• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif studi kasus. Dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan). Tujuan utama dalam metode ini adalah menggambarkan tentang bagaimana peran orang tua terhadap proses belajar anak agar anak tersebut mau belajar tidak hanya di sekolah.

1. Metode Penelitian Kualitatif Menurut Taylor dan Sutinah

Penelitian kualitatif adalah sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Menurut Taylor menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang mendeskripsikan hasil yang diteliti mengenai tingkah laku yang diamati baik diperoleh secara lisan maupun tulisan (2005:166).

Berdasarkan teori di atas dapat penulis simpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang mendeskripsikan suatu hal yang diteliti baik itu diperoleh secara lisan maupun diperoleh secara tertulis. Penelitian kualitatif sifatnya adalah menggambarkan dari hasil analisis data, baik itu dari hasil wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, semuanya dituangkap dalam bentuk deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan faktadi lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.

- Menurut Sugiyono

Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan. Dengan demikian arti atau pengertian penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci (2005:6).

(2)

mengemukakan bahwa penelitian kualitatif disebut juga metode alternatif karena memperkenalkan cara untuk memahami gejala dan peristiwa secara alamiah (2003:7).

Sugiyono mengemukakan penelitian kualitatif adalah penelitian untuk meneliti objek alamiah, dan yang menjadi instrumen kunci adalah peneliti. Raco menyatakan penelitian kualitatif itu memperkenalkan cara untuk memahami peristiwa secara alamiah.

Berdasarkan pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa penelitian kualitatif itu meneliti dan memperkenalkan objek-objek ilmiah. Tujuan penelitian kualitatif dalam bidang pendidikan yaitu untuk:

a. Mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukan kekurangan dan kelemahan pendidikan sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaannya.

b. Menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa pendidikan yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi lingkungan pendidikan secara alami.

c. Menyusun hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pendidikan berdasarkan data dan informasi yang terjadi di lapangan untuk kepentingan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan kuantitatif.

Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam.

2. Ciri – ciri Penelitian Kualitatif

Untuk lebih memahami mengenai penelitian kualitatif, berikut adalah ciri-ciri dasar yang perlu diketahui:

a. Bersifat deskriptif analitis, terlihat dari caranya mengumpulkan dan merekap data yang bukan dicatat dalam bentuk angka namun penjelasan sejelas-jelas dan sedalam-dalamnya.

b. Bersifat induktif, yaitu peneltiian dimulai dari data atau fenomena yang ada di lapangan yang kemudian memunculkan teori.

c. Menggunakan teori yang sudah ada sebagai pedoman dan pendukung, karena meski berangkat dari data namun tetap saja teori digunakan sebagai fokus pembatas dari objek penelitian.

d. Berfokus pada makna yang terdapat dalam suatu fenomena yang diteliti, yang dapat digali dari persepsi objek penelitian.

(3)

e. Mengutamakan akan pentingnya proses penelitian yang berjalan, bukan semata mengacu pada hasil yang ingin dicapai.

3. Jenis Penelitian Kualitatif

Setelah memahami apa itu penelitian kualitatif, selanjutnya kita akan membahas apa saja jenis penelitian yang ada dalam penelitian kualitatif. Berikut adalah jenis-jenis penelitian kualitatif yang biasa digunakan dalam penelitian ilmu sosial, termasuk ilmu komunikasi:

a. Fenomenologi

Jenis Metode Penelitian Kualitatif yang pertama adalah fenomenologi. Kata fenomenologi Berasal kata dari bahasa Yunani, phainomenon yang berarti penampakan diri dan logos yang berarti akal, studi fenomenologi merupakan penelitian yang mengkhususkan pada fenomena dan realitas yang tampak untuk mengkaji penjelasan di dalamnya. Fenomenologi sendiri memiliki dua makna yaitu sebagai filsafat sains dan juga metode penelitian, yang bertujuan mencari arti atau makna dari pengalaman yang ada dalam kehidupan.

