• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

22

KONSEP DESAIN

4.1 Landasan Teori

4.1.1 Teori Komunikasi

Komunikasi diambil dari kata communication, yang dalam bahasa latin “Communicatio”, dari kata communis yang berarti “sama”. Sama disini menggambarkan sama makna. Komunikasi merupakan penyampaian pemikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan) dalam wujud simbol “pikiran”. Komunikasi disini bisa berupa gagasan, inspirasi, opini, cerita, dan lain-lain (Mulyana, 2000:62).

Unsur-unsur dalam komunikasi yaitu: 1. Sumber (komunikator)

Orang yang menyampaikan pesan kepada komunikan. 2. Pesan (message)

Hal yang ingin disampaikan oleh komunikator. 3. Penerima (komunikan)

Sang penerima pesan. 4. Saluran (channel)

Sarana untuk menyampaikan atau menyebarluaskan pesan. 5. Hasil (feedback)

Reaksi atas pesan yang disampaikan. 6. Protokol

Aturan yang disetujui atau disepakati tentang bagaimana komunikasi akan dijalankan.

Lambang-lambang komunikasi yaitu: 1. Bentuk atau gambar

2. Suara (bunyi atau bahasa)

(2)

4. Gerak-gerik (gestur)

Jenis komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal meliputi perbendaharaan kata, kecepatan, intonasi suara, humor, komunikasi yang singkat dan jelas serta pengaturan waktu. Komunikasi non verbal adalah penyampaian suatu pesan tanpa menggunakan kata-kata namun menggunakan bahasa tubuh atau ekspresi dan mimik.

4.1.2 Teori Pembentukan Cerita

Cerita terbagi menjadi 2 kategori, yaitu: 1. Fakta

Cerita yang diangkat dari kejadian yang sebenarnya/telah terjadi.

2. Fiksi

Cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi atau khayalan dan tidak benar-benar terjadi.

Hal-hal yang diperlukan untuk membuat ide cerita, yaitu: a. Pengumpulan data yang berhubungan dengan latar

belakang suatu kejadian. b. Menyusun situasi dan karakter. c. Menganalisa kejadian dan karakter. d. Membangun sequence dari blok informasi.

Struktur cerita bermula dari storyline yang ada, kemudian cerita tersebut dibuat berdasarkan struktur. Penulis menggunakan struktur cerita paralel, yaitu struktur yang memungkinkan berjalannya beberapa kejadian yang sedang berlangsung dalam waktu yang bersamaan. Struktur paralel umumnya digunakan untuk satu aksi dari dua atau lebih karakter yang diperlukan dalam waktu yang bersamaan (Hayward, 2009).

4.1.3 Prinsip Desain Karakter

Desain karakter merupakan salah satu hal yang terpenting dalam pembuatan film animasi. Desain yang menarik dapat memikat penonton dan mempermudah karya animasi itu sendiri untuk diingat. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah dengan menerapkan beberapa

(3)

prinsip umum yang perlu dipertimbangkan ketika merancang karakter pada sebuah animasi.

1. Referensi

Menggunakan referensi dapat sangat membantu dalam pembuatan karakter. Referensi visual dapat membantu dalam pemebentukan unsur keaslian karakter, properti dan environment.

2. Mensejajarkan karakter

Perlu diperhatikan perbandingan keserasian karakter satu dengan yang lainnya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa karakter yang dibuat berasal dari dunia yang sama dan memiliki keterkaitan karena karakter-karakter tersebut nantinya akan berinteraksi baik secara fisik maupun secara emosi.

3. Bentuk dasar karakter

Perancangan karakter harus memiliki bentuk-bentuk dasar sederhana agar siluet yang diciptakan dapat mudah dikenali.

4. Proporsi

Dalam pembuatan karakter harus tetap menjaga proporsi yang wajar antara karakter satu dengan yang lain, karena apabila tidak maka hal tersebut dapat merusak keharmonisan dalam animasi tersebut. Proporsi pada wajah juga sangat penting. Contohnya, apabila hidung karakter terlalu besar maka akan menghalangi mata dan mengalihkan makna ekspresi karakter.

5. Kejelasan

Detil yang terlalu banyak dapat membingungkan daya tarik karakter. Detil yang diberikan sebaiknya adalah detil-detil sederhana yang hanya berfungsi sebagai pemberi penekanan pada karakter.

