• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING STRATEGI INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN 16/24 BULU TELLUE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANAN PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING STRATEGI INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN 16/24 BULU TELLUE"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING STRATEGI INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA

KELAS IV SDN 16/24 BULU TELLUE

SKRIPSI

Diajukan untuk Mengikuti Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh RISAENALDI

10540 8772 13

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

(2)
(3)
(4)
(5)

v

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kantor: Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132, Fax. (0411)-860132

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Risaenaldi

NIM : 10540877213

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Judul Skripsi : Peranan Pembelajaran Active Learning strategi Index Card

Match Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan didepan TIM Penguji adalah hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Januari 2021 Yang membuat pernyataan

(6)

vi

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kantor: Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132, Fax. (0411)-860132

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Risaenaldi

NIM : 10540877213

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam menyusun skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi. 4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2 dan 3, saya bersedia

menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Januari 2021 Yang membuat perjanjian

(7)

vii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“MOTTO”

“Satu-satunya kewajiban hidup ialah

menyatakan Kebenaran”

“PERSEMBAHAN”

Kupersembahkan karya ini buat;

Diriku sendiri untuk kupertanggung jawabkan sebagaimana

pertanggungjawaban yang seharusnya”

(8)

viii

ABSTRAK

Risaenaldi. 2020. Peranan Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card

Match Terhadap hasil belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue.

Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I; Dr. Khaeruddin, S.Pd., M.Pd., Pembimbing II; Amri Amal, S.Pd., M.Pd.

Penelitian ini bertujuan menegetahui Pengaruh Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card Match Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran berdasarkan model pembelajaran Active Learning Strategi Index Card Match. Metode penelitian eksperimen untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran

Active Learning Strategi Index Card Match Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa

Kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan penulis adalah jenis penelitian pre-eksperimental design dengan jenis pre test -

post test design yang diaplikasikan dengan dua kali pengukuran terhadap hasil

belajar pada siswa.

Dalam mengadakan penelitian ini, penulis membandingkan hasil belajar siswa sebelum menngunakan model Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card

Match dan setelah menggunakan model Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card Match.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card Match sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Maka dapat disimpulkan: Setelah menggunakan model Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card Match hasil belajar siswa lebih meningkat dibandingkan sebelum menggunakan model Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card

Match.

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil ‘alamin puji dan syukur ke hadirat Allah Swt atas segala limpahan rahmat dan segala nikmat yang selalu tercurahkan kepada penulis, salam dan salawat kepada junjungan Nabi Muhammmad saw, keluarga, sahabat dan seluruh ummat muslim yang tetap istiqamah pada ajarannya. Pada kesempatan ini penulis mendapat nikmat yang luar biasa karena dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat guna mengikuti ujian skripsi pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dalam penyusunan skripsi ini, tidak sedikit mengalami hambatan, akan tetapi atas berkat pertolongan sang Khalik Allah Swt penulis dapat mengatasinya dengan baik. Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya baik berupa moril maupun materil dalam penyelesaian skripsi ini mulai dari awal sampai selesai. Ucapan terima kasih yang tak terhingga dan teristimewa untuk yang penulis cintai dan mencintai penulis dengan sepenuh hati kepada kedua orang tua, Bapak Tamrin dan Ibu Haeriah atas pengorbanannya yang tak akan pernah bisa penulis balas walaupun sampai titik peluh yang terakhir.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan terkhusus kepada Bapak Dr. Khaeruddin, S.Pd,. M.Pd., selaku Pembimbing I dan Bapak

(10)

x

Amri Amal S.Pd., M.Pd., selaku Pembimbing II, yang ditengah kesibukannya masih dapat meluangkan waktunya membantu dan membimbing penulis.

Demikian juga penulis sampaikan terimaksih tak terhingga kepada Prof. Dr. H. Ambo Masse, M.Ag., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah

Makassar. Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., Ph.D., selaku Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Aliem Bahri, S.Pd., M.Pd. dan Ernawati, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Bapak dan Ibu Dosen pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan bekal dan ilmu pengetahuan selama mengikuti pendidikan. Pihak-pihak lain yang telah banyak membantu penulis sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan dengan baik.

Tiada imbalan yang dapat diberikan, hanya kepada Allah Swt penulis menyerahkan segalanya dan semoga bantuan yang diberikan selama ini bernilai ibadah di sisi-Nya Aamiin.

Makassar, Oktober 2020 Penulis

(11)

xi DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ... i KARTU KONTROL ... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv SURAT PERNYATAAN... v SURAT PERJANJIAN ... vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vii

ABSTRAK ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS ... 6

A. Kajian Pustaka ... 6

1. Pembelajaran Aktif (Active Learning) ... 6

a. Pengertian Active Learning ... 6

(12)

xii

2. Strategi Index Card Match ... 9

a. Pengertian Strategi Index Card Match ... 9

b. Langkah-Langkah Penerapan Strategi Index Card Match ... 10

c. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Index Card Match ... 11

3. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ... 12

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ... 12

b. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ... 13

c. Kelebihan dan Kekurangan Sains (IPA) ... 15

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... 16

C. Kerangka Berpikir ... 17

D. Hipotesis Penelitian ... 19

BAB III METODE PENELITIAN... 20

A. Jenis dan Desain Penelitian ... 20

B. Populasi dan Sampel Penelitian ... 21

C. Variabel Penelitian ... 21

D. Definisi Operasional Variabell ... 22

E. Instrumen Penelitian... 23

F. Teknik Pengumpulan Data ... 23

G. Teknik Analisis Data ... 23

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 27

A. Hasil Penelitian ... 27

(13)

xiii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 33 A. Kesimpulan ... 33 B. Saran ... 33 DAFTAR PUSTAKA

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman 4.1 Hasil pengelolaan data hasil belajar secara umum siswa kelas IV

SDN 16/24 Bulu Tellue ... 27 4.2 Distribusi frekuensi dan persentase kumulatif skor hasil belajar siswa Kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada pretest ... 28 4.3 Distribusi frekuensi dan persentase kumulatif skor hasil belajar siswa Kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada posttest ... 29

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman 2.1 Bagan kerangka pikir ... 19 3.1 Rancangan desain penelitian ... 20 4.1 Distribusi frekuensi skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24

Bulu Tellue pada pretest ... 28 4.2 Distribusi frekuensi skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24

(16)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Guru sebagai sebagai pendidik di kelas yang hanya menerapkan dan menyampaikan materi kepada peserta didik secara monoton menggunakan metode cermah yang saat ini penggunaanya tidak relevan lagi bagi pembelajaran di kelas. Penggunaan metode ceramah dimana guru hanya menyampaikan materi dengan satu arah tanpa melibatkan peran aktif siswa, siswa lebih cenderung hanya sebagai penerima transfer pengetahuan dari guru tanpa diberi kesempatan untuk menggali potensi yang dimiliki siswa. Hal ini diperburuk tanpa adanya metode pembelajaran yang bervariasi sebagai penunjang keberhasilan belajar peserta didik, sehingga pembelajaran cenderung menjadi monoton yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Karena rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran akan mengakibatkan kurangnya keseriusan siswa didalam pembelajaran. Siswa akan lebih cenderung asyik bercanda, bermain, benggong, mengantuk dan ada beberapa pula dari mereka keluar kelas. Proses pembelajaran yang demikian membuat prestasi hasil belajar IPA siswa akan rendah dan tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Mutu pendidikan di negara kita masih tergolong rendah, kualitas pendidikan kita masih berada di bawah rata-rata negara berkembang lainnya.

Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran senantiasa harus diupayakan dan dilaksanakan dengan jalan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang lebih inovatif.

(17)

Melalui peningkatan kualitas pembelajaran, siswa akan termotivasi dalam belajar, siswa dapat lebih aktif, serta prestasi hasil belajar siswa meningkat dan semakin bertambah pengetahuan, bertambah keterampilan dan semakin paham akan materi yang dipelajari maka semakin bertambah kecerdasaan dan prestasi belajar siswa.

Pembelajaran active learning (pembelajaran aktif) merupakan salah satu upaya pembelajaran yang dilakukan untuk membuat siswa lebih aktif didalam kelas. Pembelajaran aktif ini menyenangkan, menarik dan dapat membuat siswa lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa tidak hanya bengong ditempat duduk dan berusaha berpikir untuk mengerti tentang pelajaran yang berlangsung, dengan pembelajaran active learning siswa diajak untuk mendengarkan, melihat, mengajukan pertanyaan tentang pelajaran tertentu dan mendiskusikan dengan rekannya. Penerapan pembelajaran active learning diharapkan mampu membantu siswa untuk meningkatkan prestasi hasil belajarnya serta siswa lebih memaknai proses pembelajaran yang dilakukan oleh mereka pada saat terlibat langsung didalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa lebih mendominasi pembelajaran (student centered) dan guru menjadi fasilatator dan motivator didalam kelas.

Salah satu strategi pembelajaran active learning adalah index card match. Strategi index card match adalah strategi mencari pasangan dengan cara memasangkan potongan kertas yang berisi pertanyaan dengan potongan kertas yang berisi jawaban atas pertanyaan yang telah disediakan oleh guru. Tujuan strategi pembelajaran tersebut adalah menemukan pasangan pertanyaan dengan jawaban yang sesuai untuk selanjutnya dibacakan secara bergantian. Penggunaan

(18)

strategi index card match akan membuat siswa berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan pada kartu yang dibawanya. Strategi index card match dapat mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa dapat mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreatifitas seperti belajar sambil bermain pada proses pembelajaran, guru sebagai pengajar harus bisa membuat siswa tertarik dan senang terhadap materi yang disampaikan sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai salah satu pelajaran pokok di sekolah, memegang peranan yang sangat penting di dalam menyiapkan anak memasuki dunia kehidupannya, karena IPA merupakan pelajaran yang berkaitan langsung dengan lingkungan dan berlangsungnya kehidupan siswa sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar siswa pada setiap jenjang pendidikan, khususnya pada tingkat SD tidak senang belajar IPA. Ketidaksenangan siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah karena mereka menganggap IPA sebagai hal yang sangat sulit dipahami dan jauh dari kehidupan mereka serta lebih banyak materi yang harus dihafal oleh siswa.

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti hanya sekitar 31% siswa yang memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), diketahui bahwa siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue masih cenderung pasif dalam kegiatan proses pembelajaran. Interaksi aktif baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru juga masih tergolong kurang. Siswa hanya lebih banyak melakukan aktivitas mencatat dan mendengarkan.

(19)

Berdasarkan uraian di atas, penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul “Peranan Pembelajaran Active Learning Strategi Index Card Match Terhadap hasil belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh pembelajaran active learning strategi

index card match terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu

Tellue?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran active

learning strategi index card match terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN

16/24 Bulu Tellue.

D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Adapun manfaat yang diharapkan adalah:

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan teoritis kepada pembaca dan guru dalam memilih model pembelajaran dan strategi pembelajaran yang epektif untuk pelajaran IPA.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata untuk menerapkan model pembelajaran dan strategi pembelajaran untuk meningkatkan

(20)

hasil belajara IPA siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, guru dan sekolah.

a. Bagi siswa:

1. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar IPA. 2. Memudahkan siswa untuk memahami konsep IPA.

3. Mengaitkan konsep IPA dengan konsep mata pelajaran lain dalam kehidupan sehari-hari

b. Bagi guru

Sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi guru dalam memilih model pembelajaran dan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.

c. Bagi sekolah

Penelitian ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan dalam rangka perbaikan pembelajaran pada siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue.

(21)

6

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka

Kajian pustaka yang diuraikan dalam penelitian ini pada dasarnya dijadikan acuan untuk mendukung dan memperjelas penelitian ini. Sehubung dengan masalah yang akan diteliti, kerangka teori yang dianggap relevan dengan penelitian ini di uraikan sebagai berikut.

1. Pembelajaran Aktif (Active Learning) a. Pengertian Active Learning

Dalam model pembelajaran active learning setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya. Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada. Agar murid dapat belajar secara aktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didik mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar.

Winastwan Gora & Sunarto (2010: 10) menjelaskan bahwa, active

learning adalah suatu istilah yang memayungi beberapa model pembelajaran yang

memfokuskan tanggung-jawab proses pembelajaran pada si pelajar. Sedangkan Joel Wein (Winastwan Gora, 2010: 11) menjelaskan bahwa, active learning adalah nama suatu pendekatan untuk mendidik para siswa dengan memberikan peran yang lebih aktif di dalam proses pembelajaran. Unsur umum di dalam pendekatan ini adalah bahwa guru dipindahkan peran kedudukannya, dari yang paling berperan di depan suatu kelas dan mempresentasikan materi pelajaran,

(22)

menjadi para siswalah yang berada pada posisi pengajaran diri mereka sendiri, dan guru diubah menjadi seorang pelatih dan penolong di dalam proses itu.

