Tini Sumartini, 2014
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. METODE PENELITIAN
Metode penelitian digunakan untuk memperoleh pemecahan suatu masalah yang diteliti. Ada dua macam pendekatan dalam penelitian yaitu pendekatan
kuantitatif dimana peneliti akan bekerja dengan angka-angka sebagai perwujudan
gejala yang diamati dan pendekatan kualitatif dimana peneliti akan bekerja
dengan informasi-informasi data dan di dalam menganalisanya tidak
menggunakan analisa data statistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen yaitu : “penelitian yang diinginkan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali” Sugiyono (2008:107). Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh permainan puzzle dalam upaya mengurangi
gerakan flapping pada anak autisme dengan mengetahui ada tidaknya perbedaan
hasil sebelum diberi intervensi dan ketika diberikan intervensi.
B. DESAIN PENELITIAN
Dalam penelitian ini digunakan metode single subjeck research (SSR), yaitu suatu metode penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu subjek dengan
tujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan dari perlakuan /intervensi terhadap
perilaku yang ingin dirubah. Adapun menurut Sunanto dkk (2006:11) “single
subject designs (disain subjek tunggal) adalah suatu disain eksperimen dengan setiap individu menjadi kontrol atas dirinya sendiri”.
Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah disain A-B-A yang memiliki tiga fase yaitu : baseline 1 (A1), intervensi (B), baseline2 (A2),
yang bertujuan untuk mempelajari besarnya pengaruh dari suatu perlakuan/
intervensi terhadap variabel tertentu yang diberikan kepada individu. Disain
19
Struktur dasar disain A-B-A digambarkan sebagai berikut:
Grafik 3.1
Struktur Dasar Disain A-B-A
Baseline (A) Intervensi (B) Baseline (A)
Sesi (Waktu)
C. SUBJEK DAN TEMPAT PENELITIAN 1. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah subjek tunggal sesuai dengan metode
penelitian yang digunakan yaitu subjek tunggal. Subjek penelitian ini adalah
seorang anak laki-laki 12 tahun, adapun data anak sebagai berikut:
Nama : M. R.
Tempat tanggal lahir : Cimahi, 1 Oktober 2002
Umur : 12 tahun
Alamat : Jalan Sukagalih Rt 01 Rw 03 no 34 Melong,
Cimahi Selatan
2. Karakteristik Subjek
Dari hasil pengamatan peneliti terhadap subjek terlihat bahwa subjek
sudah bisa menyapa namun kepada orang-orang yang dikenalinya saja, tidak
20
tanpa sebab yang tidak jelas, ketika belajar perhatiannya mudah beralih,
sering mengulang-ngulang bahasa iklan, sering menjawab pertanyaan yang
sama sesuai apa yang kita katakan, kontak mata kurang, suka melakukan
gerakan yang diulang-ulang seperti flapping. Subjek sudah bisa mengikuti
perintah akan tetapi perintahnya yang sering subjek dengar dan harus
berulang-ulang, subjek sudah bisa menulis namun tulisan masih belum rapi,
sudah bisa membedakan warna, bentuk dan ukuran.
3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah di SDN Tunas Harapan
Bandung, yang mana sekolah ini merupakan sekolah yang
menyelenggarakan pendidikan inklusi, sekolah ini menerima anak-anak
berkebutuhan khusus. Di sekolah ini disediakan ruangan-ruangan khusus
untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ruangan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah ruang dukungan berukuran 3x3 m.
D. DEFINISI OPERASIONAL 1. Definisi Konsep
Variabel merupakan suatu atribut atau ciri-ciri mengenai sesuatu yang
diamati dalam penelitian. Variabel dapat berbentuk benda atau kejadian yang
dapat diamati dan diukur, istilah konseptual, variabel merupakan suatu konsep
yang memiliki variasi nilai.
“Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Sebaliknya variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat” (Sunanto.J, 2005:12-13).
a. Variabel Bebas (X)
Variabel bebas dalam penelitian ini, yaitu permainan puzzle.
Bermain merupakan kegiatan spontan anak. Tidak ada peraturan yang
mengikat saat anak bermain. Oleh karena itu bermain memberi peluang
berkembang tanpa melalui aturan yang ketat. Bermain adalah
21
Indonesia, sedangkan menurut Elizabeth Hurlock (1194) Bermain
adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang
ditimbulkan tanpa mempertimbangkan hasil akhir.
Puzzel Menurut Patmonodewo (Misbach, Muzamil, 2010) kata
puzzle berasal dari bahasa inggris yang berarti teka-teki,
bongkar-pasang, media puzzle merupakan media sederhana yang dimainkan
dengan bongkar pasang. Puzzle sebagai salah satu media permainan
yang bentuk dan cara memainkannya bersifat menantang kreatifitas,
daya ingat, kesabaran dan ketekunan. Puzzle sebagai salah satu
permainan diungkap oleh Nur Jatmika(2012:25)”Puzzle adalah
permainan yang menarik bagi anak, sebab pada dasarnya, ia menyukai gambar dan warna yang menarik”.
b. Variabel Terikat (Y)
Gerakan flapping pada anak autis yaitu penyimpangan perilaku. Ada
beberapa penyimpangan perilaku yang sering muncul pada anak autis,
diantaranya: adanya aktivitas yang berlebihan, adanya sikap menentang
aturan, tidak patuh terhadap aturan, suka memukul kepala,
menepuk-nepukan tangannya, bahkan melukai kepala dengan
membentur-benturkannya ke tembok. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini
yaitu upaya mengurangi gerakan flapping pada anak autis dengan
permainan puzzle.
2. Definisi Operasional Variabel
Menurut Mustafa (2011) dalam makalah ppt & blog pribadinya
mendefinisikan sebagai berikut:
“operasional variabel adalah proses penentuan ukuran suatu variabel.
Sedangkan pengertian variabel adalah setiap hal dalam suatu
penelitian yang datanya ingin diperoleh.
Dinamakan variabel karena nilai dari data tersebut beragam. Ada
22
Terkait masalah ini peneliti lebih memilih variabel bebas
(independent variabel) yaitu variabel yang dalam penelitian tersebut
nilainya tidak tergantung pada nilai variabel lain. Peneliti memilih variabel
bebas karena lebih mudah dalam mengambil suatu metode penelitian yang
akan dilakukan di lapangan.
E. INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian adalah “suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati”. (Sugiyono,2006:148). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah melalui
observasi/pengamatan yang dirancang untuk mengukur target behavior berupa
pencatatan kejadian, pencatatan interval, dan pencatatan sampel waktu. Dalam
pelaksanaan kegiatannya alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah
puzzle, selain itu digunakan juga stopwatch untuk menghitung waktu.
Anak akan diobservasi selama pembelajara selama satu jam pelajaran (35
menit) 10 menit pertama peneliti mengajak subjek MR untuk memulai
pembelajaran, setelah itu subjek diberi intruksi membongkar pasang puzzle
logika gambar peta dunia selama 15 menit, pada saat subjek bermain puzzle
logika gambar peta dunia sampai dengan selesai, peneliti mengamati dan
mencatat berapa frekuensi flapping perilaku yang muncul, setelah permainan
selesai subjek MR kembali dialihkan lagi ke kegiatan lain (pembelajaran),
kegiatan baseline 1 (A1) terus dilakukan selama empat sesi. Selanjutnya
sebagai konsekuensi atau tindakan intervensi untuk menangani perilaku
flapping anak, yang yang dilakukan selama delapan sesi, Setelah mendapat
data dari hasil intervensi, peneliti melanjutkan observasi untuk mendapatkan
data baseline 2(A2) yang dilakukan sama halnya dengan baseline 1(A1) selama
empat sesi.
