commit to user
i
PERANCANGAN KAMPANYE SOLO BERKEBUN UNTUK
REMAJA MELALUI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Disusun Guna Melengkapi dan Memenuhi Persyaratan
Mencapai Gelar Sarjana Seni Rupa jurusan Desain Komunikasi Visual
Disusun oleh:
SEKAR TANJUNG
C0708049
JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
commit to user
commit to user
commit to user
iv
PERSEMBAHAN
Karya ini kepersembahkan untuk:
commit to user
v
MOTTO
Success is a state of mind.
commit to user
vi
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmad serta penyertaan hingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan Konsep Karya Tugas Akhir ini, yang merupakan salah satu syarat
untuk mencapai gelar Sarjana Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dengan bantuan, bimbingan, serta arahan dari berbagai pihak, maka penulisan
Konsep Karya Tugas Akhir dengan judul PERANCANGAN KAMPANYE
SOLO BERKEBUN UNTUK REMAJA MELALUI DESAIN
KOMUNIKASI VISUAL ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu penulis
ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada:
1. Drs. Riyadi Santosa, M. Ed P.hD selaku Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Drs.M.Soeharto, M.Sn selaku Ketua Jurusan Desain Komunikasi Visual.
3. Drs Ahmad Adib,Ph.D selaku pembimbing I yang telah memberikan berbagai
macam masukan, pengarahan serta kritik yang membangun dan tak pernah
lelah memotivasi penulis dalam proses pengerjaan Tugas Akhirnya.
4. Esty Wulandari,S.Sos, M.Si selaku pembimbing II yang telah banyak
memberikan masukan dalam penyusunan Konsep Karya Tugas Akhir ini.
5. Keluarga besar Solo Berkebun yang telah mempercayakan penulis untuk
melakukan promosi tentang Solo Berkebun.
6. Kakak tersayang yang tak pernah lelah memberikan penulis semangat yang
luar biasa sehingga penulis dapat menyelsaikan Tugas Akhir ini dengan
commit to user
vii
telah membantu penulis dalam menyelesaikan Konsep Karya Tugas Akhir
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Konsep Karya Tugas Akhir
ini masih jauh dari sempurna, karena keterbatasan penulis dalam berbagai hal.
Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan dari para pembaca.
Akhir kata penulis ucapkan terimakasih dan penulis berharap semoga
Konsep Karya Tugas Akhir ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan bagi
pembaca.
Surakarta, Januari 2013
commit to user
G. Tinjauan Periklanan... 39
commit to user
ix
A. Gambaran Umum Indonesia Berkebun……… 52
B. Gambaran Umun Solo Berkebun……… 55
C. Komparasi………... 56
D. Analisa SWOT... 58
E. Positioning... 61
F. USP (Unique Selling Prepositioning)……… 62
G. Pengumpulan Data Kuisioner……….. 63
BAB IV. Konsep Kreatif Perancangan dan Perencanaan Media……. 69
A. Metode Perancangan……… 69
B. Konsep Kreatif………. 71
C. Standar Visual……….. 88
D. Pemilihan Media dan Media Placement………. 89
E. Pelaksanaan Kampanye……… 99
F. Prediksi Biaya... 102
BAB V. Visualisasi Karya………. 105
BAB VI. Penutup………... 132
A. Kesimpulan………. 132
B. Saran……… 133
DAFTAR PUSTAKA
commit to user
Sekar Tanjung.2012. Pengantar karya Tugas Akhir ini berjudul “Perancangan
Kampanye Solo Berkebun Untuk Remaja Melalui Desain Komunikasi Visual”.
Adapun permasalahan yang dikaji adalah : (1) Bagaimana cara merancang
Kampanye Solo Berkebun yang menarik, mudah dimengerti dan edukatif untuk masyarakat Solo melalui Desain Komunikasi Visual? (2) Bagaimana memilih media yang tepat untuk mempromosikan Kampanye Solo Berkebun untuk masyarakat Solo melalui Desain Komunikasi Visual? (3) Bagaimana menentukan media placement yang tepat untuk Kampanye Solo Berkebun? Masyarakat modern sekarang jarang mempunyai perhatian khusus dalam pelestarian lingkungan, terutama untuk mererka yang tinggal di kota. Solo Berkebun sebagai satu-satunya komunitas Berkebun di Solo, memiliki potensi besar mengajak masyarakat Solo memanfaatkan lahan menganggur di Solo yang diolah secara maksimal untuk bercocok tanam. Oleh karena itu diperlukan suatu media yang dapat menarik perhatian remaja dan dapat mengajak mereka untuk menjaga alam terutama lingkungan yang ada di sekitarnya. Melalui media yang atraktif diharapkan informasi yang akan disampaikan dalam kampanye Solo Berkebun ini dapat diterima dengan lebih mudah. Kampanye ini diharapkan mendapat respon yang berkelanjutan sehingga tujuan dari kampanye ini akan tercapai dan generasi muda akan lebih peka dengan keadaan alam disekitarnya.
1
Mahasiswa Jurusan Deskomvis Fakltas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan NIM C0708049
2
Dosen Pembimbing I 3
commit to user
Sekar Tanjung. 2012. Introduction this final work titled “Solo Berkebun’s Campaign Design for Teenager through Visual Communication Design”. The problems that will be studied are: (1) How to design the Solo Berkebun’s Campaign that can attract, easy to understand and educate society trough Visual Communication Design? (2) How to choose the proper medium to promote Solo Berkebun’s Campaign through Visual Communication Design? (3) How to deciding the right media placement for Solo Berkebun Campaign? The modern society nowadays are rarely gave their attention to environmental preservation, especially for those who live in town. Solo Berkebun, the only one of gardening community in Solo, have big potency to persuade society to utilize and cultivate unproductive area for gardening. Hence, it needs media that can attract the youth and persuade them to conserve the environments around them. Through the attractive campaign the writer hopes the information which is given from Solo Berkebun will be easy to understand. Hopefully, this campaign will get a positive respond so it will be understood by the young generations and they will be more aware of the environment around them.
1
Student of Visual Communication Design Departement, Faculty of Literature and the Art UNS with NIM. C0708049
2
Guide Lecture I 3
commit to user
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masyarakat modern sekarang jarang yang mempunyai perhatian khusus
dalam pelestarian lingkungan, terutama untuk mereka yang tinggal di kota.
Namun berbeda dengan sebuah komunitas bernama “Indonesia Berkebun” yang
memiliki konsep memanfaatkan lahan kosong menjadi hijau dengan dengan
penanaman pohon (urban farming). Konsep sederhana ini ternyata menarik
dukungan dari berbagai pihak. Kini, Indonesia berkebun telah tumbuh di 20 kota
seluruh Indonesia, salah satunya Solo.
Kegiatan ini memiliki tiga tujuan yaitu ekologi dengan memperhatikan
lingkungan, ekonomi yang membantu kebutuhan masyarakat dan sedang mencoba
pengembangan pemasaran supply kepada supermarket untuk sayur, dan fungsi
edukasi yang coba menelurkan warga untuk ramah sekaligus mencintai
lingkungan. Tidak sekedar menanam, berkebun merupakan kegiatan yang sangat
menyenangkan, menyehatkan, dan menghasilkan. Meskipun hasilnya tak
seberapa, namun akan menjadi keistimewaan tersendiri bagi yang menananmnya.
Banyak orang yang beralasan tak memiliki lahan untuk sekedar berkebun, tetapi
oleh komunitas Solo Berkebun hal ini dibantah. Sebab, dengan lahan seadanya,
hobi berkebun tetap bisa dilakukan. Komunitas ini sudah lama memulai aksinya
sejak lama untuk menggiatkan masyarakat Solo dan sekitarnya, agar
commit to user
memanfaatkan tanah atau ruang di sekitar rumah sebagai media berkebun. Dengan
berkebun dapat menambah ruang hijau di sekeliling kita. Berkebun merupakan
kegiatan yang produktif, kreatif, edukatif, dan rekreatif. Memang sangat
bermanfaat jika hal ini diseriusi maka akan menghasilkan nilai ekonomi yang
cukup tinggi. Apalagi dengan kondisi bumi kita yang tengah mengalami global warming. Berkebun merupakan hal yang bermanfaat untuk mengurangi efeknya. Komunitas Solo Berkebun memang memprioritaskan semangat berkebun di
wilayah perkotaan. Berkebun akan lebih menggairahkan jika di lakukan di
wilayah perkotaan.