(4)

6. Straights against curves

Menggunakan garis lurus (tension) dan garis lengkung (ritme) dalam bentuk dasar pada sebuah desain karakter dapat membuat daya tarik visual tersendiri.

4.1.4 Teori Warna

Menurut Deakins (2007), melalui warna, film dapat menyampaikan perasaan yang mempengaruhi penonton bahkan setelah credits bergulir. Hal tersebut merupakan cara terbaik untuk meningkatkan emosi dari cerita baik secara langsung atau tidak langsung. Menurut Storaro (2007), setiap warna adalah gelombang energi tertentu yang dapat mewakili dan melambangkan waktu tertentu dalam kehidupan. Makna warna bersifat universal, bahkan bila pengelihat memiliki kultur budaya yang berbeda. Bahkan apabila penonton tidak melihat arti warna yang berbeda, mereka dapat merasakannya.

Kecerahan dan temperatur warna juga digunakan untuk mendukung emosi yang mendasari kejadian. Kecerahan warna yang rendah dapat menciptakan momen-momen dramatis. Secara emosional, warna-warna dingin dihubungkan dengan tensi ketegangan yang menengah hingga tinggi, misteri dan sendu.

4.2 Strategi Kreatif

4.2.1 Strategi Komunikasi

Sebagai strategi komunikasi dalam pembuatan animasi pendek ini penulis melakukan pembagian yang meliputi fakta kunci, unique selling point, pendekatan rasional dan emosional, premis cerita, penetapan judul, sinopsis cerita, treatment, dan naskah.

4.2.1.1 Fakta Kunci

a. Kurangnya kepedulian terhadap kehidupan setelah kematian.

b. Ego manusia terhadap permasalahan duniawi masih sangat besar.

(5)

c. Manusia memiliki naluri untuk mempertahankan kehidupan.

d. Kematian pasti akan datang.

e. Belum banyak ilmuwan di Indonesia yang memberikan perhatian terhadap fenomena mati suri.

4.2.1.2 USP (Unique Selling Point)

Keunikan dari karya animasi pendek ini antara lain: a. Mengangkatan kembali pengalaman mati suri yang

diceritakan dengan cerita yang orisinil dan bersifat universal.

b. Film fiksi yang bertema spiritual.

4.2.1.3 Pendekatan Rasional dan Emosional 1. Pendekatan Rasional

Penceritaan dilakukan berdasarkan data-data cerita yang diperoleh penulis.

2. Pendekatan Emosional

Penceritaan dalam animasi pendek ini memiliki harapan agar membangkitkan emosi penonton akan pengalaman yang dilalui tokoh.

4.2.1.4 Premis Cerita

Penyesalan seorang remaja pria akan kematian seorang kekasih dan ibunya akibat keegoisan dirinya setelah mengalami peristiwa mati suri.

4.2.1.5 Penetapan Judul

Judul untuk animasi pendek ini adalah “Perjalanan Terakhir”, sesuai dengan isi cerita dimana seorang remaja melakukan perjalanan yang terakhir bersama orang-orang yang berarti baginya di alam setelah kehidupan.

4.2.1.6 Sinopsis Cerita

Putra, seorang remaja yang memiliki sifat kasar dan egois suatu ketika marah besar pada kekasihnya yang ternyata

(6)

diam-diam pergi bersama temannya. Ia memutuskan untuk menjemput kekasihnya, Gadis, dan segera meninggalkan rumah. Ibunya sempat melarangnya pergi, tetapi larangan ibunya itu dihiraukannya. Hingga akhirnya ibunya tak kuasa menahan kepergiannya, walaupun setelah itu ibunya merasa khawatir akan putranya.

Ketika Putra sedang menunggu Gadis di suatu tepi jalan, Gadis berjalan pelan-pelan karena takut akan dikasari lagi oleh Putra. Dalam perjalanan pulang, Gadis hanya berdiam diri menanggapi perilaku kesal Putra, karena merasa bersalah dan ia memang teramat mencintai lelaki tersebut. Ibunya, yang mengkhawatirkan anak semata wayangnya hanya dapat bersedih dan merasa cemas.

Karena emosi yang melanda dirinya, Putra melarikan mobil dengan kecepatan tinggi. Dan tidak diketahui olehnya bahwa sedang ada perbaikan jalan di depannya, dan seketika ia membanting setirnya dan ia pun bersyukur telah berhasil menghindari kecelakaan.