Fenomenologi akan menggali data untuk menemukan makna dari hal-hal mendasar dan esensial dari fenomena, realitas, atau pengalaman yang dialami oleh objek penelitian.

Penelitian fenomenologi dapat dimulai dengan memperhatikan dan menelaah fokus fenomena yang hendak diteliti, yang melihat berbagai aspek subjektif dari perilaku objek. Kemudian, peneliti melakukan penggalian data berupa bagaimana pemaknaan objek dalam memberikan arti terhadap fenomena terkait. Penggalian data ini dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam kepada objek atau informan dalam penelitian, juga dengan melakukan observasi langsung mengenai bagaimana objek peneltiian menginterpretasikan pengalamannya kepada orang lain.

b. Etnografi

Berangkat dari dasar ilmu antropologi atau kajian budaya, etnografi merupakan metode penelitian yang melihat kajian bahasa dalam perilaku sosial dan komunikasi masyarakat dan bagaimana bahasa tersebut diterapkan berdasarkan konsep budaya yang terkait. Kajian etnografi memiliki dua dasar konsep yang menjadi landasan penelitian, yaitu aspek budaya (antropologi) dan bahasa (linguistik), dimana bahasa dipandang sebagai sistem penting yang berada dalam budaya masyarakat.

Metode penelitian etnografi memiliki tujuan untuk mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang tersedia dalam budaya serta digunakan untuk berkomunikasi individu di dalamnya, serta melihat bagaimana bentuk dan fungsi bahasa tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Selain itu, metode etnografi juga menginterpretasikan kelompok sosial, sistem yang berlaku dan peran yang dijalankan, serta interaksi sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat. Metode etnografi

(4)

biasanya digunakan untuk berfokus pada kegiatan atau ritual tertentu dalam masyarakat, bahasa, kepercayaan, cara-cara hidup, dan lain sebagainya.

c. Studi Kasus

Sesuai dengan namanya, metode penelitian studi kasus meneliti suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi. Studi kasus dilakukan pada suatu kesatuan sistem yang bisa berupa suatu program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang ada pada keadaan atau kondisi tertentu.

Karena khusus meneliti suatu hal atau sistem tertentu, penelitian studi kasus bukanlah dilakukan untuk menarik kesimpulan terhadap fenomena dari suatu populasi atau kumpulan tertentu melainkan khusus untuk kejadian atau fenomena yang diteliti saja.

Meski mencakup satu kesatuan sistem, penelitian studi kasus tidak harus meneliti satu orang atau idnividu saja, namun bisa dengan beberapa orang atau objek yang memiliki satu kesatuan fokus fenomena yang akan diteliti. Untuk mendapatkan data yang mendalam, penelitian studi kasus menggunakan teknik wawancara, observasi, sekaligus studi dokumenter yang kemudian akan dianalisis menjadi suatu teori. Studi kasus akan memahami, menelaah, dan kemudian menafsirkan makna yang didapat dari fenomena yang diteliti tersebut.

d. Metode Historis

Penelitian selanjutnya adalah metode historis, yaitu penelitian yang memiliki fokus penelitian berupa peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu dan melakukan rekonstruksi masa lalu denga sumber data atau saksi sejarah yang masih ada hingga saat ini. Sumber data tersebut bisa diperoleh dari berbagai catatan sejarah, artifak, laporan verbal, maupun saksi hidup yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran persaksiannya. Karena mengkaji peristiwa yang sudah berlalu, ciri khas dari penelitian historis adalah waktu; dimana fenomena dilihat perkembangan atau perubahannya berdasarkan pergeseran waktu.

Ciri lain dari metode historis adalah kajian penelitian lebih banyak bergantung pada data observasi orang lain yang sudah terlebih dahulu melakukan penelitian, bukan hanya data observasi milik peneliti itu sendiri. Selain itu, sumber data yang digunakan haruslah bersifat objektif, sistematis, akurat, serta otentik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta berasal dari sumber yang tepat. Karena metode historis memiliki konse dasar waktu, perlu diperhatikan dengan lebih teliti mengenai urutan peristiwa dan waktu-waktunya dengan detail dan jelas.