Solo Berkebun sebagai satu-satunya komunitas berkebun di Solo,
memiliki potensi besar untuk mengajak masayarakat Solo memanfaatkan lahan
menganggur di Solo yang diolah secara maksimal untuk bercocok tanam. Setelah
penulis melakukan pengamatan langsung, Solo Berkebun belum bisa
memaksimalkan campaign Solo berkebun dibenak target audiens mereka dan
belum mempunyai strategi promosi, berikut juga dengan media promosi yang
tepat agar bisa mengajak masyarakat Solo dan sekitarnya untuk berkebun. Oleh
karena itu penulis memutuskan untuk mengangkat Solo Berkebun sebagai subyek
perancangan campaign Solo Berkebun dalam proyek perancangan ini.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan tersebut diatas maka
commit to user
1. Bagaimana cara merancang Kampanye Solo Berkebun yang menarik,
mudah dimengerti dan edukatif untuk masyarakat Solo melalui Desain
Komunikasi Visual?
2. Bagaimana memilih media yang tepat untuk mempromosikan Kampanye
Solo Berkebun untuk masyarakat Solo melalui Desain Komunikasi
Visual?
3. Bagaimana menentukan media placement yang tepat untuk kampanye Solo
Berkebun?
C. Tujuan
Tujuan diadakan perancangan promosi ini adalah:
1. Merancang media kampanye Solo Berkebun yang menarik, mudah
dimengerti dan applicable untuk lingkungan melalui Desain Komunkasi
Visual.
2. Merancang media yang tepat untuk mempromosikan kampanye Solo
Berkebun untuk lingkungan melalui Desain Komunikasi Visual.
3. Menentukan media placement yang tepat untuk kampanye Solo Berkebun.
D. Target Audiens
A. Target Audiens
Yang menjadi target audiens adalah sebagai berikut:
1. Target Primer
Target audiens utama pelaksanaan kampanye ini adalah remaja yang
commit to user 2. Target Sekunder
Target sekunder dari pelaksanaan kampanye ini adalah seluruh
masyarakat Solo.
3. Segmentasi:
- Geografis : Meliputi wilayah Karasidenan Surakarta.
- Demografis: :
a. Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan
b. Usia : 15-22 tahun
c. Pekerjaan : Pelajar dan Mahasiswa
d. Status Sosial : Semua kelas sosial
e. Pendidikan : SMP, SMA dan Universitas
f. Golongan : Semua golongan ras, suku dan agama
4. Psikografis :
a. Generasi muda yang menjaga dan merawat tanaman yang berada di
sekitarnya.
b. Generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dengan menanam
sayur-sayuran dan buah-buahan di alam sekitarnya.
E. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan menunjukan cara-cara yang dapat ditempuh untuk
memperoleh data yang diperlukan. Dalam pengumpulan data terdapat dua jenis
commit to user 1. Metode Pengumpulan Data Primer
Metode pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu data
yang diperoleh dari pihak pertama baik individu atau perorangan seperti hasil
wawancara ,pengisian kuisioner maupun observasi
Wawancara ( Interview ) adalah suatu cara mengumpulkan data dengan menanyakan langsung secara lisan kepada informan atau pihak yang kompeten
dalam suatu masalah atau objek yang sedang diteliti Sedangkan kuisioner
merupakan tehnik pengumpulan data dengan menyebarkan angket kepada
masyarakat yang menjadi objek penelitian. Kuisioner berisikan pertanyaan-
pertanyaan yang berhungan dengan permasalahan yang diteliti.
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti
mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subjek yang
diselidiki, baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi sebenarnya maupun
dilakukan didalam situasi buatan yang khusus diadakan.
2. Metode Pengumpulan Sekunder
Metode pengumpuulan data Sekunder sering disebut metode
penggunaan bahan dokumen karena dalam hal ini peneliti secara tidak
langsung mengambil data sendiri akan tetapi meneliti dan memanfaatkan data,
dokumen atau pustaka yang dihasilkan pihak – pihak lain.
Data Sekunder pada umumnya digunakan oleh peneliti untuk
commit to user
diproses lebih lanjut. Data sekunder dapat diperoleh dari media massa, hasil
penelitian individual peneliti lain dan penelitian kepustakaan.
Upaya pengumpulan data dengan penelitian kepustakaan ini ditunjukan
untuk menambah pengetahuan peneliti sehingga dalam melaksanakan
penelitian ini, peneliti akan dibekali dengan pengetahuan yang matang tentang
masalah-masalah yang akan ditelitinya.
F. Target Visual
Sebelum menentukan target visual, diperlukan adanya pembatasan media yang
akan digunakan, yaitu dengan membatasi pada media yang dapat membuat
kegiatan promosi dan periklanan ini memiliki daya tarik dan efektif.
Dalam kampanye Solo Berkebun, penulis akan merencanakan beberapa
media, antara lain:
1. Baliho
2. Iklan Koran
3. Poster event
4. Brochure
5. Office Stationary:
- Pensil
- Letter Head
commit to user 6. Merchandise:
- Kaos
- Sticker
- Pin
- Pembatas Buku
- Mug
- Gantungan Kunci
- Kalender
- Flower pot - Tas kain
7. Flyer 8. X-Banner
9. Apron 10. Glove
commit to user
BAB II
KAJIAN TEORI
A.
Tinjauan Perancangan
Perancangan berasal dari kata dasar rancang, yang kemudian mendapat
awalan per- dan akhiran –an. Perancangan dapat diartikan merencanakan segala
sesuatu sebagai bagian dari kerangka kerja. ( Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,
691).
1. Pengertian perancangan menurut bahasa (etimologi)
a. DESIGNOSE, dari bahasa latin yang artinya memotong dengan gergaji atau tindakan menakik atau emberi tanda yang mempunyai meksud
memberi citra terhadap suatu objek.
b. DESGNARE, dari bahasa Perancis yang mempunyai arti manandai, memisahkan yang meksudnya menghilangkan kesimpangan.
c. DESIGN, dari bahasa Inggris yang artinya memikirkan, menggambar rencana, menyusun bagian-bagian menjadi sesuatu yang baru
2. Proses perancangan menurut Kotler dan Andreasen antara lain :
a. Menentukan obyektif, misi dan tujuan spesifik organisasi secara luas yang
memerlukan peran pemasaran strategis.
b. Menilai ancaman dan peluang dari lingkungan luar yang dapat ditunjukan
oleh pemasaran untuk mencapai keberhasila yang lebih besar.
commit to user
c. Mengevaluasi sumber daya serta keahlian potensial dan nyata dari
organisasi untuk mengambil keuntungan dari peluang yang ada atau
menyingkirkan ancaman yang tampak dalam analisi lingkungan eksternal.
d. Menentukan misi, obyektif dan tujuan spesifik pemasaran untuk periode
perencanaan yang akan datang.
e. Merumuskan strategi pemasaran pokok untuk mencapai tujuan yang
spesifik.
f. Menempatkan sistem dan struktur organisasi yang perludalam fungsi
pemasaran agar pelaksanaan strategi yang telah disusun dapat dipatikan.
g. Menetapkan rincian dan taktik untuk melaksanakan strategi pokok dalam
masa perencanaan, termasuk jadwal kegiatan dan tugas tanggung jawab
tertentu.
h. Menentapkan patokan untuk mengukur hasi sementara dan hasi akhir
program.
i. Melaksanakan program yang telah direncanakan
j. Mengatur kinerja dan strategi pokok, rincian taktis, atau keduanya bila
diperlukan.
