ANALISA DAN PERANCANGAN DATA
WAREHOUSE PADA RUMAH SAKIT
MEDIKA LESTARI
Paskalis Denis : 1401103054 Anthony Edbert Ang : 1401104012 Ahmad Fauzi Nazir : 1401140844 Ali Gunawan, S.Kom., M.MUNIVERSITAS BINA NUSANTARA
School of Information SystemJurusan Sistem Informasi Tugas Akhir Sarjana Strata-1
Semester Ganjil 2014/2015
ANALISA DAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA RUMAH SAKIT MEDIKA LESTARI
Paskalis Denis : 1401103054 Anthony Edbert Ang : 1401104012 Ahmad Fauzi Nazir : 1401140844 Kelas / Kelompok : LF11 / 07
Abstrak
TUJUAN PENELITIAN
ini adalah merancang Data Warehouse untuk menghasilkan informasi atau laporan yang bersifat Multidimensional untuk dipakai oleh pihak eksekutif dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan informasi di Rumah Sakit.
METODE PENELITIAN
yang digunakan yaitu metode analisis dan perancangan Data Warehouse menurut Ralph Kimball yang dikenal dengan Nine-Step Methodology.
HASIL YANG DICAPAI
adalah sebuah rancangan Data Warehouse dan User Interface yang menyajikan informasi bersifat summary sehingga dapat membantu pihak manajemen di rumah sakit dalam mengambil keputusan.
SIMPULAN
dengan adanya rancangan Data Warehouse dan aplikasi memudahkan pihak rumah sakit untuk menyimpan, mengakses, dan mengolah data agar dapat dilihat dari beberapa dimensi dan menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan dimasa depan.
BINA NUSANTARA UNIVERSITY
School of Information System Information System Department
Bachelor Final Tier - 1 Odd Semester 2014/2015
ANALYSIS AND DESIGN OF DATA WAREHOUSE IN MEDIKA LESTARI HOSPITAL
Paskalis Denis : 1401103054 Anthony Edbert Ang : 1401104012 Ahmad Fauzi Nazir : 1401140844 Kelas / Kelompok : LF11 / 07
Abstract
RESEARCH OBJECTIVES
is to designing a data warehouse to produce the information or multidimensional reports to be use by executives in decision-making according to information needs in the hospital.
METHODS
used the method of analysis and design of a Data Warehouse by Ralph Kimball, known as Nine-Step Methodology.
RESULTS ACHIEVED
is a Data Warehouse design and user interface that presents summary information is so that they can assist the hospital management in making decisions.
CONCLUSION
with the design and application of data warehouse to facilitate the staff hospital to store, access, and process data that can be viewed from multiple dimensions, and generate information for future decision making.
Pendahuluan
Memasuki era globalisasi pada saat ini, persaingan di dalam bisnis semakin ketat baik dalam industri barang atau jasa. Pada dasarnya perusahaan didirikan dengan melakukan kolaborasi sumber daya yang dimiliki untuk bersama-sama mencapai suatu tujuan. Tujuan yang ingin dicapai adalah perusahaan dapat tetap eksis di pasar dan diterima oleh masyarakat melalui produk atau jasa yang ditawarkan. Tentunya dalam hal ini teknologi memiliki pengaruh besar terhadap proses bisnis daripada perusahaan dalam menyediakan informasi kepada stakeholder. Perkembangan teknologi dan sistem informasi yang pesat, menuntut perusahaan menyesuaikan diri sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain. Penguasaan informasi dipercaya merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam menciptakan competitive advantage, seperti informasi mengenai trend pasar, dan design yang sedang berkembang pada saat ini. Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses bisnis yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baik, sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal.
Dalam membuat keputusan, para eksekutif membutuhkan informasi yang jelas, mudah dimengerti, dan sesuai dengan kebutuhan dalam pengambilan keputusan. Untuk mendukung penyajian informasi seperti itu membutuhkan database yang berisi data yang telah diolah dan dianalisa sesuai dengan kebutuhan pengambilan keputusan. Salah satu teknologi yang dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan penyediaan data dan informasi bagi eksekutif di perusahaan adalah data warehouse.
