• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung 04 Mei 2015 1

BPS PROVINSI LAMPUNG

                                 

No. 08/05/18/Th.VII, 04 Mei 2015

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI Manufaktur BESAR DAN

SEDANG PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI Manufaktur MIKRO DAN

KECIL PROVINSI Lampung TRIWULAN I TAHUN 2015

LAMPUNG

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) Provinsi Lampung pada triwulan I tahun 2015 turun sebesar 3,34 persen dari triwulan IV tahun 2014. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi penurunan produksi produk-produk industri besar dan sedang pada triwulan ini dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (y-on-y) Provinsi Lampung pada triwulan I tahun 2015 sedikit meningkat dari triwulan yang sama tahun sebelumya sebesar 2,67 persen, hal ini memperlihatkan bahwa di triwulan yang sama keadaan perekonomian tahun 2015 sedikit lebih baik dari tahun 2014, yang berarti penyerapan pasar terhadap produk-produk industri pada triwulan I tahun 2015 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2014 mengalami peningkatan.

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to-q) Provinsi Lampung pada triwulan I tahun 2015 meningkat sebesar 4,94 persen dari triwulan IV tahun 2014. Untuk Pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (y-on-y) bila dilihat pada triwulan I tahun ini, pertumbuhannya menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 11,85 persen dari triwulan yang sama tahun sebelumnya.

INDONESIA

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) Indonesia triwulan I tahun 2015 sedikit menurun sebesar -0,71 persen dari triwulan IV tahun 2014, hal ini menunjukkan produksi pada produk-produk industri pengolahan nasional pada triwulan ini dibandingkan triwulan sebelumya tahun 2015 mengalami penurunan yang tidak berarti.

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (y-on-y) Indonesia triwulan I tahun 2015 menunjukkan peningkatan pertumbuhan cukup baik sebesar 5,05 persen bila dibandingkan dengan triwulan I tahun 2014, hal ini mengindikasikan perekonomian sektor industri yang berbasis perusahaan besar dan sedang di Indonesia pada triwulan I di tahun ini lebih baik dibandingkan triwulan I tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to-q) Indonesia pada triwulan I tahun 2015 sedikit meningkat sebesar 0,64 persen dari triwulan IV tahun 2014, sementara untuk Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (y-on-y) meningkat cukup baik sebesar 5,65 persen pada triwulan I 2015 jika dibandingkan dengan keadaan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

(2)

Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung 04 Mei 2015 2 1. PENDAHULUAN

Perusahaan Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Provinsi Lampung tersebar di hampir semua kabupaten/kota dan sebagian besar berada di Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Mesuji, Kota Metro, dan Kota Bandar Lampung. Sektor Industri Manufaktur Besar dan Sedang merupakan salah satu sektor andalan pembangunan nasional dan memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja.

Pada sektor industri, selain perusahaan industri Manufaktur besar dan sedang juga terdapat industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK). Data statistik IMK memiliki arti penting bagi pembangunan dan memberi andil terhadap kebijakan pemerintah yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Di Provinsi Lampung pengumpulan data IMK dilakukan secara sampel dan tersebar merata di semua kabupaten/kota.

2. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG

Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) di Provinsi Lampung dalam kurun waktu setahun terakhir menunjukkan terjadi peningkatan pada triwulan II sampai triwulan IV 2014, kemudian pada triwulan I 2015 mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya. Pertumbuhan produksi pada triwulan II tahun ini mulai tumbuh positif sebesar 2,33 persen, pada triwulan III terus meningkat sebesar 3,34 persen dan pada triwulan IV 2014 juga meningkat meski peningkatannya tidak sebesar dua triwulan sebelumnya yaitu sebesar 0,44 persen. Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang pada triwulan ini tumbuh positif pada Industri Karet, barang dari karet dan plastik. Sementara untuk pertumbuhan Industri Manufaktur Besar dan Sedang pada triwulan ini turun sebesar 3,34 persen.

Gambar 1 dibawah ini menggambarkan secara visual pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Propinsi Lampung setiap triwulannya selama setahun terakhir.

Gambar 1. Pertumbuhan Industri Manufaktur Besar dan Sedang Provinsi Lampung (q-to-q) Per Triwulan Selama Setahun Terakhir

Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) pada triwulan I 2015 di Provinsi Lampung sedikit menurun dari triwulan IV tahun 2014 sebesar 3,34 persen. Terjadinya peningkatan Pertumbuhan produksi pada Industri Karet, barang dari karet dan plastik 11,21 persen namun untuk Industri Manufaktur Besar dan Sedang pada sub sektor industri Makanan (KBLI 10) justru turun sebesar 2,40 persen.