B. Kampanye
1. Pengertian Kampanye
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kampanye merupakan tindakan
serentak untuk melawan atau mengadakan aksi. Kampanye sosial merupakan
kampanye yang bersifat menginformasikan hal - hal sosial yang ada dalam
commit to user
gagasan, ide, dan pesan sebagai suatu usaha untuk menarik simpati orang
terhadap suatu ide atau gagasan yang bersifat kemasyarakatan dalam bentuk
gerakan atau tindakan bersama yang dilakukan dengan serentak, agar dapat
mempengaruhi sasaran sehingga melakukan tindakan sesuai dengan apa yang
diterjemahkan komunikator (penyampai pesan).
Kampanye bisa juga berarti rencana kegiatan komunikasi pemasaran
yang berkesinambungan dan dilaksanakan berdasarkan suatu jadwal yang
menunjukkan peran satu atau berbagai media (televisi, radio, majalah, surat
kabar). Dalam sebuah proses kampanye media adalah alat bantu atau sarana
penghubung dari komunikator kepada komunikan. Aplikasinya pada dunia
bisnis adalah sebagai jembatan penghubung dari produsen kepada konsumen.
Media kampanye sangat beragam, bisa menggunakan media lini atas (above
the line media) dan juga media lini bawah (below the line media).
Dalam pelaksanaannya kampanye banyak melibatkan perusahaan,
pers, LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) dan media komunikasi audio
maupun visual. Karena kampanye yang dilakukan pada permasalahnnya
adalah mengkomunikasikan informasi serta gagasan yang ditujukan pada
khalayak secara serempak atau besar - besaran.
2. Jenis-Jenis Kampanye
commit to user
menjual produk, kandidat dan ide atau gagasan perubahan sosial, yaitu sebagai
berikut;
a. Product-oriented Campaign
Kegiatan dalam kampanye berorientasi pada produk dan biasanya
dilakukan dalam kegiatan komersial kampanye promosi pemasaran suatu
peluncuran produk baru. Sebagai contoh peluncuran Hand Phone baru,
peluncuran provider selular baru seperti Esia, pergantian logo BNI 46 atau
Pertamina.
b. Candidate-Oriented Campaign
Kegiatan kampanye yang berorientasi bagi calon ( kandidiat) untuk
kepentingan kampanye politik, misalnya kampanye pemilu, untuk
kampanye Caleg (calon legislative atau anggota DPR/MPR), serta hingga
jabatan public lainnya yang berupaya meraih dukungan yang sebanyak-banyaknya dari masyarakat melalui kampanye politik.
c. Ideological or Cause-Oriented Campaign
Jenis kampanye yang beroientasi ada sifat khusus dan berdimensi
perubahan sosial seperti anti HIV/AIS, anti narkoba (Rusady
Ruslan,2005:25)
3. Tujuan Kampanye
Tujuan kampanye sebagai efek dari proses komunikasi dapat
dijabarkan sebagai berikut:
commit to user
b. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk
kepada audience.
c. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk.
d. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk.
e. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain.
f. Menanamkan citra produk dan perusahaan.
4. Komunikasi Persuasif dalam Kampanye
Menurut Michael Pfau dan Roxanne Parrot “Campaign are incherently persuasive communication activities” yang artinya dengan demikian aktivitas
kampanye tersebut selalu melekat dengan kegiatan komunikasi persuasif.
(Rusady Ruslan, 2005:26) Lebih lanjut Rusady Ruslan, S.H.,M.M
memberikan kesimpulan dari pengertian kampanye melalui komunikasi persuasif “Bahwa tindakan persuasif yang pada prinsipnya dalam proses
komunikasi adalah bertujuan untuk mengubah atau ingin memperteguhan
sikap, pandangan, kepercayaan dan perilaku masyarakat secara sukarela sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh komunikatornya” (Rusady Ruslan,
2005:27). Dampak komunikasi yang dihasilkan dari proses kampanye adalah
sebagai berikut:
a. Dampak Kognitif : komunikan atau sasaran kampanye menjadi bertambah pengetahuannya sehingga pola pikirnya berubah ke arah yang positif.
b. Dampak Afektif : komunikan tidak hanya bertambah pengetahuannya
commit to user
secara positif untuk menanggapi pesan komunikasi yang telah
disampaikan.
c. Dampak Behavioral : setelah komunikan bergerak hatinya, komunikan mau melakukan suatu tindakan, perilaku, atau kegiatan sebagai tanggapan
dari proses komunikasi yang dilakukan dalam kam
C. Berkebun
1. Pengertian Berkebun
Kebun dalam pengertian di Indonesia adalah sebidang lahan, biasanya di
tempat terbuka, yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya
sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Pengertian kebun bersifat umum karena
lahan yang ditumbuhi tanaman secara liar juga disebut kebun, asalkan berada
di wilayah pemukiman. Dalam keadaan demikian, kebun dibedakan dari hutan
dilihat dari jenis dan kepadatan tumbuhannya. Dalam ungkapan sehari-hari, kebun seringkali digunakan untuk menyebut perkebunan (seperti “kebun karet”
atau “kebun kelapa”) terutama bila ukurannya tidak terlalu luas dan tidak
diusahakan secara intensif komersial. Kata kebun juga digunakan untuk
menyebut pekarangn dan taman.
Kebun dalam pengertian di Indonesia biasanya tidak memiliki sistem
commit to user
tanaman serta pemgumpulan hasil panen tidak ada fasilitas penyortiran atau
pengemasan yang tersedia di lahan tersebut.
2. Manfaat berkebun
Stres sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Bila tidak ada
sarana yang dapat menjadi penyaluran, keseimbangan jiwa seseorang bisa saja
terganggu. Maka tidak ada salahnya mencoba kegiatan lain yang dapat
dilakukan di rumah, misalnya berkebun. Pengalaman sensorik dari berkebun
memungkinkan seseorang terhubung keadaan alami alam semesta. Berkebun
dapat menyehatkan jiwa, selain dapat menambah kesegaran, menghasilkan
produk sayuran atau buah-buahan sehat, berkebun juga dapat meningkatkan
suasana hati. Salah satu penjelasan yang cukup radikal dari sebuah penelitian
bahwa berkebun baik untuk kesehatan jiwa dan raga adalah, saat berkebun atau
menggali tanah, seseorang dapat terpapar bakteri berguna yang disebut
Mycobacterium vaccae. Sebuah penelitian menunjukkan bakteri yang tidak
berbahaya ini dapat meningkatkan pelepasan dan metabolisme hormon
serotonin di bagian otak. Serotonin berfungsi mengontrol kegiatan fisik tubuh
dan suasana hati. Dengan memperkenalkan bakteri ini pada lingkungan, dapat
membantu mengurangi beberapa masalah depresi.
Dengan berkebun, seseorang dapat menerima udara segar dan sinar
matahari dengan baik. Ini dapat mempengaruhi kerja aliran darah dalam tubuh.
Banyak gerakan yang dapat dilakukan tubuh saat berkebun, sama
keuntungannya dengan melakukan latihan olahraga. Kolaborasi kegiatan fisik
commit to user
positif bagi pikiran. Bahkan, bagi beberapa orang yang pernah mengalami
masalah mental, berjalan di tengah kebun atau taman dapat menjadi salah satu
alternatif terapi.
3. Berkebun di pekarangan rumah
Dengan berkebun di pekarangan rumah kita dapat bisa mendapatkan
keuntungan-keuntungan sebagai berikut ;
1. Selain untuk penghijauan, tanaman sayuran dapat menjadi sumber
kebutuhan sayur.
2. Salah satu bentuk penyaluran hobi.
3. Timbulnya rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi
sayuran yang ditanam sendiri.
4. Diperolehnya sayuran yang lebih terjamin kebersihan dan mutunya,
karena penggunaan pestisida yang dapat ditekan semaksimal mungkin
5. Bertanam sayuran berarti melatih seluruh anggota keluarga untuk lebih
mencintai alam.
6. Bahkan di tengah kondisi harga bahan kebutuhan pokok naik,
menanam sayur mayur di kebun dapat turut membantu perekonomian
dalam rumah tangga , bahkan kalau hasilnya lebih, bisa dijual ke pasar.
Ada beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam dipekarangan, antara lain ;
1. Sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir, tomat,
commit to user
2. Sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis,
kemangi, seledri, selada, sawi, dan talas daun.
