PERAN SWASTA DALAM SISTEM EKONOMI
PERAN SWASTA DALAM SISTEM EKONOMI
DI INDONESIA
DI INDONESIA
A.
A. LALATATAR R BEBELALAKAKANGNG
Program prioritas yang terkait dengan percepatan pembangunan daerah tertinggal dan Program prioritas yang terkait dengan percepatan pembangunan daerah tertinggal dan da
daererah ah khkhususus us di di InIndodonenesisia, a, memeliplipututi: i: (1(1) ) HaHarmrmononi i sososisialal, , memeliplipututi i peperbrbaikaikan an prprososeses desentralisasi, turut serta menjaga dan menanggulangi keamanan dalam negeri dari gerakan desentralisasi, turut serta menjaga dan menanggulangi keamanan dalam negeri dari gerakan sep
separaaratistisme, me, konkonfliflik k SARSARA, A, harharmonmonisaisasi si dan dan intintegregrasi asi sossosialial; ; (2) (2) AgeAgenda nda dan dan proprogragramm kea
keadildilan, an, hukhukum, um, dan dan HAM HAM akaakan n berbersinsingguggungangan n dendengan gan keakeadildilan an sossosial ial dan dan perpersamsamaanaan kese
kesempatanmpatan; ; (3) Agenda (3) Agenda dan dan progprogram ram demokdemokrasi yang rasi yang bersibersinggunnggungan gan dengdengan an perwujperwujudanudan masyarakat madani seperti pemberdayaan masyarakat dan peningkatan partisipasi masyarakat masyarakat madani seperti pemberdayaan masyarakat dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan; (4) Agenda dan program ekonomi dan kesejahteraan akan bersinggungan dalam pembangunan; (4) Agenda dan program ekonomi dan kesejahteraan akan bersinggungan deng
dengan an memacu pertumbmemacu pertumbuhan ekonomi daerah, uhan ekonomi daerah, meninmeningkatkgkatkan an peran sektor riil peran sektor riil dan duniadan dunia us
usahaha, a, memengngururanangi gi titingngkakat t pepengngananggggururan an dadan n kekemimiskskininanan, , mememamacu cu pepembmbanangugunanann infra
infrastrukstruktur, tur, menggmenggalakkalakkan an dan dan menggmenggerakkerakkan an invesinvestasi tasi dan dan peninpeningkatan kualitas gkatan kualitas hiduphidup,, pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup.
pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Pem
Pembanbangungunan an daedaerah rah tertertintinggaggal l dan dan khukhususus s mermerupaupakan kan upaupaya ya terterencencana ana untuntuk uk mengubah suatu wilayah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial, mengubah suatu wilayah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang maju dengan komunitas yang kualitas ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang maju dengan komunitas yang kualitas hidupnya sama dengan masyarakat Indonesia di daerah lainnya. Pembangunan tidak hanya hidupnya sama dengan masyarakat Indonesia di daerah lainnya. Pembangunan tidak hanya aspek ekonomi, juga aspek sosial, budaya, dan keamanan. Namun kesejahteraan kelompok aspek ekonomi, juga aspek sosial, budaya, dan keamanan. Namun kesejahteraan kelompok mas
masyaryarakaakat t yanyang g hidhidup up di di daedaerah rah tertertintinggaggal l dan dan khukhusus sus jugjuga a memmemerlerlukaukan n perperhathatian ian dandan keberpihakan yang besar dari pemerintah.
keberpihakan yang besar dari pemerintah. Berd
Berdasarkaasarkan n kondkondisi isi tersetersebut but maka diperlukan program pembangunmaka diperlukan program pembangunan an yang lebihyang lebih difok
difokuskan pada uskan pada upaya percepatupaya percepatan an pembanpembangunan di gunan di daeradaerah h yang kondisi sosial, ekonomi,yang kondisi sosial, ekonomi, keuan
keuangan gan daeradaerah, h, aksesaksesibilitaibilitas, s, serta serta keterketersediaasediaan n infrasinfrastrukttruktur ur masih masih tertintertinggal. ggal. KondisKondisii tersebut pada umumnya terdapat pada daerah yang secara geografis terisolir dan terpencil tersebut pada umumnya terdapat pada daerah yang secara geografis terisolir dan terpencil
ssiieperti daerah perbatasan antar negara, pulau-pulau kecil, pedalaman, serta rawan bencanaeperti daerah perbatasan antar negara, pulau-pulau kecil, pedalaman, serta rawan bencana
alam dan bencana sosial. alam dan bencana sosial.
Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK), yang saat Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK), yang saat ini dikenal juga dengan nama Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal ini dikenal juga dengan nama Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal dan Khusus (PNPM DTK) merupakan salah satu program pemerintah untuk mempercepat dan Khusus (PNPM DTK) merupakan salah satu program pemerintah untuk mempercepat keg
kegiataiatan n pempembanbangungunan an di di daedaerah rah tertertingtinggal gal dan dan khukhusus sus dendengan gan carcara a memmemperpertemtemukaukann pendekatan
pendekatan bottom-up planning bottom-up planning yang dilakukan masyarakat dengan perencanaan pemerintahyang dilakukan masyarakat dengan perencanaan pemerintah daerah kabupaten.
daerah kabupaten.
