• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perlindungan Hukum Terhadap Penerima Pinjaman Dalam Penyelenggaraan Financial Technology Berbasis Peer To Peer Lending

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perlindungan Hukum Terhadap Penerima Pinjaman Dalam Penyelenggaraan Financial Technology Berbasis Peer To Peer Lending"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu dalam layanan pinjam meminjam uang secara online peer to peer lending tidak dibuat perjanjian secara tertulis karena jaminan yang diberikan oleh penerima pinjaman

Tetapi peraturan ini tidak ditujukan untuk perusahaan FinTech Peer to Peer Lending ilegal, hal ini dijelaskan pada pasal 20 ayat (2) Peraturan OJK Nomor 1/POJK.07/2013

7 Raden Ani Eko Wahyuni, “Perkembangan Ekonomi Islam Di Indonesia Melalui Penyelenggaraan Fintech Syariah”. Mahkamah: Jurnal Kajian Hukum Islam 4, no.. 8 P2P Lending

1) Magister Hukum dari Universitas Sumatera Utara atas nama Laurentia Ayu Kartika Putri dengan judul “Peer Responsibilities Penyedia Layanan Peer Lending Mengenai Risiko

Karena tidak ada jaminan yang diberikan oleh penerima pinjaman dalam kegiatan Fintech berbasis Peer to Peer Lending, jika terjadi wanprestasi karena kesalahan atau kecerobohan

Dalam peranannya sebagai pengaturan terhadap perkembangan industri Fintech jenis P2P Lending, OJK sudah menerbitkan peraturan yang tertulis dalam Peraturan

Penelitian 1: mengkaji pada perlindungan hukum bagi pemberi pinjaman dalam penyelenggar aan Financial Technology berbasis Peer to Peer Lending di Indonesia Penelitian 2:

As for research related to interest in using financial technology peer to peer lending in the millennial generation in Indonesia, not too much has been done, existing research, among