Sesampainya di rumah, didapati sebuah ranjang di ruang tengah seperti layaknya akan diadakan pengajian untuk keluarga yang berduka. Ia pun merasa bingung mendapati rumahnya dalam keadaan kosong, ibunya pun tidak ada disana. Seiring lelah, ia melawan rasa kantuknya. Dibaringkan tubuhnya di ranjang tersebut, dan tanpa sadar ia pun tertidur.

Ketika terbangun, ia kebingungan menyadari berada di suatu jalan, sementara tampak Gadis memandangi dirinya dengan perasaan sedih, walaupun Gadis melambaikan senyuman kepadanya. Gadis kemudian beranjak dari tempat itu dan hendak pergi meninggalkan Putra, seraya mengajaknya untuk mengikutinya. Putra yang merasa bingung, berjalan dengan bertanya-tanya tentang hal aneh ini seraya melihat ke sekelilingnya, namun hanya kehampaan yang tampak di sekitarnya. Tak berapa jauh berjalan, ia mendapati ibunya yang tengah menunggu di suatu pintu lorong. Putra pun semakin

(7)

bingung akan keganjilan tersebut. Ibunya kemudian seakan memberikan isyarat untuk menyusuri lorong tersebut

Tak terasa mereka telah berada di sebuah lorong, dimana lorong tersebut hanya ada kegelapan dan kesenduan serta kesepian. Putra yang sebenarnya adalah anak yang manja, merasa ketakutan berada di suatu tempat yang membuatnya tak nyaman. Semantara ibunya dan Gadis terus berjalan tanpa menyadari keganjilan apapun. Sesaat perjalanan mereka pun kemudian terhenti ketika dua sosok misterius berdiri di depan jalan. Putra ketakutan dan sedikit demi sedikit ia berjalan mundur. Namun salah satu dari sosok misterius itu mendekatinya. Sosok itu kemudian membuka jubahnya, Putra pun terbawa akan rasa takutnya seakan-akan ia pergi mengelilingi neraka.

Putra kemudian tersadar semua itu hanya rasa takutnya. Ibu dan Gadis seakan memberikan isyarat seperti hendak pergi dan tak akan kembali. Putra pun takut kehilangan mereka. Putra takut merasa sendiri dan menyesali perbuatan-perbuatan buruk yang sering ia lakukan kepada Gadis dan ibu. Putra menyesal karena tak sempat mengucapkan permintaan maaf kepada mereka berdua yang berharga selama ini bagi dirinya. Rasa ketakutan semakin bertambah di dirinya dan tak berapa lama kemudian sinar putih itu terasa sangat menyilaukan dan membuatnya tak mampu melihat apapun. Seketika dirinya merasa tak berdaya seakan gravitasi yang ada berubah dan membuatnya terhempas semakin jauh dari mereka.

Sesaat kemudian ia tersadar di tempat tidur rumah sakit, terlepas dari kondisi koma dan mendapati ternyata ia selamat, ia tidak mati seperti yang diperkirakannya saat memasuki lorong tadi, dan ternyata malah kekasih dan ibunya yang meninggalkan dirinya. Kekasihnya ternyata meninggal dalam kecelakaan yang disebabkannya. Sementara ibunya meninggal karena serangan jantung saat mendengar kabar

(8)

dirinya terkena kecelakaan saat itu. Ia kemudian menyesali semuanya, karena akibat perbuatannya, ia telah menghilangkan kedua nyawa orang yang sebenarnya paling berharga dalam hidupnya.

4.2.1.7 Treatment

Berikut merupakan treatment dari animasi pendek “Perjalanan Terakhir”.

1. Judul.

2. Full Shot. Gadis duduk bersama seorang teman di suatu restoran, seakan sedang berkeluh kesah.

3. Cut-In. Tia, teman Gadis, hendak menyentuh tangan Gadis yang ternyata lebam.

4. OSS. Wajah Gadis yang tengah bersedih.

5. Zoom in. Telepon genggam Gadis berdering, Putra menelepon.

6. CU Gadis semakin murung melihat telepon genggamnya. 7. Fade to black.

8. Camera tilt atas ke bawah. Suasana rumah Putra tampak luar.

9. MCU Ibu Putra hendak menahan kepergian Putra. 10. MS Putra berjalan tergesa-gesa.

11. MS Putra pun kesal dengan ibunya yang hendak menghentikannya.

12. CU Putra membentak ibunya. 13. CU Ibunya terkejut dan sedih. 14. Fade to black.

15. LS. Putra menunggu Gadis di suatu jalan. 16. Langkah Gadis yang pelan-pelan karena takut. 17. ECU. Mata Putra melirik ke arah kedatangan Gadis. 18. Cut to.