3. Sayuran bunga seperti kol, brokoli dan bunga papaya
4. Sayuran umbi seperti wortel, kentang, bawang merah dan bawang putih,
bawang bombay, dan lobak serta tanaman bumbu dan empon-emponan
seperti temu kunci, kencur, serai, lengkuas dan kunyit yang masih
termasuk tanaman sayuran umbi .
Dan ada beberapa model penanaman yang dapat kita lakukan ;
a. Penanaman Konvensional
Pada model ini hal yang perlu diperhatikan adalah pemilahan areal
tanam, persiapan dan pengolahan lahan tanam dan penyediaan bahan
tanaman. Pengolahan lahan tanam meliputi pembersihan, pengolahan,
pemupukan dan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.
Pencangkulan juga perlu dilakukan untuk menggemburkan lahan.
Kemudian dilakukan pemupukan dasar dengan tujuan untuk menambah
unsur hara pada tanah dengan cara mencampurkan dan mengaduk pupuk
secara merata diseluruh bagian lahan. Pupuk yang sebaiknya digunakan
adalah pupuk kandang atau kompos.
Selanjutnya adalah penyediaan bibit, dan tanaman yang dapat
commit to user
kemangi, kecipir, bayam dan tanaman sayur kacang-kacangan. Biji atau
benih tanaman sayuran tersebut dapat dibeli di toko penyalur benih yang
ada. Sedangkan jenis sayuran tradisional seperti daun mangkokan, talas,
katuk dan beluntas yang bijinya sulit diperoleh dapat diatasi dengan
penanaman secara stek atau umbi.
Dalam praktiknya penanganan biji atau benih tanaman sayuran ini
ada dua cara :
1. Disemaikan yaitu sayuran yang sulit berkecambah seperti sawi,
seledri, kol, tomat dan cabai
2. Tidak harus disemaikan (bisa langsung disebar atau ditanam di
areal tanamnya melalui penugalan dan setiap lubang bisa
dimasuki tiga biji). Pada tanaman sayuran stek dan umbi,
sebaiknya tidak langsung ditanam, tetapi terlebih dahulu
disemaikan di wadah baki atau polibag yang dipindahkan
setelah tunas dan akarnya terbentuk cukup banyak
Ada beberapa tipe pot yang dikenal yaitu pot tunggal, pot
horisontal dan pot vertikal. Pot tunggal umumnya digunakan untuk jenis
tanaman sayuran buah dan umbi seperti cabai, mentimun, tomat, buncis,
pare, terong, paprika, kacang panjang, wortel, kentang, bawang merah,
bawang putih, bawang bombay dan lobak. Pot tunggal dapat dibuat dari
tanah liat, semen, kayu, ember, kaleng atau polibag yang pada bagian
commit to user
Pot horisontal dibagi dua, horisontal tunggal dan horisontal
bertingkat yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan pipa PVC,
bambu, papan, talang atau balok kayu. Dan digunakan untuk jenis tanaman
sayuran bunga dan daun yang mempunyai perakaran dangkal dan sempit
seperti kangkung, selada, talas daun, kailan, baby kapri, caisim, bawang
daun, kubis, kol dan brokoli. Pot vertikal sama uraiannya dengan pot
horisontal di atas. Juga untuk media tanam haruslah menyediakan unsur
hara yang cukup bagi tanaman. Persyaratannya adalah : campuran abu
sampah dan pupuk kandang, gambut dan pupuk kandang, kompos sampah
rumah tangga dan tanah atau pasir, abu sekam dan pupuk kandang, tanah
dan sekam serta pupuk kandang, pasir dan pupuk kandang, tanah dan
pupuk kandang yang perbandingan campuran media tanam adalah 1:1 atau
2:1, yang terakhir disarankan 3:1.
Beberapa keuntungan yang diperoleh dari bertanam sayuran di pot
antara lain :
Dapat dikerjakan pada pekarangan yang sempit
Sebagai alternatif untuk tanah pekarangan yang tidak subur
Lebih gampang untuk dipindah tempatkan
Lebih mudah untuk menyesuaikan dengan faktor agroklimat
(kondisi tanah dan iklim yang diperlukan tanaman .
Sekaligus berfungsi sebagai tanaman hias.
Beberapa faktor agroklimat dapat diubah agar sesuai dengan
commit to user
jenis tanah, pH tanah, curah hujan dan banyaknya sinar matahari,
sedangkan suhu dan kelembaban udara sangat sulit untuk diubah. sebagai
contoh media tanam yang terdiri dari campuran tanah subur, pupuk
kandang dan pasir dapat diatur perbandingannya sesuai dengan keperluan
masing-masing jenis sayuran yang ditanam, pH tanah dapat diturunkan
dengan menambah kapur pada media tanamnya, atau curah hujan dan sinar
matahari dapat diatur banyaknya dengan mengontrol penyiraman dan
memberi naungan. Suhu dan kelembaban udara hanya dapat diubah
dengan menggunakan rumah kaca, sehingga untuk penanaman sayuran di
pekarangan, jenis sayuranlah yang disesuaikan dengan kedua faktor
tersebut, dimana kedua faktor tersebut sangat terkait dengan ketinggian
tempat dari permukaan laut. Karena itu pilihlah jenis-jenis sayur yang
dapat tumbuh dengan ketinggian tempat yang sama dengan daerah kita.
Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan
tanaman dengan baik terutama perakaran.. Beberapa jenis pot ini tidak
memiliki sifat pot yang baik sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot
cepat naik dan tanaman menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu
dilubangi didindingnya.
Ciri-ciri kriteria pot yang baik adalah;
Mampu mendukung perkembangan perakaran
Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air
berlebih
commit to user drainase
Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan
Tidak mudah lapuk dan pecah
Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar
agar suhu tanah tetap stabil
Jenis pot yang dapat dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot
plastik, pot porselin, pot semen, pot ban bekas ,pot kaleng bekas ,dan pot
dari anyaman bambu
b. Penanaman Vertikultura
Penanaman jenis ini sangat bermanfaat dan hemat jika kita hidup di
daerah yang berpenduduk padat. Vertikultur diambil dari istilah
verticulture dalam bahasa Inggris. Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu vertical dan culture. Di bidang pertanian, pengertian verticulture adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau beringkat.
Suatu teknik atau cara budidaya tanaman semusim (khusunya sayuran)
pada lahan terbatas yang diatur secara bersusun menggunakan
bangunan/tempat khusus atau model wadah tertentu dengan menerapkan
paket teknologi maju, serta komoditas yang diusahakan bernilai ekonomi
tinggi. Mengenai model dan ukuran terserah kreativitas pemesan. Dan
dibuat sedemikian rupa, sehingga muat untuk dijejalkan banyak tanaman.
Kelebihannya adalah lahan yang minimalis dapat menghasilkan
hasil yang maksimal dengan cara membuat sebuah rak untuk menaruh
commit to user
tersebut dapat terbuat dari kayu, papan atau bumbu. Bila ingin lebih kuat
dapat menggunakan kerangka besi atau stainless steel. Tapi itu lebih mahal
ongkos pembuatannya.
Keuntungan yang kedua adalah anti banjir, karena mudah
dipindahkan, kalau kerangka bangunannya dibuat tinggi dapat mencegah
banjir.
Keuntungan yang ketiga adalah penanaman jenis verticultura dapat
dipakai untuk menyalurkan kreatifitas dengan mengecat pot dan rak. Boleh
juga jika ditambahkan pernak pernik pot, seperti wadah air dibawahnya
atau pot-pot gantung. Vertikultur sangat cocok dipakai untuk budi daya
tanaman semusim, misalnya sayur-sayuran. Selain menanamnya mudah,
hasilnya langsung dinikmati. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara
lain seledri, selada, kangkung, bayam atau kemangi. Pohon cabai, tomat,
atau terong, juga mudah sekali tumbuh di dalam pot. Jenis poly bag atau
kantung plastik tebal berwarna hitam, dapat menggantikan fungsi pot
tanaman.
