L
ima atau enam tahun lalu barangkali kita masih bisa tersenyum. Kala itu pemain semen di Indonesia belum begitu banyak. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. benar-benar menjadi raja di rumah sendiri. Berapa pun semen yang diproduksi, pasar siap menampung dengan dua tangan terbuka lebar. Malah, pada waktu-waktu tertentu perseroan tidak mampu mencukupi demand semen domestik.Siapa sangka, dari hanya 9 pemain pada 2012, tahun ini jumlah pemain semen melonjak 111 persen menjadi 19 perusahaan. Munculnya pemain-pemain baru berpotensi menggerus pangsa pasar pemain existing jika tidak diantisi-pasi dengan strategi yang tepat.
Over kapasitas dan tekanan harga adalah tantangan serius yang dihadapi SMI. Perubahan peta persaingan itu juga berpotensi menarik EBITDA margin SMI dari 27,4 persen menuju standar dunia 20 persen. Situasi gawat ini mendorong perusahaan merancang strategi yang dibagi dalam 7 blok.
Empat diantaranya adalah strategi 3 plus 1 yang disebut transformasi dari sekadar produsen menjadi bisnis semen, hilirisasi produk (adjacent portofolio), pasar regional, serta cost transformation.
Keempat blok ini akan didukung 2 blok strategi lain yaitu sistem dan struktur, serta people dan culture. Dua blok ini harus ada perbaikan dan peningkatan guna mendukung strategi 3 plus 1, salah satunya adalah dengan pendele-gasian wewenang. Sementara sebagai pendobrak di depan adalah commercial excellence.
Fokus pencapaian perusahaan ke depan adalah per-tumbuhan EBITDA. Sebab, kalau EBITDA tumbuh maka revenue akan ikut tumbuh. Tapi kalau revenue tumbuh, belum tentu EBITDA mengikuti. Lupakan dulu soal nett income karena sudah tidak mungkin dipertahankan seperti tahun sebelumnya.
Segenting itukah? Jawabannya; iya. Akan menjadi lebih genting manakala seluruh karyawan tidak menyadari situasi di depan mata ini. Karena itu manajemen tak pernah bosan mengajak seluruh karyawan untuk mengubah budaya kerja menjadi lebih adaptif, kreatif dan inovatif.
Soal ini kita bisa belajar dari Singapura. Negara tetangga itu terkenal akan dua hal; clean city dan ine city. Bersih dan tertib sudah menjadi budaya sehari-hari warga Singapura, termasuk on time.
Culture drive attitude, dan attitude drive performance. Itulah yang membuat Singapura maju luar biasa, di mana ekonominya termasuk di antara sepuluh negara paling ter-buka, kompetitif serta inovatif di dunia. Budaya maju warga Singapura itu sedikit banyak dipicu oleh ‘kodrat’ sebagai negara yang tidak punya apa-apa.
Sumber daya alam yang terbatas, ditambah wilayah yang sempit, membuat penduduk setempat terbiasa berpikir inovatif. Setiap hari mereka merasa berada dalam kondisi burning platform; sangat genting dan darurat.
Kalau mereka tidak berbuat lebih, menggenjot produk-tivitas, serta getol menelurkan inovasi-inovasi, maka jangan harap bisa survive. Perilaku inovatif itu semula bersifat ter-paksa, tapi lama-lama menjadi biasa dan muaranya menjadi budaya.
SMI mesti becermin pada PT Krakatau Steel yang terus merugi akibat gempuran produk China. Sekadar diketahui, Krakatau Steel merugi USD20,43 juta di tahun 2012. Pada 2013 merugi USD13,98 juta, dan tahun 2014 membengkak ruginya hingga 971,6 persen menjadi USD149,81 juta.
Kalau Krakatau Steel saja bisa hancur, kenapa kita tidak pernah berpikir SMI juga bisa bernasib sama? Sebab situasi yang kita hadapi serupa, yaitu over capacity di kawasan regional yang masih akan berlangsung hingga lima tahun ke depan.
Itulah burning platform yang menimpa perseroan saat ini. Bukan sekadar wacana, tapi kondisi senyata-nyatanya. Maka itu saya mengajak segenap karyawan untuk berikrar ber-sama; bahwa SMI akan tetap ada hingga 100, 200 bahkan 300 tahun dari sekarang. Bahwa perusahaan ini dibangun untuk tidak pernah berakhir.
Konsekuensinya, setiap karyawan mesti berpikir tiada hari tanpa inovasi. Pun jangan pernah bosan untuk beradaptasi, karena perusahaan bangkrut atau mati itu bukan perkara be-sar atau kecil, tapi karena tidak adaptif. Berpegang budaya CHAMPS serta spirit SMI (Sinergi, Militan dan Integritas), saya yakin kita bisa terus eksis dan berjaya. (*)
RIZKAN CHANDRA
DIREKTUR UTAMA
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
POJOK
CEO
DAFT
AR ISI
6-19
KILAS
SMI SABET ASIA’S BEST MANAGED COMPANIES 2016 Kinerja unggul yang ditunjukkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berbuah penghargaan bergengsi dari majalah ekonomi yang berbasis di Hongkong, Finance Asia. SMI meraih predikat Best Managed Companies di ajang Asia’s Best Companies 2016 yang berlangsung di Jakarta.
20-25
FOKUS
UNTUK KUALITAS, UNTUK BUMI,UNTUK INDONESIA
Kondisi ekonomi global hingga 2020 diprediksi masih tertatih-tatih. dampaknya, bisnis semen di kawasan domestik maupun regional belum akan sebenderang lima tahun lalu. pt semen indone-sia (persero) tbk selaku pemain semen berdarah merah putih pun merancang strategi penguatan brand agar tetap dipercaya konsumen.
29-31
PROGRES
PABRIK REMBANG TUNTASKAN PENGERJAAN KONSTRUKSI FASE I
Pembangunan Pabrik Semen Gresik di Kabupaten Rembang terus menunjukkan kemajuan positif. Terbaru, pabrik yang
52-57
DESTINASI
SUNGAI ELO, PILIHAN RAFTING BAGI PEMULA58-63
MITRA
KUE NADYA SAIYO, LEGITNYA BOLU DARI UBI UNGU
64-68
CSR
SEMEN TONASA BIAYAI SISWA KURANG MAMPU HINGGA PERGURUAN TINGGI
70-71
KULINER
WARUNG SOR SAWO, TUBAN Sate dan becek mentoknya tersedap.
72-77
RANAH
ZIARAH KUBUR JERA LOMPOA Sarana perekat warga Borong Untia.
78-79
KOMUNITAS
TONASA MOTORCYCLING COMMUNITY (TMC) Brotherhood tanpa batas.
80
OLEH-OLEH
KUE BENGKUANG PADANG, JAMINAN LEZAT & SEHAT Selama ini masyarakat hanya mengenal bengkuang sebagai bahan rujak dan asinan, atau dijadikan masker untuk menyegarkan wajah serta memutihkan kulit. beng-kuang sejatinya bisa juga diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan dan cake.
32-36
INSIDE
BUMN HADIR UNTUK NEGERI
SMI bedah rumah veteran di Sumatera Barat dan NTT
38-41
KIPRAH
MBSI BUKA PARADE SENI DI ISTANA NEGARA Marching Band Semen Indonesia (MBSI) mendapat kehor-matan menjadi pembuka Parade Seni dan Budaya untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus lalu.
42-47
JEMPOL
FLASH CRETE LANCAR DI PASAR
Flash concrete alias lash crete FS-45, produk inovasi dari Semen Indonesia Beton (SIB) , sebuah makahakarya pengembangan produk beton siap pakai yang lebih cepat kering, kuat dan lentur.
48-50
WANITA
KIKST GELAR LOMBA MENYANYI SOLO
51
JELITA
SINERGI Edisi 15 • Th III • Oktober-Desember 2016
Foto : Firman Safiudin Bahari
(Juara III Semen Indonesia Photography Competition 2016)
BIJAK
KATA
KATA
“Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun”.
“Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah
pelaksanaan kata kata.”
“Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan.”
“Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu.”
“Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyi-nari bumi.”
“Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?”
“Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik
ber-sama, buanglah mimpi-mimpi.”
“Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diun-dang pun kematian pasti datang.”
“Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia.”
(Iwan Fals)
No. 15/Tahun III/Oktober-Desember 2016 Majalah triwulanan SINERGI diterbitkan secara bersama oleh jajaran Komunikasi Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
Penasehat:
Direktur Utama PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
Penanggung Jawab:
Sekretaris Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Sekretaris Perusahaan PT. Semen Padang
Sekretaris Perusahaan PT. Semen Tonasa
Pemimpin Redaksi:
Kabiro Komunikasi Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
Redaktur:
Kabiro Humas & CSR VO-PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Kabiro Humas PT. Semen Padang
Kabiro Komunikasi PT. Semen Tonasa
Kontributor dari Gresik
Zainal Ariin Firman Saiudin Bahari
Kuncoro Bowo Ram Surahman
Sumarlin
Alamat Redaksi:
PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk Gedung Utama Semen Gresik Jalan Veteran Gresik, Jawa Timur
Telp. 031-3981731/3981733 Fax. 031-3983209/3972264 Email: [email protected] Website: www.semenindonesia.com
PT SEMEN PADANG Kontributor:
Hardi Andri Oktaveri Rony Asrico Putra
Roni Putra Rio P Nugraha Yan Firdaus (Fotografer) Iqbal Ferdito (Fotografer) Ridwan Hadi (Fotografer) Febrizon (Fotografer)
Main Ofice Semen Padang
Indarung Padang, Sumatera Barat Telp. 0751-815250
Fax. 0751-815590 Email: [email protected]
Website: www.semenpadang.co.id
PT SEMEN TONASA Kontributor:
Muhammad Jerynindra Muhammad Safri Indra Ishab (Fotografer)
Kantor Pusat Semen Tonasa
Biring Ere - Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan Telp. 0410-312345
Fax. 0410-310113, 310006-008 Email: [email protected]
Website: www.sementonasa.co.id
Redaksi menerima tulisan, artikel/opini atau foto khususnya yang berkaitan dengan materi dan memiliki relevansi dengan Majalah SINERGI, Panjang tulisan max. 6000 karakter (termasuk spasi). Naskah, foto, dan identitas lengkap penulis dikirimkan kepada
KILAS
K
inerja unggul yang ditunjukkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berbuah penghargaan ber-gengsi dari majalah ekonomi yang berbasis di Hongkong, Finance Asia. SMI meraih predikat Best Man-aged Companies di ajang Asia’s Best Companies 2016 yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (25/8).Penghargaan tersebut diterima langsung Dirut SMI Rizkan Chandra dari Managing Director Head of Indonesia Investment Banking Credit Suisse, Robby Winarta. Setiap tahun, Finance Asia yang bekerja sama de-ngan Credit Suissse menggali infor-masi langsung dari stakeholder terkait untuk menemukan jajaran perusahaan terbaik di Asia.