19. Camera tilt atas ke bawah. Mobil Putra yang sedang melaju.

(9)

20. CU Si lelaki mengendarai mobilnya dengan kesal dan kencang.

21. CU wajah Gadis tampak sedih sekaligus takut. 22. Cut to.

23. MCU Di rumah si ibu mengkhawatirkannya. 24. Cut to.

25. Mobil Putra melaju kencang.

26. CU Gadis merunduk sedih dan takut.

27. LS. Tak disadari ada perbaikan jalan di depannya.

28. Mobil Putra rem mendadak dan berhasil menghindarinya. 29. Fade to black.

30. WS Si lelaki tiba dirumah dengan kondisi sepi, sunyi dan kosong.

31. OSS Sebuah ranjang berada di ruang tengah. 32. Putra berjalan menuju kamar ibu.

33. CU Putra bingung, dan menengok ke kamar si ibu yang tak ada di rumah.

34. Cut to.

35. MS Putra membaringkan tubuhnya seraya melawan kantuk.

36. CU Putra tertidur. 37. Fade to white.

38. WS Putra terbangun di sebuah jalan asing, dan didapati Gadis yang bersamanya.

39. CU Gadis tersenyum kepadanya, kemudian murung kembali.

40. MS Gadis pergi meninggalkannya menyusuri jalan. 41. CU Putra mengikutinya dengan rasa bingung.

42. WS Gadis dan Putra berjalan menyusuri perjalanan yang tiada berakhir.

43. Dissolve to.

44. MS Tampak si ibu sedang menantikan si lelaki di pintu lorong.

(10)

46. MS Si ibu kemudian mengisyaratkan mereka untuk menyusuri lorong.

47. MS Putra, Gadis dan ibu berjalan menyusuri lorong. 48. MS Perjalanan terhenti.

49. Full Shot. Dua sosok misterius yang berada di depan mereka.

50. MS Putra ketakutan dan mulai berjalan mundur secara perlahan.

51. MS Sosok misterius mendekatinya. 52. MS Sosok misterius membuka jubahnya. 53. Full Shot. Putra terjatuh ke suatu tempat. 54. MS Putra terbangun dari jatuhnya.

55. MS Putra berlari menghindari kejaran bayang-bayang aneh.

56. Bayang-bayang tersebut menerkamnya.

57. WS Bayang-bayang aneh melemparkan Putra ke lautan api.

58. Putra terbangun terikat-ikat di suatu tempat pemotongan daging.

59. Fade to white.

60. CU Putra ketakutan sambil memandangi ibu dan kekasihnya.

61. MCU Si kekasih dan ibu hanya bisa sedih.

62. MS Gadis dan ibu melangkah mendekati dua sosok tersebut.

63. MS Putra mengejar mereka namun sosok tersebut menghalanginya.

64. MS Gadis dan ibu perlahan mulai menghilang dari pandangannya.

65. MCU Putra sedih dan menyesali kepergian mereka.

66. MCU Putra merunduk sedih dan kemudian gravitasi berubah.

67. WS Putra terhempas menjauhi lorong tersebut. 68. WS Putra melayang dan tak sadarkan diri.

(11)

69. CU Si lelaki tersadar dari koma.

70. MCU Si lelaki mulai memahami keadaan kekasihnya yang telah meninggal.

71. Fade to white.

72. Flashback. Pertemuan Putra dan Gadis di suatu tepi jalan, keduanya saling bersenyuman.

73. Fade to white.

74. Flashback si ibu yang terjatuh terkena serangan jantung ketika menerima kabar kecelakaan si lelaki.

75. Si lelaki termenung menyesali.

4.2.1.8 Naskah

“PERJALANAN TERAKHIR”

TITLE: “PERJALANAN TERAKHIR”

FADE IN:

INT. RESTORAN - MALAM

GADIS, perempuan, remaja, tengah duduk berdua dengan seorang teman perempuan, TIA. Tampak sendu dan berkeluh kesah.

