• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 15 Palu | Erliani | GeoTadulako 5841 19379 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 15 Palu | Erliani | GeoTadulako 5841 19379 1 PB"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH PADA SISWA

KELAS VIII MATA PELAJARAN IPS TERPADU

DI SMP NEGERI 15 PALU

MADE ERLIANI

JURNAL

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul : Studi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 15 Palu

Penulis : Made Erliani Stambuk : A351 09 038

Telah diperiksa dan disetujui untuk diterbitkan

Palu, Juni 2014 Pembimbing I

Prof. Dr. H. Juraid, M.Hum Nip. 19581130 198503 1 004

Pembimbing II

Amiruddin, S.Pd., M.Pd Nip. 19820907 2006 041001

Mengetahui

Ketua Jurusan P. IPS FKIP Koordinator Program Studi

Universitas Tadulako Pendidikan Geografi

Drs. Abduh H. Harun, M.Si Widyastuti, S.Si., M.Si

(3)

ABSTRAK

Made Erliani, 2014. Studi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 15 Palu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Tadulako. Pembimbing (I) Juraid dan Pembimbing (II) Amiruddin.

Penelitian Studi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 15 Palu. Latar belakang penelitian didasarkan karena siswa kurang memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah, khususnya buku-buku IPS Terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 15 Palu. Jenis penilitian ini deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Palu sebanyak 324 siswa. Dari jumlah populasi diambil sampel sebanyak 32 siswa, teknik sampel yang digunakan adalah Purposive samplingdengan taraf pengambilan 10%. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Palu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif menggunakan teknik persentase untuk mengetahui Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 15 Palu. Hasil analisis membuktikan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Palu kurang memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sarana penunjang pembelajaran, hal ini disebabkan karena kurangnya koleksi buku-buku penunjang dan koleksi buku-buku terbaru khususnya Mata Pelajaran IPS Terpadu, ruangannya tidak diatur layaknya sebagai ruang perpustakaan sekolah yang nyaman untuk dikunjungi dan dipergunakan sebagai tempat belajar. Kurangnya rak buku menyebabkan penempatan buku menjadi tidak teratur, sehingga siswa kesulitan dalam menemukan buku yang dibutuhkan. Kurang profesionalnya pengelola perpustakaan sekolah dalam mengelola perpustakaan sekolah, dan waktu pelayanan di perpustakaan sekolah masih terbatas hal ini menyebabkan siswa kelas VIII malas berkunjung ke perpustakaan sekolah.

(4)

ABSTRACT

Made Erliani, 2014. Studies on the Use of School Library at Eighth Grade Students in Social Terpadu Subject in SMP Negeri 15 Palu. Skripsi, Geography Education Study Program, Social Education Department, Teacher Training and Education Faculty, Tadulako University. Under the Supervisors (1) Prof. Dr. H. Juraid. M.Hum and (II) Amiruddin, S.Pd.,M.Pd.

(5)

BAB I PENDAHULUAN

Proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan diikuti oleh siswa selalu mengarah pada keinginan untuk mencapai keberhasilan. Guru ingin berhasil dalam menanamkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu. Untuk mencapai tujuan pembelajaran maka diperlukan langkah-langkah yang mengarah pada penyempurnaan dalam kegiatan pembelajaran termaksud dalam pemanfaatan sumber belajar terutama yang ada di perpustakaan sekolah.

Pentingnya perpustakaan sekolah dapat di lihat dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah yang di selenggarakan pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar diantaranya perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah sebagai tempat menyediakan buku-buku pelajaran dan referensi lainnya yang perlu didayagunakan secara maksimal bagi tujuan pendidikan pada umumnya dan khususnya bagi siswa. Perpustakaan sekolah sebagai tempat menyediakan buku-buku pelajaran dan referensi lainnya yang perlu didayagunakan secara maksimal bagi tujuan pendidikan pada umumnya dan khususnya bagi siswa.

Setelah dilakukan observasi awal oleh penulis menemukan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Palu kurang memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah, khususnya buku-buku IPS Terpadu. Ini di sebabkan karena kebanyakan siswa lebih sering menggunakan fasilitas internet daripada menggunakan buku-buku di perpustakaan sekolah. Selain itu minimnya rak juga membuat buku menjadi tidak teratur sehingga siswa menjadi kurang dan malas memanfaatkan perpustakaan sekolah dalam mengerjakan tugas atau pun membaca dan kurangnya pengetahuan pengelola perpustakaan dalam mengelola dan mengembangkan perpustakaan sekolah. Serta minimnya dana yang di anggarkan pada perpustakaan sekolah, terutama pada fasilitas-fasilitas yang menunjang dalam pengembangan perpustakaan tersebut. Seperti kurangnya rak buku, kurangnya koleksi buku-buku terbaru dan masih menggunakan buku album dalam mencatat koleksi buku di dalam perpustakaan sekolah, seharusnya pengelola perpustakaan sekolah sudah menggunakan komputer dalam melakukan hal tersebut.