Hal ini terus dilakukan sampai data yang dibutuhkan mengenai pengaruh
permainan puzzle ini terhadap perilaku flapping anak sudah diperoleh oleh
23 F. PROSEDUR PENELITIAN
1. Observasi Pendahuluan
Langkah awal dimana dalam studi pendahuluan yang dilakukan oleh
peneliti bertujuan untuk mengetahui kondisi subjek dan memperoleh
informasi tentang permasalahan yang dimiliki oleh subjek dari guru kelas,
para guru yang mengajar di SDN Tunas Harapan Bandung, dan dari orangtua
siswa SDN Tunas Harapan Bandung.
2. Pengurusan surat izin
Langkah kedua penelitian diperlukan persiapan untuk mendukung
kelancaran penelitian. Tahapan-tahapan persiapan pelaksanaan sebagai
berikut:
a. Permohonan surat pengantar dari jurusan untuk pengangkatan dosen
pembimbing.
b. Mengajukan surat permohonan penelitian kepada dekan FIP UPI
Bandung.
c. Permohonan surat pengantar dari fakultas kepada rektor untuk membuat
surat pengantar kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan
Masyarakat Daerah Provinsi Jawa Barat.
d. Setelah mendapatkan surat izin dari Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan
Masyarakat Provinsi Jawa Barat kemudian diteruskan kepada pemerintah
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
e. Dari Pemerintah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat peneliti menerima
surat izin untuk disampaikan kepada Kepala Sekolah SDN Tunas Harapan
24 3. Pelaksanaan penelitian
Pelaksanaan penelitian pendekatan permainan puzzle untuk
mengurangi gerakan flapping memiliki tahapan sebagai berikut :
a. Tahapan Persiapan
1) . Menyiapkan media yang akan digunakan dalam pelaksanaan
penelitian yaitu puzzle
2) .Menyiapkan stopwatch sebagai alat untuk menghitung waktunya.
3) Mengkondisikan siswa di ruangan yang sudah dipersiapkan.
b. Tahapan Pelaksanaan
Selama pembelajaran berlangsung apabila anak melakukan perilaku
flapping maka anak diberikan istirahat sekitar sepuluh menit, kemudian
anak diberikan puzzle untuk membongkar kemudian memasangkannya
kepingan puzzle kembali sampai selesai dengan benar, apabila anak
berhasil anak diberikan reward. Setelah limabelas menit maka anak
diintruksikan kembali untuk memulai kembali pembelajaran. Hal ini terus
dilakukan sampai data yang dibutuhkan mengenai pengaruh permainan
puzzle ini bagi perilaku flapping anak sudah diperoleh oleh peneliti.
Prosedur penelitian yang dilaksanakan pada disain A-B-A adalah sebagai berikut: 1. Menetapkan perilaku yang akan diubah sebagai target behavior, dalam hal ini
yaitu berhubungan dengan perilaku subjek, ketika subjek melakukan perilaku
flapping.
2. Melaksanakan tahap baseline-1 (A1) untuk mengetahui kemampuan dasar
subjek penelitian dalam melakukan perilaku gerakan flapping yaitu diukur saat
subjek sedang dalam proses belajar. Tiap sesi dilaksanakan 15 menit.
Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat frekuensi gerakan flapping yang
dilakukan oleh subjek. Hasilnya kemudian dimasukan ke dalam format
pencatatan data baseline-1 (A1)
3. Melakukan tahap intervensi (B) sebanyak delapan sesi (pertemuan) yang tiap
25
4. Melaksanakan tahap baseline2 (A2), yaitu pengukuran kembali kemampuan
mengurangi perilaku gerakan flapping untuk mengetahui sampai sejauh mana
intervensi yang dilakukan berpengaruh terhadap subjek. Pada tahap ini sama
dengan tahap baseline-1 (A1).
