• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rental Office (PA 5)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rental Office (PA 5)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

RENTAL OFFICE

(2)

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Arus globalisasi secara signifikan mempengaruhi persaingan usaha masyarakat yang pada akhirnya

mengakibatkan perubahan dalam berbagai hal. Salah satunya adalah peningkatan kegiatan perkantoran

sebagai aktifitas pendukung usaha. Peningkatan tersebut memicu lahirnya diversifikasi usaha sebagai

upaya pemenuhan tuntutan penghasilan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu. Difersifikasi

usaha ini menuntut adanya wadah yang dapat menampung kegiatan tersebut, yang semakin lama

semakin meningkat secara signifikan. Peningkatan kebutuhan ruang usaha ini merupakan salah satu latar

belakang tumbuhnya kantor sewa ( Rental office ).

Didalam kota terdapat kegiatan yang meliputi perdagangan, jasa pendidikan, kesehatan, perkantoran dan

pemerintahan. Urutan ini lebih ditekankan pada perubahan mengenai pola struktur kegiatan perkantoran. Sesuai

dengan sifat dari suatu sifat kota yang memiliki kepadatan cukup tinggi, serta harga jual tanah yang cukup tinggi pula

mengakibatkan pusat kota terkonsentrasi pada area yang cukup sempit. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa

kegiatan perkantoran merupakan sebagian besar sumber nafkah masyarakat kota pada umumnya, dimana

berpengaruh terhadap pola pergerakkan penduduk dan tata ruang kota secara keseluruhan. Guna menanggulangi

kebutuhan akan sarana perkantoran yang memadai pada pusat kota, maka dengan seiring perjalanan waktu dan

perkembangan jaman suatu kota sudah memerlukan kantor sewa dengan segala fasilitasnya yang disesuaikan

dengan kebutuhan perkantoran tersebut.

(3)

PENDAHULUAN

MAKSUD & TUJUAN

• meningkatkan

laju

pembangunan

serta

pertumbuhan ekonomi kota Banda Aceh

• Menciptakan tata ruang kota yang serasi, menarik,

dengan memperhatikan keserasian lingkungan.

• Menciptakan suatu wadah yang menyediakan

suatu sarana perkantoran yang memiliki fasilitas

yang mampu mewadahi dan menunjang semua

kegiatan perkantoran.

• Mampu mengintegrasikan kebutuhan fungsional

dan non fisik dalam suatu tampilan design

arsitektural yang memanfaatkan perkembangan

teknologi.

PERMASALAHAN

Masalah umum

Belum adanya sarana dan prasarana modern yang mendukung

pengembangan ekonomi serta banyak pelanggaran yaang terjadi dalam

masyarakat yang tidak ikut serta dalam tata ruang kota sehingga daya

tarik kota yang semakin berkurang.

Masalah khusus

1. Perancangan kantor vertical memerlukan perencanaan sirkulasi dan

utilitas yang terintegerasi

2. Sistem struktur dan konstruksi yang cocok untuk bangunan dengan

massa tinggi

3. Pengolahan massa bangunan dengan tidak merusak lingkungan

sekitar.

4. penerapan konsep ke dalam desain bangunan

Lingkup perancangan meliputi konsep perencanaan dan perancangan Rental Office dan juga fasilitas-fasilitas pendukungnya. Tema

yang dipilih akan menjadi batasan dalam merancang agar sesuai dengan konsep –konsep yang telah ditetapkan.

(4)

PENDAHULUAN

KERANGKA BERPIKIR

Latar Belakang

Maksud & Tujuan

Studi Banding Identifikasi Masalah Studi Literatur Lingkup Perencanaan Pengumpulan Data Permasalahan Konsep Perancangan analisa Tema Rancangan Arsitektur Hijau Style Rancangan Arsitektur Post Modern

Desain

(5)

STUDI LITERATUR

DEFINISI

kantor (office): gedung tempat tulis menulis atau mengurus sesuatu pekerjaan (Kamus Umum Bhs. Indonesia, W.J.S.

Poerwadarminta, Depdikbud, 1976)

Sewa (rental): adalah : pemakaian sesuatu dengan membayar uang, biasanya untuk jangka waktu tertentu. (Kamus

Umum Bhs. Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta, Depdikbud, 1976)

Kantor sewa : suatu bangunan yang mewadahi transaksi bisnis dengan pelayanan secara profesional. Ruang-ruang

dalamnya terdiri dari ruang-ruang dengan fungsi yang sama, yaitu fungsi kantor dengan status pemakai sebagai penyewa atas ruang yang digunakannya. (Menurut Hunt, W.D. dalam Meyer, 1983 )

FUNGSI

1. Untuk memberikan peluang perkembangan ekonomi di masa depan, baik untuk pihak domestik maupun asing. 2. Untuk mewadahi kebutuhan aktifitas usaha ekonomi, khususnya di bidang perkantoran.