PUTRA (V.O.)

Gadis.. Kekasih yang seharusnya kucinta.

Tia kemudian hendak menyentuh bagian tangan si kekasih tadi.

PUTRA (V.O.)

Entah mengapa selalu kulakukan hal-hal yang diluar batas kepadanya.

MCU tangan Tia menyentuh tangan Gadis. PUTRA (V.O.)

Dan entah mengapa, walaupun demikian, ia tiada pernah berpaling dariku.

(12)

Gadis seketika menjauhkan tangannya yang ternyata

lebam akibat kekasaran yang kerap dilakukan

kekasihnya.

MCU wajah sedih Gadis. MCU wajah heran Tia.

MCU telepon genggam Gadis berdering. FADE TO BLACK

INT. RUANG TENGAH RUMAH PUTRA – MALAM

PUTRA tampak kesal dan tergesa-gesa karena

mengetahui Gadis pergi tanpa izinnya. PUTRA (V.O.)

Amarahku lagi-lagi memuncak ketika kudapati ia pergi tanpa pengetahuanku. IBU sempat melarangnya.

PUTRA (V.O.)

Ku tak peduli durhaka, dan kuhiraukan segala kata-kata klise yang berulang

kali kudengar.

CU tatapan sinis dan kesal Putra terhadap IBU. Putra tetap pergi dan menghiraukan Ibu.

Ibu sedih melepas kepergian anaknya dengan perasaan cemas.

CUT TO: EXT. SUATU TEPI JALAN – MALAM

Malam mulai menyepi, Putra menunggu kehadiran Gadis.

PUTRA (V.O.)

Mataku selalu terasa gelap tiap kali aku kecewa.

MCU Gadis jalan dengan pelan-pelan. Gadis nampak takut.

Ketika Putra melihat kehadiran Gadis, ia hendak

(13)

karena respon Gadis yang terlihat ketakutan dan sedikit menjauh.

CUT TO: INT. MOBIL PUTRA – MALAM

Putra tampak masih kesal. Mobilnya dilaju dengan kencang.

PUTRA (V.O.)

Aku tak khawatir dengan apa yang kulakukan.. Dan kulakukan apapun agar

aku selalu jadi yang unggul. CU spidometer mobil.

CUT TO: INT. RUANG TENGAH RUMAH SI LELAKI – MALAM

Ibu duduk dengan perasaan cemas akan anaknya. PUTRA (V.O.)

Bahkan dengan ibuku. CU wajah Ibu cemas.

CUT TO: INT. MOBIL SI LELAKI – MALAM

Gadis merunduk sedih dan takut. Sesekali Putra melihatnya sinis seperti siap untuk menghukumnya lagi.

PUTRA (V.O.)

Kurasa takkan pernah ada rasa peduli bila tanpa alasan. Seolah caraku pun

tak akan jadi masalah. CU spidometer mobil.

CUT TO: EXT. JALANAN – MALAM

Mobil Putra yang tengah melaju kencang, tak

disadarinya ada perbaikan jalan telah menunggu di depan.

(14)

INT. MOBIL PUTRA – MALAM CU wajah Putra terkejut.

Seketika si lelaki membanting setir mobilnya.

CUT TO: EXT. JALANAN – MALAM

Mobil itu pun rem mendadak dan berhasil menghindari perbaikan jalan tersebut.

PUTRA (V.O.) Nyaris saja. FADE TO BLACK

INT. RUANG TENGAH RUMAH PUTRA – MALAM

Rumah Putra tampak sepi dan sunyi. Sebuah ranjang tengah menanti di ruang tengah layaknya akan ada sebuah pengajian untuk keluarga yang berduka.

PUTRA (V.O.)

Sebuah ranjang seakan menantikan kehadiranku pulang. Seolah aku siap

untuk didoakan. CU wajah Putra bingung.

PUTRA (V.O.)

Kulihat rumahku.. tapi ibuku pun tak ada disana.

Ibunya pun tak ada disana. Rumah tersebut seakan kosong.

INT. KAMAR IBU – MALAM

Ditengoknya ke kamar, namun ibunya pun juga tak ada disana.

PUTRA (V.O.) Ini ganjil. INT. RUANG TENGAH RUMAH PUTRA – MALAM

Seraya dengan rasa lelahnya, Putra membaringkan tubuhnya di ranjang itu. Ia melawan rasa kantuknya.

