BIODEGRADASI DAN MORFOLOGI
POLIPADUAN
GRAFTING LDPE
TAPIOKA DENGAN
INISIATOR DICUMIL
PEROKSIDA
(BIODEGRADABLE AND MORPHOLOGY LDPE.TAPIOCA BLENDS
GRAFTING
USING
DYCUMIL
PEROXIDE
AS
INISIATOR)
ArumYuniari
t)Email: [email protected]
Diterima: 8 Agustus 2011
Disetujui:
15 Nopember20Il
ABSTRACT
Biodegradable plastics can be made by grafting LDPE and tapioca using dyeurnil peroxide as
initiator
and maleic anhydride as cornpatibilizenMaleic
anhydridegrafting
onLDPE
is one way to rnake LDPE rnorepolar
so itwill
easily hydrolyzed and oxidized. The research objective was to determinethe changes inphysicalpropertiesandmorphologt of
LDPE / tapiocagrafting
before and arter burial
in
soil. The mixing process was done by Rheocord filaatce OOS.fhi
simp[e
compositionsoflDPE/tapiocawere:
80/20; 75/25; 70/30; 65/35 and 60/40.Biodegradationlest
was conductgd by
burial
insoilfor
I 20 days with 30 daysof
observation time. Tb obiervephysical
properties changes, SEM and
FTIR
tests werepedormed
before andafter
burial tn
ioit.
fhe
results showedthat after
burial
in soil, the tensile strength and elasticity were decreased and therate
ofweight
loss was increased. The highest percentageofweight
loss occursin
the sampleswith
ratio of
LDPE/tapioca of 60/40,whichwas
55.89 96 afterburialfor
120 days. Theresilt
of
th9 infrared spectrophotometer
@nry
tust showed no changeoffuictional
groups before andafier
burial in
soil. Olservations by SEM test on the sudace ofthe LDPE / tapiaca potib[endafter
burtal in soil showed no pits / holes at the surface.
Keywords: biodegradation, LDPE, tapioca, rnaleic anhydride, dicumylperoxide
ABSTRAK
_
Plastik biodegradasi dapatdibwt
darigrafiinglDPE
dan tapioka menggunakan inisiator dycumil peroksida dan kompatibiliser maleat anhidrat. Proses pencampuranaiUf,*ao
denganRheocord(Haake 90). Graftingmaleat anhidratpadaLDPEmerupakan salah satucaramembuat
LDPE
menjadipolar
sehingga mudah terhidrolisa dan teroksidasi. Tujuanpenelitian
adalah mengetahui perubahan sifat fisika danmorfologi
graftingLDPBltapioka
sebelum dan sesudahpemendamandalamfanah.PerbandinganLDPEdantapiokaberturui-tururtadalah:80/20;75125;
70130; 65135 dan 60/40.
Uji
biodegradasi dilalarkan dengan pemendaman dalam tanah selamall0
han
denganwaktu
pengamatan setiap30
hari.
Pengujiansifat fisika,
SEM
danFTIR
dilakukan sebelum dan sesudah pemendaman dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwasesudah pemendaman dalam tanah maka kuat
tarik,
kemuluran menurun danhju
kehilanganberat
makin
besar.
Prosentasekehilangan
berat
tertinggi
adalahpada
ierbmdinEan
LDPE/tapioka 60/40 yaitu sebesar 55,89 Yo denganwaktu pemenda:nan seiama t2O nari. Hasil
analisa
_spectrophotometer
infra
merah(FTIR)
menunjukkan bahwatidak
teriadi
perubahangugus
fungsi
sebelumdan
sssrdah pemendamandaiam
tanah. pengamatan dengan SEM permukaan polipaduanLDPE/tapioka
sesudah pemedaman dalarn tanahtidak
rata
tampak berlubang-lubang.Kata kunci: biodegradasi,
LDPE,
tapioka, maleat anhid1s1, dicumil peroksidat)
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastih Yogiakarta
PEI\DATIT]LUAN
Produksi
plastik didunia tahun
2010diperkirakan
mencapailebih dari 304
(tigaratus
empat)juta
ton per
tahun
(Anonim,2010). Kebutuhan bahan plastik lebih unggul
dari
pada bahan
yang lainnya.
