• Tidak ada hasil yang ditemukan

S JRM 1100807 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S JRM 1100807 Chapter5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

48 Fauziah Ayu Ratnaningsih, 2016

ANALISIS TEMPORALADVERBIEN DALAM ROMAN “DIE WILDEN HÜHNER” KARYA FUNKE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1. Di dalam roman Die Wilden Hühner terdapat 31 adverbia temporal yang secara keseluruhaan muncul sebanyak 324 kali dan tersebar dalam 263 kalimat. Jenis adverbia temporal yang ditemukan mencakup empat jenis, yaitu a) Zeitpunkt ‘titik waktu’ meliputi 9 adverbia, yaitu adverbia bald (5x), damals (1x), erst (13), gerade (12x), gestern (3x), heute (20x), jetzt (61),

morgen (15x), dan nun (5x). b) Zeitdauer ‘durasi waktu’ meliputi 3

adverbia, yaitu adverbia lange (4x), längst (7x), dan noch (27x). c) Wiederholung ‘pengulangan’ meliputi 18 adverbia, yaitu adverbia abends

(1x), einmal (3x), hundertmal (1x), immer (64x), mal (31x), manchmal (8x), meistens (2x), mittwochs (1x), nachmittags (1x), nie (13x), niemals (1x),

nimmer (1x), oft (8x), öfter (4x), selten (1x), sonntags (2x), zehnmal (1x),

dan zweimal (4x). d) zur Bezeichnung einer Zeit, die sich auf einen anderen Zeitpunkt bezieht ‘untuk menunjukkan waktu, yang mengacu pada waktu yang berbeda’ meliputi 1 adverbia, yaitu adverbia inzwischen (3x). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa adverbia temporal jenis Wiederholung paling banyak ditemukan dalam korpus data, yakni sebanyak 147 data dalam kalimat dengan prosentase mencapai 45%. Adverbia temporal jenis Zeitpunkt ditemukan dengan jumlah data dalam kalimat sebanyak 135 atau

berada pada posisi kedua dengan prosentase 42%. Selanjutnya, adverbia temporal jenis Zeitdauer ditemukan sebanyak 38 data dalam kalimat dengan prosentase 12%, sedangkan adverbia temporal jenis auf einen anderen Zeitpunkt bezieht paling sedikit ditemukan dalam korpus data karena hanya

(2)

49

Fauziah Ayu Ratnaningsih, 2016

ANALISIS TEMPORALADVERBIEN DALAM ROMAN “DIE WILDEN HÜHNER” KARYA FUNKE

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa adverbia temporal yang berfungsi sebagai Angabe paling banyak ditemukan dalam korpus data. Hal tersebut terbukti dengan jumlah data sebanyak 258 kalimat dengan prosentase mencapai 98,10%, sedangkan adverbia temporal yang berfungsi sebagai Ergänzung hanya ditemukan sedikit, yaitu hanya ditemukan sebanyak 5 kalimat atau sekitar 1,90%.

B.Saran

Setelah dilakukan penelitian mengenai jenis adverbia temporal dan fungsi sintaktis yang melekat pada adverbia temporal yang ditemukan dalam roman Die Wilden Hühner, penulis menyarankan agar pembelajar bahasa Jerman sebaiknya

Referensi

Dokumen terkait

Penulis tidak dapat membatasi pencarian kalimat pasif tanpa subjek hanya dari satu sumber tertentu saja karena kalimat pasif tanpa subjek sulit ditemukan, bila

ANALISIS FRASA PREPOSISI DENGAN MODIFIKATOR AUF SEBAGAI ERGÄNZUNGEN DAN ANGABEN DALAM ROMAN KARYA STEINHÖFEL 2008.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Tingkat kemampuan mahasiswa semester III Universitas Pendidikan Indonesia tahun akademik 2012-2013 terhadap penggunaan verba trennbar dalam anak kalimat ( Nebensatz

Begitu juga dalam membentuk Relativsӓtze dalam kasus Dativ, yang ditunjukkan dengan hasil prosentase 74% dan dalam kasus Genitiv sebesar

Permainan ini tidak hanya dapat diuji cobakan dalam penelitian mengenai kalimat perintah saja, tetapi dapat juga diuji cobakan dalam materi lain bahasa Jerman. Penelitan ini

Penulis mengumpulkan verba berprefiks auf- dan zu- yang ditemukan dalam sumber data, kemudian menganalisis verba-verba tersebut berdasarkan makna prefiks yang

Analisis Fungsi Sintaksis yang Melekat Pada Adverbia yang Ditemukan Dalam Cerita “Cassandras Geheimnis” Karya Borlik..1. Adverbia yang Berfungsi Sebagai Angabe

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang positif antara penguasaan nomina dengan kemampuan membaca bahasa Jerman.