Salah satu bidang kegiatan program P2DTK adalah Pengembangan Sektor Swasta Salah satu bidang kegiatan program P2DTK adalah Pengembangan Sektor Swasta (Peng
(Pengembanembangan gan SektoSektor r SwastaSwasta) ) dalam dalam rangkrangka a menunmenunjang jang pengepengembangmbangan an ekonoekonomi mi daerahdaerah.. Kegia
Kegiatan tan PengePengembangmbangan an SektoSektor r Swasta akan Swasta akan bekerbekerjasama dengan pemerintah daerah danjasama dengan pemerintah daerah dan lem
lembagbaga a lailainnynnya a yanyang g sudsudah ah melmelaksaksanaanakan kan proprogragram-pm-progrogram ram spespesifsifik ik untuntuk uk menmengatgatasiasi mas
masinging-ma-masinsing g masmasalaalah h infinfrasrastrutruktuktur, r, jarjaringingan an pempemasaasaranran, , sumsumberberdaydaya a manmanususia, ia, aksakseses te
terhrhadadap ap momodadal, l, dadan n reregugulaslasi i ekekononomomi i sesertrta a mememfmfasasililititasasi i dadaererah ah ununtutuk k memengngatatasasii permasalahan ekonomi secara terpadu.
permasalahan ekonomi secara terpadu. Tuj
Tujuan uan PenPengemgembanbangan gan SekSektor tor SwaSwasta sta ini ini secsecara ara umuumum m daldalam am ranrangka gka memmembanbantutu p
pememererinintatah h dadaererah ah dadan n mamasysyararakakat at dadalalam m mememumulilihkhkan an kokondndisisi i pepelalayayananan n ususahaha,a, membangkitkan kembali iklim usaha dan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi di membangkitkan kembali iklim usaha dan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Adapun fokus kegiatan Pengembangan Sektor Swasta adalah pada penguatan kapasitas daerah. Adapun fokus kegiatan Pengembangan Sektor Swasta adalah pada penguatan kapasitas p
pememererintintah ah dadaererah ah dadalam lam memempmpererbabaikiki i ikiklim lim ususahaha a agagar ar lelebibih h kokondndususifif, , pepeniningngkakatantan keterlibatan sektor swasta dalam perumusan kebijakan pengembangan ekonomi daerah dan keterlibatan sektor swasta dalam perumusan kebijakan pengembangan ekonomi daerah dan str
strateategi gi penpengemgembanbangan gan ekoekonomnomi i loklokal, al, seserta rta penpeningingkatkatan an kuakuantintitas tas dan dan kukualitalitas as sarsaranaana pend
pendukung kegiatan ekonomukung kegiatan ekonomi. i. Hasil akhir Hasil akhir dari serangkadari serangkaian ian kegiakegiatan tan ini ini dihardiharapkan dapatapkan dapat menjadi pendorong bagi percepatan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
menjadi pendorong bagi percepatan laju pertumbuhan ekonomi daerah. B.
B. SASARAN SASARAN DAN DAN STRATEGISTRATEGI
Kelompok sasaran dari kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta ini adalah: Kelompok sasaran dari kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta ini adalah:
1)
1) PelaPelaku ku usausaha/ha/indindusustri tri linlintas tas seksektortoral, al, terterutautama ma UsaUsaha ha MicrMicro, o, KecKecil, il, dan dan MenMenengengahah (UMKM)/Industri Kecil Menengah (IKM).
(UMKM)/Industri Kecil Menengah (IKM).
2)
2) InsInstitutitusi si pempemerierintantah h daedaerahrah, , yanyang g secsecara ara lanlangsugsung ng memmemilikiliki i keteketerkarkaitaitan n dendengangan pengembangan ekonomi dan sektor swasta, khususnya dalam hal pengambilan kebijakan pengembangan ekonomi dan sektor swasta, khususnya dalam hal pengambilan kebijakan
ekonomi daerah. ekonomi daerah. St
Stratrategegi i PenPengegembmbanangagan n SekSektotor r SwSwasasta ta memengngututamamakakan an pepengnguauatan tan kekelelembmbagagaaaann peme
pemerintah daerah dan rintah daerah dan sektosektor r swasswasta. Hal ta. Hal ini dilakukan dengan mekanismini dilakukan dengan mekanisme e dialog antaradialog antara pe
pemermerintaintah h dan dan pelpelaku aku seksektor tor swaswasta sta yanyang g menmengargarah ah padpada a tertercipciptanytanya a ikliklim im usausaha ha yanyangg kon
kondusdusif. if. DialDialog-og-diadialog log yanyang g dikdikembembangangkan kan terterutautama ma memmembahbahas as upaupaya-ya-upaupaya ya untuntuk uk mengatasi kegagalan pasar, seperti ketidakmampuan ekonomi menyerap dampak eksternalitas mengatasi kegagalan pasar, seperti ketidakmampuan ekonomi menyerap dampak eksternalitas dari suatu aktivitas ekonomi, rendahnya
dari suatu aktivitas ekonomi, rendahnya kapasitas manajerial stakeholder, rendahnya akumulasikapasitas manajerial stakeholder, rendahnya akumulasi modal, ataupun dikarenakan tidak optimalnya pemanfaatan sumberdaya.
modal, ataupun dikarenakan tidak optimalnya pemanfaatan sumberdaya. Adapun
Adapun strategi strategiyang akan dilakukan bidang Pengembangan Sektor Swasta, antara lain:yang akan dilakukan bidang Pengembangan Sektor Swasta, antara lain: (a)
(a) Pengadaan dan perbaikan Pengadaan dan perbaikan infrastruktur pendukung infrastruktur pendukung kegiatan usaha.kegiatan usaha. (b)
(b) PenPengemgembanbangan gan mekmekanianisme sme diadialog log antantara ara seksektor tor swaswasta sta dan dan pempemerierintantah h daedaerah rah daladalamm perumusan strategi pengembangan iklim usaha dan investasi.
perumusan strategi pengembangan iklim usaha dan investasi. (c)
(c) MembanMembangun jaringgun jaringan kerjasaan kerjasama untuk pengembma untuk pengembangan iklim usahangan iklim usaha dan a dan invesinvestasi.tasi. (d)
(d) Penguatan kPenguatan kapasitas pemerinapasitas pemerintah daerah tah daerah dalam perumusan dalam perumusan regulasi/kebijakan regulasi/kebijakan daerah.daerah. (e)
(e) PenPeningingkatakatan n kuakualitlitas as susumbemberdardaya ya manmanusiusia a yanyang g terterlibalibat t daldalam am kegkegiataiatan n usausaha ha melmelalualuii kerjasama dengan program pelatihan dari lembaga-lembaga yang
kerjasama dengan program pelatihan dari lembaga-lembaga yang kompeten.kompeten. C.