Salah
satu pemrasalahanpenting
mengenai lingkungandidunia
ataupun
di
Indonesia
kfiususnya,adalah
mengenai sampah
plastik.
Plastiksangat
sulit
terdegradasidialam.
Salah satuusaha
untuk
mengatasi
hal
ini
denganpembuatan
plastik
ramah
lingkungan.
Keberadaan plastik ramah lingkungan sangat
diharapkan pada masa
kini,
terlebih
dengansemakin meningkatrya beban
lingkungankarena sampah, nafinrn perkembangan
plastik
ramah
lingkungan
sangatlambat
terutamauntuk tujuan
komersial.Hal
ini
disebabkan harga masih mahal dan sifat yang agaklain
dari plastik konvensional.Salah satu metoda pernbuatan
plastik
ramah lingkungan
adalah dengan
carapenempelan
pati
pada
polietilena
(PE)termodifikasi.
Salah
satu bentuk
PE termodifikasi adalah dengan cara penempelanMAH
pada rantai molekul PE melalui proseskopolimerisasi tempel
(Sunit
Hendrana dkk,2000).
Plastik yang terbiodegradasi merupakan
polimer
atau campuranpolimer yang
dapatterhidrolisa
oleh
enzim
atauhancur
secarakimiawi, plastik
akan
terpecah
menjadioligosaccharides
atau
monomer-monomermelalui
depolimerisasi,
dan
terdegradasi menjadi gas melalui mineralisasi. Plastik yang dapat terbiodegradasi dapat digunakan untuk:pertanian, kemas makanan, pengemas sekali
buang (Anonim,1993).
Beberapa bahan
polimer
biodegradasiantaralain:
l.
Polycaprolactone
dibuat
oleh
UnionCarbide
dari
proses
polimerisasi
caprolactone(Tokiwa
et
al,
1990a danleeob).
2. Polylactic
acid
dibuat
oleh
Cargill,
Minneapolis,
MN,
USA dari
proses polimersasi dilactone atau lactic acid.3.
Polybutylene Succinate
(PBS)
danPolybutylene Succinate
Adipate
(PBSA)dibuat
oleh
Showa
Highpolymer
Inc.,Japan.
4. Polyvinyl alcohol (PVA)
merupakanpolimer
sintetis yang mudah terbiodegradasi (Sakaiet al., 1987).Penelitian tentang
plastik
ramah
lingkungan
telah dilakukan oleh
beberapapeneliti
antara lain: pencampuran plastik dan pati jagung (Zeamays) serta chitosan (limbah cangkangudang) dilaporkan
oleh
(
Luluk
Mufidah
dkk,
2008). Plastik
ramah
lingkungan dari kopolimerisasi tempel malaet
anhidrat pada
polietilen dan
pati
dapat menghasilkanplastik
lebih murah dantidak
meninggalkan sisa
pelarut (Sunit
Hendranadkk,
2000).
TakashiMasuda
et
all
(1995)melaporkan bahwa bahan
plastik
yang dapat terbiodegradasi dapatdihasilkan
dari sintesa polyester aliphatic.Komposit
darigrafting LDPE
dan patimenggunakan
inisiator benzoil
peroksidadapat
menghasilkan
polimer yang
dapatterdegradasi
sempurna
dalam
tanah
(Inderj eet Kaur dan Neena Gautam , 20 1 0).
Polimer
crilnpuran
dari
bahan
yang mengandung bakteri poly(3 -hydroxybutyrate)menghasilkan
plastik
yatg
dapat
terbiodegradasi (Scandola, M., 1 995).
Polietilen (PE) terdiri dari berbagaijenis
berdasarkan
kepadatan
dan
percabanganmolekul.