G. TEKHNIK PENGUMPULAN DATA
Setelah data terkumpul kemudian data diolah dan dianalisis dalam statistik
deskriptif dan penyajian data diolah dengan menggunakan grafik. Sugiyono
(2007: 147) menyatakan bahwa :
“Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data
dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul
sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi”
Tujuan utama analisis data dalam penelitian di bidang modifikasi perilaku
adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi terhadap perilaku sasaran yang
ingin diubah. Ada beberapa komponen penting yang akan dianalisis dalam
penelitian ini, antara lain :
1. Analisis dalam Kondisi
Analisis perubahan dalam kondisi adalah analisis perubahan data dalam
suatu kondisi misalnya kondisi baseline atau kondisi intervensi.
Komponen-komponen yang akan dianalisis dalam penelitian ini meliputi Komponen-komponen (a)
panjang kondisi, (b) estimasi kecenderungan arah, (c) kecenderungan stabilitas,
(d) jejak data, (e) level stabilitas dan rentang, dan (f) perubahan level.
a. Panjang Kondisi
Panjang kondisi adalah banyaknya data dalam kondisi. Banyaknya data
dalam kondisi menggambarkan banyaknya sesi yang dilakukan pada tiap
kondisi. Panjang kondisi tidak ada ketentuan pasti. Data dalam kondisi baseline
dikumpulkan sampai data menunjukan arah yang jelas.
26
Kecenderungan arah digambarkan oleh garis lurus yang melintas semua
data dalam suatu kondisi. Untuk membuat garis, dapat dilakukan dengan 1)
metode tangan bebas (freehand) yaitu membuat garis secara langsungpada
suatu kondisi, sehingga membelah data sama banyak yang terletak di atas dan
di bawah garis tersebut. 2) metode belah tengah (split-middle), yaitu membuat
garis lurus yang membelah data dalam suatu kondisi berdasarkan median.
c. Kecenderungan Stabilitas
Kecenderungan stabilitas yaitu menunjukan tingkat homogenitas data
dalam suatu kondisi. Tingkat kestabilan data dapat ditentukan dengan
menghitung banyaknya data point yang berada di dalam rentang, kemudian
dibagi banyaknya data point, dikalikan 100 . Jika presentase sebesar 85-90
maka data tersebut dikatakan stabil, sedangkan diluar itu dikatakan tidak stabil.
d. Jejak Data
Jejak data merupakan perubahan dari data satu ke data lain dalam suatu
kondisi. Perubahan satu data ke data berikutnya dapat terjadi tiga
kemungkinan, yaitu menaik, menurun, dan mendatar.
e. Level Stabilitas dan Rentang
Rentang dalam sekelompok data pada suatu kondisi merupakan jarak antara
data pertama dengan data terakhir. Rentang ini memberikan informasi
sebagaimana yang diberikan pada analisis tentang tingkat perubahan.
f. Perubahan Level
Perubahan level menunjukan besarnya perubahan antara dua data. Tingkat
perubahan data dalam suatu kondisi merupakan selisih antara data pertama
dengan data terakhir.
27
Analisis data antar kondisi terkait dengan komponen utama yang
meliputi (a) Jumlah variabel yang diubah, (b) perubahan kecenderungan dan
efeknya, (c) perubahan stabilitas dan efeknya, (d) perubahan level data, (e) data
yang tumpang tindih(overlap)
a. Jumlah Variabel yang Diubah
Dalam analisis data antar kondisi sebaiknya variabel terikat atau perilaku
sasaran difokuskan pada satu perilaku. Artinya analisis ditekankan pada efek
atau pengaruh intervensi terhadap perilaku sasaran.
b. Perubahan Kecenderungan Arah dan Efeknya
Dalam analisis data antar kondisi, perubahan arah grafik antara kondisi
baseline dan intervensi menunjukan makna perubahan perilaku sasaran (target
behavior) yang disebabkan oleh intervensi. Kemungkinan kecenderungan
grafik antar kondisi adalah 1) mendatar ke mendatar, 2) mendatar ke menaik,
3) mendatar ke menurun, 4) menaik ke menaik, 5) menaik ke mendatar, 6)
menaik ke menurun, 7) menurun ke menaik, 8) menurun ke mendatar, 9)
menurun ke menurun. Sedangkan makna efek tergantung pada tujuan
intervensi.
c. Perubahan Kecenderungan Stabilitas dan Efeknya
Stabilitas data menunjukan tingkat kestabilan perubahan dari sederetan data.