3. Untuk memberikan fasilitas untuk kegiatan perkantoran yang dilakukan penyewa, dengan meyediakan ruang perkantoran administrasi yang dilakukan si penyewa, serta dalam sebuah perkantoran sewa juga terdapat sarana lain yang dibutuhkan guna menunjung kegiatan perkantoran didalamnya.

(6)

PRINSIP & PERTIMBANGAN PERANCANGAN

RENTAL OFFICE

STUDI LITERATUR

FAKTOR EKONOMI

1. analisis kebutuhan kantor Meliputi :

- Perkiraan kebutuhan ruang kantor disesuaikan dengan jumlah penduduk di suatu wilayah. Makin besar jumlah penduduk di suatu wilayah, makin besar kebutuhan ruang kantor di wilayah tersebut.

- perkiraan daya serap kantor sewa yang dibangun. Dengan melihat kapasitas tenaga kerja di suatu wil;ayah, dapat diperkirakan daya serap kantor sewa yang dibangun terhadap tenaga kerja yang ada. Idealnya, daya serap yang direncanakan lebih kecil daripada jumlah tenaga kerja yang ada sehingga proses seleksi tenaga kerja dapat terjadi. Dari angka daya serap tersebut, dapat dihitung persentase pekerja yang berada dalam suatu kantor sewa terhadap jumlah seluruh angkatan kerja yang ada di kota tersebut.

2. Pemodalan dan pengembalian modal Pemodalan meliputi biaya-biaya : - Harga tanah keseluruhan

- Harga konstruksi / harga keseluruhan bangunan - Biaya praoperasi meliputi legal fee and

documentation, commitment fee, sales promotion, office overhead, loan interest during construction.

- Working capital (biaya operasi perusahaan) - Contigency (biaya-biaya tak terduga) Pengembalian modal dengan cara : - Pemasaran

- Pengembangan

3. Penyewaan kantor sewa

Dalam perhitungan sewa ruang kantor dikenal istilah – istilah sebagai berikut :

a. Service floor area, meliputi area –area yang tidak termasuk disewakan, tetapi merupakan layanan untuk penyewa seperti elevator, tangga, AC central, Fire Tower Court.

(7)

STUDI LITERATUR

b. Rentable floor area, dapat dibedakan menjadi :

- Usable floor area, merupakan area yang disewakan dengan harga tertentu

- Common floor area, meliputi elevator hall, koridor,toilet, dan lain – lain. Harga sewa diperhitungkan berdasarkan rentable floor area.

c. Gross area system adalah sistem sewa dengan memperhitungkan semua bagian bangunan (ruang – ruang yang ada) termasuk lobby, lift, lavatory dan ruang penunjang lainnya.

d. Net area system, adalah sistem sewa dengan memperhitungkan luas ruang yang benar – benar hanya digunakan oleh penyewa. Da;lam hal ini, lavatory, ruang lift, dan penunjang tidak termasuk yang disewakan.

e. Semi gross system adalah sistem sewa dengan memperhitungkan semua ruang yang digunakan oleh penyewa ditambah dengan beberapa ruang fasilitas, tetapi tidak termasuk ruang transportasi, tangga darurat, dan fasilitas umum lainnya.

FAKTOR KONSTRUKSI

• perancangan yang efisien dari segi pembiayaan

• Penataan ruang yang efisien dengan pengertian memaksimalkan ruang sewa

• Efektif dalam arti bangunan yang dirancang harus sesuai dengan fungsi yang diwadahi • Penataan jalur sirkulasi dan fasilitas harus merata

(8)

STUDI LITERATUR

2 hal penting yang perlu diperhatikan terkait dengan konstruksi kantor sewa adalah :

1. Teknologi

2. Modul ruang sewa

klasifikasi modul ini dapat dibagi menjadi small space, medium space, dan large space berdasarkan beberapa pertimbangan, di antaranya :

- Efisiensi dan efektivitas penataan ruang. Ruang – ruang dalam kantor sewa memerlukan penataan secara efisien, tetapi tetap efektif untuk mewadahi fungsi – fungsi di dalam nya dengan tujuan memaksimalkan luasan ruang sewa.

