• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR PERANCANGAN KAMPANYE SOLO BERKEBUN UNTUK REMAJA MELALUI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS AKHIR PERANCANGAN KAMPANYE SOLO BERKEBUN UNTUK REMAJA MELALUI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

i

PERANCANGAN KAMPANYE SOLO BERKEBUN UNTUK

REMAJA MELALUI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Disusun Guna Melengkapi dan Memenuhi Persyaratan

Mencapai Gelar Sarjana Seni Rupa jurusan Desain Komunikasi Visual

Disusun oleh:

SEKAR TANJUNG

C0708049

JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

commit to user

(3)

commit to user

(4)

commit to user

iv

PERSEMBAHAN

Karya ini kepersembahkan untuk:

(5)

commit to user

v

MOTTO

Success is a state of mind.

(6)

commit to user

vi

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan rahmad serta penyertaan hingga penulis dapat menyelesaikan

penyusunan Konsep Karya Tugas Akhir ini, yang merupakan salah satu syarat

untuk mencapai gelar Sarjana Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dengan bantuan, bimbingan, serta arahan dari berbagai pihak, maka penulisan

Konsep Karya Tugas Akhir dengan judul PERANCANGAN KAMPANYE

SOLO BERKEBUN UNTUK REMAJA MELALUI DESAIN

KOMUNIKASI VISUAL ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu penulis

ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada:

1. Drs. Riyadi Santosa, M. Ed P.hD selaku Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Drs.M.Soeharto, M.Sn selaku Ketua Jurusan Desain Komunikasi Visual.

3. Drs Ahmad Adib,Ph.D selaku pembimbing I yang telah memberikan berbagai

macam masukan, pengarahan serta kritik yang membangun dan tak pernah

lelah memotivasi penulis dalam proses pengerjaan Tugas Akhirnya.

4. Esty Wulandari,S.Sos, M.Si selaku pembimbing II yang telah banyak

memberikan masukan dalam penyusunan Konsep Karya Tugas Akhir ini.

5. Keluarga besar Solo Berkebun yang telah mempercayakan penulis untuk

melakukan promosi tentang Solo Berkebun.

6. Kakak tersayang yang tak pernah lelah memberikan penulis semangat yang

luar biasa sehingga penulis dapat menyelsaikan Tugas Akhir ini dengan

(7)

commit to user

vii

telah membantu penulis dalam menyelesaikan Konsep Karya Tugas Akhir

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Konsep Karya Tugas Akhir

ini masih jauh dari sempurna, karena keterbatasan penulis dalam berbagai hal.

Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis

harapkan dari para pembaca.

Akhir kata penulis ucapkan terimakasih dan penulis berharap semoga

Konsep Karya Tugas Akhir ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan bagi

pembaca.

Surakarta, Januari 2013

(8)

commit to user

G. Tinjauan Periklanan... 39

(9)

commit to user

ix

A. Gambaran Umum Indonesia Berkebun……… 52

B. Gambaran Umun Solo Berkebun……… 55

C. Komparasi………... 56

D. Analisa SWOT... 58

E. Positioning... 61

F. USP (Unique Selling Prepositioning)……… 62

G. Pengumpulan Data Kuisioner……….. 63

BAB IV. Konsep Kreatif Perancangan dan Perencanaan Media……. 69

A. Metode Perancangan……… 69

B. Konsep Kreatif………. 71

C. Standar Visual……….. 88

D. Pemilihan Media dan Media Placement………. 89

E. Pelaksanaan Kampanye……… 99

F. Prediksi Biaya... 102

BAB V. Visualisasi Karya………. 105

BAB VI. Penutup………... 132

A. Kesimpulan………. 132

B. Saran……… 133

DAFTAR PUSTAKA

(10)

commit to user

Sekar Tanjung.2012. Pengantar karya Tugas Akhir ini berjudul “Perancangan

Kampanye Solo Berkebun Untuk Remaja Melalui Desain Komunikasi Visual”.

Adapun permasalahan yang dikaji adalah : (1) Bagaimana cara merancang

Kampanye Solo Berkebun yang menarik, mudah dimengerti dan edukatif untuk masyarakat Solo melalui Desain Komunikasi Visual? (2) Bagaimana memilih media yang tepat untuk mempromosikan Kampanye Solo Berkebun untuk masyarakat Solo melalui Desain Komunikasi Visual? (3) Bagaimana menentukan media placement yang tepat untuk Kampanye Solo Berkebun? Masyarakat modern sekarang jarang mempunyai perhatian khusus dalam pelestarian lingkungan, terutama untuk mererka yang tinggal di kota. Solo Berkebun sebagai satu-satunya komunitas Berkebun di Solo, memiliki potensi besar mengajak masyarakat Solo memanfaatkan lahan menganggur di Solo yang diolah secara maksimal untuk bercocok tanam. Oleh karena itu diperlukan suatu media yang dapat menarik perhatian remaja dan dapat mengajak mereka untuk menjaga alam terutama lingkungan yang ada di sekitarnya. Melalui media yang atraktif diharapkan informasi yang akan disampaikan dalam kampanye Solo Berkebun ini dapat diterima dengan lebih mudah. Kampanye ini diharapkan mendapat respon yang berkelanjutan sehingga tujuan dari kampanye ini akan tercapai dan generasi muda akan lebih peka dengan keadaan alam disekitarnya.

1

Mahasiswa Jurusan Deskomvis Fakltas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan NIM C0708049

2

Dosen Pembimbing I 3

(11)

commit to user

Sekar Tanjung. 2012. Introduction this final work titled “Solo Berkebun’s Campaign Design for Teenager through Visual Communication Design”. The problems that will be studied are: (1) How to design the Solo Berkebun’s Campaign that can attract, easy to understand and educate society trough Visual Communication Design? (2) How to choose the proper medium to promote Solo Berkebun’s Campaign through Visual Communication Design? (3) How to deciding the right media placement for Solo Berkebun Campaign? The modern society nowadays are rarely gave their attention to environmental preservation, especially for those who live in town. Solo Berkebun, the only one of gardening community in Solo, have big potency to persuade society to utilize and cultivate unproductive area for gardening. Hence, it needs media that can attract the youth and persuade them to conserve the environments around them. Through the attractive campaign the writer hopes the information which is given from Solo Berkebun will be easy to understand. Hopefully, this campaign will get a positive respond so it will be understood by the young generations and they will be more aware of the environment around them.

1

Student of Visual Communication Design Departement, Faculty of Literature and the Art UNS with NIM. C0708049

2

Guide Lecture I 3

(12)

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masyarakat modern sekarang jarang yang mempunyai perhatian khusus

dalam pelestarian lingkungan, terutama untuk mereka yang tinggal di kota.

Namun berbeda dengan sebuah komunitas bernama “Indonesia Berkebun” yang

memiliki konsep memanfaatkan lahan kosong menjadi hijau dengan dengan

penanaman pohon (urban farming). Konsep sederhana ini ternyata menarik

dukungan dari berbagai pihak. Kini, Indonesia berkebun telah tumbuh di 20 kota

seluruh Indonesia, salah satunya Solo.

Kegiatan ini memiliki tiga tujuan yaitu ekologi dengan memperhatikan

lingkungan, ekonomi yang membantu kebutuhan masyarakat dan sedang mencoba

pengembangan pemasaran supply kepada supermarket untuk sayur, dan fungsi

edukasi yang coba menelurkan warga untuk ramah sekaligus mencintai

lingkungan. Tidak sekedar menanam, berkebun merupakan kegiatan yang sangat

menyenangkan, menyehatkan, dan menghasilkan. Meskipun hasilnya tak

seberapa, namun akan menjadi keistimewaan tersendiri bagi yang menananmnya.

Banyak orang yang beralasan tak memiliki lahan untuk sekedar berkebun, tetapi

oleh komunitas Solo Berkebun hal ini dibantah. Sebab, dengan lahan seadanya,

hobi berkebun tetap bisa dilakukan. Komunitas ini sudah lama memulai aksinya

sejak lama untuk menggiatkan masyarakat Solo dan sekitarnya, agar

(13)

commit to user

memanfaatkan tanah atau ruang di sekitar rumah sebagai media berkebun. Dengan

berkebun dapat menambah ruang hijau di sekeliling kita. Berkebun merupakan

kegiatan yang produktif, kreatif, edukatif, dan rekreatif. Memang sangat

bermanfaat jika hal ini diseriusi maka akan menghasilkan nilai ekonomi yang

cukup tinggi. Apalagi dengan kondisi bumi kita yang tengah mengalami global warming. Berkebun merupakan hal yang bermanfaat untuk mengurangi efeknya. Komunitas Solo Berkebun memang memprioritaskan semangat berkebun di

wilayah perkotaan. Berkebun akan lebih menggairahkan jika di lakukan di

wilayah perkotaan.

