Laporan Keuangan (Unaudited)
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 September 2020 dan 31 Desember 2019
Halaman
Surat Pernyataan Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keuangan
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan
1
Laporan Surplus Defisit
Underwriting
Dana
Tabarru'
2
Laporan Perubahan Dana
Tabarru'
3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
4
Laporan Perubahan Ekuitas
5
Laporan Arus Kas
6
Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat
7
Laporan Perubahan Dana Tabungan
8
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan
9
Catatan Atas Laporan Keuangan
Informasi Umum
10
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
11
Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
17
Penjelasan Pos-pos Laporan Posisi Keuangan
18
Laba Per Saham Dasar
46
Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi
46
Kebijakan Manajemen Modal dan Risiko
47
Perjanjian Penting
47
33
Informasi Penting Lainnya
48
41
Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru
48
Tanggung Jawab Manajemen
49
Lampiran-lampiran:
DAFTAR ISI
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2020 DAN 30 SEPTEMBER 2019
LAPORAN KEUANGAN UNAUDITED
ASET
Kas dan Setara Kas 2c, 4 10.151.128.201 7.754.877.871 Piutang Kontribusi 2o, 5 18.150.215.400 7.216.490.576 Piutang Reasuransi 2o, 6 12.681.998.043 11.523.453.747 Piutang Lain-lain 2o, 7 12.358.834.803 12.875.154.925 Aset reasuransi 2o(2), 13 31.307.890.165 28.752.500.862 Biaya akuisisi yang ditangguhkan 2p, 7d 15.469.710.437 13.660.026.737 Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka 2f, 8 4.893.179.468 275.779.761 Investasi
Deposito Mudharabah 9a 22.875.000.000 21.120.000.000 Investasi Lain 9b 250.000.000 50.000.000 Investasi Penyertaan Langsung 9c 10.355.000.000 10.605.000.000 Aset Keuangan
Dimiliki Hingga Jatuh Tempo 10a 22.878.773.711 23.004.960.005 Dimiliki Untuk Diperdagangkan 10b 2.078.000.000 1.999.600.000 Tersedia Untuk Dijual 10c 41.499.312.268 54.536.517.755 Aset Tetap
2g, 11 8.640.958.887 1.554.403.131 Aset Pajak Tangguhan 2k,16c 453.349.000 453.349.000 Aset Lain-lain 12 1.262.570.777 2.650.224.387
JUMLAH ASET 215.305.921.160 198.032.338.757
LIABILITAS, DANA SYIRKAHTEMPORER DAN EKUITAS LIABILITAS
Liabilitas Kepada Pemegang Polis
Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan 2o3, 13a 47.571.770.789 36.391.571.455 Penyisihan Kontribusi Yang Belum Menjadi Hak 2o3, 13b 9.737.514.859 14.403.378.191 Klaim yang sudah terjadi tapi belum dilaporkan 2o3, 13c 5.582.065.620 4.888.057.159 Hutang Klaim 66.795.762 -Penyisihan Ujroh 13d 30.146.586.729 26.608.432.284
Jumlah Liabilitas Kepada Pemegang Polis 93.104.733.760 82.291.439.089
Titipan Kontribusi 2o7, 14 3.494.634.736 866.323.049 Utang Koasuransi 2o, 15a 1.289.693.172 804.374.302 Utang Reasuransi 2o, 15b 5.696.222.134 5.785.414.270 Utang Pajak 2k, 16a 45.795.439 295.171.768 Utang Zakat 17 3.632.494 45.854.544 Beban Akrual 18 741.227.096 824.509.244 Utang Lain-lain
Pihak Berelasi 2e, 19 9.154.003.798 4.472.838.490 Pihak Ketiga 2e, 19 941.023.747 303.337.889 Imbalan Pasca Kerja 3e, 20 1.813.396.000 1.813.396.000
JUMLAH LIABILITAS 116.284.362.376 97.502.658.645 DANA SYIRKAHTEMPORER
Dana SyirkahTemporer Mudharabah 2o(6) 1.311.277.504 1.217.052.255 Dana Tabarru' 2o(6) (15.415.706.049) (14.385.773.683)
JUMLAH DANA SYIRKAHTEMPORER (14.104.428.545) (13.168.721.428) EKUITAS
Modal Saham
-22 100.000.000.000 100.000.000.000 Agio Saham 22b 13.381.942.138 13.381.942.138 Keuntungan Aktuarial atas Program Imbalan Pasti 20 88.413.000 88.413.000 Kerugian Belum Direalisasi atas
Perubahan Nilai Wajar Aset Tersedia Untuk Dijual 10c (2.430.269.588) (1.716.188.108) Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya 2.085.901.779 1.944.234.510
JUMLAH EKUITAS 113.125.987.329 113.698.401.540
(Setelah Dikurangi dengan Akumulasi Penyusutan per 30 September 2020 dan 31 Desember 2019 sebesar Rp2.081.131.487 dan Rp1.497.497.862)
Modal dasar ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 1.000.000 lembar dan 60.000 lembar pada 31 Desember 2019 dan 2018, dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham.
