• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Operasional KEPUTUSAN PERENCANAAN STRATEGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manajemen Operasional KEPUTUSAN PERENCANAAN STRATEGI"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN  PERENCANAAN  

STRATEGI

Saturday,  December  10,  2016 Chapter   2  |  Keputusan Perencanaan Strategi

Manajemen  Operasional

Putri  Irene  Kanny

(2)

Sub  Pokok bahasan pertemuan ke-­2

Formulasi strategi

Prioritas bersaing

Peran operasi dalam strategi koorporasi

Keputusan strategis dalam operasi

Pemberdayaan strategis dan

Isu dan trend  dalam operasi

(3)

Saturday, December 10, 2016 Chapter 2 | Keputusan Perencanaan Strategi

Setiap manajer operasi harus memiliki kemampuan dan seni untuk

menggambil keputusan dari berbagai alternatif kemungkinan

Keputusan yang  benar :  memperlancar perusahaan dalam

mencapai tujuan

Keputusan yang  salah :  memengaruhi kelancaran proses  operasi

(4)

Perencanaan strategis

adalah proses  yang  

dilakukan suatu organisasi untuk menentukan

strategi atau arahan,  serta mengambil keputusan

untuk mengalokasikan sumber dayanya

(termasuk modal  

dan sumber daya manusia)  

untuk mencapai strategi ini.  

Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan

dalam proses  ini,  termasuk analisis SWOT

(Strengths,  Weaknesses,  Opportunities,  Threats),  

PEST (Political,  Economic,  Social,  Technological),  

atau STEER (Socio-­cultural,  Technological,  

Economic,  Ecological,  Regulatory).

(5)

Tahapan dalam proses  pengambilan keputusan :

Identifikasi masalah dan faktor-­faktor yang  

berpengaruh

Tetapkan tujuan dan kriteria keputusan untuk memilih

solusi

Kembangkan model  dengan beberapa alternatif

(model  

dibuat dalam bentuk fisik,  skematik /  matematik dan membuat unsur-­unsur utama

yang  dapat mencerminkan keadaan nyata dari situasi yang  diamati)

Analisis model  dan dibandingkan

Pilih model  terbaik

Terapkan model  terpilih

(6)
(7)

Analisis Keputusan

(Decision  Analysis)  

l

Model  yang  membantu para  manajer memperoleh

pengertian dan pemahaman yang  mendalam,  

tetapi mereka tidak dapat membuat keputusan.  

l

Pengambilan keputusan merupakan suatu tugas

yang  sulit dalam kaitan dengan:  

ketidak-­pastian masa  depan

konflik nilai-­nilai atau hasil tujuan

(8)

Tujuan analisis keputusan (Decision  Analysis):  

l

Mengidentifikasi apa yang  harus dikerjakan,  

mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai

tujuan,  mengevaluasi alternatif yang  tersedia yang  

berhubungan dengan kriteria &  mengidentifikasi

risiko yang  melekat pada keputusan tersebut

(9)

Menentukan pilihan pekerjaan

l

Perusahaan  A

Suatu industri baru yang  bisa memperoleh keuntungan

yang  tinggi (booming)

Gaji awal yang  rendah,  tetapi bisa meningkat dengan

cepat.  

Terletak dekat teman,   keluarga dan team  olah raga  favorit

l

Perusahaan  B

Perusahaan  yang  dibentuk dengan kekuatan keuangan

dan komitmen pada karyawan.  

Gaji awal lebih tinggi tetapi kesempatan kemajuan lambat.  

Penempatan mendalam,   menawarkan budaya.atau

aktivitas olahraga

Pekerjaan yang  mana kamu akan mengambil?  

(10)

Keputusan terbaik

VS

Hasil terbaik

l

Pendekaan struktur pengambilan

keputusan dapat membantu membuat

keputusan yang  terbaik,  tetapi tidak

dapat menggaransi hasil yang  baik.  

l

Keputusan yang  baru kadang-­kadang

(11)

Bagaimana membuat keputusan dalam

organisasi

l

Langkah-­langkah dalam membuat keputusan

sistematik

Menggambarkan dan mengenali masalah dan

kesempatan.  