- Tipe lantai yang disewakan dapat dipilih menggunakan sistem rentable floor area, gross area system, net area system, atau semi gross system

- Jenis kegiatan yang ada akan mempengaruhi kebutuhan ruang yang meliputi dimensi dan karakter ruang serta fasilitas yang perlu direncanakan.

- Faktor kebutuhan / ekonomi. Faktor inni didapatkan berdasarkan analisis kebutuhan dan ekonomi konsumen sasaran yang direncanakan.

FAKTOR LINGKUNGAN EKOLOGI

Pengadaan sebuah bangunan merupakan kegiatan perubahan ekosistem dan lingkungan di lokasi tersebut. Oleh karena itu, suatu perancangan perlu mempertimbangkan dampak positif dan negatif yang di timbulkan pada lingkungan tersebut. Aspek lingkungan tidak selalu merupakan batasan pada rancangan suatu bangunan, tetapi dapat juga di jadikan suatu keunggulan pada rancangan.

(9)

STUDI LITERATUR

KLASIFIKASI RENTAL OFFICE

1. klasifikasi kantor sewa berdasarkan modul ruang sewa

a. Small space, merupakan modul ruang sewa yang mempunyai kriteria : - Berkapasitas 1 – 3 orang

- Luas area minimal 8m2 dan maksimal 40 m2

b. Medium space, merupakan modul ruang sewa yang mempunyai kriteria : - Kapasitas memadai untuk grup kerja

- Luas area minimal 40 m2 dan maksimal 150 m2 c. Large space, memiliki kriteria :

- Kapasitas memadai untuk banyak grup keerja - Luas area di atas 150 m2

2. klasifikasi kantor sewa berdasarkan peruntukkannya a. Kantor sewa fungsi tunggal

merupakan kantor sewa yang di dalamnya hanya memiliki 1 fungsi b. Kantor sewa fungsi majemuk

merupakan kantor sewa yang di dalamnya memiliki beberapa fungsi sehingga lebih variatif.

3. Klasifikasi kantor sewa berdasarkan jumlah penyewanya a. Penyewa bangunan tunggal

adalah bangunan kantor sewa yang hanya disewakan kepada satu penyewa dalam jangka waktu tertentu.

b. Penyewa lantai tunggal

adalah kantor sewa yang setiap lantai hanya ditempati oleh satu penyewa saja.

c. Penyewa lantai majemuk

adalah kantor sewa yang setiap lantainya digunakan untuk lebih dari satu penyewa/unit kantor.

4. klasifikasi kantor sewa berdasarkan pengelolaannya a. tenant owned office building

b. speculative office building c. investment type of office building d. tailor made building

5. Klasifikasi kantor sewa berdasarkan pembagian layout denah a. cellular system (sel)

b. group space system (kelompok ruang) c. landscape/open plan system (ruang terbuka)

6. klasifikasi kantor sewa berdasarkan kedalaman ruang a. shallow space

konfigurasi kantor sewa dapat digolongkan sebagai shallow space apabila ruang – ruang nya dirancang dengan kedalaman kurang dari 8 m dengan bentuk sirkulasi single zone place yang disusun secara linier.

b. medium depth space

apabila ruang –ruang sewanya dirancang dengan kedalaman: 8-10 m pada jalur sirkulasi single zone place

14-22 m pada konfigurasi double zone place c. deep space

pada kategori ini ruang – ruang dirancang dengan kedalaman 11-19 m. d. very deep space

apabila kedalaman ruang nya lebih dari 20 m.

7. Klasifikasi kantor sewa berdasarkan tipikal jalur pencapaian a. tipe koridor terbuka

b. tipe menara

(10)

MENDESAIN RENTAL OFFICE

STUDI LITERATUR

Rental office atau diindonesiakan jadinya "Kantor Sewa". bangunan komersial jenis ini adalah bangunan yang dibangun untuk disewakan, baik

disewakan / dirental secara keseluruhan, ataupun sebagiannya saja.

Bangunan rental office umumnya dibangun dengan tipologi bangunan "high rise building", dengan kata lain bangunan berlantai banyak. contoh paling populer adalah Twin Towers Petronas di KL, Malaysia juga Wisma Dharmala di Jakarta, Indonesia.