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 215.305.921.160 198.032.338.757 30 September 2020 31 Desember 2019 Catatan
PENDAPATAN ASURANSI
Kontribusi Bruto
2o7, 23
72.076.050.678
80.974.844.411
Ujrah
Pengelola
2o7, 24
(26.937.909.748)
(30.869.504.670)
Bagian Reasuransi
2o7, 25
(20.472.740.800)
(26.398.901.189)
Perubahan Kontribusi Yang Belum Menjadi Hak
13b
1.921.299.362
(8.087.342.812)
PENDAPATAN ASURANSI BERSIH
26.586.699.492
15.619.095.740
BEBAN ASURANSI
Pembayaran Klaim
2h, 26
48.273.804.008
41.282.268.821
Klaim Reasuransi
2o(7)
(27.064.243.069)
(21.304.523.131)
Beban Penyisihan Teknis
6.574.254.523
110.743.190
BEBAN ASURANSI BERSIH
27.783.815.462
20.088.488.880
Surplus Neto Asuransi
(1.197.115.970)
(4.469.393.140)
Hasil Investasi
2i
119.915.798
464.508.370
Pendapatan (Beban) Lain-lain
68.277.806
44.086.309
SURPLUS
UNDERWRITING
DANA
TABARRU'
(1.008.922.366)
(3.960.798.461)
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Surplus (Defisit)
Underwriting
Dana
Tabarru'
2o (6)
(1.008.922.366)
(15.503.041.364)
Distribusi ke Peserta
-
-Distribusi ke Pengelola
-
-SURPLUS (DEFISIT) DANA
TABARRU'
(1.008.922.366)
(15.503.041.364)
Kenaikan (Penurunan) Belum Terealisasi
2o (6)
(21.010.000)
10.635.000
PERUBAHAN DANA
TABARRU'
(1.029.932.366)
(15.492.406.364)
Saldo Awal Dana
Tabarru'
-14396408693
(14.385.773.683)
1.106.632.681
SALDO AKHIR DANA
TABARRU'
(15.415.706.049)
(14.385.773.683)
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2019
30 September 2020
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan Pengelolaan Operasi Asuransi
(Ujrah)
2o7, 24
26.937.909.748
30.869.504.670
Perubahan Ujrah yang belum menjadi hak
2o7, 24
(3.538.154.444)
(14.366.507.242)
Hasil Investasi
2i, 27
5.977.860.737
5.209.711.857
JUMLAH PENDAPATAN
29.377.616.041
21.712.709.285
BEBAN USAHA
Komisi
2h, 28
14.090.554.149
14.735.081.726
Perubahan Beban Komisi yang ditangguhkan
2h, 28
(1.809.683.699)
(8.497.842.342)
Ujrah
Dibayar
2h, 28
3.709.671.291
3.465.686.223
Akuisisi
2h, 29
98.250.000
96.481.300
Pemasaran
2h, 30
1.683.959.620
1.618.280.749
Beban Umum dan Administrasi
2h, 31
11.516.882.082
10.994.505.346
JUMLAH BEBAN USAHA
29.289.633.443
22.412.193.002
LABA (RUGI) USAHA
87.982.598
(699.483.717)
Pendapatan Non Usaha Bersih
32
57.317.165
71.828.391
LABA (RUGI) SEBELUM ZAKAT
145.299.763
(627.655.326)
Zakat
17
(3.632.494)
-LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
141.667.269
(627.655.326)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
Pajak kini
16b
-
-Pajak tangguhan
16c
-
-LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
141.667.269
(627.655.326)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke Laba Rugi
Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti
20
-
-Pajak penghasilan terkait pos-pos yang
Tidak akan direklasifikasikan ke Laba Rugi
16c
-
-Jumlah Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke Laba Rugi
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke Laba Rugi
Keuntungan (Kerugian) Belum Direalisasi Atas
Perubahan Nilai Wajar Aset Tersedia Untuk Dijual
(714.081.480)
195.687.547
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
(714.081.480)
195.687.547
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN
(572.414.211)
(431.967.779)
30 September 2020
30 September 2019
-Catatan
Catatan
Modal Disetor
Agio Saham
Keuntungan
(kerugian)
pengukuran
kembali imbalan
pasti setelah
pajak tangguhan
Keuntungan (Kerugian)
Belum Direalisasi Atas
Perubahan Nilai Wajar Aset
Tersedia Untuk Dijual
Saldo Laba Yang Belum
Ditentukan
Penggunaannya
Jumlah Ekuitas
SALDO PER 1 JANUARI 2019
100.000.000.000
13.081.942.138
228.877.000
(1.182.937.946)
693.674.099
112.821.555.291
Laba Bersih Tahun Berjalan
-
-
-
1.250.560.411
1.250.560.411
Agio Saham
-
300.000.000
-
-
-
300.000.000
-
(140.464.000)
-
-
(140.464.000)
-
-
(533.250.162)
-
(533.250.162)
SALDO PER 31 DESEMBER 2019
100.000.000.000
13.381.942.138
88.413.000
(1.716.188.108)
1.944.234.510
113.698.401.540
Laba Bersih Tahun Berjalan
33
-
-
-
141.667.269
141.667.269
Agio Saham
22b
-
-
-
-
-
-20
-
-
-
-
-
-10c
-
-
-
(714.081.480)
-
(714.081.480)
SALDO PER 30 SEPTEMBER 2020
100.000.000.000
13.381.942.138
88.413.000
(2.430.269.588)
2.085.901.779
113.125.987.329
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dari laporan keuangan secara keseluruhan
Keuntungan (kerugian) pengukuran kembali imbalan
pasti setelah pajak tangguhan
Kerugian Belum Direalisasi Atas Perubahan Nilai
Wajar Aset Tersedia Untuk Dijual
Keuntungan Aktuarial atas Program Imbalan Pasti
Kerugian Belum Direalisasi Atas Perubahan Nilai
Wajar Aset Tersedia Untuk Dijual
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan:
Kontribusi
2o(1)
42.339.817.363
55.895.627.899
Reasuransi
2o(1 & 2)
23.984.399.411
9.121.125.449
Lain - lain
2o(1), 2o(p)
10.429.932.141
1.834.296.665
Pembayaran:
Klaim
13 (a,b,c), 26
(40.524.252.211)
(28.887.040.975)
Pajak
2k, 31
(5.425.056)
(240.353.246)
Karyawan
31,34
(7.819.613.940)
(6.644.874.230)
Beban Usaha dan Lain-lain
2h
(27.794.642.792)
(21.876.400.588)
ARUS KAS BERSIH DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS OPERASI
610.214.916
9.202.380.974
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
2m, 10 (a)
126.186.294
(5.631.998.690)
Investasi Diperdagangkan
2m, 10 (b)
6.950.259.487
(21.736.185.250)
Investasi Lain
2m, 10 (c)
4.384.779.035
15.524.220.227
Perolehan Aset Tetap
2g, 11
(7.670.189.404)
(228.440.750)
ARUS KAS BERSIH DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
3.791.035.412
(12.072.404.463)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Hasil Emisi Saham Perdana
-
-Biaya Emisi
-
-ARUS KAS BERSIH DIPEROLEH DARI AKTIVITAS PENDANAAN
-
-KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS
4.401.250.328
(2.870.023.489)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
28.874.877.871
46.224.217.592
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
33.276.128.199
43.354.194.103
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN TERDIRI DARI:
Kas
2c, 4
7.761.697
5.562.697
Bank
2c, 4
10.143.366.502
10.048.631.406
Deposito
2c, 9
23.125.000.000
33.300.000.000
JUMLAH KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
33.276.128.199
43.354.194.103
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
30 September 2020
30 September 2019
SUMBER DANA ZAKAT
Zakat Dari Dalam Asuransi Syariah
17
3.632.494
31.677.613
Zakat Dari Pihak Luar Asuransi Syariah
