• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi Politik Media Analisis Dibalik F

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ekonomi Politik Media Analisis Dibalik F"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Ekonomi Politik Media: Analisis Dibalik Fenomena Media

Massa Digital

Oleh Angga Gumilar

Ekonomi politik secara sempit diartikan oleh Mosco sebagai sebuah studi mengenai hubungan-hubungan sosial, khususnya hubungan kekuasaan yang saling menguntungkan antara sumber-sumber produksi, distribusi dan konsumsi, termasuk didalamnya sumber-sumber yang terkait dengan komunikasi (Mosco, 1996). Pengertian ekonomi politik secara sederhana adalah hubungan kekuasaan politik dalam sumber-sumber ekonomi yang ada di masyarakat (Boyd-Barret, 1995).

Sedangkan ekonomi politik media mengkaji bagaimana media sebagai institusi politik dan ekonomi mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat dan menjelaskan bagaimana media digunakan untuk bertahan dari keterbatasan pendapatan ekonomi dan alat untuk menambah kekuasaan serta memperluas sumberdaya yang dimiliki oleh para pemangku kepentingan. Kondisi-kondisi yang ditemukan pada level kepemilikan media, praktik-praktik pemberitaan, dinamika industri dan radio, televisi, perfilman, dan periklanan, mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi dengan kondisi-kondisi ekonomi (Boyd-Barret, 1995).

(2)

politik lebih terfokus pada hubungan struktur ekonomi, dinamika industri dan ideologi media. Hal ini mengindikasi bahwa media tidak lebih dari satu bagian cakupan dalam sistem ekonomi, yang juga di asumsikan terkait dengan sistem politik, dan kekuasaan.

Teori ini menjelaskan bahwa pasar dan ideologi memiliki pengaruh besar terhadap penentuan konten media. Perbedaan konten media antara satu dengan lainnya tergantung pada kekuasaan pemilik media atau lebih tepatnya pemilik modal pada industri media yang bersangkutan. Dalam konteks ini menganggap bahwa media berfungsi untuk melegitimasi kekuasaan dan menanamkan kesadaran palsu bagi masyarakat sebagai target media.

Media diyakini bukanlah sekedar sebagai medium lalu lintas arus informasi, antara unsur sosial dan budaya dalam masyarakat. Media telah bertransfomasi menjadi alat penundukan, dan pemaksaan oleh kelompok tertentu yang bertendensi memiliki kepentingan ekonomi dan politik dominan (Mosco, 1996). Pada ranah ini pola kepemilikan dan produk-produk yang disampaikan media adalah perangkat ideologis yang melanggengkan dominasi kelas pemodal terhadap public, hanya untuk melancarkan lahirnya berbagai regulasi yang pro-kapitalis.

Dalam konteks operasional, media lebih dominan sebagai medium para pengiklan utama,yang secara signifikan mampu mendorong dan meningkatkan penjualan produk barang dan jasa, disamping memperkuat struktur ekonomi dan politik tertentu. Faktor kepemilikan media ini berimplikasi pada konsekuensi berkembangnya isu-isu ekonomi politik, tentang homogenisasi ,agenda setting dan hegemoni budaya media (Dwayne & Yong Jin, 2011).

(3)

praktis. Bagi televisi komersial yang berbasis ideologi kapitalisme, yang dipersoalkan bukanlah bagaimana sebuah tayangan televisi itu bertabrakan dengan aspek moralitas, etika politik, pornografi dan lainnya, melainkan bagaimana ia dapat meningkatkan rating untuk mendukung perputaran modal.

Lepas dari persoalan itu masuknya para pemilik media ke dunia politik praktis menjadi sangat menarik. Meski secara formal mereka tidak menggunakan media televisi sebagai sarana kampanye politik mereka secara terbuka, tetapi secara sembunyi tidak bisa di pungkiri, jika awak televisi yang mereka miliki tidak kuasa menolak keinginan sang pemilik untuk memaksakan kehendak politiknya.

Pengaruh kekuasaan pemilik modal dalam industri media terhadap netralitas berita sangat jelas. Hal ini berimplikasi terhadap konten media televisi komersial dalam group tertentu cenderung bersifat homogen. Homogenitas konten mengakibatkan penonton media televisi mengalami kesulitan untuk mencari referensi karena informasi bersumber dari media televisi group yang dimiliki orang yang sama. Para pemilik media televisi komersial itu adalah orang yang dekat dengan kekuasaan. Mereka membangun group media dengan kepemilikan silang, untuk kepentingan, ekonomi, politik dan ideologi tertentu.

(4)

SUMBER:

Boyd-Barrett, O (1995), ‘The political economy approach’, Oxford University Press, Oxford.

Mosco, V (1996), The Political Economy of Communication: Rethinking and Renewal, The Political Economy of Communication: Rethinking and Renewal, SAGE Publications, London.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini ingin menjelaskan bagaimana pengaruh sosialisasi politik melalui media massa dan sosialisasi politik melalui pekerjaan terhadap orientasi politik pemilih

Pola globalisasi media mengekor dan berpenetrasi ke dalam sistem sosial negara tertentu dengan membawa fungsi ekonomi dan politik (Feintuck, Mike, 1998). Ketika

Meskipun demikian kegiatan dan sistem ekonomi yang mengglobal membawa persoalan : “Bagaimana dengan institusi pemerintah pada tingkat yang sama

KEBIJAKAN EKONOMI POLITIK : Studi Interlinkages Kebijakan Ekonomi Politik Terhadap Maraknya Pembangunan Ritel di Kota Medan” Skripsi ini menjelaskan tentang pengaruh

Dalam tinjauan Garnham (1986:123), organisasi media harus dinilai sebagai bagian dari sistem ekonomi yang juga bertalian erat dengan sistem politik, kualitas

Dalam pandangan ekonomi politik liberal, media massa secara utuh dilihat sebagai produk kebudayaan yang harus diberikan kesempatan sebebas- bebasnya serta

Kajian feminis sebagai salah satu dari lima perspektif mutakhir ekonomi politik media berorientasi pada praksis emansipasi, 2 Definisi teknologi memiliki bias laki-laki karena