Untuk mendesain bangunan rental office, kita perlu tau ruang-ruang apa aja seeh yang dibutuhin, yang biasanya ada di bangunan tersebut. naah, di bawah ini adalah ruang-ruang yang boleh dikatakan selalu ada di bangunan rental office :

1. Lobby 2. Receptionist 3. Concierce

4. Ruang Penitipan Anak berikut Ruang Bermain 5. Commercial Area, berupa :

- Restaurant - Magazine Shop - Fitness Area - Bank - ATM - Etc

6. Rental Floor/ Lantai Sewa 7. Ruang Pengelola

8. Ruang Security 9. Service Area 10. Parkir Area/ Floor

Di atas merupakan ruang-ruang yang biasa ada di bangunan rental office, ruang-ruang lain boleh ditambahkan tentunya dengan melihat dan mempertimbangkan hal-hal penting lainnya.]

(11)

STUDI BANDING LITERATUR

MENARA PALMA

Kesan yang timbul dari bentuk bangunan ini adalah monumental karena menjulang ke atas lebih tinggi secara visual dari pada 24 lantai yang ada, sebagai suatu simbol tentang kekuatan yang terus maju menjulang ke atas. Kesan ini lebih di perkuat lagi karena permainan bidang – bidang kaca yang lebih gelap pada sisi timur dan barat bangunan, yang berada di antara kedua lempengan – lempengan miring tersebut, sehingga mempertegas jarak renggang antara kedua bidang miring tersebut.

Nama Objek : Menara Palma, Jakarta Lokasi : Jl. Rasuna Said, Jakarta Pemilik : PT. Wanamitra Permai

Arsitek : Budiman Hendropurnomo, Dicky Hendrasto Luas Tapak : 4720 m2

Total luas bangunan : 28,700 m2 (24 tingkat).

Fungsi bangunan : Rental Office Tema bangunan : Arsitektur Modern

Bentuk citra yang muncul berupa abstraksi dari dua bidang setebal 6 m yang pada suatu kemiringan, mendekati satu dengan dengan yang lainnya. Tetapi tidak bersentuhan sehingga tampak seperti huruf A secara asimetris. Bentuk seperti huruf A ini sebenarnya berkaitan dengan kondisi lahannya yang sempit.

(12)

Struktur yang di gunakan pada menara palma merupakan kombinasi balok, kolom, dan dinding geser, kemudian untuk menangani permainan bentuk desain arsitektur, di pakai kolom miring dengan demikian fungsi kolom pada ruang dapat terjaga dan fungsi ruang tidak terganggu.

(13)

MENARA KARYA

Nama Objek : Menara Karya

Lokasi : Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan Pemilik : PT Karyadeka Pancamurni

Arsitek : Arquitectonica, Hongkong Luas Tapak : ±6.109m²

Luas bangunan : 35.119.25m² (26 lantai) Typical floor plate : 1,250-1,450m²

Standard ceiling height : 2.7 meter Kapasitas parkir : ±500 mobil Fungsi bangunan : Rental Office Tema bangunan : Arsitektur Modern

Ditinjau dari arsitekturnya, Menara Karya mempunyai beberapa kelebihan, antara lain dari konsep efficient tower dengan bentuk masa tanpa podium di lantai ground dan core menerus di tengah-tengah tower, memungkinkan semua area sangat fungsional di setiap lantainya

Ditinjau dari aspek strukturnya, tidak ada metode yang khusus digunakan dalam pekerjaan struktur, yang pada pelaksanaannya menggunakan bekisting sistem semi

table-form dan pemakaian balok prestress dengan bentang ±15

meter. Menara Karya hadir melalui bentuk

bangunan yang unik seperti diamond yang tumbuh. Bentuk kolom mengikuti bentuk bangunan yang di bagian bawah bentuk kolomnya miring ke luar dan di bagian atas miring ke dalam. Gedung perkantoran bertingkat 26 lantai ini juga tidak simetris di bagian kanan dan kiri bangunannya. Yang di sisi Gilimanuk atau sisi Selatan memiliki kemiringan 13° sedangkan sisi Utara 7°. Ada kantilever di lantai 24-25 untuk penampilan supaya tidak monoton

(14)

Untuk transportasi di dalam gedung tersedia 8 lift penumpang yang dibagi 4 unit lift untuk low zone dari lantai ground floor (GF) ke lantai 17. Kemudian 4 unit lift untuk high zone dari lantai 18 sampai lantai 29. Dua lift parkir dari GF ke besmen dan satu service lift yang bergerak dari lantai besmen sampai lantai 29. Masih didukung 2 eskalator untuk transfortasi menuju ke fasilitas area di lantai mezanin yang menyediakan restoran, ATM, bank, minimarket, post office dan musholla.