Untuk kategori Best Managed Com-panies, perseoran berada di peringkat tujuh terbaik. SMI bersanding dengan jajaran perusahaan papan atas di tanah air yang dipercaya mempunyai kinerja bagus dan terus tumbuh. Asia’s Best Companies merupakan penghargaan berdasar survei (polling) terhadap para
investor dan analis di kawasan Asia
Pasiic yang sudah memasuki tahun
ke-16.
Hasil survei mencerminkan pan-dangan internasional terhadap kondisi perusahaan-perusahaan terbaik di Asia, yang pada gilirannya bisa menarik minat investor global. “Ini memperli-hatkan kepercayan investor terhadap SMI semakin bagus. Sebuah bentuk apresiasi yang harus kita pertahankan terus,” tutur Rizkan yang didampingi Direktur Keuangan SMI Darmawan Junaidi serta Sekper Agung Wiharto.
Rizkan mengakui, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi agar performa perseroan lebih baik lagi. Dengan dukungan seluruh karyawan dia yakin hal itu bisa tercapai. “Tahun ini kita masih nomor tujuh, artinya semua harus berjuang agar lebih baik lagi. Itu sudah menjadi komitmen perusahaan supaya persepsi investor semakin bagus,” tegasnya.
Senada dengan Rizkan Chandra, Managing Director Head of Indonesia Investment Banking Credit Suisse,
Robby Winarta, mengatakan SMI sudah mendapat kepercayaan dari investor internasional, baik dari standar
corporate governance, transparancy
maupun performance-nya. “Semua sudah sangat positif. Investor sudah
aprreciate banget,” ujarnya. Robby menambahkan, survei Asia’s Best Companies berlangsung
di kawasan Asia Pasiik dan terutama
menyasar kalangan invetor di Singa-pura serta Hongkong. Bisa dikata, setiap tahun SMI selalu masuk jajaran perusahaan terbaik yang dirilis Finance Asia.
Tahun 2015 perseroan berada di peringkat pertama kategori Best Investor Relations serta ranking empat kategori Most Commited Paying Good Dividens. “Kami yakin sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan, termasuk pembangunan pabrik baru, akan mendorong pencapaian pertum-buhan yang berkelanjutan untuk men-jaga posisi sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional,” tambah Agung Wiharto, Sekper SMI. (lin/znl)
SMI SABET
ASIA’S BEST
S
emen Indonesia kian meneguh-kan statusnya sebagai green industry setelah menggondol penghargaan Social Business Innovation Company (SBIC) 2016 kategori semen dari Majalah Warta Ekonomi. Pada malam anugerah yang berlangsung di Pullman Hotel, Jakarta, Kamis (25/8), SMI menjadi yang terbaik berkat program pemberdayaan man-grove.Penghargaan diserahkan Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad serta diterima Direktur Produksi dan Litbang SMI Johan Samudra. SBIC yang dibarengkan dengan Green CEO Award merupakan ajang rutin yang ta-hun ini memasuki penyelenggaraan ke-4. Kegiatan ini juga sebagai apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan dan CEO terbaik di Indonesia yang berhasil menerapkan prinsip-prinsip sustanibale corporation melalui inovasi-inovasi program CSR sepanjang tahun 2015.
SBIC Award diberikan setelah me-lewati serangkaian kegiatan mengkaji, menyurvei, menganalisis dan meme-ringkat perusahaan-perusahaan yang telah berhasil melaksanakan program CSR yang inovatif serta berdampak be-sar bagi masyarakat serta lingkungan. “Bagi kita ini merupakan pemberi se-mangat bagi kawan-kawan yang saat ini
sudah bekerja keras untuk mewujudkan Semen Indonesia sebagai perusahaan yang hijau,” kata Johan Samudra yang ditemui usai menerima penghargaan.
Contoh komitmen itu adalah penanaman 18 ribu bibit mangrove di sepanjang pantai Tuban yang menelan anggaran hampir Rp 0,5 M. Selain itu, SMI juga membantu 10 ribu bibit mangrove yang ditanam di pantai Banggi, Kabupaten Rembang, Jateng. Johan menegaskan, selaras dengan jargon Untuk Kualitas, Untuk Bumi, Untuk Indonesia, perusahaan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya terhadap lingkungan.
“Entah itu di Gresik, Tuban, Rem-bang, Aceh, atau di Kupang. Lingkung-an itu bukLingkung-an bukLingkung-an dalam arti penghi-jauan saja, tapi juga menyangkut sisi sosial. Bagaimana masyarakat sekitar dibina agar lebih sejahtera, terdidik, dan beragama. Intinya adalah mem-buat kehidupan manusia yang lebih baik dan harus sustainable,” sambung mantan CEO Thang Long Cement Vietnam ini.
Johan mengungkapkan, banyaknya UKM mitra binaan SMI yang berkem-bang, bahkan sampai menembus pasar internasional, adalah fakta yang menggembirakan. Karena itu, komit-men peduli lingkungan ini harus
diper-tahankan dari waktu ke waktu. “Tahun lalu kita juga dapat penghargaan ini. Bukti bahwa kerja kita tidak asal-asalan, karena ini yang menilai pihak luar,” tegasnya.
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dalam kesempatan sama me-ngatakan, perusahaan yang menerapkan
green economy business akan memetik nilai yang tinggi, baik dari sisi keuangan maupun shareholder value. “Dalam berbisnis, perusahaan punya tanggung jawab terhadap seluruh stakeholder, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun lingkungan. Jadi tidak hanya berpikir keuntungan, melainkan juga menim-bang dampak lingkungan yang muncul. Perusahaan yang mempunyai CSR bagus akan mendapat dukungan dari masyarakat dan itu penting demi kesi-nambungan pengelolaannya,” urainya.
Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad menambahkan, dari tahun ke tahun program CSR perusahaan di Indonesia semakin baik dan inovatif sehingga memberikan multiplier effect
bagi warga sekitar. “Kita ingin program CSR nanti berdampak lebih besar lagi kepada masyarakat, jadi bukan sekadar charity. Untuk itu dibutuhkan CEO yang punya visi tertentu,” kata Fadel dalam acara yang juga dihadiri Dirjen Kemen-terian LH Karliansyah tersebut. (lin/znl)
Gondol
SBIC
Award
PROGRAM SEKOLAH HIJAU DI KAWASAN PT SEMEN PADANG BERJALAN SESUAI HARAPAN.
SELURUH SEKOLAH DI BAWAH YAYASAN IGASAR SEMEN PADANG, BAIK TINGKAT SD, SMP, SMA
DAN SMK, SUDAH MENYANDANG STATUS ADIWIYATA MANDIRI. PROGRAM SEKOLAH HIJAU ATAU
ADIWIYATA YANG DILANDASI EMPAT PILAR CSR SEMEN PADANG INI DIRINTIS SEJAK 2010.
KILAS
P
ada tahun 2012, SMP Semen Padang dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Satu tahun kemudian naik kelas menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri, sehingga tahun 2014 beroleh kesempatan melaju ketingkat tertinggi sekolah berbasis lingkungan hidup di Asean, yaitu ASEAN Eco School.Mengikuti jejak sukses tersebut, SD, SMA dan SMK di bawah naungan Yayasan Igasar akhirnya menyabet penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri pada tahun 2016. Bahkan saat ini SMK Semen Padang juga tengah bersiap mengikuti ASEAN Eco School
Award.
SMK Semen Padang ikut ber-partisipasi dalam pembuatan mesin pencacah sampah, bekerja sama dengan CSR Semen Padang. Mesin tepat guna tersebut akan diserahkan kepada sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Pa-dang. Selain itu, sebagai konsekuensi lembaga pendidikan berstatus hijau, siswa-siswi sekolah Yayasan Igasar juga aktif dalam berbagai kegiatan yang ramah lingkungan. Misalnya mendaur ulang sampah untuk dibuat kompos.
Bentuk program nyata lainnya juga
terlihat dalam pencapaian predikat sekolah hijau ini, yaitu pemanfaatan area-area kosong untuk kolam ikan dan tempat tanaman. Hal ini sesuai dengan anjuran Kementerian LH me-ngenai pemanfaatan lahan-lahan tidur untuk dijadikan media pembelajaran.
Program lainnya berupa pemberian nama berikut nama latin tumbuh-tum-buhan yang ditanam di lingkungan sekolah. Sehingga para siswa dapat mengenal jenis tumbuhan-tumbuhan tersebut. Dalam bidang akademik pun para siswa juga memperoleh mata pelajaran berwawasan lingkungan.
Keberhasilan Yayasan Igasar
meng-SEMEN PADANG SUKSES
KILAS
hijaukan seluruh sekolah binaannya tak lepas dari komitmen segenap stakeholder. Salah satu bentuk duku-ngan dari yayasan ialah mendukung setiap jenis kegiatan dan program berbasis lingkungan yang dilakukan sekolah.