(6)

penulis terdorong untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Studi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 15 Palu”.

Mencermati uraian latar belakang masalah tersebut, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan perpustakaan sekolah pada siswa kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 15 Palu?. Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan sekolah pada siswa kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 15 Palu.

Berdasarkan tujuan penelitian diatas maka manfaat penelitian ini adalah: 1)Bagi siswa, diharapkan untuk dapat memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sarana penunjang pembelajaran dan membiasakan siswa untuk menggali lebih banyak informasi dengan membaca buku. 2) Bagi guru, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan umpan balik untuk lebih memanfaatkan perpustakaan sekolah yang turut menunjang proses pembelajaran dengan memberikan tugas-tugas kepada siswa untuk mencari informasi/bahan berkaitan dengan materi pelajaran yang dipelajari. 3) Bagi pihak sekolah, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu sekolah, terutama mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sarana penunjang pembelajaran. 4) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan atau referensi untuk melakukan penelitian yang sama di masa mendatang.

BAB II METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Maksudnya bahwa penulis merumuskan hasil penelitian ini secara deskriptif berdasarkan hasil analisis dari pemanfaatan perpustakaan sekolah pada siswa kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 15 Palu, berdasarkan data yang diperoleh melalui angket dan menganalisis hasil wawancara setelah melakukan penelitian.

(7)

Populasi merupakan keseluruhan subjek yang di teliti, maka yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Palu pada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 324 orang siswa. Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah perwakilan dari keseluruhan objek yang akan menjadi sasaran penelitian. maka penentuan sampel pada penelitian ini di tetapkan 10%. Oleh karena itu sampel yang diperoleh 10% dari 324 orang siswa menjadi 32 orang siswa. Jenis Sampel dalam penelitian ini adalahPurposive samplingyaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan populasi yang diketahui sebelumnya.

Langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengumpulkan data-data yang terkait dengan rencana penelitian ini adalah melakukan observasi penelitian, menentukan sampel penelitian, menyebarkan angket dan melakukan wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai dengan tujuan yang ditetapkan peneliti. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis sehingga akan menghasilkan kesimpulan yang akan mempertanggungjawabkan kebenaran, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase, teknik ini digunakan untuk mengetahui berapa besar persentase pemanfaatan perpustakaan sekolah pada siswa kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 15 Palu.

Adapun rumus yang digunakan adalah:

P =

Keterangan :

P = Persentase (jumlah persentase yang dicari)

F = Frekuensi ( jumlah alternatif jawaban yang dipilih) N = Jumlah responden

100% = Bilangan tetap (Sugiyono,2011:245)

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Penelitian

(8)

ketersediaan buku-buku-buku IPS Terpadu mempengaruhi pengalaman belajar dinperpustakaan sekolah, 12 atau 37,5% siswa menjawab mandiri belajar di perpustakaan sekolah, 16 atau 50% siswa menjawab perpustakaan sekolah kurang menumbuhkan minat baca pada materi IPS Terpadu, 15 atau 46,9% siswa menjawab dengan membaca buku di perpustakaan sekolah dapat mengembangkan kecakapan berbahasa pada Mata Pelajaran IPS Terpadu, 16 atau 50% siswa menjawab setelah menggunakan buku merapikan kembali buku pada tempatnya, 14 atau 43,8% siswa menjawab perpustakaan sekolah bermanfaat dalam penyelesaian tugas-tugas pada Mata Pelajaran IPS Terpadu, 14 atau 43,8% siswa menjawab perpustakaan sekolah bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi tentang materi pelajaran IPS Terpadu, 22 atau 68,7% siswa menjawab tersedia lengkap buku-buku IPS Terpadu di perpustakaan sekolah, 20 atau 62,5% siswa menjawab ketersediaan koleksi buku penunjang IPS Terpadu kurang lengkap, 18 atau 56,3% siswa menjawab tersedia peta di perpustakaan sekolah, 18 atau 56,3% siswa menjawab tersedia atlas di perpustakaan sekolah, 16 atau 50% menjawab kurang tersedia globe di perpustakaan sekolah, 18 atau 56,3% siswa menjawab letak gedung perpustakaan sekolah baik, 17 atau 53,1% siswa menjawab kondisi gedung perpustakaan sekolah baik, 15 atau 46,9% siswa menjawab pengaturan ruang perpustakaan sekolah kurang baik, 17 atau 53,1% siswa menjawab pengelola perpustakaan sekolah baik, dan 16 atau 50% siswa menjawab bimbingan dan arahan pengelola perpustakaan sekolah baik.