Untuk memudahkan mencapai unit perkantoran, maka Menara Karya dibagi menjadi dua zone, yaitu lantai low

zone dari lantai 3 sampai lantai 17 dan lantai high zone

dari lantai 18 sampai lantai 29. Untuk masing-masing lantainya, dibagi menjadi delapan tipe ukuran yang bervariatif, di low zone tersedia mulai dari ukuran 1,280-1,400m² dan di high zone mulai dari ukuran 1,150-1,440m²

Ruang-ruang Menara Karya mempunyai jarak kolom ke kolom lainnya 7 meter, sehingga menghadirkan ruang yang luas tanpa penghalang kolom di tengah-tengah ruang. Dengan demikian, dapat menjadi pilihan yang bagus untuk dibuat meeting room karena tanpa penghalang. Di samping itu, tinggi ceiling di lantai GF berjarak 10,25 meter, menampilkan kesan grand dengan material lantai pilihan import dari Italy.

http://buildingindonesia.biz/2010/10/31/menara-karya-disain-futuristik-dengan-ciri-khas-sky-diamond-dan-full-laminated-glass/ http://adesignideas.blogspot.com/2009/07/office-tower-menara-karyajakartaindones.html

(15)

STYLE RANCANGAN

POST MODERN

Arsitektur Post Modern adalah Arsitektur yang berkembang setelah era Arsitektur Modern dimana aliran arsitektur yang baru ini mempunyai tujuan menolak , menyempurnakan , dan mengkoreksi terhadap kesalahan yang telah terjadi pada Arsitektur Modern di masa yang sebelumnya .

Latar Belakang Post Modern

Pemunculan post modern tidak bisa dipisahkan dari aspek yang berlaku sebelumnya yakni arsitektur modern. Arsitektur modern yang sudah berjalan selama lebih kurang setengah abad mulai mencapai titik kejenuhan. Konsep-konsep yang terlalu logis dan rasional serta kurangnya memperhatikan nilai-nilai sosial, lingkungan dan emosi yang ada dalam masyarakat mendapat berbagai kritik dan tanggapan artinya arsitektur modern lebih cenderung untuk memperhatikan bagaimana caranya manusia harus hidup dan kurangnya perhatian terhadap kehidupan manusia yang sebenarnya (bersifat sepihak). Karya-karyanya pun sangat kaku, membosankan dan tidak memiliki identitas, karena mempunyai langgam yang sama pada hampir semua jenis bangunan di berbagai tempat.

Kelompok arsitek baru kemudian bertekad untuk menetapkan suatu dasar filsafat dan format baru yang lebih luas bagi desain. Dalam usahanya untuk suatu perbendaharaan arsitektur yang baru, maka para arsitek yang baru ini berpaling pada sumber-sumber yang beragam sifatnya dahulu dihindari, seperti Rennisance-Itali, Barok-Jerman, Las Vegas dan lainnya.

Pada tanggal 15 Juli 1972, blok-blok perumahan di Pruitt Igoe dan peninggalan arsitektur modern diruntuhkan. Ada yang menganggap tanggal tersebut resmi sebagai matinya arsitektur modern.

Dalam beberapa waktu, perdebatan para kalangan arsitek telah disadari oleh masyarakat sehingga para arsitek baru mulai mencoba mengadakan komunikasi di antara bangunan, masyarakat dan lingkungan. Kemudian kelompok baru mulai mengemukakan pandangan-pandangannya yakni sadar berpilih-pilih tentang tata hubung antara bentuk dan isi dan sangat peka terhadap preseden sejarah dan kebudayaan.

Kelompok ini kemudian menyebutkan dirinya sebagai arsitek “post modern” atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “pasca modern” yang mulai menonjolkan karya nyatanya pada tahun 1966-an. Sebenarnya gejala pasca modern ini sudah ditunjukkan pada pertengahan 1950-an yaitu pada karya Le Corbusier sebuah Gereja di Ronchamp yang sangat menyimpang dari gaya internasional. Pasca modern dimulai akhir 1950-an secara sedikit demi sedikit, baik secara terang-terangan maupun tersamar. Bermula dari penggunaan bentuk-bentuk lama, elemen-elemen tradisional, historis dipadu dengan penyederhanaan elemen-elemen modern. Komposisi unsur-unsur bangunan menyampaikan makna tertentu yang dapat dibaca. Demikian percobaan-percobaan dilakukan terus menerus dan diharapkan ada suatu timbal balik dari arsitek, pemakai masyarakat awam, dan lingkungan alam.

(16)

STYLE RANCANGAN

Untuk lebih memperjelas pengertian arsitektur post modern, Charles Jencks memberikan daftar ciri–ciri sebagai berikut:

1. Ideological

Suatu konsep bersistem yang menjadi asas pendapat untuk memberikan arah dan tujuan. Jadi dalam pembahasan Arsitektur post modern, ideological adalah konsep yang memberikan arah agar pemahaman arsitektur post modern bisa lebih terarah dan sistematis.

a. Double coding of Style: Bangunan post modern adalah suatu paduan dari dua gaya atau style, yaitu, Arsitektur modern dengan arsitektur lainnya.

b. Semiotic form: Penampilan bangunan mudah dipahami, Karena bentuk–bentuk yang tercipta menyiratkan makna atau tujuan atau maksud.

c. Tradition and choice Merupakan hal–hal tradisi dan penerapannya secara terpilih atau disesuaikan dengan maksud atau tujuan perancang.

d. Artist or client: Mengandung dua hal pokok yaitu: - Bersifatseni (intern)

- Bersifat umum (extern) Yang menjadi tuntutan perancangan sehingga mudah dipahami secara umum.

e. Elitist and participative: Lebih menonjolkan suatu kebersamaan serta mengurangi sikap borjuis seperti dalam arsitektur modern.

f. Piecemal: Penerapan unsur–unsur dasar, secara sub–sub saja atau tidak menyeluruh. Unsur– unsur dasar seperti: sejarah, arsitektur vernakular, lokasi, dan lain–lain.

2. Stylitic (ragam)

Gaya adalah suatu ragam (cara, rupa, bentuk, dan sebagainya) yang khusus. Pengertian gaya – gaya dalam arsitektur post modern adalah suatu pemahaman bentuk, cara, rupa dan sebagainya yang khusus mengenai arsitektur post modern

3. Design Ideas (Ide-Ide Desain)

Ide-ide desain adalah suatu gagasan perancangan. Pengertian ide-ide desain dalam Arsitektur Post Modern yaitu suatu gagasan perancangan yang mendasari Arsitektur Post Modern.

Ø Contextual Urbanism and Rehabilitation

Kebutuhan akan suatu fasilitas yang berkaitan dengan suatu lingkungan urban.

Ciri-ciri dan Pokok Post Modern

Post modern ditandai dengan timbulnya kembali bentuk-bentuk klasik, mengolah bangunan tradisi (vernakular) dan memperbaiki fungsinya. Ciri-ciri dari post modern ini antara lain:

- Aspek penyatuan dengan lingkungan dan sejarah, juga menyesuaikan dengan situasi sekitar

- Unsur-unsur yang dimasukkan tidak hanya berfungsi semata tetapi juga sebagai elemen penghias

- Pemakaian elemen geometris, sederhana terlihat sebagai suatu bentuk yang tidak fungsional, tetapi ditonjolkan sebagai unsur penambah keselarasan dalam komposisi ataupun dekor.

- Warnanya cenderung menor dan erotik, yang didominasi bukan oleh warna dasar tetapi oleh warna campuran yang banyak dipengaruhi pastel, kuning, merah dan biru ungu.

- Mengandalkan komposisi hibrid yang menghalalkan orang untuk mengambil elemen-elemen yang pernah ada untuk dimodifikasi sebagai kaya college/pastich.

http://alloy-architect.blogspot.com/2010/04/arsitektur-post-modern.html http://leoniassetica.blogspot.com/2010/01/arsitektur-post-modern.html

(17)

STUDI BANDING STYLE

PETRONAS TWIN TOWER

Nama Objek : Petronas twin tower

Lokasi : Jl. Ampang, kualal lumpur, Malaysia Pemilik : Petronas

Arsitek : cesar pelli

Total luas bangunan : 395,000 m² (4,252,000 sq ft) / (1 & 2) Fungsi bangunan : Rental Office

Style bangunan : Arsitektur post modern

Menara Petronas berdiri setinggi 452 meter atau 1483 kaki dihitung sampai paling atas. Bentuk lantainya berupa dua buah persegi yang berpotongan membentuk bintang berujung delapan dan pada tiap titik perpotongannya ditambahkan sepotong lingkaran. Desain Cesar pelli ini memilih gaya postmodern khas untuk menciptakan ikon abad ke-21 untuk Kuala Lumpur dengan motif yang lazim digunakan dalam Seni Islam mengingat budaya Islam sudah menjadi ciri khas Malaysia