Mengidentifikasi dan menganalisis macam langkah

tindakan alternatif,  mengestimasi pengaruhnya dalam

masalah atau kesempatan.  

Memilih tindakan yang  lebih disukai.

Mengimplikasikan tindakan yang  lebih disukai.

Mengevaluasi hasil dan kelanjutannya sebagaimana

diperlukan

(12)

Bagaimana keputusan dibuat dalam organisasi?  

l

Proses  pengambilan keputusan sistematis tidak

mungkin diikuti jika perubahan substansi yang  

terjadi dan banyak teknologi baru yang  digunakan.

l

Teknik keputusan novel  boleh menghasilkan

pencapaian atasan dalam situasi tertentu.  

l

Konsekuensi pengambilan keputusan yang  etis

harus dipertimbangkan.  

Lingkungan keputusan meliputi:  

Lingkungan tertentu

Mengambil resiko lingkungan

(13)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

✅Lingkungan tertentu

1.Bila mana informasi adalah cukup untuk

meramalkan hasil dari tiap alternatif dalam

pengambangan implementasi.  

2.Kepastian adalah masalah ideal  dalam

memecahkan dan pengambilan keputusan

lingkungan.  

Resiko Lingkungan

1. Bila mana pembuat keputusan tidak dapat menyudahi

kepastian mengenai hasil berbagai macam tindakan,  tetapi

mereka dapat merumuskan kemungkinan kejadian.

2. Kemungkinan dapat dirumuskan melalui sasaran prosedur

statistik atau intuisi pribadi.  

(14)

✅Lingkungan ketidak-­pastian.  

1. Bilamana manager  memiliki sedikit informasi bahwa

mereka tidak dapat menetapkan kemungkinan suatu

kegiatan dari berbagai alternatif dan kemungkinan

hasil.  

2. Ketidak-­pastian memaksa pembuat keputusan

bersandar pada individu dan kreativitas kelompok

untuk berhasil dalam memecahkan masalah.  

3. Juga yang  ditandai oleh dengan cepat mengubah:

•  Kondisi-­Kondisieksternal.

•  Kebutuhanteknologiinformasi.

•  Personil yang  mempengaruhi definisi pilihan dan masalah.  

4. perubahan yang  cepat ini adalah juga disebut anarki

terorganisir.  

(15)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

Bagaimana keputusan dibuat dalam organisasi?  

Bentuk-­bentuk keputusan:

Keputusan terprogram

• Melibatkan permasalahan rutin yang  muncul

secara teratur dan dapat ditujukan melalui

tanggapan standard.  

Keputusan tidak terprogram

• Melibatkan bukan permasalahan rutin yang  

memerlukan solusi secara rinci pada situasi yang  

ada

(16)

Teori Pengambilan Keputusan

Pola dasar berpikir dlm konteks organisasi:  

1. Penilaian situasi (Situational  Approach)  untuk

menghadapi pertanyaan “apa yg terjadi?”  

2. Analisis persoalan (Problem  Analysis)  dari pola pikir

sebab-­akibat

3. Analisis keputusan (Decision  Analysis)  didasarkan

pada pola berpikir mengambil pilihan

4. Analisis persoalan potensial (Potential  Problem  

Analysis)  didasarkan pada perhatian kita mengenai

peristiwa masa  depan,  mengenai peristiwa yg

mungkin terjadi &  yg dapat terjadi

(17)
(18)
(19)

Saturday, December 10, 2016 Chapter 2 | Keputusan Perencanaan Strategi

(20)

Kriteria-kriteria yang digunakan :

A.  Kriteria MAXIMIN  /  WALD  (Abraham  Wald)  

Kriteria untuk memilih keputusan yang  mencerminkan nilai

maksimum dari hasil yang  minimum  

Asumsi:  pengambil keputusan adalah pesimistik /konservatif/risk  

avoider  tentang masa  depan

Kelemahan:  tidak memanfaatkan seluruh informasi yang  ada,  

yang  merupakan ciri pengambil keputusan modern  

B.  Kriteria MAXIMAX  (Vs  MAXIMIN)  

Krietria untuk memilih alternatif yang  merupakan nilai maksimum

dari pay  off  yang  maksimum

Asumsi:  pengambil keputusan adalah optimistic,  cocok bagi

investor  yang  risk  taker  

(21)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

C.  Kriteria MINIMAX  REGRET  /  PENYESALAN  

(L.J.  Savage)  

Kriteria untuk menghindari penyesalan yang  timbul

setelah memilih keputusan yang  meminimumkan

maksimum penyesalan/keputusan yang  

menghindari kekecewaan terbesar,  atau memilih

nilai minimum  dari regret  maksimum,  dimana:  

Jumlah regret/opportunity  loss  =

(22)

D.  Kriteria HURWICZ  /  kompromi antara MAXIMAX  

dan MAXIMIN  (Leonid  Hurwicz)  

Kriteria dimana pengambil keputusan tidak sepenuhnya optimis

dan pesimis sempurna,  sehingga hasil keputusan dikalikan

dengan koefisien optimistic   untuk mengukur optimisme pengambil

keputusan,  dimana koefisien optimisme (a)  =  0  ≤  a  ≤  1  

Dengan a  :  1,  berarti optimis total  (MAXIMAX)

a  :  0,  berarti sangat pesimis/optimis 0  (MAXIMIN)  

Atau a   :  optimis

1-­a  :  pesimis

Kelemahan:  

-­ sulit menentukan nilai a  yang  tepat

-­ mengabaikan beberapa informasi yang  tersedia (ex:  prospek

ekonomi sedang diabaikan)  

(23)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

E.  Kriteria LAPLACE  /  BOBOT  YANG  SAMA  

(Equal  Likelihood)

Asumsi:  semua peristiwa mempunyai

(24)

Analisis Trade  Off

l

Menurut Crissman et  al.  (1998)  dalam Kismartini (2004)  

Trade-­Off  Analysis  (TOA) merupakan proses  

merancang untuk mengintegrasikan pembuatan

keputusan kebijakan publik dan stakeholders   lain  dengan

sekelompok pakar untuk menyediakan informasi yang  

bersifat kuantitatif dalam mendukung pengambilan

keputusan.  

l

Penerapan trade-­off  dapat dilakukan pada berbagai

bidang kajian,  baik dalam bidang pertanian,  perikanan

dan kelautan,  farmasi kedokteran,   telekomunikasi,  

transportrasi,  pertambangan dan energi,  kehutanan,  

pariwisata,dan lain-­lain.  

(25)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

Metode Trade-­Off  Analysis

Menurut Kismatini (2004),  Dalam pelaksanaan

analisis trade-­off  akan diawali dengan dengan

analisis stakeholders.  

Analisis stakeholders  yang  diusulkan oleh Brown  et  

al.  (2001)  adalah

sistem pengumpulan informasi dari

individu atau sekelompok orang  yang  berpengaruh di  

dalam memutuskan,  mengkelompokkan informasi dan

menilai kemungkinan konflik yang  terjadi antara

kelompok-­kelompok berkepentingan dengan areal  

dimana akan dilakukan trade-­off.