Jenis metode yang digunakan peneliti ialah studi kasus, dikarenakan, penelitian kualitatif ini secara spesifik lebih diarahkan pada penggunaan metode studi kasus. Sebagaimana pendapat Lincoln dan Guba (Sayekti Pujosuwarno) yang menyebutkan bahwa pendekatan kualitatif dapat

(5)

juga disebut dengan case study ataupun qualitative, yaitu penelitian yang mendalam dan mendetail tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan subjek penelitian (1992:34). Lebih lanjut Sayekti Pujosuwarno mengemukakan pendapat dari Moh. Surya dan Djumhur yang menyatakan bahwa studi kasus dapat diartikan sebagai suatu teknik mempelajari seseorang individu secara mendalam untuk membantunya memperoleh penyesuaian diri yang baik. Pada dasarnya penelitian dengan jenis studi kasus bertujuan untuk mengetahui tentang sesuatu hal secara mendalam (1986:1).

Studi Kasus Pengertian pertama mengenai studi kasus datang dari Yin (1996), yang menggambarkan studi kasus sebagai proses pencarian pengetahuan yang empiris guna menyelidiki dan meneliti berbagai fenomena dalam konteks kehidupan nyata. Yin kemudian menambahkan bahwa pendekatan studi kasus dapaat diterapkan jika batas antara fenomena dan konteks kehidupan nyata terlihat samar atau tidak terlihat dengan jelas serta ada berbagai sumber yang dapat dijadikan acuan bukti dan penggalian informasi. Secara umum, studi kasus merupakan startegi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan how atau why, bila peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki, dan bilamana fokus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini)ndi dalam konteks kehidupan nyata. Selain itu, penelitian studi kasus dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu studi-studi kasus eksplanatoris, eksploratoris dan deskriptif. Dalam penggunaannya, peneliti studi kasus perlu memusatkan perhatian pada aspek pendesainan dan penyelenggaraannya lebih mampu menghadapi kritik-kritik tradisional tertentu terhadap metode/tipe pilihannya.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Ciledug kabupaten Cirebon dan di Rumah siswa kelas 8a & 8b

2. Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2016 s.d 13 Maret 2017. SekilasTentang SMP MuhammadiyahCiledugKabupaten Cirebon

1. IdentitasSekolah

a. NamaSekolah : SMP MuhammadiyahCiledug b. No. StatistikSekolah : 202021702005

(6)

d. TipeSekolah : Swasta

e. AlamatSekolah : Jl. LapangAmpera no. 35 Ciledug Tengah kecamatanCiledugkabupaten Cirebon f. NilaiAkreditasiSekolah : A 2016 g. LuasLahandanJumlahRombel LuasLahan : 2420 m2 Jumlahruangpadalantai 1 : 5 Jumlahruangpadalantai 2 : 2 Jumlahrombel : 7

h. Data tanah dan bangunan

Status tanah :Milik sendiri Luas Lahan Tanah : 2.420M2

Luas Tanah Terbangun : 1.200M2

2. VisidanMisi SMP MuhammadiyahCiledugkabupaten Cirebon Visi

“MENUJU SEKOLAH BERSUASANA ISLAMI, UNGGUL DALAM PRESTASI, BERDISIPLIN DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN“

Visi ini menjiwai warga sekolah untuk selalu mewujudkan setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah.

Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang tergambar pada uraian berikut: a. Berorientasikedepandenganmemperhatikanpotensikekinian

b. Sesuaidengannormadanharapanmasyarakat c. Inginmencapaikeunggulan

d. Mendorongsemangatdankomitmenseluruhwargasekolah e. Mendorongadanyaperubahan yang lebihbaik

(7)

g. Mendorongwargasekolahberbudayalingkungan yang sehat, bersihdannyaman

Untuk mencapai visi tersebut, perlu dirumuskan misi yang berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas.Berikutinimerupakanmisi yang dirumuskanberdasarkanvisitersebut. Misi a. Meningkatkanpengalamanajaranislamdanakhlaqulkarimahsecara optimal b. Melaksanakanpembelajarandanbimbingansecaraefektifdanefisien c. Mendorongdanmembantusetiappesertadidikuntukmengenalipotensidirinya d. Meningkatkanketerampilanakademikdannonakademik e. Meningkatkansumberdayapesertadidik, pendidikdantenagapendidik f. Meningkatkandisiplindanetoskerja yang tinggi

g. Meningkatkanmutupelayanan

h. Menjalin kerjasama yang harmonis antar wargasekolahdanlingkunganterkait

i. Menumbuhkansikapdanpola hidup berbudaya lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman 4. Keadaan Guru danKaryawan

Setiap sekolah mempunyai tenaga operasional dalam mewujudkan tujuan pendidikan pada umumnya serta mengembangkan karakter anak melalui visi dan misi yang dimiliki sekolah tersebut. Keberadaan para guru karyawan dan staff administrasi menjadi sebuah investasi bagi sekolah untuk mewujudkan visi dan misinya.

Dengan ini guru berkembang sesuai dengan fungsinya dan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan. Apalagi dalam system sekolah sekarang ini, masalah pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan tenaga pengajar perlu mendapat perhatian yang serius. Bagaimana baiknya kurikulum, administrasi, dan fasilitas pelengkap, kalau tidak diimbangi peningkatan kualitas guru-gurunya tidakakan membawa hasil yang diharapkan. Keadaan guru SMP Muhammadiyah Ciledug kabupaten Cirebon sudah mencukupi hal ini bisa dilihat pada table perincian di bawahini:

5. Keadaan Siswa

Keberadaan siswa bagian yang tak pernah terpisahkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dalam hal ini sekolah SMP Muhammadiyah Ciledug kabupaten Cirebon pada tahun 2017/2018 memiliki siswa yang cukup, yakni dapat dilihat pada table berikutini:

(8)

Keadaan sarana dan prasarana di SMP Muhammadiyah Ciledug kabupaten Cirebon ini merupakan wadah dimana peserta didik diarahkan menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, rajin belajar dan tidak suka membolos pada waktu jam pelajaran di kelas dimulai.

SMP Muhammadiyah Ciledug kabupaten Cirebon ini mempunyai sarana masjid, laboratorium, dan perpustakaan yang menunjang prestasi belajar siswa di sekolah.

SMP Muhammadiyah mempunyai 6 kelas, memiliki luas tanah rombel 1.200 m2 dari luas tanah seluruhnya 2.420 m2 ruang lantai 1 5 kelas, ruang pada lantai 2 memiliki 2 kelas ruang belajar.

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum metode studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian “How” atau “Why”, atau bila peneliti hanya mempunyai sedikit

Tugas akhir ini saya beri judul “Analisa Beban Kalor Pada Ruangan Server Sebuah Gedung Perkantoran”, ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada sebuah

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran komponen komitmen organisasi yang dominan pada pengurus Gereja Katolik Stasi Santa Theresia Lisieux Perumnas

Instrumen penelitian pada metode wawancara yakni pedoman wawancara mencakup daftar pertanyaan kepada guru Bahasa Indonesia terkait data yang diperoleh yaitu

Pada PLTGU, sistem kontrol SPEEDTRONIC TM MARK V dapat melakukan kontrol, proteksi dan monitoring pada Gas Turbin Generator (GTG), salah satunya yaitu untuk

Tuntunan Islam dalam urusan politik dan kenegaraan dalam garis besarnya sudah ada dalam Alquran dan Hadis Nabi. Namun dalam penerapan dan pelaksanaannya secara

Pantai Timur Bagian Barat Perda No. Oksibil

Pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan angket yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa dan guru setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan