ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN SKENARIO
PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK
Disusun untuk Tugas Mata Kuliah Seminar Pembelajaran Sastra
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Sukirno, M.Pd.
Oleh :
Giwangkara
112110033
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Belakangan ini sastra dianggap kurang penting dan kurang berperan dalam masyarakat Indonesia hari ini. Hal ini terjadi karena masyarakat kita saat ini sedang mengarah ke masyarakat industri sehingga konsep-konsep yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan kebutuhan fisik dianggap lebih penting dan mendesak untuk digapai. Ulasan ini diharapkan dapat menggugah kembali kesadaran kita untuk menempatkan pengajaran sastra Indonesia pada tempat yang layak dan sejajar dengan mata pelajaran yang lainnya.
Berdasarkan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran di sekolah saat ini menerapkan pendidikan karakter. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.
Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan kita bagi pengajar bangsa Indonesia
pemerintah yaitu pendidikan yang berbasis karakter yang diterapkan dalam kurikulum 2013. Adanya nilai pendidikan karakter tersebut akan mampu mengantar peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak baik. Lebih lanjut harus di ingat bahwa secara eksplisit pendidikan karakter (watak) adalah amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang pada pasal 3 menegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Masa Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang berdemokratis serta bertanggung jawab.” Pengembangan potensi tersebut harus menjadi landasan implementasi pendidikan karakter di Indonesia (Hariyanto, 2011:26). Karya Sastra yang akan di angkat adalah Novel.
siswa dalam proses belajar. Dari penjelasan latar belakang tersebut, secara lengkap penelitian ini diberi judul “Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XII SMK.”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, penulis dapat mengidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut.
1. Minimnya kemampuan peserta didik saat menyelesaikan masalah yang dihadapi.
2. Kurangnya penyampaian pendidikan yang berhubungan dengan aspek karakter dalam karya sastra.
3. Pentingnya pembelajaran novel untuk membentuk kepribadian yang baik.
C.Batasan Masalah
Agar penelitian tidak terlalu meluas, peneliti membatasi masalah pada aspek pendidikan karakter dalam novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XII SMK.
D. Penegasan Istilah
Proposal ini berjudul “Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XII SMK”, agar pengkajian ini mudah dipahami oleh pembaca, istilah-istilah yang digunakan akan penulis uraikan sebagai berikut:
2. Novel adalah karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (Dekdikbud, 2008: 968). 3. Bumi cinta adalah salah satu novel karya Habiburrahman
El Shirazy yang dijadikan objek penelitian dalam skripsi ini. Diterbitkan oleh kang abik, Jawa Barat, cetakan 1April 2013 edisi revisi, tebal 546 halaman.
4. Pembelajaran adalah proses perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan, perintah, mengajarkan, segala sesuatu mengenai mengajar (Depdikbud, 1998:13)
5. SMK adalah jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan setelah SMP.
Berdasarkan penegasan istilah diatas dapat disimpulkan bahwa maksud judul “Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XII SMK” adalah untuk menelaah karya sastra yang menekankan aspek pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan kesesuaiannya sebagai bahan materi yang dipilih untuk diajarkan kepada peserta didik berupa karya sastra, melalui kegiatan bersastra di kelas XII SMK.
E.Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah unsur intrinsik novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy?
2. Bagaimanakah nilai pendidikan karakter Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy?
3. Bagaimanakah skenario pembelajaran novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XII SMK?
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini Habiburrahman El Shirazy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XII SMK.
G. Manfaat Penelitian 1. Segi Teoretis
Dari segi teoritis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepada pembaca serta memperkaya khasanah kajian sastra khususnya tentang pendidikan karakter dalam novel serta sebagai langkah awal penelitian selanjutnya.
2. Segi Praktis
Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, peneliti lain, dan pembaca. a. Bagi siswa
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa dan guru terutama dalam pembelajaran sastra. Bagi siswa diharapkan dapat untuk menambah wawasan untuk mengetahui bagaimana kondisi psikologi tokoh utama yang diambil dari sebuah karya sastra.
b. Bagi peneliti lain
Penelitian ini diharapkan dapat member kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam.
c. Bagi pembaca
H. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka merupakan kajian secara kritis terhadap kajian yang terdahulu hingga diketahui perbedaan yang khas antara kajian yang terdahulu dengan kajian yang akan dilakukan. Untuk mengetahui perbedaan yang khas antara kajian terdahulu dengan kajian yang dilakukan penulis, penulis akan memaparkan tinjauan pustaka sebagai kajian secara kritis. Pemaparan ini dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan antara penelitian terdahulu dan yang sedang dilakukan oleh penulis.
Kajian mengenai nilai pendidikan karakter dalam karya sudah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya, antara lain:
1. Ahmad Ridlowi (2010), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan
Kalijaga yang berjudul, “Nilai-nilai Pendidikan Islam Dalam Novel
Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata”. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif, yang teknik pengumpulan datanya menggunakan
konsep penelitian kepustakaan (library research). Dalam penelitian
tersebut, nilai-nilai Pendidikan Islam yang diurai secara panjang lebar
adalah nilai-nilai Pendidikan Islam dalam novel Sang Pemimpin karya
Andrea Hirata berupa: Pendidikan Keimanan, Pendidikan
Syari’ah/Ibadah, Pendidikan Akhlak yang meliputi Akhlak Kepada
Allah, Akhlak Kepada Diri Sendiri, dan Akhlak Kepada Sesama
Manusia, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Pendidikan Sejarah.
2. Agus Firmansyah (2011) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan
Dalam Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy”. Peneliti
menggunakan pendekatan hermeneutik sebagai metode
pendekatannya, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada
penafsiran terhadap obyek-obyek tertentu seperti teks, simbol-simbol
seni (lukisan, novel, puisi, serta jenis karya sastra lainnya) dan perilaku
manusia. (Sahiron Syamsuddin, 2009: 7, dalam skripsi Agus
Firmansyah, 2011: 25). Dalam menganalisis, peneliti menggunakan
metode analisis isi (content analysis). Dalam penelitiannya, penulis
secara gamblang mengurai tentang pendidikan karakter berupa Akhlak
kepada Allah, Akhlak terhadap diri sendiri, Akhlak terhadap sesama
masyarakat, dan lingkungan.
I. Kajian Teoretis
Kajian teoretis dalam penelitian ini membahas mengenai nilai pendidikan karakter, struktur karya sastra, dan pembelajaran sastra di kelas XII SMK. Struktur karya sastra meliputi: tema, tokoh, dan penokohan, alur, latar, amanat, dan sudut pandang. Nilai pendidikan karakter meliputi: (i) hubungan manusia dengan diri sendiri, (ii) hubungan manusia dengan manusia lain termasuk dengan lingkungan, dan (i) hubungan manusia dengan Tuhan.
1. Struktur Karya Sastra
Unsur-unsur intrinsik karya sastra meliputi: tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, dan sudut pandang.
a. Tema
Menurut Stanton (2007: 147) tema adalah makna yang dikandung dalam sebuah cerita (novel). Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tema adalah gagasan, idea tau pikiran utama mendasari karya sastra, tema dibangun dari masalah-masalah yang terdapat dalam novel.
Menurut Waluyo (2008: 142) tema adalah masalah hakiki manusia, seperti cinta kasih, ketakutan, kebahagiaan, kesengsaraan, keterbatasan, dan sebagainya.
b. Alur atau Plot
Alur atau plot adalah pengaturan urutan peristiwa pembentuk cerita yang menunjukan adanya hubungan kausalitas. Menurut waluyo (2008: 21) alur atau plot sering juga disebut kerangka cerita, yaitu jalinan cerita yang disusun dalam urutan waktu yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat dan memiliki kemungkinan agar pembaca menebak-nebak peristiwa yang akan datang.
Stanton (dalam Nurgiyantoro, 2010: 113) alur atau plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa lain.
Berdasarkan kriteria urutan waktu, Nurgiyantoro (2002 : 153-155) membedakan alur menjadi tiga, yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
c. Plot maju atau progresif
Alur maju atau progresif dalam sebuah novel terjadi jika cerita dimulai dari awal, tengah, dan akhir terjadinya peristiwa.
terjadi jika dalam cerita tersebut dimulai dari akhir cerita atau tengah cerita kemudian menuju awal cerita.
e. Plot Campuran
Peristiwa gabungan dari plot progresif dan plot sorot balik. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa alur atau plot merupakan rangkaian cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam cerita, dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita.
f. Tokoh dan penokohan
Tokoh adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu cerita yang mengalami peristiwa dan mempunyai sifat, sikap, emosi, prinsip dan sebagainya. Di dalam sebuah novel, tokoh-tokoh cerita dapat dibedakan dalam beberapa macam sudut pandang dan tinjauan itu adalah beberapa jenis tokoh, jenis watak, dan teknik pelukisan.
Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro, 2010: 165) tokoh cerita adalah orang-orang yang ditampilkan suatu karya naratif atau drama yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan, berdasarkan peranannya dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang penting dalam cerita ditampilkan terus menerus sehingga terasa mendominasi sebagian cerita, dan tokoh tambahan adalah tokoh-tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau beberapa kali dalam cerita dan dalam porsi yang relative pendek.
Dapat disimpulkan bahwa tokoh dan penokohan merupakan pelaku cerita yang hadir untuk menampilkan suatu karakter tertentu.
Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro, 2010: 216), latar disebut juga landas tumpu, mengarah pada pengertian tempat hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan.
h. Sudut pandang
Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro, 2010: 248) Sudut pandang merupakan cara yang dipergunakan oleh pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca.
Menurut Booth ( dalam Nurgiyantoro, 2002: 249) sudut pandang adalah tekhnik yang dipergunakan pengarang untuk menemukan dan menyampaikan makna karya artistiknya untuk dapat sampai dan berhubungan dengan pembaca.
2. Nilai Pendidikan Karakter dalam Karya Sastra
Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai kepada para siswanya (Winton:2010).Seseorang dikatakan berkarakter apabila dia mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam dirinya secara suka rela karena itu unsur penting dalam karakter adalah hati nurani.
Berikut diuraikan lebih lanjut nilai-nilai pendidikan yang didasarkan pada ketiga hal tersebut.
a. Hubungan Manusia dengan Diri Sendiri
Dari hubungan pribadi ini, nilai yang dapat diambil adalah nilai moral yang terpancar dari kepribadian atau karakter tokoh tersebut, seperti jujur, kerja keras, disiplin, menghargai dan lain sebagainya, dalam novel bumi cinta hubungan manusia dengan dirinya sendiri ditunjukan dari tokoh yang bernama Muhammad Ayyas. Muhammad Ayyas adalah seorang yang sangat bertanggung jawab, disiplin, setia dan mempunyai keimanan yang kuat. Hal tersebut terdapat dalam kutipan sebagai berikut :
“Maaf Yelena, aku sangat letih, aku harus istirahat.” “Duduklah, lima belas menit saja.”
“Maaf Yelena, aku tidak bisa. Sebaiknya kau istirahat saja.” Kata Ayyas dengan tetap menahan untuk tidak memandang kearah Yelena. Ia sebenarnya ingin sedikit mengarahkan mukanya ke wajah Yelena untuk menghormati lawan bicaranya. Tapi ia tidak berani, karena takut imannya goyang. Begitu selesai mengucapkan kata-katanya Ayyas langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya dari dalam.” (Bumi Cinta, 2013:91).
b. Hubungan Manusia dengan Manusia
Dari hubungan ini, nilai-nilai yang dapat diambil adalah nilai sosial yang antara lain kekerabatan, nilai saling tolong menolong (ta’awun), nilai toleransi (tasamuh), nilai saling menyayangi, dan lainnya, dalam novel Bumi Cinta hubungan manusia dengan manusia atau yang disebut hablumminnannas di tunjukan dari tokoh yang bernama Muhammad ayyas. Muhammad Ayyas mempunyai jiwa toleransi yang sangat tinggi. Salah satunya adalah bentuk menghargai pendapat orang lain. Hal tersebut terdapat dalam kutipan sebagai berikut :
“Maaf Yelena, aku tidak bisa. Sebaiknya kau istirahat saja.” Kata Ayyas dengan tetap menahan untuk tidak memandang kearah Yelena. Ia sebenarnya ingin sedikit mengarahkan mukanya ke wajah Yelena untuk menghormati lawan bicaranya. Tapi ia tidak berani, karena takut imannya goyang. Begitu selesai mengucapkan kata-katanya Ayyas langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya dari dalam.” (Bumi Cinta, 2013:91)
c. Hubungan manusia dengan Tuhan
Dalam ajaran agama Islam, hubungan ini disebut juga hablumminallah, yakni hubungan hamba dengan penciptanya. Nilai yang dapat diambil dari hubungan ini berupa nilai religius yang antara lain berupa ketaatan dalam beribadah, sikap pasrah kepada Allah (tawakkal), dan lainnya, dalam novel Bumi Cinta contoh perilaku yang menunjukan hubungan manusia dengan Tuhan di tujukan pada sosok Muhammad Ayyas. Muhammad Ayyas seorang laki yang sholeh, dia Sosok laki-laki yang sangat kuat dalam menjaga keimanan. Sehingga dia tidak pernah melalaikan kewajiban untuk menjalankan perintah Allah Swt. Hal tersebut terdapat dalam kutipan sebagai berikut :
berkali-kali. Ia lalu bangkit, mengambil wudlu, dan shalat. Dalam sujudnya ia menangis sejadi-jadinya kepada Allah. Ia diberi kekuatan untuk terus Istiqamah mengamalkan ajaran Islam yang mulia”(Bumi Cinta, 2013: 319).
J. Skenario Pembelajaran di SMK
Skenario pembelajaran novel Bumi Cinta di SMK kelas XI diawali dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai berikut.
1. Kompetensi Inti
Dalam Kurikulum 2013 Kompetensi Inti berpedoman pada silabus yang disusun oleh pemerintah. Kompetensi Inti merupakan dasar pengembangan program pembelajaran yang terstruktur.
2. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan perincian dari kompetensi inti. Kompetensi dasar adalah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang minimal harus dikuasai siswa untuk menunjukkan penguasaan kompetensi yang diterapkan. Kompetensi dasar yang dipakai untuk pembelajaran sastra ini adalah Menentukan unsur ekstrinsik dalam novel (nilai pendidikan karakter tokoh dalam novel Bumi Cinta) 3. Indikator
Indikator merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran mengetahui ketercapaian pembelajaran. Indikator berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya perubahan perilaku siswa. dalam makalah ini Indikator yang akan dicapai adalah siswa mampu untuk menganalisis nilai ekstrinsik dalam karya sastra (novel Bumi Cinta) dan Siswa mampu untuk menentukan karakter tokoh yang ada di dalam novel Bumi Cinta. 4. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pokok pembelajaran sastra ini bertujuan agar Siswa dapat mencari dan sekaligus mengetahui tokoh dan karakter tokoh yang ada dalam novel Bumi Cinta, Siswa dapat menanamkan rasa cinta terhadap pembelajaran Sastra.
5. Materi Pembelajaran
Guru di dalam proses belajar mengajar hendaknya dapat memilih materi dan bahan pengajaran yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Guru harus memperhatikan pedoman dalam menentukan materi pembelajaran sastra. Pembelajaran sastra harus sesuai dengan materi yang sudah disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa agar lebih tertarik dan mudah menerima materi. Materi dalam pembelajaran sastra penelitian ini mencakup unsur instrinsik dan nilai moral. Materi pembelajaran yang dipakai adalah guru menggunakan novel (novel Bumi Cinta) materi yang di ajarkan yaitu mencari unsur ekstrinsik tentang pendidikan karakter.
6. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah tersusun dalam bentuk kegiatan nyata praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan adalah dengan menggunakan Metode saintifik, sehingga siswa dibebaskan untuk berkreasi dan menuangkan idenya dalam menganalisis dan mencari nilai unsur ekstrinsik dalam novel Bumi Cinta.
