• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKOLOGI KERUSAKAN PANGAN OLEH MIKROORGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "EKOLOGI KERUSAKAN PANGAN OLEH MIKROORGAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN

KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER II

OLEH :

Indra Rama Alfrananda 1009005120

Erwin Danareka Putra 1309005027

Jihadulhaq 1309005049

Ni Made Chintya Dewi Sukasari 1309005047

Aditana Fanayoni 1509005033

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

EKOLOGI KERUSAKAN PANGAN OLEH MIKROORGANISME

Bahan pangan jarang sekali dijumpai dalam keadaan steril,sekalipun ada bahan pangan yang dapat mebabtasi pertumbuhan beberapa jenis mikroorganisme. Hamper semua bahan pangan dicemari oleh berbagai mikroorganisme terutama dari lingkungan sekitarnya seperti udara,air,tanah,debu,kotoran ataupun bahan organik yang telah busuk. Dengan kata lain, populasi mikroorganisme yang berada pada suatu bahan pangan,pada umumnya bersifat sangat sepesifik dan tergantung pada jenis bahan pangan dan kondisi tertentu dari penyimpanannya. Sebagai contoh air susu segar biasanya dirusak oleh bakteri asama laktat, produk biji-bijian atau serealia kebanyakan dirusak oleh kapang, dan sari buah terutama di rusak oleh kamir.

Berbagai faktor biasaanya bergabung menentukan spesies yang paling banyak berkembang di dalam atau pada suatu bahan pangan tertentu. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme dalama bahan pangan dan bersifat fisik,kimia,atau biologis.Mossel telah membagi faktor tersebut sabagi berikut :

1. Intrinsik (sifat dari bahan pangan)

2. Pengolahan (perubahan mikroflora awal akibat pengolahan)

3. Ekstrinsik (kondisi lingkungan akibat penanganan dan penyimpanan pangan) 4. Implisit sifat dari mikroorganisme

A. Faktor-faktor intrinsik pada kerusakan bahan pangan Aktivitas air (water activity ) suatu bahan pangan

(3)

pangan dengan kadar gula tinggi seperti selai,manisan, madu dan sirup seringkali dirusak oleh jenis khamir.

Nilai Ph dari bahan pangan

Pada umumnya, nilai Ph bahan pangan berkisar antar 3,0 – 8,0. Karena kebanyakan mikroorganisme tumbuh pada Ph sekitar 5,0-8,0 maka hanya jenis-jenis mikroorganisme tertentu saja yang ditemukan pada bahan pangan yang mempunyai nilai Ph rendah . bakteri yang tidak tahan asam kebanyakan proteolik, gram negatif berbentuk batang, tidak dapat tumbuh pada bahan yang bersifat asam seperti buah-buahan, manisan ataupun minuman berkarbon (limun) atau berbgai jenis prodok frementasi seperti keju,yoghurt dan bakteri yang tergolong tahan asam yakni lactobacillus dan streptococcus.

Potensial Redok yang terjadi dalam bahan pangan

Potensial redok dari suatu system biologi adalah suatu indeks dari tingkat oksidasinya. Potensial redok ini berhubungan dengan :

1. Komposisi kimiawi dari bahan pangan (kosentrasi dari zat-zat produksi seperti kelompok sulfhidril dalam protein , asam aksorbat , gula preduksi , oksidasi, tingkatan kation dan sebagainya.

2. Tekanan persial oksigen yang terjadi selama penyimpanan.

Kapasitas buffer dari redok juga sangat penting. Kapasitas buffer pengaruhi perubahan dari tekanan parsial oksigen dari luar. Bahan pangan dengan potensial redoks lebih tinggi akan membantu pertumbuhan dari jenis-jenis mokroorganisme yang lebih bersifat aerobic.

Zat Gizi dari bahan pangan

(4)

Kandunagn karbohidrat dari bahan pangan

Dalam kerusakan bahan pangan dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi seperti kentang dan biji – bijian, hana sejemlah kecil mikroorganisme yang dijumpai berperan dalam kontaminasi awal. Untuk perkembangannya mikroorganisme juga mempunyai kemampuan menghasilkan ezim amilolitik yang berperan memecah karbohidrat menjadi monosakarida yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk metabolism.

Kandungan Lemak dari bahan pangan

Adanya lemak dalam bahan pangan memberikan kesempatan bagi jenis mikroorganisme lipolitik untuk tumbuh secara dominan. Akibat dari kerusakan lemak tersebut akan menghasilkan zat yang disebut asam lemak bebas dan kriteria yang mempunai bau dan rasa yang khas yang seringkali disebut tengik (rancid).

Kandungan protein dari bahan pangan

Kemampuan memecah molekul protenin dalam bahan pangan terbatas hanya pada beberapa sepesies mikroorganisme yang dapat menghasilkan ezim protiolitik ekstraseluler.jadi tahapan terakhir dari kerusakan bahan pakan berprotein menjadi cukup kompleks karena berbagai spesies mikroorganisme akan menggunakan produk hasil degradasi (asam amino) yang berbeda.

Kadungan vitamin dari bahan pangan

Beberapa mikroorganisme tidak dapat tumbuh dalam keadaan optimal, kecuali bila disediakan satu atau lebih vitamin dari kelompok vitamin B kompleks dalam jumlah yang cukup. Bahan pangan pada umumnya cukup bergizi dan tidak nampak secara jelas adanya mikroorganisme spesifik sehubungan tersedianya vitamin.

Bahan atimikroba yang terdapat secara alami dari bahan pangan

(5)

Struktur Biologis bahan pangan

Struktur biologis dari bahan pagan ,berperan dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti lapisan kulit/membrane dan kulit/kerabang dari telur, tesata dari biji-bijian, dan kutikula dari bagian tanaman, dapat mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam bahan pangan tersebut.

B. Faktor Pengolahan

Mikroorganisme spesifik yang terdapat dalam bahan pangan dapat diubah secara drastis olah metode pengolahan yang diguakan . sesungguhnya bahan pangan degan sengaja diolah untuk mengurangi kerusakan, dan seklaigus mengurangi perkembangan dari spesies mikroorganisme patogenik.

Pemanasan

Apabila panas digunakan untuk mengolah suatu bahan pangan, maka kemampuan tahan panas mikroorganisme mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkat mikroorganisme mana yang akhirnya banyak terdapat perlakuan pasteurisasi dengan panas yang ringan ( 760C/30 menit) masih memungkinkan perkebangan jenis mikroorganisme thermodurik seperti Micrococcus dan Streptococcus , disamping juga bakteri pembentuk spora dari jenis Bacillus dan Clostridium tetap hidup.

Faktor pengolahan lainnya

Pengeringan dan pembekuan bahan pangan dapat mengakibatkan kerusakan pada kontaminan yang terdapat dalamnya. Akan tetapi bebrapa sepesies mikroorganisme yang tahan terhadap tekanan tersebut akan tetap hidup.

(6)

C. Faktor Ekstrinsik

Kondisi penyimpana produk bahan pangan akan mempengaruhi spesies mokroorganisme yang mungkin akan berkembang dan menyebabkan kerusakan. Yang pertama harus diperhatikan disini adalah suhu.

Apabila bahan pangan siampan pada suhu yang cukup panas (500 C- 550C) untuk waktu yang cukup lama,maka mikroorganisme thermotrofik dan thermofilik akan berkembang secara selektif.

Aktivitas air (water activity) dan potensial resoks dari bahan pangan telah dibahas dibagian depan sifat-sifat tersebut dapat sedikit diperngaruhi oleh kondisi penyimpanan.

D. Pengaruh implisit sehubungan dengan kerusakan

Sampai beberapa jauh sifat-sifat bahan pangan ,kondisi pengolahan ,dan pemnyimpana mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan ,sangat tegantung pada keadaan dan sifat-sifat yang dimiliki mikroorganisme.

Laju pertumbuhan spesifik

Laju pertumbuhan mikroorganisme memrupakan suatu faktor implisit di saat laju pertumbuhan telah mencapai titik optimum.tiga parameter yang menandai laju pertumbuhan bakteri suatu mikroorganisme adalah :

1. Lamanya fase lag

2. Laju pertumbuhan eksponensial

3. Produksi masa sel total

Lama atau singkatnya fase lag atau sering diesbut sebagai fase adaptasi akan sangat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dari mikroorganisme, semakin singakat fase lag semakain cepat laju pertumbuha dari mikroorganisme.

(7)

untuk tumbuh pada suhu rendah atau tinggi atau dalam bahan gula atau kadar garam yang tinggi juga merupakan faktor genetik .

Simbiosis

Simbiosis diantara kelompok mikroorganisme terjadi apabila pertumbuhan dari suatu oraganisme menyababkan perubahan keadaan yang memungkinkan organisme yang lain tumbuh sejumlah faktor yang berkaitan dengan simbiosis seperti berikut :

 Terjadinya zat-zat gizi

Pertumbuhan dari spesies dalam suatu produk akan menghasilkan zat gizi yang memungkinkan spesies lainnya untuk tumbuh. Sebagai contoh enzim amylase

 Pertumbuhan Nilai Ph

Beberapa mikroorganisme, khususnya khamir dan kapang dapat memcah asam secara alami yang ada dalam bahan pangan atau yang ditambahkan.