-
-JUMLAH SUMBER DANA ZAKAT
3.632.494
31.677.613
Penyaluran Dana Zakat
45.854.544
-KENAIKAN (PENURUNAN) DANA ZAKAT
(42.222.050)
31.677.613
Saldo Awal Dana Zakat
45.854.544
14.176.931
SALDO AKHIR DANA ZAKAT
3.632.494
45.854.544
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2020
31 Desember 2019
Penerimaan Dana
2o (6)
291.663.191
1.024.901.947
Penarikan Dana
2o (6)
(291.832.282)
(165.757.155)
JUMLAH DANA DIINVESTASIKAN
(169.091)
859.144.792
Keuntungan (Kerugian) Investasi
2o (6)
2o, 6
86.046.490
25.177.312
Keuntungan (Kerugian) Investasi yang belum terealisasi
2o (6)
2o, 6
8.469.358
456.498
Biaya Investasi
2o (6)
2o (6)
(121.508)
(127.000)
Imbalan Bank Sebagai Agen Investasi
2o (6)
-
-PERUBAHAN DANA TABUNGAN
94.225.249
884.651.602
Saldo Awal Dana Tabungan
1.217.052.255
332.400.653
SALDO AKHIR DANA TABUNGAN
1.311.277.504
1.217.052.255
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2020
31 Desember 2019
Catatan
SUMBER DANA KEBAJIKAN
Pendapatan Non Halal
18.245.276
23.798.822
JUMLAH SUMBER DANA KEBAJIKAN
18.245.276
23.798.822
Penggunaan Dana Kebajikan
-
5.000.000
JUMLAH PENGGUNAAN DANA KEBAJIKAN
-
5.000.000
Kenaikan (Penurunan) Dana Kebajikan
2e,19
18.245.276
18.798.822
Saldo Awal Dana Kebajikan
28.159.538
9.360.716
SALDO AKHIR DANA KEBAJIKAN
46.404.814
28.159.538
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2020
31 Desember 2019
Catatan
1. INFORMASI UMUM
Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
Perusahaan berlokasi di Graha Kospin Jasa Jl. Jendral Gatot Subroto Kav.1 Jakarta. Perusahaan memulai kegiatan usaha secara komersial pada tanggal 14 September 2015.
Dewan Pengawas Syariah, Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Pengurus Perusahaan pada tanggal 30 September 2020 dan 2019 sebagai berikut:
Dewan Pengawas Syariah
Ketua : Anggota : Dewan Komisaris Komisaris Utama : Komisaris : Komisaris Independen : Komisaris Independen : Direksi Direktur Utama : Direktur Independen : Direktur Kepatuhan : Sekretaris Perusahaan Sekretaris : Komite Audit Ketua : Anggota : Anggota :
Unit Internal Audit
Kepala Satuan :
Mawar Arsiani Djunaid
Amin Musa
Setyo Utomo, CRMP, QIA
Mawar Arsiani Djunaid
Agus Haryadi Setyo Utomo, CRMP, QIA Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag.
Ibrahim Basuki Agus
Aji Darmaji
Ahmad Nugraha Moch. Andy Arslan Djunaid
Sachroni
Ibrahim Basuki Agus Dr. Mukhamad Yazid, Msi.
Moch. Andy Arslan Djunaid
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sachroni Dhimas Achmad Sidharta
Amin Musa Ahmad Nugraha
-Dhimas Achmad Sidharta
Agus Haryadi Ahmad Nugraha Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag.
Dr. Mukhamad Yazid, Msi.
PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi ("Perusahaan") didirikan pada tanggal 15 Agustus 2014 berdasarkan Akta No. 22 dari Notaris Rosida Rajagukguk-Siregar, SH., M.Kn, notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-21425.40.10.2014 tanggal 21 Agustus 2014. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan yaitu Akta No. 102 tanggal 26 September 2015 telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0946360 tanggal 27 September 2015, Akta No. 39 tanggal 14 September 2016 yang mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0017245.01.02 tanggal 23 September 2016 dari Notaris Rosida Rajagukguk-Siregar, SH., M.Kn di Jakarta. Akta No. 103 tanggal 19 September 2017 telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0013279.AH.01.02 Tahun 2017 dan berdasarkan akta terakhir tersebut nama perusahaan menjadi PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. Akta perubahan susunan Direksi & Komisaris sesuai dengan akta No. 75 tanggal 14 Maret 2018 dari Notaris Yulia SH notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03.0109726 Tahun 2018, Akta terakhir tentang perubahan susunan Direksi sesuai dengan Akta No. 124 tanggal 30 April 2019 dari Notaris Rosida Rajagukguk-Siregar, SH., M.Kn, notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03.0282966 Tahun 2019. Sesuai dengan Akta No. 103 tanggal 19 September 2017 merubah Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan perusahaan adalah berusaha di bidang Asuransi Jiwa Syariah, menjalankan usaha dalam bidang asuransi jiwa berdasarkan syariah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. Kegiatan usaha penunjang perusahaan meliputi Administrative Service Only (ASO) dalam rangka employee benefit dan pemasaran produk dari lembaga dari jasa keuangan yang telah mendapat izin dari OJK dan bukan merupakan produk asuransi dan reasuransi.
Perusahaan telah memperoleh ijin sebagai Perusahaan Asuransi Jiwa dengan prinsip Syariah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-21425.40.10.2014 tanggal 21 Agustus 2014 dan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-96/D.05/2015 tanggal 28 Agustus 2015.
Ahmad Nugraha
31 Desember 2019
Perseroan menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan Pasar Modal No. S-468/D.04/2017 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Perusahaan pada tanggal 11 Desember 2017. Disamping itu Perseroan juga menerima Surat dari Bursa Efek Indonesia No. S-06832/BEI.PP1/12-2017 tertanggal 14 Desember 2017 tentang Persetujuan Pencatatan Efek dengan efek yang ditawarkan berupa saham dengan jumlah 400.000.000 saham dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Hingga saat ini belum ada Corporate Action yang dilakukan oleh Perseroan sejak Penawaran Umum.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. INFORMASI UMUM (LANJUTAN)
Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum (Lanjutan)
Berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-49/NB.22/2019 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Sdr. Basuki Agus selaku Calon Direktur Operasioanal PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk Pertanggal Per tanggal 24 Juli 2019 dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjadi Direktur Operasioanal PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk dan Berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-48/NB.22/2019 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Sdr. Mawar Arsiarni Djunaid selaku Calon Direktur Kepatuhan PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk Pertanggal Per tanggal 24 Juli 2019 dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi Direktur Kepatuhan PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk.
