• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mari Merancang Portofolio Investasi pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mari Merancang Portofolio Investasi pdf"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Mari Merancang Portofolio Investasi. 

Oleh : Eko P. Pratomo.   

Masih ingat kisah Andi dalam tulisan yang lalu ? Walaupun usianya masih 35 tahun Andi berusaha  mempersiapkan bekal masa pensiunnya kelak. Melalui kisah ini kita telah membahas tentang mencicil  investasi (dollar cost averaging), yang pada dasarnya adalah salah satu cara untuk meringankan  persiapan kebutuhan finansial masa depan, seperti persiapan untuk pensiun atau pendidikan anak. Andi  telah menyisihkan dana sebesar Rp. 100 juta saat ini khusus untuk persiapan pensiunnya kelak dan  menghitung bahwa ia berharap dapat mengembangkan dana tersebut menjadi sebasar Rp 2 milyar  untuk kebutuhan modal usaha setelah pensiun, 20 tahun dari sekarang. Untuk itu Andi melakukan  pekerjaan rumah untuk mencari alternatif cara mencapai tujuan tersebut. Inilah hasil pekerjaan rumah  Andi pada tulisan yang lalu: 

Singkat cerita, Andi merasa pilihan yang tepat baginya adalah alternatif 4, karena berkaitan dengan  kemampuannya mencicil saat ini.  Karena keterbatasan dana serta adanya kebutuhan finansial lainnya,  khusus untuk tujuan persiapan pensiun ini, ia hanya bisa menyisihkan Rp. 1,1 juta per bulan. 

Bagaimana menurut Anda, sudah selesaikah pekerjaan rumah Andi ? Belum, ia baru saja menyelesaikan   tahapan pertama dalam proses investasi : Menentukan tujuan, besaran dan batasan‐batasan yang ada.  Dari tahapan awal ini Andi sudah mengidentifikasi hal penting : berharap medapatkan tingkat hasil  investasi rata‐rata per tahun sebesar 12%, ini yang sering sering disebut dengan istilah “expected  return”.   Pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah bagaimana cara melakukan investasi yang bisa  menghasilkan tingkat hasil investasi sebesar itu ?     

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita akan masuk dalam pembahasan merancang portofolio  investasi, yang sering disebut sebagai proses Alokasi Aset (asset allocation). Ini merupakan langkah  kedua dalam proses investasi. Merancang portofolio menjadi penting karena ada beberapa instrumen  investasi yang tersedia di pasar. Portofolio investasi adalah kumpulan dari beberapa jenis instrumen  investasi yang dirancang dengan komposisi tertentu untuk mencapai target imbal hasil yang diharapkan.  Dengan memiliki beberapa instrumen investasi dalam satu portofolio, kita juga  sekaligus menerapkan  prinsip diversifikasi yang merupakan salah satu cara mengelola risiko. Bagaimana Andi melanjutkan  pekerjaan rumahnya ? Ikuti terus perjalanannya. 

(2)

investasi serta risiko dari masing‐masing instrumen di atas juga berbeda. Yang harus ia lakukan adalah  pertama : ia harus membuat perkiraan atau prediksi, berapa kinerja hasil investasi (expected return) dari  masing‐masing instrumen.   Bagaimana caranya ? Informasi ini bisa diperoleh melalui analisa dan  pembahasan tentang makro ekonomi serta informasi investasi dari para analis, ekonomis, manajer  investasi dan juga institusi keuangan lainnya. Salah satu cara mudah yang bisa digunakan adalah  penerapan konsep risk premium  yang akan di bahas dalam tulisan lain.     

Setelah mendapatkan data‐data tentang prediksi kinerja hasil investasi dari masing‐masing instrumen,  Andi kemudian mulai bisa merancang beberapa alternatif portofolio, dan melihat portofolio seperti apa  yang  bisa  memberikan  potensi  imbal  hasil  (expected  return)  yang  diharapkan  dari  portofolio  investasinya.   Andi memahami bahwa saham merupakan instrumen yang paling tinggi potensi hasil  investasinya dibandingkan dua instrumen lainnya, namun ia juga memahami risiko yang melekat  padanya, yang juga paling tinggi dibandingkan dengan kedua instrumen investasi lainnya. Begitu juga  obligasi, yang bisa menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito namun juga memiliki risiko  investasi yang lebih tinggi dari deposito. Sementara jika ia beharap hanya dari deposito saja, yang  risikonya relatif rendah, ia juga menghadapi risiko lain, yakni tidak tercapainya target imbal hasil serta  tujuan investasi yang diharapkan. Oleh karena itu Andi harus mempertimbangkan seberapa besar  alokasi dananya untuk ditempatkan pada masing‐masing instrumen. Tabel di bawah ini merupakan  ringkasan dari hasil pekerjaan rumahnya  : 

Portfolio Perkiraan Kinerja Portfolio

Deposito Obligasi Saham Deposito Obligasi Saham

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

=(2)x(5) + (3)x(6) + (4)x(7) 

Conservative 40% 30% 20% 5.60% 8.00% 15% 7.64%

Moderate  30% 40% 30% 5.60% 8.00% 15% 9.38%

Growth 10% 20% 70% 5.60% 8.00% 15% 12.66%

1) Aset Alokasi sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh profil (keberanian) menerima risiko dari masingmasing investor 2) Perkiraan kinerja investasi bukan merupakan jaminan, dapat berubahubah dan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor Perhitungan di atas hanya merupakan ilustrasi untuk memahami konsep aset alokasi

Contoh Aset Alokasi 1) Perkiraan kinerja Investasi 2)

         

Apa yang kita bisa pelajari dari tabel tersebut ? Pertama, berkaitan dengan kemampuan menerima risiko  investasi dari sang investor, alternatif model portfolio secara mendasar bisa dikategorikan menjadi 3  jenis  tingkatan  risiko  :  conservative  (kemampuan  menerima  risiko  relatif  rendah),  moderate  (kemampuan menerima risiko menengah) dan growth (kemampuan menerima risko yang relatif tinggi).  