“Dari tahun 2010, lewat serangka-ian program panjang mulai dari pe-nyusunan visi-misi, program kegiatan, strategi, aktivitas harian, operasional, hingga proses intralisasi terus kami lakukan dengan beberapa pembaruan yang dirasa perlu. Sehingga tujuan awal untuk menanamkan pentingnya sekolah hijau ini kepada seluruh sekolah maupun yayasan sendiri ber-hasil dicapai,” ungkap Ketua Yayasan Igasar, Ampri Setiyawan.
Penghargaan Adiwiyata dipe-runtukan bagi sekolah yang sudah berpredikat berwawasan lingkungan dalam pengelolaannya, dan juga sekolah-sekolah yang dinilai telah ber-hasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Penghargaan tertinggi diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Ada empat kriteria penilaian dalam lomba sekolah Adiwiyata ini. Pertama menyangkut kebijakan sekolah dilihat dari visi-misi serta tujuan sekolah, kedua menyangkut pembelajarannya, ketiga berkaitan dengan kegiatan partisipatif lingkungan, dan terakhir adalah sarana prasarana media pem-belajaran di sekolah.
“Untuk ASEAN Eco School ini kriteria penilaian yang diminta tidak sesederhana penilaian sekolah hijau di tingkat nasional. Penilaiannya jauh lebih kompleks. Oleh karena itu pihak sekolah dan yayasan harus saling bekerja sama untuk berbenah dalam memenuhi kriteria yang dituntut,” tambah Ampri.
Keberadaan sekolah yang berada di area industri menjadi keunikan sendiri dibanding sekolah Adiwiyata lainnya. Pasalnya, sekolah hijau ini menjadi bukti nyata bagi masyarakat bahwa indsustri tidaklah berbahaya bagi kehidupan, asal dikelola dengan baik. Dan itu semua bisa menepis isu lingkungan yang mengarah ke Semen Padang. (SP/ivomela)
Dari tahun 2010, lewat serangkaian program panjang
mulai dari penyusunan visi-misi, program kegiatan,
strategi, aktivitas harian, operasional, hingga proses
intralisasi terus kami lakukan dengan beberapa
pembaruan yang dirasa perlu.”
KILAS
P
erjuangan panjang selama empat tahun itu akhirnya mem-buahkan hasil. Setelah men-yabet predikat Adiwiyata level kabupaten, provinsi dan nasional, SMP Semen Gresik (SMP SG) berhasilmem-bawa pulang troi Adiwiyata Mandiri.
Penghargaan tertinggi bidang ling-kungan hidup itu diserahkan Wapres Jusuf Kalla kepada Kepala Sekolah SMP SG Mat Nur Pihan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7) lalu.
Senin (25/7) pagi, segenap civitas academica sekolah yang beralamat di Jl Awikoen I Gresik itu menyambut
kedatangan troi bergengsi itu dengan
suka cita. Ada tarian kasomber, juga lantunan lagu Mars Adiwiyata Semen Gresik dari ratusan murid yang berbaris rapi. Tasyakuran pun digelar di bangsal
sekolah, yang dihadiri para pengurus SMIF (Semen Indonesia Foundation), kepala sekolah SD, SMA dan SMK SG, serta perwakilan 12 sekolah binaan SMP SG.
Ketua Pengurus SMIF Soesetyoko Suwandi dalam sambutannya menga-takan, tidak mudah meraih prestasi tertinggi dalam program sekolah ber-wawasan dan berbudaya lingkungan. “Penerapannya yang sulit. Tentunya butuh komitmen tinggi dari para guru dan murid untuk terus menjaga ling-kungan,” ungkapnya.
Sukses SMP SG ini melengkapi keberhasilan sekolah-sekolah di lingku-ngan SMIF yang telah lebih dulu meraih Adiwiyata Mandiri. SMA SG menyan-dang Adiwiyata Mandiri sejak tahun
2010, sementara SD SG dan SMK SG meraihnya tahun 2014.
“Tugas SMP Semen Gresik ke depan akan semakin berat, yaitu terus mengembangkan program pengelo-laan bank sampah, pembudidayaan aloevera dan program pengelolaan kantin sehat bebas dari 5P (pengawet, pewarna, pengenyal, pemanis dan pe-nyedap). Dengan begitu SMP SG bisa terus menjaga eksistensinya sebagai sekolah lingkungan,” tutur Mat Nur Pihan.
Kata dia, perjuangan meraih troi
Adiwiyata Mandiri dimulai sejak 2012. Sesuai instruksi SMIF, pihaknya mengi-kuti prosesnya dari bawah. Tahun itu pula SMP SG menggondol Adiwiyata tingkat Kabupaten Gresik dengan nilai
KILAS
terbaik. Tahun berikutnya SMP SG maju ke tingkat provinsi, namun gagal karena ada dokumen yang kurang.
Piala level Jatim baru berhasil dibawa pulang tahun 2014, sekaligus menjadi tiket maju ke tingkat nasional. Sukses menggondol Adiwiyata Na-sional, SMP SG semakin yakin menatap
troi Adiwiyata Mandiri. “Tahun 2015
kami mendaftar, tahun 2016 divisitasi dan dinyatakan layak menyandang status Adiwiyata Mandiri,” sambung Pihan yang telah 26 tahun mengabdi-kan dirinya di SMP SG ini.
Diakuinya, ada tanggung jawab be-rat di balik anugerah yang baru diraih sekolahnya tersebut. Sekolah Adiwiyata Mandiri minimal harus mempunyai 10 sekolah binaan. “Kami punya 12 sekolah binaan yang lokasinya berada
di sekitar SMP SG,” ujar dia.
Lebih dari itu, tegas Pihan, apa yang dilakukan SMP SG merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memulihkan alam Gresik menjadi asri dan hijau kembali. Itu selaras dengan salah satu misi SMP SG, yaitu mencip-takan lembaga pendidikan berbudaya cinta alam dengan upaya; mencegah pencemaran dan perusakan lingku-ngan, melakukan konservasi dalam rangka pelestarian keanekaragaman hayati, menjalin kerja sama dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
Karena itu, Pihan menjelaskan, di setiap mata pelajaran selalu disisipi muatan cinta lingkungan. Bila awalnya SMP SG menggarap masalah sampah, maka tahun ini beralih ke makanan
se-hat. Praktiknya, seluruh makanan yang dijual di kantin sekolah harus benar-benar bebas 5P. Pengecekan secara berkala dilakukan petugas Puskesmas Gending. “Alhamdulillah, sampai seka-rang belum ditemukan makanan yang tidak sehat,” tegasnya.
KILAS
S
etelah menyandang predikat sekolah Adiwiyata Nasional sejak 2014, Sekolah Dasar Swasta (SDS) Semen Tonasa II akhirnya berhasil ‘naik kelas’. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) atau World Environment Day 2016 bertajuk ‘Go Wild for Life’ di halaman Istana Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7), dinobatkan sebagai salah satu sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri.Ada sembilan sekolah dari Provinsi Sulsel yang menerima penghargaan bergengsi itu, 3 di antaranya dari Pang-kep yaitu SDS Semen Tonasa II, MTSN Ma’rang, dan SMAN 2 Pangkajene. Berikutnya dari Kabupaten Pinrang ada SMKN 3 dan SDN 161, SMPN 1 Enrekang, serta SMPN 6 Bulukumba, sementara dari Pare-Pare diwakili SDN 29 dan SMPN 2.
Dalam menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri, pengurus Yayasan Kesejahteraan Semen Tonasa (YKST)
mengutus Kepala Unit Pendidikan Karim, Kasek SDS Semen Tonasa II Muhammad Sira, Ketua Tim Adiwiyata Zabriah Endriany, yang didampingi Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan
Bungoro, Rahman Tauiq.
Menyusul sukses SDS Semen To-nasa II, YKST terus berjuang agar tiga sekolah peraih Adiwiyata Provinsi yaitu SMPS Semen Tonasa II, SMPS Semen Tonasa I dan SMAS Semen Tonasa, tahun ini bisa lolos penilaian Adiwi-yata Nasional. Selanjutnya mengikuti langkah SDS Semen Tonasa II meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri.
Puncak acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) sendiri berlangsung meriah dan di-hadiri Wapres Jusuf Kalla dan sejum-lah menteri anggota Kabinet Kerja. Tampak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Meneg Lukman Hakim Saifuddin, Menristek Dikti M Nasir, serta Menkominfo Rudiantara.
Jusuf Kalla pada kesempatan itu berpesan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga keseimbangan alam. Hal itu dapat dilakukan dengan menyelamatkan tumbuhan dan satwa liar untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. “Jika monyet masih ban-yak, gajah masih banban-yak, itu tandanya masih ada kehidupan dan keseimba-ngan alam. Harus selalu dijaga karena kalau sudah rusak akan susah memper-baikinya,” ungkap JK.
SDS Semen Tonasa II selama ini dikenal sebagai sekolah yang punya kepedulian tinggi terhadap lingkung-an. Bukan hanya dari sisi teori, tapi juga diejawantahkan dalam perilaku sehari-hari. Misalnya, kala memper-ingati hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2015, sekolah ini mengadakan kegiatan penanaman 100 pohon trembesi dan tanaman langka Sulsel. Aksi tanam pohon ini dilakukan di dua tempat, yaitu di sebelah utara SDS dan di depan SMPS Semen Tonasa II. (ST/karim)
B
umi Perkemahan Tonasa I di Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulsel, jadi ajang berlang-sungnya Jumbara (Jumpa Bakti Gem-bira) PMR VIII Tingkat Nasional 2016, 26 – 31 Juli. Selain memiliki panorama yang indah, tempat yang terkenal se-juk ini memang cocok menjadi lokasi perkemahan.Jumbara yang diikuti 3.870 orang peserta dan peninjau yang berasal dari 34 provinsi serta 10 negara sahabat itu berlangsung lancar dan sukses. Setiap peserta membangun perkema-han sesuai dengan budaya yang ada di daerah masing-masing, sehingga menarik minat pengunjung.