(26)

Pohon Keputusan/ Decision  Tree  

Tujuan

1. Memahami kasus dan seluruh aspek yang  terkait

2. Menggambarkan kerangka berfikir yang  sistematis

3. Menggambarkan struktur pengambilan keputusan yang  dilakukan

decision  maker  sepanjang tahapan/urutan waktu termasuk seluruh

kemungkinan keputusan dan outcomes  

Asumsi Dasar

1. Decision  maker  hanya mengambil satu keputusan

2. Setiap keputusan hanya mempunyai outcomes  tertentu

3. Semua proses  menunjukkan tahapan waktu (time  sequence)  

Pohon keputusan adalah salah satu metode klasifikasi yang  paling  

populer karena mudah untuk diinterpretasi oleh manusia.  Pohon

keputusan adalah model  prediksi menggunakan struktur pohon atau

struktur berhirarki.  Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah

data  menjadi pohon keputusan dan aturan-­aturan keputusan.

(27)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

Pohon keputusan adalah model  prediksi menggunakan

struktur pohon atau struktur berhirarki.  Contoh dari pohon

keputusan dapat dilihat di  Gambar berikut ini.

(28)

Contoh gambar di  atas adalah identifikasi pembeli komputer,dari

pohon keputusan tersebut diketahui bahwa salah satu kelompok yang  

potensial membeli komputer adalah orang  yang  berusia di  bawah 30  

tahun dan juga pelajar.  Setelah sebuah pohon keputusan dibangun

maka dapat digunakan untuk mengklasifikasikan record yang  belum

ada kelasnya.  Dimulai dari node  root,  menggunakan tes terhadap

atribut dari record yang  belum ada kelasnya tersebut lalu mengikuti

cabang yang  sesuai dengan hasil dari tes tersebut,  yang  akan

membawa kepada internal  node (node yang  memiliki satu cabang

masuk dan dua atau lebih cabang yang  keluar),  dengan cara harus

melakukan tes lagi terhadap atribut atau node daun. Record yang  

kelasnya tidak diketahui kemudian diberikan kelas yang  sesuai

dengan kelas yang  ada pada node daun.  Pada pohon keputusan

setiap simpul daun menandai label  kelas.  Proses  dalam pohon

keputusan yaitu mengubah bentuk data  (tabel)  menjadi model  pohon

(tree)  kemudian mengubah model  pohon tersebut menjadi aturan

(29)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

1.Definisikan dan rinci masalah secara jelas

2.Gambarkan struktur dari pohon keputusan

3.Tentukan nilai payoff  dari setiap kombinasi

alternatif kemungkinan

4.Tentukan nilai peluang dari seluruh

kemungkinan dan keputusan

5.Selesaikanmasalahdenganmenghitung

Expected  Monetary  Value  (EMV)  

(30)
(31)
(32)
(33)
(34)

Tiap jalur dalam pohon keputusan,  yaitu tiap

rangkaian alternatif dan keputusan akan

menghasilkan suatu nilai payoff tertentu yang  

dituliskan di  ujung tiap cabang pada pohon

keputusan.  

Dengan demikian untuk menentukan pilihan diantara

alternatif-­alternatif yang  ada,  pertama-­tama  harus

ditentukan nilai payoff dari setiap alternatif.  

Pay  off  :  nilai yang  menunjukkan hasil yang  

diperoleh dari kombinasi suatu alternatif tindakan

dengan kejadian tidak pasti tertentu.

(35)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

Setiap alternatif kemungkinan harus ditentukan

nilai peluangnya.  Penetapan nilai peluang dari

setiap kejadian ditentukan secara subyektif (nilai

kemungkinan subyektif)  didasarkan pada data  

yang  dapat dipertanggungjawabkan

contohnya dokumen perusahaan,  hasil-­hasil

penelitian,  data-­data  resmi,  dan pengalaman

perusahaan.  