7. Sumber Belajar
Sumber belajar merupakan informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk, yang dapat membantu siswa mengalami perubahan sikap, keterampilan, dan kecerdasan kea rah yang lebih baik. Sumber belajar dapat berupa: (1) buku pelajaran, (2) media cetak, (3) media elektronik, (4) lingkungan, dan (5) hasil karya siswa. Sumber belajar yang digunakan adalah Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
Kegiatan pembelajaran sastra pada siswa harus menggunakan langkah-langkah pembelajaran agar pembelajaran lebih terarah dan diharapkan mengena pada siswa. Langkah-langkah pembelajaran sastra dapat dibagi menjadi pendahuluan, inti (mengamati, mengasosiasi, mempertanyakan, mengeksplorasi, mengomunikasikan ), dan penutup.
9. Penilaian
Penilaian merupakan suatu komponen penting dalam pembelajaran. Penilaian dilaksanakan setiap kompetensi dasar telah selesai diajarkan. Penilaian pembelajaran sastra merupakan pengukuran ketercapaian hasil pembelajaran. Penilaian dalam kelas berfungsi untuk menentukan hasil-hasil urutan dalam pembelajaran.
K. Metode Penelitian 1. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah sumber data dari mana data-data tersebut diperoleh. Penelitian ini, penulis menggunakan sumber data dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy cetakan 1 edisi revisi dan diterbitkan oleh Kang Abik, Tangerang dengan tebal 546 halaman. Data-data berupa kutipan, baik kutipan langsung maupun tidak langsung dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
2. Objek Penelitian
Menurut Arikunto (2010:99) objek adalah hal yang menjadi pusat perhatian penelitian. Objek penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter yang terdapat di novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan scenario pembelajarannya di kelas XII SMK.
3. Fokus Penelitian
Fokus penelitian merupakan suatu titik pusat dari objek penelitian. Penelitian ini difokuskan pada nilai pendidikan karakter dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan scenario pembelajarannya di kelas XII SMK.
Sugiyino (2013:224) mengatakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Langkah-langkah yang ditempuh penulis dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut:
a. Membaca keseluruhan novel secara intensif.
b. Mengetahui nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
c. Mencatat data-data yang diperoleh dalam kartu pencatat. 5. Instrument Penelitian
Instrument penelitian adalah fasilitas yang digunakan oleh penulis dalam mengumpulkan data agar pekerja lebih mudah dan hasilnya lebih baik, sehingga penelitian lebih lengkap, sistematis dan mudah diolah. Instrument yang digunakan dalam penelitian penulis sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulis. Kartu pencatat data tersebut digunakan penulis untuk mencatat data-data tentang struktur pembangun novel dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
6. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode content analysis (analisis isi). Metode analisis isi adalah metode yang dilakukan dengan cara mengkaji dan membahas seluruh isi teks secara kritis dan teliti (Arikunto, 2010:53). Data yang digunakan dalam penelitian berupa bentuk-bentuk bahasa, yakni teks dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Langkah-langkah yang ditempuh penulis dalam melakukan metode analisis isi adalah sebagai berikut:
a. Membaca novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy b. Mencari data dan menandai data penelitian
e. Menganalisis unsur intrinsic yang memfokuskan pada nilai pendidikan karakter dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy
f. Menyusun hasil laporan analisis 7. Teknik Penyajian Hasil Analisis
Dalam penyajian analisis data, penulis menggunakan metode informal, yakni penyajian hasil analisis data dengan menggunakan kata-kata biasa. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Hasil penelitian berupa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Firmansyah. 2011. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Islami Dalam Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy. Skripsi: Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Habiburrahman, El, Shirazy. 2013. “Bumi Cinta”. Tangerang: Penerbit Santri.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurhayati. 2012. Pengkajian Prosa Fiksi Teori dan Praktik. Surakarta: Cakrawala Media.
Nurhayati. 2012. Apresiasi Prosa Fiksi. Surakarta: Cakrawala Media.
Pribadi, Benny A.2009. “Model Desain Sistem Pembelajaran”. Jakarta: Dian Rakyat.
Samani, Muchlas. Hariyanto. 2012. “Pendidikan Karakter”. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya.
Sukirno. 2009. Sistem Membaca Pemahaman Yang Efektif. Purworejo: UMP Press.
Tim Penyususn Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakata: Gramedia Pustaka Utama.
Umar, Tirtarahardja, Sulo. 2003. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.