Event ini dihadiri Wapres Jusuf Kalla yang merupakan Ketua PMI, Menteri Pendidikan (saat itu) Anis Baswedan, Menteri Lingkungan Hidup Siti
Nur-baya, Kepala BNN Irjen POL Budi Waseso, Menkominfo Rudi Antara.MM, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua PMI Sulsel H Ichsan Yasin Limpo, Direktur Utama Semen Tonasa Andi Unggul Attas, dan undangan lainnya.
Dalam laporannya, Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo mengatakan Jumbara kali ini juga diikuti peserta dari 10 negara sahabat, yaitu Vietnam, Thailand, Kamboja, Pulau Solomon, Timor Leste, Brunei, Italia, Jepang, Myanmar dan Fhilipina.
Di kesempatan sama, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo men-gungkapkan kegembiraannya karena Jumbara berlangsung di Sulawesi Se-latan. “Kita semua pulang kampung, Sulawesi adalah kampung kita, dan Sulawesi adalah bagian dari keutu-han Indonesia. Sehingga Sulawesi adalah milik bangsa Indonesia, dan
kita semua yang ada di sini pulang kampung,” tuturnya.
Hal sama dikatakan Wapres Jusuf Kalla saat memimpin jalanya upacara. JK meminta seluruh peserta bersatu, kompak, selalu sama rasa serta tidak memandang perbedaan satu dan yang lain. “Mari kita belajar menggalang dan melakukan hubungan internasional ber-sama dengan kawan-kawan yang dari luar negeri. Peserta PMR yang hadir haruslah bisa memahami akan prinsip-prinsip kepalangmerahan itu yang tidak mengenal batas daerah maupun negara,” kata dia.
JK juga menyatakan bahwa berkumpul dalam kegiatan Jumbara amat penting, khususnya dalam rangka mengkader anggota PMR. Di sini peserta bisa saling memupuk solidari-tas dan meningkatkan keterampilan masing-masing. (ST/wahyu/jerry)
TONASA I JADI
AJANG JUMBARA
NASIONAL VIII
KILAS
B
erdasarkan Undang Undang No 86 Tahun 1958 tentang Nasionalisasi dinyatakan semua perusahaan milik Belanda harus diserahkan kepada pemerintah Indonesia. PPCM yang seka-rang bernama PT Semen Padang, diserah-kan Hooffadministrateur PPCM Ir Van der Land kepada J Sadiman yang bertindak atas nama Direktur Badan Penyelenggara Perusahaan Industri Dasar dan Tambang) Kementerian Perindustrian Dasar dan Tambang.Selain PPCM, perusahaan lain yang juga diambil alih adalah NV Papiefabriek Padang Larang, NV Nijmegen Papierfab-riek, NV Bandddoengsche KininefabPapierfab-riek, NV Goodyear Tire & Rubber Company Ltd., NV Nederlands Indische Portland Cement, NV De Braat, NV De Industrie, CV De Vulkan, dan lain-lain.
Dengan nasionalisasi, dilakukan pe-ngalihan kepemilikan 90 persen produksi perkebunan, 60 produksi perdagangan luar negeri, 246 pabrik dan perusahaan pertambangan, bank, pelayaran, industri dan jasa. Semua perusahaan itu kemudian dikelola oleh negara.
Pasca penyerahan, pemerintah melalui BAPPIT melakukan pembenahan struktur pengurus di PPCM. Pada April 1959, BAP-PIT mempercayakan jabatan wakil direktur
PN Semen Padang kepada Ir Setyatmo. Sedangkan jabatan direktur tetap di-pegang J Sadiman.
Dengan nasionalisasi, semua kepenti-ngan Belanda diambil alih dan ditempat-kan langsung di bawah pemerintah RI. Sejak itu, status pabrik semen peninggalan Belanda ini menjadi Perusahaan Negara (PN) Semen Padang, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 135 tahun 1961. De-ngan perubahan status ini, Setyatmo yang semula menjabat wakil direktur, diangkat menjadi direktur utama. Selain itu, Amirul Jusuf diangkat menjadi direktur teknik dan Supranjoto sebagai direktur keuangan.
Pengambilalihan pabrik semen Indarung dari Belanda merupakan tonggak sejarah penting, karena pada masa itu kemam-puan anak-anak bangsa benar-benar diuji. Pada 1959 disusunlah rencana perluasan pabrik PN Semen Padang, dan pada 1964 dibuat kajian rencana pengembangan pabrik. Satu hal yang cukup penting dari semua rencana itu adalah menggenjot produksi dari 125 ribu ton per tahun menjadi 220 ribu ton, serta meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 270 ribu ton.
Rehabilitasi pabrik Indarung baru bisa diwujudkan pada tahun 1973 di bawah pimpinan Dirut Azwar Anas, yang sukses membawa PN Semen Padang
mening-TANGGAL 18 MARET
1958 MENJADI
BABAK BARU
BAGI NV PADANG
PORTLAND CEMENT
MAATSCHAPPIJ
(PPCM), PABRIK
SEMEN MILIK
BELANDA YANG
BERPUSAT DI
INDARUNG, KOTA
PADANG, SUMATERA
BARAT. HARI ITU
BERAKHIR SUDAH
PENGUASAAN
BELANDA TERHADAP
PERUSAHAAN
YANG KINI MENJADI
KEBANGGAAN
SUMBAR DAN
INDONESIA ITU.
58 TAHUN NASIONALISASI SEMEN PADANG
DILAHIRKAN UNTUK MENJADI
KILAS
katkan produksi menjadi 220 ribu ton. Pada masa itu, PN Semen Padang berubah menjadi PT Semen Padang.
Kini, 58 tahun sudah era nasionalisa-si Semen Padang dari tangan pemerin-tah Belanda. Di bawah kepemimpinan putra-putri terbaik bangsa, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini semakin berkembang dan memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara.
Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry pada upacara HUT pengambilalihan ke-58 tahun pada 30 Juni 2016 mengatakan, pengam-bilalihan Semen Padang oleh Peme-rintah RI dari perusahaan Belanda merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Barat. Momen itu menandai bangsa ini berdaulat di negeri sendiri.
“Kekayaan alam negara Indonesia yang sebelumnya dieksplorasi dan hasilnya dinikmati oleh bangsa lain, dapat kita ambil kembali,” kata Benny yang menjadi inspektur upacara. Salah satu hikmah yang bisa diambil adalah proses nasionalisasi tersebut membu-tuhkan kebersamaan dan sinergi yang
kuat dari segenap jajaran pimpinan di republik ini. Komitmen untuk berjuang dan memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia.
“Oleh karena itu, marilah kita meneruskan perjuangan para pemim-pin bangsa kita dengan memberikan yang terbaik bagi Semen Padang,” tegasnya. Pada usia 106 tahun pen-dirian pabrik dan 58 tahun pengam-bilalihan dari pemerintah Belanda, Semen Padang telah tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang semakin kuat, berkinerja unggul dan memberikan kontribusi besar kepada stakeholder. Sinergi Semen Indonesia Group semakin memperkokoh posisi perusahaan di kancah industri perse-menan nasional maupun regional.
Perusahaan juga kontinyu melaku-kan regenerasi melalui rekrutmen staf pimpinan dan pelaksana, sehingga terus lahir SDM unggul yang akan melanjutkan estafet perjuangan. Disamping itu, hal yang tidak kalah penting adalah penambahan kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik Indarung VI yang ditargetkan selesai pada Q4 2016 ini.
“Dengan berbekal semangat kerja yang tinggi, sumber daya manusia
yang qualiied, jaminan kapasitas yang
cukup, dukungan masyarakat dan doa yang dipanjatkan, kita harus yakin dan percaya bahwa Semen Padang akan memperingati ulang tahun ini 10 tahun, 50 tahun bahkan ratusan tahun yang akan datang,” kata Benny.
Melihat rekam jejak Semen Padang sejak 106 tahun lalu, dan 58 tahun nasionalisasi, maka kental sekali dalam perjalanan sejarahnya bahwa peru-sahaan ini telah melalui masa-masa yang sulit dan berliku. Kondisi ini tak berbeda jauh dari liku-liku yang dilalui bangsa ini.
Dalam konteks itu, tak berlebihan bila dikatakan mempertahankan dan mengembangkan kejayaan Semen Pa-dang adalah sebuah perjuangan nasio-nalisme dari anak-anak bangsa. Apalagi, ketika industri nasional semen saat ini tengah menghadapi ujian berat dari pesaing-pesaing asing, sebagai bentuk imprealisme/kolonialisme gaya baru.
P
T Semen Indonesia Persero (Tbk) dan PT Pelabuhan Indone-sia I (Persero) sepakat menjalin kerja sama bisnis demi kema-juan bersama. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di kantor SMI, The East Tower Lantai 18, Jakarta, Kamis (30/6), oleh Dirut SMI Rizkan Chandra dan Dirut Pelindo I Bambang Eka Cahyana.Rizkan Chandra mengataka, ini adalah sebuah kerja sama yang saling menguntungkan antara dua BUMN. Kelak SMI bisa memanfaatkan pelabu-han milik Pelindo I guna mendukung distribusi semen, terutama di Suma-tera dan wilayah barat Indonesia.
“Dukungan distribusi di area Medan dan sekitarnya memang sangat kami butuhkan. Seperti kita ketahui in-dustri semen adalah salah satu inin-dustri yang pesaing asingnya sangat banyak. Walau begitu Semen Indonesia masih menjadi semen paling Indonesia dan nomor satu di domestik,” tutur Rizkan didampingi Direktur Pemasaran dan Supply Chain SMI Aunur Rosyidi serta Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis Budi Siswoyo.
“Selain akan mempercepat realisasi investasi strategis dan operasional perusahaan, kerja sama ini merupa-kan bentuk nyata keterlibatan Semen
Indonesia sebagai perusahaan asli Indonesia yang berkontribusi lewat produk-produknya yang berkualitas. Harapannya, kerja sama ini dapat menjadikan Semen Indonesia menjadi industri semen nomor satu di kawasan regional,” tambahnya.
