• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME SISTEM EKONOMI DAN POLITIK MEDIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RESUME SISTEM EKONOMI DAN POLITIK MEDIA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

“BEGINNING MEDIA”

Varian media yang dinamis menjadikan lebih menarik untuk dikaji. Media selalu menarik untuk dilihat dari berbagai disiplin keilmuan. Dalam satu bagian saja, media dapat dilihat dari berbagai segi, diantaranya seperti: komunikasi, religi, ekonomi, nasionalis, begitu juga dengan politik. Semakin zaman berjalan semakin tipis keilmuan yang dimiliki oleh seseorang. Ekonomi politik media adalah bagaimana media digunakan untuk bertahan dari keterbatasan income dan alat untuk menambah kekuasaan serta memperluas sumber daya yang dimiliki oleh stakeholder, diantaranya adalah masyarakat, media, pemerintah swasta dan sebagainya. Media itu mampu merubah suatu informasi positif menjadi negatif dan sebaliknya. Orang yang memiliki media lebih berjaya daripada orang yang memiliki kekuasaan.

Mendirikan dan mengoperasikan media massa butuh biaya yang sangat mahal. Peralatan dan fasilitas membutuhkan investasi besar. Harus ada dana untuk gaji. Media cetak harus memberi berton-ton kertas. Stasiun televisi harus membayar rekening listrik yang sangat mahal. Sehingga pemilik media menitik beratkan sasarannya pada para pelaku politik. Politik dan media memang ibarat dua sisi dari satu mata uang. Media memerlukan politik sebagai makanan yang sehat. Media massa, khususnya harian dan elektronik, memerlukan karakteristik yang dimiliki oleh ranah politik praktis sehingga apa saja yang diharapkan bingar, cepat, tak memerlukan kedalaman berpikir, dan terdiri dari tokoh-tokoh antagonis dan protagonis.

DIMENSI EKONOMI

Media dibagi menjadi dua bagian, yaitu media macro economi: yang lebih menitik beratkan pada faktor eksternal, dan media micro economi: yang lebih pada faktor internal.

Media : - pemerintah - Swasta - Publik - Komunitas

(2)

Media yang dikomersialkan tidak selamanya menghasilkan imbalan atau pendapatan yang sesuai. Bergantung dari bagaimana cara mengolah media itu sendiri.

CORPORATE STRATEGIES

Media adalah sebuah unit bisnis terbesar yang pernah ada. Sumber pendanaan (supply chain) adalah sumber penghasilan yang menjadi penggerak media. Seperti iklan.

Ada tiga rangkaian/variabel media untuk menghasilkan uang:

 Produksi : bagaimana konsep dasar dari sebuah media itu sendiri.

 Packaging : bagaimana mengemas media itu, seperti penerbitannya.

 Distributor : bagaimana media media massa bisa diterima masyarakat.

Media yang besar adalah media yang kuat pada ketiga aspek diatas.

TIPOLOGI MEDIA dan POLITIK

$

Ainur Rohmah, B76211117, 5/F3_2

Production packaging Distribution

politik

politik

politik Ket:

1. Mempunyai pengaruh yang kuat di masyarakat, untuk mendapatkan media. 2. Mempunyai media yang kuat untuk menuju

kekuasaan politik.

Referensi

Dokumen terkait

ekonomi politik merupakan sebuah studi yang cenderung melihat politik sebagai alat.. untuk memaksimalkan

Pola globalisasi media mengekor dan berpenetrasi ke dalam sistem sosial negara tertentu dengan membawa fungsi ekonomi dan politik (Feintuck, Mike, 1998). Ketika

Teori Ekonomi Politik penulis gunakan untuk melihat dan mengalisis sistem ekonomi Cina dimasa Mao Zedong maupun di masa Deng Xiaoping Sementara teori Sosialisme Marxis penulis

Teori Ekonomi Politik penulis gunakan untuk melihat dan mengalisis sistem ekonomi Cina dimasa Mao Zedong maupun di masa Deng Xiaoping Sementara teori Sosialisme Marxis penulis

politik sosialisnya yang menjadi sebuah studi ilmu ekonomi dan politik yang Sistem kapitalisme tidak jauh berbeda dengan sistem masyarakat feodal.. dimana alat produksi

Dalam pendekatan politik ekonomi media, kepemilikan media(media ownership) mempunyai erti penting untuk melihat peranan, ideologi, kandungan media dan efek yang

Politik dan ekonomi di Indonesia memang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, misalnya pada perencanaan dan pengerahan masyarakat terhadap pembangunan

Dalam pandangan ekonomi politik liberal, media massa secara utuh dilihat sebagai produk kebudayaan yang harus diberikan kesempatan sebebas- bebasnya serta