(36)

CONTOH  KASUS  

Asumsikan anda mempunyai sejumlah dana

untuk diinvestasikan pada dua alternatif

proyek,  yaitu proyek A  dan B.  Peluang proyek

A  akan memberikan keuntungan adalah 20%  

dengan nilai keuntungan 50  juta.  Peluang

proyek B  akan memberikan keuntungan

adalah 45%  dengan nilai keuntungan 10  

juta.Buatlah pohon keputusan untuk

(37)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

(38)

Teknik Penyelesaian Pengambilan Keputusan

Dalam Kondisi Berisiko

l

Nilai Harapan (Expected  Value)  adalah jumlah dari nilai-­nilai

kemungkinan yang  diharapkan terjadi terhadap probabilitas

masing-­masing dari suatu kejadian yang  tidak pasti.

l

Nilai Kesempatan yang  Hilang (Oppurtunity Less)  adalah

sejumlah pay  off  yang,  oleh karena tidak dipilihnya suatu

alternatif/tindakan dengan pay  off  terbesar bagi kejadian tidak

pasti yang  sebenarnya terjadi.

l

Nilai Harapan Informasi Sempurna (Expected  Value  of  

Perfect  Information)   adalah selisih antara nilai harapan

dengan nilai informasi sempurna dan nilai harapan tanpa

informasi sempurna.

(39)

Saturday,  December  10,  2016 Chapter  2  |  Keputusan  Perencanaan  Strategi

PENGERTIAN  

Analisis sensivitas merupakan analisis yang  dilakukan untuk mengetahui

akibat dari perubahan parameter-­parameter  produksi terhadap perubahan

kinerja system  produksi dalam menghasilkan keuntungan.

Dengan melakukan analisis sentivitas maka akibat yang  mungkin terjadi

dari perubahan-­perubahan tersebut dapat diketahui dan diantisifikasi

sebelumnya.

Contoh :

Perubahan biaya produksi dapat mempengaruhi tingkat kelayakan.

Alasan dilakukannya analisis sentivitas adalah untuk mengantisipasi

adanya perubahan-­perubahan berikut :

1. Adanya cost  over,  yaitu kenaikan biaya-­biaya,  seperti biaya

konstruksi,  biaya bahan baku,  produksi,  dsb.

2. Penurunan produktivitas

3. Mundurnya jadwal pelaksanaan proyek

(40)

TUJUAN  ANALISIS  SENSITIVITAS

Menilai apa yang  terjadi dengan hasil analisis kelayakan suatu kegiatan

investasi atau bisnis apabila terjadi perubahan di  dalam perhitungan biaya

atau manfaat.

v

Analisis kelayakan suatu usaha ataupun bisnis perhitungan umumnya di  

dasarkan pada proyeksi-­proyeksi yang  mengandung ketidakpastian

tentang apa yang  akan terjadi di  waktu yang  akan datang

v

Analisis pasca criteria  investasi yang  digunakan untuk melihat apa yang  

akan terjadi dengan kondisi ekonomi dan hasil analisis bisnis jika terjadi

perubahan atau ketidaktepatan dalam perhitungan biaya atau manfaat

Bisnis sangat sensitivitas terhadap perubahan akibat beberapa hal :

1.

Harga

2.

Keterlambatan pelaksanaan

3.

Kenaikan biaya

(41)

l

ANALISIS  NILAI  PENGGANTI  (SWITCHING  

VALUEANALYSIS)

Gittinger (1986)  menyatakan bahwa suatu variasi

pada analisis sensivitas adalah nilai pengganti

(switching  value).switching  value  ini adalah

perhitungan untuk mengukur perubahan

maksimum.Perbedaan yang  mendasar antara

analisis sensivitas yang  biasa dilakukan dengan

switching  value  adalah pada analisis sensivitas

besarnya perubahan sudah diketahui secara empirik.

(42)

Perumusan strategi atau formulasi

strategi merupakan proses  penyusunan

langkah-­langkah ke depan yang  

dimaksudkan untuk membangun visi dan

misi organisasi,  menetapkan tujuan

strategis dan keuangan perusahaan,  

serta merancang strategi untuk mencapai

tujuan tersebut dalam rangka

menyediakan customer  value terbaik.

