KARAKTERISTIK DISIPLIN
ILMU ANTROPOLOGI
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Pengantar Ilmu Sosial
Disusun Oleh :
1. Ardian Yuda Saputra
(3301413028)
2. Resti Siwi Wulansari
(3301413056)
3. Firstnadya Ananda Ayu Aldila
(3301413076)
Jurusan Politik dan Kewarganegaraan
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Semarang
2013
KATA PENGANTAR
Kami sadari bahwa makalah ini tidak terlepas dari kekurangan bahkan mungkin kesalahan. Oleh karena itu diharapkan adanya saran yang bersifat penyempurnaan makalah ini.
Demikianlah besar harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.
Semarang, 10 November 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari umat manusia (anthropos). Secara etimologi, antropologi berasal dari kata anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu. Antropologi memandang manusia sebagai sesuatu yang kompleks dari segi fisik, emosi, sosial, dan kebudayaannya. Antropologi sering pula disebut sebagai ilmu tentang manusia dan kebudayaannya.
berjudul “Anthropology Today” yang di redaksi oleh A.R. Kroeber (1953), “An Appraisal of Anthropology Today” yang di redaksi oleh S. Tax, dkk. (1954), “Yearbook of Anthropology” yang di redaksi oleh W.L. Thomas Jr. (1955), dan “Current Anthropology” yang di redaksi oleh W.L. Thomas Jr. (1956). Setelah simposium ini, di beberapa wilayah berkembang pemikiran-pemikiran antropologi yang bersifat teoritis, sedangkan di wilayah yang lain antropologi berkembang dalam tataran fungsi praktisnya.
Para ahli antropologi memaknai pendekatan yang bersifat holisti mengkaji makhluk manusia. Para antropolog tidak hanya mengkaji seluruh kondisi manusia, melainkan juga mengkaji banyak aspek pengalaman manusia. Seperti jika mendeskripsikan sekelompok orang yang telah dikaji seorang ahli antropologi menggambarkan suatu bagian sejarah tempat yang dikaji, lingkungan hidup, cara kehidupan keluarga, pola perkampungan, sistem politik, sistem ekonomi, agama, seni, pakaian, dan bahasa masyarakat yang dikaji (Koentjaraningrat,1990).
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang menjadi konsep dasar dalam antropologi?
2. Ruang lingkup antropologi terdiri dari apa saja?
3. Pendekatan apa yang dapat digunakan dalam disiplin ilmu antropologi?
C. Tujuan
1. Memenuhi tugas mata kuliah pengantar ilmu sosial
2. Mengetahui karakteristik disiplin ilmu antropologi
4. Mengetahui objek kajian dan ruang lingkup antropologi
5. Mengetahui pendekatan dalam antropologi
BAB II
PEMBAHASAN
Ada dua konsep dasar dalam antropologi yang sangat sentral yaitu kebudayaan dan masyarakat.
A. Kebudayaan
R. Linton dalam bukunya “The Culture Background of Personality” (1947), menyatakan bahwa kebudayaan adalah: “Konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang unsure pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu”.
Koentjaraningrat (1990), menyatakan bahwa kebudayaan adalah: ”Keseluruhan sistem
gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar”.
Sifat hakikat dari kebudayaan ini menurut Willams dan Soekanto (1986), sebagai berikut:
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia.
2. Kebudayaan telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak
akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3. Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban,
tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan-tindakan-tindakan yang dilarang dan diizinkan.
Kebudayaan ini dapat berwujud idea atau gagasan, norma-norma atau peraturan, dan aktivitas sosial maupun wujud kebendaan. Koentjaraningrat (1990 : 186-187), melakukan pembagian wujud kebudayaan sebagai berikut:
1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,
peraturan. Wujud kebudayaan ini bersifat abstrak, tidak dapat diraba. Lokasinya ada didalam kepala, atau dengan perkataan lain ada dalam alam pikiran dari manusia dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Para Ahli Antropologi menyebutkan sistem ini sistem atau “Cultural System”. Dalam bahasa Indonesia sering disebut adat atau adat istiadat untuk bentuk jamaknya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan dari kelompok
manusia. Wujud kedua dari kebudayaan sering disebut sistem sosial, sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul sama yang lain, yang dari detik ke detik, dari hari ke hari dan tahun ke tahun selalu mengikuti pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. System Sosial itu bersifat konkret, terjadi disekeliling kita sehari-hari, bias diobservasi, difoto dan di dokumentasi.