Solo Berkebun sebagai satu-satunya komunitas berkebun di Solo,

memiliki potensi besar untuk mengajak masayarakat Solo memanfaatkan lahan

menganggur di Solo yang diolah secara maksimal untuk bercocok tanam. Setelah

penulis melakukan pengamatan langsung, Solo Berkebun belum bisa

memaksimalkan campaign Solo berkebun dibenak target audiens mereka dan

belum mempunyai strategi promosi, berikut juga dengan media promosi yang

tepat agar bisa mengajak masyarakat Solo dan sekitarnya untuk berkebun. Oleh

karena itu penulis memutuskan untuk mengangkat Solo Berkebun sebagai subyek

perancangan campaign Solo Berkebun dalam proyek perancangan ini.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan tersebut diatas maka

(14)

commit to user

1. Bagaimana cara merancang Kampanye Solo Berkebun yang menarik,

mudah dimengerti dan edukatif untuk masyarakat Solo melalui Desain

Komunikasi Visual?

2. Bagaimana memilih media yang tepat untuk mempromosikan Kampanye

Solo Berkebun untuk masyarakat Solo melalui Desain Komunikasi

Visual?

3. Bagaimana menentukan media placement yang tepat untuk kampanye Solo

Berkebun?

C. Tujuan

Tujuan diadakan perancangan promosi ini adalah:

1. Merancang media kampanye Solo Berkebun yang menarik, mudah

dimengerti dan applicable untuk lingkungan melalui Desain Komunkasi

Visual.

2. Merancang media yang tepat untuk mempromosikan kampanye Solo

Berkebun untuk lingkungan melalui Desain Komunikasi Visual.

3. Menentukan media placement yang tepat untuk kampanye Solo Berkebun.

D. Target Audiens

A. Target Audiens

Yang menjadi target audiens adalah sebagai berikut:

1. Target Primer

Target audiens utama pelaksanaan kampanye ini adalah remaja yang

(15)

commit to user 2. Target Sekunder

Target sekunder dari pelaksanaan kampanye ini adalah seluruh

masyarakat Solo.

3. Segmentasi:

- Geografis : Meliputi wilayah Karasidenan Surakarta.

- Demografis: :

a. Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan

b. Usia : 15-22 tahun

c. Pekerjaan : Pelajar dan Mahasiswa

d. Status Sosial : Semua kelas sosial

e. Pendidikan : SMP, SMA dan Universitas

f. Golongan : Semua golongan ras, suku dan agama

4. Psikografis :

a. Generasi muda yang menjaga dan merawat tanaman yang berada di

sekitarnya.

b. Generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dengan menanam

sayur-sayuran dan buah-buahan di alam sekitarnya.

E. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan menunjukan cara-cara yang dapat ditempuh untuk

memperoleh data yang diperlukan. Dalam pengumpulan data terdapat dua jenis

(16)

commit to user 1. Metode Pengumpulan Data Primer

Metode pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu data

yang diperoleh dari pihak pertama baik individu atau perorangan seperti hasil

wawancara ,pengisian kuisioner maupun observasi

Wawancara ( Interview ) adalah suatu cara mengumpulkan data dengan menanyakan langsung secara lisan kepada informan atau pihak yang kompeten

dalam suatu masalah atau objek yang sedang diteliti Sedangkan kuisioner

merupakan tehnik pengumpulan data dengan menyebarkan angket kepada

masyarakat yang menjadi objek penelitian. Kuisioner berisikan pertanyaan-

pertanyaan yang berhungan dengan permasalahan yang diteliti.

Observasi merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti

mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subjek yang

diselidiki, baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi sebenarnya maupun

dilakukan didalam situasi buatan yang khusus diadakan.

2. Metode Pengumpulan Sekunder

Metode pengumpuulan data Sekunder sering disebut metode

penggunaan bahan dokumen karena dalam hal ini peneliti secara tidak

langsung mengambil data sendiri akan tetapi meneliti dan memanfaatkan data,

dokumen atau pustaka yang dihasilkan pihak – pihak lain.

Data Sekunder pada umumnya digunakan oleh peneliti untuk

(17)

commit to user

diproses lebih lanjut. Data sekunder dapat diperoleh dari media massa, hasil

penelitian individual peneliti lain dan penelitian kepustakaan.

Upaya pengumpulan data dengan penelitian kepustakaan ini ditunjukan

untuk menambah pengetahuan peneliti sehingga dalam melaksanakan

penelitian ini, peneliti akan dibekali dengan pengetahuan yang matang tentang

masalah-masalah yang akan ditelitinya.

F. Target Visual

Sebelum menentukan target visual, diperlukan adanya pembatasan media yang

akan digunakan, yaitu dengan membatasi pada media yang dapat membuat

kegiatan promosi dan periklanan ini memiliki daya tarik dan efektif.

Dalam kampanye Solo Berkebun, penulis akan merencanakan beberapa

media, antara lain:

1. Baliho

2. Iklan Koran

3. Poster event

4. Brochure

5. Office Stationary:

- Pensil

- Letter Head

(18)

commit to user 6. Merchandise:

- Kaos

- Sticker

- Pin

- Pembatas Buku

- Mug

- Gantungan Kunci

- Kalender

- Flower pot - Tas kain

7. Flyer 8. X-Banner

9. Apron 10. Glove

(19)

commit to user

BAB II

KAJIAN TEORI

A.

Tinjauan Perancangan

Perancangan berasal dari kata dasar rancang, yang kemudian mendapat

awalan per- dan akhiran –an. Perancangan dapat diartikan merencanakan segala

sesuatu sebagai bagian dari kerangka kerja. ( Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,

691).

1. Pengertian perancangan menurut bahasa (etimologi)

a. DESIGNOSE, dari bahasa latin yang artinya memotong dengan gergaji atau tindakan menakik atau emberi tanda yang mempunyai meksud

memberi citra terhadap suatu objek.

b. DESGNARE, dari bahasa Perancis yang mempunyai arti manandai, memisahkan yang meksudnya menghilangkan kesimpangan.

c. DESIGN, dari bahasa Inggris yang artinya memikirkan, menggambar rencana, menyusun bagian-bagian menjadi sesuatu yang baru

2. Proses perancangan menurut Kotler dan Andreasen antara lain :

a. Menentukan obyektif, misi dan tujuan spesifik organisasi secara luas yang

memerlukan peran pemasaran strategis.

b. Menilai ancaman dan peluang dari lingkungan luar yang dapat ditunjukan

oleh pemasaran untuk mencapai keberhasila yang lebih besar.

(20)

commit to user

c. Mengevaluasi sumber daya serta keahlian potensial dan nyata dari

organisasi untuk mengambil keuntungan dari peluang yang ada atau

menyingkirkan ancaman yang tampak dalam analisi lingkungan eksternal.

d. Menentukan misi, obyektif dan tujuan spesifik pemasaran untuk periode

perencanaan yang akan datang.

e. Merumuskan strategi pemasaran pokok untuk mencapai tujuan yang

spesifik.

f. Menempatkan sistem dan struktur organisasi yang perludalam fungsi

pemasaran agar pelaksanaan strategi yang telah disusun dapat dipatikan.

g. Menetapkan rincian dan taktik untuk melaksanakan strategi pokok dalam

masa perencanaan, termasuk jadwal kegiatan dan tugas tanggung jawab

tertentu.

h. Menentapkan patokan untuk mengukur hasi sementara dan hasi akhir

program.

i. Melaksanakan program yang telah direncanakan

j. Mengatur kinerja dan strategi pokok, rincian taktis, atau keduanya bila

diperlukan.

B. Kampanye

1. Pengertian Kampanye

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kampanye merupakan tindakan

serentak untuk melawan atau mengadakan aksi. Kampanye sosial merupakan

kampanye yang bersifat menginformasikan hal - hal sosial yang ada dalam

(21)

commit to user

gagasan, ide, dan pesan sebagai suatu usaha untuk menarik simpati orang

terhadap suatu ide atau gagasan yang bersifat kemasyarakatan dalam bentuk

gerakan atau tindakan bersama yang dilakukan dengan serentak, agar dapat

mempengaruhi sasaran sehingga melakukan tindakan sesuai dengan apa yang

diterjemahkan komunikator (penyampai pesan).