C. PELAKU PELAKU KEGIATANKEGIATAN Pel
Pelakuaku-pe-pelaku laku daldalam am kegkegiataiatan n bidbidang ang PenPengemgembanbangan gan SekSektor tor SwaSwasta sta padpada a hakhakikaikatnytnyaa melibatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh daerah dalam pengelolaan Pengembangan melibatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh daerah dalam pengelolaan Pengembangan Sek
Sektor tor SwaSwasta sta mulmulai ai dardari i tintingkagkat t desdesa a (ke(kepalpala a desdesa, a, fasfasilitilitatoator r desdesa, a, pelpelaku aku usausaha-ha-seksektor tor sw
swasasta)ta), , titingngkakat t kekecacamamatan tan (c(camamat, at, tim tim kokoorordidinanasi si kekecacamamatantan, , fafasisililitatatotor r kekecacamamatatan,n, enumerator), tingkat kabupaten (bupati, tim koordinasi kabuapaten-bappeda dan dinas terkait, enumerator), tingkat kabupaten (bupati, tim koordinasi kabuapaten-bappeda dan dinas terkait, kons
ti
tingngkakat t prprovovinsinsi i (t(tim im kokoorordidinanasi si prprovovininsisi----babappppededa a dadan n didinanas s teterkrkaiait, t, kokoorordidinanatotor r Pengembangan Sektor Swasta di provinsi), dan tingkat pusat (tim koordinasi pusat-Bappenas, Pengembangan Sektor Swasta di provinsi), dan tingkat pusat (tim koordinasi pusat-Bappenas, KPDT
KPDT dan dan depardepartemen/temen/lembalembaga ga terkaiterkait, t, konsukonsultan ltan PengePengembangambangan n Sektor Swasta, Sektor Swasta, lembaglembagaa pelaksana Pengembangan Sektor Swasta).
pelaksana Pengembangan Sektor Swasta). D.
D. MEKANISME MEKANISME PALAKSANAAN PALAKSANAAN PENGEMBANGAN SEKTOR PENGEMBANGAN SEKTOR SWASTASWASTA Kegia
Kegiatan tan Bidang PengembanBidang Pengembangan gan Sektor Swasta Sektor Swasta dilakudilakukan kan setelasetelah h pelakspelaksanaan anaan sosisosialisasalisasii P2DTK di tingkat provinsi dan kabupaten. Perencanaan kegiatan bidang Pengembangan Sektor P2DTK di tingkat provinsi dan kabupaten. Perencanaan kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta dilakukan melalui tahpan
Swasta dilakukan melalui tahpan sbb.:sbb.: 1.
1. Identifikasi Identifikasi Masalah Masalah dan dan KebutuhanKebutuhan Kegiat
Kegiatan an identidentifikasifikasi i masalmasalah ah dan dan kebutukebutuhan han PengePengembangambangan n SektoSektor r Swasta dilakukanSwasta dilakukan melalui baseline survey dan
melalui baseline survey dan focus group discussion focus group discussion (FGD).(FGD). 1.1.
1.1. Baseline Baseline SurveySurvey
Baseline survey
Baseline surveymerupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyusun data temerupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyusun data te ntang :ntang :
(1)
(1) Kondisi sektor swasta Kondisi sektor swasta: bentuk usaha, jumlah tenaga kerja, modal usaha, omset: bentuk usaha, jumlah tenaga kerja, modal usaha, omset usaha, sumber permodalan, sebaran pasar dan pemasaran yang dilakukan, dan usaha, sumber permodalan, sebaran pasar dan pemasaran yang dilakukan, dan hal lain yang terkait.
hal lain yang terkait.
(2)
(2) Masalah-masalah yang dihadapi dalam menjalankan usahaMasalah-masalah yang dihadapi dalam menjalankan usaha: masalah bahan: masalah bahan baku
baku, , permopermodalandalan, , pemaspemasaran, aran, infrasinfrastruktutruktur, r, kebijkebijakan akan ekonoekonomi, mi, keamakeamanan,nan, dan masalah lainnya.
dan masalah lainnya.
(3)
(3) Peran pemerintah terhadap pengembangan usaha: Peran pemerintah terhadap pengembangan usaha: jenis program pemerintah jenis program pemerintah yang pernah diikuti, jenis bantuan pengembangan usaha (modal, pemasaran, yang pernah diikuti, jenis bantuan pengembangan usaha (modal, pemasaran, pengembangan produk), dan lain-lain.
pengembangan produk), dan lain-lain.
(4)
(4) DatData a lailainnynnya a yanyang g terterkaikait t dendengan gan konkondisdisi i mikmikro ro dan dan makmakro ro ekoekonomnomi i bagbagii sektor swasta di daerah tertinggal
sektor swasta di daerah tertinggal dan khusus.dan khusus.
