• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran kadar HSAP pada Karsinoma serviks

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gambaran kadar HSAP pada Karsinoma serviks"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

The aim of the study was evalude the incidence, charackteristik and HSAP level in women with carsinoma of the servix .it’s a prospektive-deskriptive study about the profile of carsinoma servic in women admitted to Department of Obstetrics and Gynecology – Dr. M. Djamil General Hospital (Media coeFaculty of Andalas University Padang. During one year preriod (1990 Jan – Dec 1996). Date was described on tables and was analyzed descriptively.

There were 125 gynecology neoplasm patients admitted in year 1996, 37 (29,6%) were carsinema of the servics. Stage II carcinoma of the ca (40,5%) and squamous ceil carcinoma (75,7%) were dominant. It seemed that the servix were fount predominantly in women with age of more than 45 years (51,4%), multiparas (59,5%) low education (45,9%), address in rural area (37,8%) marriage age less than 21 years old (38,8%), once married (78,4%), no contraceptice devices family planning (62,2%) and the most favourdoletreatment was radiotherapy (70,3%). The HSAP was positif in all women with. Carcinoma of cervix: The mean value level of the HSAP was 96,4 U/I in stage I, 151.2 U/I in stage II, 158.3 U/I in stage III and 183 U/I in stage IV. It seemed that HSAP level rised with the increase of the stage of carcinoma of the cervix (r = 0,60).

finally, we concluded The HSAP was positive in all women with carcinoma of the cervix. the HSAP level tended to rise with the increase increased of the stage of carcinoma of the cervix.

Key words : level HSAP, Ca cerviks PENDAHULUAN

Karsinoma serviks merupakan kanker yang sering ditemukan di antara keganasan ginekologik. Di negara maju karsinoma serviks menempati urutan ketiga setelah kanker payudara, kolorektum dan endometrium, sedangkan di negara berkembang menempati urutan pertama. Diperkirakan 2% dari semua wanita setelah usia 40 tahun akan menderita keganasan ini.(1)

Kita tahu bahwa 95% dari penderita dengan karsinoma serviks stadium dini dapat sembuh sempurna, sehingga angka kematian karena keganasan ini dapat di tekan bila ditemukan pada stadium dini dan di obati secara benar. Upaya pencegahan berupa usapan

servicovaginal secara berkala dengan

pengecatan Papanicolou, biopsi terarah dengan sebelumnya memulas portio dengan cairan lugol di bawah bimbingan kolposkopi atau kuretase endoserviks sangat penting untuk mendeteksi dini karsinoma serviks agar dapat di cegah kematian akibat keganasan ini.(1,2)

Sel kanker mengalami perubahan genetik sebagai akibat mutasi, sehingga terjadi perubahan sifat fenotip dari kanker tersebut. Berbagai zat yang dalam keadaan normal tidak di produksi, dapat di buat oleh sel kanker akibat perubahan genetik. Zat-zat yang di produksi secara abnormal oleh sel kanker yang di anggap sebagai petanda Ganas antara lain anti gen, enzim dan hormone.(1)

Enzim Heat Stable Alkalline Phospatase (HSAP) merupakan salah

(2)

satu enzim yang dapat dihasilkan oleh tumor ganas atau plasenta. Fistman dkk, menemukan HSAP pada pria dengan keganasan paru. HSAP yang dihasilkan tumor ganas masih aktif pada pemanasan 650C selama 30 menit di banding yang dihasilkan plasenta hanya aktif pada pemanasan 560C selama 30 menit.(3-5)

Makalah berikut merupakan penelitian yang dilakukan pada penderita karsinoma seviks yang di rawat di Lab/SMF Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang selama 1 tahun (1 Januari 1996 – 31 Desember 1996).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insiden, karakteristik dan kadar HSAP penderita karsinoma serviks uteri. Diharapkan dari penelitian ini akan diketahui kadar HSAP pada penderita karsinoma serviks uteri.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian prospektif deskriptif. Penelitian dilakukan di bagian ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Populasi Penelitian

Semua penderita karsinoma serviks uteri yang di rawat di bagian ginekologi RSUP Dr. M Djamil Padang selama 1 tahun (1 Januari 1996 – 31 Desember 1996). Semua populasi yang ditemukan langsung dijadikan sampel (total sampling).

Cara Kerja

Darah vena di ambil kemudian didiamkan 1 jam. Serumnya di ambil dan di periksa kadar HSAP dengan pemanasan 650C selama 30 menit dengan menggunakan mesin fotometer Clinicon

Merc, Katalog no. 1273574 dengan metoda Kresolphtalein tanpa deproteinisasi dan di baca pada panjang gelombang 546 nm.