Kampanye bisa juga berarti rencana kegiatan komunikasi pemasaran

yang berkesinambungan dan dilaksanakan berdasarkan suatu jadwal yang

menunjukkan peran satu atau berbagai media (televisi, radio, majalah, surat

kabar). Dalam sebuah proses kampanye media adalah alat bantu atau sarana

penghubung dari komunikator kepada komunikan. Aplikasinya pada dunia

bisnis adalah sebagai jembatan penghubung dari produsen kepada konsumen.

Media kampanye sangat beragam, bisa menggunakan media lini atas (above

the line media) dan juga media lini bawah (below the line media).

Dalam pelaksanaannya kampanye banyak melibatkan perusahaan,

pers, LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) dan media komunikasi audio

maupun visual. Karena kampanye yang dilakukan pada permasalahnnya

adalah mengkomunikasikan informasi serta gagasan yang ditujukan pada

khalayak secara serempak atau besar - besaran.

2. Jenis-Jenis Kampanye

(22)

commit to user

menjual produk, kandidat dan ide atau gagasan perubahan sosial, yaitu sebagai

berikut;

a. Product-oriented Campaign

Kegiatan dalam kampanye berorientasi pada produk dan biasanya

dilakukan dalam kegiatan komersial kampanye promosi pemasaran suatu

peluncuran produk baru. Sebagai contoh peluncuran Hand Phone baru,

peluncuran provider selular baru seperti Esia, pergantian logo BNI 46 atau

Pertamina.

b. Candidate-Oriented Campaign

Kegiatan kampanye yang berorientasi bagi calon ( kandidiat) untuk

kepentingan kampanye politik, misalnya kampanye pemilu, untuk

kampanye Caleg (calon legislative atau anggota DPR/MPR), serta hingga

jabatan public lainnya yang berupaya meraih dukungan yang sebanyak-banyaknya dari masyarakat melalui kampanye politik.

c. Ideological or Cause-Oriented Campaign

Jenis kampanye yang beroientasi ada sifat khusus dan berdimensi

perubahan sosial seperti anti HIV/AIS, anti narkoba (Rusady

Ruslan,2005:25)

3. Tujuan Kampanye

Tujuan kampanye sebagai efek dari proses komunikasi dapat

dijabarkan sebagai berikut:

(23)

commit to user

b. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk

kepada audience.

c. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk.

d. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk.

e. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain.

f. Menanamkan citra produk dan perusahaan.

4. Komunikasi Persuasif dalam Kampanye

Menurut Michael Pfau dan Roxanne Parrot “Campaign are incherently persuasive communication activities” yang artinya dengan demikian aktivitas

kampanye tersebut selalu melekat dengan kegiatan komunikasi persuasif.

(Rusady Ruslan, 2005:26) Lebih lanjut Rusady Ruslan, S.H.,M.M

memberikan kesimpulan dari pengertian kampanye melalui komunikasi persuasif “Bahwa tindakan persuasif yang pada prinsipnya dalam proses

komunikasi adalah bertujuan untuk mengubah atau ingin memperteguhan

sikap, pandangan, kepercayaan dan perilaku masyarakat secara sukarela sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh komunikatornya” (Rusady Ruslan,

2005:27). Dampak komunikasi yang dihasilkan dari proses kampanye adalah

sebagai berikut:

a. Dampak Kognitif : komunikan atau sasaran kampanye menjadi bertambah pengetahuannya sehingga pola pikirnya berubah ke arah yang positif.

b. Dampak Afektif : komunikan tidak hanya bertambah pengetahuannya

(24)

commit to user

secara positif untuk menanggapi pesan komunikasi yang telah

disampaikan.

c. Dampak Behavioral : setelah komunikan bergerak hatinya, komunikan mau melakukan suatu tindakan, perilaku, atau kegiatan sebagai tanggapan

dari proses komunikasi yang dilakukan dalam kam

C. Berkebun

1. Pengertian Berkebun

Kebun dalam pengertian di Indonesia adalah sebidang lahan, biasanya di

tempat terbuka, yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya

sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Pengertian kebun bersifat umum karena

lahan yang ditumbuhi tanaman secara liar juga disebut kebun, asalkan berada

di wilayah pemukiman. Dalam keadaan demikian, kebun dibedakan dari hutan

dilihat dari jenis dan kepadatan tumbuhannya. Dalam ungkapan sehari-hari, kebun seringkali digunakan untuk menyebut perkebunan (seperti “kebun karet”

atau “kebun kelapa”) terutama bila ukurannya tidak terlalu luas dan tidak

diusahakan secara intensif komersial. Kata kebun juga digunakan untuk

menyebut pekarangn dan taman.

Kebun dalam pengertian di Indonesia biasanya tidak memiliki sistem

(25)

commit to user

tanaman serta pemgumpulan hasil panen tidak ada fasilitas penyortiran atau

pengemasan yang tersedia di lahan tersebut.

2. Manfaat berkebun

Stres sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Bila tidak ada

sarana yang dapat menjadi penyaluran, keseimbangan jiwa seseorang bisa saja

terganggu. Maka tidak ada salahnya mencoba kegiatan lain yang dapat

dilakukan di rumah, misalnya berkebun. Pengalaman sensorik dari berkebun

memungkinkan seseorang terhubung keadaan alami alam semesta. Berkebun

dapat menyehatkan jiwa, selain dapat menambah kesegaran, menghasilkan

produk sayuran atau buah-buahan sehat, berkebun juga dapat meningkatkan

suasana hati. Salah satu penjelasan yang cukup radikal dari sebuah penelitian

bahwa berkebun baik untuk kesehatan jiwa dan raga adalah, saat berkebun atau

menggali tanah, seseorang dapat terpapar bakteri berguna yang disebut

Mycobacterium vaccae. Sebuah penelitian menunjukkan bakteri yang tidak

berbahaya ini dapat meningkatkan pelepasan dan metabolisme hormon

serotonin di bagian otak. Serotonin berfungsi mengontrol kegiatan fisik tubuh

dan suasana hati. Dengan memperkenalkan bakteri ini pada lingkungan, dapat

membantu mengurangi beberapa masalah depresi.

Dengan berkebun, seseorang dapat menerima udara segar dan sinar

matahari dengan baik. Ini dapat mempengaruhi kerja aliran darah dalam tubuh.

Banyak gerakan yang dapat dilakukan tubuh saat berkebun, sama

keuntungannya dengan melakukan latihan olahraga. Kolaborasi kegiatan fisik

(26)

commit to user

positif bagi pikiran. Bahkan, bagi beberapa orang yang pernah mengalami

masalah mental, berjalan di tengah kebun atau taman dapat menjadi salah satu

alternatif terapi.

3. Berkebun di pekarangan rumah

Dengan berkebun di pekarangan rumah kita dapat bisa mendapatkan

keuntungan-keuntungan sebagai berikut ;

1. Selain untuk penghijauan, tanaman sayuran dapat menjadi sumber

kebutuhan sayur.

2. Salah satu bentuk penyaluran hobi.

3. Timbulnya rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi

sayuran yang ditanam sendiri.

4. Diperolehnya sayuran yang lebih terjamin kebersihan dan mutunya,

karena penggunaan pestisida yang dapat ditekan semaksimal mungkin

5. Bertanam sayuran berarti melatih seluruh anggota keluarga untuk lebih

mencintai alam.

6. Bahkan di tengah kondisi harga bahan kebutuhan pokok naik,

menanam sayur mayur di kebun dapat turut membantu perekonomian

dalam rumah tangga , bahkan kalau hasilnya lebih, bisa dijual ke pasar.

Ada beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam dipekarangan, antara lain ;

1. Sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir, tomat,

(27)

commit to user

2. Sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis,

kemangi, seledri, selada, sawi, dan talas daun.

3. Sayuran bunga seperti kol, brokoli dan bunga papaya

4. Sayuran umbi seperti wortel, kentang, bawang merah dan bawang putih,

bawang bombay, dan lobak serta tanaman bumbu dan empon-emponan

seperti temu kunci, kencur, serai, lengkuas dan kunyit yang masih

termasuk tanaman sayuran umbi .