Series1; Triw II 2014; 2,33 Series1; Triw III

2014; 3,34 Series1; Triw IV 2014; 0,44 Series1; Triw I 2015; -3,34 Pertumbuhan (persen)

(3)

Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung 04 Mei 2015 3 Untuk Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (y-on-y) di Provinsi Lampung pada triwulan I 2015 justru meningkat sebesar 2,67 persen dari triwulan I tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan produksi hasil pengolahan produk-produk industri Manufaktur Besar dan Sedang pada triwulan I tahun ini bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Sementara untuk pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang pada triwulan I 2015 menurut sub sektor industri adalah pada sub sektor industri Makanan (KBLI 10) naik sebesar 4,82 persen dan pada sub sektor industri Karet dan barang dari Karet dan Barang dari Plastik (KBLI 22) juga mengalami peningkatan pertumbuhan lebih baik sebesar 7,75 persen.

Sementara, pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Indonesia (q-to-q) pada triwulan I 2014 pertumbuhannya sedikit menurun sebesar 0,71 persen dari triwulan IV tahun 2014. Sub sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada triwulan ini adalah sub sektor Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional sebesar 7,67 persen (KBLI 21), Sedangkan sub sektor yang mengalami pertumbuhan terendah pada triwulan ini adalah sub sektor Industri Barang Galian Bukan Logam turun sebesar 6,64 persen (KBLI 23).

Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (y-on-y) di Indonesia pada triwulan ini mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 5,05 persen dari triwulan I tahun 2014. Hal ini menunjukkan bahwa secara nasional keadaan perekonomian pada triwulan I tahun 2015 lebih baik jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

Tabel 1 berikut menjelaskan pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) pada triwulan IV Tahun 2014 dan triwulan I tahun 2015 dan pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (y-on-y) di Provinsi Lampung secara rinci yang terbagi dalam dua jenis industri dan pertumbuhan Industri Manufaktur Besar dan Sedang Indonesia secara total.

Tabel 1. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV Tahun 2014 dan Triwulan I Tahun 2015 di Provinsi Lampung dan Indonesia

No

Kode

Jenis Industri

Pertumbuhan (%)

q-to-q y-on-y

KBLI Triw IV Triw I Triw IV Triw I

1 10 Industri Makanan - Manufacture of

food products 1.27 -2.40 -2.70 4.82

2 22

Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik - Manufacture of rubber and plastic products

-4.86 11.21 -6.95 7.75

IBS Lampung 0.44 -3.34 -3.33 2.67

(4)

Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung 04 Mei 2015 4 3. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL

Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to-q) pada triwulan I 2015 di Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dari triwulan sebelumnya sebesar 4,94 persen. Sub sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sub sektor Industri Pengolahan Lainnya sebesar 11, 87 persen (KBLI 32), sedangkan untuk sub sektor yang mengalami pertumbuhan terendah pada triwulan ini terjadi pada sub sektor Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik turun 7,81 persen (KBLI 22).

Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (y-on-y) triwulan I 2015 di Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan yang lebih baik sebesar 11,85 persen dibandingkan keadaan triwulan IV tahun 2014. Peningkatan pertumbuhan terbesar terjadi pada sub sektor Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar 21,49 persen (KBLI 25). sedangkan untuk sub sektor yang mengalami pertumbuhan terendah pada triwulan ini terjadi pada sub sektor Industri Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik turun 10,45 persen (KBLI 22).

Sementara untuk pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to-q) pada triwulan I 2015 di Indonesia tumbuh perlahan sebesar 0,64 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2014. Sub Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sub sektor Industri Kertas dan Barang dari Kertas sebesar 8,54 persen (KBLI 17) dan yang mengalami pertumbuhan terendah adalah sub Industri Komputer, Barang Elektronika dan Optik turun 3,53 persen (KBLI 26).

Untuk Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (y-on-y) triwulan I 2015 di Indonesia juga meningkat sebesar 5,65 persen dari triwulan yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa keadaan perekonomian sektor industri mikro dan kecil di Indonesia triwulan I tahun ini lebih baik dari triwulan I tahun sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan terbesar terjadi pada sub sektor Industri Kertas dan Barang dari Kertas sebesar 25,32 persen (KBLI 17), sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada sub sektor Industri Pengolahan Tembakau turun sebesar 58,34 persen (KBLI 12).