Silberman (2010: 5) mengatakan saat belajar aktif, para siswa melakukan banyak kegiatan. Mereka menggunakan otak untuk mempelajari ide-ide, memecahkan masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif adalah mempelajari dengan cepat, menyenangkan, penuh semangat dan keterlibatan secara pribadi untuk mempelajari sesuatu yang baik. Selain itu siswa harus mendengar, melihat, menjawab pertanyaan dan mendiskusikannya dengan orang lain. Semua itu diperlukan oleh siswa untuk melakukan kegiatan menggambarkannya sendiri, mencontohkan, mencoba keterampilan dan melaksanakan tugas sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. Dengan demikian belajar aktif dapat memperkuat dan memperlancar stimulus dan respon siswa dalam pembelajaran.

b. Indikator Pendekatan Aktive Learning

Untuk melihat terwujudnya active learning dalam proses pembelajaran, ada beberapa indikator active learning. Silberman (2010: 5) menuliskan Indikator tersebut dapat dilihat dari lima segi, yaitu:

1. Dari sudut siswa

a. Keinginan, keberanian menampilkan minat, kebutuhan dan permasalahannya

b. Keinginan, keberanian dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran

(23)

c. Penampilan berbagai usaha atau keaktifan belajar dalam menyelesaikan kegiatan belajar mengajar sampai mencapai keberhasilan

d. Kebebasan untuk melakukan hal tersebut di atas tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

2. Dari sudut guru

a. Adanya untuk mendorong, membina gairah belajar dan partisipasi siswa secara aktif

b. Guru tidak mendominasi kegiatan pembelajaran

c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing

d. Guru menggunakan berbagai jenis metode pembelajaran serta menggunakan berbagai media

3. Dari sudut program

a. Tujuan instruksional serta konsep maupun isi pelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat serta kemampuan peserta didik

b. Program yang cukup jelas sehingga dapat dimengerti oleh siswa

c. Bahan pembelajaran mengandung fakta atau informasi, konsep, prinsip dan keterampilan

4. Dari sudut situasi belajar

a. Adanya hubungan yang erat antara guru dengan siswa, guru dengan guru dan siswa dengan siswa

b. Siswa memiliki motivasi yang kuat untuk belajar dan memiliki kebebasan untuk mengembangkan cara belajar masing-masing

(24)

5. Dari sudut sarana belajar a. Sumber belajar bagi siswa

b. Fleksibilitas waktu untuk melakukan kegiatan belajar c. Dukungan dari berbagai media pembelajaran

d. Kegiatan siswa tidak terbatas di dalam kelas tetapi juga di luar kelas Dengan adanya indikator tersebut, maka akan lebih memudahkan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, setidaknya memberi rambu-rambu bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran aktif (active learning). 2. Strategi Index Card Match

a. Pegertian Strategi Index Card Match

Dalam pembelajaran active learning banyak sekali metode, strategi, dan teknik pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru agar suasana pembelajaran menjadi aktif dan tidak monoton, salah satu strategi yang terdapat dalam active learning yaitu strategi index card match. Strategi index card match adalah strategi mencari pasangan dengan cara memasangkan potongan kertas yang berisi pertanyaan dengan potongan kertas yang berisi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe dan Sekar Ayu Aryani (2019: 67) Staregi

index card match merupakan salah satu cara yang pasti untuk membuat

pembelajaran tetap melekat dalam pikiran dengan meninjau kembali apa yang telah dipelajari sebagai aktivitas yang menyenangkan. Strategi peninjauan kembali ini merupakan cara untuk membantu siswa mengingat apa yang telah mereka pelajari dan menguji pengetahuan dan kemampuan mereka yang sekarang, siswa

(25)

diajak untuk memikirkan kemabali informasi dan menemukan cara untuk menyimpannya di dalam otak dari pelajaran yang telah mereka peroleh.

Tujuan strategi tersebut adalah menemukan pasangan pertanyaan dengan jawaban yang sesuai untuk selanjutnya dibacakan secara bergantian. Penggunaan strategi ini akan membuat siswa berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan pada kartu yang dibawanya. Strategi index card match dapat mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreatifitas seperti belajar sambil bermain pada proses pembelajaran, guru sebagai pengajar harus bisa membuat siswa merasa tertarik dan senang terhadap materi yang disampaikan sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai.

b. Langkah-Langkah Penerapan Strategi Index Card Match

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe dan Sekar Ayu Aryani (2019: 67) Langkah-langkah strategi index card match, yaitu:

1. Buatla potongan-potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada di dalam kelas.

2. Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.

3. Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.

4. Pada separo kertas lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat.

(26)

5. Kocoklah semua kartu sehingga akan tercampur antara kartu soal dan kartu jawaban.

6. Beri setiap peserta didik satu kertas atau satu kartu. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separuh peserta didik akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban. 7. Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang

sudah menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberi materi yang mereka dapatkan kepada teman lain.

8. Setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan duduk berdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan teman-teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan yang lain

9. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi atau kesimpulan c. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Index Card Match

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe dan Sekar Ayu Aryani (2019: 67) menuliskan beberapa kelebihan dan kekurangan strategi Index Card Match sebagai berikut:

1. Kelebihan strategi index card match

a. Siswa menerima kartu soal atau jawaban, namun melalui presentasi antar pasangan, siswa dapat mempelajari topik atau konsep lainnya

(27)

b. Terjadi proses diskusi dan presentasi sehingga dapat lebih menguatkan konsep atau topik yang hendak direview maupun topik yang baru dipelajari

c. Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, yang ditandai dengan antusiasme partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. 2. Kekurangan strategi index card match yaitu pembelajaran tidak terpusat pada

peranan guru tetapi siswa ikut aktif dalam proses pembelajaran sehingga peranan guru sebagai motivator dan fasilitator. Selain itu terbatasnya waktu yang tersedia didalam pembelajaran menggunakan strategi index card match. 3. Ilmu Pengetahuan Alam

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Sumardi dkk (2016: 206) Ilmu pengetahuan berkembang semakin luas, mendalam, dan kompleks sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Oleh karena ilmu pengetahuan berkembang menjadi dua bagian yaitu natural science (Ilmu Pengetahuan Alam) dan social science (Ilmu Pengetahuan sosial). Meskipun demikian penggunaan istilah science masih tetap digunakan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam, yang di Indonesiakan menjadi sains.

Dalam perkembangannya, IPA atau sains (inggris: sciences) terbagi menjadi beberapa bidang sesuai dengan perbedaan bentuk dan cara memandang gejala alam. Ilmu yang mempelajari kehidupan disebut Biologi. Ilmu yang mempelajari gejala fisik dari alam disebut Fisika, dan khusus

(28)

untuk bumi dan antariksa disebut Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Sedangkan ilmu yang mempelajari sifat materi benda disebut Ilmu Kimia.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai pandangan para ahli dalam bidang sains dan memperhatikan hakikat sains, dapat kita rumuskan: Sains adalah ilmu pengetahuan atau kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui proses kreatif yang sistematis melalui inquiri yang dilanjutkan dengan proses observasi (empiris) secara terus-menerus; merupakan suatu upaya manusia yang meliputi operasi mental, keterampilan, dan strategi memanipulasi dan menghitung, yang dapat diuji kembali kebenarannya yang dilandasi dengan sikap keingintahuan

(curiousity), keteguhan hati (courage), ketekunan (persistence) yang

dilakukan oleh individu untuk menyingkap rahasia alam semesta. b. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Pada hakikatnya, IPA dapat ditinjau dari tiga segi, yaitu dari segi produk, proses, dan pengembangan sikap. Dalam belajar IPA terdapat tiga dimensi: proses, hasil (produk), dan pengembangan sikap ilmiah. Ketiganya bersifat saling terkait, sehingga guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus mengandung ketiga dimensi tersebut.