Sawi dan selada air akan dipanen ketika berumur 40 hari, bayam di
usia 28 hari, dan cabai umumnya berbuah saat berumur 3 bulan dan hasil
panen yang diperoleh tidak jauh berbeda dengan cara pertanian yang
diolah budi daya bercocok tanam ini, para anggota keluarga tidak perlu
lagi mengeluarkan dana untuk membeli pupuk. Pupuk alami mampu
dibuat sendiri dari sisa-sisa sampah dapur. Potongan-potongan sayuran,
commit to user
bermanfaat. Yaitu bahan yang mudah terurai oleh tanah dan diperlukan
oleh tanaman.Pembuatannya cukup menimbun di dalam tanah. Dibiarkan
terurai selama kurang lebih satu bulan lamanya. Setelah itu dapat dipakai
sebagai media tanam. Dengan ditambah oleh campuran pasir, tanah
gembur, serta pupuk kompos tadi. Takarannya yang seimbang, yaitu 1:1:1.
Selain kompos, pupuk yang baik adalah pupuk kandang. Biasanya
diperoleh dari kotoran sapi, kambing, atau kerbau. Bagi penduduk di
sekitar Jakarta, lebih mudah mendapatkannya di toko pertanian terdekat.
Kotoran hewan peliharaan seperti ayam, burung, serta kelinci mampu
digunakan untuk pembuatan pupuk kandang tersebut. Prosesnya sama
seperti pupuk kompos tadi. Dikubur dahulu agar tidak berbau, dan biarkan
mikro organisme yang mengurainya.
Kotoran anjing dan kucing kurang cocok dipakai untuk membuat
pupuk kandang, Sisa-sisa makanan yang dikeluarkan oleh binatang
pemakan rumput jauh lebih baik hasilnya. Terasa lebih asyik dengan
menggunakan pupuk buatan sendiri. masalah limbah rumah tangga dan
ternak sedikit teratasi. Hasil yang dipetik jauh lebih sehat, karena pupuk
yang dipakai adalah alami, tanpa bahan kimia buatan.
D. Tinjauan Remaja
commit to user
Remaja berasal dari kata latin adolescence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolescence mempunyai arti yang lebih luas
lagi yang mencakup kematangan mental, emosional dan fisik (Hurlock,
1992). Erikson (dalam Hurlock, 1990) menyatakan bahwa masa remaja
adalah masa kritis identitas atau masalah identitas – ego remaja. Identitas diri
yang dicari remaja berupa usaha untuk mejelaskan siapa dirinya dan apa
perannya dalam masyarakat, serta usaha mencari perasaan kesinambungan
dan kesamaan baru para remaja harus memperjuangkan kembali dan
seseorang akan siap menempatkan idola dan ideal sesorang sebagai
pembimbing dalam mencapai identitas akhir.
Remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang
punggung penerus generasi bangsa di masa mendatang. Remaja adalah
mereka yang berusia 10-20 tahun, dan ditandai dengan perubahan dalam
bentuk dan ukuran tubuh, fungsi tubuh, psikologi dan aspek fungsional. Dari
segi umur remaja dapat dibagi menjadi remaja awal/early adolescence (10-13 tahun), remaja menengah/middle adolescence (14-16 tahun) dan remaja akhir/late adolescence (17-20 tahun) (Behrman, Kliegman & Jenson, 2004).
Menurut Depkes RI (2005), masa remaja merupakan suatu proses
tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang merupakan masa peralihan
dari kanak-kanak ke dewasa muda.
Masa remaja atau adolescence diartikan sebagai perubahan emosi dan perubahan sosial pada masa remaja. Masa remaja menggambarkan dampak
commit to user
masa yang penuh dengan gejolak, masa yang penuh dengan berbagai
pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman
berinteraksi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk mengisi
kehidupan mereka kelak (Nugraha & Windy, 1997).
Menurut Pardede (2002), masa remaja merupakan suatu fase
perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini
merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai
dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial yang
berlangsung pada dekade kedua kehidupan.
E. Tinjauan Desain
1. Pengertian Desain
Desain merupakan sebuah kata dengan banyak makna. Dalam konteks
komunikasi visual, desain sudah menjadi bagaian dari tim dalam industri
komunikasi. Dunia advertising, publikasi majalah dan surat kabar, pemasaran dan public relations, dan yang pasti design juga sudah menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan
perkembangan ekonominya.
Desain merupakan atuaran dari bagian-bagian ke dalam sebuah koherensi
yang menyeluruh. Pada umumnya desain diartikan merancang, menciptakan
bentuk, yang mengandung kaidah, rasa nilai artistik dari wujud termaksud.
commit to user
pola dua maupun tiga dimensional, memilih dan menyusup, memecahkan
masalah yang bertujuan menciptakan susunan atau organisasi.
Desainer grafis menggunakan kata (huruf), gambar serta elemen-elemen
grafis lain untuk berkomunikasi. Desainer grafis menjembatani antara klien
dengan sebuah pesan yang dikirim ke target sasaran secara visual. Desainer
atas nama klien memberikan informsi, membujuk, mengingatkan, atau
menjual, berupa iklan informatif, iklan persuasuif, dan iklan pengingat.
Desainer grafis mengambil bagian kata, gambar, dan elemen-elemen grafis
lain dan mengaturnya ke dalam komunikasi yang menyatu dalam format. (M.
Suyanto, 2004:27)
2. Struktur Desain
Struktur desain (kerangka desain) biasanya memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Memenuhi maksud / fungsi dan kaidah estetika
b. Sederhana
c. Memenuhi proporsi terencana menurut kegunaannya
d. Sesuai dengan material yang dipergunakan
3. Elemen-elemen Desain
Desain atau rancangan pada dasarnya mempunyai arti sebagai, sebuah
elemen visual yang dikembangkan dengan dalih tertentu dan diolah sesuai
dengan keperluan pengiklan atau pengemasan. Dapat juga diartikan sebagai
usaha deskripsi gagasan bentuk, rupa, ukuran, warna, dan tata letak beserta
commit to user
Tata letak atau proses pembuatan layout, adalah merangkai unsur-unsur penunjang menjadi susunan yang menyenangkan dan mencapai suatu tujuan.
Layout juga dapat disebut sebagai bagian seni atau teknik untuk memperindah.
Kaitan layout dengan proses pembuatan iklan sangatlah erat, karena dalam
layout terdapat elemen-elemen penting yang harus ada sebagai faktor pendukung dalam iklan yang akan dibuat. Elemen-elemen penting tersebut
adalah sebagai berikut :
a. Tema
Tema atau sering juga disebut judul, merupakan suatu kata atau
gambaran yang dicetak tebal dan besar. Kemudian diletakkan di atas teks
(naskah) atau bagian lain dalam sebuah iklan.
b. Ilustrasi
Dalam berbagai bentuk iklan yang realis, dekoratif, atau foto
(hitam putih dan warna) akan selau menonjolkan sebuah deskripsi yang
terkadang eksplisit juga, agar penikmat iklan mempu berimajinasi dengan
khayalannya masing-masing.
c. Keterangan gambar
Pada bagian ini biasanya menggunakan huruf yang kecil, dan
ditempatkan di atas atau di bawah tulisan ataupun ilustrasi yang semuanya
berfungsi untuk menerangkan gambar dengan jelas.
commit to user
Materi ini berupa pesan utama yang disampaikan kepada penikmat
iklan untuk dapat menarik perhatian masyarakat, yang nantinya diharapkan
mau membeli produk yang ditawarkan tersebut.
e. Logo
Pada hal ini logo mempunyai fungsi yang cukup penting, karena
mewakili dan sebagai simbol perusahaan yang harus ditonjolkan dalam
penyampaian pesan. Karena bila logo tersebut sudah sangat dikenal
masyarakat, mereka akan dengan sendirinya memakai produk itu tanpa ada
penawaran lebih lanjut.