Sifat
mekanisdari polietilen
@E)bergantung pada
tipe
percabangan, sbuktur kristal dan berat molekulnya. Stuktur molekuldapat dipengaruhi
oleh katalis
dan
kondisireaksi yang digunakan. Pada suhu dan tekanan
rendah dikombinasi dengan
katalis
logamftansisi dihasilkan produk deng anrantai
linier
dan densitas tinggi (HDPE). Suhu dan tekanan
yang lebih tinggi dan
dikombinasi
dengan katalis jenis peroksida menghasilkanpolimer
dengan
molekul
bercabang
dan
densitasrendah(LDPE).
LDPE (Low
Density
Polyethylene),merupakan polietilen dengan kisaran densitas
antara 0,91-0,949lcm' dengan cabang-cabang pendek maupun panj ang (Gupta,
R.K,
199 4).Molekul pati
mempunyai rumuskimia
CeHroOs
terdiri
dari amilose dan amilopektin.Pati
banyak digunakan sebagaifiller
dalam pembuatanpolimer plastik
agarplastik
yang dihasilkan cepat mengalami degradasi.Penambahan
pati
pada poletilen
diharapkan agar
mikrobia
dapat merusak patidan akibatnya
molekul
plastik berpori-
pori
yang
dapat meningkatkanluas
penrrukaanmolekul polietilen,
dan
selanjufirya
cepatmengalami degradasi.
Polimer dapat merupakan pencampuran yang kompatibel dari dua atau lebih polimer,
baik campuran homogen atau heterogen dalam skala mikroskopis. Kompatibilitas merupakan
tingkat
keterpaduandari
sebuah campuran. Salah satu upaya meningkatkan kompatibitas dapatdilahlkan
dengan cara memodifikasipermukaan
polietilen
agar dapat berinteraksidengan
bahan-bahan
lain
(Chan,
1994;Peacock, 2000). Metoda yang
effektif
untukmemasulkan sifat-sifat yang diinginkan
kedalam
polietilen
adalah dengan teknik
grafting (tempeVcangkok) (Choi er al., 2003).
Kelebihan
graftmg
adalahpolietilen
dapatdifungsionalisasi berdasar
sifat
monomeryang
terikat
secara
kovalen
taapa
mempengaruhi struktur dasar polietilen. Menurut (Hasnah
Muin,
2005)polimer
yang bersifat
biodegradasiadalah polimer
yang
pada rantai
utamanya
mengandung gugus-gugus fungsi yang mudah terhidrolisaatau teroksidasi
lanjut oleh
enzim.
Tujuanpenelitian
adalah
untuk
mengetahui
perubalran sifat
fisika
danmorfologi
grafting
LDPE/tapioka
dan maleat anhidrat sebelumdan sesudah biodegradasi.
BAHANDANMETODE
BahanPenelitian
Bahan dalam penelitian
ini terdiri
atasLow
Density
Polyethylene
(LDPE)
merk AsreneUI
2650 bentukbutiran dari
Jakartadan bahan pembantu
yang
digunakan yaitu:tapioka
yang
diperoleh
dari
pasaran di
yogyakarta
denganukuran
t0
mpr, maleatanhidrat, asam stearat,
gliserol
dandikumil
peroksida
(DCP)
merk
Aldrich
ChemicalCompany Inc.
AlatPenelitian
Alat
penelitian
terdiri
atas
neracaanalitis
(Sartoriustipe
BP4100,
kapasitas200
B,
Rheocord
(Haake
90),
mesin
pencacah/grinder, hydraulic press
(Toyos eiki,A
652200500),
tensile strength
tester
(KaoTieh,
model
KT
7010
A,
seri
70287,kapasitas
500
kg),
Scanning Electron
Microscopy (SEM) (Jeoul),
Fourier
Transform
Infrared
Spertophotometry(FrrR)
(Shimadzu).