Sumardi dkk (2016: 156) menuliskan ketiga dimensi tersebut sebagai berikut:

1. IPA Sebagai Produk

IPA sebagai produk merupakan hasil upaya para perintis IPA terdahulu dan umumnya berupa fakta, konsep teori, hukum, prosedur

(29)

informasi telah tersusun secara lengkap dan sistematis dalam bentuk buku-buku teks dan film-film dokumen dalam bentuk CD atau DVD yang kesemuanya dapat dianggap sebagai body of knowladge. Di dalam pengajaran IPA guru dituntut untuk dapat mengajak anak didiknya memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar. Alam sekitar merupakan sumber belajar yang paling otentik dan tidak akan habis digunakan, sehingga dimensi proses untuk mendapatkan ilmu IPA itu sendiri juga menjadi hal yang sangat penting. Produk IPA juga terkait erat dengan perkembangan teknologi.

2. IPA Sebagai Proses

Makna IPA sebagai proses adalah proses untuk mendapatkan IPA yang dilakukan melalui metode ilmiah. Pada anak usia SD/MI, metode ilmiah dikembangkan secara bertahap, berkesinambungan, dengan harapan bahwa pada akhirnya akan terbentuk paduan yang lebih utuh, sehingga harapannya anak-anak SD/MI mampu melakukan penelitian secara sederhana. Pentahapan pengembanganya disesuaikan dengan tahapan metode ilmiah yang meliputi (1) melakukan pengamatan eksploratif yang memunculkan pertanyaan/permasalahan; (2) merumuskan masalah/pertanyaan; (3) mengumpulkan data melalui pengamatan maupun percobaan (eksperimen); dan (4) membuat simpulan tentang jawaban masalah berdasarkan data. Guna dapat melakukan kegiatan tersebut di atas diperlukan keterampilan proses yang meliputi: (1) observasi, (2) klasifikasi, (3) interpretasi, (4)

(30)

prediksi, (5) hipotesis, (6) pengendalian variabel, (7) perencanaan dan pelaksanaan penelitian, (8) inferensi, (9) aplikasi, dan (10) komunikasi. Kesepuluh keterampilan dasar tersebut sangat diperlukan dalam proses mendapatkan IPA.

3. IPA Sebagai Pemupuk IPA

Di dalam konteks pengajaran IPA, sikap dibatasi pengertiannya pada sikap ilmiah terhadap alam sekitar. Sikap ilmiah yang memungkinkan dapat dikembangkan pada anak usia SD adalah: (1) sikap ingin tahu; (2) sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru; (3) sikap kerja sama; (4) sikap tidak putus asa; (5) sikap tidak berprasangka; (6) sikap mawas diri; (7) sikap bertanggung jawab; (8) sikap berpikir bebas; dan (9) sikap disiplin diri. Sikap ilmiah tersebut dapat dikembangkan tatkala peserta didik melakukan diskusi, percobaan, simulasi, atau kegiatan observasi lapangan.

c. Kelebihan dan Kekurangan Sains (IPA)

Menurut Sumardi dkk (2016: 56) Sains dalam perkembangannya telah menghasilkan teknologi. Tidak bisa disangkal bahwa sains telah banyak memberikan sumbangannya terhadap kehidupan ummat manusia, misalnya dalam perkembangan sains dan teknologi kedokteran, sains dan teknologi komunikasi dan informasi. Dengan sains dan teknologi memungkinkan manusia dapat bergerak atau bertindak dengan cermat dan tepat, efektif dan efisien, karena sains dan teknologi merupakan hasil kerja pengalaman, observasi, eksperimen dan verifikasi. Selain sains memiliki

(31)

kelebihan, terdapat pula beberapa kekurangan secara konseptual dan esensial, mungkin dianggap berbahaya, karena:

1. Sains bersifat objektif, menyampingkan penilaian yang sifatnya subjektif. Menurut Hocking sains menyampingkan tujuan hidup, sehingga dengan demikian sains dan teknologi tidak bisa dijadikan pembimbing bagi manusia dalam menjalani hidup ini.

2. Manusia hidup dalam kurun waktu yang panjang. Jika ia terbenam dalam dunia fisik, maka akan hampa dari makna dalam hidup yang penuh arti ini. Oleh karena itu, sains membutuhkan pendamping dalam operasinya, selain filsafat untuk memberikan nilai-nilai hidup, yang paling penting adalah agama yang memiliki kebenaran dan nilai-nilai hidup yang mutlak. Menurut Albert Einstein, “sains tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa sains adalah buta “(Science without religion is lame, religion

without science is mind)”.

B. Hasil Penelitian Yang Relevan

Hasil penelitian yang relevan ini merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti terdahulu dan ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, dirasa perlu mengenali penelitian yang terdahulu.

Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Pujiati (2010) dalam penelitiannya dengan judul “Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Active

(32)

Learning Dengan Strateg Index Card Match (Ptk Pembelajaran Matematika

Kelas VII SMPN I Plupuh Sragen)”. Kesimpulan yang didapatkan dalam skripsi tersebut bahwa pembelajaran matematika melalui active learning dengan strategi

index card match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan prestasi belajar

siswa.

Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan Febriyanto Galih (2011) dalam penelitiannya dengan judul “Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode

Index Card Match Pada Mata Pelajaran IPA Terhadap Siswa Kelas IV SD Negeri

2 Tanjungsari Rembang Tahun Ajaran 2011/2012”. Kesimpulan yang didapatkan dalam skripsi tersebut bahwa metode Index Card Match dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas siswa sehingga berdampak pada hasil belajar.

Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan Siti Nurhasanah, Prof. Dr. Jumadi dan Yuni Wibowo, M.Pd. dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Active Learning Dengan Strategi Index

Card Match Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Kognitif Siswa

Kelas VII Dalam Pembelajaran IPA Di SMP Negeri 2 Patuk”. Kesimpulan yang didapatkan dalam skripsi tersebut bahwa Keaktifan siswa telah mencapai kategori tinggi dengan rata-rata untuk pertemuan pertama dan kedua untuk siklus II mencapai 97%. Hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan dapat dilihat dari banyaknya siswa yang mencapai batas KKM pada posttest siklus II yaitu 24 siswa dengan persentase 77%. Nilai rata-rata kelas untuk posttest pada siklus II mencapai 71,23.36.