Metode pengumpulan data dilakukan melalui interview dengan menggunakan Metode pengumpulan data dilakukan melalui interview dengan menggunakan kues
wilayah program. Data pendukung dapat diperoleh dari hasil penelitian/studi yang wilayah program. Data pendukung dapat diperoleh dari hasil penelitian/studi yang pernah dilakukan oleh pihak lain.
pernah dilakukan oleh pihak lain. Pe
Pelalaku ku babaseseliline ne susurvrvey ey adadalalah ah enenumumereratator or yayang ng didisesedidiakakan an ololeh eh LPLPK- K-Pen
Pengemgembanbangan gan SekSektor tor SwaSwastasta. . LapLaporaoran n basbaselineline e sursurvey vey harharus us selselesaesai i sebsebeluelumm pelaksanaan MSS I.
pelaksanaan MSS I. 1.2.
1.2. Focus Group DiscussionFocus Group Discussion (FGD)(FGD)
Di seluruh kecamatan akan dilakukan FGD yaitu diskusi terfokus yang dilakukan Di seluruh kecamatan akan dilakukan FGD yaitu diskusi terfokus yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan Pengembangan Sektor Swasta secara untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan Pengembangan Sektor Swasta secara lebih detil. Hal-hal yang dibahas dalam FGD a.l.:
lebih detil. Hal-hal yang dibahas dalam FGD a.l.:
(1)
(1) Permasalahan-permasalahan yang dihadapi pelaku sektor swasta;Permasalahan-permasalahan yang dihadapi pelaku sektor swasta;
(2)
(2) PotensPotensi i dan kekuatan yang dimiliki pelaku dan kekuatan yang dimiliki pelaku sektosektor r swasta untuk mengatasswasta untuk mengatasii masalah;
masalah;
(3)
(3) PerPeran an pihpihak ak lain lain daldalam am menmengatgatasi asi perpermasmasalahalahan an PenPengemgembanbangan gan SekSektor tor Swasta;
Swasta;
(4)
(4) GaGagagasasan n pepengngemembabangngan an ekekononomomi i lolokakal l yayang ng memenjnjadadi i ininpuput t babagi gi TKTKTT kecamatan;
kecamatan;
(5)
(5) AlteAlternarnatif tif kegkegiataiatan n yanyang g akaakan n dibdibahaahas s di di MSS MSS untuntuk uk menmengatgatasi asi masmasalaalahh Pengembangan Sektor Swasta;
Pengembangan Sektor Swasta;
(6)
(6) KhuKhusus sus padpada a keckecamaamatan tan loklokasi asi P2DP2DTK, TK, pempemilihilihan an 2 2 oraorang ng utuutusan san FGDFGD kecamatan untuk mengikuti Musyawarah Kecamatan.
kecamatan untuk mengikuti Musyawarah Kecamatan.
(7)
(7) PemPemilihilihan an 2 2 oraorang ng utuutusan san FGD FGD keckecamaamatan tan untuntuk uk menmengikgikuti uti MusMusyawyawaraarahh Sektor Swasta (MSS).
Sektor Swasta (MSS).
Peserta FGD adalah tiga orang pelaku usaha yang merupakan wakil desa. FGD Peserta FGD adalah tiga orang pelaku usaha yang merupakan wakil desa. FGD akan difasilita
akan difasilitasi si oleh enumeratooleh enumerator r yang dipilih yang dipilih oleh LPK- oleh LPK- PengemPengembangbangan an Sektor Sektor Swasta. Pelaksanaan FGD dilakukan setelah selesai pengumpulan data pada baseline Swasta. Pelaksanaan FGD dilakukan setelah selesai pengumpulan data pada baseline survey dan harus selesai sebelum pembentukan TKT Kecamatan. Sedangkan sintesa survey dan harus selesai sebelum pembentukan TKT Kecamatan. Sedangkan sintesa
hasil FGD seluruh kecamatan akan disampaikan koordinator Pengembangan Sektor hasil FGD seluruh kecamatan akan disampaikan koordinator Pengembangan Sektor Swasta melalui MSS.
Swasta melalui MSS. 2.
2. StuStudi Kebdi Kebijaijakan Pekan Pengengembambangangan Ekonn Ekonomi Daomi Daeraerahh Stud
Studi i KebKebijakijakan an PenPengemgembanbangan gan EkoEkonomnomi i DaeDaerah rah dildilakuakukan kan di di tintingkagkat t proprovinvinsi si dandan kabupaten oleh LPK- Pengembangan Sektor Swasta untuk:
kabupaten oleh LPK- Pengembangan Sektor Swasta untuk:
(1)
(1) MendaMendapatkan informaspatkan informasi i tentantentang g kebijakebijakan kan ekonoekonomi mi dan dan peratuperaturan ran daeradaerah h terkaiterkaitt bidang Pengembangan Sektor Swasta;
bidang Pengembangan Sektor Swasta;
(2)
(2) Mengidentifikasi kebijakan yang menghambat ataupun mendukung perkembanganMengidentifikasi kebijakan yang menghambat ataupun mendukung perkembangan sektor swasta.
sektor swasta.
(3)
(3) MenMendapdapatkatkan an gamgambarbaran an penpeneraerapan pan perperatuaturan ran tententantang g penpenyusyusunaunan n kebkebijakijakanan ekonomi;
ekonomi;
(4)
(4) Melakukan analisis efektivitas kebijakan daerah yang meliputi kekuatan, kelemahan,Melakukan analisis efektivitas kebijakan daerah yang meliputi kekuatan, kelemahan, pelu
peluang ang dan dan tantantantangan gan pelakpelaksanaan kebijakan daerah sanaan kebijakan daerah dalam Pengembangdalam Pengembangan an Sektor Sektor Swasta;
Swasta;
(5)
(5) MengeMengetahui dampak tahui dampak dari implementasdari implementasi i kebijakebijakan kan lokal terhadap lokal terhadap PengePengembangambangann Sektor Swasta;
Sektor Swasta;
(6)
(6) MenMenyusyusun un rekrekomeomendandasi si bagbagi i perperbaibaikan kan kebkebijaijakan kan ekoekonomnomi i dan dan PenPengemgembanbangangan Sektor Swasta;
Sektor Swasta; 3.