(43)

Saturday, December 10, 2016 Chapter 2 | Keputusan Perencanaan Strategi

(44)

Langkah yang  perlu dilakukan perusahaan sebagai

berikut :

l

Identifikasi lingkungan yang  akan dimasuki oleh

perusahaan pada masa  depan.  Tentukan misi

perusahaan untuk mencapai visi yang  dicita-­citakan

dalam lingkungan tersebut.

l

Lakukan analisis lingkungan intern  dan ekstern untuk

mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan

ancaman yang  akan dihadapi perusahaan dalam

menjalani misi dan meraih keunggulan bersaing

(competitive  advantage).

l

Rumuskan faktor-­faktor penting ukuran keberhasilan (key  

succes factors)  sesuai dengan perubahan lingkungan

(45)

Formulasi Strategi

1.

Tentukan tugas utama

2.

Menilai kompetensi inti

3.

Menentukan urutan pemenang

dan urutan kualifikasi

4.

Posisi perusahaan

(46)

Persaingan pada Biaya

Hilangkan semua limbah

Berinvestasi dalam hal,

Fasilitas &  peralatan Diperbarui

merampingkan operasi

Pelatihan dan pengembangan

Meraih keungulan bersaing melalui operasi

Keunggulan bersaing dapat diartikan menciptakan

sistem yang  mempunyai keunggulan yang  unik atas

pesaing lain.  Idenya adalah menciptakan nilai penggan

(customer  value)  dengan cara yang  efisien dan

(47)

Persaingan  pada  Kualitas

Menyenangkan  pelanggan

Memahami sikap  pelanggan  terhadap  

kualitas  dan  harapan

(48)

Persaingan  pada  Flexibilitas

Memproduksi berbagai macam produk

Memperkenalkan produk baru

Memodifikasi produk yang  ada dengan

cepat

(49)

Persaingan  pada  Kecepatan

Cepat bergerak

Cepat Adaptasi

Hubungan yang  erat

(50)

Pilihan Stategi Operasi Global

l

Manajer Operasi perusahaan internasional dan

multinasional menghadapi peluang global  

dengan satu dari empat strategi operasi.  

Strategi operasi tersebut adalah

S.Intenasional,  masuk ke pasar global  

dengan menggunkan ekpor dan lisensi

S.Multidomestik,  membagi kewewenang

(disentralisasi)  dengan memberikan otonomi

yang  cukup berati pada setiap bisnis

(51)

S.Global,  mempunyai tingkat disentralisasi

yang  tinggi,  kantor pusat mengkoordinasikan

organisasi untuk mencari stadart dan

pemebelanjaan diantara pabrik sehingga

menghasilkan skala ekonomis.

S.Transnasional,  memanfaatkan skala

ekonomi dan pengetahuan,  penekanan pada

respon dengan mengetahui bahwa

pengetahuan tidak hanya ada di  negra “asal”  

tetapi dapat berada di  mana saja.

(52)
(53)

Peran Operasi dalam Strategi

Perusahaan

ü

Memberikan dukungan untuk strategi

keseluruhan dari suatu perusahaan

ü

Sajikan sebagai kompetensi khas

perusahaan

ü

Harus konsisten

ü

Harus konsisten dengan strategi

keseluruhan

(54)

Operations  Strategy  at  Wal-­Mart

Provide value for our customers

Low prices, everyday

Low inventory levels

Linked communications between stores

Short flow times

Fast transportation system Wal-Mart Mission Competitive Priority Operations Strategy Operations Structure

(55)

Strategi dan Internet

Buat strategi bisnis yang  khas

Memperkuat keunggulan kompetitif

yang  ada Mengintegrasikan kegiatan

baru dan tradisional

Harus memberikan nilai unik kepada

pelanggan

(56)

Keputusan strategis di  Operasi

Products

Processes and

Technology

Capacity

Human

Resources

Quality

Facilities

Sourcing

Services

Operating

Systems

(57)