Sinergi yang akan dilaksanakan kedua pihak adalah penyusunan skema pelaksanaan kerja sama,
melakukan inventarisasi/ identiikasi
terhadap berbagai potensi yang dimi-liki masing-masing pihak, melakukan kajian/evaluasi atas kerja sama dalam bentuk studi kelayakan yang
meli-puti aspek inansial, teknis, komersial,
hukum, dan aspek terkait lainnya yang perlu dipertimbangkan.
Selain itu, kedua pihak akan berkoordinasi dan/atau pengurusan perizinan atau dokumen yang diper-lukan dari instansi/ pemerintah terkait dengan pelaksanaan kerja sama. Dirut Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana pada kesempatan sama mengatakan kerjasama ini akan menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia, karena kedua pihak adalah BUMN.
“Perintisan MoU ini sudah sejak lama tetapi baru hari ini bisa ditanda tangani. Waktu ketemu Pak Rizkan saya katakan, mari kita buat sesuatu yang besar untuk perusahaan dan
negara ini,” bebernya. Saat ini Pelindo I sedang membagun sebuah pelabu-han yang nantinya akan menjadi yang terbesar di Indonesia, mengalahkan Pelabuhan Kuala Tanjung. Pelabuhan baru ini dibangun sejak 2015 dan ditargetkan selesai pada 2019.
“Bayangkan, pembangunan selama kurang lebih lima tahun ini akan meng-habiskan berapa juta ton semen? Dan harapan kita semuannya mengguna-kan produk Semen Indonesia yang merupakan karya anak bangsa.
Jadi sinergi BUMN ini tidak berhenti di omongan tapi langsung dieksekusi. Kami berharap langkah ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa Indonesia,” ujar Bambang.
Saat ini Pelindo I terus berupaya meningkatkan produktivitas pelayanan dengan berbagai inovasi, antara lain menambah peralatan dan perpanjang-an fasilitas dermaga. Pengembperpanjang-angperpanjang-an secara kontinu itu, menurut Bambang, dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan pem-bangunan nasional. Terutama program tol laut untuk memperkuat konektivi-tas nasional dan menciptakan biaya
logistik nasional secara eisien dan
efektif serta meningkatkan daya saing nasional. (SG/irman)
KILAS
KILAS
B
ukan kutang ontokusumo yang selama ini jadi sumber kekuatan utamanya, tapi kutang berlogo Semen Gresik. Itulah gambaran sosok Gatotkaca yang jadi salah satu pemenang lomba foto ekspresi bertajuk Keluarga Kokoh yang digelar Semen Gresik sejak Mei lalu. Dalam foto, Gatotkaca yang diperankan Rinaldi Suryawan ini mengajak istrinya yang tengah hamil besar. Tentu saja bukan Ahilawati atau Dewi Pergiwa yang tak lain putri Arjuna, melainkan benar-benar istri sah Rinaldi di dunia nyata.Ya, enam pemenang telah ditetap-kan berdasar hasil penjurian yang meliputi aspek keunikan, kreativitas, ekspresi keharmonisan dan kehanga-tan keluarga yang disampaikan dalam foto. Lomba yang dimulai bersamaan dengan launching website
www.kelu-argakokoh.com ini memberikan hadiah utama berupa 1 unit mobil Honda Brio serta 5 paket wisata untuk juara II, III, IV dan V, serta 1 pemenang dengan vote terbanyak.
Hadiah dan tema yang menarik membuat lomba foto ekspresi ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat lebih dari 1.300 peserta mengirimkan karya foto terbaik-nya, dengan berbagai tema namun tidak meninggalkan ‘rasa’ Semen Gresik.
Setelah melalui penilaian yang ketat, lima foto dinyatakan sebagai peme-nang. Juara I dengan hadiah 1 unit mobil Honda Brio diraih Jarot Ponco dari Semarang. Pengusaha home indus-tri tas wanita ini berfoto bersama isindus-tri dan kedua anaknya di halaman rumah mereka yang tengah direnovasi.
Kamis (1/9), menjadi hari paling membahagiakan bagi keluarga Jarot Ponco.
Pada hari itu 1 unit Honda Brio datang ke kediamannya sebagai hadiah kemenangan dalam lomba foto ekspresi Keluarga Kokoh. Jarot mengetahui berita lomba foto yang digelar Semen Gresik ini dari billboard di Kota Rem-bang saat ia dan keluarganya mudik lebaran.
Sementara pemenang II, III, IV dan V yang berhak mendapatkan paket wisata ke Bali masing-masing Meyrinda Tobing dari Kediri, Hendra Gunawan dari Sura-baya, Rinaldi Suryawan dari Sidoarjo, dan Triardi Gunawan dari Malang. Satu pemenang terakhir dengan hadiah yang sama disabet Ratna Kumalasari, setelah foto karyanya memperoleh 10.033 vote. (SG/bwo)
LOMBA FOTO EKSPRESI
KELUARGA KOKOH
Gatotkaca Pun
Berbaju
Semen
Gresik
PEMENANG
HONDA
BRIO
PEMENANG
WISATA keluarGa
KE BALI
PEMENANG
WISATA keluarGa
KE BALI
VOTE TERBANYAK
WISATA keluarGa
A
khir-akhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh permainan baru di aplikasi smartphone bernama Pokemon Go. Permainan ini digandrungi seluruh kalanga, mulai anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Ketertarikan masyarakat terhadap game ini tak lepas dari teknologi Augmented Reality (AR) yang disematkan Pokemon Company bekerja sama dengan Nintendo dan Niantic.Melalui teknologi AR, Pokemon Go menawarkan sebuah pengalaman baru dan unik dalam bermain game, di mana setiap orang dapat merasakan dirinya bermain dalam per-mainan tersebut, sehingga muncul interaksi langsung antara user dan permainan itu sendiri.
Teknologi AR sebenarnya bukan hal baru di dunia Teknolo-gi Informasi (IT). AR merupakan teknoloTeknolo-gi yang mampu menampilkan objek virtual dalam bentuk 3D secara real time, dengan cara scan objek 2D atau disebut sebagai marker melalui smartphone. Di beberapa negara maju, teknologi tersebut bahkan telah digunakan oleh berbagai perusahaan untuk aktivitas pemasaran mereka.
Sebagai contoh, IKEA telah menggunakan teknologi AR untuk membantu pelanggan dalam mensimulasikan peleta-kan perabot yang apeleta-kan dibeli di rumahnya.Sehingga pelang-gan tidak perlu repot-repot membayangkan apakah perabot yang akan dibeli cocok dengan kondisi rumah.
Menanggapi perkembangan teknologi AR, Departemen Penjualan Semen Gresik berupaya untuk memanfaatkan AR agar dapat berinteraksi langsung kepada end user. Teknologi AR dikemas dalam bentuk aplikasi bernama AR Semen Gresik, yang dapat diunduh setiap orang di Google Play melalui smartphone android.
Melalui aplikasi ini, setiap orang dapat berfoto selie
dengan miniatur mahakarya Semen Gresik, seperti Jembatan Suramadu dan Monas, dalam bentuk virtual. Caranya dengan mengarahkan kamera smartphone ke logo Semen Gresik. Tak hanya itu, AR Semen Gresik juga menampilkan informasi produk dalam bentuk video animasi yang dikemas satu kesa-tuan di dalam aplikasi.
Penerapan aplikasi AR ini bukan tanpa alasan. Mengutip dari Harvard Business Review, Wachid Fahryandanu selaku Kasi Komunikasi Pemasaran Semen Gresik mengatakan bahwa teknologi AR akan menciptakan pengalaman positif bagi penggunanya sehingga cenderung membuat mereka ingin menggunakan aplikasi tersebut secara berulang-ulang dan akan menciptakan word of mouth.
Aplikasi AR Semen Gresik ini akan memperkaya experi-ence dari pelanggan dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan, tidak hanya saat mereka menggunakan produk SG saja, tetapi juga pada saat mereka menggunakan aplikasi.
“Pelanggan dapat berinteraksi dengan brand kita lebih sering, karena adanya teknologi AR akan membuat pelang-gan merasakan experience yang unik dan fun. Tidak hanya
experience saat menggunakan produk kita saja. Sehingga dengan terbentuknya positive customer experience, orang akan lebih mudah mengingat brand kita dan memiliki kecenderungan yang positif terhadap brand kita, sehingga
brand equity meningkat dan ujungnya adalah mampu memicu peningkatan penjualan,” tuturnya.
Tidak hanya pelanggan, karyawan Semen Indonesia juga dapat merasakan pengalaman baru di dalam aplikasi AR Semen Gresik dengan cara berikut; 1) download aplikasi AR Semen Gresik di Google Play, 2) arahkan smartphone ke logo Semen Gresik, 3) saksikan 3D image mahakarya Semen Gresik dan video keunggulan Semen Gresik. (SG)
KILAS
Demam
Pokemon Go,
Tim Penjualan
Luncurkan
KILAS
M
enyikapi persaingan pasar yang semakin ketat, Direk-torat Pemasaran dan Sup-ply Chain Semen Indonesia kembali mengasah strategi pemasa-ran. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi perubahan paradigma pasar dari domestik menjadi regional yang telah didengungkan oleh mana-jemen.Direktur Pemasaran dan Supply Chain SMI Aunur Rosyidi mengata-kan, untuk mendukung perubahan paradigma pasar ini perseroan harus menyiapkan langkah-langkah strategis, terutama di area battle zone. “Bagaima-na kita dapat meme“Bagaima-nangi persaingan secara taktikal dalam bisnis perseme-nan. Ini harus kita siapkan strategi yang matang mengingat kompetitor kian banyak dan agresif,” ungkap Aunur.