Gambar 2 berikut memperlihatkan perbandingan pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to-q) per triwulan di Provinsi Lampung dan Indonesia pada kurun waktu setahun terakhir dan

pertumbuhan selama tahun 2015.

Gambar 2. Pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Per Triwulan (q-to-q) Selama Tahun 2015 Provinsi Lampung dan Indonesia

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung 04 Mei 2015 5 Tabel berikut menjelaskan pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil triwulan I tahun 2015 di Provinsi Lampung menurut Jenis Industri dan Total Pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Indonesia.

Tabel 2. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan I Tahun 2015 Provinsi Lampung dan Total Pertumbuhan IMK di Indonesia

No Kode KBLI Jenis Industri Pertumbuhan Triw I (persen) q-to-q y-on-y

(1) (2) (3) (4) (5)

1 10 Industri Makanan 3.41 17.77

2 11 Industri Minuman -1.85 3.84

3 13 Industri Tekstil 11.64 14.62

4 14 Industri Pakaian Jadi -5.31 -6.18

5 16

Industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya

11.85 4.63

6 18 Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman 5.19 11.03 7 20 Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia -0.12 1.36 8 22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik -7.81 -10.45

9 23 Industri Barang Galian Bukan Logam 2.78 0.38

10 25 Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya 8.69 21.49

11 31 Industri Furnitur -3.53 -0.90

12 32 Industri Pengolahan Lainnya 11.87 4.70

IMK Lampung 4.94 11.85

(6)

Berita Resmi Statistik Provinsi Lampung 04 Mei 2015 6 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG

Jl. Basuki Rahmat No. 54 Teluk Betung Bandar Lampung 35215 Telepon (0721) 482909, 484329 ; Faksimili (0721) 484329

Email: [email protected]

Homepage: http:// lampung.bps.go.id

Keterangan lebih lanjut hubungi : Bidang Statistik Produksi

Up. Aryanto, S.Si.,M.M.

Tlpn (0721) 482909/484329 Pswt 130

 Email: [email protected]

Gambar

Gambar 1 dibawah ini menggambarkan secara visual pertumbuhan produksi Industri  Manufaktur  Besar dan Sedang di Propinsi Lampung setiap triwulannya selama setahun terakhir
Tabel 1 berikut menjelaskan pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q)  pada triwulan IV Tahun 2014  dan triwulan  I tahun 2015  dan pertumbuhan produksi Industri  Manufaktur  Besar  dan  Sedang  (y-on-y)  di  Provinsi  Lampung  secara  rinci  yang  terbagi  dalam  dua  jenis  industri  dan  pertumbuhan Industri Manufaktur Besar dan Sedang Indonesia secara total.
Gambar 2 berikut memperlihatkan perbandingan pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil                 (q-to-q)  per  triwulan  di  Provinsi  Lampung  dan  Indonesia  pada  kurun  waktu  setahun  terakhir  dan

Referensi

Dokumen terkait

Jika unit kerja tidak melakukan backup CMS dan basis data minimal satu kali dalam satu tahun, maka web unit kerja tersebut tidak akan diikutsertakan dalam lomba web

Adapun tema riset Partisipasi masyarakat dalam pemilu yakni : Masalah Sosial Ekonomi, Kehadiran dan Ketidakhadiran Pemilih di TPS Voter turnout, Perilaku memilih Voting

Mansyur Medan atau di tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Medan, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau

Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu: tahap pertama dengan meren- dam larva ikan cupang berumur empat hari ke dalam larutan tepung testis sapi dengan dosis berbeda, dan tahap

Proses perhitungan penggajian yang masih diterapkan di Sentra-Net masih dibilang rumit dan cukup menghabiskan banyak waktu untuk di kerjakan oleh SDM,

Dengan pengujian ini dapat diketahui apakah variabel independen (X) secara tunggal berpengaruh terhadap variabel independen (Y), yaitu dengan membandingkan antara

terobsesi dengan tampilan dimana di zaman modern seperti sekarang ini, yang berperan besar dalam membentuk presepsi adalah penampilan. Analisis ini kemudian dilakukan

“Haroa” sebagai sebuah tradisi dan merupakan rumpun media tradiosional adalah merupakan salah satu media dakwah efektif yang digunakan oleh tokoh agama (khatibi, lebe)