Susunan Sekretaris Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 06/SK-DIR/PPJBT/V/2017 tanggal 5 Mei 2017. Susunan Komite Audit per 31 Desember 2017 di atas berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. JMA.DEKOM.SK-05/X/2017 tentang Perubahan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. JMA.DEKOM.SK-02/VIII/2017 tentang Pembentukan Komite Audit tanggal 9 Oktober 2017 yang berlaku efektif sejak tanggal 9 Oktober 2017 dengan masa jabatan sampai dengan 8 Oktober 2020. Susunan Unit Audit Internal dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 08/SK-DIR/PPJBT/V/2017 tanggal 8 Mei 2017.
Pemegang saham utama PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk adalah Kospin Jasa sebesar Rp531.000.000.000 atau 53,1%. Kospin Jasa merupakan koperasi simpan pinjam yang bergerak dibidang Jasa Keuangan. Pemilik Kospin adalah para anggota yang berjumlah 18.375 orang tersebar di seluruh Indonesia.
Perusahaan memiliki karyawan tetap sebanyak 28 orang dan 19 orang pada 30 September 2020 dan 2019 (tidak diaudit).
Bapak Aji Darmaji diangkat sebagai Direktur Kepatuhan dalam RUPSLB Tanggal 6 Januari 2020 berdasarkan Akta No.10 Tanggal 6 Januari 2020 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta dan telah memenuhi Persyaratan Fit dan Proper Test OJK dengan Surat Persetujuan OJK No. KEP-62/NB.22/2019 tanggal 31 Oktober 2019.
Remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan sebesar Rp 2.393.685.338 untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 dan Rp2.176.914.528 per 31 Desember 2018.
Susunan Dewan Pengawas Syariah, Dewan Komisaris dan Direksi per 30 September 2020 dan 2019 di atas berdasarkan Akta No.75 tanggal 14 Maret 2018 dari Notaris Yulia, SH di Jakarta telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03.0109726 Tahun 2018. Terjadi perubahan susunan pengurus yaitu Ahmad Nugraha dan Agus Siswanto semula sebagai Komisaris berubah menjadi Komisaris Independen, Basuki Agus semula sebagai Direktur berubah menjadi Direktur Independen dan Hery Al Hariry semula sebagai Direktur berubah menjadi Direktur Teknik. Berdasarkan Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tanggal 14 Mei 2018 Nomor 35 yang dibuat oleh Notaris Yulia, S.H. serta Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No.75 tanggal 21 Mei 2018 yang dibuat oleh Notaris Yulia, S.H. dan Surat Menkumham Nomor AHU-AH.01.03.0208660 yang memuat Hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Bapak Agus Siswanto dari jabatannya selaku Komisaris Independen Perseroan dan memberikan pembebasan serta pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit at de charge) atas tindakan pengawasan yang telah dilakukan selama masa jabatannya dan seketika itu juga mengangkat Bapak Dhimas Achmad Sidharta sebagai penggantinya.
Berdasarkan Akta No.124 tanggal 30 April 2019 dari Notaris Rosida Rajagukguk-Siregar, SH., M.Kn, notaris di Jakarta telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03.0282966 Tahun 2019. Mengangkat kembali anggota Dewan Komisaris Perseroan, yaitu Tuan Haji Mochamad Andy Arslan Djunaid, Sarjana Ekonomi sebagai Komisaris Utama, Tuan Haji Sachroni sebagai Komisaris, Tuan Ahmad Nugraha sebagai Komisaris Independen, Tuan Dhimas Achmad Sidharta sebagai Komisaris lndependen; untuk masa jabatan terhitung sejak 15-08-2019 (lima belas Agustus dua ribu sembilan belas) sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2024 (dua ribu dua puluh empat); 2. Memberhentikan dengan hormat Tuan Hery Al Hariry sebagai Direktur Perseroan yang masajabatannya akan berakhir terhitung sejak 15- 08-2019 (lima belas Agustus dua ribu sembilan belas), disertai dengan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya selama ini untuk kemajuan Perseroan. tugas Tuan. Hery Al Hariry tetap clipertahankan sebagai Tenaga Aktuaris Pcrseroan; 3. Memberhentikan dengan hormat Tuan Basuki Agus sebagai Direktur Independen Perseroan yang masa jabatannya akan berakhir terhitung sejak 15-08-2019 (lima belas Agustus dua ribu sembilan belas), disertai dengan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya selama ini untuk kemajuan Perseroan; 4. Mengangkat kembali anggota Dewan Direksi Perseroan, yaitu Tuan Haji Ibrahim sebagai Direktur Utama, Tuan Basuki Agus sebagai Direktur Operasional, untuk masa jabatan terhitung sejak 15-08-2019 (lima belas Agustus dua ribu sembilan belas) sampai dengan dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2024 (dua ribu dua puluh empat); 5. Mengangkat Mawar Arsiami Djunaid sebagai Direktur Kepatuhan untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.73/2016. Untuk masa jabatan terhitung sejak 15-08-2019 (lima belas Agustus dua ribu sembilan belas) sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2024 (dua ribu dua puluh empat), setelah mendapat pernyataan efektif dari OJK; 6. Sesuai dengan POJK Nomor 73/POJK.05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian bahwa Anggota Dewan Direksi Perseroan Perasuransian wajib mendapatkan persetujuan dari OJK dan Sesuai POJK Nomor 27 /POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi pihak utama Lembaga Jasa Keuangan. Bagi Calon anggota Dewan Direksi yang belum memperoleh persetujuan OJK Y aitu Nyonya Mawar Arsiarni Djunaid yang ditugaskan sebagai Direktur Kepatuhan dan Bapak Basuki Agus yang di tugaskan sebagai Direktur Operasional, dilarang melakukan tindakan, tugas dan fungsinya sebagai anggota Dewan Direksi walaupun telah mendapatkan persetujuan dan diangkat oleh RUPS; 7. Mengangkat kembali anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan, yaitu Tuan Doktor Haji Anwar Abbas Magister Managemen, Magister Agama sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Perseroan, Tuan Doktor Mukhamad Yazid, Magister Studi Islam sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan untuk masa jabatan terhitung sejak 15-08-2019 (lima belas Agustus dua ribu sembilan belas) sampai dengan dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2024 (dua ribu dua puluh empat).
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Pernyataan Kepatuhan
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (Lanjutan)
c. Kas dan Setara Kas
d. Penjabaran Mata Uang Asing
e. Transaksi Kepada Pihak-Pihak Berelasi
a)
b) Suatu entitas berelasi dengan perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut: i) Entitas dan perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama; ii)
b) Suatu entitas berelasi dengan perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut: i) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; ii)
iii)
iv) v)
Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.7 "Pengungkapan atas Pihak-pihak Berelasi" yang dimaksud dengan berelasi adalah sebagai berikut:
Dasar pengukuran Laporan Keuangan ini adalah konsep biaya perolehan(historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan Keuangan ini disusun dengan metode akrual, kecuali Laporan Arus Kas.
Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan Laporan Keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional perusahaan.
Laporan Keuangan disajikan dalam Rupiah (Rp), yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian perusahaan.
Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor, Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a); atau
Perusahaan yang melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, diatur sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.7 "Pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa".
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan dan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku di Indonesia.
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan perusahaan jika orang tersebut: i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas perusahaan; ii) memiliki pengaruh signifikan atas perusahaan; atau iii) personil manajemen kunci perusahaan.
Kas dan Bank mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan di Bank. Tidak terdapat saldo kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha.
Penyusunan Laporan Keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi tertentu. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan.
Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Laporan Arus Kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Akun-akun yang tercakup dalam Laporan Keuangan perusahaan diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Laba atau Rugi selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain. Asetnon-moneteryang diukur pada nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal nilai wajar ditentukan. Selisih penjabaran akun ekuitas dan akunnon-moneterserupa yang diukur pada nilai wajar diakui dalam komponen Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (LANJUTAN)
f. Biaya Dibayar Dimuka
g. Aset Tetap
g. Aset Tetap
Jenis Aset Tetap Masa Manfaat Persentase
Bangunan 20 5% Kendaraan Bermotor 4-8 12,% - 25% Komputer 4 25% Inventaris Kantor 4 25% h. Pengakuan Beban i. Hasil Investasi j. Imbalan Kerja
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi diakumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja”, yang menetapkan antara lain; menghapuskancorridor approach yang digunakan sebelumnya dan perubahan signifikan dalam pengakuan, penyajian dan pengungkapan imbalan pasca kerja.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya(derecognized)pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau Rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain pada tahun terjadinya penghentian pengakuan.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Beban pemasaran, beban umum dan administrasi serta beban lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Hasil investasi dari bagi hasil deposito berjangka dan obligasi diakui atas dasar proporsional waktu dan bagi hasil yang berlaku.
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah, dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hak atas tanah.
Imbalan pasca kerja yang dicatat sebagai imbalan manfaat pasti ditentukan menggunakan teknik aktuarial dengan metodeProjected Unit Credit
yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Pengukuran kembali imbalan pasti neto terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas (jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga) yang secara langsung tercermin dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin secara langsung dalam saldo laba dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam Laba Rugi pada periode ketika amandemen program terjadi. Bunga neto ditentukan dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Komponen biaya imbalan pasti sebagai berikut: (i) biaya jasa (termasuk biaya jasa saat ini, biaya jasa lalu, serta keuntungan dan kerugiankurtailment dan penyelesaian); (ii) beban atau pendapatan bunga neto; dan (iii) hasil pengukuran kembali.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain pada saat terjadinya. Apabila biaya tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Nilai residu, masa manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Perusahaan diwajibkan untuk memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Kekurangan imbalan yang diberikan program pensiun dibandingkan dengan manfaat berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan dicatat sebagai imbalan pasti pasca kerja tanpa pendanaan.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di Laporan Posisi Keuangan merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan biaya jasa lalu yang belum diakui.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (LANJUTAN)
j. Imbalan Kerja (Lanjutan)
k. Pajak Penghasilan
l. Provisi
m. Instrumen Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau (2) penjualan aset keuangan yang lazim (reguler) diakui dan dihentikan pengakuannya menggunakan salah satu di antara akuntansi tanggal perdagangan atau akuntansi tanggal penyelesaian.
Provisi diakui jika perusahaan mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, yang memungkinkan perusahaan harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Pengklasifikasian instrumen keuangan dilakukan berdasarkan tujuan perolehan instrumen tersebut dan mempertimbangkan apakah instrumen tersebut memiliki kuotasi harga dipasar aktif. Pada saat pengakuan awal, perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam kategori berikut: aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui Laporan Keuangan Laba Rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan liabilitas lain-lain, dan melakukan evaluasi kembali atas kategori-kategori tersebut pada setiap tanggal pelaporan, apabila diperlukan dan tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan.
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode tingkat hasil efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan untuk penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih. Instrumen keuangan pada pengakuan awal diukur pada nilai wajar, yang merupakan nilai wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset keuangan) atau yang diterima (dalam hal liabilitas keuangan). Nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima ditentukan dengan mengacu kepada harga transaksi atau harga pasar yang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas yang serahkan atau diterima dihitung berdasarkan estimasi jumlah seluruh pembayaran atau penerimaan kas masa depan, yang didiskontokan menggunakan tingkat bagi hasil pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain.
Jika sebagian atau seluruh pengeluaran untuk menyelesaikan provisi diganti oleh pihak ketiga, maka penggantian itu diakui hanya pada saat timbul keyakinan bahwa penggantian pasti akan diterima dan jumlah penggantian dapat diukur dengan andal.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut. Ketika provisi diukur menggunakan estimasi arus kas untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatat provisi adalah nilai kini arus kas tersebut.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dalam perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut Laporan Keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan serta rugi fiskal yang dapat dikompensasikan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmentterjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya biaya jasa lalu yang belumvestedtidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode
vesting masa depan.
Beban bunga dan pengembangan aset program yang diharapkan sebagaimana digunakan dalam PSAK 24 versi sebelumnya digantikan dengan beban bunga-neto yang dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban manfaat pasti-neto atau aset pada saat awal dari tiap periode pelaporan tahunan.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal Laporan Posisi Keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan di laporan posisi keuangan, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. Perubahan atas liabilitas pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima, atau jika banding diajukan oleh perusahaan, ketika hasil banding ditentukan.
Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan atau penerbitan instrumen keuangan atau liabilitas keuangan, dimana biaya tersebut adalah biaya yang tidak akan terjadi apabila entitas tidak memperoleh atau menerbitkan instrumen keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi sepanjang umur instrumen menggunakan metode tingkat hasil efektif. Metode tingkat hasil efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan yang diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bagi hasil atau beban bagi hasil selama periode yang relevan menggunakan tingkat hasil yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas dimasa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. Pada saat menghitung tingkat hasil efektif, perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tanpa memepertimbangkan kerugian kredit di masa depan, namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari tingkat hasil efektif.
Perusahaan mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan pada laporan posisi keuangan, jika dan hanya jika, perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pembelian atau penjualan yang lazim atas instrumen keuangan diakui ada tanggal transaksi.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (LANJUTAN)
n. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
o. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah
1) Piutang Kontribusi dan Piutang Reasuransi
2) Aset Reasuransi
a. b.
3) Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan
4) Klaim dalam Proses
Piutang kontribusi meliputi tagihan kontribusi kepada tertanggung/agen sebagai akibat transaksi asuransi. Dalam hal Perusahaan memberikan potongan kontribusi kepada tertanggung, maka potongan tersebut langsung dikurangkan dari piutang kontribusinya.
Klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan merupakan cadangan polis yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. Metode perhitungan klaim ini menggunakan metode triangle setelah memperhitungkan pemulihan bagian reasuransi.
Perusahaan menilai penurunan nilai atas piutangnya secara reguler. Jika terdapat bukti objektif bahwa piutang tersebut mengalami penurunan nilai, perusahaan akan mengurangi nilai tercatat dari piutang tersebut ke nilai yang terpulihkan dan mengakui kerugian atas penurunan nilai dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif dan Laporan Surplus Defisit Underwriting Dana Tabarru’. Perusahaan mengumpulkan bukti objektif di mana piutang mengalami penurunan nilai dengan menggunakan metode yang sama untuk aset keuangan yang dimiliki dengan biaya perolehan diamortisasi. Kerugian penurunan nilai tersebut juga dihitung dengan menggunakan metode yang sama untuk aset keuangan.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-penyesuaian), apabila jumlahnya material, diungkapkan dalam laporan keuangan.
Klaim yang sudah terjadi namun sudah dilaporkan merupakan cadangan polis yang sudah dilaporkan namun belum disetujui. Metode perhitungan klaim ini berdasarkan jumlah pertanggungan yang terjadi setelah memperhitungkan pemulihan bagian reasuransi.
Perusahaan menerapkan PSAK No. 108 “Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah”. Pernyataan ini diterapkan atas kontribusi peserta,ujrah
pengelola, alokasi surplus dan defisit underwriting, penyisihan teknis, dana peserta, klaim dan manfaat dan reasuransi.
Pada setiap tanggal Laporan Posisi Keuangan, manajemen perusahaan menelaah apakah aset reasuransi telah mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai aset reasuransi terjadi jika, dan hanya jika terdapat bukti obyektif yang menyebabkancedanttidak menerima seluruh jumlah yang sesuai dengan persyaratan kontrak dan dampaknya dapat diukur secara andal. Penurunan nilai diakui dalam Laporan Surplus Defisit
Underwriting Dana Tabarru’.
Klaim dalam proses merupakan jumlah yang disisihkan untuk memenuhi liabilitas klaim yang masih dalam proses penyelesaian dan klaim-klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan atas polis-polis asuransi yang masih berlaku(policies in force)selama periode akuntansi. Liabilitas ini meliputi klaim yang dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan dan dihitung sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 11/PMK.010/2011 tanggal 12 Januari 2011. Klaim dalam proses untuk kelompok asuransi kematian dan asuransi kecelakaan diri dibentuk berdasarkan perhitungan aktuaria.
Piutang reasuransi tidak boleh dikompensasikan dengan utang reasuransi, kecuali apabila kontrak reasuransi menyatakan adanya kompensasi. Apabila dalam kompensasi tersebut timbul saldo kredit, maka saldo tersebut disajikan pada kelompok liabilitas sebagai utang reasuransi.
Aset reasuransi dengan liabilitas asuransi terkait; atau PSAK No.62 tidak memperkenankan saling hapus antara :
Pendapatan atau beban dari kontrak reasuransi dan beban atau pendapatan dari kontrak asuransi terkait.
Keuntungan atau kerugian membeli reasuransi diakui dalam Laporan Surplus DefisitUnderwriting DanaTabarru' segera pada tanggal pembelian dan tidak diamortisasi.
Liabilitas manfaat polis masa depan adalah nilai sekarang dari estimasi proyeksi arus kas(cash flow projection)yang akan datang. Liabilitas manfaat polis masa depan dinyatakan pada Laporan Posisi Keuangan berdasarkan perhitungan aktuaria. Kenaikan (penurunan) liabilitas manfaat polis masa depan diakui sebagai beban (pendapatan) dalam Laporan Surplus Defisit Underwriting Dana Tabarru’ tahun berjalan.
Perubahan dalam jumlah klaim dalam proses, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah klaim dalam proses dengan klaim yang dibayarkan, diakui sebagai penambah atau pengurang beban dalam Laporan Surplus DefisitUnderwritingDana
Tabarru’ pada tahun terjadinya perubahan.
Aset reasuransi adalah hak kontraktualnetto cedantdalam suatu kontrak reasuransi. Nilai aset reasuransi atas liabilitas manfaat polis masa depan, penyisihan kontribusi yang belum merupakan pendapatan, klaim dalam proses dan klaim yang sudah terjadi tetapi belum dilaporkan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan masing-masing liabilitas manfaat polis masa depan, penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak dan klaim dalam proses, dan klaim yang sudah terjadi tetapi belum dilaporkan berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (LANJUTAN)
o. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah (lanjutan)
5) Penyisihan Kontribusi yang Belum Menjadi Hak
6) Dana Peserta
Cadangan dana tabarru’ disajikan pada Laporan Posisi Keuangan.
7) Pengakuan Pendapatan dan Beban Kontribusi Tabarru'
Kontribusi Ujrah & Beban Akuisisi
Klaim dan Manfaat
Reasuransi
p. Biaya Akuisisi ditangguhkan
Efektif tanggal 1 Januari 2012, PSAK No. 36 (revisi 2012) “Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa”, mengatur liabilitas asuransi kontrak asuransi yang berjangka waktu lebih dari satu (1) tahun diukur dengan menggunakan konsep nilai kini estimasi pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan termasuk opsi yang disediakan ditambah dengan nilai kini estimasi seluruh biaya yang akan dikeluarkan dan juga mempertimbangkan penerimaan kontribusi di masa depan.
Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak merupakan kewajiban polis untuk produk-produk berjangka waktu pendek yang dihitung berdasarkan estimasi risiko yang belum dijalani karena masa pertanggungan masih berjalan pada akhir periode. Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak dihitung secara individu dari tiap pertanggungan. Penyisihan tersebut secara keseluruhan besarnya paling sedikit sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 11/PMK.010/2011 tanggal 12 Januari 2011.
Bagian pembayaran peserta untuk investasi diakui sebagai danasyirkahtemporer jika menggunakan akadmudharabahataumudharabah musyarakah. Hasil investasi dialokasikan kepada perusahaan, dan peserta sesuai dengan akad yang disepakati.