Pada penelitian ini akan di catat karakteristik penderita, berupa umur, paritas, pendidikan, umur pertama kawin, jumlah perkawinan, jenis alat kontrasepsi yang digunakan, stadium karsinoma serviks uteri berdasarkan FIGO, jenis histopatologi menurut hasil pemeriksaan patologi anatomi, dan kadar HSAP

Data yang di peroleh di tabulasi, di analisa dan dipaparkan dalam bentuk tabel.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Selama 1 tahun (1 Januari 1996 – 31 Desember 1996) didapatkan 37 (29,6%) kasus karsinoma serviks uteri dari 125 keganasan ginekologik yang di rawat di bagian Ginekologik RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Tabel 1 memperlihatkan sebaran kasus keganasan ginekologik di rawat di bagian Ginekologik RSUP Dr. M.Djamil Padang selama 1 tahun.

Tabel 1. Sebaran penderita keganasan Ginekologik Jenis Keganasan n % Ca ovarium Ca serviks uteri Khorio Karsinoma Karsinoma vulva Karsinoma vagina 63 37 13 7 1 50,4 29,6 10,4 3,2 0,8

Prevalensi tertinggi adalah karsinoma ovarium (50,4%) dan karsinoma serviks

(3)

Tabel berikut memperlihatkan stadium karsinoma serviks uteri secara klinis.

Tabel 2. Stadium Karsinoma Serviks

Stadium Karsinoma Serviks N % Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV 8 15 11 3 21,6 40,5 29,7 8,1 Ternyata karsinoma Serviks stadium II yang terbanyak ditemukan (40,5%).

Tabel 3.Gambaran hasil pemeriksaan Patologi Anatomi Hasil Patologi Anatomi N % Squamous cell ca Ademo ca Tidak tercatat 28 5 4 75,7 13,5 10,8 Ternyata karsinoma Serviks uteri jenis skuamous sel karsinoma yang terbanyak ditemukan (75,7%).

Tabel 4.Kadar HSAP rata-rata menurut stadium karsinoma serviks

Stadium Karsinoma Kadar HSAP rata-rata Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV 96,375 u/l 151,147 u/l 158,273 u/l 183,000 u/l Ternyata kadar HSAP rata-rata semakin meningkat dengan bertambahnya stadium karsinoma serviks uteri (r = 0,60).

Gambaran kadar HSAP rata-rata menurut hasil pemeriksaan Patologi Anatomi dapat di lihat pada tabel 6.

Tabel 6.Kadar HSAP menurut jenis histo–patologi

Jenis histo-patologi Kadar HSAP rata-rata Squampous cell ca Ademo karsinoma Tidak tercatat 147,721 122,2 145,25 Ternyata kadar HSAP rata-rata paling tinggi di temui pada jenis skuamous sel karsinoma.

Pada tabel 7 dapat di lihat gambaran kadar HSAP rata-rata menurut karakteristik penderita.

Tabel 6.HSAP rata-rata menurut karakteristik penderita. Stadium Ca Serviks Kadar HSAP

rata-rata Umur (tahun) <35 36-45 >45 Pantas 0-1 2-3 3

Umur kawin (tahun) <20

>21

Lama menikah (tahun) 0-20 21-40 >40 134.25 146.85 143.96 157.50 142.80 143.41 144.13 143.41 138.83 142.90 159.25 Dari tabel di atas terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada penilaian.

(4)

PEMBAHASAN

Selama 1 tahun (1 Januari – 31 Desember 1996) di terima 125 kasus keganasan ginekologik, di mana 37 (29.8%) merupakan karsinoma serviks uteri. Karsinoma serviks uteri merupakan keganasan nomor dua setelah karsinoma ovarium (50,4%).

Prevalensi karsinoma serviks uteri pada penelitian ini tertinggi di temui pada umur di atas 45 tahun (51.5%), bertempat tinggal di desa (37.8%), paritas lebih dari 3 (67,6%), berpendidikan rendah (45.9%), usia kawin kecil dari 20 tahun (83.8%), jumlah perkawinan satu kali (78.4%) dan tidak memakai alat kontrasepsi (62.2%).

Mardjikoen P, juga menuliskan kejadian karsinoma serviks terbanyak di temui pada usia 45 – 50 tahun. Di lihat dari usia pertama kali kawin ternyata sesuai dengan yang dinyatakan oleh Aziz FM dkk, di mana mereka menuliskan bahwa angka kejadian tertinggi karsinoma seviks uteri ditemui pada wanita yang kawin pada usia kurang dari 20 tahun.(1,6)

Stadium karsinoma serviks yang di rawat di bagian Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang terbanyak pada stadium II (40.5%), ini mungkin disebabkan oleh karena kasus yang datang kebanyakan merupakan kasus rujukan.