4. Aspek Dalam Desain
Dalam proses desain terdapat beberapa dasar pokok yang perlu diperhatikan,
sebagai pendukung baik tidaknya yang akan dibuat, antara lain :
a. Proporsi
Sesuai dengan arti dari kamus, proporsi merupakan bagian atau
ukuran, yang mana pada bagian atau ukuran tersebut mampu mewakili
unsur-unsur garis, warna, pola, bentuk, dan sebagainya.
Pembentukan proporsi pada desain yaitu menyelaraskan hubungan
yang harmonis antara elemen-elemen penyusun tata letak desain,
sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan menarik untuk dapat
meningkatkan nilai jual.
commit to user
Keseimbangan berarti penataan elemen desain dengan
pertimbangan keserasian dan juga padanan. Keseimbangan dipengaruhi
oleh ukuran, bentuk, kecerahan, atau kegelapan warna.
1) Keseimbangan formal atau simetris
Keseimbangan yang ditentukan oleh penggunaan unsur yang sama
pada kedua belah pihak dari garis lurus melalui pusat ruang.
2) Keseimbangan informal atau asimetris
Unsur-unsur pembentuk seimbang di sekitar pusat.
3) Keseimbangan dengan fokus pusat optik
Unsur-unsur pembentuk disusun secara seimbang mengikuti titik fokus
dan unsur yang akan diletakkan dititik poros harus ditempatkan
kira-kira ½ x tinggi, sehingga akan tidak rendah namun seimbang.
c. Kontras
Kontras adalah perlawanan. Untuk dapat mengenal dan mengerti
hal ini, perlu mengetahui kebalikannya. Ukuran sendiri saja adalah netral
dan tidak memberi kriteria untuk suatu perbandingan. Unsur besar hanya
besar dalam hubungan dengan sesuatu yang lebih kecil.
Kekontrasan merupakan pertimbangan untuk menyatakan sesuatu yang
ingin disampaikan sebagai unsur yang lebih menonjol. Unsur yang lebih
menonjol tersebut diharapkan dapat menarik perhatian secara khusus,
untuk mengutamakan unsur terpenting dari apa yang ingin disampaikan.
commit to user
Berdasarkan pertimbangan pada penyajian dengan membedakan besar
kecilnya bentuk pada ukuran.
2) Kontras pada bentuk
Kontras ini dilakukan dengan memperlihatkan perbedaan dari
pengurangan dan penambahan daya volume gambar-gambar yang
dibuat berlainan.
3) Kontras pada arah
Yaitu dengan memperlihatkan penggunaan arah, yang dapat
menunjukkan arah yang berlawanan sehingga terkesan ekstrim.
4) Kontras pada warna
Kontras ini menampilkan penggunaan warna-warna yang saling
bertolak belakang, untuk memberikan tekanan pada bentuk yang
ingin disajikan. Misalnya warna gelap dengan terang, seperti hitam
dengan putih, biru dengan kuning, merah dengan krem, dll.
d. Kesatuan
Unsur yang digunakan dalam desain harus memiliki hubungan satu
sama lain dalam suatu rancangan, sehingga memberi kesan kesatuan.
Kesan tersebut diperoleh dengan pemgelompokan unsur-unsur yang
memiliki hubungan.
Misalnya dengan teknik memberi warna latar belakang, unsur
tertutup sebagian, garis-garis atau pinggiran yang menghasilkan
commit to user e. Harmoni
Harmoni dalam pembuatan desain dibentuk oleh adanya
pembuatan layout yang memiliki kesatuan, dan secara keseluruhan harus memperhatikan efek kesatuan.
Misalnya dengan adanya hiasan tambahan pada rancangan desain, atau
menggunakan tipografi yang menarik.
5. Unsur-unsur Pembentuk Desain
a. Huruf (typography)
Tipografi merupakan hal yang sangat penting dalam dunia desain
grafis, khususnya di bidang desain cetak. Frank Jefkins dalam buku
“Periklanan” berpendapat : “Tipografi adalah seni memilih huruf dari
ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia;
menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda; menggabungkan
sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia; dan menandai
naskah untuk typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.”
Huruf diberi nama dengan nama penemunya. Gromendel membagi
huruf-huruf menjadi 5 kelompok :
1) Roman
Sifatnya serius. Kaitnya melengkung.
Contoh : Times New Roman.
commit to user
Sifatnya semi serius, agak kaku. Kaitnya tegak lurus.
Contoh : Bookman Old Style.
3) Egyptyan
Kesannya misterius, keras, tegas. Kaitnya tebal.
Contoh : Pirates
4) Sans Serif
Kesannya ringan, santai. Tanpa kait.
Contoh : Arial
5) Dekoratif
Kesannya feminim, lembut, luwes.Banyak variasinya
Contoh : Digifacewide
b. Ilustrasi
Pengertian ilustrasi adalah gambaran atau wujud lain yang
menyertai teks. Ilustrasi dan teks merupakan satu kesatuan, yang mana
tujuan dari ilustrasi adalah untuk menjelaskan teks. Ilustrasi bisa
merupakan hal utama atau tambahan di dalam desain. Ilustrasi juga
berfungsi sebagai penerang, penjelas, serta penghias dalam buku sehingga
menimbulkan rangsangan dan daya tarik pembaca.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, ilustrasi dapat
mendukung sebuah maksud desain, karena iliustrasi dapat menyampaikan
commit to user
Sehingga, besar kemungkinan masyarakat akan tertarik untuk
memperhatikan iklan, dan akan dapat mengevaluasi iklan tersebut sesuai
dengan pengamatannya sendiri.
Ilustrasi terdiri dari ilustrasi gambar bermakna, ilustrasi hubungan
tanda, dan ilustrasi simbol. Ilustrasi hubungan tanda adalah ilustrasi yang
menggunakan tanda lebih spesifik daripada ilustrasi gambar bermakna.
Suatu obyek merupakan tanda dari sesuatu. Penggunaan ilustrasi harus
sesuai dan letak yang proporsional dengan elemen desain lainnya.
c. Warna
Warna sebagai pelengkap bagi suatu bentuk sebagai penambah
kekuatan daya tarik visual. Batasan watak setiap warna sampai saat ini
belum dicapai kesimpulan akhir tentang arti tepatnya. Kekontrasan warna
yang khusus adalah panas dan dingin, cemerlang dan suram, cerah dan
redup, saling melengkapi dan saling bertentangan. Setiap pribadi bereaksi
secara individual terhadap warna, efek dari suatu warna atau kombinasi
yang selalu berlainan.
Warna harus dipakai dalam jumlah yang benar, satu atau dua warna
sudah cukup menonjolkan sesuatu. Pemakaian warna yang terlalu banyak
atau terlalu banyak cetakan dalam warna, dapat merusak wajah barang
cetakan tersebut.
Penerapan dalam penggunaan warna mempunyai tujuan pada
commit to user 1) Untuk identifikasi
Dalam prakteknya, warna jarang digunakan sebagai simbol tertentu.
Namun tidak secara keseluruhan pemakaian tersebut digunakan.
2) Untuk menarik perhatian
Penampilan desain dengan warna yang seringkali atau mencolok,
justru akan menjadi daya tarik bagi orang agar melihatnya, lalu mereka
akan memberikan perhatian yang sepenuhnya.
3) Untuk menimbulkan pengaruh psikologis
Warna yang digunakan hendaknya dibuat agar pengaruh secara
psikologis dapat tercapai. Misalnya dalam pamflet ajang musik
underground, baiknya menggunakan warna yang keras seperti warna merah
4) Untuk mengembangkan asosiasi
Seseorang dapat menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain
sebagai asosiasi warna tertentu. Seperti putih tulang sebagai relevansi
warna tulang.
5) Untuk membangun ketahanan minat
Setiap orang memiliki minat terhadap warna tertentu secara berlebihan.
Warna komunikator akan menyajikan warna yang spesifik kepada
komunikan.
commit to user
Penambahan warna dapat merebut perhatian orang yang baru
melihatnya. Karena dengan warna yang ceria, akan membuat orang
yang melihatnya juga menjadi ceria.