Kontribusitabarru'diakui sebagai pendapatan asuransi dalam Laporan Surplus DefisitUnderwritingDanaTabarru’dan tidak diakui sebagai pendapatan perusahaan.
Danasyirkahtemporer dan danatabarru’disajikan sebagai dana peserta yang terpisah dari liabilitas dan ekuitas dalam Laporan Posisi Keuangan.
Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan yang diperoleh kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah kontribusi dibayar diakui sebagai bagian reasuransi sesuai periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diperoleh.
Penetapan besaran pembagian surplusunderwritingdanatabarru’didistribusikan kepada cadangandana tabarru’, peserta dan kepada perusahaan sebagai pengelola sesuai dengan akad. Surplus underwriting dana tabarru’ yang diterima perusahaan diakui sebagai pendapatan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain.
Jika terjadi defisitunderwriting danatabarru’, perusahaan wajib menanggulangi kekurangan tersebut dalam bentuk pinjaman (qardh)
Pengembalianqardhkepada perusahaan berasal dari surplus dana tabarru’ yang akan datang. Pinjamanqardhdalam laporan keuangan dan pendapatan dalam Laporan Surplus DefisitUnderwriting DanaTabarru’diakui pada saat perusahaan menyalurkan dana talangan sebesar jumlah yang disalurkan.
Klaim dan manfaat asuransi meliputi klaim-klaim yang telah disetujui(settled claims, klaim dalam proses penyelesaian(outstanding claims)
dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan(claims incurred but not yet reported). Klaim dan manfaat tersebut diakui sebagai beban pada Laporan Surplus DefisitUnderwritingDanaTabarru’saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim. Bagian klaim yang diperoleh dari reasuransi diakui dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan pengakuan beban klaim.
Dana peserta merupakan seluruh dana yang meliputi dana investasi dan danatabarru’. Perusahaan menerapkan PSAK No. 108 Revisi 2016, ”Akuntansi Asuransi Syariah” dalam pengakuan dana tabarru’ dan dana investasi.
Danatabarru’merupakan dana yang dibentuk dari kontribusi, hasil investasi dan akumulasi cadangan surplusunderwritingdanatabarru’
yang didistribusikan kembali ke dana tabarru’.
Kontribusi atas kontrak jangka pendek diakui dalam periode kontrak sesuai dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Kontribusi atas kontrak jangka panjang diakui pada saat jatuh tempo dari pemegang polis. Kontribusi yang diterima sebelum diterbitkannya polis asuransi dicatat sebagai titipan kontribusi.
Bagian surplusunderwritingdanatabarru’yang didistribusikan kepada peserta dan perusahaan diakui sebagai pengurang surplus dalam Laporan Perubahan DanaTabarru’. Surplus danatabarru’yang didistribusikan kepada peserta diakui sebagai liabilitas dalam Laporan Posisi Keuangan, jika belum dibayarkan.
Biaya Akuisisi ditangguhkan merupakan biaya komisi yang belum diakui pada tahun berjalan dan biaya tersebut akan dilakukan amortisasi secara garis lurus sesuai dengan kontrak polis atau kontrak polis tersebut berakhir secara otomatis.
Bagian kontribusi untuk ujrah entitas pengelola diakui sebagai pendapatan dari entitas pengelola secara garis lurus selama masa akad dan menjadi beban dari dana tabarru'. Biaya akuisisi entitas pengelola diakui sebagai beban dari enttitas pengelola selaras dengan pengakuan
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (LANJUTAN)
q. Piutang kontribusi
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN DAN ASUMSI MANAJEMEN
Pertimbangan
a. Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
c. Pajak Penghasilan
Estimasi dan Asumsi
a. Nilai Wajar Aset dan Liabilitas Keuangan
Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasi secara spesifik telah mengalami penurunan nilai. Akun pinjaman yang diberikan dan piutang dihapusbukukan berdasarkan keputusan manajemen bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih atau direalisasi meskipun segala cara dan tindakan telah dilaksanakan. Suatu evaluasi atas piutang, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan yang harus dibentuk dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan dan estimasi yang digunakan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan instrumen keuangan dalam Laporan Keuangan.
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi perusahaan yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam Laporan Keuangan:
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini, perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali perusahaan. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, tingkat bagi hasil), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat banyak transaksi dan perhitungan yang mengakibatkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan, perusahaan telah membukukan liabilitas untuk mengantisipasi hasil pemeriksaan pajak berdasarkan estimasi timbulnya tambahan pajak. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55, Aset dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi perusahaan sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2m.
Cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang dipelihara pada jumlah yang menurut manajemen adalah memadai untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya aset keuangan, Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti obyektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai (tidak tertagih).
Dalam penerapan kebijakan akuntansi perusahaan, seperti yang diungkapkan dalamCatatan 2atas laporan keuangan, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Cadangan yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktor-faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi kolektibilitas, antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan yang dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan.
Piutang kontribusi merupakan nilai tagihan kontribusi kepada peserta atas akseptasi risiko yang diterima oleh perusahaan dan dicatat dalam laporan sepanjang peserta belum melakukan pelunasan dan akan berkurang nilainya jika peserta telah melunasi tagihan atau dilakukan pembatalan kepesertaannya. Adapun sesuai ketentuan POJK 72 tahun 2016, maka nilai piutang kontribusi yang diakui pada saldo SAP diakui hanya 60 hari (2 bulan) dimulai saat tanggal penagihan.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN DAN ASUMSI MANAJEMEN (LANJUTAN) b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
c. Penilaian Liabilitas kepada Pemegang Polis Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan
d. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
e. Imbalan Pasca Kerja
4. KAS DAN SETARA KAS
Rincian sebagai berikut:
30 September 2020 31 Desember 2019 Kas:
Rupiah 7.761.697 6.978.797
Jumlah Kas 7.761.697 6.978.797 Bank:
PT Bank Syariah Mandiri 4.047.215.029 2.523.619.629
PT Bank Permata Unit Syariah 1.602.704.756 1.488.839.074
Kospin Jasa Syariah 939.950.357 1.108.864.236
BPRS Amanah Bangsa 557.673.547 511.442.529
PT Bank BNI Syariah 423.293.523 397.723.913
BPRS Dinar Ashri 429.619.664 385.799.593
BPR Kerta Raharja 275.456.104 371.448.284
Kospin Jasa 490.182.589 218.216.766
BPR Multidhana Bersama 267.462.478 145.925.253
BPRS Sukowati Sragen 26.271.454 63.607.882
BPRS Tani Tulang Bawang 42.837.369 61.884.008
PT Bank Bukopin Syariah 57.732.293 57.383.973
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 3.295.879 55.493.048
BPRS Harum Hikmah Nugraha 57.673.366 52.275.330
BPRS Gebu Prima 16.897.514 50.393.125
BPD Kota Bandung 51.390.685 50.206.636
BPRS Adam Bengkulu 15.924.494 43.505.508
PT Bank Sinarmas Syariah 24.231.240 39.865.235
BPRS Harta Insan Karimah 200.282.232 35.209.748
BPR Duta Adiarta 33.104.552 32.144.605
BPRS Hikmah Wakilah Aceh 98.852.788 13.365.290
BPRS Buana Mitra Perwira 21.849.296 12.659.102
BPRS Baiturrahman 37.948.237 12.271.928
BPRS Bhakti Makmur Indah 38.146.289 9.127.177
BPRS Formes Sleman 25.394.958 2.685.647
BPRS Mahirah Muamalah 9.194.879 1.569.749
BPRS Arta Leksana 42.427.588 1.282.539
BPRS Meru Sankara 18.485.906 965.832
BPRS Dana Hidayatullah 34.280.729 -BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang 19.798.471
-BPRS Muamalat Harkat 30.805.495
BPRS Barkah Gemadan 10.934.164
BPRS Mitra Agro Usaha 93.760.410
BPRS Unisa Insan Indonesia 8.953.661
BPD ACEH SYARIAH 28.048.122
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu, penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi perusahaan.