Selain untuk memenangi persaingan di area battle zone, perumusan strategi pemasaran yang lebih tajam diperlukan untuk mewujudkan SMI menjadi lagship (produk unggulan) semen yang ada di Indonesia. Secara garis besar langkah tersebut akan disusun dalam roadmap
jangka panjang yang dimulai tahun 2017. Target utamanya adalah menjadi-kan SMI sebagai lagshipbrand pada tahun 2020.
“Tahun 2017 menjadi awal perjalanan
roadmap ini. Tahun ini kita akan mem-bangun corporate brand yang solid dan dikenal di masyarakat. Selain itu, kita menargetkan dapat menguasai pasar semen dalam negeri, produk premium dan ighting brand. Sementara
corpo-rate branding akan menjadi fokus dari CSR,” beber mantan direktur komersial Semen Gresik ini.
Dalam roadmap ini SMI membagi strategi dalam tiga langkah, yaitu
brand strategy, expansion strategy
dan CSR fokus. Tahun selanjutnya, SMI ditargetkan dapat menjelma menjadi re-source company yang menguasai value chain di industri semen. Penguasaan
value chain ini dilakukan mulai dari hulu hingga hilir seperti batubara hingga
readymix. Dari sisi sosial, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sekitar akan menjadi fokus CSR. “Dalam road-map ini kita akan bersinergi dengan CSR agar program pemasaran lebih efektif dan tidak tumpang tindih,” ujar Aunur.
Setelah kualitas terbangun kuat di dua tahun pertama, SMI akan mulai membangun brand yang peduli pada lingkungan. Langkah ini akan diikuti dengan melakukan akuisisi proses value chain yang lebih eisien dan ramah
lingkungan, seperti pengelolaan limbah. Di tahap ini, fokus CSR adalah melaku-kan kerja sama untuk mengedepanmelaku-kan
green concept.
Di tahun keempat, SMI diharapkan dapat menjadi lagship semen yang ada di Indonesia dan menjadi global re-source company. Di tahap ini, SMI akan melakukan ekspansi secara internasional dengan penguasaan bahan baku yang lebih kompetitif dan aset strategis. Se-mentara CSR lebih giat melakukan kerja sama dengan lembaga internasional seperti WWF atau UNESCO. Roadmap
ini, menurut Aunur, sejalan dengan
arahan Dirut SMI Rzikan Chandra yang mencetuskan tagline Untuk Kualitas, Untuk Bumi, Untuk Indonesia.
Pakar marketing Hermawan Kartajaya yang hadir dalam pertemuan dengan tim SMI di Lantai 10 Gedung Utama SMI, Gresik, Jumat (22/7), mengatakan konsep komunikasi pemasaran saat ini telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya dilakukan dengan sporadis dan membutuhkan banyak biaya, saat ini mulai bergeser dengan pola story telling.
“Kita harus dapat menceritakan bagaimana membentuk payung Semen Indonesia dari Semen Padang, Semen Gresik dan Semen Tonasa yang meru-pakan kebanggaan di wilayah masing-masing. Bentuk cerita bahwa SMI adalah kumpulan semen-semen berkualitas,” tandasnya.
Dikatakan Hermawan, saat ini berkembang tren marketing 3.0, di mana human spirit dan storytelling lebih efektif dilakukan dalam komunikasi pemasaran. Namun untuk membuat
storytelling tersebut, sebut Hermawan, harus fokus terlebih dahulu pada blue print secara keseluruhan untuk menjadi dasar komunikasi ceritanya seperti apa.
“Yang penting adalah membangun cerita bagaimana dari SG, ST dan SP yang begitu hebat di wilayah masing-masing hingga menjadi SMI, berlanjut melakukan akuisisi terhadap TLCC Vietnam. Baru kemudian kita bangkitkan kebanggaan dan semangat nasional-isme,” papar presiden Mark Plus & Co
ini. (SG/bwo)
SMI Susun Roadmap
FOKUS
U
ntuk Kualitas, Untuk Bumi, Untuk Indonesia, begitulah tagline yang diusung SMI Group untuk mem-pertegas jati diri sebagai perse-roan yang kehadirannya selalu memberi maslahat bagi masyarakat sekitar. Tagline yang selaras dengan grand campaigneSMI selalu holding company itu dide-ngungkan Direktur Utama SMI Rizkan Chandra saat peringatan HUT Pabrik Gresik ke-59, tangggal 7 Agustus 2016.
Untuk Kualitas, karena produk-produk SMI Group berada di atas SNI (Standar Nasional Indonesia), bahkan melampaui standar mutu semen di Inggris dan AS. Untuk Bumi, lantaran selama ini SMI dikenal paling komit terhadap pengelo-laan lingkungan. Dan, Untuk Indonesia, “Karena pabrik SMI menggunakan 100
persen SDM Indonesia,” sebut Rizkan.
Tak cuma saat pengoperasian, pabrik Semen Gresik di Kabupaten Rembang serta pabrik Indarung VI di Padang men-jadi contoh kasus ‘100 persen Indonesia’ sejak dalam proses pembangunan. Dua pabrik anyar bernilai triliunan rupiah itu digarap secara swakelola oleh insinyur-insinyur pilihan dari internal SMI sendiri, serta dijamin menerapkan prinsip green technology sebagaimana pabrik-pabrik terdahulu.
Rizkan tak menampik, SMI diuntung-kan dengan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap brand produk yang dimiliki anak usaha perseroan yakni Semen Gresik, Semen Tonasa dan Semen Padang. Dengan alasan itu, ke
KONDISI EKONOMI
GLOBAL HINGGA 2020
DIPREDIKSI MASIH
TERTATIH-TATIH.
DAMPAKNYA, BISNIS
SEMEN DI KAWASAN
DOMESTIK MAUPUN
REGIONAL BELUM AKAN
SEBENDERANG LIMA
TAHUN LALU. PT SEMEN
INDONESIA (PERSERO)
TBK SELAKU PEMAIN
SEMEN BERDARAH
MERAH PUTIH PUN
MERANCANG STRATEGI
PENGUATAN BRAND
AGAR TETAP DIPERCAYA
KONSUMEN.
UNTUK KUALITAS, UNTUK BUMI,
FOKUS
depan perseroan akan terus berusaha memperkuat brand image SMI.
Tentu, pondasi utamanya adalah kualitas. Di tengah persaingan yang makin menggila ini perseroan tidak mau main-main soal mutu produk. Dari waktu ke waktu jajaran Produksi dan Litbang terus bereksperimen untuk menghasilkan semen dengan kualitas nomor wahid. Super White Cement (SWC) dan Ordinary Portland Cement (OPC) Plus merupakan produk anyar Semen Gresik yang dilempar ke pasar demi memenuhi kebutuhan konsumen.
“Super White Cement adalah semen putih berkualitas tinggi yang dapat diaplikasikan untuk keperluan dekorasi baik interior maupun eksterior, serta melapisi nat sambungan keramik,
proile, dan lainnya,” jelas Direktur
Komersial Semen Gresik Mukhammad Saifudin dalam peluncuran produk SWC di Pontianak, Kalbar, 14 Mei lalu.
Di samping itu, produk ini juga me-miliki sejumlah keunggulan lain. “Lebih putih, lebih hemat, lebih rekat dan lebih kuat,” tambahnya pada launching yang dibarengkan dengan Business Gather-ing Semen Gresik 2016 itu. Peluncuran produk baru ini sengaja dilakukan di Kalimantan Barat, yang area pemasaran-nya meliputi Pontianak, Singkawang, Bengkayang, Sambas, Landak, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Sanggau.
Sedangkan OPC Plus diluncurkan di Jawa Timur yang merupakan wilayah pasar utama Semen Gresik. “Karena kita fokus pada kualitas. Kita tidak ingin mengorbankan konsumen dalam hal kualitas dan kita tidak pernah
kompro-mi soal kualitas,” tandas Saifudin.
Concern perseroan terhadap kualitas tidak hanya berbuah kesetiaan kon-sumen terhadap produk-produk SMI. Lebih dari itu, sejumlah penghargaan bergengsi berhasil digondol dan semakin mengukuhkan brand SMI seba-gai pabrikan semen paling bermutu. Terbaru adalah Top Brand Award 2016 yang disabet Semen Gresik. Luar bi-asanya, award ini dipertahankan selama enam tahun berturut-turut.
Lalu ada Best Managed Companies yang diraih SMI di ajang Asia’s Best Companies 2016 yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (25/8). Asia’s Best Companies merupakan penghargaan berdasar survei (polling) terhadap para investor dan analis di
kawasan Asia Pasiic yang sudah me -masuki tahun ke-16.
“Ini memperlihatkan kepercayan investor terhadap SMI semakin bagus. Sebuah bentuk apresiasi yang harus kita pertahankan terus,” tutur Dirut SMI Rizkan Chandra usai menerima penghargaan tersebut. Malam harinya, giliran Direktur Produksi dan Litbang Johan Samudra yang menerima peng-hargaan Social Business Innovation Company (SBIC) 2016 kategori semen dari Majalah Warta Ekonomi, di Pullman Hotel, Jakarta.
SMI menjadi yang terbaik berkat program pember-dayaan mangrove. Menurut Johan, penghargaan itu menjadi bukti komitmen perusahaan terha-dap pengelolaan lingkungan. SMI telah melakukan penanaman 18 ribu bibit mangrove di sepanjang pantai Tuban yang menelan anggaran hampir Rp 0,5 miliar.
Selain itu, SMI juga membantu 10 ribu bibit mangrove yang ditanam di pantai Banggi, Kabupaten Rembang, Jateng. “Selaras dengan tagline Untuk Kualitas, Untuk Bumi, Untuk Indonesia, perusahaan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya buat lingkungan. Ini bukan dalam arti penghijauan saja, tapi juga menyangkut sisi sosial,” tutur Johan.