MetodePenelitian
Rancangan
Penelitian
Untuk
mendapatkan
plastik
ramah lingkungan dari carrpuran LDPE dan tapiokafaktor-faktor
yang dipelajari
meliputi
pengaruh
perbandingan LDPE/tapioka
berturut-turut:
801201. 75125;
70130; 65135dan 60140
phr
dengankompatibiliser
maleat anhidratjumlahnya
dibuat tetapyaitu
4
pht
Dan
sebagai pembanding
dibuat
kontrol
LDPE/tapioka 100/0. Formulasi
kompon disajikanpadatabel 1.Proses pembuatan
plastik yang
dapat terbiodegradasi dilaksanakan sebagai berikut:pencampuran bahan- bahan dilakukan dalam Rheocord
(Haake90)
dengan terlebih dahulutapioka,
as{rm stearat,
DCP dan
gliseroldicampur menggunakan internal mixer. LDPE
dimasuk&an kedalam hopper sambil ditambah
maleat
anhidrat. Prosesblending dilahrkan
dalam Rhe o c ord (H aake 90) pada suhu I 70 oC,kecepatanputar40 rpm selama 6 menit.
Grafik
dilayar monitor diamati
hingga energi putar menunjukkankonstan.Tabel 1. Formulasi campuran LDPE-patr
Bahan Jumlahbahan F1 F2 F3 F4 F5 LDPE 80 75 70 65 60 Pati 20 25 30 35 40 Maleat anhidra 4 4 4 4 4 Asam stearat 5 5 5 5
)
DCP 2 2 2 2 2 Gliserol 5 5 5 5 5Bila
torsi
sudah
stabil
campurantapioka, asam stearat, DCP dan gliserol masuk
kedalam hopper.
Amati torsi
hingga
stabil,kompon
plastik
yang
sudah
homogen
dikeluarkan
dari
Rheocord.Kompon
plastikdiambil
dan dikeringkan pada
suhu kamar,selanjutnya dimasukkan
kedalam
alat
pencacah
(Grinder).
Serpihan-serpihan
kompon
plastik
dinrasukkanalat
pelletizinguntuk
dibuat butiran berbentukpellet.
Pelletplastik
dipress dengan alathydraulic
press pada suhu 170oC, tekanan 150 kg/cni'zselama6
menit.
Lembaran
plastik
selanjutnyadipotong
sesuai kebutuhan
pengujian.
Pengujian
Pengujian
kompon
polipaduan LDPEdan tapioka dilakukan terhadap sifat fisis yang
meliputi
kuat
tarik
dan
kemuluran
danmorfologi polipaduan LDPE/tapioka
meliputi
uji
SEM (Scanning Electran Microscopy) danFTIR pada kondisi awal dan setelah perlakuan
pemendaman
dalam
tanah
(biodegradasi). Sampel plastik dengan ukuran cuplikan 10 x 3x
0,2 cm,
dipendamdalam
tanah
denganinterval waktu
pengamatan sampel adalah :30; 60; 90 dan
l}0hai.
Sebelum dan sesudah penanaman cuplikan ditimbang dan berat yan ghilangdihitung.
I{ASIL DAN PEMBAITASA}I
Pengaruh perbandingan LDPE/tapioka
terhadap
sifat kuat
tarik
dan kemuluran
awal
Komposisi
optimal
polipaduan
ditentukan
berdasarkan
sifat fisis
bahan terutama pada kuat tarik dan kemuluran. Sifatfisis
suatu bahan dipengaruhi oleh sifat alami masing-masing komponendan
kemampuan ikatan dalam senyawa ponyusunnya. Hasiluji
sifat fisika
yang meliputi
kuat
tarik
dan kemuluran menunjukkan besarnya kedua sifatfisis
tersebut dipengaruhi oleh kadar tapiokadalam matriks polimer. Gambar
I
dan 2 adalah hasiluji kuattarik
dankemuluran dipengaruhi oleh jumlah tapioka yang ditambahkan dalammatriks
polipaduan,
makin banyak
kadartapioka yang
ditambahkankuat
tarik
dan kemuluranturuJl, halini
sesuai dugaan semulabahwa
kuat
tarik
dan
kemuluran
hanyadiberikan oleh
polietilen
saja, sedang tapiokatidak
mempunyaikontribusi
padakuat tarik
maupunkemuluran.