Dan ada beberapa model penanaman yang dapat kita lakukan ;

a. Penanaman Konvensional

Pada model ini hal yang perlu diperhatikan adalah pemilahan areal

tanam, persiapan dan pengolahan lahan tanam dan penyediaan bahan

tanaman. Pengolahan lahan tanam meliputi pembersihan, pengolahan,

pemupukan dan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.

Pencangkulan juga perlu dilakukan untuk menggemburkan lahan.

Kemudian dilakukan pemupukan dasar dengan tujuan untuk menambah

unsur hara pada tanah dengan cara mencampurkan dan mengaduk pupuk

secara merata diseluruh bagian lahan. Pupuk yang sebaiknya digunakan

adalah pupuk kandang atau kompos.

Selanjutnya adalah penyediaan bibit, dan tanaman yang dapat

(28)

commit to user

kemangi, kecipir, bayam dan tanaman sayur kacang-kacangan. Biji atau

benih tanaman sayuran tersebut dapat dibeli di toko penyalur benih yang

ada. Sedangkan jenis sayuran tradisional seperti daun mangkokan, talas,

katuk dan beluntas yang bijinya sulit diperoleh dapat diatasi dengan

penanaman secara stek atau umbi.

Dalam praktiknya penanganan biji atau benih tanaman sayuran ini

ada dua cara :

1. Disemaikan yaitu sayuran yang sulit berkecambah seperti sawi,

seledri, kol, tomat dan cabai

2. Tidak harus disemaikan (bisa langsung disebar atau ditanam di

areal tanamnya melalui penugalan dan setiap lubang bisa

dimasuki tiga biji). Pada tanaman sayuran stek dan umbi,

sebaiknya tidak langsung ditanam, tetapi terlebih dahulu

disemaikan di wadah baki atau polibag yang dipindahkan

setelah tunas dan akarnya terbentuk cukup banyak

Ada beberapa tipe pot yang dikenal yaitu pot tunggal, pot

horisontal dan pot vertikal. Pot tunggal umumnya digunakan untuk jenis

tanaman sayuran buah dan umbi seperti cabai, mentimun, tomat, buncis,

pare, terong, paprika, kacang panjang, wortel, kentang, bawang merah,

bawang putih, bawang bombay dan lobak. Pot tunggal dapat dibuat dari

tanah liat, semen, kayu, ember, kaleng atau polibag yang pada bagian

(29)

commit to user

Pot horisontal dibagi dua, horisontal tunggal dan horisontal

bertingkat yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan pipa PVC,

bambu, papan, talang atau balok kayu. Dan digunakan untuk jenis tanaman

sayuran bunga dan daun yang mempunyai perakaran dangkal dan sempit

seperti kangkung, selada, talas daun, kailan, baby kapri, caisim, bawang

daun, kubis, kol dan brokoli. Pot vertikal sama uraiannya dengan pot

horisontal di atas. Juga untuk media tanam haruslah menyediakan unsur

hara yang cukup bagi tanaman. Persyaratannya adalah : campuran abu

sampah dan pupuk kandang, gambut dan pupuk kandang, kompos sampah

rumah tangga dan tanah atau pasir, abu sekam dan pupuk kandang, tanah

dan sekam serta pupuk kandang, pasir dan pupuk kandang, tanah dan

pupuk kandang yang perbandingan campuran media tanam adalah 1:1 atau

2:1, yang terakhir disarankan 3:1.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari bertanam sayuran di pot

antara lain :

Dapat dikerjakan pada pekarangan yang sempit

Sebagai alternatif untuk tanah pekarangan yang tidak subur

Lebih gampang untuk dipindah tempatkan

Lebih mudah untuk menyesuaikan dengan faktor agroklimat

(kondisi tanah dan iklim yang diperlukan tanaman .

Sekaligus berfungsi sebagai tanaman hias.

Beberapa faktor agroklimat dapat diubah agar sesuai dengan

(30)

commit to user

jenis tanah, pH tanah, curah hujan dan banyaknya sinar matahari,

sedangkan suhu dan kelembaban udara sangat sulit untuk diubah. sebagai

contoh media tanam yang terdiri dari campuran tanah subur, pupuk

kandang dan pasir dapat diatur perbandingannya sesuai dengan keperluan

masing-masing jenis sayuran yang ditanam, pH tanah dapat diturunkan

dengan menambah kapur pada media tanamnya, atau curah hujan dan sinar

matahari dapat diatur banyaknya dengan mengontrol penyiraman dan

memberi naungan. Suhu dan kelembaban udara hanya dapat diubah

dengan menggunakan rumah kaca, sehingga untuk penanaman sayuran di

pekarangan, jenis sayuranlah yang disesuaikan dengan kedua faktor

tersebut, dimana kedua faktor tersebut sangat terkait dengan ketinggian

tempat dari permukaan laut. Karena itu pilihlah jenis-jenis sayur yang

dapat tumbuh dengan ketinggian tempat yang sama dengan daerah kita.

Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan

tanaman dengan baik terutama perakaran.. Beberapa jenis pot ini tidak

memiliki sifat pot yang baik sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot

cepat naik dan tanaman menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu

dilubangi didindingnya.

Ciri-ciri kriteria pot yang baik adalah;

Mampu mendukung perkembangan perakaran

Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air

berlebih

(31)

commit to user drainase

Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan

Tidak mudah lapuk dan pecah

Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar

agar suhu tanah tetap stabil

Jenis pot yang dapat dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot

plastik, pot porselin, pot semen, pot ban bekas ,pot kaleng bekas ,dan pot

dari anyaman bambu

b. Penanaman Vertikultura

Penanaman jenis ini sangat bermanfaat dan hemat jika kita hidup di

daerah yang berpenduduk padat. Vertikultur diambil dari istilah

verticulture dalam bahasa Inggris. Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu vertical dan culture. Di bidang pertanian, pengertian verticulture adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau beringkat.

Suatu teknik atau cara budidaya tanaman semusim (khusunya sayuran)

pada lahan terbatas yang diatur secara bersusun menggunakan

bangunan/tempat khusus atau model wadah tertentu dengan menerapkan

paket teknologi maju, serta komoditas yang diusahakan bernilai ekonomi

tinggi. Mengenai model dan ukuran terserah kreativitas pemesan. Dan

dibuat sedemikian rupa, sehingga muat untuk dijejalkan banyak tanaman.

Kelebihannya adalah lahan yang minimalis dapat menghasilkan

hasil yang maksimal dengan cara membuat sebuah rak untuk menaruh

(32)

commit to user

tersebut dapat terbuat dari kayu, papan atau bumbu. Bila ingin lebih kuat

dapat menggunakan kerangka besi atau stainless steel. Tapi itu lebih mahal

ongkos pembuatannya.

Keuntungan yang kedua adalah anti banjir, karena mudah

dipindahkan, kalau kerangka bangunannya dibuat tinggi dapat mencegah

banjir.

Keuntungan yang ketiga adalah penanaman jenis verticultura dapat

dipakai untuk menyalurkan kreatifitas dengan mengecat pot dan rak. Boleh

juga jika ditambahkan pernak pernik pot, seperti wadah air dibawahnya

atau pot-pot gantung. Vertikultur sangat cocok dipakai untuk budi daya

tanaman semusim, misalnya sayur-sayuran. Selain menanamnya mudah,

hasilnya langsung dinikmati. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara

lain seledri, selada, kangkung, bayam atau kemangi. Pohon cabai, tomat,

atau terong, juga mudah sekali tumbuh di dalam pot. Jenis poly bag atau

kantung plastik tebal berwarna hitam, dapat menggantikan fungsi pot

tanaman.

Sawi dan selada air akan dipanen ketika berumur 40 hari, bayam di

usia 28 hari, dan cabai umumnya berbuah saat berumur 3 bulan dan hasil

panen yang diperoleh tidak jauh berbeda dengan cara pertanian yang

diolah budi daya bercocok tanam ini, para anggota keluarga tidak perlu

lagi mengeluarkan dana untuk membeli pupuk. Pupuk alami mampu

dibuat sendiri dari sisa-sisa sampah dapur. Potongan-potongan sayuran,

(33)

commit to user

bermanfaat. Yaitu bahan yang mudah terurai oleh tanah dan diperlukan

oleh tanaman.Pembuatannya cukup menimbun di dalam tanah. Dibiarkan

terurai selama kurang lebih satu bulan lamanya. Setelah itu dapat dipakai

sebagai media tanam. Dengan ditambah oleh campuran pasir, tanah

gembur, serta pupuk kompos tadi. Takarannya yang seimbang, yaitu 1:1:1.