Data warehouse merupakan sistem database yang dapat mengumpulkan dan
menyatukan berbagai data yang ada dalam suatu perusahaan, serta dapat membuat laporan secara cepat, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian fungsi utama data
warehouse adalah mengambil, mengumpulkan, mempersiapkan (transforming, seperti
membersihkan, mengintegrasikan, decoding), menyimpan (loading), dan menyediakan data untuk pemakai atau aplikasi yang bersifat query / reporting (read-only), hanya satu data terpercaya ini yang digunakan oleh semua yang membutuhkan (single version of truth), untuk pelaporan, analisa informasi dan mengambil keputusan (analytical application). Rumah Sakit Medika Lestari merupakan rumah sakit umum pusat yang terletak di Jl. HOS Cokroaminoto Ciledug-Tangerang. Saat ini Rumah Sakit Medika Lestari telah menggunakan teknologi informasi dalam membantu kegiatan operasionalnya. Seiiring dengan berkembangnya Rumah Sakit Medika Lestari, semakin banyak dan kompleks pula data medik yang dimiliki dan yang harus diolah. Data medik yang besar menyulitkan pihak rumah sakit dalam melakukan analisis terhadap data tersebut. Pembuatan laporan yang sesuai dengan keinginan pihak eksekutif rumah sakit seringkali membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu laporan yang disediakan sistem yang telah ada, hanya menyediakan informasi yang terbatas bagi pihak eksekutif. Hal ini mengakibatkan keputusan yang dibuat oleh pihak eksekutif manajemen menjadi kurang maksimal. Untuk dapat menangani data dalam jumlah besar dan memanfaatkannya semaksimal mungkin bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukan analisa dan perancangan teknologi informasi yang lebih lanjut untuk dapat mengatasinya, yaitu data warehouse, yang dapat mempercepat proses pengumpulan data
untuk pembuatan laporan sehingga proses pengambilan keputusan tidak terhambat, dan juga dapat memberikan informasi yang dapat dilihat dari berbagai dimensi.
Metode Penelitian
Menurut Kimball (The Group Reader, 2010), terdapat 9 (sembilan) langkah dalam membuat atau merancang Data Warehouse, yaitu :
1. Choose the process
Memilih proses yang mampu menjawab semua pertanyaan bisnis. Selain itu, pemilihan proses harus berhubungan erat misalkan, proses penjualan berhubungan erat dengan order. 2. Choose the grain
Memilih grain yang dimaksud adalah memilih atribut yang merepresentasikan apa yang ada dalam tabel fakta.
3. Identify and conform the dimensions
Set dimensi yang dibangun dengan baik sehingga tabel fakta mampu memberikan kemudahan untuk memahami tabel fakta yang ada. Dimensi merepresentasikan atau menggambarkan fakta–fakta yang ada dalam tabel fakta. Bila sebuah dimensi digunakan dalam dua data mart atau lebih maka data warehouse yang ada dapat dikatakan gagal dan tidak dapat berfungsi dengan baik karena dua data mart tidak dapat digunakan secara bersama-sama.
4. Choose the facts
Menentukan tabel fakta yang fakta–fakta nya dapat digunakan dalam data mart. 5. Store precalculations in the fact table
Menyimpan pre-kalkulasi ketika tabel – tabel mengandung laporan laba atau rugi. Hal ini dapat terjadi bila fakta kehilangan statement.
6. Round out the dimension tables
Pada langkah ini tabel–tabel dimensi sudah siap dan berisi keterangan–keterangan yang mudah dipahami oleh user.
7. Choose the duration of the database
Pada langkah ini menentukan durasi penggunaan database, apakah data disimpan dalam rentang waktu 5 (lima) hingga 10 (sepuluh) tahun.
8. Determine the need to track slowly changing dimensions Ada tiga tipe perubahan dimensi yang perlahan, yaitu :
Tipe 1. Atribut dimensi yang telah berubah tertulis ulang.
Tipe 2. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan sebuah dimensi baru. Tipe 3. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan alternatif sehingga
nilai atribut lama dan yang baru dapat diakses secara bersama pada dimensi yang sama. 9. Deciding query priorities and the query modes.
Didalam 9 step perancangan datawarehouse terdapat proses ETL. ETL adalah melingkupi pengkoleksian data dari berbagai sumber, memeriksa error, merubah menjadi bentuk yang unik, mengabungkan data yang bernilai sama dan menyimpan data ke dalam data warehouse.