Sedangkan gambaran hasil pemeriksaan Patologi Anatomi, jenis karsinoma serviks uteri yang terbanyak ditemukan adalah jenis skuamous sel karsinoma (75.7%), ini sesuai dengan yang di tulis oleh Aziz FM, di mana secara histologis bahwa 90% karsinoma serviks adalah jenis skumousa.

Ternyata semua penderita karsinoma serviks uteri menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan HSAP. Dan terlihat bahwa kadar HSAP akan meningkat dengan meningkatnya stadium karsinoma serviks uteri di mana pada tabel 5 terlihat bahwa kadar HSAP rata-rata 96.38 U/I pada stadium I, 151.47 U/I pada stadium II, 158.27 U/I pada stadium III dan 183.00 U/I pada stadium IV.

Kadar HSAP rata-rata yang tertinggi terutama di temui pada karsinoma serviks uteri jenis skuamosa (75.7%). Sedangkan kadar HSAP menurut karakteristik tidak ada perbedaan yang bermakna.

KESIMPULAN

1. Prevalensi karsinoma serviks uteri selama 1 tahun sebesar sebagai 29.6% merupakan keganasan ginekologi nomor 2 setelah karsinoma ovarium (50,4%).

2. Karsinoma serviks uteri yang ditemukan terutama pada stadium II (40.5%) di mana 75.7% adalah jenis skuamous sel karsinoma.

3. Karsinoma serviks uteri terutama ditemukan pada umur > 45 tahun (51.4%), paritas > 4 (59.4%), umur kawin kurang dari 20 tahun (83.8%), pendidikan rendah (45,9%).

4. Ternyata ditemukan HSAP positif pada semua penderita karsinoma serviks uteri dan terlihat peningkatan kadar HSAP rata-rata dengan meningkatnya stadium karsinoma. 5. Kadar HSAP rata-rata tertinggi

ditemukan pada jenis skuamous sel karsinoma (147.72 U/L).

(5)

KEPUSTAKAAN

1. Aziz MF, Kampono N, Sjamsuddin S, Djakaria M, Manual Prekanker dan Kanker Serviks Uterus, Bagian Obs-Gin FKUI, ed. Pertama, 1985.

2. Samil RS, Prakata, Manual Prekanker dan Kanker Serviks Uterus, Bagian Obs-Gin FKUI, ed. Pertama, 1985

3. Fishman WH and Ghosh NK,

Isoenzymes of Alkaline Phosphatase, Depart. Of Pathology (oncology), Tufts Univ. School of Medicine and Cancer Research Department. New England, Medical Centre Hospital, Boston, Massachusetts, 1978 : 576.

4. Sulin Dj, Pemeriksaan Kadar Enzym alkali Fosfatase Pada Masa Reproduksi dan Kehamilan, Skripsi, 1979.

5. Griffths, JC, Alkaline Phosphatase, Arch. Pathol Lab Med- Vol 118, 1994 : 868.

6. Mardjikoen P, Karsinoma Serviks Uteri, Ilmu Kandungan, ed. Kedua, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 1994 : 380.

Referensi

Dokumen terkait

menata bahan-bahan ajar, memberi pokok-pokok materi, membuat rangkuman mate- ri ajar, menetapkan materi yang akan diajarkan, mampu menggunakan berbagai metode dan

Pemahaman dan ketertarikan mitra dengan program ini dievaluasi dengan memberikan pertanyaan dalam bentuk quisioner (tabel 3). Quisiner terdiri dari 9 pertanyaan yang

Jenis impeler 6 Blade 45° Pitched Blade Turbine Impeller Menghasilkan yield gas hidrogen yang jauh lebih baik dari pada 6 blade Rushton turbine impeller pada. kecepapan putar

(al-Āṡār) dari peringkat kekuatan dalil adalah melebihi qiyās karena masuk dalam kategori teks khususnya jika tidak diketahui ada pertentangannya, sedangkan qiyās

Berdasarkan asas di atas, penulis menganalisis bahwa 40 (empat puluh) putusan undang-undang yang bertentangan dengan UUD 1945 yang dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi pada

Berdasarkan data di atas dapat diketahui masa inflamasi pada pasien post cateterisasi jantung setelah diberi aff sheath femoral sebagian besar didapatkan 10

Dan studi ini dipusatkan pada fungsionalitas dalam Paviliun Jantung RS X. Hasil temuannya ialah Paviliun ini sudah memenuhi standar, hal ini terlihat pada terpenuhinya checklist

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor : BA/155/X/2016/ULP tanggal 29 Oktober 2016, sehubungan dengan pengadaan pekerjaan tersebut di atas, kami Unit