Selain kompos, pupuk yang baik adalah pupuk kandang. Biasanya

diperoleh dari kotoran sapi, kambing, atau kerbau. Bagi penduduk di

sekitar Jakarta, lebih mudah mendapatkannya di toko pertanian terdekat.

Kotoran hewan peliharaan seperti ayam, burung, serta kelinci mampu

digunakan untuk pembuatan pupuk kandang tersebut. Prosesnya sama

seperti pupuk kompos tadi. Dikubur dahulu agar tidak berbau, dan biarkan

mikro organisme yang mengurainya.

Kotoran anjing dan kucing kurang cocok dipakai untuk membuat

pupuk kandang, Sisa-sisa makanan yang dikeluarkan oleh binatang

pemakan rumput jauh lebih baik hasilnya. Terasa lebih asyik dengan

menggunakan pupuk buatan sendiri. masalah limbah rumah tangga dan

ternak sedikit teratasi. Hasil yang dipetik jauh lebih sehat, karena pupuk

yang dipakai adalah alami, tanpa bahan kimia buatan.

D. Tinjauan Remaja

(34)

commit to user

Remaja berasal dari kata latin adolescence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolescence mempunyai arti yang lebih luas

lagi yang mencakup kematangan mental, emosional dan fisik (Hurlock,

1992). Erikson (dalam Hurlock, 1990) menyatakan bahwa masa remaja

adalah masa kritis identitas atau masalah identitas – ego remaja. Identitas diri

yang dicari remaja berupa usaha untuk mejelaskan siapa dirinya dan apa

perannya dalam masyarakat, serta usaha mencari perasaan kesinambungan

dan kesamaan baru para remaja harus memperjuangkan kembali dan

seseorang akan siap menempatkan idola dan ideal sesorang sebagai

pembimbing dalam mencapai identitas akhir.

Remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang

punggung penerus generasi bangsa di masa mendatang. Remaja adalah

mereka yang berusia 10-20 tahun, dan ditandai dengan perubahan dalam

bentuk dan ukuran tubuh, fungsi tubuh, psikologi dan aspek fungsional. Dari

segi umur remaja dapat dibagi menjadi remaja awal/early adolescence (10-13 tahun), remaja menengah/middle adolescence (14-16 tahun) dan remaja akhir/late adolescence (17-20 tahun) (Behrman, Kliegman & Jenson, 2004).

Menurut Depkes RI (2005), masa remaja merupakan suatu proses

tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang merupakan masa peralihan

dari kanak-kanak ke dewasa muda.

Masa remaja atau adolescence diartikan sebagai perubahan emosi dan perubahan sosial pada masa remaja. Masa remaja menggambarkan dampak

(35)

commit to user

masa yang penuh dengan gejolak, masa yang penuh dengan berbagai

pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman

berinteraksi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk mengisi

kehidupan mereka kelak (Nugraha & Windy, 1997).

Menurut Pardede (2002), masa remaja merupakan suatu fase

perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini

merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai

dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial yang

berlangsung pada dekade kedua kehidupan.

E. Tinjauan Desain

1. Pengertian Desain

Desain merupakan sebuah kata dengan banyak makna. Dalam konteks

komunikasi visual, desain sudah menjadi bagaian dari tim dalam industri

komunikasi. Dunia advertising, publikasi majalah dan surat kabar, pemasaran dan public relations, dan yang pasti design juga sudah menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan

perkembangan ekonominya.

Desain merupakan atuaran dari bagian-bagian ke dalam sebuah koherensi

yang menyeluruh. Pada umumnya desain diartikan merancang, menciptakan

bentuk, yang mengandung kaidah, rasa nilai artistik dari wujud termaksud.

(36)

commit to user

pola dua maupun tiga dimensional, memilih dan menyusup, memecahkan

masalah yang bertujuan menciptakan susunan atau organisasi.

Desainer grafis menggunakan kata (huruf), gambar serta elemen-elemen

grafis lain untuk berkomunikasi. Desainer grafis menjembatani antara klien

dengan sebuah pesan yang dikirim ke target sasaran secara visual. Desainer

atas nama klien memberikan informsi, membujuk, mengingatkan, atau

menjual, berupa iklan informatif, iklan persuasuif, dan iklan pengingat.

Desainer grafis mengambil bagian kata, gambar, dan elemen-elemen grafis

lain dan mengaturnya ke dalam komunikasi yang menyatu dalam format. (M.

Suyanto, 2004:27)

2. Struktur Desain

Struktur desain (kerangka desain) biasanya memenuhi syarat sebagai berikut :

a. Memenuhi maksud / fungsi dan kaidah estetika

b. Sederhana

c. Memenuhi proporsi terencana menurut kegunaannya

d. Sesuai dengan material yang dipergunakan

3. Elemen-elemen Desain

Desain atau rancangan pada dasarnya mempunyai arti sebagai, sebuah

elemen visual yang dikembangkan dengan dalih tertentu dan diolah sesuai

dengan keperluan pengiklan atau pengemasan. Dapat juga diartikan sebagai

usaha deskripsi gagasan bentuk, rupa, ukuran, warna, dan tata letak beserta

(37)

commit to user

Tata letak atau proses pembuatan layout, adalah merangkai unsur-unsur penunjang menjadi susunan yang menyenangkan dan mencapai suatu tujuan.

Layout juga dapat disebut sebagai bagian seni atau teknik untuk memperindah.

Kaitan layout dengan proses pembuatan iklan sangatlah erat, karena dalam

layout terdapat elemen-elemen penting yang harus ada sebagai faktor pendukung dalam iklan yang akan dibuat. Elemen-elemen penting tersebut

adalah sebagai berikut :

a. Tema

Tema atau sering juga disebut judul, merupakan suatu kata atau

gambaran yang dicetak tebal dan besar. Kemudian diletakkan di atas teks

(naskah) atau bagian lain dalam sebuah iklan.

b. Ilustrasi

Dalam berbagai bentuk iklan yang realis, dekoratif, atau foto

(hitam putih dan warna) akan selau menonjolkan sebuah deskripsi yang

terkadang eksplisit juga, agar penikmat iklan mempu berimajinasi dengan

khayalannya masing-masing.

c. Keterangan gambar

Pada bagian ini biasanya menggunakan huruf yang kecil, dan

ditempatkan di atas atau di bawah tulisan ataupun ilustrasi yang semuanya

berfungsi untuk menerangkan gambar dengan jelas.

(38)

commit to user

Materi ini berupa pesan utama yang disampaikan kepada penikmat

iklan untuk dapat menarik perhatian masyarakat, yang nantinya diharapkan

mau membeli produk yang ditawarkan tersebut.

e. Logo

Pada hal ini logo mempunyai fungsi yang cukup penting, karena

mewakili dan sebagai simbol perusahaan yang harus ditonjolkan dalam

penyampaian pesan. Karena bila logo tersebut sudah sangat dikenal

masyarakat, mereka akan dengan sendirinya memakai produk itu tanpa ada

penawaran lebih lanjut.

4. Aspek Dalam Desain

Dalam proses desain terdapat beberapa dasar pokok yang perlu diperhatikan,

sebagai pendukung baik tidaknya yang akan dibuat, antara lain :

a. Proporsi

Sesuai dengan arti dari kamus, proporsi merupakan bagian atau

ukuran, yang mana pada bagian atau ukuran tersebut mampu mewakili

unsur-unsur garis, warna, pola, bentuk, dan sebagainya.

Pembentukan proporsi pada desain yaitu menyelaraskan hubungan

yang harmonis antara elemen-elemen penyusun tata letak desain,

sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan menarik untuk dapat

meningkatkan nilai jual.

(39)

commit to user

Keseimbangan berarti penataan elemen desain dengan

pertimbangan keserasian dan juga padanan. Keseimbangan dipengaruhi

oleh ukuran, bentuk, kecerahan, atau kegelapan warna.

1) Keseimbangan formal atau simetris

Keseimbangan yang ditentukan oleh penggunaan unsur yang sama

pada kedua belah pihak dari garis lurus melalui pusat ruang.

2) Keseimbangan informal atau asimetris

Unsur-unsur pembentuk seimbang di sekitar pusat.