(33)

C. Kerangka Pikir

Kurangnya strategi pembelajaran yang bervariasi di SDN 16/24 Bulu Tellue berdampak terhadap hasil belajar siswa yang kurang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pemahaman siswa dalam belajar merupakan faktor pendorong intern (dari dalam), pemahaman siswa yang tinggi akan lebih menjadikan siswa semangat dalam belajar dan sebaliknya pemahaman siswa yang rendah menyebabkan kurangnya semangat didalam belajar dan rendahnya hasil belajar siswa.

Hasil belajar merupakan suatu tolak ukur dari kecerdasan yang dimiliki siswa. Faktor-faktor yang sangat berpengaruh didalam hasil belajar siswa adalah pemanfaatan strategi didalam pembelajaran yang digunakan guru yang bervariasi sehingga siswa dapat memahami materi yang diajarkan. Dewasa ini guru sebagai pendidik dikelas hanya menerapkan dan menyampaikan materi kepada peserta didik dengan metode konvensional (cermah) yang saat ini penggunaanya tidak relevan bagi pembelajaran di kelas. Hal ini diperburuk tanpa adanya strategi pembelajaran yang bervariasi sebagai penunjang keberhasilan belajar peserta didik, sehingga pembelajaran cenderung monoton yang mengakibatkan kurangnya minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pemahaman siswa yang rendah dikarenakan kurangnya pemanfaatan strategi pembelajaran yang aktif dan inovatif. Untuk itu peneliti menggunakan pembelajaran active learning dengan strategi index card match untuk mengatasi rendahnya hasil belajar pada siswa. Penggunaan strategi index card match didalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA.

(34)

Adapun kerangka pikir penelitian ini dapat dilihat pada bagan dibawah ini:

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah ditentukan, dan kebenaranya harus diuji berdasarkan data empiris di lapangan. Berdasarkan deskripsi teoritik, kerangka berpikir dan kajian pustaka, maka diperoleh hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: “Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan pembelajaran active learning strategi index

card match terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD 16/24 Bulu Tellue”.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Pretest

Acrtive Learning Strategi Index Card Match

Posttest

Analisis

(35)

20

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Pre-eksperimental design dan bentuk penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-postest design. Pada bentuk penelitian ini terdapat pretest sebelum dilakukan perlakuan. Desain dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Rancangan Desain Penelitian O1 = Nilai pretest (sebelum diberi perlakuan)

O2 = Nilai posttest (setelah diberi perlakuan)

X = Model pembelajar active learning strategi index card match

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN 16/24 Bulu Tellue tahun ajaran 2020/2021.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 13 Orang.

C. Variabel Penelitian

Secara teoritis, variabel dapat didefinisikan sebagai “atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan yang lain” (Sugiyono, 2015: 60).

(36)

Adapun variabel dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan dalam dua bagian, yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat

(dependent variable). Variabel pada penelitian ini sebagai berikut:

1) Variabel bebas (Independent variable) yaitu pembelajaran Active Learning dengan strategi Index Card Match.

2) Variabel terikat (Dependent Variable) yaitu hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue.

D. Definisi operasional Variabel

Definisi operasional variabel penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Active Learning strategi Index Card Match

Staregi index card match merupakan salah satu model pembelajaran untuk membuat pembelajaran tetap melekat dalam pikiran siswa dengan meninjau kembali pelajaran yang telah dipelajari siswa sebagai aktivitas yang menyenangkan. Strategi peninjauan kembali ini merupakan salah satu cara untuk membantu siswa dalam mengingat apa yang telah mereka pelajari, menguji pengetahuan dan kemampuan mereka yang sekarang.

2. Hasil Belajar

Hasil belajar IPA siswa SDN 16/24 Bulu Tellue adalah kemampuan yang dimiliki seseorang setelah mengalami serangkaian proses belajar yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku.

(37)

E. Instrumen Penelitian

Adapun instrument yang digunakan penelitian ini adalah tes. Tes disini terdiri dari 2 bentuk, yaitu pretest dan posttest dimana kedua tes tersebut berbentuk pilihan ganda.

1) Pretest digunakan untuk mengetahui hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebelum diberi perlakuan.

2) Posttest digunakan untuk mengetahui hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) setelah diberi perlakuan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan tahap yang sangat menentukan dalam proses pelaksanaan penelitian untuk mendapatkan hasil yang baik. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adala tes yaitu pretest dan posttest.

G. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari hasil penelitian melalui instrument tes akan diolah dan dianalisis. Data ini yang akan digunakan untuk menguji hipotesis, disinilah akan diketahui apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Analisis Deskriptif

Teknik analisis data ini digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data hasil penelitian (Arikunto, 2013: 349). Dengan menggunakan persamaan perhitungan rata-rata, median, modus, varians dan simpangan baku.

(38)

Rumus: Mean = ∑ . Modus = Bb + P Median = Bb + P Varian (S²) = ∑ ∑ Standar Deviasi (S) =√ 2. Analisis Inferensial

Meliputi uji normalitas dan uji hipotesis. a. Uji Normalitas

Uji normalitas data penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji kenormalan yang digunakan adalah uji Liliefors. Lo = F − S

Keterangan:

Lo/Lobservasi = peluang mutlak terbesar

F = peluang angka baku

S = proporsi angka baku

Langkah-langkah uji Liliefors adalah sebagai berikut: 1) Urutakan data sampel dari yang terkecil hingga terbesar 2) Tentukan nilai Zi dri tiap-tiap data dengan rumus:

(39)

Keterangan:

Zi = skor baku Xi = skor data ! # = mean

S = simpangan baku/standar deviasi

3) Tentukan Zi dengan mengkonsultasikan dengan ke Z tabel 4) Tentukan besar peluang untuk masing-masing nilai Zi

berdasarkan nilai Zi sebutkan dengan F (Zi) dengan aturan jika Zi > 0, maka F (Zi) 0,5 + nilai tabel, jika Zi < 0, maka F(Zi) 0,5 – nilai tabel.

5) Selanjutnya hitung proporsi Z1, Z2, Z3,…Zn yang lebih kecil atau sama dengan Zi. Jika proporsi dinyatakan oleh S (Zi), maka:

S (Zi) = $% &%' &% ( ,( ,(*,…(

6) Hitung selisih nilai F (Zi) – S (Zi), kemudian tentukan harga mutlaknya.

7) Memberi interpretasi Lo dan membandingkannya dengan Lt. Lt adalah nilai yang diambil dari tabel harga kritis uji Liliefors, dengan aturan sebagai berikut:

a. Hipotesis

Ho : Sampel Berdistribusi Normal Hi : Sampel Berdistribusi Tidak Normal b. Jika Lo < Lt, maka terima Ho

(40)

8) Mengambil kesimpulan berdasarkan harga Lo dan Lt yang telah didapat. Apabila Lo < Lt, maka sampel berasal dari data yang distribusi normal.

b. Uji hipotesis

Uji hipotesis penelitian ini dengan menggunakan uji-t.Uji-t digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh pembelajaran active

learning dengan strategi index card match terhadap hasil belajar IPA

siswa. Rumus uji t:

a. Menentukan hipotesis Ho = , = ,

Ha = , ≠ , b. Menentukan α

Taraf signifikan yang digunakan adalah 0,05 c. Menentukan kriteria penerimaan hipotesis

Kriterianya: Ho diterima, jika thitung < ttabel

Ha diterima, jika thitung > ttabel

d. Menentukan thitung

Jika uji kesamaan varians, menunjukkan bahwa kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka untuk pengujian hipotesis ini menggunakan rumus:

t = ̅ ̅

-. .