Di antara kedua menara tersebut, dibangun sebuah jembatan (Skybridge atau Jejantas Udara) yang menghubungkan kedua menara pada lantai 41 dan 42. Jembatan ini adalah tujuan kunjungan turis yang datang ke Menara PETRONAS dengan jumlah tiket yang terbatas (sekitar 1200 buah). Selain itu, jembatan ini juga digunakan untuk evakuasi apabila terjadi keadaan darurat di sebuah menara sehingga penghuninya bisa pindah ke menara yang aman. Sebagaimana bangunan tinggi lain, Menara PETRONAS pun bisa bergoyang bila diterpa angin sehingga pembangunan jembatan pun tidak dipasang secara kaku pada kedua menara.

(18)

STUDI BANDING STYLE

TAIPEI 101

Nama Objek : Taipei 101

Lokasi : Xinyi District Taipei, Taiwan Pemilik : Taipei Financial Center Corporation Arsitek : C.Y. Lee & Partners

Luas Lantai : 193.400 m2 (2.081.700 sq ft) Fungsi bangunan : Commercial offices

Style bangunan : Arsitektur post modern Taipei 101 terdiri dari 101 lantai di atas tanah dan 5 lantai di bawah tanah. Bangunan ini arsitektur dibuat sebagai simbol dari evolusi teknologi dan tradisi Asia (Simbolisme). Pendekatan

postmodernis terhadap gaya bagunan menggabungkan elemen desain tradisional dan gaya modern. Menara ini dirancang untuk menahan angin topan dan gempa bumi.

Ketinggian 101 lantai memperingati perpanjangan waktu: abad baru yang tiba sebagai menara dibangun (100 +1) dan semua tahun baru yang mengikuti (1 Januari = 1-01). Ini melambangkan cita-cita tinggi dengan pergi lebih baik di 100, sejumlah tradisional kesempurnaan.

Menara utama memiliki serangkaian delapan segmen masing-masing delapan lantai. Dalam berbahasa Cina budaya nomor delapan dikaitkan dengan kelimpahan, kemakmuran dan keberuntungan. Dalam budaya yang mengamati seminggu tujuh hari jumlah delapan melambangkan perpanjangan waktu (7 +1)

Segmen diulang secara bersamaan mengingat irama dari pagoda Asia (bumi dan langit menara menghubungkan, juga membangkitkan di Menara Petronas), batang bambu (ikon pembelajaran dan pertumbuhan), dan setumpuk ingot Cina kuno atau kotak uang (simbol kelimpahan). Empat cakram dipasang pada setiap wajah gedung tempat alas memenuhi menara mewakili koin. Lambang ditempatkan di atas pintu masuk menunjukkan tiga koin emas desain kuno dengan lubang tengah dibentuk untuk menyiratkan angka Arab 1-0-1

Curled ruyi muncul di seluruh struktur sebagai motif desain. ruyi adalah sebuah simbol kuno yang terkait dengan awan surgawi. Ini berkonotasi penyembuhan, perlindungan dan pemenuhan. Hal ini muncul dalam perayaan pencapaian ketinggian karir baru. Meskipun bentuk setiap ruyi di Taipei 101 adalah tradisional, interpretasi logam adalah jelas modern

Taipei 101, menunjukkan pengaruh filsafat feng shui. Contohnya dalam bentuk air mancur granit besar di persimpangan Jalan Songlian dan Jalan Xinyi dekat pintu masuk timur menara. Sebuah bola berputar di atas air mancur terhadap menara. air mancur juga melayani fungsi praktis dalam filsafat feng shui. AT persimpangan dekat pintu masuk bangunan merupakan menguras potensi energi positif, atau chi, dari struktur dan penghuninya. Air yang mengalir ditempatkan di titik-titik tersebut memperbaiki situasi dengan menghasilkan aliran udara ke dalam positif ch'i. Air mancur menerapkan solusi tradisional untuk tantangan tradisional namun desain tetap modern.

(19)

TEMA RANCANGAN

ARSITEKTUR HIJAU

Green Architecture atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau adalah arsitektur yang minim

mengonsumsi sumber daya alam, ternasuk energi, air, dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. (Arsitektur Hijau, Tri Harso Karyono, 2010) Wikipedia menuliskan pengertian arsitektur hijau: “Green architecture, or green design, is an

approach to building that minimizes harmful effects on human health and the environment”.

