• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 56 TAHUN 1958

TENTANG

PENGUBAHAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1950 TENTANG SUSUNAN,

KEKUASAAN DAN JALAN PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG INDONESIA

(LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1950 NO. 30)

Presiden Republik Indonesia,

Menimbang : bahwa jumlah Jaksa Agung pada Mahkamah Agung Indonesia yang

ditetapkan dalam pasal 2 ayat 3 Undang-undang tentang susunan,

kekuasaan dan jalan pengadilan Mahkamah Agung Indonesia

(Undang-undang No. 1 tahun 1950, Lembaran Negara tahun 1950

No. 30) adalah sangat kurang untuk mengerjakan segala pekerjaan,

yang harus dikerjakan oleh Kejaksaan Agung pada Mahkamah

Agung, sehingga jumlah itu perlu diperluas;

Mengingat : a. pasal 78 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;

b. Undang-undang No. 1 tahun 1950 (Lembaran Negara tahun 1950

No. 30),

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN

UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1950 TENTANG SUSUNAN,

KEKUASAAN DAN JALAN PENGADILAN MAHKAMAH

AGUNG INDONESIA (LEMBARAN NEGARA TAHUN 1950 No.

30).

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

2

-Pasal 1.

Pasal 2 ayat 3 Undang-undang No. 1 tahun 1950 (Lembaran Negara tahun

1950 No. 30) diubah dan dibaca sebagai berikut: "3. Pada Mahkamah

Agung adalah seorang Jaksa Agung dan empat orang Jaksa Agung

Muda".

Pasal 2.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran

Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 24 Juli 1958.

Presiden Republik Indonesia,

ttd.

SUKARNO.

Diundangkan

pada tanggal 26 Juli 1958.

MENTERI KEHAKIMAN,

ttd.

G.A. MAENGKOM.

MENTERI KEHAKIMAN,

ttd.

G.A. MAENGKOM.

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMORI PENJELASAN

MENGENAI

UNDANG-UNDANG No. 56 TAHUN 1958

TENTANG

PERUBAHAN UNDANG-UNDANG No. 1 TAHUN 1950 TENTANG SUSUNAN,

KEKUASAAN DAN JALAN PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG INDONESIA

(LEMBARAN NEGARA TAHUN 1950 No. 30).

Undang-undang No. 1 tahun 1950 (Lembaran Negara tahun 1950 No. 30) mengenai

susunan, kekuasaan dan jalan pengadilan Mahkamah Agung Indonesia menentukan dalam

pasal 2 ayat 3, bahwa pada Mahkamah Agung adalah seorang Jaksa Agung dan dua orang

Jaksa Agung Muda. Praktek telah membuktikan, bahwa tenaga dua orang Jaksa Agung

Muda itu tidak cukup untuk mengerjakan segala pekerjaan yang harus diselesaikan oleh

Kejaksaan Agung pada Mahkamah Agung.

Berdasarkan itu Pemerintah menganggap pada tempatnya, jika jumlah Jaksa Agung

Muda itu diperluas dengan dua orang lagi. Perluasan itu diadakan dengan Undang-undang

ini, yakni dengan mengubah kata "dua" menjadi kata "empat" dalam pasal 2 ayat 3

Undang-undang No. 1 tahun 1950 (Lembaran Negara tahun 1950 No. 30), sehingga

dengan perubahan itu dapat diangkat empat orang Jaksa Agung Muda.

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1641

CATATAN

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa berdasarkan Pasal 74 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor

Maka definisi berbeda diatur dalam Pasal 1 Peraturan Mahkamah Agung No.1 tahun 2000 tentang Lembaga Paksa Badan bahwa “lembaga paksa badan adalah upaya paksa tidak langsung

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa keberadaan Komisi Yudisial itu sebagai lembaga pengawasan di bidang yudikatif. Artinya ketika ada permintaan orang dari Mahkamah

Dalam penyelesaian perkara di Mahkamah Agung ada yang bisa diperbaiki yaitu manajemen dari sistem manual ke sistem yang berbasis teknologi (IT), sedangkan yang belum

(1) Anggota Konstituante diadili dalam tingkat pertama dan tertinggi juga oleh Mahkamah Agung, berhubung dengan kejahatan dan pelanggaran jabatan, serta kejahatan

Namun, karena kadang-kadang dalam praktek sulit untuk mengumpulkan sekian banyak orang, apalagi apabila sidang akan dilakukan secara non-stop, maka untuk menjaga

(1) Permohonan kasasi demi kepentingan hukum dapat diajukan oleh Jaksa Agung karena jabatannya dalam perkara perdata atau tata usaha negara yang diperiksa dan diputus oleh

bahwa untuk menyelamatkan demokrasi dan negara hukum Indonesia serta untuk mengembalikan kewibawaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Mahkamah Konstitusi sebagai