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud ketiga dari
kebudayaan disebut kebudayaan fisik. Oleh karena itu merupakan seluruh total dari hasil
fisik dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat, sifatnya paling konkret, dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat dan difoto.
Menurut C. Kluckhohn yang dikutip Koentjaraningrat (1990: 203-204), terdapat 7 unsur Kebudayaan:
1. Bahasa.
Kemampuan berbahasa adalah ciri khas dari mahluk yang namanya manusia. Kebutuhan-kebutuhan akan kemampuan berbahasa sejalan dengan Kebutuhan-kebutuhan akan interaksi sosial. Interaksi sosial disini tidak hanya interaksi antar individu dalam kelompok, tetapi juga dalam kelompok lain. Oleh karena itu, bahasa alat komunikasi yang mempunyai kaitan erat dengan proses perubahan masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang mendukung kebudayaan daerahnya masing-masing, serta bahasa daerah masing-masing, menunjukkan keaneka ragaman, namun juga menunjukkan kebudayaan kekayaan budaya dan bahasa bangsa Indonesia.
Bahasa dibedakan atas berikut ini:
a. Bahasa isyarat, misalnya bunyi keuntungan, gerakan tangan, anggukan atau gelengan kepala
dan isyarat lainnya yang diterima berdasarkan kesepakatan suatu masyarakat.
b. Bahasa lisan yang diucapkan oleh mulut.
c. Bahasa tulisan melalui buku, gambar, surat dan koran.
2. Sistem Pengetahuan.
Sistem Pengetahuan merupakan salah satu unsur kebudayaan universal yang dapat ditemukan dalam semua kebudayaan dari semua bangsa yang ada dimuka bumi ini. Sistem Pengetahuan itu mencakup semua pengetahuan yang dimiliki anggota suatu masyarakat tentang alam, tumbuhan, binatang, ruang dan waktu, suku bangsa atau bangsa yang bersangkutan.
Sistem pengetahuan itu timbul akibat kebutuhan-kebutuhan praktis dan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia didalam kehidupan sehari-hari, serta digunakan oleh manusia untuk keperluan praktis seperti untuk bercocok tanam, berburu, berlayar dan lain-lain. System pengetahuan biasanya erat kaitannya dengan seluruh aktivitas manusia dalam kehidupannya.
3. Organisasi Sosial.
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat sebagai satu kesatuan. Dalam system social terdapat pengaturan tentang perkawinan, tempat tinggal dan system kekerabatan keluarga mengatur jaringan social antara individu berdasarkan perkawinan (affinity) dan hubungan berdasarkan keturunan darah (consanguity) perkawinan akan menghasilkan keluarga inti (nuclear family). Pada setiap masyarakat mempunyai aturan tentang dengan siapa anggotanya boleh dan tidak boleh melangsungkan perkawinan. Ada dua macam perkawinan yaitu endogamy dan eksogami,Endogami adalah kebiasaan masyarakat yang mengharuskan anggotanya kawin dengan yang masih kerabatnya sendiri atau kelompoknya.. Eksogami adalah kebiasaan masyarakat yang mengharuskan anggotanya kawin dengan orang yang berasal dari luar kerabatnya atau luar kelompoknya.
Dalam ketentuan endogami biasanya dihindari terjadinya suatu perkawinan antar anggota kerabat yang sangat dekat hubungan atau pertalian darahnya. Sebab kalau tidak, dapat menimbulkan perkawinan incest atau tabu incest. Dalam ketentuan endogami pada beberapa suku bangsa membolehkan perkawinan sepupu bersilang atau cross cousin, dan pekawinan sepupu sejajar atauparallel cousin akan tetapi, ada beberapa suku menghendaki perkawinan antara sepupu bersilang dan melarang perkawinan sepupu sejajar.
Keluarga luas (extended family) adalah gabungan dari dua keluarga inti atau lebih. Berarti ada penambahan anggota keluarga orang lain, misalnya anak yang sudah menikah, tetapi masih tinggal dengan orang tuanya. Beberapa masyarakat ada yang memperbolehkan anggotanya melakukan perkawinan ganda atau poligami.