(9)

Hasil wawancara dengan Bapak Nasrun Ismail sebagai kepala SMP Negeri 15 Palu

(10)
(11)

dalam menemukan materi yang berkaitan dengan Mata Pelajaran IPS Terpadu, dalam mengerjakan tugas siswa hanya menggunakan buku paket, terkadang siswa juga datang ke warnet untuk mengerjakan tugas. Pengelola perpustakaan belum mampu untuk mendesain ruangan perpustakaan sekolah sehingga tidak ada daya tarik bagi siswa untuk berkunjung, hal ini terlihat penataan rak buku dan bangku yang sederhana dan tidak ada inovasi tata letak keduanya (wawancara tanggal 18 Februari). Purti ananda siswa kelas VIIID salah seorang siswa kelas VIII menyatakan suasana ruangan perpustakaan yang tidak nyaman, dan berdebu atau tidak ada daya tarik siswa untuk mengunjungi perpustakaan sekolah, kemudian perpustakaan sekolah tidak diatur layaknya sebagai ruang perpustakaan sekolah yang nyaman untuk dikunjungi dan dipergunakan sebagai tempat membaca. Sehingga tidak ada nuansa yang berbeda ketika memasuki ruangan perpustakaan sekolah (wawancara tanggal 18 Februari). Andrean siswa kelas VIIID menyatakan pada umumnya koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah merupakan buku-buku pelajaran resmi dan berdasarkan pada kurikulum lama. Sangat terbatas buku-buku alternatif yang menunjang proses pembelajaran sehingga membuat siswa bosan dan tidak membantu siswa yang ingin mendapatkan informasi lebih dari buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. Penataan buku sangat sederhana sehingga siswa sangat kesulitan untuk mencari buku di perpustakaan dengan cepat, karena harus mencari buku tersebut dengan meneliti buku dalam satu rak (wawancara tanggal 19 Februari). Dewi Wulan siswa kelas VIIIE mengungkapkan hanya terdapat buku lama dan hanya sebatas buku pelajaran, tidak ada buku alternatif, semua buku-buku yang dirokomendasi oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran. Sehingga kami sebagai siswa yang ingin mencari wawasan yang lebih luas atau mencari bahan bacaan alternatif tidak dapat tersalurkan (wawancara tanggal 19 Februari). Yuri Sintiya siswa kelas VIIIJ mengungkapkan kurangnya buku bacaan penunjang Mata Pelajaran IPS Terpadu di perpustakaan sekolah membuat siswa menjadi bosan dan koleksi buku yang ada tidak membantu siswa yang ingin mendapat informasi lebih dari buku yang disediakan di perpustakaan sekolah, hal ini mungkin disebabkan karena anggaran yang disediakan oleh pihak sekolah sangat minim untuk penambahan koleksi buku di perpustakaan sekolah, sehingga dalam mengerjakan tugas atau mencari materi-materi yang berkaitan dengan Mata Pelajaran siswa menggunakan fasilitas internet (wawancara tanggal 19 Februari).

3.2 Pembahasan

(12)
(13)

sebanyak 18 atau 56,3% siswa menjawab tersedia peta di perpustakaan sekolah, 18 atau 56,3% siswa menjawab tersedia atlas di perpustakaan sekolah, dan 16 atau 50% menjawab kurang tersedia globe di perpustakaan sekolah. Ketersediaan buku Mata Pelajaran IPS Terpadu di perpustakaan sekolah membantu siswa-siswa yang tidak memiliki buku paket dengan cara meminjam buku diperpustakaan hal ini bertujuan untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Sebanyak 18 atau 56,3% siswa menjawab letak gedung perpustakaan sekolah baik, 17 atau 53,1% siswa menjawab kondisi gedung perpustakaan sekolah baik, dan 15 atau 46,9% siswa menjawab pengaturan ruang perpustakaan sekolah kurang baik. Letak gedung perpustakaan sekolah SMP Negeri 15 Palu dianggap sebagai pendukung kegiatan pembelajaran karena dengan letaknya yang strategis sehingga mudah dijangkau oleh siswa, memudahkan siswa untuk berkunjung dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah. Selain itu penataan ruangan sangat penting, sebab dengan penataan ruangan memungkinkan pemakaian ruang perpustakaan sekolah lebih efisien, memperlancar para pengelola dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, dan mencegah adanya rasa terganggu antara satu pihak dengan pihak yang lain. Sebanyak 17 atau 53,1% siswa menjawab pengelola perpustakaan baik dan 16 atau 50% siswa menjawab bimbingan dan arahan pengelola perpustakaan sekolah baik. Pengelola perpustakaan yang baik perlu ditingkatkan agar bisa menarik minat siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagaimana mestinya yaitu sebagai sarana pendidikan. Dari segi pelayanan baik dalam membantu pembelajaran seperti memberikan koleksi buku yang dibutuhkan oleh siswa. Namun kenyataanya hasil wawancara dengan pengelola perpustakaan mengemukakan bahwa pengelola perpustakaan kurang berupaya dalam mendorong siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah. Beliau menambahkan tinggi rendahnya kunjungan siswa ke perpustakaan tergantung dari kebutuhan siswa itu sendiri tanpa harus memberikan dorongan untuk siswa.