Data dikatakan stabil apabila data tersebut menunjukan arah (mendatar,
menaik, menurun) secara konsisten.
d. Perubahan Level
Perubahan data menunjukan seberapa besar data berubah. Tingkat (level)
perubahan data antar kondisi (misalnya kondisi baseline dan intervensi)
ditunjukan selisih antara data terakhir pada kondisi baseline dan data pertama
pada kondisi intervensi. Nilai selisih ini menggambarkan seberapa besar terjadi
28 e. Persentase Overlap
Data yang tumpang tindih antara dua kondisi adalah terjadinya data sama
pada kedua kondisi tersebut (baseline dengan intervensi). Data yang tumpang
tindih menunjukan tidak adanya perubahan pada kedua kondisi dan semakin
banyak data yang tumpang tindih, semakin menguatkan dugaan tidak adanya
perubahan pada kedua kondisi.
Dalam penelitian ini, bentuk grafik yang digunakan adalah grafik garis.
Penggunaan analisis dengan grafik ini diharapkan dapat memperjelas gambaran
dari pelaksanaan eksperimen.
Sunanto. J. Et al (2006 : 30) menyatakan komponen-komponen penting dalam
grafik, antara lain:
1. Absis adalah sumbu X yang merupakan sumbu mendatar yang
menunjukan satuan untuk waktu (misalnya sesi, hari, dan tanggal).
2. Ordinat adalah sumbu Y merupakan sumbu vertikal yang menunjukan
satuan untuk variabel terikat atau perilaku sasaran (misalnya, persen,
frekuensi dan durasi).
3. Titik Awal merupakan pertemuan antara sumbu X dan sumbu Y sebagai
titik awal skala.
4. Skala adalah garis-garis pendek pada sumbu X dan sumbu Y yang
menunjukan ukuran (misalnya, 0%, 25%, 50%, dan 75%).
5. Label Kondisi, yaitu keterangan yang menggambarkan kondisi
eksperimen. misalnya baseline atau intervensi.
6. Garis Perubahan Kondisi, yaitu garis vertikal yang menunjukan adanya
perubahan dari kondisi ke kondisi lainnya, biasanya dalam bentuk garis
putus-putus.
7. Judul Grafik adalah judul yang mengarahkan pembaca agar segera
diketahui hubungan antara variabel bebas dan terikat.
Adapun langkah-langkah yang dapat diambil dalam menganalisis data adalah
sebagai berikut :
29
2. Menskor hasil pengukuran pada intervensi dari subjek pada setiap sesinya.
3. Menskor hasil pengukuran pada baseline-2 dari subjek pada setiap sesinya.
4. Membuat tabel perhitungan skor-skor pada fase baseline-1, intervensi dan
baseline-2 pada setiap sesinya.
5. Menjumlahkan semua skor yang diperoleh fase baseline-1, intervensi dan
baseline-2 pada setiap sesinya.
6. Membandingkan hasil skor-skor pada baseline-1, intervensi, dan baseline-2
dari subjek.
7. Membuat analisis dalam bentu, grafik garis sehingga dapat dilihat secara
langsung perubahan yang terjadi dari kedua fase tersebut.
8. Membuat analisis dalam bentuk grafik batang sehingga dapat diketahui
dengan jelas setiap perubahan tingkah laku subjek dalam setiap fasenya