Tidak terdapat perubahan dalam estimasi masa manfaat aset tetap selama tahun berjalan, estimasi masa manfaat aset tetap perusahaan diungkapkan pada Catatan 2g.
Masa manfaat dari aset tetap perusahaan diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan, estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis, estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Pada tahun 2018, liabilitas dihitung berdasarkan beberapa data tertentu dengan menggunakan metode proyeksi arus kas(cash flow projection)
dengan memperhitungkan seluruh penerimaan dan pengeluaran yang dapat terjadi di masa yang akan datang dengan menggunakan asumsi estimasi sentral ditambah dengan marjin risiko.
Penentuan cadangan dan imbalan pasca kerja dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh Aktuaris Internal dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalamCatatan 20dan mencakup antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. KAS DAN SETARA KAS (LANJUTAN)
Rincian sebagai berikut:
30 September 2020 31 Desember 2019 Kas:
Rupiah 7.761.697 6.978.797
Jumlah Kas 7.761.697 6.978.797 Jumlah pindahan 10.101.088.218 7.747.775.639
BPRS Barakah Dana Sejahtera Yogya 24.705.033 -BPRS Mitra Syariah Gresik 8.242.063 -PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 9.331.188 123.435
Jumlah Bank 10.143.366.502 7.747.899.074 Jumlah Kas dan Setara Kas 10.151.128.199 7.754.877.871
Tingkat bagi hasil (nisbah) per tahun sebagai berikut:
30 September 2020 31 Desember 2019
Giro 1,00% - 2,0% 1,00% - 2,0%
Tabungan 0,001% - 0,7% 0,001% - 0,7%
5. PIUTANG KONTRIBUSI
Rincian sebagai berikut:
a. Berdasarkan Produk Asuransi :
Pengelola Tabarru' Pengelola Tabarru' Kumpulan:
JMA Mitra Pembiayaan 7.106.464.158 10.295.856.166 3.339.399.274 3.537.231.577 JMA Pembiayaan Tetap 208.256.926 285.639.351 70.930.855 79.673.836 JMA Pembiayaan UMK 48.530.058 69.805.922 31.948.228 35.254.106 JMA Mulia 45.392.778 87.770.042 17.815.233 45.595.667 JMA Karimah 215.800 184.200 7.713.151 10.755.850 JMA Asyifa - - 3.180.806 2.541.994 Subjumlah Kumpulan 7.408.859.720 10.739.255.680 3.470.987.547 3.711.053.029 Perorangan : JMA Salama 1.077.594 1.022.406 17.677.673 16.772.327 Subjumlah Perorangan 1.077.594 1.022.406 17.677.673 16.772.327 Jumlah Kumpulan & Perorangan 7.409.937.314 10.740.278.086 3.488.665.220 3.727.825.356
Dikurangi: Penurunan Nilai Piutang - - - -
Jumlah Piutang Kontribusi 7.409.937.314 10.740.278.086 3.488.665.220 3.727.825.356 b. Berdasarkan Umur :
Pengelola Tabarru' Pengelola Tabarru'
1-30 hari 2.296.486.614 4.722.628.987 978.439.431 1.032.610.235 31-90 hari 2.373.115.581 2.695.344.617 1.907.703.081 2.014.904.825 91-180 hari 1.959.951.092 2.308.116.151 235.864.060 249.487.700 > 180 hari 780.384.028 1.014.188.332 366.716.485 430.888.518
Jumlah 7.409.937.314 10.740.278.086 3.488.723.057 3.727.891.279
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang - - - -
Nilai Bersih Piutang Kontribusi 7.409.937.314 10.740.278.086 3.488.723.057 3.727.891.279 c. Berdasarkan Pihak Yang Bertransaksi:
30 September 2020 31 Desember 2019 Pihak Ketiga
PT PERMODALAN NASIONAL MADANI 14.894.255.869 6.499.573.688
PT BPR SYARIAH DINAR ASHRI TERM+KPP 421.792.415 -PT BANK BNI SYARIAH KC. CILEGON 169.813.240 11.138.920 PT PERMODALAN NASIONAL MADANI - ULAMM - AGT 3 141.702.959 93.375.144 KOPERASI JASA MANDIRI PRIMA 117.040.862 -PT ASURANSI BHAKTI BHAYANGKARA QQ SIRAMA 109.593.603 36.127.652 PT LINTAS BAHARI NUSANTARA 69.600.000 -PT BPR MULTIDHANA BERSAMA 56.810.668 -PT BPR CANDI AGUNG AMUNTAI TERM+PHK+KPP 55.790.630 -PT JAMKRIDA JATENG QQ KOSPIN JASA 51.403.640 12.870.720 PT PERMODALAN NASIONAL MADANI- Ulam Mei 3 48.874.063 -PT BPR ARTHA MRANGGENJAYA 45.730.226 -PT BPRS MITRA AGRO USAHA TERM+KPP 45.476.754 -PT PERMODALAN NASIONAL MADANI- Ulam Mei 3 44.896.666
-Subjumlah 16.272.781.595 6.653.086.124 31 Desember 2019
30 September 2020 31 Desember 2019 30 September 2020