PUTRA (V.O.)

(15)

MCU Putra yang tengah berbaring. PUTRA (V.O.)

Tapi.. bila aku terlelap, siapa yang akan membukakan pintu untuknya.

Namun rasa kantuk itu tak dapat dielakkan olehnya sehingga ia akhirnya tertidur.

FADE TO WHITE

EXT. JALANAN SEMPIT – MALAM

Putra terbangun dari tidurnya. Ia kebingungan

melihat dirinya berada di tempat yang asing baginya. PUTRA (V.O.)

Aku terbangun di suatu tempat yang membuatku bertanya-tanya.

Gadis tampak memandangi dirinya dengan wajah yang sedih. Putra pun bingung akan keberadaan Gadis disana.

PUTRA (V.O.)

Dan apa yang Gadis lakukan di tempat ini bersamaku?

Gadis kemudian pergi meninggalkan Putra menyusuri jalan tersebut.

PUTRA (V.O.)

Aku pun sungguh tak mengenali tempat ini.

Putra pun turun dari ranjangnya, dengan perasaan bingung ia pun mengikuti Gadis.

PUTRA (V.O.)

Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Gadis seolah terus menghiraukanku.

Keduanya terus berjalan menyusuri jalanan tersebut yang jauh dan tak kunjung sampai.

PUTRA (V.O.)

Sunyi ini sungguh terasa asing bagiku. Kaki ku terus melangkah dan membawa diriku yang entah kemana tujuannya.

(16)

Tak terasa jalan tersebut mengantarkan mereka ke suatu lorong. Nampak sosok yang dikenali oleh Putra di pintu lorong tersebut.

PUTRA (V.O.)

Dan aku semakin merasa bingung akan keganjilan ini ketika aku bertemu

dengan.... CU Ibu tersenyum

PUTRA (V.O.) Ibuku?

Ibu menampakkan diri. Ibu hanya tersenyum dengan pandangan sendu kepada Putra. Putra semakin bingung akan keberadaan ibu.

INT. LORONG – MALAM

Mereka melanjutkan perjalanan, menyusuri suatu

lorong yang dingin dan lembab. PUTRA (V.O.)

Kemana sebenarnya jalan ini akan berujung?

Lorong itu terasa sunyi dan sepi.

Namun tiba-tiba perjalanan mereka terhenti ketika dua SOSOK MISTERIUS muncul.

Putra merasa takut akan kehadiran mereka. Putra berjalan mundur secara perlahan. Namun sosok itu bergerak mendekatinya.

PUTRA (V.O.)

Berhentilah menatapku seperti itu!! Sosok itu membuka jubahnya.

Putra terjatuh ke suatu dimensi yang lain. INT. SUATU DIMENSI – MALAM

Putra terjatuh ke bawah.

Ia terbangun. Kemudian suatu baying-bayang aneh hendak mengejarnya. Dan baying-bayang itu seakan menerkamnya dan melemparnya ke lautan api.

(17)

Ia terbangun lagi dengan keadaan terikat-ikat oleh

bayangan tadi. Ia terbaring ke suatu tempat

pemotongan daging. FADE TO WHITE

INT. LORONG – MALAM

Putra sungguh merasa takut.

PUTRA (V.O.)

Tidak! Ini tak boleh terjadi padaku!

Ibu dan Gadis hanya bisa merunduk prihatin dan sedih.

PUTRA (V.O.)

Jangan tinggalkan aku!!

Ketika perhatian Putra tertuju pada rasa takutnya, Ibu dan Gadis berjalan mendekati sosok tersebut seakan mereka hendak pergi dan tak akan kembali. Gadis dan Ibu melangkah mendekati sosok tersebut. Putra berusaha mengikuti mereka. Namun, salah satu

dari sosok tersebut menghalangi Putra untuk

melangkah bersama mereka.

Gadis dan Ibu terus melangkah tanpa menoleh ke belakang. Tetapi si ibu sesekali melirik ke belakang seolah berusaha mengikhlaskan keberangkatannya.

PUTRA (V.O.)

Ada kala dimana aku takut untuk sendiri. Karena pada akhirnya aku

kehilangan segalanya.

Gadis dan Ibu perlahan-lahan mulai menghilang dari pandangan Putra. Begitu pula dengan dua sosok misterius tersebut.

PUTRA (V.O.)