3. MusMusyawyawaraarah Sh Sektektor Sor Swaswasta (ta (MSSMSS) I) I Mu
Musysyawawararah ah di di kakabubupapaten ten inini i didilaklakukukan an sesebebelulum m Tim Tim KaKajiajian n TeTeknknis is (T(TKTKT) ) KaKabb me
melalakukukakan n pepeninilailaian an teterhrhadadap ap ususululan an kekegigiatatan an yayang ng akakan an dididadananai i ololeh eh prprogograram.m. Musyawarah ini bertujuan untuk:
Musyawarah ini bertujuan untuk:
(1)
(1) MelMelakuakukan kan pempembahbahasaasan n kebkebutuutuhan han dan dan perpermasmasalahalahan an seksektor tor swaswasta sta di di daedaerahrah be
berdardasarsarkan kan hashasil il basbaselieline ne sursurveyvey, , sinsintestesa a FGDFGD, , dan dan stustudi di regregulaulasi si kebkebijakijakanan ekonomi daerah;
ekonomi daerah;
(2)
(2) Mengindentifikasi gagasan-gagasan sebagai solusi pemecahan permasalahan sektor Mengindentifikasi gagasan-gagasan sebagai solusi pemecahan permasalahan sektor swasta;
(3)
(3) Menetapkan gagasan yang akan diajukan kepada TKT;Menetapkan gagasan yang akan diajukan kepada TKT;
(4)
(4) Mengusulkan daftar calon perwakilan sektor swasta untuk terlibat dalam TKT;Mengusulkan daftar calon perwakilan sektor swasta untuk terlibat dalam TKT;
(5)
(5) MemMembenbentuk tuk ForForum um SekSektor tor SwaSwasta sta (FS(FSS) S) untuntuk uk melmelaksaksanaanakan kan renrencancana a kegkegiataiatann Pengembangan Sektor Swasta yang tidak dapat didanai oleh program dan
Pengembangan Sektor Swasta yang tidak dapat didanai oleh program dan mengawasimengawasi pelaksanaan kegiatan Pengembangan Sektor Swasta yang
pelaksanaan kegiatan Pengembangan Sektor Swasta yang didanai program.didanai program.
MSS akan difasilitasi Koordinator Pengembangan Sektor Swasta Kabupaten bersama MSS akan difasilitasi Koordinator Pengembangan Sektor Swasta Kabupaten bersama Ketua Tim Koordinasi Kabupaten. Peserta musyawarah adalah para wakil pelaku usaha Ketua Tim Koordinasi Kabupaten. Peserta musyawarah adalah para wakil pelaku usaha yang telah dipilih peserta FGD di tingkat kecamatan, wakil dari dinas pemerintah daerah, yang telah dipilih peserta FGD di tingkat kecamatan, wakil dari dinas pemerintah daerah, perbankan, LSM, perusahaan besar, pihak donor, dan media
perbankan, LSM, perusahaan besar, pihak donor, dan media massa ataupun universitas.massa ataupun universitas. Keg
Kegiatiatan an yanyang g dapdapat at diudiususulkalkan n daldalam am PenPengemgembanbangan gan SekSektor tor SwasSwasta ta melmelipuiputi ti halhal-ha-hall berikut:
berikut:
(1)
(1) Rehabilitasi ataupun pembangunan sarana dan prasarana pendukung sektor swasta,Rehabilitasi ataupun pembangunan sarana dan prasarana pendukung sektor swasta, seperti pasar, tempat pelelangan ikan (TPI), irigasi, dan lainnya;
seperti pasar, tempat pelelangan ikan (TPI), irigasi, dan lainnya;
(2)
(2) RefoReformasi rmasi kebijkebijakan akan dan dan peratuperaturan ran daerahdaerah, , dengadengan n mengusmengusulkan perubahan atauulkan perubahan atau peny
penyusunusunan an kebijakebijakan kan ekonoekonomi mi daeradaerah h sepeseperti rti adanya pengaturaadanya pengaturan n tempatempat t jualanjualan,, ad
adananya ya jajaminminan an kekeamaamananan n ususahaha, a, pepengnghahapupusasan n pupungnglili, , memempmperermumudadah h dadann mem
memperpercepcepat at proproses ses perperijinijinan an dan dan regregististrasrasi i usausaha, ha, dan dan lailainnynnya. a. KegKegiataiatan n iniini langsung ditindaklanjuti oleh perwakilan MSS kepada DPRD dan pemerintah daerah langsung ditindaklanjuti oleh perwakilan MSS kepada DPRD dan pemerintah daerah setempat;
setempat;
(3)
(3) Aktivitas peningkatan kapasitas sektor swasta dan pemerintah Aktivitas peningkatan kapasitas sektor swasta dan pemerintah daerah;daerah;
(4)
(4) MemMembanbangun gun puspusat at infinformormasi asi usausaha ha untuntuk uk penpengemgembanbangan gan jarjaringingan an pempemasaasaranran,, sumber-sumber permodalan, dan jaringan usaha;
sumber-sumber permodalan, dan jaringan usaha;
5)
5) Membangun forum dialog antara sektor swasta, pemerintah Membangun forum dialog antara sektor swasta, pemerintah daerah dan perbankan.daerah dan perbankan. 4.