Dengan demikian turunnya jumlah
LDPE
(makin
banyakjumlah
tapioka)
kuattarik
maupun kemuluranjuga turun.
Hal ini
didukung
oleh
pendapat
(Lies
A
Wisoyodharmo
dkk,
2005)
dan(Maria
lJlfa
Christianti, 2009) yang
menyatakan bahwa makin besar konsentrasi tapioka ataupun saguyang ditambahkan ke dalam matrik
polietilen
maka kekuatan
tarik
dan kemuluran makinmenunrn.
Kuat
tarik
maupun
kemuluran terendahpada
perbandingan LDPE/tapioka60140,
yaitu
sebesat 65,66kg/cd dm
36,52%.
Penurunanlarat
tarik
dari
polipaduan LDPE dan tapioka disebabkan oleh lemahnyainterfocial
adhesion
tapioka yang
bersifathidrophilic
dan
tidak
kompatibel
denganpolimer
hidrophobic (Thakore
et
a1,1999).,15
*r-LDPE/Pati
Gambar 1. Kuat tarikpolipaduan LDPE dan
tapioka Kemuluran 90 -o 80
lzo
Eoo!50
:40 beo Yzo 10 0Gambar 2. Kemuluran polipaduan LDPE
dan tapioka
Pengaruh
waktu
pemendaman dalam
tanah
terhadap
perubahan berat
polipaduan LDPE
dantapioka
Biodegradasi
graffing
LDPE/tapiokadiuji
melalui
pemendaman dalam tanah dandiamati
sebagai
fungsi
waktu,
hasilnya
disajikan pada Gambar
3.
Analisis
laju
kehilangan
berat polimer,
pengamatandilal$kan
setiap 30 hari.60 50 IR .r40 I o o Etn c 5 cln s_-10 0 + rDPE/PATI 80/20 -{- tDPE/PAI 7sl25 + rDFtlpATl 70/30 + TDPIIPAT' 65/3s --l- tD PtlPATt 60/40 1s0 hari 100 dalam tr 50
Gambar 3. Laju kehilangan berat polipaduan
LDPE dan tapioka
Makin
besar
penambahan jumlah
tapioka pada
LDPE
menyebabkan kerusakanpolimer
campuranmakin
meningkat denganbertdmbalnya
waktu
pemendaman dalam tanah (Gambar3).
Kehilangan beratpolimer
campuran naik
secaratidak linier
dengan bertambahnyawaktu
pemendaman pendapatyang sama disampaikan oleh (Inderjeet Kaur
dan
Neena Gautam,
2010).
Hal
ini
kemungkinan penyebaran
mikroorganismedalam tanah tidak homogen. Kehilangan berat
terbesar
dimiliki
oleh
polipaduan
LDPE/tapioka 60/4A dengan
lama
pemendaman
120
hari
yaitu
sebesar 55,89 %.Pengaruh
waktu
pemendaman terhadap
penurunan
sifat kuattarik
dankemuluran
Uji
kuattarik
dan kemuluran terhadappolipaduan LDPEltapioka
sesudah
biodegradasi dimaksudkan untuk mengetahui
tingkat
kerapuhan
dari plastik
setelah dipendam dalam tanah.Hasil
uji
penurunankuat
tarik
dan kemuluran
sesudah
pemendaman
dalam tanah disajikan
dalamGarrbar 4dan5.
Gambar
4
dan5
menunjukkan bahwavariasi
waktu
pemendaman
dalam
tanah sangat berpengaruh terhadapsifat kuat tarik
dan
kemuluran
Makin
lama
waktu
pemendamannilai
penurunan kuattarik
dankemuluranmakinbesar.