F. Komunikasi
1. Pengertian Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari perkataan bahasa Latin communic yang
berarti bersama ( C. Northcote Parkinson, MK. Rustomji, dan walter R. Viera,
1991) atau dengan kata lain, komuniksai sejatinya dilakukan dalam
kebersamaan lebih dari satu orang. Sehingga secara sederhana dapat diartikan
komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari seoarang
komunikator ( pengirim peasan) kepada komunikan ( penerima pesan ) dalam
upaya untuk menciptakan kesatuan pemikiran dan pengetahuan agar dapat
saling memahami.
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang
kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat,
perilaku, baik secara langsung / secara lisan maupun tidak langsung / melalui
media. (Onong Uchjana Effendi, 1986:6)
Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti
atau makna. (Phil Astrid S. Susanto, 1985:1) Beberapa teori lain yang perlu
commit to user
“Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti di
antara individu”. Sedangkan menurut Noel Gist (Fundamental and
Sociologist), Komunikasi adalah : “Interaksi sosial yang meliputi pengoperan arti-arti dengan jalan menggunakan lambang, adapun lambang yang digunakan
dalam melancarkan komunikasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu
lambang yang logis serta lambang sugestif (yang membuat orang berimajinasi)
2. Elemen Komunikasi
Ada 9 elemen penting dalam komunikasi, 2 elemen menggambarkan
pihak-pihak utama dalam komunikasi yaitu pengirim dan penerima. 2 elemen
lainnya menunjukkan alat-alat komunikasi utama, yaitu pesan dan media. 4
elemen yang lain lagi menunjukkan fungsi utama komunikasi, yaitu penulisan
dalam bentuk sandi, membaca tulisan sandi, tanggapan dan umpan balik.
Sedang elemen terakhir menunjukkan adanya gangguan dalam sistem.
Elemen-elemen tersebut adalah :
a. Pengirim (sender)
Pihak yang mengirim pesan kepada pihak lain.
b. Penulisan dalam bentuk sandi (enconding)
Proses Mengungkapkan pendapat ke dalam bentuk-bentuk simbolik.
c. Pesan (message)
Serangkaian simbol yang dikirim oleh pengirim.
commit to user
Saluran komunikasi yang dipakai untuk menyampaikan
pesan-pesan dari pengirim kepada penerima.
e. Pembaca sandi (decoding)
Proses ketika penerima mengartikan simbol-simbol yang dikirim
oleh pengirim.
f. Penerima (receiver)
Pihak yang menerima pesan yang dikirimkan oleh pengirim
(disebut juga pendengar atau tujuan)
g. Tanggapan (response)
Serangkaian reaksi dari penerima setelah melihat atau mendengar
pesan-pesan yang dikirimkan oleh pihak pengirim.
h. Umpan balik (feedback)
Bagian dari tanggapan penerima bahwa penerima itu
mengkomunikasikan kembali kepada pengirim.
i. Gangguan (noise)
Gangguan atau distorsi yang teak terduga selama proses
komunikasi, mengakibatkan penerima memperoleh pesan berbeda dari
yang dikirimkan pengirim. (Philip Kotler,1988:238)
Model-model di atas menekankan faktor-faktor penting dalam
komunikasi yang efektif. Pengirim harus tahu mana yang ingin mereka
jangkau dan tanggapan apa yang mereka inginkan. Mereka harus pandai
commit to user
kecenderungan khalayak sasaran itu membaca simbol pesan mereka.
Mereka harus menyediakan saluran-saluran umpan balik, sehingga mereka
bisa mengetahui tanggapan khalayak terhadap pesan mereka.
Agar pesan efektif, maka proses penyandian pesan dari pengirim
harus bertautan dengan proses pembacaan sandi dari penerimanya.
Menurut Wilbur Scremm, pesan harus merupakan simbol-simbol penting
yang dikenal dengan baik oleh penerima. Apabila pengalaman pengirim
makin mirip dengan penerima, nampaknya pesan pengirim akan lebih
efektif. Suatu sumber dapat menyadikan pesan-pesannya dan pihak
penerima dapat membaca pesan itu hanya berdasarkan pengalaman
masing-masing. Inilah beban yang diterima oleh komunikator dari tingkat
sosial, seperti mereka yang berkecimpung dalam bidang periklanan, yang
hendak berkomunikasi secara efektif dengan tingkat sosial yang lain,
misalnya pekerja pabrik.
Kewajiban pengirim adalah mengusahakan supaya pesan-pesannya
dapat sampai pada penerima. Ada gangguan-gangguan yang tak bisa
diabaiakan, misalnya masyarakat penerima dihadapkan lebih dari 1500
pesan komersial dalam sehari, selain persoalan-persoalan yang harus
mereka ikuti. Para anggota masyarakat mungkin tidak menerima pesan
yang diharapkan karena tiga hal. Pertama, perhatian yang selektif. Dalam
hal ini mereka tidak akan memperhatikan segala sesuatu di sekeliling
mereka. Yang kedua adalah penyimpangan selektif, mereka akan
commit to user
ketiga adalah ingatan selektif. Mereka hanya menyerap sebagian kecil
pesan yang sampai pada mereka. (Philip Kotler,1988:240)
3. Langkah Pengembangan Komunikasi
Langkah-langkah pokok dalam mengembangkan komunikasi yang efektif
dan menyeluruh bagi seorang komunikator, yaitu :
a. Mengidentifikasi khalayak sasaran (target audience)
Seorang komunikator harus tahu betul khalayak sasaran yang kritis
mempengaruhi keputusan-keputusan komunikator mengenai apa yang harus dikatakan, bagaimana menyampaikan, kapan disampaikan, dan di
mana disampaikan, serta siapa yang harus menyampaikannya.
b. Menentukan tujuan komunikasi
Apabila khalayak sasaran dan ciri-cirinya sudah diketahui,
komunikator harus menentukan tanggapan apa yang dikehendaki, sehingga
dapat menentukan tujuan komunikasi, tentu saja pembelian. Tetapi
pembelian adalah hasir akhir suatu proses panjang pengambilan keputusan
yang dibuat oleh konsumen. Komunikator perlu mengetahui bagaimana
menggerakkan khalayak sasaran dari tempatnya semula ke tingkat yang
lebih tinggi, yaitu kesediaan membeli.
Tingkat respon dari konsumen dikenal dengan AIDA. Model
AIDA menunjukkan ketika melewati tingkat kesadaran (Awareness), ketertarikan (Interest), keinginan (Desire), dan tindakan (Action).
commit to user
Setelah menentukan tanggapan khalayak yang diinginkan, serta
telah menentukan tujuan komunikasi, komunikator bergerak menyusun
pesan yang efektif. Idealnya, suatu pesan harus mendapat perhatian,
menarik, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan (model
AIDA)
d. Menyeleksi saluran-saluran komunikasi
Komunikator harus menyeleksi saluran-saluran komunikasi yang
efisien untuk membawakan pesan. Saluran komunikasi terdiri dari dua
tipe, yaitu saluran komunikasi tatap muka (personal communication) dan
saluran komunikasi non personal.
e. Menentukan anggaran promosi
Komunikator harus dapat mengukur seberapa besar anggaran yang
harus dikeluarkan dalam promosi.
f. Menentukan bauran promosi
Perusahaan harus mendistribusikan biaya promosi total pada empat
sarana promosi, yaitu iklan, promosi penjualan, publisitas, dan wiraniaga.