Ketika ku tengah menikmati apa yang kumiliki dan kulakukan.. Aku takut

mati.

Rasa takut dan penyesalan Putra membuatnya tak berdaya dan serasa tubuhnya hancur tak ada tenaga lagi.

(18)

Seketika gravitasi yang ada pun seakan berubah, dan Putra terhempas dan terlempar ke bawah semakin menjauhi tempat tersebut.

FADE TO WHITE

EXT. ANGKASA – PAGI

Putra melayang dan tak sadarkan diri. Seperti terhempas dan jatuh ke bumi.

PUTRA (V.O.)

Terdapat suatu dimensi dan satu perjalanan terakhir.. Namun bukan

bagiku.. INT. RUANG RAWAT RUMAH SAKIT – MALAM Putra tersadar dari tidurnya.

PUTRA (V.O.)

Tapi mereka yang ternyata kucintai. ECU mata Putra yang perlahan membuka.

Wajahnya sedih dan penuh penyesalan, tanpa

permohonan maaf atau pesan-pesan terakhir.

Ia mulai menyadari bahwa ia tak mampu menghindari kecelakaan itu. Dan ia menyesal, akibat emosi nya, ia bertanggung jawab atas kematian kekasihnya.

FLASHBACK

EXT. SUATU TEPI JALAN – MALAM

Putra dan Gadis saling berhadapan. PUTRA (V.O.)

Kuhilangkan cintaku.. Kuikuti ego dan amarahku.

MCU Gadis berdiri di depan Putra. CU Putra tersenyum

CU Gadis tersenyum FADE TO WHITE

(19)

INT. RUANG TENGAH RUMAH PUTRA – MALAM

Ibu tergeletak lemas. Telepon pun terjatuh di sampingnya setelah mendapatkan kabar kecelakaan anaknya.

BACK TO SCENE

INT. RUANG RAWAT RUMAH SAKIT – MALAM

Putra duduk termenung menyesali semua kesalahannya.

Ia sedih dan tersadar bahwa dua orang yang

meninggalkannya adalah orang yang sangat berarti baginya.

PUTRA (V.O.)

Kehilanganku terjadi karena ku tak pernah menyadari betapa berartinya

mereka bagiku..

Putra sungguh sedih dengan kejadian yang baru saja dialaminya.

PUTRA (V.O.)

Ketika apa yang kurasa benar itu ternyata salah.. sesal itu takkan

pernah terganti.

FADE OUT. 4.2.2 Strategi Desain

Berikut merupakan strategi desain sebagai gambaran pendekatan visual dari animasi pendek ini.

4.2.2.1 Visual Style

Sebagai pendekatan komunikasi visual dari animasi pendek ini, penulis menggunakan gaya visual semi realis dengan teknik cut out animation.

Gambar 4.1 Contoh Animasi Cut Out , United Airlines Commercial – Hearts

(20)

Gambar 4.2 Contoh Animasi Cut Out, United Airlines Commercial – Slaying Dragons

(Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=r8w8OIREUWY)

4.2.2.2 Mood dan Motion Style

Sebagai penciptaan suasana dalam visualisasi animasi pendek ini, warna-warna bertemperatur dingin dengan tingkat pencahayaan yang agak gelap digunakan dengan tujuan agar terciptanya suasana yang sendu, kelam dan agak mencekam.

Mengingat penggunaan teknik animasi yang digunakan pada animasi pendek ini, maka gaya gerak yang diterapkan adalah gaya gerak puppetry dan patah-patah seperti stop motion.

Gambar 4.3 Contoh Mood Color, United Airlines Commercial – Slaying Dragons

(21)

Gambar 4.4 Contoh Mood Color, Pipelines: Here, There And Everywhere

(Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=ZS8QhpUhqgw)

Gambar 4.5 Mood Color

4.2.2.3 Karakter dan Environment

Untuk kepentingan penokohan, dibutuhkan enam karakter untuk mendukung penceritaan. Tokoh-tokoh yang akan ditampilkan dalam animasi pendek ini antara lain:

1. Putra

Seorang remaja, anak semata wayang, superior, keras kepala, keras hati, kasar, angkuh.

2. Gadis

Seorang remaja, lemah, setia, penyabar dan sering menjadi korban kekasaran Putra.

3. Ibu Putra

Seorang ibu yang sering memanjakan Putra, penyayang, pencemas, namun sering tidak dihormati anaknya.