Hal
ini
kemungkinan
disebabkan makin lama waktu pemendaman akan makinbanyak terbentuk radikal, pelepasan hidrogen
dan akhimya terjadi pemutusan rantai.
Gugus-gugus
radikal
membentuk ikatan
silang
yaig
menyebabkan terjadinya
pembentukkan
gel
sehingga
kristalinitas
polimer turun,
akibatnya
polimer
medadi
kaku
dan rapuh.
Penurunankuat
tarik
dan kemuluran tertinggi selama pemendaman 120hari dijumpai
padapolipaduan
LDPE/pati60140
yaitu
sebesar62,16
%
dan 65,67 yo.Proses kerusakan
polimer
campuran dipicu olehkondisi
lingkungan seperti kelembaban,sinar ultraviolet.
Fada dasarnya plastik
berbasis
minyak
fumi
yang
mengandungaditif kimia
akan mengalami
perubahansignifikan dalam
stnrkturkimianya
menjadipartikel ukwan
lebih kecil. Makin
tinggi
konsentrasi tapioka penwunan kuattarik
dankemuluran setelah pemendaman dalam tanah
makin
besar.Hal
ini
didukungoleh
(LiesA
Wisoj odharmo dkk, 2003) mengatakan bahwa
makin tinggi jumlah tapioka
ditambahkan kerusakanmakinbesar.Gambar 4.
Grafft
penurunan kuattarik
setelah pemendaman dalam tanahGambar 5. Grafik kemuluran setelah pemendaman dalam tanah
-x-4
---t
-4
ry-
/---s80
i70
5oo
Eso
-g
40830
=20
iro
Eo
Hasil uji,Sc anning Electron
Microscolry
Morfologi
permukaan polipaduan yangdisajikan pada Garnbar
6
memperlihatkan bahwa bentukalami
tapioka tidak tampak, halini
mengindikasikan bahwa
tapioka
bercampur
secarahomogen.
Homogenitascampuran
cukup
baik
ditunjukkan
dengantingkat
distribusi
fase
terdispersi
secaramerata,
namun demikian
ikatan
interfacialyang terj adi masih belum optimal.
Gambar 6. SEM LDPE/tapioka 80/20
MAH
4
phr
sebelum pemendaman dalam tanah perbesaran 1000xGambar 7. SEM LDPE/tapioka 80/20
MAH
4
phr
sesudah pemendaman dalam tanah perbesaran 1000x
Gambar 7 menyajikan SEM polipaduan yang
telah
dilakukan
pemendaman dalam
tanah dan tampak bahwa penrrukaan sudah
tidak
meratat
mpak
lubangJubang,hal ini
kemungkinan disebabkan
oleh
penurunanfibrilitas polipaduan yang ditunjukkan dengan furunnya nilai kuat tarik dan kemuluran.
Karakterisasi polipaduan LDPE/tapioka
denganFTIR
Metode Fourier Transform
InfraredSpectroscopy
(FTIR)
dimaksudkan
untukmengetahui
kualitatif
informasi gugus fungsi dankarakteristik
kimia
darigrafting
LDPE Itapioka sebelum dan sesudah pemendamandalam
tanah
dan hasil
uji
disajikan
pada Garnbar8 dan9.Garnbar
8
merupakan
hasil
spektraFTIR
grafting
LDPE/tapioka
dan
maleatanhidrat
(MAH). Dari grafik FTIR
tampak telah terjadi interaksiantaralDPE
+MAH
+DCP,
hal
ini
ditunjukkan oleh
munculnyapuncak
serapan
panjang
gelombang
34171453
cm'untuk
gugus fungsiO-H
dan2918-2921crn'
k*rasuntuk
CI{2dari
LDPE dan maleat anhidratyang didukung
puncakserapan panj ang gelombang pada daeruh I7 14
cmtuntuk
gugus karbonil(C:O)
dari maleat anhidrat sedangkan gugus fungsi H-C-H padapanjang gelombang
719
cm-t. Menurut
(Chandra
dan
Rutsgi,
1998)
bahwa
karakteristik panjang
gelombang
tersebutmenujukkan
tapioka terdistribusi
secaramerata pada matriks
plastik.