 Potensial Redoks

Pertumbuhan mikroorganisme umumnya dapat menyebabkan turunnya potensial redoks dalam bahan pangan, sehingga memmungkinkan beberapa sepesies anaerobic seperti clostridium untuk tumbuh walaupun bahan pangan disimpan secara aerobic.

 Penghilang zat antimikroba

Beberapa zat antimikroba yang dihasilkan oleh mikroorganisme dapat dihilangkan olah mikroorganisme lainya melalui suatu proses simbiosis.

 Kerusakan struktur biologis

Kulit buah-buahan melindungi masuknya mikroorganisme seperti khamir yang dapat tumbuh subur kedalam lingkungan asam dari daging buah.

Antagonisme

(8)

sedemikaian rupa sehingga spesies mikrooraganisme lainnya terhambat atau terhenti pertumbuhannya.

Penggunaan zat gizi

Perbedaan dalam laju mikroorganisme memungkinkan suatu mikroorganisme memungkinkan suatu organism menghabiskan zat gizi.

Nilai Ph

Telah diketahui bahwa pengasaman kubis, mentimun, sosis daging, dan susu oleh bakteri asam lakta dapat menekan pertumbuhan bakteri Gram negatif berbentuk batang yang semula banyak terdapat.

Pembentukan Zat Antimikroba

Banyak jenis mikeroorganisme membentuk metabolit yang bertindak sebagai zat antimikroba. Zat-zat majemuk seperti karbordioksida,hydrogen peroksida, etanol, asam-asam format, asetat, propionate, butirat dan laktat yang dihasilkan oleh berbagai jenis mikroorganisme sangat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk lainnya.

Potensial redoks

Perkembangan yang subur dari mikroorganisme anaerobik dan fakultatif anerobik dalam bahan pangan, kadang-kadang menurunkan potensial redoks yang cukup untuk mengambat pertumbuhan jenis mikroorganisme aerobik seperti spesies Micrococcus dan Peseudomonas.

Bakteriofag

(9)

A. Bentuk kerusakan pangan oleh Mikroorganisme

Dalam pertumbuhannya, mikroorganisme dapat mengakibatkan berbagai perubahan fisik dan kimiawi dari suatu bahan pangan. Apabila perbahan tersebut tidak diinginkan atau tidak diterima oleh para konsumen ,maka bahan pangan tersebut dikatakan mengalami kerusakan. Beberapa bentuk kerusakan bahan pangan akibat mikroorganisme adalah sebagai berikut:

 Berjamur

 Pembusukan

 Berlendir

 Perubahan warna

 Berlendir kental seperti tali (ropiness)

 Kerusakan fermentative

 Pembusukan bahan berprotein(putrefraction)

B. Faktor yang mempengaruhi kehidupan dan pertumbuhan mikroorganisme

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pembangunan ekonomi, sektor pertanian menjadi sektor yang.. mempunyai peranan penting dalam menyediakan input

bahan pangan, juga menunjukkan tingginya kepemilikan bentuk kekayaan lain yang dapat ditukarkan dengan bahan pangan; (iv) Rumah tangga tahan pangan yaitu bila proporsi

Bahan organik mempunyai peranan penting dalam menentukan kemantapan agregat tanah, hal ini disebabkan: (1) bahan organik mempunyai kekuatan atau muatan lain yang dapat

Bahan pangan dapat mengalami berbagai pencemaran dan kerusakan akibat kondisi penyimpanan yang kurang bagus dan kehilangan jumlah berat/bobot bahan yang disebabkan oleh

Bahan pangan dapat mengalami berbagai pencemaran dan kerusakan akibat kondisi penyimpanan yang kurang bagus dan kehilangan jumlah berat/bobot bahan yang disebabkan oleh

Mikroorganisme terutama bakteri mempunyai peranan yang sangat penting dalam bahan makanan, terutama terjadinya kerusakan daging broiler oleh tumbuhnya racun pada daging broiler

Kerusakan pangan yang disebabkan perlakuan kimia biasanya saling terkait dengan jenis kerusakan lainnya. Misalnya adanya panas yang tinggi pada pemanasan

kontaminasi pada bahan pangan asal ternak berasal dari mikroorganisme yang memasuki peredaran darah pada saat penyembelihan, apabila alai-alai yang dipergunakan untuk pengeluaran