Kedua, untuk mendapatkan hasil investasi yang semakin besar, alokasi obligasi dan/atau saham juga  perlu  menjadi  semakin  besar.  Konsekuensinya,  investor  harus  menyadari  dan  memiliki  toleransi  penerimaan risiko yang semakin tinggi ketika beharap mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi.  

(3)

“growth portfolio”   dengan alokasi pada deposito sebesar 10 %, obligasi sebesar 20 % dan saham  sebesar 70 %.     

Namun, pilihan Andi di atas harus juga disertai kesesuaian dengan profil risiko Andi pribadi. Apakah ia  sanggup menerima risiko dengan penempatan saham hingga 70 % ? Salah satu cara mengidentifikasi  profil risiko pribadi adalah dengan cara menjawab “kuesioner profil risiko” yang disediakan oleh para  penjual reksa dana. Topik bagaimana mengetahui profil risiko pribadi juga akan dibahas dalam tulisan  lain.       

Perlu diperhatikan bahwa angka‐angka alokasi untuk masing‐masing jenis portofolio tidak harus seperti  yang tertulis pada tabel di atas. Investor memiliki pilihan yang beragam karena penerimaan tingkat risiko  investasi yang sifatnya sangat individual. Selain itu, investor juga bisa memiliki perkiraan atau asumsi  kinerja (imbal hasil) pada masing‐masing instrumen yang berbeda. Misalnya saja, berharap bahwa  instrumen saham bisa menghasilkan kinerja bukan sebesar 15 % namun sebesar 18 % atau bahkan 20 %.  Dengan demikian, porsi saham juga bisa lebih rendah, tidak harus mencapai 70 % seperti pada tabel di  atas.   

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, asumsi perkiraan pada masing‐masing instrumen, seperti  misalnya saham yang sebesar 15%, harus diartikan sebagai rata‐rata per tahun untuk jangka panjang.  Artinya, kinerja pasar saham bukanlah akan tetap setiap tahun sebesar 15% Sebagai contoh, kinerja  historis instrumen saham, bisa direpresentasikan dengan kinerja historis Indeks harga Saham Gabungan  (IHSG) yang dalam jangka waktu 11 tahun terkahir (1999  ‐2009) bisa mencapai (18,33%) per tahun,  namun hal itu dicapai dengan adanya  fluktuasi kinerja yang cukup tinggi dari tahun ke tahun (lihat tabel  kinerja IHSG di bawah ini).       

1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Total

Return Annualized SBI 1-mo nett 9,54% 11,62% 14,10% 10,39% 6,65% 5,94% 10,20% 7,40% 6,40% 8,66% 5,17% 150,43% 8,70%

IHSG 70,06% -38,50% -5,83% 8,39% 62,82% 44,56% 16,24% 55,30% 52,08% -50,64% 86,98% 536,71% 18,33%

Inflation 2,01% 9,35% 12,55% 10,03% 5,16% 6,40% 17,11% 6,60% 6,59% 11,06% 2,78% 134,77% 8,07%

Kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan patokan bagi kinerja masa depan.

Sumber: PT. Fortis Investments, diolah dari beberapa sumber  

Demikianlah, Andi telah menyelesaikan dua tahapan proses investasi untuk mencapai tujuan yang  diinginkannya : Pertama menentukan tujuan dan kedua menentukan alokasi asset.  Dua tahapan proses  ini bisa   disebut sebagai proses budgeting, yang merupakan proses perencanaan dalam berinvestasi.     Bagaiman dengan Anda ? sudahkah anda melakukuan atau berniat melakukannya seperti yang Andi  lakukan ? Selamat mencoba ! 

Masih ada 2 proses selanjutnya yang harus Andi jalankan. Nantikan ceritanya dalam tulisan berikutnya.       

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Dalam rangka tujuan tersebut, upaya yang dilakukan oleh Depnaker dan Kantor Catatan Sipil Kota Singkawang adalah dengan melakukan sosialisasi program kepada masyarakat

Hubungan pengangguran dan kemiskinan sangat erat sekali, jika suatu masyarakat sudah bekerja pasti masyarakat atau orang tersebut berkecukupan

Pembelajaran Biologi menggunakan Web berbantuan 3D Multimedia Prototipe BioID implikasinya adalah dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran

Pada pengujian download, didapat bahwa algoritme Least connection untuk load balancing pada Software Defined Network dengan menggunakan metode Agen Psutils dapat

This study was conducted to evaluate the effectiveness of the training program for health workers in three primary health centers in Yogyakarta, Indonesia, to provide

Hal ini diduga berkaitan dengan keberadaan penyakit yang menginfeksi benih, dimana pada benih yang diambil dari KJA perairan pulau Semak Daun dengan kisaran

TABEL PENGHITUNG TOTAL BAHAN ORGANIK, PAKAN YANG TIDAK DIKONSUMSI DAN JUMLAH FESES.. BUDIDAYA IKAN KERAMBA