• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menganalisa serta menganalisa Mengargumentasikan Ter

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Menganalisa serta menganalisa Mengargumentasikan Ter"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Menganalisa serta Mengargumentasikan Terjemahan yang paling tepat untuk

Menerjemahkan Onrechtmatige Daad kedalam bahasa Hukum Indonesia

Onrechtmatige daad diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Perbuatan Melawan

Hukum (PMH). PMH ini sudah menjadi kebiasaan dalam praktik bahwa pasal yang menjadi

acuan yaitu Pasal 1365 KUHPdt. Menurut Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Indonesia,” Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang disebabkan

perbuatan-perbuatan, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan kelalaian atau

kesembronoannya”.

Untuk membuktikan adanya suatu PMH ini, dalam pengertian Pasal 1365 KUHPdt,

terdapat 4 elemen yang harus diujikan, yaitu: Perbuatan, Kesalahan, Kerugian, dan

Pertangungjawaban. maka yang dimaksud dengan perbuatan melanggar hukum adalah perbuatan

yang melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang, yang karena kesalahannya itu telah

menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Karena Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia mensyaratkan untuk

dikategorikan perbuatan melawan hukum harus ada kesalahan, maka perlu mengetahui

bagaimana unsur kesalahan itu. Suatu tindakan dianggap mengandung unsur kesalahan, sehingga

dapat diminta pertanggungjawaban hukum, jika memenuhi unsur- unsur sebagai berikut:

a. Ada unsur kesengajaan

(2)

c. Tidak ada alasan pembenar atau alasan pemaaf , seperti keadaan overmacht, membela diri,

tidak waras dan lain-lain.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia,

suatu perbuatan melawan hukum harus mengandung unsur-unsur sebagai Berikut:

1. Ada Suatu Perbuatan

melawan hukum yang dilakukan oleh pelaku. Secara umum perbuatan ini mencakup

berbuat sesuatu (dalam arti aktif) dan tidak berbuat sesuatu (dalam arti pasif), misalnya tidak

berbuat sesuatu, padahal pelaku mempunyai kewajiban hukum untuk berbuat, kewajiban itu

timbul dari hukum.

2. Perbuatan Itu Melawan Hukum

a. Perbuatan melanggar undang-undang

b. Perbuatan melanggar hak orang lain yang dilindungi hukum

c. Perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku

d. Perbuatan yang bertentangan kesusilaan

e. Perbuatan yang bertentangan sikap baik dalam masyarakat untuk memperhatikan

(3)

3. Ada Kesalahan Pelaku

Undang-Undang dan Yurisprudensi mensyaratkan untuk dapat dikategorikan perbuatan

melawan hukum sesuai Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, maka pada

pelaku harus mengandung unsur kesalahan (schuldelement) dalain melakukan perbuatan

tersebut.

Perbuatan melawan hukum di sini, dimaksudkan adalah sebagai perbuatan melawan

hukum dalam bidang keperdataan. Sebab, untuk tindakan perbuatan melawan hukum secara

pidana (delik) atau yang disebut dengan istilah " perbuatan pidana " mempunyai arti, konotasi

dan pengaturan hukum yang berbeda sama sekali dengan perbuatan melawan hukum secara

hukum perdata.

Bila dilihat dari model pengaturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tentang

perbuatan melawan hukum lainnya, dan seperti juga di negaranegara dalam system hukum Eropa

Kontinental, maka model tanggung jawab hukum di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Tanggung jawab dengan unsur kesalahan (kesengajaan dan kelalaian), seperti terdapat dalam

Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia.

2. Tanggung jawab dengan unsur kesalahan, khususnya unsur kelalaian seperti terdapat dalam

Pasal 1366 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia.

3. Tanggung jawab mutlak (tanpa kesalahan) dalam arti yang sangat terbatas seperti dalam Pasal

Referensi

Dokumen terkait

dengan Pasal 1365 Kitab Undang – undang Hukum Perdata.. Citra Buana Putri Siregar : Upaya Bank Menjaga Keamanan Rahasia Bank Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Nasabah, 2007.

Sedangkan tanggung jawab perdata atas pemberitaan yang tidak benar yang dilakukan oleh media cetak adalah perbuatan melawan hukum yang di atur dalam Pasal

Hukum perkawinan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata diatur dalam pasal 26 sampai dengan pasal 102 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Kitab Undang-Undang Hukum

Cara pembagian masing-masing ahli waris sama dengan ketentuan yang telah ditentukan dalam Pasal 863 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Pasal 857 Kitab

Apabila unsur-unsur di atas tidak terpenuhi seluruhnya, maka suatu perbuatan tidak dapat dikatakan sebagai Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana telah diatur dalam Pasal

Konsumen, Kitab Undang- Undang Hukum Perdata Konsumen, Kitab Undang- Undang Hukum Perdata dan Kitab Undang Undang Hukum Dagang yang dan Kitab Undang Undang Hukum

Pasal 1365 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yang berbunyi: “Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena

Dalam hal tuntutan kewajiban berdasarkan kesalahan , hal pertama yang harus dibuktikan adalah adanya peristiwa yang merugikan itu berdasarkan pasal 1865 Kitab Undang Undang Hukum