/012 dengan 3#4 = ∑ dan 3#6 = ∑ 7686

(41)

Keterangan:

:̅1 = Rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen

:̅2 = Rata-rata hasil belajar kelompok kontrol

n₁ = Jumlah sample pada kelompok eksperimen n₂ = Jumlah sampel pada kelompo kontrol M = Varians kelas eksperimen

M = Varians kelas control

(42)

27

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Hasil analisis deskriptif

Berikut ini dikemukakan hasil deskriptif pencapaian hasil belajar secara umum siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue yang diajar dengan model pembelajaran active learning strategi index card match.

Tabel 4.1: Hasil pengolahan data hasil belajar secara umum siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue yang diajar dengan model pembelajaran active learning strategi index card match.

Skor Pretest Posttest

Skor tertinggi Skor terendah Skor rata-rata Standar deviasi 80 50 61,07 8,96 90 65 76,73 8,34

Skor tertinggi yang dicapai oleh siswa pada pretest yaitu 80 dan skor terendahnya adalah 50. Sehingga skor rata-rata 61,07 dengan standar deviasi 8,96. Namun setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran active

learning strategi index card match (posttest), skornya berubah yaitu skor tertinggi

menjadi 90 dan skor terendah 65 seingga skor rata-rata 76,73 dengan standar deviasi menjadi 8,34.

Jika skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue dianalisis dengan menggunakan persentase pada distribusi frekuensi maka dapat dibuat table distribusi frekuensi sebagai berikut:

(43)

Tabel 4.2: Distribusi frekuensi dan persentase kumulatif skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada pretest.

Skor F Kumulatif dari bawah Kumulatif dari atas

Kf K(%) Kf K(%) 50 – 56 5 5 38,46 13 100,00 57 – 63 4 9 69,23 8 61,53 64 – 70 2 11 84,61 4 30,76 71 – 77 1 12 92,30 2 15,38 78 – 84 1 13 100,00 1 7,69

Dari table 4.2 di atas, terliat bahwa ada 15,65% dari siswa yang memperoleh skor > 71 dan ada 69,23% dari siswa yang memperoleh skor < 63. Selebihya yang memperoleh skor antara 64-70 sebanyak 30,76%.

Data distribusi frekuensi skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada pretest dapat disajikan dalam histogram dan polygon frekuensi sebagai berikut:

Gambar 4.1 Distribusi frekuensi skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada pretest.

0 1 2 3 4 5 6 50 - 56 57 - 63 64 - 70 71 - 77 78 - 84 fr ek u en si interval

(44)

Tabel 4.3 Distribusi frekuensi skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada posttest.

Skor F Kumulatif dari bawah Kumulatif dari atas

Kf K(%) Kf K(%) 65-70 71-76 77-82 83-88 89-94 4 3 2 3 1 4 7 9 12 13 30,76% 53,84% 69,23% 92,30% 100,00% 13 9 6 4 1 100,00% 69,23% 46,15% 30,76% 7,69%

Dari tabel diatas, terlihat bawa ada 30,76% dari siswa yang memperoleh skor > 83, dan ada 53,84% dari siswa yang memperoleh skor < 71 selebihnya yang memperole skor antara 77-82 sebanyak 46,15%

Data distribusi frekuensi skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada post test dapat disajikan dalam histogram dan polygon frekuensi sebagai berikut:

Gambar 4.2 Distribusi frekuensi skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada posttest.

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 65-70 71-76 77-82 83-88 89-94 interval fr ek u en si

(45)

2. Hasil analisis inferensial a. Pengujian normalitas

1) Pengujian normalitas skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada pretest

Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan Chi-Kuadrat diperoleh nilai !R ST U = 0,87 dan !S% YZ = 3,61 dengan k = 2 pada taraf signifikan α = 0,05. Terlihat bahwa !R ST U< !S% YZ menunjukkan skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada pretest berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pengujian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

2) Pengujian normalitas skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada posttest

Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan Chi-Kuadrat diperoleh nilai !R ST U = −55,20 dan !S% YZ = 3,61 dengan k = 2 pada taraf signifikan α = 0,05. Terlihat bahwa !R ST U< !S% YZ menunjukkan skor hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue pada posttest berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pengujian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

b. Pengujian hipotesis

Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan menggunakan uji-t. Hipotesis yang akan diuji dengan menggunakan uji-t adalah: hasil belajar IPA siswa setelah diajar menggunakan model pembelajaran active learning strategi index

card match lebih besar dibandingkan dengan sebelum diajar menggunakan

(46)

Pengujian statistiknya:

Kriteria pengujian adalah jika thitung > ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Dari asil perhitungan dengan menggunakan rumus uji-t diperoleh thitung = 4,64

dan ttabel = 1,38, dengan demikian thitung lebih besar daripada ttabel yaitu: 4,64 >

1,38.

Dengan demikian Hipotesis nihil ditolak. Pengujian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

B. Pembahasan

Pada pelaksanaan model pembelajaran active learning strategi index card

match, berbagai aktivitas belajar telah dilakukan oleh para siswa. Namun tidak

semua aktivitas itu bias terpantau satu persatu. Beberapa aktivitas yang diperlihatkan oleh siswa dianggap cukup mewakili keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Aktivitas belajar tela diamati oleh observer.

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif dapat dikemukakan bahwa pada posttest skor rata-rata hasil belajar siswa kelas IV SDN 16/24 Bulu Tellue lebih besar (61,07) dibandingkan skor rata-rata hasil belajar siswa pada pretest (76,73)

Pada tabel distribusi frekuensi, jika dibandingkan antara persentase siswa yang memperoleh skor diatas interval (46,15%) dan skor dibawah interval (53,84%) maka persentase yang memperole skor diatas interval skor rata-rata lebih kecil daripada persentase siswa yang memperole skor dibawah interval rata-rata. Hal ini mengindikasi bahwa skor hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN

(47)

16/24 Bulu Tellue meningkat setelah diajar menggunakan model pembelajaran

Active Learning strategi indexcard match.