3) Keseimbangan dengan fokus pusat optik

Unsur-unsur pembentuk disusun secara seimbang mengikuti titik fokus

dan unsur yang akan diletakkan dititik poros harus ditempatkan

kira-kira ½ x tinggi, sehingga akan tidak rendah namun seimbang.

c. Kontras

Kontras adalah perlawanan. Untuk dapat mengenal dan mengerti

hal ini, perlu mengetahui kebalikannya. Ukuran sendiri saja adalah netral

dan tidak memberi kriteria untuk suatu perbandingan. Unsur besar hanya

besar dalam hubungan dengan sesuatu yang lebih kecil.

Kekontrasan merupakan pertimbangan untuk menyatakan sesuatu yang

ingin disampaikan sebagai unsur yang lebih menonjol. Unsur yang lebih

menonjol tersebut diharapkan dapat menarik perhatian secara khusus,

untuk mengutamakan unsur terpenting dari apa yang ingin disampaikan.

(40)

commit to user

Berdasarkan pertimbangan pada penyajian dengan membedakan besar

kecilnya bentuk pada ukuran.

2) Kontras pada bentuk

Kontras ini dilakukan dengan memperlihatkan perbedaan dari

pengurangan dan penambahan daya volume gambar-gambar yang

dibuat berlainan.

3) Kontras pada arah

Yaitu dengan memperlihatkan penggunaan arah, yang dapat

menunjukkan arah yang berlawanan sehingga terkesan ekstrim.

4) Kontras pada warna

Kontras ini menampilkan penggunaan warna-warna yang saling

bertolak belakang, untuk memberikan tekanan pada bentuk yang

ingin disajikan. Misalnya warna gelap dengan terang, seperti hitam

dengan putih, biru dengan kuning, merah dengan krem, dll.

d. Kesatuan

Unsur yang digunakan dalam desain harus memiliki hubungan satu

sama lain dalam suatu rancangan, sehingga memberi kesan kesatuan.

Kesan tersebut diperoleh dengan pemgelompokan unsur-unsur yang

memiliki hubungan.

Misalnya dengan teknik memberi warna latar belakang, unsur

tertutup sebagian, garis-garis atau pinggiran yang menghasilkan

(41)

commit to user e. Harmoni

Harmoni dalam pembuatan desain dibentuk oleh adanya

pembuatan layout yang memiliki kesatuan, dan secara keseluruhan harus memperhatikan efek kesatuan.

Misalnya dengan adanya hiasan tambahan pada rancangan desain, atau

menggunakan tipografi yang menarik.

5. Unsur-unsur Pembentuk Desain

a. Huruf (typography)

Tipografi merupakan hal yang sangat penting dalam dunia desain

grafis, khususnya di bidang desain cetak. Frank Jefkins dalam buku

“Periklanan” berpendapat : “Tipografi adalah seni memilih huruf dari

ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia;

menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda; menggabungkan

sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia; dan menandai

naskah untuk typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.”

Huruf diberi nama dengan nama penemunya. Gromendel membagi

huruf-huruf menjadi 5 kelompok :

1) Roman

Sifatnya serius. Kaitnya melengkung.

Contoh : Times New Roman.

(42)

commit to user

Sifatnya semi serius, agak kaku. Kaitnya tegak lurus.

Contoh : Bookman Old Style.

3) Egyptyan

Kesannya misterius, keras, tegas. Kaitnya tebal.

Contoh : Pirates

4) Sans Serif

Kesannya ringan, santai. Tanpa kait.

Contoh : Arial

5) Dekoratif

Kesannya feminim, lembut, luwes.Banyak variasinya

Contoh : Digifacewide

b. Ilustrasi

Pengertian ilustrasi adalah gambaran atau wujud lain yang

menyertai teks. Ilustrasi dan teks merupakan satu kesatuan, yang mana

tujuan dari ilustrasi adalah untuk menjelaskan teks. Ilustrasi bisa

merupakan hal utama atau tambahan di dalam desain. Ilustrasi juga

berfungsi sebagai penerang, penjelas, serta penghias dalam buku sehingga

menimbulkan rangsangan dan daya tarik pembaca.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, ilustrasi dapat

mendukung sebuah maksud desain, karena iliustrasi dapat menyampaikan

(43)

commit to user

Sehingga, besar kemungkinan masyarakat akan tertarik untuk

memperhatikan iklan, dan akan dapat mengevaluasi iklan tersebut sesuai

dengan pengamatannya sendiri.

Ilustrasi terdiri dari ilustrasi gambar bermakna, ilustrasi hubungan

tanda, dan ilustrasi simbol. Ilustrasi hubungan tanda adalah ilustrasi yang

menggunakan tanda lebih spesifik daripada ilustrasi gambar bermakna.

Suatu obyek merupakan tanda dari sesuatu. Penggunaan ilustrasi harus

sesuai dan letak yang proporsional dengan elemen desain lainnya.

c. Warna

Warna sebagai pelengkap bagi suatu bentuk sebagai penambah

kekuatan daya tarik visual. Batasan watak setiap warna sampai saat ini

belum dicapai kesimpulan akhir tentang arti tepatnya. Kekontrasan warna

yang khusus adalah panas dan dingin, cemerlang dan suram, cerah dan

redup, saling melengkapi dan saling bertentangan. Setiap pribadi bereaksi

secara individual terhadap warna, efek dari suatu warna atau kombinasi

yang selalu berlainan.

Warna harus dipakai dalam jumlah yang benar, satu atau dua warna

sudah cukup menonjolkan sesuatu. Pemakaian warna yang terlalu banyak

atau terlalu banyak cetakan dalam warna, dapat merusak wajah barang

cetakan tersebut.

Penerapan dalam penggunaan warna mempunyai tujuan pada

(44)

commit to user 1) Untuk identifikasi

Dalam prakteknya, warna jarang digunakan sebagai simbol tertentu.

Namun tidak secara keseluruhan pemakaian tersebut digunakan.

2) Untuk menarik perhatian

Penampilan desain dengan warna yang seringkali atau mencolok,

justru akan menjadi daya tarik bagi orang agar melihatnya, lalu mereka

akan memberikan perhatian yang sepenuhnya.

3) Untuk menimbulkan pengaruh psikologis

Warna yang digunakan hendaknya dibuat agar pengaruh secara

psikologis dapat tercapai. Misalnya dalam pamflet ajang musik

underground, baiknya menggunakan warna yang keras seperti warna merah

4) Untuk mengembangkan asosiasi

Seseorang dapat menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain

sebagai asosiasi warna tertentu. Seperti putih tulang sebagai relevansi

warna tulang.

5) Untuk membangun ketahanan minat

Setiap orang memiliki minat terhadap warna tertentu secara berlebihan.

Warna komunikator akan menyajikan warna yang spesifik kepada

komunikan.

(45)

commit to user

Penambahan warna dapat merebut perhatian orang yang baru

melihatnya. Karena dengan warna yang ceria, akan membuat orang

yang melihatnya juga menjadi ceria.

F. Komunikasi

1. Pengertian Komunikasi

Kata komunikasi berasal dari perkataan bahasa Latin communic yang

berarti bersama ( C. Northcote Parkinson, MK. Rustomji, dan walter R. Viera,

1991) atau dengan kata lain, komuniksai sejatinya dilakukan dalam

kebersamaan lebih dari satu orang. Sehingga secara sederhana dapat diartikan

komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari seoarang

komunikator ( pengirim peasan) kepada komunikan ( penerima pesan ) dalam

upaya untuk menciptakan kesatuan pemikiran dan pengetahuan agar dapat

saling memahami.

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang

kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat,

perilaku, baik secara langsung / secara lisan maupun tidak langsung / melalui

media. (Onong Uchjana Effendi, 1986:6)

Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti

atau makna. (Phil Astrid S. Susanto, 1985:1) Beberapa teori lain yang perlu

(46)

commit to user

“Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti di

antara individu”. Sedangkan menurut Noel Gist (Fundamental and

Sociologist), Komunikasi adalah : “Interaksi sosial yang meliputi pengoperan arti-arti dengan jalan menggunakan lambang, adapun lambang yang digunakan

dalam melancarkan komunikasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu

lambang yang logis serta lambang sugestif (yang membuat orang berimajinasi)

2. Elemen Komunikasi

Ada 9 elemen penting dalam komunikasi, 2 elemen menggambarkan

pihak-pihak utama dalam komunikasi yaitu pengirim dan penerima. 2 elemen

lainnya menunjukkan alat-alat komunikasi utama, yaitu pesan dan media. 4

elemen yang lain lagi menunjukkan fungsi utama komunikasi, yaitu penulisan

dalam bentuk sandi, membaca tulisan sandi, tanggapan dan umpan balik.