Proses ETL terdiri tiga proses yaitu :
a. Extraction
Sumber data mungkin berasal dari mesin yang berbeda-beda dengan format data yang berbeda pula. Atau mungkin akan digabungkan pula dengan data dari spreadsheet dan data departemen. Ekstraksi data akan menjadi sangat kompleks. Oleh karena itu sumber data diekstrak ke dalam lingkungan fisik yang berbeda yang kemudian dimasukkan ke dalam data warehouse.
b. Transformation
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam transformasi data adalah membersihkan data yang diekstrak dari masing-masing sumber. Maksud dari pembersihan disini adalah membenarkan kesalahan pengejaan kata Adanya perbedaan ukuran dalam sumber data, atau menyediakan nilai default untuk data yang hilang, atau mengeliminasi data yang duplikat. Standarisasi tipe data dan ukuran field untuk setiap elemen data yang diambil dari banyak sumber adalah bagian yang paling besar dalam transformasi data.
c. Loading
Setelah menyelesaikan perancangan dan konstruksi data warehouse, dilakukan loading data ke dalam data warehouse.
Hasil dan Bahasan
• Sejarah Rumah Sakit Medika Lestari
Rumah Sakit Medika Lestari berdiri tanggal 15 Oktober 1994 yang berawal dari sebuah klinik dan menempati sebuah ruko di pojok Perumahan Pondok Lestari yang merupakan bagian dari perumahan tersebut atau merupakan fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas sosial).
Dengan perkembangannya, pada tahun 1997, Klinik Medika Lestari membangun gedung baru di bagian belakang dan meningkatkan statusnya dari klinik menjadi Klinik Spesialis dan Rumah Bersalin Medika Lestari.
Pada tahun 2005, Medika Lestari menambah fasilitas dan meningkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), sedangkan pada tahun 2008 Medika Lestari meningkatkan statusnya lagi menjadi Rumah Sakit Umum. Tahun 2012 menambah kapasitas kamar/bed dari 63 bed menjadi 119 bed dengan menambah bangunan dan sarana lainnya.
• Masalah yang dihadapi
1. Informasi yang berupa laporan rawat jalan dan farmasi yang didapat masih bersifat rinci dan detil sehingga pihak eksekutif kesulitan dan memerlukan waktu yang lebih lama dalam pengambilan keputusan untuk membuat strategi bisnis seperti strategi pengembangan rumah sakit yang lebih baik
2. Laporan yang dihasilkan hanya menampilkan informasi dari satu dimensi saja. Untuk
membandingkan informasi dari beberapa dimensi maka eksekutif harus membandingkannya secara manual.
3. Seiring dengan bertambahnya waktu maka data yang ada pada database pun ikut bertambah. Hal ini menyebabkan sulitnya pengaksesan terhadap data historis rumah sakit yang berumur lebih dari empat tahun.Data historis rumah sakit tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemudian digunakan sebagai bahan analisis.Aplikasi yang ada belum optimal untuk melakukan integrasi data sehingga pihak eksekutif sulit untuk melihat keseluruhan data perusahaan dalam rangka mengukur kinerja perusahaan.
• Entity Relationship Diagram pada Rumah Sakit Medika Lestari NRM PK kd_NRM Penyakit PK kd_Penyakit PRM PK kd_PRM FK1 kd_NRM RawatJalan PK kd_RawatJalan FK1 kd_PRM PembayaranRJ PK kd_PembayaranRJ FK1 kd_RawatJalan Spesialis PK kd_Spesialis Dokter PK kd_Dokter FK1 kd_Spesialis Klinik PK kd_Klinik detil_PRM PK,FK3 kd_PRM PK,FK2 kd_Klinik PK,FK1 kd_Dokter PK,FK4 kd_Penyakit Obat PK kd_Obat Resep PK kd_Resep FK1 kd_RawatJalan PembayaranObat PK kd_PembayaranObat FK1 kd_Resep 1.1 1.1 1.1 1.1 1.1 1.* 1.1 1.* 1.1 1.* 1.1 1.* 1.* 1.1 1.1 1.1 1.1 1.1 0.1 1.1 detil_Resep PK,FK1 kd_Resep PK,FK2 kd_Obat 1.1 1.* 1.1 1.* DaftarAdministrasi PK kd_DaftarAdministrasi FK1 kd_NRM 1.1 1.1
• Skema Bintang Fakta Rawat Jalan FaktaRawatJalan WaktuID PasienID SpesialisID DokterID PenyakitID KlinikID JumlahTransaksiRJ TotalPendapatanRJ Dim_Waktu WaktuID Tahun Bulan Minggu Hari Tanggal Dim_Dokter DokterID kd_Dokter NamaDokter Dim_Spesialis SpesialisID kd_Spesialis Spesialisasi Dim_Pasien PasienID kd_NRM NamaPasien JenisKelamin KategoriUmur Dim_Penyakit PenyakitID kd_Penyakit NamaPenyakit JenisPenyakit Dim_Klinik KlinikID kd_Klinik NamaKlinik
• Skema Bintang Fakta Kinerja Pelayanan FaktaKinerjaPelayanan WaktuID PasienID SpesialisID DokterID PenyakitID KinerjaPelayanan KinerjaDokter Dim_Waktu WaktuID Tahun Bulan Minggu Hari Time1 Time2 Tanggal Dim_Dokter DokterID kd_Dokter NamaDokter Dim_Spesialis SpesialisID kd_Spesialis Spesialisasi Dim_Pasien PasienID kd_NRM NamaPasien JenisKelamin KategoriUmur Dim_Penyakit PenyakitID kd_Penyakit NamaPenyakit JenisPenyakit
Simpulan dan Saran
Simpulan yang dapat diberikan adalah:
1. Kebutuhan informasi yang di dapat dari Rumah Sakit Medika Lestari yang telah dianalisis membantu dalam membuat perancangan data warehouse.