Jadi, untuk mencapai tingkat penjualan tertentu, perusahaan bisa memakai
beberapa macam bauran promosi, yaitu iklan, penjualan personal, promosi
penjualan, dan publisitas.
g. Mengukur hasil promosi
Setelah melaksanakan rencana promosi, komunikator harus
commit to user
khalayak sasaran tentang ingatan mereka, serta masih kenalkah terhadap
pesan yang disampaikan, berapa kali mereka melihat pesan tersebut,
perasaan mereka terhadap pesan tersebut, sikap mereka terhadap produk
serta perusahaannya dahulu dan sekarang. Komunikator juga ingin
mengumpulkan ukuran perilaku tanggapan khalayak sasaran, seperti
banyaknya khalayak yang membeli, menyukai, serta yang membicarakan
pada orang lain.
h. Mengelola dan mengkoordinasi proses komunikasi
Karena jangkauan luas dan pesan komunikasi selalu tersedia untuk
mencapai khalayak sasaran, maka alat dan pesan komunikasi harus
dikoordinasi serta dikelola. Hal ini perlu dilakukan supaya pesan-pesan itu
tidak lesu pada saat barang produk tersedia. (Philip Kotler, 1988:241)
G. Periklanan
1. Pengertian Periklanan
Dari segi bahasa, advertere (latin) artinya mengalihkan perhatian, sehingga advertising dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian audience terhadap sesuatu. Frank Jefkins mendefinisikan :periklanan
mempunyai tujuan untuk membujuk konsumen untuk membeli. Sedangkan
menurut Institute of Practioners in Advertising (IPA) : periklanan
mengupayakan suatu pesan penjualan yang sepersuasif mungkin kepada calon
pembeli yang paling tepat atas suatu produk berupa barang atau jasa tertentu
dengan biaya yang semurah-murahnya. Fred Danzig seorang editor Advertising
commit to user
Anda butuhkan atau inginkan bahkan Anda rela membayar dengan harga yang
lebih mahal. (Sigit Santosa, 2002:3)
Iklan berarti pesan yang bertujuan untuk mendorong, membujuk kepada
khalayak ramai tentang benda dan jasa yang ditawarkan. (Kamus Besar Bahasa
Indonesia, 1989)
Iklan adalah bagian dari bauran promosi (promotion mix) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara
sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk
yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk
membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk
membujuk orang supaya membeli, seperti yang dikatakan oleh frank Jefkins : “Advertising aims to persuade people to buy”.
Bauran pemasaran, bersama-sama dengan komponen lainnya dalam
bauran promosi (personal selling, promosi penjualan, dan publisitas) iklan
bagaikan salah satu dari empat buah roda mobil. Ketiga roda lainnya adalah
produk, harga, dan jalur distribusi. Jika salah satu dari roda tersebut kempis,
maka ketiga roda lainnya pun akan kehilangan fungsinya sebagai penggerak
strategi pemasaran. (Rhenald Kasali, 1995:9)
Masyarakat periklanan Indonesia mendefinisikan iklan sebagai “Segala
commit to user
Pengertian periklanan didefinisikan sebagai “Keseluruhan proses yang
meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penyampaian
iklan”. (Rhenald Kasali, 1995:13)
Periklanan adalah suatu komunikasi massa dan harus dibayar untuk
menarik kesadaran, menanamkan informasi, mengembangkan sikap, atau
mengharapkan adanya suatu tindakan yang menguntungkan bagi pengiklan.
(Rhenald Kasali, 1995:51)
Agar iklan yang dihasilkan efektif, program periklanan harus disusun
dengan memperhatikan 5M, yaitu :
a. Misi (Mission), apakah tujuan periklanan?
b. uang (Money), berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk belanja iklan ? c. Pesan (Message), pesan apa yang harus disampaikan ?
d. Media (Media), media apa yang paling efektif dan efisien ?
e. Pegukuran (Measurement), bagaimana mengevaluasi efektivitas iklan ?
2. Tujuan Iklan
Menurut Uyung Sulaksana (2003), sebuah tujaun yang spesifik akan
menentukan keberhasilan iklan. Berikut beberapa tujuan yang mendasari
zebuah perancang iklan :
a. Informatif
Dimana iklan bertujuan merangsang permintaan awal, dengan
commit to user b. Persuasif
Iklan bertujuan untuk membangun preferensi pada suatu produk
tertentu, beserta kelebihannya dengan produk pesaingnya.
c. Reminder Advertising
Iklan yang umumnya lebih cocok pada produk-prok yang telah
memasuki tahap kedewasaan.Berbagai perusahaan membauat iklan dengan
tujuan untuk mengngatkan konsumen aagar terus membeli produknya dan
kebanyakan masih berusaha menyakinkan konsumen bahwa mereka
memilih produk yang tepat.
3. Fungsi Iklan
Periklanan terdiri dari bentuk-bentuk komunikasi non pribadi yang
diselenggarakan melalui media bayaran dengan sponsor yang nyata. Alat ini
sama sekali tidak terbatas pada perusahaan komersil saja.
Iklan memiliki beberapa fungsi, antara lain :
a. Informative
Menginformasikan kepada khalayak sasaran mengenai seluk beluk
produk.
b. Persuading
Mempengaruhi khalayak sasaran untuk membeli.
c. Reminding
Menyegarkan informasi yang telah diterima masyarakat.
commit to user
Menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak
sasaran menerima dan mencerna informasi.
Fungsi iklan yang tersebar adalah membawa pesan yang ingin
disampaikan oleh produsen kepada khalayak ramai. Iklan menjangkau
berbagai daerah yang sulit dijangkau secara fisik oleh produsen melalui
siaran televisi atau radio. Sekalipun memerlukan biaya yang secara
nominal besar sekali jumlahnya, bagi produser yang dapat memanfaatkan
kreatifitas dalam dunia iklan, strategi iklan yang tepat dapat menjadi
murah. Namun demikian, promosi dengan menggunakan media massa
masih dianggap lebih ekonomis. Nilai ekonomis suatu iklan sangat
tergantung pada daya jangkau media yang digunakan serta karakteristik
khalayak sasarannya.
4. Sifat Iklan
Iklan memiliki beberapa sifat, yaitu :
a. Publik presentation
Bahwa iklan memungkinkan setiap orang menerima pesan yang sama
tentang produk yang diiklankan.
b. Persuasiveness
Bahwa pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk
memantapkan penerimaan informasi.
commit to user
Bahwa iklan mampu mendramatisir perusahaan dan produknya
melalui gambar dan suara untuk menggugah dan mempengaruhi khalayak
sasaran.
d. Impersonal
Bahwa iklan tidak bersifat memaksa untuk memperhatikan atau
menaggapinya karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).
e. Intitusional advertising
Bahwa iklan didesain untuk memberi informasi tentang usaha
bisnis pemilik iklan dan membangun good wiil serta image positif bagi
perusahaan atau organisasi.
5. Struktur Iklan
Sebuah iklan yang baik pada dasarnya mempunyai struktur. Struktur iklan
media cetak dan media penyiaran hampir sama, hanya bentuknya yang
berbeda karena karakteristik mediumnya yang beda pula. Pada iklan media
cetak, strukturnya jelas dan mudah kita amati, karena iklan media cetak dapat
kita tatap setiap saat, berulang kali, dan selama kita kehendaki.
Meskipun struktur baku sebuah iklan sebenarnya tidak ada, kebanyakan
iklan ditampilkan dalam struktur yang terdiri dari :
a. Headline
Merupakan judul tulisan atau kepala tulisan, adalah bagian
terpenting dari sebuah iklan.
commit to user
Adalah naskah atau teks iklan yang mengikuti headline. Sering disebut body copy atau body text. Pada bagian inilah ditulis apa yang
hendak disampaikan kepada calon pembeli dengan lebih rinci. (Rhenald
Kasali, 1992:82)
6. Elemen Iklan
Untuk menghasilkan iklan yang baik, selain harus memperhatikan struktur
iklan di atas, penting juga menggunakan elemen-elemen dalam sebuah rumus
yang dikenal sebagai AIDCA, yaitu :
a. Attention (perhatian)
Iklan harus menarik perhatian khalayak sasaran, baik pembaca,
pendengar, dan pemirsa. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan adalah
ukuran (untuk media cetak, air time untuk media penyiaran), penggunaan
warna (spot atau full colour), tata letak (layout), jenis huruf (typografi) yang ditampilkan. Selain itu, untuk menarik calon konsumen dapat
menggunakan cara seperti berikut :
1) Menggunakan headline yang terarah tujuan iklan yang dibuat 2) Menggunakan slogan yang mudah diingat
3) Menonjolkan atau menebalkan huruf pada unsur penting
4) Menggunakan huruf tebal (bold) guna menonjolkan kata-kata penting
yang menjual.
5)Menggunakan sub-sub judul untuk membagi naskah dalam beberapa
paragraph pendek.