4. MusMusyawyawaraarah Sh Sektektor Sor Swaswasta (ta (MSSMSS) II) II MSS
MSS II II dilakdilakukan setelah Musyawarah Kabupateukan setelah Musyawarah Kabupaten n PendanPendanaan dengan aan dengan agendagenda a sebagsebagaiai berikut:
berikut: (a)
(b)
(b) MembaMembahas renhas rencana-rcana-rencanencana kegiaa kegiatan yantan yang belum dg belum didanai oidanai oleh proleh program (sgram (sisa hasisa hasilil MSS I dan Musyawarah Kabupaten Pendanaan).
MSS I dan Musyawarah Kabupaten Pendanaan). 5.
5. PenPendamdampinpingan gan ForForum Sum Sektektor Sor Swaswastata Penda
Pendampingampingan n Forum Sektor Forum Sektor SwastSwasta a (FSS) (FSS) dimakdimaksudkasudkan n untuk memperkuuntuk memperkuat at peranperananan sek
sektor tor swaswasta sta daldalam am penpengemgembanbangan gan usausaha ha dan dan pelpelibatibatan an daldalam am perperumuumusan san kebkebijaijakankan eko
ekononomi mi daedaerahrah. . TujTujuan uan penpendamdampinpingan gan untuntuk: uk: 1) 1) MemMembanbantu tu FSS FSS daldalam am menmenyusyusunun rencana-rencana aksi lebih konkrit dan terpadu; 2) Meningkatkan kapasitas sektor swasta rencana-rencana aksi lebih konkrit dan terpadu; 2) Meningkatkan kapasitas sektor swasta dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pengembangan ekonomi daerah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pengembangan ekonomi daerah mel
melalualui i diadialog log rutrutin in linlintas tas seksektortor; ; 3) 3) MenMendordorong ong ketketerlerlibaibatan tan FSS FSS daldalam am monmonitoitorinringg pelaksanaan kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta; 4) Mendorong terbangunnya pelaksanaan kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta; 4) Mendorong terbangunnya
strategi bagi keberlanjutan kegiatan FSS. strategi bagi keberlanjutan kegiatan FSS. Untuk mencapai tujuan tersebut, Tim
Untuk mencapai tujuan tersebut, Tim Pendampingan melakukan kegiatan sebagai berikut:Pendampingan melakukan kegiatan sebagai berikut: (a)
(a) Mengagendakan Mengagendakan pertemuan pertemuan rutin rutin FSS FSS dan dan dengan dengan pihak-pihak pihak-pihak lain;lain; (b)
(b) MemfaMemfasilitasilitasi FSS dalam mesi FSS dalam membangmbangun kerjun kerjasama deasama dengan pingan pihak-phak-pihak lain yihak lain yangang relevan dengan rencana aksi dari FSS.
relevan dengan rencana aksi dari FSS. E.
E. KendKendala Pala Pelakselaksanaan anaan dan dan HarapHarapan Kan Ke De Depanepan
Pelaksanaan kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta dalam progam P2DTK sampai saat Pelaksanaan kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta dalam progam P2DTK sampai saat ini masih dalam tahap proses Perencanaan sehingga hasilnya belum terlihat. Namun, dari ini masih dalam tahap proses Perencanaan sehingga hasilnya belum terlihat. Namun, dari proses perencanaan ini terdapat kendala-kendala yang semestinya perlu mendapatkan perhatian proses perencanaan ini terdapat kendala-kendala yang semestinya perlu mendapatkan perhatian tersendiri bagi daerah-daerah tertinggal dan khusus lainnya yang tidak menjadi lokasi progam tersendiri bagi daerah-daerah tertinggal dan khusus lainnya yang tidak menjadi lokasi progam P2
P2DTDTK K khkhususususnynya a kekendndala ala teterkrkaiait t dedengngan an mamasisih h mimininimnmnya ya pepemamahahaman man fafasisililitatatortor// pend
pendamping kegiatan Pengembaamping kegiatan Pengembangan Sektor Swasta ngan Sektor Swasta ini di ini di lapanlapangan. Hal gan. Hal tersebtersebut ut sebagsebagaiai kelan
kelanjutan dari jutan dari materi dan materi dan prosproses es pelatpelatihan bagi ihan bagi fasilifasilitator/ pendampitator/ pendamping ng yang hanya yang hanya terfokterfokusus pada aspek teknis fasilitasinya, sedangkan substansi dari Pengembangan Sektor Swasta itu pada aspek teknis fasilitasinya, sedangkan substansi dari Pengembangan Sektor Swasta itu
sendiri terabaikan. sendiri terabaikan.
Namun, ke depan dari kegiatan Pengembangan Sektor Swasta ini
Namun, ke depan dari kegiatan Pengembangan Sektor Swasta ini dapat memberikan suatu hasildapat memberikan suatu hasil yang baik bagi pembangunan ekonomi daerah apabila betul-betul memperhatihan yang baik bagi pembangunan ekonomi daerah apabila betul-betul memperhatihan
tahapan-tahapan yang telah dibuat untuk melaksanakan kegiatan Pengembangan Sektor Swasta ini tahapan yang telah dibuat untuk melaksanakan kegiatan Pengembangan Sektor Swasta ini ter
termasmasuk uk melmelibaibatkan tkan seksektor tor swaswastasta. . PalPaling ing tidtidak ak stastakehkeholdolder er yanyang g ada ada di di daedaerah rah baik baik ituitu pemerintah daerah, anggota dewan, pelaku usaha, perguruan tinggi, LSM, Media Massa dan pemerintah daerah, anggota dewan, pelaku usaha, perguruan tinggi, LSM, Media Massa dan
masyarakat bersama-sama melakukan antara lain: masyarakat bersama-sama melakukan antara lain:
E.1
E.1 Monitoring dan pelaporan kegiatan Pengembangan Sektor Swasta secara periodik untuk Monitoring dan pelaporan kegiatan Pengembangan Sektor Swasta secara periodik untuk memastikan apakah suatu kegiatan Pengembangan Sektor Swasta sudah dilaksanakan memastikan apakah suatu kegiatan Pengembangan Sektor Swasta sudah dilaksanakan ses
sesuai uai dendengan gan renrencancana, a, priprinsinsip p dan dan proprosedsedur ur tertermasmasuk uk diddidalaalamnymnya a melmelihaihat t kinkinerjerjaa Pengembangan Sektor Swasta.