Berdasarkan hasil pengujian statistik inferensial diperoleh bahwa pada pengujian normalitas menunjukkan bahwa skor hasil belajar siswa baik pretest maupun posttest berasal dari populasi yang berdistribusi normal. hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis Ho ditolak karena thitung < ttabel (4,64 >

1,38), hal ini berarti bahwa hasil belajar IPA siswa setelah diajar menggunakan model pembelajaran active learning strategi index card match lebih besar dibandingkan dengan sebelum diajar menggunakan model pembelajaran active

learning strategi index card match. Hal ini memberikan indikasi bahwa

menggunakan model pembelajaran active learning strategi index card match dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA.

(48)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran active learning strategi index card

match. Dengan demikian hasil belajar IPA siswa mengalami peningkatan. Dengan

menggunakan model pembelajaran active learning strategi index card match merupakan salah satu alternativ pembelajaran IPA yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

B. Saran

Penggunaan model pembelajaran Active Learning strategi Index Card

Match dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa, meningkatkan pemahaman

siswa terhadap materi yang dipelajari, melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi serta melatih rasa tanggung jawab siswa.

1. Bagi guru hendaknya guru dapat menggunakan model pembelajaran yang inovatif, supaya siswa tidak merasa bosan dan tidak merasa kesulitan untuk memahami materi yang diajarkan sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat lebih maksimal.

2. Bagi sekolah hendaknya dapat menggunakan berbagai macam model pembelajaran agar pembelajaran lebih menarik dan inovatif.

3. Bagi siswa penggunaan model pembelajaran Active Learning strategi Index

(49)

pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi serta melatih rasa tanggung jawab siswa.

(50)

35

DAFTAR PUSTAKA

Abidin,Yunus. 2014. Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks kurikulum

2013. Bandung: Refika Aditama.

Arikunto, Suharmisi, 2013. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Dimiyanti dan Mudjiono. 2015. belajar dan pembelajarn. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Dodik Kariadi dan Wasis Suprapto. 2018. Model Pembelajaran Active Learning

dengan Strategi Pengajuan Pertanyaan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran Pkn. Jurnal Educatio. http://www.e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/edc/article/download/838/513. Diakses

pada tanggal 15 September 2020.

Febriyanto, Galih. 2011. Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa

Dengan Menggunakan Metode Index Card Match Pada Mata Pelajaran Ipa Terhadap Siswa Kelas Iv Sd Negeri 2 Tanjungsari Rembang Tahun Ajaran 2011/2012. Universitas Muhamadiyah Surakarta.

http://etd.eprints.ums.ac.id/15641/.Diakses pada tgl 10 januari 2020. Hamidi. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif. Malang: UMM Press

Haryanto. 2011. Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Card Sort Dan Index

Card Match Terhadap Prestasi Belajar Getaran Dan Gelombang, Jurnal

Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang.

http://journal2.um.ac.id/index.php/jpsi/article/viewFile/651/791. Diakses Pada 14 September 2020.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe dan Sekar Ayu Aryani. 2019. Strategi

Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Insan Madani.

Herlanti, Yanti. 2014. “Prestasi Sains Indonesia di TIMSSR”.

http://yherlanti.wordpress.com/page/6/. diakses pada tanggal 20 Januari 2020.

Kurniawan, Deny. 2018. Forum Statistika. Bandung: Alfabeta.

Nahar, Novi Irawan. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Active Learning

dalam Belajar dan Pembelajaran. Sumatera Barat: Nusantara Jurnal.

Priatna, Nanang dan Ricki Yuliardi. 2019. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Setiani, A & Donni, J.P. 2014. Manajemen peserta didik dan model

(51)

Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sudjana, Nana. 2014. Penelitian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sumardi, Yosaphat dkk. 2016. Konsep Dasar IPA di SD. Tangeran Selatan: Universitas Terbuka.

Syarifuddin,Ahmad. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Active learning dan

Faktor-Faktr yang Mempengaruhinya. Palembang: Fakultas Tarbiyah IAIN

Fatah.

Thobroni, M. 2015. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Arruz Media.

Tim Penyusun. 2016. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Yuliati, Eni. 2011. Pengaruh Penggunaan Metode Active Learning “Index Card

Match” Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Biologi Pada Materi Arkhaebakteria Dan Eubakteria Kelas X Man Purwodadi Semester Ganjil Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Winastwan Gora & Sunarto. 2010. Pemantik Strategi Pembelajaran Inovatif

(52)
(53)

Lampiran A RPP 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SDN 16/24 BULU TELLUE Kelas / Semester : IV (Empat) / 1

Tema 4 : Berbagai Pekerjaan Sub Tema 2 : Pekerjaan Orang Tuaku Pembelajaran : 1

Alokasi Waktu : 1 X Pertemuan (3 X 35 Menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan

percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membanya dan menanya) berdasarkan rasa ingin tahhu tentang disirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, bendabenda yang dijumpai di rumah, sekolah dan tempat bermain.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

(54)

B. KOMPETENSI DASAR (KD) IPA

3.8 Memahami pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian sumber daya alam yang ada di lingkungannya.

4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian sumber daya alam bersama orang-orang dilingkungannya.

Indikator

3.8.3 Mengidentifikasi dampak pemanaatan teknologi bagi keseimbangan alam dan kelestarian sumber daya alam.

4.8.3 Memberikan contoh pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan bagi kelestarian sumber daya alam.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Setelah membaca cerita tentang sosok pekerja, siswa mampu menilai cerita dengan detail.

2. Setelah mengamati gambar tentang penggunaan teknologi saat menangkap ikan, siswa mampu mengidentifikasi dampak penggunaan teknologi bagi keberadaan sumber daya alam dengan tepat.

3. Siswa mampu mengembangkan laporan tentang pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan bagi keberadaan sumber daya alam dengan benar.

Karakter siswa yang diharapkan: Religius Nasionalis Mandiri

(55)

Gotong Royong Integritas

D. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN

 Buku pedoman guru tema: Berbagai Pekerjaan Kelas 4 (Buku tematik terpadu kurikulum 2013 Rev. 2017, Jakarta: kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2013 Rev. 2017).

 Buku siswa tema: Berbagai Pekerjaan Kelas 4 (Buku tematik terpadu kurikulum 2013 Rev. 2017, Jakarta: kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2013 Rev. 2017).

 Index Card Match (kartu pertanyaan dan Jawaban)

E. MATERI PEMBELAJARAN

 Menilai Cerita Utuh.

 Membandingkan pemanfaatan teknologi modern dan tradisional serta dampaknya bagi sumber daya alam.

F. METODE PEMBELAJARAN

 Metode: Active Learning Strategi Index Card Match

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokas

Waktu Pendahuluan  Guru memberikan salam dan mengajak semua

siswa berdoá menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius

 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeiksa kerapian pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

 Menyanyikan lagu kabangsaan Indonesia raya. Nasionalisme

10 Menit

(56)

 Mengonfirmasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang “Berbagai Pekerjaan”

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan

mengamati, menanya, mengeksplorasi,

mengkomunikasikan dan menyimpulkan.