Prinsip-prinsip Green Architecture

Penjabaran prinsi-prinsip green architecture beserta langkah-langkah mendesain green building menurut: Brenda dan Robert Vale, 1991, Green Architecture Design fo Sustainable Future:

1. Conserving Energy (Hemat Energi)

Cara mendesain bangunan agar hemat energi, antara lain:

- Banguanan dibuat memanjang dan tipis untuk memaksimalkan pencahayaan dan menghemat energi listrik.

- Memanfaatkan energi matahari yang terpancar dalam bentuk energi thermal sebagai sumber listrik dengan menggunakan alat Photovoltaic yang diletakkan di atas atap. - Memasang lampu listrik hanya pada bagian yang intensitasnya rendah.

- Menggunakan Sunscreen pada jendela yang secara otomatis dapat mengatur intensitas cahaya dan energi panas yang berlebihan masuk ke dalam ruangan.

- Mengecat interior bangunan dengan warna cerah tapi tidak menyilaukan, yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya.

- Bangunan tidak menggunkan pemanas buatan, semua pemanas dihasilkan oleh penghuni dan cahaya matahari yang masuk melalui lubang ventilasi.

-Meminimalkan penggunaan energi untuk alat pendingin (AC) dan lift.

2. Working with Climate (Memanfaatkan kondisi dan sumber energi alami) 3. Respect for Site (Menanggapi keadaan tapak pada bangunan)

4. Respect for User (Memperhatikan pengguna bangunan) 5. Limitting New Resources (Meminimalkan Sumber Daya Baru) 6. Holistic

variabel elemen desain selubung bangunan yang berpengaruh dalam penerapan konsep Arsitektur Hijau, antara lain:

1. Karakteristik massa bangunan (bentuk, massing dan orientasi)

2. Karakteristik bukaan (proporsi terhadap dinding, material dan dominasi orientasi)

Variabel proporsi bukaan terhadap dinding pada fasade utama bangunan, terdiri dari kategori 1 (< 30%), 2 (30-50%) dan 3 (> 50%)

3. Karakteristik pengendali matahari (sun shading dan sifat permukaan)

Variabel sun shading terdiri dari kategori sun shading internal dan eksternal; sedangkan variabel sifat permukaan terdiri dari kategori kapasitif, reflektif dan transmitif.

4. Karakteristik dinding (material) 5. Karakteristik atap (tipe dan material)

http://ndyteen.blogspot.com/2012/07/green-architecture-arsitektur-hijau.html

GREEN

(20)

STUDI BANDING TEMA

SCHOOL OF ART, DESIGN AND MEDIA AT

NANYANG TECHNOLOGICAL UNIVERSITY

Nama Objek : School of Art, Design and Media at Nanyang Technological University Lokasi : Singapore

Pemilik : Nanyang Technological University Arsitek : CPG Consultants Pte Ltd

Luas Lantai : 193.400 m2 (2.081.700 sq ft) Fungsi bangunan : Educational

Style bangunan : green architecture

http://www.greenroofs.com/projects/pview.php?id=846

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan meliputi struktur bawah yaitu fondasi bored pile, serta struktur atas yaitu balok, kolom, pelat lantai, dinding geser dan tangga menggunakan struktur beton

Perhitungan anggaran biaya pelaksanaan dan penjadwalan waktu pelaksanaan hanya pada pekerjaan struktur utama (struktur beton) yang meliputi pekerjaan pondasi, kolom, dinding

Kombinasi pembebanan yang digunakan dalam menganalsis struktur jembatan terdiri dari delapan (8) buah dengan kombinasi antara lentur dan geser pada kolom dan

Penentuan rasio tulangan (ρ) kolom K_205 akibat gaya portal sumbu Y berdasarkan beberapa kombinasi beban .... Kombinasi gaya geser kolom K_205 di sendi

Analisa berupa frame kolom, balok dan dinding geser dengan SRPMM beton bertulang, jika.. kekakuan gedung tidak tercapai sesuai yang di

Hasil dari analisis struktur menunjukan bahwa pada masing – masing elemen struktur (plat lantai, balok, kolom, dan dinding geser) membutuhkan dimensi yang cukup besar serta tulangan

Adapun permasalahan yang ditemukan diantaranya: bagaimana hasil perhitungan struktur, balok, kolom, plat dan dinding geser bangunan gedung apartmen menggunakan SNI 1726-2019 dan SNI

Menggunakan dinding inti bangunan core Menggunakan dinding geser Sear Wall  Sistem ini terdiri dari lempengan flat atau plat yang terhubung ke kolom tanpa menggunakan balok..  plat