Sedang elemen terakhir menunjukkan adanya gangguan dalam sistem.

Elemen-elemen tersebut adalah :

a. Pengirim (sender)

Pihak yang mengirim pesan kepada pihak lain.

b. Penulisan dalam bentuk sandi (enconding)

Proses Mengungkapkan pendapat ke dalam bentuk-bentuk simbolik.

c. Pesan (message)

Serangkaian simbol yang dikirim oleh pengirim.

(47)

commit to user

Saluran komunikasi yang dipakai untuk menyampaikan

pesan-pesan dari pengirim kepada penerima.

e. Pembaca sandi (decoding)

Proses ketika penerima mengartikan simbol-simbol yang dikirim

oleh pengirim.

f. Penerima (receiver)

Pihak yang menerima pesan yang dikirimkan oleh pengirim

(disebut juga pendengar atau tujuan)

g. Tanggapan (response)

Serangkaian reaksi dari penerima setelah melihat atau mendengar

pesan-pesan yang dikirimkan oleh pihak pengirim.

h. Umpan balik (feedback)

Bagian dari tanggapan penerima bahwa penerima itu

mengkomunikasikan kembali kepada pengirim.

i. Gangguan (noise)

Gangguan atau distorsi yang teak terduga selama proses

komunikasi, mengakibatkan penerima memperoleh pesan berbeda dari

yang dikirimkan pengirim. (Philip Kotler,1988:238)

Model-model di atas menekankan faktor-faktor penting dalam

komunikasi yang efektif. Pengirim harus tahu mana yang ingin mereka

jangkau dan tanggapan apa yang mereka inginkan. Mereka harus pandai

(48)

commit to user

kecenderungan khalayak sasaran itu membaca simbol pesan mereka.

Mereka harus menyediakan saluran-saluran umpan balik, sehingga mereka

bisa mengetahui tanggapan khalayak terhadap pesan mereka.

Agar pesan efektif, maka proses penyandian pesan dari pengirim

harus bertautan dengan proses pembacaan sandi dari penerimanya.

Menurut Wilbur Scremm, pesan harus merupakan simbol-simbol penting

yang dikenal dengan baik oleh penerima. Apabila pengalaman pengirim

makin mirip dengan penerima, nampaknya pesan pengirim akan lebih

efektif. Suatu sumber dapat menyadikan pesan-pesannya dan pihak

penerima dapat membaca pesan itu hanya berdasarkan pengalaman

masing-masing. Inilah beban yang diterima oleh komunikator dari tingkat

sosial, seperti mereka yang berkecimpung dalam bidang periklanan, yang

hendak berkomunikasi secara efektif dengan tingkat sosial yang lain,

misalnya pekerja pabrik.

Kewajiban pengirim adalah mengusahakan supaya pesan-pesannya

dapat sampai pada penerima. Ada gangguan-gangguan yang tak bisa

diabaiakan, misalnya masyarakat penerima dihadapkan lebih dari 1500

pesan komersial dalam sehari, selain persoalan-persoalan yang harus

mereka ikuti. Para anggota masyarakat mungkin tidak menerima pesan

yang diharapkan karena tiga hal. Pertama, perhatian yang selektif. Dalam

hal ini mereka tidak akan memperhatikan segala sesuatu di sekeliling

mereka. Yang kedua adalah penyimpangan selektif, mereka akan

(49)

commit to user

ketiga adalah ingatan selektif. Mereka hanya menyerap sebagian kecil

pesan yang sampai pada mereka. (Philip Kotler,1988:240)

3. Langkah Pengembangan Komunikasi

Langkah-langkah pokok dalam mengembangkan komunikasi yang efektif

dan menyeluruh bagi seorang komunikator, yaitu :

a. Mengidentifikasi khalayak sasaran (target audience)

Seorang komunikator harus tahu betul khalayak sasaran yang kritis

mempengaruhi keputusan-keputusan komunikator mengenai apa yang harus dikatakan, bagaimana menyampaikan, kapan disampaikan, dan di

mana disampaikan, serta siapa yang harus menyampaikannya.

b. Menentukan tujuan komunikasi

Apabila khalayak sasaran dan ciri-cirinya sudah diketahui,

komunikator harus menentukan tanggapan apa yang dikehendaki, sehingga

dapat menentukan tujuan komunikasi, tentu saja pembelian. Tetapi

pembelian adalah hasir akhir suatu proses panjang pengambilan keputusan

yang dibuat oleh konsumen. Komunikator perlu mengetahui bagaimana

menggerakkan khalayak sasaran dari tempatnya semula ke tingkat yang

lebih tinggi, yaitu kesediaan membeli.

Tingkat respon dari konsumen dikenal dengan AIDA. Model

AIDA menunjukkan ketika melewati tingkat kesadaran (Awareness), ketertarikan (Interest), keinginan (Desire), dan tindakan (Action).

(50)

commit to user

Setelah menentukan tanggapan khalayak yang diinginkan, serta

telah menentukan tujuan komunikasi, komunikator bergerak menyusun

pesan yang efektif. Idealnya, suatu pesan harus mendapat perhatian,

menarik, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan (model

AIDA)

d. Menyeleksi saluran-saluran komunikasi

Komunikator harus menyeleksi saluran-saluran komunikasi yang

efisien untuk membawakan pesan. Saluran komunikasi terdiri dari dua

tipe, yaitu saluran komunikasi tatap muka (personal communication) dan

saluran komunikasi non personal.

e. Menentukan anggaran promosi

Komunikator harus dapat mengukur seberapa besar anggaran yang

harus dikeluarkan dalam promosi.

f. Menentukan bauran promosi

Perusahaan harus mendistribusikan biaya promosi total pada empat

sarana promosi, yaitu iklan, promosi penjualan, publisitas, dan wiraniaga.

Jadi, untuk mencapai tingkat penjualan tertentu, perusahaan bisa memakai

beberapa macam bauran promosi, yaitu iklan, penjualan personal, promosi

penjualan, dan publisitas.

g. Mengukur hasil promosi

Setelah melaksanakan rencana promosi, komunikator harus

(51)

commit to user

khalayak sasaran tentang ingatan mereka, serta masih kenalkah terhadap

pesan yang disampaikan, berapa kali mereka melihat pesan tersebut,

perasaan mereka terhadap pesan tersebut, sikap mereka terhadap produk

serta perusahaannya dahulu dan sekarang. Komunikator juga ingin

mengumpulkan ukuran perilaku tanggapan khalayak sasaran, seperti

banyaknya khalayak yang membeli, menyukai, serta yang membicarakan

pada orang lain.

h. Mengelola dan mengkoordinasi proses komunikasi

Karena jangkauan luas dan pesan komunikasi selalu tersedia untuk

mencapai khalayak sasaran, maka alat dan pesan komunikasi harus

dikoordinasi serta dikelola. Hal ini perlu dilakukan supaya pesan-pesan itu

tidak lesu pada saat barang produk tersedia. (Philip Kotler, 1988:241)

G. Periklanan

1. Pengertian Periklanan

Dari segi bahasa, advertere (latin) artinya mengalihkan perhatian, sehingga advertising dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian audience terhadap sesuatu. Frank Jefkins mendefinisikan :periklanan

mempunyai tujuan untuk membujuk konsumen untuk membeli. Sedangkan

menurut Institute of Practioners in Advertising (IPA) : periklanan

mengupayakan suatu pesan penjualan yang sepersuasif mungkin kepada calon

pembeli yang paling tepat atas suatu produk berupa barang atau jasa tertentu

dengan biaya yang semurah-murahnya. Fred Danzig seorang editor Advertising

(52)

commit to user

Anda butuhkan atau inginkan bahkan Anda rela membayar dengan harga yang

lebih mahal. (Sigit Santosa, 2002:3)

Iklan berarti pesan yang bertujuan untuk mendorong, membujuk kepada

khalayak ramai tentang benda dan jasa yang ditawarkan. (Kamus Besar Bahasa

Indonesia, 1989)

Iklan adalah bagian dari bauran promosi (promotion mix) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara

sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk

yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk

membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk

membujuk orang supaya membeli, seperti yang dikatakan oleh frank Jefkins : “Advertising aims to persuade people to buy”.