Integritas

Inti Siswa diajak membaca teks dan mengamati gambar.

 Siswa diajak berdiskusi tentang pekerjaan nelayan yang menggunakan teknologi modern dan teknologi ramah lingkungan dengan membandingkan keduanya. Collaboration

 Guru membagikan kartu jawaban dan

pertanyaan kepada siswa kemudian

menjelaskan kepada siswa bahwa kartu yang telah dibagikan adalah kartu pertanyaan dan jawaban yang berpasangan.

 Guru kemudian meminta siswa untuk mencari pasangan berdasarkan kartu yang telah dibagikan.

 Setelah semua siswa mendapatkan

pasangannya siswa diminta untuk maju

kedepan secara berpasangan untuk

membacakan dan memberikan

penjelasan/tanggapan berdasarkan kartu yang telah didapatkan.

2 X 35 Menit

Penutup Bersama-sama siswa membuat

kesimpulan/rangkuman hasil belajar.

Integritas

 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.

 Melakukan penilaian hasil belajar dan tindak lanjut pembelajaran

 Menyanyikan lagu wajib nasional atau lagu daerah

 Mengajak semua siswa ber’doa menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran). Religius

15 Menit

(57)
(58)

Lampiran A RPP 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SDN 16/24 BULU TELLUE Kelas / Semester : IV (Empat) / 1

Tema 4 : Berbagai Pekerjaan Sub Tema 2 : Pekerjaan di Sekitarku Pembelajaran : 3

Alokasi Waktu : 1 X Pertemuan (3 X 35 Menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan

percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membanya dan menanya) berdasarkan rasa ingin tahhu tentang disirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, bendabenda yang dijumpai di rumah, sekolah dan tempat bermain.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

(59)

B. KOMPETENSI DASAR (KD) IPA

3.8 Memaami pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian sumber daya alam di lingkungannya

4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian sumber daya alam bersama orang-orang dilingkungannya.

Indikator

3.8.4 Mengidentifikasi pentingnya pembatasan penggunaan sumber daya alam sebagai langkah pelestarian sumber daya alam.

4.8.4 Mempraktikkan pembatasan penggunaan sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa mampu menyebutkan pentingnya membatasi penggunaan sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari dengan detail.

2. Siswa mampu mengkomunikasikan contoh kegiatan menjaga kelestarian alam dalam kehidupan sehari-hari secara detail.

3. Setelah membaca cerita, siswa mampu menilai cerita tersebut dengan detail.

4. Siswa mampu menyampaikan pendapatnya mengenai suatu cerita secara lisan maupun tulisan dengan sistematis

Karakter siswa yang diharapkan: Religius Nasionalis Mandiri

(60)

Gotong royong Integritas

D. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN

 Buku pedoman guru tema: Berbagai Pekerjaan Kelas 4 (Buku tematik terpadu kurikulum 2013 Rev. 2017, Jakarta: kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2013 Rev. 2017).

 Buku siswa tema: Berbagai Pekerjaan Kelas 4 (Buku tematik terpadu kurikulum 2013 Rev. 2017, Jakarta: kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2013 Rev. 2017).

 Index Card Match (kartu pertanyaan dan Jawaban)

E. MATERI PEMBELAJARAN

 Memberi contoh kegiatan pembatasan penggunaan sumber daya alam sebagai upaya pelestarian.

F. METODE PEMBELAJARAN

 Metode: Active Learning Strategi Index Card Match

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokas

Waktu Pendahuluan  Guru memberikan salam dan mengajak semua

siswa berdoá menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius

 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeiksa kerapian pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

 Menyanyikan lagu kabangsaan Indonesia raya. Nasionalisme

 Mengonfirmasikan tema yang akan

dibelajarkan yaitu tentang “Berbagai

10 Menit

(61)

Pekerjaan”

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan

mengamati, menanya, mengeksplorasi,

mengkomunikasikan dan menyimpulkan.

Integritas

Inti Siswa diajak membaca teks tentang “pensil” dalam hati. Literasi

 Guru membagikan kartu jawaban dan

pertanyaan kepada siswa kemudian

menjelaskan kepada siswa bahwa kartu yang telah dibagikan adalah kartu pertanyaan dan jawaban yang berpasangan.

 Guru kemudian meminta siswa untuk mencari pasangan berdasarkan kartu yang telah dibagikan.

 Setelah semua siswa mendapatkan

pasangannya siswa diminta untuk maju

kedepan secara berpasangan untuk

membacakan dan memberikan

penjelasan/tanggapan berdasarkan kartu yang telah didapatkan.

 Siswa kemudian menjawab pertanyaan yang ada dalam buku.

 Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil kerja.

2 X 5 Menit

Penutup Bersama-sama siswa membuat

kesimpulan/rangkuman hasil belajar.

Integritas

 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.

 Melakukan penilaian hasil belajar dan tindak lanjut pembelajaran

 Menyanyikan lagu wajib nasional atau lagu daerah

 Mengajak semua siswa ber’doa menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran). Religius

15 Menit

(62)
(63)

Lampiran A RPP 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SDN 16/24 BULU TELLUE Kelas / Semester : IV (Empat) / 1

Tema 4 : Berbagai Pekerjaan Sub Tema 3 : Pekerjaan Orang Tuaku Pembelajaran : 1

Alokasi Waktu : 1 X Pertemuan (3 X 35 Menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan

percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membanya dan menanya) berdasarkan rasa ingin tahhu tentang disirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, bendabenda yang dijumpai di rumah, sekolah dan tempat bermain.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Gambar

Tabel                                                                                                Halaman  4.1 Hasil pengelolaan data hasil belajar secara umum siswa kelas IV
Gambar                                                                                             Halaman  2.1 Bagan kerangka pikir .............................................................................
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir  D.  Hipotesis Penelitian
Gambar 3.1 Rancangan Desain Penelitian  O 1  = Nilai pretest (sebelum diberi perlakuan)  O 2  = Nilai posttest (setelah diberi perlakuan)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara strategi Index Card Match dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada materi pecahan melalui strategi pembelajaran index card

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Gunungsari melalui penerapan strategi Index Card Match yang optimal pada

Tujuan dari strategi pembelajaran index card match adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus aktif, mendorong siswa berpikir kritis dan memunculkan berbagai

Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan penelitian tentang penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match untuk meningkatkan aktivitas dan

Index Card Match dan Make A Match adalah strategi pembelajaran yang mampu mengajak siswa belajar sambil bermain dengan menggunakan kartu, sehingga suasana

Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah menerapkan strategi index card match untuk mengetahui pengaruh index card match terhadap hasil belajar tentang

Strategi Index Card Match adalah suatu cara pembelajaran aktif untuk meninjau ulang materi pelajaran dengan teknik mencari pasangan kartu indeks yang merupakan jawaban atau soal sambil