4. Tia

Seorang remaja perempuan, teman Gadis, peduli dan berkepribadian dewasa.

(22)

5. Sosok Misterius 1

Jenis kelamin tidak diketahui, usia tidak diketahui, misterius, bertubuh besar.

6. Sosok Misterius 2

Jenis kelamin tidak diketahui, usia tidak diketahui, misterius, bertubuh besar.

Untuk pembentukan cerita dalam animasi pendek ini, setidaknya dibutuhkan sembilan environment, antara lain:

1. Restoran. Gambar 4.6 Restoran (Sumber: http://www.langitberita.com/wp- content/uploads/2012/02/1.-Restoran-Aragawa-di-Tokyo.jpg) 2. Ruang keluarga.

Gambar 4.7 Ruang Keluarga (Sumber:

http://3.bp.blogspot.com/__zZfaLJrFio/TQa0Jc0p E4I/AAAAAAAAAB8/qp0O3iRU8gg/s1600/DE TAIL+G+%2528+ruang+keluarga+atas+%2529.j

(23)

3. Kamar tidur ibu.

Gambar 4.8 Kamar Tidur

(Sumber: http://2.bp.blogspot.com/_Bl3qJ-nedt8/R1FE28Q3tMI/AAAAAAAAAEM/AXljf2

JQZws/s1600-R/Kamar+Tidur+Etnik+Chic.jpg) 4. Interior mobil Putra.

Gambar 4.9 Interior Mobil (Sumber:

http://images02.olx.co.id/ui/2/61/21/25346021_1. jpg)

5. Suatu tepi jalan.

Gambar 4.10 Tepi Jalan (Sumber:

http://farm2.static.flickr.com/1376/747788677_c7 a02ac940.jpg)

(24)

Gambar 4.11 Tepi Jalan Malam (Sumber:

http://imagesbytdashfield.files.wordpress.com/20 12/12/night-street-lights-3.jpg?w=620) 6. Jalanan.

Gambar 4.12 Perbaikan Jalan (Sumber:

http://www.solopos.com/dokumen/2010/11/28jal an.jpg)

7. Suatu jalan, seperti gang.

Gambar 4.13 Gang (Sumber:

http://atmantogunara.files.wordpress.com/2011/0 2/gang02.jpg)

(25)

8. Lorong.

Gambar 4.14 Lorong (Sumber:

http://www.magnetholyland.com/images/western-wall-tunnels.gif)

9. Kamar rawat rumah sakit.

Gambar 4.15 Ruang Unit Gawat Darurat (Sumber: http://i.imgur.com/PSkaa.jpg)

Gambar

Gambar 4.1 Contoh Animasi Cut Out , United Airlines  Commercial – Hearts
Gambar 4.2 Contoh Animasi Cut Out, United Airlines  Commercial – Slaying Dragons
Gambar 4.4 Contoh Mood Color, Pipelines: Here, There And  Everywhere
Gambar 4.7 Ruang Keluarga  (Sumber:
+4

Referensi

Dokumen terkait

Adapun manfaat yang diharapkan dari program penelitian ini adalah tersedianya basisdata spasial inventarisasi nilai tanah yang dapat digunakan sebagai data pendukung

Teknologi, investasi, pendanaan dan pembangunan kapasitas.

Hubungan kuantitatif antara muatan bersih atom pada atom-atom penyusun kerangka utama senyawa 1,10-fenantrolin sebagai gambaran struktur elektronik menunjukkan hubungan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinetika fermentasi dan kecernaan in vitro ransum sapi potong yang disuplementasi probiotik padat atau cair

Berdasarkan hasil terbaik tahap 1 dilanjutkan tahap 2 dimana dibuat berbagai formula ransum kambing perah laktasi berbasis kangkung, metonionin dan KT dengan uji produksi

Jasa pariwisata (perjalanan) memiliki kontribusi terbesar dalam ekspor jasa Indonesia. Diurutan kedua adalah jasa bisnis dengan kontribusi sebesar 28,79 persen. Kontribusi

Yang membedakan dengan penelitian saat ini adalah mempromosikan salah satu potensi wisata Blitar yang ada di Kelurahan Karangsari Kota Blitar agar dikenal sebagai Kampung

menayangkan tentang para pekerja keras yang hanya dipandang sebelah mata oleh pihak- pihak yang ingin mengambil dan mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa melihat atau