Ruang Lingkup
Antropologi
REFERENCE
o Haviland WA. Antropologi Jilid I. Alih bahasa: RG Soekadijo. Jakarta: Erlangga. 1999.
o Pool R, Geissler W. Medical
Anthropology. UK: Bell & Bain Ltd, Glasglow. 2005.
o Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu
Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. 2009. o Ratna Wahyu. Sosiologi dan Antropologi
Definisi
Antropologi (bahasa Yunani, Anthropos = manusia, dan logos = ilmu)
Oxford English Dictionary 1. Studi
manusia, khususnya masyarakat dan adat istiadat; 2. Studi tentang struktur dan evolusi manusia (Robert dan Geissler 2005).
Ilmu yang mempelajari manusia dari sudut cara berfikir dan pola perilaku (I Gede
Definisi
Suatu ilmu yang mempelajari manusia baik dari segi budaya, perilaku,
keanekaragamaan, dan lainnya.
Jadi, antropologi adalah ilmu yang berusaha mencapai pengertian atau pemahaman
tentang manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik, masyarakat, dan
kebudayaannya.
Klasifikasi Ilmu Antropologi
Secara makro, ilmu antropologi dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu:
1. Antropologi Fisik
Perbedaan Antropologi Fisik dan Budaya
Antropologi fisik banyak berhubungan
dengan ilmu-ilmu biologi, sedangkan pada antropologi budaya berhubungan erat
dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi.
Antropologi fisik disebut juga somatologi. Hal ini dapat dipahami karena antropologi
Sosiologi lebih memusatkan diri pada kelompok
masyarakat yang cenderung terikat pada
kebudayaan tertentu (culture bond) atas asumsi-asumsi tentang dunia dan realitas yang umumnya pada kebudayaan “kelas menengah” seperi pada kajian untuk orang-orang profesi.
Sedangkan dalam antropologi berusaha
mengurangi masalah keterikatan kepada teori
kebudayaan tertentu dengan cara mempelajari
seluruh umat manusia dan tidak membatasi diri pada Bangsa Barat maupun masyarakat maupun kelompok masyakat kota maupun kelas mengengah
Antropologi menghimpun keterangan tentang
masyarakat dan kebudayaan pribumi untuk mendapatkan keterangan tentang sejarah perkembangan masyarakat dan
kebudayaannya.
Sosiologi merupakan bagian dari ilmu filsafat, memerlukan suatu pengetahuan yang
mendalam mengenai asas-asas masyarakat
dan kebudayaan akibat krisis yang melanda.
Antropologi Fisik
Antropologi Fisik dalam arti khusus bagian dari
ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut ciri-ciri
tubuhnya, baik ciri lahir (seperti warna kulit dan rambut) maupun ciri yang dalam (seperti
golongan darah) dan lain lain.
Penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri
tubuh yang berbeda disebut “ras”.
Bagian dari antropologi fisik adalah
Paleoantropologi
Paleoantropologi Ilmu bagian yang meneliti
asal-usul atau terjadinya dan evolusi manusia dengan mempergunakan sisa-sisa tubuh yang telah membatu (fosil-fosil manusia) tersimpan dalam lapisan-lapisan bumi yang harus didapat oleh si peneliti dengan berbagai metode
Antropologi Budaya
Antropologi Budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara
hidupnya dalam masyarakat.
Menurut Haviland (1999), cabang antropologi budaya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1) Etnolinguistik
Etnolinguistik/Antropologi Linguistik
Suatu ilmu bagian yang asal mulanya berkaitan erat dengan ilmu antropologi.
Penelitiannya berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dan beratus-ratus bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai tempat di muka bumi ini, terkumpul
bersama-sama dengan kebudayaan bangsa.
Arkeologi/Prehistori
Arkeologi cabang antropologi budaya yang mempelajari benda-benda peninggalan lama
dengan maksud untuk menggambarkan dan menerangkan perilaku manusia, karena dalam peninggalan-peningalan lama itulah terpantul ekspresi kebudayaannya.
Etnologi
Pendekatannya adalah etnografi.
Lebih memusatkan perhatiannya pada
kebudayaan-kebudayaan zaman sekarang dan telaahannya pun terpusat pada perilaku manusianya, sebagaimana
yang dapat disaksikan langsung, dialami, serta didiskusikan dengan pendukung kebudayaannya.
Etnologi mirip dengan arkheologi.