Pada koridor itulah SMI berpartisipa-si penuh dalam program ‘BUMN Hadir untuk Negeri’ yang digagas Kemente-rian BUMN. Bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan Korem 161/Wira-sakti, SMI telah dan sedang membedah 17 rumah veteran di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
S
emester II tahun buku 2016 masih menyajikan tantangan berat bagi PT Semen Indonesia (Persero)Tbk. Perlu kiat-kiat khu-sus agar bisnis perseroan terus melaju di tengah ekonomi global yang makin melemah. Untuk itulah SMI menggelar rapat kerja perusahaan dengan tema Adapting to the New Environment thru Revenue and Cost Transformation di Gedung Pola, Gresik, Kamis (18/8).Hadir dalam rapat kerja ini jajaran Dewan Komisaris dan Dewan Direksi SMI Group serta para pejabat eselon 1. Raker yang berlangsung maraton sehari penuh ini diawali dengan arahan Dewan Komisaris yang disampaikan Komisaris Utama SMI Mahendra Siregar. Komut banyak mengupas tantangan dan pelu-ang perseroan pada semester II 2016.
Merujuk data Badan Kebijakan Fiskal
Kementerian Keuangan, papar Ma-hendra, situasi ekonomi global hingga 2020 diproyeksi belum dapat bangkit dan tumbuh sekencang era sebelum 2011 yang mampu tumbuh hingga 5,4 persen. Kondisi ini telah diprediksi sejak tiga tahun lalu. “Bahkan IMF pun enam kali merevisi turun pertumbuhan global sejak Oktober 2015. Lupakan pertum-buhan ekonomi global yang tinggi karena ekonomi dunia akan makin melemah,” ingat Mahendra.
Situasi runyam ini akibat penga-ruh pertumbuhan ekonomi China yang terus menurun, lemahnya harga komoditas, dan ketidakpastian global. Hal ini diperparah hasil referendum Brexit (Britain Exit) 23 Juni lalu yang turut memberikan tambahan risiko pada perekonomian global karena menim-bulkan ketidakpastian baru. Padahal,
ketidakpastian adalah musuh dari pertumbuhan dan investasi.
Langkah referendum Brexit yang diambil pemerintah Inggris tanpa sebab yang kuat ini, menurut komut, merupakan blunder yang membuat perekonomian salah satu negara maju ini melemah. “Dalam olahraga tenis ini namanya unforced error (membuat kesalahan sendiri). Kalau terdampak ekonomi global semua bisa maklum. Namun kalau karena unforced error, maka kita akan dihukum oleh semua pihak,” sambung mantan Wakil Menteri Perdagangan ini.
Di dalam negeri, kondisi ekonomi masih mengalami pertumbuhan sebesar 4,9 persen dalam Q1 dan 5,2 persen pada Q2, yang didominasi pulau Jawa dan Sulawesi. “Namun pertumbuhan ekonomi domestik di Q2 yang relatif
Perkuat Sinergi, Hindari
Unforced Error
FOKUS
tinggi ini ternyata tidak dapat meng-hasilkan pertumbuhan permintaan se-men seperti yang diharapkan. Padahal salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan tinggi itu adalah sektor konstruksi,” beber dia.
Hal ini membuat excess supply (kelebihan pasokan) yang merupakan akibat pertumbuhan investasi dan kapasitas produksi, semakin diperparah dengan adanya pelemahan permintaan semen. Akibatnya excess supply makin tinggi dan bakal berimbas pada harga serta utilisasi produksi.
“Jika sebelumnya potong harga adalah langkah pra produksi untuk membuka pasar, kini potong harga ada-lah persoalan survival karena demand yang lemah,” tandas mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini. “Lupakan permintaan yang akan meningkat, lupakan pertumbuhan harga. Saat ini kita masuk dalam realita yang harus dihitung dengan baik be-rapa besar harga turun,” imbuhnya.
Para analis memprediksi kondisi ini akan terus berlanjut. Sementara penu-runan ongkos produksi SMI diprediksi setara dengan penurunan harga jual. “Analis sudah memperkirakan bahwa utilitas dan EBITDA margin industri semen akan turun sebagai imbas dari excess supply, penurunan demand dan harga,” kata komut.
Berdasar data Asosiasi Semen Indo-nesia (ASI), volume penjualan SMI Group hingga akhir Juli tercatat tumbuh 1,8 persen. Meski mengalami pertumbuhan, namun market share SMI secara YoY tu-run dari 41,9 persen menjadi 41,4 persen. Atas kondisi tersebut, Dewan Komisaris meminta manajemen melakukan
langkah-langkah eisiensi biaya de-ngan
mela-kukan evaluasi menyeluruh dan upaya maksimal terhadap komponen-komponen biaya utama perseroan.
Lalu memperkuat sinergi operasio-nal, peningkatan produktivitas fasilitas produksi, hingga melakukan penelitian dan inovasi di berbagai bidang. Secara garis besar langkah ini merupakan bagian dari cost transformation.
Selain eisiensi biaya, manajemen
juga diminta untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan usaha baru, baik bisnis cement related maupun non cement related.
Hal ini sejalan dengan kebijakan manajemen SMI untuk bertransformasi dari produsen semen menjadi pemain
bisnis semen. Sementara penguatan
sumber daya internal menjadi poin terakhir dari arahan Dewan Komisaris pada manajemen. Secara garis besar Mahendra meminta agar manajemen tidak ragu untuk membuat business plan secara realistis.
Selain itu, Dewan Komisaris meminta agar business plan yang sudah disusun dapat di-deliver, kecuali terdapat faktor eksternal, dan hindari unforced error untuk menjaga kredibilitas perseroan. “Jangan ragu untuk melakukan revisi rencana bisnis secara realistis karena IMF pun melakukan beberapa kali re-visi. Deliver business plan tersebut dan hindari unforced error,” pungkasnya.
KEJAR PERTUMBUHAN EBITDA Menanggapi arahan Dewan Komisa-ris, Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra pun memaparkan garis besar strategi perusahaan guna mewu-judkan visi perseroan menjadi perusa-haan persemenan internasional yang terkemuka di Asia Tenggara.
Mengawali paparannya, dirut
meny-itir ungkapan Alvin Tofler untuk memo -tivasi para pimpinan anak perusahaan yang hadir. “Kita harus berpikir tentang hal besar pada saat mengerjakan hal kecil, sehingga akan bermuara pada tujuan yang diinginkan,”jelasnya.
Untuk dapat mencapai visi pe-rusahaan tersebut, mantan Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis ini membeber strategi perusa-haan yang dibagi dalam 7 blok. Empat diantaranya adalah strategi 3 plus 1 yang sering disebutnya, transformasi dari sekadar produsen menjadi bisnis semen, hilirisasi produk (adjacent portofolio), pasar regional, serta cost transformation.
Keempat blok ini akan didukung 2 blok strategi lain yaitu sistem dan struk-tur, serta people dan culture. Dua blok ini, menurut Rizkan, harus ada perbai-kan dan peningkatan guna mendukung strategi 3 plus 1, salah satunya adalah dengan pendelegasian wewenang. Se-mentara sebagai pendobrak di depan adalah commercial excellence.
Meski dalam strategi ini terdapat eskpansi pasar regional, namun Rizkan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak bisa di-gebyah uyah. Melainkan dilakukan dengan strategi matang de-ngan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, struktur market dan jarak dari fasilitas SMI Group.
“Daerah yang tidak memiliki bahan baku akan memberi peluang untuk bisa mengirim klinker. Ini akan mengurangi tekanan di domestik. Selain itu struktur market harus tinggi dan jarak fasilitas produksi kita harus sesuai dengan hitungan,” paparnya. Terkait cost trans-formation, dirut mengingatkan bahwa
kebijakan ini bukan sekadar eisiensi
yang hanya sekali waktu, namun berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut Rizkan memaparkan bahwa fokus pencapaian perusahaan ke depan adalah pertum-buhan EBITDA. “Kalau EBITDA tumbuh maka revenue tumbuh, namun kalau revenue tumbuh belum tentu EBITDA tumbuh,” terang dia.
Sedangkan untuk nett income, kata Rizkan, sudah tidak dapat dipertahan-kan seperti tahun sebelumnya. Situasi bakal kembali normal jika semua aksi korporasi tahun depan berjalan baik. Meski demikian dirut mengatakan tidak menoleransi pertumbuhan di bawah pasar. “Minimal harus sama dengan pasar, tidak boleh kurang,” tandasnya.
Sementara soal sinergi logistik dan transportasi antar opco dalam SMIG, konsolidasi working capital transforma-tion diharapkan dapat memperbaiki struktur biaya perseroan. (SG/bwo/ir)
FOKUS
Jangan ragu
untuk melakukan
revisi rencana bisnis
secara realistis
karena IMF pun
melakukan beberapa
kali revisi. Deliver
business plan
tersebut dan hindari
unforced error.”
MAHENDRA SIREGAR
S
emen Indonesia masih mampu menorehkan kinerja unggul di tengah persaingan bisnis semen yang semakin ketat. Hingga akhir Juli 2016, utilisasi pabrik-pabrik milik SMI mencapai 88 persen. Angka itu mengungguli utilization rate para pesaing, termasuk Indocement dan Holcim yang merupakan kompetitor utama. Fakta melegakan itu dibeberkan Direktur Keuangan SMI Darmawan Junaidi dalam ‘Rakor Bidang Keuang-an SMI Group’ di Hotel Tretes Raya, Pasuruan, Selasa (13/9).“Utilization rate kita masih yang tertinggi di Indonesia, bahkan sampai akhir tahun nanti mungkin bisa men-capai 90 persen. Sedangkan pemain yang lain di bawah 60 persen,” kata Darmawan dalam rakor yang dihadiri
direktur keuangan Semen Gresik, Se-men Padang, SeSe-men Tonasa, dan anak usaha itu. Indocement dan Holcim yang menjadi pesaing terdekat SMI, saat ini pabriknya sudah tidak full kapasitas.
Itu terjadi lantaran mereka hanya bertarung di wilayah-wilayah tertentu yang persaingannya ketat. Manakala terjadi over kapasitas dan harga anjlok, bisa jadi para kompetitor tidak menjual produk mereka. Alhasil, menurut Darmawan, stok mereka menumpuk dan ixed cost jalan terus. “Semua itu mengakibatkan utilization rate turun dan dari segi bisnis tidak menarik lagi,” ujarnya.
