m a 20. selada var. Eatavia
Green 2 1 . te m b a k a u v a r . l o c a l 2 2 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 0 2 3 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 1 2 4 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 2 25. tembakau var. S. 923 26. tembakau var. S. 924 27. tembakau var. S. 925 2 8 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 6 2 9 . te m b a k a u v a r . S . 9 2 7 30. tembakau var. S. 928 31 . tembakau var. S. 1589 32. kacang rambat var.
Surakarta
33. rades putih var. lcicle 34. rades merah var.
C r i m s o n G i a n t 35. tomat var. Monalbo 36. tomat var. STS
N o . 3 8 3 5
37. kentang var. Desiree 38. terung var. Long
purpre
39. kacang merah var. Local Reed
40. jagung var. Sweet Corn N o . 6 4 3
Gambar 3 Jumlah puru akar rata-rata per tanaman dari 40 varietas tanaman percobaan yang d iinokulasi dengan Meloidogyne sp
26
Tabef.l Kepekaan spesjes tan.m,n ,
'^ocEEDrNcs
rrB yo! ti N(). i Jg,t(,
d,nvatakan
",;,;;;i,il;
;lii".ii :"lTt"
nematoda
puru
ar
*
"-*l_
_
_ ___:,:;:d;;;;fti:;Hkae
Metoidosynssp.
4. ken,bans
koi i;;;ffi
92
j
2t
i ,k'9r
a;i;;;;",.
51
:
"
9 i"".':l
cr,';;i;:'
4s
;
7s
lrral khutzen 57 -r" i0 8 remangka ci,#,"rr", "-. o i 75 ,. {.,ttmun r,--^r rraY q i oro. rerun5 kt a ;;;o' D
; ,t
]],""1:t
ii.i,,*
3r
;
,t
ll kedele o"1,".' I i 50 l-1. l,.rpas ;p.',; 2I i ,t 1 4 . (a p a s n p , i o j 2 5 1 5 kaprs ; ; ;;^ o i o i6 kaprs opsL'^ o i oll ,f'r"
ft;-K
9
;
o
lj ll::.
cioi,i,,
e,."n
:
;
B
; ^ l : * : , , A t r i s s r n r a u 0 ' u - s c l a d a p " , , . , , , ^ - O i OI l. tcrlbrkru ,{uYr;r uree n 94 ; o
ll. tenrba-kau i. .io io - 1oo
lJ. ternbal,au a "r; 17 -; 75 - ' r . r r r n b a k a u ; . ; ; l 6 4 ; 5 n 1,5 ternbakr r i. ,j:; , i ::
j. bryan, - lo.rr '-' sercngan lyo)
-. LJawalp Dre t -^t- - 42 2 ...-J . s e l e r t ; " . , , : < ( K ( J r e n t r n . , : S 0 r ' ) c r c u n N o . 6 t 9 1 | - o . I e J r t h a k l u q o r / : 5 lr{. ternbakru l' ,l;,1 jt ; 25 - 5 0 - Y l c r n b r h l r 5 . 9 1 7 2 . 7 I . ^ J r i . r c n r b r l r u i . ; ; ; l 8 i 5 0 J l. t e n r b r k a L r 5 . I , r o i o j t t . 1 1 . k r c r r r s . r n r u r , S u u , t ' r 1 , , 2 5 i t n
,ij raLjes purfi r:;:i;. "'," o
o l.5 -14 radcs-rnc.rl crll,,r",, C,rn, I ; u . . l - , , , , , M o n a l b o . - ! ; 2 t r b luiniil S f l ' i l r ' r s , . I 0 0 ; , t ? 7 . kcnrrng ; ; ; ; . " ' " r , ? g - l o o
.tl j:':",
i""*);r,or.
!!
-
loo
rv kirrJrgrrrra; t_,,.i nli'' 97 ; 100
Jo.
1:rrunj *i"-,ii,l,,
^, u.r.,
]3
i
'3i
. - - _ _ - _ _ - . - .
PR)CLTDINCS ITB VoL 13. No.3,1980 )7
disebabkan oleh puru yang dibentuk. BegttLr pula bagian tanarnan penrrLlkaan
di atas tanah memperlihatkan gejala klorosis dan kerdil.