Gambar
9merupakan
grafik FTIR
dari
grafting
LDPE/tapioka
dan
maleatanhidrat
sesudah dilakukan pemendarnan dalam tanah.Gambar 8. grafik
FTIR
LDPE/tapioka 80/20MAH
4 phr sebelumpemendaman dalam tanahs0dt e06 {fi :
....Y..ryEp!!t!ir!Jv-fr-:)... . ...-.-.. **- -
,.-Gambar 9. grafik
FTIR LDPE/tapioka8Dl2}
MAH
4 phr sesudah pemendaman dalam tanahDaA
2
(dua)
gambar tersebut
diatas tampak bahwa tidak terjadi perubahan gugusgungsi
sebelumdan
sesudah pemendamandalam tanah. Gugus
fungsi yang
ada:O-H
pada panjang gelombang
3739,031834,05cffi-t,
gugus
fungsi
C:O
pada
panjang gelombang 1643-17 00cm -t darl gugus fungsiC-H
pada
panjang
gelombang
1424,15-1461,99
crn'.
KESIMPT]LAII
l.
Makin
larnawaktu
pemendaman dalam tanah sifat kekuatan tarik, kemuluran danberat polipaduan LDPE/tapioka
(MAII)
makintuun.
2.
Analisa
specfrophotometerinfra
merah@TIR) menunjul*an
bahwa polipaduanLDPEltapioka
(MAH)
sesudah
pemendaman
dalam
tanahtidak
terjadiperubahan gugus
fungsi.
Gugus fungsiyang
ada
yaitu: O-H
pada
panjang gelombang 3739,03-3834,05crnt,
gugusfungsi
C:O
pada panjang
gelombang1643-1700 cm-'
dan
gugus
fungsi
C-H
pada panjang gelombang
1424,15-1467,99cml.
3.
Permukaan
polipaduan
LDPE/tapioka
sesudah pemendaman dalam tanah yangdiamati
dengan
Scanning
Electron
Microscopy
(SEM)
tampak
tidak
ratamuncullubang
lubang.DAT'TARPUSTAKA
Anonim.
2010.
Produlcsi
Plastik
Dunia.
AntaraNews. http
://www.
antar
anews.com/vied.diakses I
I
Maret 201l.
Anonim.
1993.
Projections
of
World
Consumption Biodegradable Plastics inThe Year. Chemical Week, October, 27.
Chan,
C.
M.,
1994.
Polymer
Surface
Modification and Characterization.
Hanser/Gardner
Publication,
Inc.,
Cincinati,
l-5.
Choi,
S.
H.,
Hwang, Y.
M.,
Ryoo. J.
J.,Lee,
K.
P.,
Ohta,
K.,
Takeuchi,
T.,Jin,
J.
Y
and
Fujimoto,
C.,
2003.
Surface
Grafting
of
Glycidyl
Methacrylate
on Silica
Gel
and
Polyethylene Bead. Proceedings
of
The APCE Meeting,
Shanghai,
China. October
11-
I.Yol24,Issue
l8,pages
3181-3186.
Chandra,
R.
and Rutsgi,
R.,1997.
Biodegradation
of
Maleated
Linear
Low
DensityPolyethyleneand
StarchBlends. Polymer
Degradation
and Stabilizatio n. 5 6. 185 -202.Gupta,
R.K.,l994.
Handbook
of
Small
Scale
Plastics Projects
&
Processing
Teehniques.
Small
Business Publication, Roop
Nagar,
Delhi-India.
Hasnah
Muin.
2005.Memasukkan
GugusFungsi
pada
Rantai
LDPE
untuk
mernudahkan
degradasi. Institut
Teknologi
Bandung.