Bauran pemasaran, bersama-sama dengan komponen lainnya dalam

bauran promosi (personal selling, promosi penjualan, dan publisitas) iklan

bagaikan salah satu dari empat buah roda mobil. Ketiga roda lainnya adalah

produk, harga, dan jalur distribusi. Jika salah satu dari roda tersebut kempis,

maka ketiga roda lainnya pun akan kehilangan fungsinya sebagai penggerak

strategi pemasaran. (Rhenald Kasali, 1995:9)

Masyarakat periklanan Indonesia mendefinisikan iklan sebagai “Segala

(53)

commit to user

Pengertian periklanan didefinisikan sebagai “Keseluruhan proses yang

meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penyampaian

iklan”. (Rhenald Kasali, 1995:13)

Periklanan adalah suatu komunikasi massa dan harus dibayar untuk

menarik kesadaran, menanamkan informasi, mengembangkan sikap, atau

mengharapkan adanya suatu tindakan yang menguntungkan bagi pengiklan.

(Rhenald Kasali, 1995:51)

Agar iklan yang dihasilkan efektif, program periklanan harus disusun

dengan memperhatikan 5M, yaitu :

a. Misi (Mission), apakah tujuan periklanan?

b. uang (Money), berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk belanja iklan ? c. Pesan (Message), pesan apa yang harus disampaikan ?

d. Media (Media), media apa yang paling efektif dan efisien ?

e. Pegukuran (Measurement), bagaimana mengevaluasi efektivitas iklan ?

2. Tujuan Iklan

Menurut Uyung Sulaksana (2003), sebuah tujaun yang spesifik akan

menentukan keberhasilan iklan. Berikut beberapa tujuan yang mendasari

zebuah perancang iklan :

a. Informatif

Dimana iklan bertujuan merangsang permintaan awal, dengan

(54)

commit to user b. Persuasif

Iklan bertujuan untuk membangun preferensi pada suatu produk

tertentu, beserta kelebihannya dengan produk pesaingnya.

c. Reminder Advertising

Iklan yang umumnya lebih cocok pada produk-prok yang telah

memasuki tahap kedewasaan.Berbagai perusahaan membauat iklan dengan

tujuan untuk mengngatkan konsumen aagar terus membeli produknya dan

kebanyakan masih berusaha menyakinkan konsumen bahwa mereka

memilih produk yang tepat.

3. Fungsi Iklan

Periklanan terdiri dari bentuk-bentuk komunikasi non pribadi yang

diselenggarakan melalui media bayaran dengan sponsor yang nyata. Alat ini

sama sekali tidak terbatas pada perusahaan komersil saja.

Iklan memiliki beberapa fungsi, antara lain :

a. Informative

Menginformasikan kepada khalayak sasaran mengenai seluk beluk

produk.

b. Persuading

Mempengaruhi khalayak sasaran untuk membeli.

c. Reminding

Menyegarkan informasi yang telah diterima masyarakat.

(55)

commit to user

Menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak

sasaran menerima dan mencerna informasi.

Fungsi iklan yang tersebar adalah membawa pesan yang ingin

disampaikan oleh produsen kepada khalayak ramai. Iklan menjangkau

berbagai daerah yang sulit dijangkau secara fisik oleh produsen melalui

siaran televisi atau radio. Sekalipun memerlukan biaya yang secara

nominal besar sekali jumlahnya, bagi produser yang dapat memanfaatkan

kreatifitas dalam dunia iklan, strategi iklan yang tepat dapat menjadi

murah. Namun demikian, promosi dengan menggunakan media massa

masih dianggap lebih ekonomis. Nilai ekonomis suatu iklan sangat

tergantung pada daya jangkau media yang digunakan serta karakteristik

khalayak sasarannya.

4. Sifat Iklan

Iklan memiliki beberapa sifat, yaitu :

a. Publik presentation

Bahwa iklan memungkinkan setiap orang menerima pesan yang sama

tentang produk yang diiklankan.

b. Persuasiveness

Bahwa pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk

memantapkan penerimaan informasi.

(56)

commit to user

Bahwa iklan mampu mendramatisir perusahaan dan produknya

melalui gambar dan suara untuk menggugah dan mempengaruhi khalayak

sasaran.

d. Impersonal

Bahwa iklan tidak bersifat memaksa untuk memperhatikan atau

menaggapinya karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).

e. Intitusional advertising

Bahwa iklan didesain untuk memberi informasi tentang usaha

bisnis pemilik iklan dan membangun good wiil serta image positif bagi

perusahaan atau organisasi.

5. Struktur Iklan

Sebuah iklan yang baik pada dasarnya mempunyai struktur. Struktur iklan

media cetak dan media penyiaran hampir sama, hanya bentuknya yang

berbeda karena karakteristik mediumnya yang beda pula. Pada iklan media

cetak, strukturnya jelas dan mudah kita amati, karena iklan media cetak dapat

kita tatap setiap saat, berulang kali, dan selama kita kehendaki.

Meskipun struktur baku sebuah iklan sebenarnya tidak ada, kebanyakan

iklan ditampilkan dalam struktur yang terdiri dari :

a. Headline

Merupakan judul tulisan atau kepala tulisan, adalah bagian

terpenting dari sebuah iklan.

(57)

commit to user

Adalah naskah atau teks iklan yang mengikuti headline. Sering disebut body copy atau body text. Pada bagian inilah ditulis apa yang

hendak disampaikan kepada calon pembeli dengan lebih rinci. (Rhenald

Kasali, 1992:82)

6. Elemen Iklan

Untuk menghasilkan iklan yang baik, selain harus memperhatikan struktur

iklan di atas, penting juga menggunakan elemen-elemen dalam sebuah rumus

yang dikenal sebagai AIDCA, yaitu :

a. Attention (perhatian)

Iklan harus menarik perhatian khalayak sasaran, baik pembaca,

pendengar, dan pemirsa. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan adalah

ukuran (untuk media cetak, air time untuk media penyiaran), penggunaan

warna (spot atau full colour), tata letak (layout), jenis huruf (typografi) yang ditampilkan. Selain itu, untuk menarik calon konsumen dapat

menggunakan cara seperti berikut :

1) Menggunakan headline yang terarah tujuan iklan yang dibuat 2) Menggunakan slogan yang mudah diingat

3) Menonjolkan atau menebalkan huruf pada unsur penting

4) Menggunakan huruf tebal (bold) guna menonjolkan kata-kata penting

yang menjual.

5)Menggunakan sub-sub judul untuk membagi naskah dalam beberapa

paragraph pendek.

Gambar

Tabel tahapan kampanye Festival Solo Berkebun
Tabel . tahapan kampanye  Festival Solo Berkebun

Referensi

Dokumen terkait

Tugas Akhir ini berjudul Perancangan Strategi dan Media Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Bagi Remaja Di Kota Surakarta Melalui Desain

Pengantar karya Tugas Akhir ini berjudul Perancangan media promosi Red Batik Solo untuk mengangkat budaya di Kota Solo melalui komunikasi visual. Sebagai

Pengantar Tugas Akhir ini berjudul Perancangan Kampanye Sosialisasi Limbah Elektronik Melalui Desain Komunikasi Visual.. Adapun permasalahan yang dikaji adalah: (1)

yang digunakan untuk menarik audience adalah melalui Unique Selling Proposition (USP) yaitu keanekaragaman komunitas urban di kota Solo yang memiliki potensi besar

Dengan pembuatan perancangan media komunikasi visual yang diterapkan untuk visual branding sebagai pendukung promosi guna mengangkat derajat dan citra Boyolali

Menggunakan media ini cukup efektif karena target yang dituju jelas yaitu pengunjung Solo Grand Mall. Dan juga ini merupakan fasilitas dari Solo Grand Mall sehingga

Perlunya sebuah informasi yang mudah dicerna oleh masyarakat agar dapat membuat berkebun dengan metode hidroponik vertikultur ini bisa menjadi sebuah alternatif baru untuk

Melalui “Kampanye Anti Rokok Untuk Wanita” ini diharapkan kesadaran kaum wanita mengenai dampak buruk rokok akan meningkat, melalui pendekatan bahwa rokok tidak