(14)

buku, rak buku, meja dan kursi belajar siswa, meja dan kursi pengelola perpustakaan, buku catatan pengelola, dan lemari penitipan barang dipenuhi dengan debu, hal ini membuktikan bahwa perpustakaan sekolah belum dikelola dengan baik sehingga tidak memperlihatkan segi kenyamanan dan membuat siswa malas untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sarana belajar.

Hasil wawancara dari beberapa pihak sekolah dapat dipahami bahwa masih banyak yang belum tersedia di perpustakaan sekolah, terutama kurangnya dana yang menyebabkan perpustakaan sekolah SMP Negeri 15 Palu masih kekurangan rak buku sehingga penempatan buku di tata dengan sederhana, dengan dana yang terbatas menyebabkan pengelola perpustakaan kurang membeli koleksi bahan pustaka seperti buku-buku penunjang sehingga koleksi buku yang ada masih terbitan lama dan tidak dapat membantu siswa yang ingin mendapatkan informasi lebih dari buku yang disediakan, sehingga dalam mengerjakan tugas atau mencari materi-materi yang berkaitan dengan Mata pelajaran siswa lebih memanfaaatkan internet sebagai sumber informasi. Kurang profesionalnya pengelola dalam mengelola perpustakaan sehingga penataan ruangan, koleksi buku, meja belajar siswa tidak memperlihatkan segi kenyamanan, sehingga kurang menarik perhatian siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah. Disamping itu waktu pelayanan perpustakaan sekolah masih terbatas dikarenakan perpustakaan sekolah hanya buka sampai pukul 14.30 sore sementara siswa kelas VIII melaksanakan aktivitas belajarnya dikelas mulai pukul 13.00 siang, dari beberapa siswa mengungkapkan jika ingin memanfaatkan perpustakaan dalam hal meminjam, membaca atau mengerjakan tugas sekolah siswa datang ke sekolah lebih awal sebelum pukul 13.00 agar bisa beraktivitas dalam hal memanfaatkan perpustakaan sekolah.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan

(15)

pengelola perpustakaan sekolah dalam mengelola perpustakaan sekolah, dan waktu pelayanan di perpustakaan sekolah masih terbatas hal ini menyebabkan siswa malas berkunjung ke perpustakaan sekolah.

4.2 Saran

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Darmono, (2001). Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah, Malang : PT Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Hamalik, O. (2001).Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Bumi Aksara

Ramadhan, Achmad dkk. (2013). Panduan Tugas Akhir Skripsi dan Artikel Penelitian.

Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Sudjana, N. (1987). Dasar- Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

Sumardji. (1990),Pelaksanaan Perpustakaan. Kasinius, Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar matematika siswa lulusan dari SMP Swasta dan SMP Negeri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan ambang deteksi dan ambang pengenalan rasa manis, preferensi rasa manis (rating kesukaan), dan asupan sukrosa harian pada grup

Sehubungan dengan dilaksanakannya proses evaluasi dokumen penawaran dan dokumen kualifikasi, Kami selaku Panitia Pengadaan Barang dan Jasa APBD-P T. A 2013 Dinas Bina Marga

Sangat rasional pula ketika Nabi saw, bersabda hanya satu kelompok (jalan) yang selamat. Sebab, tidak mungkin seseorang berjalan di dua jalan untuk pergi ke tujuannya pada

Pembelajaran melalui lagu d. Pembelajaran Praktikum Bahasa Inggris dengan menggunakan lagu ini dapat bermacam-macam bentuknya menurut kreativitas masing-masing dosen. Berikut

PENERAPAN PEMBELAJARAN SEJARAH KONTEKSTUALBERBASIS BUKU TEKS DI SMAN 1 PADALARANGKABUPATEN BANDUNG BARATB. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Keefektifan Cendawan Metarhizium brunneum Petch terhadap Hama Ubi Jalar Cylas formicarius Fabricius (Coleoptera: Brentidae).. Dibimbing oleh

Suluk Bok Donya -Rêjêki (Suatu Tinja ua n Filologis). Skripsi: Jurusan Sastra Daerah. Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Objek yang dikaji