Pengembangan Sektor Swasta.
Hal-hal yang perlu diperhatian minimal, antara lain: 1) Kegiatan-kegiatan Pengembangan Hal-hal yang perlu diperhatian minimal, antara lain: 1) Kegiatan-kegiatan Pengembangan Sektor Swasta yang sedang dilaksanakan; 2)
Sektor Swasta yang sedang dilaksanakan; 2) Pencapaian sasaran dan target; 3) GambaranPencapaian sasaran dan target; 3) Gambaran kemaju
kemajuan an dari pelaksanadari pelaksanaan an kegiakegiatan tan PengePengembangmbangan an Sektor Swasta; 4) Sektor Swasta; 4) KendalKendala a dandan permasalahan yang dihadapi, termasuk tindak lanjutnya; 5) Tingkat partisipasi pelaku permasalahan yang dihadapi, termasuk tindak lanjutnya; 5) Tingkat partisipasi pelaku usaha dalam pelaksanaan program Pengembangan Sektor Swasta; dan 6) Penggunaan usaha dalam pelaksanaan program Pengembangan Sektor Swasta; dan 6) Penggunaan dana.
dana.
E.2
E.2 MelaMelakukkukan an evaevalualuasi si kegkegiatiatan an PenPengemgembanbangan gan SekSektor tor SwasSwasta ta untuntuk uk menmenilailai i hashasilil pelaksanaan kegiatan. Hasil dari monitoring dan pengawasan serta laporan rutin dapat pelaksanaan kegiatan. Hasil dari monitoring dan pengawasan serta laporan rutin dapat
dijad
dijadikan ikan dasar dalam dasar dalam evaluevaluasi asi pelakpelaksanaasanaan n progprogram ram bidanbidang g PengePengembangmbangan an SektoSektor r Swasta. Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi perbaikan strategi implementasi maupun Swasta. Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi perbaikan strategi implementasi maupun perubahan kebijakan terkait dengan pelaksanaan kegiatan Pe
perubahan kebijakan terkait dengan pelaksanaan kegiatan Pe ngembangan Sektor Swasta.ngembangan Sektor Swasta. Indikator yang digunakan dalam menilai keberhasilan kegiatan bidang Pengembangan Indikator yang digunakan dalam menilai keberhasilan kegiatan bidang Pengembangan Sektor Swasta ini, a.l.: 1) Kesesuaian kebijakan daerah yang mendukung peningkatan Sektor Swasta ini, a.l.: 1) Kesesuaian kebijakan daerah yang mendukung peningkatan dan
dan penpengemgembanbangan gan kegkegiatiatan an seksektor tor swaswasta sta yanyang g dildilakuakukan kan secsecara ara parpartistisipaipatif tif dandan be
berpihrpihak ak kepkepada ada kepkepententingingan an masmasyaryarakaakat; t; 2) 2) TerTerbanbangungunnya nya praprasarsarana ana dan dan sarsaranaana ekono
ekonomi mi yang yang mendumendukung pengembankung pengembangan gan usahusaha a sektosektor r swastaswasta; ; 3) 3) BerkeBerkembangmbangnyanya akt
aktiviivitas tas UMKUMKM/IM/IKM KM daldalam am ranrangka gka menmendukdukung ung penpeningingkatkatan an ekoekonomnomi i daedaerahrah; ; 4)4) Meningkatnya investasi yang masuk ke daerah; 5) Peningkatan kualitas pemda dalam Meningkatnya investasi yang masuk ke daerah; 5) Peningkatan kualitas pemda dalam melayani kepentingan publik, terutama dalam kegiatan Pengembangan Sektor Swasta; 6) melayani kepentingan publik, terutama dalam kegiatan Pengembangan Sektor Swasta; 6)
Terba
Terbangunnngunnya ya Forum Sektor Forum Sektor Swasta sebagai media Swasta sebagai media mekanmekanisme isme dialodialog g antarantara a sektosektor r swasta, pemerintah daerah, dan stake holder terkait guna menyelesaikan permasalahan swasta, pemerintah daerah, dan stake holder terkait guna menyelesaikan permasalahan ekonomi daerah yang memiliki kekuatan, baik intern mupun ekstern; 7) Berfungsinya ekonomi daerah yang memiliki kekuatan, baik intern mupun ekstern; 7) Berfungsinya pe
peran ran FSS FSS daldalam am PenPengemgembanbangan gan SekSektor tor SwaSwastasta; ; dan dan 8) 8) TerTerjadjadi i komkomuniunikaskasi i antantar ar keseluruhan pelaku dan sinergi antar program P
keseluruhan pelaku dan sinergi antar program P engembangan Sektor Swasta.engembangan Sektor Swasta.