Perturlbul.ran meristematik daripada akar akan terhenti apabila serarrgrn lan,a
banyak sekali. Kenrudian karena perkembalgan daripada sel-sel raksasa.
per-tumbuhan nematoda betina dalam sel serta il)assa tclur yang tlibentLtk. maka
jaringan akar akan mengalami kerusakan mekanik. di antaranya pembcndungan
ikatan pembuluh atau te{adi pemutaral't susunan ikatan pentbuluh kayu
mau-pun ikatan pembuluh tapisnya. Hal ini rrengakibatkan lngkLrtan air dan unsur
hara menjadi rendlh juga tanaman teBebut nludah ntengering, layu dan
kloro-sis. Keadaan tersebut juga akan mengakibatkan lebih pekanya terhadap
serang-an bccak coklat (Altennrta tcnuis). "Anthracnose" (Colletotrichum dastructi-lirrrr/, bercak daun karena Cercospora sp. dan "powdery nrilclew" (Lrysiplrc
cicltoracean urt ).
Berhubung dengan hal tersebtrt di atas rnaka ternyata bahwa kr.tananalt tanatnan
terhadap serangan parasit itu tergantung pada beberapa faktor, di antaranya mungkin tanaman ittr tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisnte dari plrasit atau dapat menetralkan substansi rangsang yang dikeluarkan oleh
parasit atau tanaman itu ntelepaskan substansi toksik yang dapat
memperlam-bat semua interaksi antara inang dan parasit. Di sarnping itu perhl pula diketahui
bahwa sekali penetrasi ter:adi, maka ada suatu perubahan dalam jaringan inang
yang perlu bagi parasit untuk meneruskan perkembangannya.
UCAPAN TERIMA KASIH
Dengan selesainya tulisan ini, maka penulis ingin rnenyarnpaikan rasa terima
kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Achjani Atmakusumah,
sebagai Pemimpin Proyek Studi Sektoral/Regional, Direktorat Jenderal
Pendi-dikan Tinggi. I)epartemen PendiPendi-dikan dan Kebudajaan, yang telah tnetnberikan
lli I ) , \ F T A R P U S T A K A P R O C I E D I N G S I T R t o l ) J . ' l o . J l 9 d J e n k i n s . W . R . a n d R . l J . M a l e k . 1 9 6 6 . ln l l u e n c e o f n e n a t o d e s o n a b s o r p t i o n a n d a c c l l n l u l a t i o n o f n u t r i c n t s i n v e t c h . S o i l S c i . /t / 1 : 4 ( r 4 9 .
Powell. N.T. and G.J. Nusbaum. 1960. Thc blakc-shank-root-knot complex in
fluc.cured tob:rcco.
P h y t o p a t h o l o g y , 5 0 : 8 9 9 9 0 6 .
Riffle, J.W. and J.F-. Kunt. 1967. Pathogenicity and host rangg of Meloidogyne
ovalis.
P h y t o p a t h o l o g y . 5 7 : 1 0 4 1 0 7 .
S a s s e r . J . N . a n d W . R . J e n k i n s . 1 9 6 0 . N e n t a t o l o g y . F u n d a m e n t a l s a n d R e c e n t
Advance with Emphasis on Plant parasitic and Soil Fonns.
'l
he University of North Caroline Prcss, Chapel Hill, U.S.A.
Smith, A.L. and A. L. Taylor. '1941 . Field Methods of Testins for Root-knot
Infection-P h y t o p a t h o l o g y , 3 7 : 8 5 9 3 .
Widjaja, W.W. 1972. Obsewations on the root-knot nematodes as to some
horti-cultural crops in Indonesia.
South East Asia Regional Symposium on plant diseases in the tropics.
Yogiakarta, September. I 972.
Widjaja, W.W. and W.A. Windrich. 1974. Studies on Nematological Problems in
Horticulture.
Agricultural Cooperation Indonesia The Netrherlands.
Research Reports, 1968 1974.
Section I [, Technical Contribution.
W i n s l o w . R . D . a n d R . J . W i l l i s . 1 9 7 2 . N e m a t o d e D i s e d t e s o f P o t a t o e s .