Bedanya etnologi tentang kekinian yang dialami
15
Lima Lapangan Penyelidikan (sub-ilmu)
Antropologi
Masalah asal dan perkembangan manusia atau
evolusinya secara biologis.
Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia. Masalah asal perkembangan dan persebaran
aneka ragam bahasa yang diucapkan di seluruh dunia.
Masalah terjadinya perkembangan dan
persebaran aneka ragam kebudayaan manusia.
Masalah mengenai asas-asas dari masyarakat dan
kebudayaan manusia dari aneka ragam suku
Bagan Pembagian Ilmu Antropologi
(Koentjaraningrat 2009)
Antropologi
Fisik
Budaya
Paleoantropologi
Antropologi Biologi
Etnolinguistik
Metode Ilmiah Antropologi dan Sosiologi
Pada umumnya metode pengumpulan fakta dalam ilmu pengetahuan dibagi menjadi: Penelitian di
lapangan, laboratorium, dan perpustakaan. Para ahli antropologi mengembangkan
berbagai metode penelitian intensif dan mendalam dengan metode wawancara.
Para ahli sosiologi meneliti masyarakat
Metode Ilmiah Antropologi dan Sosiologi
(Cont’d..)
Pada dunia antropologi mempunyai pengalaman yang lama dalam hal menghadapi keragaman yang besar antara kebudayaan dalam masyarakat kecil di seluruh muka bumi.
Metode pengumpulan bahan: mendalam, khusus, kualitatif, serta pengolahan dan analisis bersifat membandingkan dan komparatif.
19
Hubungan antara Antropologi dan Ilmu Lain
Ilmu lain yang berkaitan timbal balik dengan antropologi antara lain:
Ilmu paleontologi, linguistik, arkeologi, anatomi, sejarah, geografi, ekonomi, hukum adat, administrasi, politik,
psikiatri, dan kesehatan masyarakat.
Hubuangan antropologi dengan kesehatan masyarakat: Data mengenai konsepsi dan sikap penduduk desa
tentang kesehatan, tentang sakit, terhadap dukun, terhadap obat-obatan tradisional, terhadap kebiasaan dan pantangan makan, dan sebagainya.
Kesehatan
Undang-undang Kesehatan no.23 Tahun 1992 ( mengacu batasan WHO):
Kesehatan adalah keadaan sehat sejahtera
badan,jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial
Antropologi Kesehatan
Foster dan Aderson (1978), Antropologi Kesehatan adalah:
Menggambarkan hubungan biobudaya antara perilaku manusia, serta tingkat kesehatan dan penyakit masa lalu dan sekarang tanpa
memperhatikan praktik pemanfaatan pengetahuan.
Berpartisipasi secara profesional dalam program yang tujuannya untuk perbaikan tingkat kesehatan melalui
pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara fenomena bio-sosial budaya dan kesehatan, serta
Antropologi Kesehatan (Cont’d..)
Pool dan Geissler (2005):
o Dengan kata lain, antropologi kesehatan:
menggambarkan, menafsirkan, dan kritis menilai
hubungan antara budaya, perilaku, kesehatan dan penyakit, serta menempatkan kesehatan dan
penyakit dalam konteks yang lebih luas. Koentjaraningrat (1990):
o Antropologi kesehatan membicarakan masalah
Antropologi Kesehatan (Cont’d..)
Pada kehidupan sehari-hari kita dapat
melihat suatu perilaku budaya masyarakat, merupakan cerminan dari setiap kelompok masyarakat dan ciri dari kelompok tersebut. Contoh: Sebagian besar penduduk di Asia
masih menggunakan jamu/obat-obatan
tradisional untuk mengobati keluhan sakit
Antropologi kesehatan mempelajari gejala: Biobudaya aspek biologis
sosiobudaya tingkah laku manusia
Interaksi kesehatan dan penyakit dari berbagai segi terutama terkait dengan
budaya.
Sumber akar (Pool dan Geissler 2005): Studi antropologi dari ethnomedicine. Gerakan kebudayaan dan kepribadian.
Gerakan kesehatan masyrakat internasional. Ethnomedicine didefinisikan sebagai
keyakinan dan praktik yang berhubungan dengan penyakit yang mana merupakan produk dari perkembangan budaya adat
dan tidak secara eksplisit berasal dari konsep kedokteran modern.
Ruang Lingkup:
Segi biologi (biomedis)