2. Informasi yang ringkas atau bersifat summary pada data warehouse membuat para eksekutif lebih mudah dan lebih cepat dalam menganalisis sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat.
3. Aplikasi data warehouse dapat memberikan informasi mengenai transaksi rawat jalan, dan farmasi kepada pihak eksekutif rumah sakit dalam bentuk table dan grafik sehingga memudahkan eksekutif untuk melihat informasi yang dibutuhkan dan juga mempercepat pengambilan keputusan.
4. Data warehouse dapat menyajikan informasi yang bersifat multidimensional sehingga dapat menyediakan laporan yang lebih fleksibel karena laporan dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pihak manajamen berdasarkan periode waktu tertentu.
Saran :
1. Untuk kedepannya, data warehouse yang dirancang dapat dikembangkan lebih luas lagi, tidak hanya mencakup rawat jalan, kinerja pelayanan, dan farmasi. Namun mencakup keseluruhan divisi dari proses bisnis yang berjalan di Rumah Sakit Medika Lestari.
2. Melakukan pemeliharaan dan pengawasan data warehouse terutama dalam proses transformasi agar kualitas data dalam data warehouse terjamin keakuratannya. 3. Aplikasi data warehouse yang dimanfaatkan dapat membantu dalam pengembangan
aplikasi pendukung lainnya seperti data mining, business intelligence.
Referensi
Anonymous.(2011). RawatJalan.Tersedia :http://id.wikipedia.org/wiki/Rawat_jalan
Antonius, Henry. (2010). Data Warehouse Pada Rumah Sakit.
Connolly, Thomas and Begg, Carolyn.(2010). Database Systems : A Practical Approach to
Design, Implementation, AndManagement.Fifth Edition. AddisonWesley,USA.
Coronel, Morris, dan Rob.(2013). Database System design, Implementation, and management
10e.Cengage Learning. Boston, USA.
Firmansyah, M. (2009). Tata Cara Mengurus Perizinan Usaha Farmasi dan Kesehatan. Ciganjur: Visimedia.
Inmon, W. H. (2005). Building the Data Warehouse. Canada: Wiley Publishing, inc. Kimball, R. (2010). The Kimball Group Reader. Canada: Wiley Publishing, Inc.
O’Brien, J . , Marakas,G. (2010). Management information Systems. McGraw-Hill Education, Kansas Reiner, R. K., &Cegielski, C. G. (2011).Introduction to Information System Enabling and
Transforming Business.John Wiley & Sons Pte Ltd.
Satzinger, J. W., Jackson, R., & Burd, S. S. (2011). Systems Analysis and Design in a Changing
World. Boston: Cengage Learning.
Wulandari, E. S. (2012). PERANGKAT LUNAK (Software) BANTU PENGOLAHAN DATA PRODUKSI.
Riwayat Penulis
Paskalis Denis lahir di kota Jakarta pada 17 Juni 1992. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Sistem Informasi pada 2015.
Anthony Edbert Ang lahir di kota Jakarta pada 05 juni 1992. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Sistem Informasi pada 2015.
Ahmad Fauzi Nazir lahir di kota Jakarta pada 15 Februari 1990. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Sistem Informasi pada 2015.