MANUSIA BUTUH APA KEPADA TUHAN
Latar belakang
Manusia sebagai makhluk ciptaanya, tak dapat dipungkiri untuk terbebas dari kebutuhan terhadap Tuhannya. Baik kebutuhan dhahir maupun bathin. Dengan berbagai sejuta upaya manusia demi mendapatkan kebutuhanya, hingga jatuh bangun manusia mendapatkan kebutuhanya, manusia selalu ingin mendapatkan kebutuhanya.
Tuhan yang sejatinya adalah sang dalang dari wayang yaitu manusia, selalu memenuhi kebutuhan dari materi sampai abstraksi, tapi disini kebutuhan apa yang paling mendasar yang dibutuhkan oleh manusia itu sendiri? Dari yang paling primer hingga yang sekunder. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang diturunkan ke bumi untuk menjadi khalifah, dan pemimpin di atasnya, ketika manusia telah mendapat suatu tugas yang sangat mulia dan berat sangat sesuailah kebutuhan yang harus memenuhi manusia tersebut, kebutuhan yang membuat manusia bisa menjalankan tugasnya yang berat demi berlangsungnya kehidupan yang damai dan harmonis.
Apa yang membuat manusia sangat butuh akan Tuhan-Nya? sehingga sangat penting bahkan wajib untuk terpenuhi? Manusia hanya membutuhkan daya, upaya dan hidayah. Ketiga sub kebutuhan ini sangat penting sekali, karena tanpa ketiga sub ini manusia tidak akan maksimal bahkan akan gagal dalam menjalankan tugas mulia yang telah termandatkan oleh Tuhan.
Pembahasaan
Untuk fase ini pembelajaran yang diajarkan dari tuhan yaitu melewati rasul yang diutusnya bertujuan untuk memberi pelajaran dan juga bekal hidup untuk menjalankan sistem di atas bumi ini, karena manusia pada dasarnya adalah khalifah fi al ardh.dengan bekal kebutuhan yang diberikan oleh tuhan yaitu daya dan upaya maupu pembelajaran kepada manusia difungsikan menjalankan syari’at diatas bumi Allah.
Karakteristik makhluk hidup adalah bernafas, bergerak, dan berkembangbiak. Dan syarat dari ketiga ini adalah daya yang diberikan oleh tuhan kepada manusia agar dapat memenuhi hajat hidup, jika manusia tidak diberikan energi transendental yang berupa daya, maka manusia akan kehilangan esensi, maupun eksistensinya sebagai makhluk hidup. Sering kita melupakan siapa yang sebenarnya telah memberikan daya, maka dari itu Tuhan telah memerintahkan kita agar senantiasa mengingat Tuhan dimanapun dan kapanpun kita berada, agar terciptanya kausalitas, atau proses timbale balik antara pencipta dan makhluk.
Mengingat manusia telah diberikan daya, upaya dan pembelajaran atau bisa juga disebut hidayah, untuk meyeimbangkan fungsi kebutuhan juga diberikan nafsu, dan nafsu yang diberikan oleh Allah kepada manusia
ada 3 yaitu nafsu amarah, nafsu lawwamah dan nafsu mutmainnah1
Nafsu
Ammarah
Nafsu Ammarah ialah Nafsu yang belum bisa membedakan antara yang Haq dan yang bathil. Dan belum menerima risalah, belum menentukan mana yang mudhorot, dan mana manfaat2. Maka dari itu
manusia yang menggunakan nafsu ini terdorong untuk perbuatan yang tidak patut dan jahil, dan akan timbul khianatdan menganggap semua nasihat hanya menjauhkan dia dari tujuan.
Nafsu
Lawwamah
Nafsu Lawwamah ialah jiwa yang telah mempunyai rasa insaf dan menyesal setelah melakukan pelanggaran atau dosa3, manusia yang
menggunakan nafsu ini tidak berani melakukan dosa dengan
terang-1 Tim MKKD IAIN Sunan Ampel, Akhlak Tasawuf ( Surabaya: IAIN SA Press, 2011 ) hal 190-192 2 Ibid hal 1
terangan, karena ia sadar akan perbuatanya. Tetapi manusia yang seperti ini belum mampu dan tidak kuat mengekang nafsu yang jahat.
Nafsu ini bisa melihat dirinya dalam keadaan sadar, dan dapat membedakan mana yang baik dan bena, hanya rentan terhadap kejahatanya. Apabila ia mengenal dirinya maka dia akan meninggalkan segala perbuatan buruknya.
Nafsu
Muthmainnah
Nafsu Muthmainnah, iala jiwa yang telah mendapatkan tuntutan, bimbingan dan pemeliharaan yang baik dari Tuhannya4. Ia dapat
mendapatkan ketenangan jiwa, melahirkan perbuatan terpuji, dan dapat mengekang diri dari sifat tercela lainya, dan nafsu ini bisa dikatakan nafsu yang sempurna.
Dengan demikian semakin kompleknya kebutuhan yang diberikan kepada manusia oleh Tuhan, tetapi juga diimbangi dengan sebuah bekal dari Tuhan kepada kita, untuk bisa mengarugi hidup, dan menuju kehidupan yang lebih baik.
KEBUTUHAN MANUSIA KEPADA TUHANNYA
Makalah
DiajukanUntukMemenuhi Tugas Mata Kuliah
TAUHID
Oleh
MOCH. FACHRUDIN AL ICHSANI