Indeerjeet
Kaur dan
Neena
Gautam.
2010. Starch Grafted Polyethylene
Evincing
Biodegradation
Behaviour. Malaysian
polymer
Journal.
Vol5
Nol,
p 26Lies.
Wisoyodharmo,Yelvia
Deni,
Doni
A
Winarto dan
Syuhada.
2003.
Pernbuatan
Plastik
Ramah
Lingkungan. Proseding
Seminar
Teknologi untuk Negeri,
Vol
I
hal
361-370.
Luluk Mufidah,
Fidyah Nanda
Kusuma,
Rindy
Astri
Wilujeng
dan Choirul
Anwar.
2008.
Inovasi
Pembuatan
Plastik
Ramah
Lingkunga.n
(Biodegradable)
Berbahan
Dasar
Pati
Jagung
(Zea
mays)
Dan
Chitos
an
(limbah
Cangkang
Udang). Laporan
Akhir
Program
Kreativitas
Mahasiswa,
Universitas
Negeri
Malang.
Maria
Ulfa
Christianty.
2A09.
Produksi
TakashiMasuda,AkioMatsuda,Yasuteru
Biodegradable
Plastik
Melelui
Pencarnpuran
Pati
Sagu
Thermoplastis
dan
Compatibilized
Linier
Low
Density
Polyethylene.
Sekolah
Pascasarj
ana
Institut
Pertanian Bogor.
Peacock,
A.
J.,
2000.
Hand Book
of
P oly ethyl ene
Structures,
Properties
and
Applications. Marcel
Dekker,
Inc.
Sakai,
K., N.,
Hamada
and
N.Y.
Watanabe.
1987.Identffication and
Characteristics
of
Poly
(vynil
alc
ohol)-degrading
bacterium.
Journal
of
Macromolecul
ScienceKagaku
toKogyo 6l:372-377
.Scandola,M.,
1995.
Morphlogy
and
Biodegradation Behaviour
of
Polymer Blends
Containing
B
acterial
Poly
( 3 -Hydroxybutyrate)
International
Syrnposium
on
Boidegradable Polymers. Shinjuku
Park
Tower Tokyo,
Japan.Sunit
Hendrana,
Retno
Yusiasih,
Sudirman,
Ipit
Karyaningsih
danDjimat Lisnawati.
2000.
Kopolirnerisasi
Tempel
Anhidrid
Maleat Pada Polietilen
Dengan
proses
Blending untuk Plastik
Ramah
lingkungan.
Prosiding
Pertemuan
dan
Presentasi Ilmiah
Penelitian
Dasar
Ilmu
Pengetahuandan Teknologi
Nuklir,
Yogyakarta
25-26
JilL
Kajikawa,
Kentarou
Yamawaki,
Ikuo
Takahashi
and Kenji
Koumoto.
1995.
Synthesis
and
Biodegradation
of
Aliphatic
P oly ester.
International
Symposium
on
Boidegradable
Polymers
.Shinjuku
ParkTower Tokyo,
Japan.Tokiwa,
Y.,
A.
Iwamoto
andM.
Koyama.
1990a. Developrnent of
biodegradable
plastics
containing
polycaprolactone
and
or
starch.
Polymer Preprints
American
Chemical Society,
Division
of
Polymer Materials
Science
and
Engineering
63 : 7 42-746.
Tokiwa,
Y.,
T. Ando,
T.
Suzuki and
T.Takeda. 1990b. Biodegradation
of
Synthetic Polymers Esters Bond.
In:
Proc. American
Chemical
Society,
Division
of
Polymer
Materials,
Science and Engineering
62:
988-992.
Thakore,
I.
M.,
Iyer,
S., Desai,
A.
andLee,
A.,
1999.
Morphology,
Thermochemical.
Properties
and
Biodegradability
of
Low
density
Polyethylene/Starch
Blends.
Journal
of
applied
Polymer,
Science. 7 4. 27
0t-2802.