Toh begitu, Darmawan mengingat-kan, SMI tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan untuk memperbaiki
operational excellence. Perbaikan ope-rasional bisnis merupakan isu utama bagi SMI. Sebab, bila melihat apa yang terjadi di industri semen saat ini, yaitu over kapasitas dan tekanan harga, pengaruhnya tidak terlalu besar bagi perusahaan.
Bagi SMI, over kapasitas tidak terlalu berimbas karena memiliki pabrik yang tersebar di berbagai pelosok Indone-sia. “Kecuali di Jabar, kita memang belum memiliki pabrik,” sebut man-tan Head of Treasury Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini. Modal itulah yang membuat market share SMI selalu tertinggi.
Ke depan, menurut Darmawan, yang perlu dirapikan adalah operational excellence terkait cost transformation. Masalahnya saat ini menjual semen tidak segampang beberapa tahun lalu.
Cost transformation menjadi penting lantaran perseroan mematok peningka-tan revenue serta optimaliasi eisiensi
dalam seluruh proses bisnis.
“Tidak ada jalan lain, SDM yang ada harus kita optimalkan. Misalnya, kalau dulu tiap opco melakukan deal sendiri-sendiri dengan harga yang tidak bisa ditawar, maka sekarang akan dilakukan SMI Group. Sehingga suplier bisa meli-hat, oh ini jumlah yang ditransaksikan lebih besar. Maka harganya bisa turun sesuai harga pasar, atau diberi diskon,” paparnya.
Darmawan mencontohkan, hal itu bisa dilakukan saat pengadaan batu bara. Sebab, dari cost structure peru-sahaan, tiga komponen terbesarnya adalah energi. Yaitu batu bara, solar,
listrik PLN, ditambah transportasi. “Em-pat hal itu yang jadi fokus kita tahun ini. Sehingga kalau additional revenue
yang kita targetkan tidak sesuai hara-pan, paling tidak margin bisa kita jaga. Khususnya EBITDA, karena adanya cost transformation tadi,” cetusnya.
Langkah konkret yang akan dilaku-kan adalah merapidilaku-kan proses bisnis, dari yang sebelumnya desentraliasi menjadi sentralisasi. Dalam penyusu-nan bujet tahun 2017, sebut Dar-mawan, penganggaran dilakukan se-cara grup. Dengan begitu tidak terjadi
double cost dan lebih eisien. “Itu salah
satu tujuan rakor ini, yaitu merapikan kebijakan, SOP, sampai ke instruksi kerja. Semua harus diatur tertulis, sehingga dalam praktik day to day bisa mengacu ke sana,” katanya lagi.
Direktorat Keuangan, sambung pria kelahiran 25 Juni 1966 ini, akan mengawal inisiatif cost transforma-tion bila semuanya sudah siap. Dalam praktik, sampai sekarang pabrik SMI paling maju, operasionalnya paling oke, pengembangan produknya selalu di depan, begitu pula distribusinya. Nah, menilik semua itu mestinya bisa dilakukan sesuatu yang positif agar kinerja perusahaan semakin unggul.
“Sehingga pertumbuhan opex ( op-erating expenditure) semakin efektif, makin turun setiap tahun. Misalnya, kita perlu sedikit investasi untuk membuat
operasional lebih eisien, tapi hasilnya
lebih tinggi. Jadi produktivitas
mening-kat, terjadi eisiensi. Dengan begitu
secara struktural kita sudah melakukan
cost transformation,” ujar Darmawan. Ihwal tekanan harga yang muncul sebagai akibat terjadinya over kapasi-tas, menurut Darmawan, mesti dipa-hami bahwa kompetisi sudah semakin menggila. Eksesnya, kalau dulu SMI menjual semen hanya sampai ke dis-tributor, sekarang tidak bisa lagi. “Kita harus benar-benar paham apa yang terjadi di pasar. Jadi, menjualnya harus sampai end customer, sehingga dari sana kita mendapat feed back yang bisa dijadikan pijakan untuk mengambil keputusan selanjutnya,” ujar dia.
Darmawan berharap, berawal dari rakor bidang keuangan ini seluruh opco bisa lebih menyatu. Dengan demikian sinergi jalan, kontrol lebih mudah, dan
tentu saja makin eisien. “Semangatnya
FOKUS
Apa yang dilakukan Semen To-nasa untuk meyakinkan konsumen bahwa kualitas semennya bisa diandalkan?
Pada dasarnya kualitas Semen Tona-sa sudah bagus, karena kita didukung oleh peralatan yang canggih. Tinggal bagaimana kita mengatur angka yang sesuai standar untuk memperoleh kualitas yang diinginkan konsumen.
Semen Bukanlah barang yang baru bagi kita. Target sudah sering kita capai, namun sekarang kita harus lebih
concern pada kualitas. Kalau ada ham-batan harus segera diselesaikan, kuali-tas mesti diutamakan demi kepuasan pelanggan. Jadi bukan semata-mata untuk mencapai target. Ini akan terus kita komunikasikan dengan konsumen.
Bagaimana dengan tensi persai-ngan yang terus meninggi?
Persaingan di luar adalah tantang-an tersendiri bagi kita. Untuk itu kita harus pandai-pandai mengatur ritme dalam mengolah dan memproduksi
semen. Kalau dulu barangkali kita kurang peduli terhadap penjagaan kualitas, maka sekarang kita harus mengubah pola pikir.
Bahwa menjaga serta meningkatkan kualitas itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Perlu diingat, para kompetitor tentulah berusaha meningkatkan mutu produk mereka untuk menyaingi kita. Karena itu Semen Tonasa tidak boleh lengah. Upaya meningkatkan kualitas harus kita lakukan dengan istiqamah, termasuk bagaimana kita saling bahu membahu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pola pikir seperti ini yang harus dipahami lebih awal.
Soal lingkungan, bagaimana kepedulian Semen Tonasa selama ini?
Sekarang kita tidak bisa menutup mata lagi, kita tidak mungkin berbis-nis dengan baik tanpa memedulikan masyarakat dan lingkungan sekitar. Artinya, persoalan lingkungan itu su-dah jadi satu kesatuan dengan pengelolaan pabrik.
Semen Tonasa telah mengikuti banyak Proper (Program Penilaian Per-ingkat Kinerja Perusahaan), misalnya Industri Hijau dan lain-lain. Pendeknya semua yang ada di sekeliling perusa-haan ini kita anggap penting, baik te-man-teman LSM dan tentu saja warga sekitar. Kita tidak mungkin berbisnis dengan cara yang tidak bagus, dalam arti kita menikmati untung tetapi warga sekitar mendapatkan kerugian.
Sekali lagi saya tekankan, kita ini sudah berpengalaman membuat semen. Karena itu kita paham benar bagaimana cara berproduksi yang baik tanpa harus mengganggu lingkung-an, seluruh proses bisnis kita dijamin ramah lingkungan.
Semen Tonasa harus mendukung keinginan pemerintah agar indus-tri dikelola dengan baik, dalam arti bersahabat dengan lingkungan. Untuk itu seluruh karyawan Semen Tonasa mesti punya komitmen yang kuat dan kesadaran tinggi untuk bersama-sama mengaplikasikannya. (ST/jerry/wahyu)
Joko Sulistiyanto •
Direktur Produksi Semen Tonasa
KUALITAS MENJADI ISU PENTING UNTUK
MEMENANGI PERSAINGAN INDUSTRI SEMEN YANG
SEMAKIN SENGIT. PT SEMEN TONASA SEBAGAI
KAMPIUN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI)
TIDAK MAU TERGELINCIR GARA-GARA MUTU
PRODUKNYA MENURUN. KARENA ITU, DIREKTUR
PRODUKSI SEMEN TONASA JOKO SULISTIYANTO
MENEGASKAN, SAMPAI KAPAN PUN KUALITAS
SEMEN BERLOGO FORT ROTTERDAM INI TIDAK
BOLEH KALAH OLEH KOMPETITOR. BAGAIMANA
KIAT-KIAT SEMEN TONASA MENGHASILKAN
PRODUK YANG UNGGUL? BERIKUT WAWANCARA
DENGAN JOKO SULISTIYANTO.
P
roduk TLCC masuk ke Singa-pura lewat perusahaan traderProindo PTE LTD. Perusahaan
yang berbasis di Singapura ini dimiliki pengusaha kelahiran Sura-baya Vony Fu Li Fang yang berkongsi dengan rekan bisnisnya di Singapura, Mr Wong. Arek Kertopaten, Sidodadi, Surabaya ini merintis usaha trader
tahun 1990-an di Indonesia, sebelum akhirnya hijrah ke Singapura sejak 1998.
“Kami sangat beruntung karena bisa diberi kepercayaan Semen Indonesia Group untuk memasukkan produk se-men ke sini (Singapura),” ungkap Vony saat ditemui dikantornya, 1 Pickering Street #06-05 Great Eastern Centre Singapore. Jalan untuk bisa
meyakin-kan otoritas Singapura ameyakin-kan kehebatan semen produk TLCC ini, kata Vony, sungguh berliku.
Upaya tersebut dirintis sejak 2012, saat kali pertama SMI mengakuisisi TLCC. “Waktu itu, kalau nggak salah CEO-nya masih Pak Johan Samudra. Saya masih ingat, telepon beliau malam-malam untuk menyampaikan rencana kami ini. Beliau baik sekali dan sangat membantu,” ujar Vony. Sampai bisa melakukan ekspor pada Mei 2013, Vony harus bolak balik Vietnam-Singapura.
“Saya ingat betul, waktu itu saya tawari ke TLCC. Apa bisa bikin produk
seperti spesiikasi yang diinginkan
Singapura? Waktu itu, jawabannya nggak langsung bisa. Tapi akan dicoba