• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Syariah di Indonesia Dengan Metode Data Envelopment Analysis (periode Tahun 2005) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Syariah di Indonesia Dengan Metode Data Envelopment Analysis (periode Tahun 2005) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)

Gambar

NILAI EFISIENSITABEL 212 BANK SYARIAH TAHUN
PERBANDINGANTABEL 5NILAI AKTUAL DAN TARGET
PERBANDINGANTABEL 6NILAI AKTUAL DAN TARGET
PERBANDINGANTABEL 7NILAI AKTUAL DAN TARGET
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian pada kelima unit usaha syariah yang diteliti yaitu Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, Bank CIMB NIAGA, Bank DKI dan BPD Yogyakarta

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bank-bank umum syariah yang tetap mengalami efisiensi 100 persen adalah Bank Mega Syariah, Bank Panin Syariah dan Maybank

Bank Tabungan Negara Syariah (BTNS) masih kurang efisien dalam penggunaan input beban administrasi umum dan beban lain-lain, selain itu output yang dihasilkan BTNS juga tidak

Penelitian selanjutnya dapat mengembang- kan penelitian ini dengan membandingan tingkat efisiensi antara Bank Umum Konvensional dengan Bank Umum Syariah, BPR Konvensional

Dengan menggunakan metode parametrik didapatkan bahwa bank yang paling efisiensi adalah bank swasta devisa sedangkan penelitian berikutnya menggunakan metode

Bagaimanakah perbandingan indeks pelaporan sosial keislaman (Indeks PSKI) pada tema investasi dan keuangan antara bank-bank umum syariah di Indonesia.. Bagaimanakah perbandingan

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkandan mengetahui kinerja perbankan syariah di Indonesia khususnya Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) pada

Sedangkan pada tahun 2011, dengan skor efisiensi 0,975 (97,5%) berarti tidak efisien, agar berubah menjadi efisien dengan skor 1 (100%) Bank Mega Syariah