Poligami adalah mempunyai istri atau suami yang lebih dari satu. Poligami akan membentuk dua keluarga inti atau lebih atau tergantung kepada banyaknya istri. Penelusuran untuk mengetahui kerabat mana yang masih dekat dan kerabat mana yang jauh serta untuk melangsungkan hak-hak dan kewajiban kelompok kerabat itu erat hubungannya dengan kebiasaan cara menarik garis keturunan. Cara menarik garis keturunan tersebut, antara lain berikut ini:
a. Unilineal, keturunan ditelusuri melalui satu garis keturunan saja, melalui ayah atau ibu.
1) Matrilineal: Garis keturunan berdasarkan kekerabatan dari Ibu, contoh suku minangkabau.
2) Patrilineal: Garis keturunan berdasarka kekerabatan dari bapak, contoh suku batak.
b. Bilineal, garis keturunan ditelusuri dari garis ibu dan ayah secara bersama-sama. Contoh
suku Sunda, Jawa dan Bali.
keturunan, tetapi sudah tidak dapat ditelusuri lagi disebut marga. Dalam membahas organisasi social, para antroplog juga banyak menaruh perhatian terhadap organisasi dan susunan masyarakat komunitas desa dan komunitas kecil. Hal-hal yang mendapat banyak perhatian adalah pembagian kerja, berbagai aktivitas kerjasama atau gotong royong hubungan antar sikap dan pengikut, cara-cara penggantian pimpinan dan masalah wewenang serta kekuasaan pemimpin.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi.
Dalam kehidupan, manusia tidak lepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada cirri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia. Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan untuk memecahkan masalah. Ahli lain, Kast dan Rosenweigmenyatakan “Technology is the Art of Utilizing Scientific Knowledge”, sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas dan lengkap mengenai teknologi yaitu “Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indra dan otak manusia”.
Teknologi tradisional mengenal paling sedikit delapan macam system peralatan dan unsur kebudayaan fisik yang dipakai oleh manusia, yaitu: (a) alat-alat produktif, (b) senjata, (c) wadah, (d) alat-alat menyalakan api, (e) makanan, minuman, bahan pembangkit gairah dan jamu-jamuan, (f) pakaian dan perhiasan, (g) tempat berlindung dan (h) alat transportasi.
5. Sistem Mata Pencaharian Hidup.
Perhatian para ahli Antroplogi terhadap berbagai macam system pencaharian atau system ekonomi pada awalnya hanya terbatas kepada system yang bersifat tradisional, terutama dalam rangka perhatian mereka terhadap kebudayaan suatu suku bangsa secara holistik. Berbagai system tersebut adalah berburu dan meramu, berternak, becocok tanam di lading, menangkap ikan, dan bercocok tanam menetap dengan irigasi.
6. Sistem Religi.
kepercayaan yang timbul di masyarakat disebabkan oleh adanya suatu kekuatan diluar nalar manusia tersebut, seperti adanya kekuatan yang menyebabkan meletusnya gunung, gempa dan lain-lain, yang kesemua fenomena tersebut awalnya diluar nalar manusia.
7. Kesenian.
Kesenian merupakan unsur kebudayaan universal yang sudah pasti akan didapatkan pada semua kebudayaan, semua bangsa yang hidup dimuka bumi ini. Baik bangsa yang hidup terpencil, maupun bangsa-bangsa yang sudah maju. Demikian juga bangsa Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan mendukung kebudayaan yang berbeda-beda itu tampak bahwa setiap suku bangsa itu mengembangkan bentuk-bentuk dan jenis-jenis kesenian yang beraneka ragam.
B.
Masyarakat
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan (Wikipedia.org).