E.3.1
E.3.1 Memfungsikan Forum Sektor Swasta (FSS)Memfungsikan Forum Sektor Swasta (FSS)
Salah satu upaya untuk mempertahankan keberlanjutan bidang Pengembangan Sektor Salah satu upaya untuk mempertahankan keberlanjutan bidang Pengembangan Sektor Swas
Swasta ta P2DP2DTK TK ini ini adaadalah lah berberfunfungsigsinya nya FSS. FSS. DimaDimana na FSS FSS mammampu pu mermerealealisaisasiksikanan be
berbarbagai gai renrencancana a dan dan upaupaya ya pempemecahecahan an masmasalaalah h agaagar r penpengemgembanbangan gan usausaha ha yanyangg dilakukan bisa berjalan dengan lancar. Keberadaan dan berfungsinya forum ini sangat dilakukan bisa berjalan dengan lancar. Keberadaan dan berfungsinya forum ini sangat tergantung dari partisipasi aktif pelaku usaha dan efektivitas forum. Berikut ini adalah tergantung dari partisipasi aktif pelaku usaha dan efektivitas forum. Berikut ini adalah strategi untuk mempertahankan keberlanjutan kegiatan FSS.
strategi untuk mempertahankan keberlanjutan kegiatan FSS.
E.3.2
E.3.2 Alih Pendampingan Alih Pendampingan
Permas
Permasalahan umum alahan umum yang menyebabkyang menyebabkan an tidak berlanjutntidak berlanjutnya ya kelemkelembagaan yang bagaan yang telahtelah terbentuk, adalah tidak adanya motor penggerak yang cukup dipercaya oleh anggota terbentuk, adalah tidak adanya motor penggerak yang cukup dipercaya oleh anggota forum setelah berakhirnya masa pendampingan. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk forum setelah berakhirnya masa pendampingan. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk me
menjnjagaga a agagar ar foforurum m inini i dadapapat t beberkrkelaelanjnjututan an adadalalah ah memelaklaksasananakakan n prprososes es alalihih pendampingan. Selain itu jika kondisi dan struktur organisasi forum ini masih lemah. pendampingan. Selain itu jika kondisi dan struktur organisasi forum ini masih lemah.
Proses alih pendampingan dapat dilakukan dengan: Proses alih pendampingan dapat dilakukan dengan: (a)
(a) Menemukenali Menemukenali calon calon pendamping pendamping lokal lokal sejak sejak awal, awal, serta serta memberikan memberikan pemahamanpemahaman da
dan n mememamaststikikan an kekesesedidiaaaan n ununtutuk k memelalakukukakan n prprososes es pependndampampiningagan n sesecacarara berkelanjutan;
berkelanjutan; (b)
(b) Melibatkan Melibatkan secara secara intensif intensif calon calon pendamping pendamping lokal lokal sejak sejak awal awal proses proses pembentukanpembentukan FSS sebagai proses pembelajaran;
FSS sebagai proses pembelajaran; (c)
(c) Melibatkan Melibatkan pemerintah pemerintah – – dinas dinas terkait terkait – – untuk untuk melakukan melakukan pembimbingan pembimbingan terhadapterhadap calon pendamping;
(d)
(d) Memberikan Memberikan kepercayaan kepercayaan secara secara bertahap bertahap untuk untuk melaksanakan melaksanakan pendampingan, pendampingan, dandan secara bertahap mengurangi peran sentral pendamping yang disediakan program. secara bertahap mengurangi peran sentral pendamping yang disediakan program.
E.3.3
E.3.3 Penguatan Kelembagaan Penguatan Kelembagaan
Mek
Mekanianisme sme lailain n untuntuk uk menmenjagjaga a kebkeberlerlanjanjutautan n kelkelembembagaagaan an adaadalah lah memmemperperkuakuatt kel
kelembembagaagaan an yanyang g dibdibententuk, uk, sehsehingingga ga mekmekanianisme sme kegkegiatiatan an dapdapat at berberjaljalan an secsecaraara mandiri. Penguatan kelembagaan dapat dilakukan dengan:
mandiri. Penguatan kelembagaan dapat dilakukan dengan: (a)
(a) Mendorong Mendorong legalisasi legalisasi FSS, FSS, sehingga sehingga keberadaannya keberadaannya diakui diakui oleh oleh publik.publik. (b)
(b) Mengupayakan Mengupayakan perluasan perluasan jaringan jaringan & & informasi, informasi, melalui melalui sistem sistem komunikasi komunikasi antar antar forum sektor swasta, atau lembaga-lembaga lain (misalnya media massa, lembaga forum sektor swasta, atau lembaga-lembaga lain (misalnya media massa, lembaga donor, LSM, ataupun lembaga yang memiliki perhatian terhadap Pengembangan donor, LSM, ataupun lembaga yang memiliki perhatian terhadap Pengembangan Sektor Swasta) sebagai media berbagi informasi dan saling memberikan dukungan Sektor Swasta) sebagai media berbagi informasi dan saling memberikan dukungan terhadap aktivitas yang dilakukan.
Literatur: Literatur:
MaManunual al dadan n PaPandnduauan n BiBidadang ng PenPengegembmbanangagan n SeSektktor or SwSwasasta, ta, PrProgogam am PePercrcepepatatanan
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK), Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK), Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional – Bappenas dan KPDT, Mei 2007: Jakarta.
Pembangunan Nasional – Bappenas dan KPDT, Mei 2007: Jakarta.
Strategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Negara PembangunanStrategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Negara Pembangunan
Daerah Daerah
Tertinggal (KPDT), 08 Desember 2004: Tertinggal (KPDT), 08 Desember 2004: Jakarta.Jakarta.
TabloTabloid id BulanBulanan an DISPARDISPARITAS, ITAS, KementKementerian erian NegarNegara a PembanPembangunan Daerah gunan Daerah TertinTertinggalggal
(KPDT), (KPDT),