Produk  &  Jasa

Membuat untuk memesan

Dibuat untuk spesifikasi pelanggan

setelah pesanan diterima

Membuat untuk stock

Dibuat dalam mengantisipasi permintaan

Merakit untuk pesanan

Tambahkan pilihan sesuai dengan

spesifikasi pelanggan

(58)

Proces &  Teknologi

Project

Satu kali  produksi produk untuk pesanan

pelanggan

batch  produksi

Memproses banyak pekerjaan pada waktu yang  

sama dalam batch

produksi massal

Menghasilkan produk standar volume  besar untuk

pasar massal produksi yang  berkesinambungan

(59)

Matriks Proses-­Produk

Vo

lu

m

e

Low

Low

High

High

Projects

Batch

Production

Mass

Production

Continuous

Production

Standardization

Figure 2.3

(60)

Matriks  Proses-­Service

Vo

lu

m

e

Low

Low

High

High

Professional   Service

Service  

Shop

Mass

Service

Service  

Factory

(61)

Kapasitas &  Fasilitas

Berapa banyak kapasitas untuk

menyediakan

Ukuran perubahan kapasitas

Penanganan kelebihan permintaan

Mempekerjakan pekerja

Kebutuhan untuk fasilitas baru

(62)

Fasilitas

ü

Ukuran yang  bagus untuk Fasilitas

ü

Besar dan Kecilnya Fasilitas

ü

Fasilitas yang  dipentingkan

ü

Lokasi Fasilitas

(63)

Sumberdaya manusia

Tingkat  keterampilan yang  diperlukan

Degree  of  autonomy

Kebijakan

Bagi Hasil

Individual  or  tim kerja

Metode Pengawasan

Tingkat  management

Pelatihan

(64)

Kualitas

Target  level

pengukuran

Employee  involvement

Pelatihan

Sistem yang  dibutuhkan untuk memastikan

kualitas

Menjaga kualitas awareness

Evaluasi quality  efforts

(65)

Sourcing  

(sumber)

ü

Tingkat  integrasi vertikal

ü

Pemilihan Supplier  

(pemasok)

ü

Hubungan Supplier

ü

Kualitas Supplier  

ü

Kerjasama Supplier

(66)

Operating  Systems

Melaksanakan strategi harian

Dukungan teknologi informasi

Perencanaan &  pengendalian

sistem yang  efektif

Penyelarasan tingkat persediaan,  

prioritas penjadwalan &  sistem

reward

(67)

Perencanaan Strategis

Mission  and  

Vision

Corporate  

Strategy

Voice  of  the  

Business

Voice  of  the  

Customer

Marketing  

Strategy

Operations  

Strategy

Financial  

Strategy

Figure 2.5

(68)

Policy  Deployment

Perencanaan Hoshin

Fokus pada tujuan bersama prioritas

&  karyawan

Menerjemahkan strategi ke dalam

tujuan yang  terukur

Berjalannya keputusan sehari-­ hari

(69)

Balanced  Scorecard

Keuangan

Bagaimana kita harus melihat kepada para  pemegang

saham ?  

Pelanggan

Bagaimana kita harus melihat kepada pelanggan kami  ?  

Proses

Pada proses  bisnis yang  harus kita unggul ?  

Belajar dan Tumbuh

Bagaimana kita akan mempertahankan kemampuan kita

untuk berubah dan memperbaiki ?

(70)

Mobil’s  Strategy  Map

Nongasoline products &

services More premium brands

Volume  growth

Delight  the  customer

Create  new  

products  &  services

Personal  growth

Net  margin

Win-­win  dealer   relations

Deliver  products   on  spec,  on  time

Process  improvement Build  best-­in-­class  

franchise

Functional  excellence Revenue  Growth  Strategy

Finances Customers Processes Learning  and   Growth Clean/safe/fast Convenience  store Align  goals Teamwork,  quality

Strategic  &  job  skills

Develop  business  skills

Inventory  management

(71)

Issues  and  Trends

Global  markets,  

sourcing,  operations

Virtual  companies

Greater  choice

(Pilihan yang  besar)

Emphasis  on  service

(penekanan pada layanan)

Speed  and  flexibility

Supply  chains  

(kuota)

E-­commerce

Technological  

advances

Knowledge

Environment  and  

social  responsibilities

(72)
(73)

1.