Unsur – unsur masyarakat:
1. Golongan Sosial
a. Timbulnya Golongan Sosial
Golongan sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya sebagai hasil proses pertumbuhan masyarakat. Faktor penyebabnya antara lain: kemampuan/kepandaian, umur, jenis kelamin, sifat keaslian, keanggotaan masyarakat dan lain-lain. Faktor penentu dari setiap masyarakat berbeda-beda, misalnya pada masyarakat berburu faktor penentunya adalah kepandaian berburu.
b. Pengertian Golongan Sosial
Pitirim A. Sorokin menggunakan istilah pelapisan sosial yaitu pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hierarkhis. Perwujudannya dikenal dengan adanya kelas sosial tinggi (upper class) contohnya: pejabat, penguasa, dan pengusaha; kelas sosial menengah (midle class) contohnya: dosen, pegawai negeri, pengusaha kecil dan menengah; kelas sosial rendah (lower class) contohnya: buruh, petani, dan pedagang kecil.
2. Kategori Sosial
a. Pengertian Kategori Sosial
Menurut Koentjaraningrat, kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri-ciri obyektif yang dikenakan pada manusia-manusia tersebut. Dalam kategori sosial tidak terikat oleh unsur adat istiadat, sistem norma, sistem nilai tertentu, tidak memiliki identitas, tidak memiliki lokasi, tidak mempunyai organisasi, dan tidak memiliki pemimpin.
a. Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok sosial (social group) adalah himpunan/kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, terdapat hubungan timbal balik, saling memengaruhi sehingga timbul suatu kesadaran untuk saling menolong di antara mereka.
Kesatuan manusia yang hidup bersama disebut kelompok sosial harus memenuhi kriteria :
1.
Adanya kesadaran setiap kelompok bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok tersebut.2.
Terdapat hubungan timbal balik (interaksi) antar anggota kelompok3.
Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku tertentu.Memiliki suatu sistem dan proses tertentu.Antropologi Budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat. Menurut Haviland (1999:12) caban antropologi budaya ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian, yakni antropologi prehistori, etnolinguistik, dan etnologi. Untuk memahami pekerjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu tentang hakikat kebudayaan, menyangkut konsep kebudayaan, dan karakteristiknya; bahasa dan komunikasi, menyangkut hakikat bahasa dan bahasa dalam kerangka kebudayaan; serta kebudayaan dan kepribadian.
Antropologi budaya juga merupakan studi tentang praktik-praktik sosial,bentuk-bentuk ekspresif, dan penggunaan bahasa, dimana makna diciptakan dan diuji sebelum digunakan oleh masyarakat manusia.
Merupakan ilmu tentang perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia sejak sebelum manusia mengenal tulisan atau huruf. Dalam ilmu sejarah, seluruh waktu dari perkembangan kebudayaan umat manusia mulai saat terjadinya mmakhluk manusia, yaitu kira-kira 800.000 tahunyang lalu hingga sekarang, dibagi menjadi dua bagian yakni masa sebelum mengenal tulisan atau huruf, dan masa setelah manusia mengenal tulisan atau huruf. Subilmu prehistori ini sering disebut ilmu arkeologi. Di sini ilmu arkeologi sebenarnya adalah sejarah kebudayaan dari zaman prehistori
b. Etnolinguistik atau Antropologi Linguistik
Suatu ilmu yang berkaitan dengan ilmu antropologi dengan berbagai metode analisis kebudayaan yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dari beratus-ratus bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai tempat di muka bumi ini. Dari bahan ini telah berkembang ke berbagai macam metode analisis kebudayaan, serta berbagai metode untuk menganalisis dan mencatat bahasa-bahasa yang tidak mengenal tulisan. Semua bahan dan metode tersebut sekarang telah terolah, juga ilmu linguistic umum. Walaupun demikian, ilmu etnolinguistik di berbagai pusat ilmiah di dunia masih tetap berkaitan erat dengan ilmu antropologi, bahkan merupakan bagian dari ilmu antropologi.
c. Etnologi
Merupakan bagian ilmu antropologi tentang asas-asas manusia, mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari bangsa-bangsa tertentu yang tersebar di muka bumi pada masa sekarang.
Pendekatan dalam Antropologi
Dalam antropologi, memiliki ciri khusus yaitu kepercayaannya akan penelitian lapangan sebagai cara untuk mengumupulkan data dan mengetes teori. Teori-teori tidak dikembangkan oleh ahli antropologi secara terpisah atau melaluii debat akademisatau diperiksa melalui eksperimen laboratorium, melainkan diiuji melalui pengetahuan terus-menerus diantara orang orang yang perilakunya sedang diuji.