Jelaskan  pengertian  dari  

1.

Manajemen  Operasi  (10)

2.

Starategi  Operasi  (10)

3.

Perencanaan  stategis  (10)

4.

Pay  off  (10)

2.

Sebutkan  dan  jelaskan  yang  ada  ketahui  tentang  

4  komponen  penting  dalam  statergi  Operasi?  (30)

3.

Jelaskan  tahap-­tahap  dalam  proses  pengambilan  

keputusan?  (30)

Saturday, December 10, 2016 Chapter 3 | Peramalan (Forecasting)

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahapan ini dilakukan analisis melalui 4 langkah dengan menilai kondisi bisnis dan SI/TI melalui eksternal bisnis yang mana untuk mengetahui kondisi daya saing dan internal

Analisis yang digunakan untuk melihat hubungan yang terjadi antara investasi pemerintah dan pertumbuhan ekonomi Kota Palembang adalah dengan menggunakan uji kausalitas Granger..

Perubahan strategi dalam hal ini terkait dengan perubahan dalam tingkat persaingan yang terjadi dalam lingkungan bisnis yang menyebabkan perusahaan perlu merubah

Menilai apa yang akan terjadi dengan hasil analisis kelayakan suatu kegiatan investasi atau bisnis apabila terjadi perubahan di dalam perhitungan biaya atau

Meskipun investasi yang dikeluarkan PT.CCAI cukup besar namun belum pernah dilakukan evaluasi sehingga sering terjadi permasalahan seperti integritas data tidak dapat dipertahankan,

Perkembangan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Indonesia Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan instrumen penting dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Perkembangan AMDAL di Indonesia dapat dilihat dari berbagai tahapan, mulai dari tidak adanya peraturan, hingga dilengkapi dan dikembangkan dalam berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Cipta Kerja. Pada awalnya, tidak ada peraturan khusus yang mengatur tentang AMDAL. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan, pemerintah mulai melihat kebutuhan untuk memiliki instrumen yang dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi dampak potensial suatu kegiatan terhadap lingkungan. Seiring berjalannya waktu, peraturan tentang AMDAL semakin dilengkapi dan dikembangkan. Hal ini tercermin dalam berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, termasuk Undang-Undang Cipta Kerja. Undang-Undang ini memberikan penekanan khusus pada pentingnya AMDAL dalam proses perizinan usaha. Perkembangan ini menggambarkan adanya keperluan perubahan sesuai situasi ekonomi dan politik pembuat undang-undang. Dalam konteks ekonomi, AMDAL dianggap sebagai instrumen yang dapat membantu mencapai pembangunan berkelanjutan, dengan memastikan bahwa dampak lingkungan dari suatu kegiatan usaha dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik. Sementara itu, dalam konteks politik, AMDAL menjadi alat bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmennya dalam perlindungan lingkungan. Dengan adanya AMDAL, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap kegiatan usaha yang dilakukan tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, perkembangan AMDAL di Indonesia mencerminkan dinamika dan perubahan yang terjadi dalam konteks ekonomi dan politik di negara ini. Melalui AMDAL, kita dapat melihat bagaimana pemerintah berusaha untuk mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan

v ABSTRAK Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Program Studi S-1 Manajemen 2019 Any Octafia 1202015024 Analisis Pengaruh Harga, Kualitas Produk Dan Desain Terhadap Keputusan Pembelian

v ABSTRAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi S1- Manajemen 2020 Annisha Irma Nurmala 120.2016.017 Pengaruh Gaya Hidup, Citra Merek, dan Kualitas Produk Terhadap