0
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMELIHARA SARANA KESEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
DI KECAMATAN PADANG BARAT KOTA PADANG
PUJIATI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
1
PUBLIC PARTICIPATION IN ENVIRONMENTAL HEALTH FACILITIES MAINTENANCE OF SETTLEMENT PADANG DISTRICT
IN WEST CITY PADANG
Pujiati1
Geography Education Program FIS Padang State University email: [email protected]
Abstract
This article was written to obtain the data and information about community participation in maintaining health facilities neighborhoods. Correlational Descriptive type of research with a population residing in the district of Padang West. the sampling area sampling techniques and proportional random sampling. The number of samples taken are 109 households in the three villages are the villages Purus, Olo, and Belakang Tangsi. Data were obtained through questionnaires to the respondents. Analysis of the data used, namely: descriptive analysis, requirements analysis and inferential analysis. The results showed that, there is a significant relationship between knowledge of the environment with the participation of the community in maintaining health facilities neighborhoods, namely 0.227 and contributions made by 5.1%, a significant correlation between motivation to live clean with the participation of the community in maintaining health facility environment settlements is 0.99 and the contributions made by 9.0% and there is a relationship between environmental knowledge and motivation to clean living together in maintaining health facilities neighborhoods, low relationship strength is 0.354 contributions made by 12.5% while the rest of 87.5% was contributed by other factors not analyzed in this study
Keywords: environmental knowledge, motivation clean living, and
community participation.
1
2 A. Pendahuluan
Notoatmodjo (2011)
Kesehatan Lingkungan pada
hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula.
Ruang lingkup kesehatan
lingkungan tersebut antara lain
mencakup; perumahan,
pembuangan kotoran (tinja),
penyediaan air bersih,
pembuangan air kotor (air limbah), rumah hewan ternak (kandang).
Program pembangunan
kesehatan kota Padang secara
umum bertujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dengan indikator
meningkatkan sumber daya
manusia, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperpanjang
umur harapan hidup,
meningkatkan kesejahteraan
keluarga, dan meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk hidup
sehat. Dalam kenyataannya
pembangunan selalu
memunculkan paradoks, yang
salah satunya adalah makin
berkurangnya kualitas dan daya
dukung (carrying capacity)
lingkungan. Lingkungan
merupakan tempat permukiman dengan segala sesuatu dimana organismenya hidup beserta segala keadaaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dapat diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari organisme itu.
Berdasarkan Undang-undang Lingkungan Hidup pasal 6 ayat (1) tentang hak-hak atas lingkungan, hak setiap orang untuk berperan
serta dalam rangka pengelolaan
lingkungan hidup. Dapat
dijelaskan bahwa Kota merupakan pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang dicirikan oleh batasan administratif yang diatur dalam peraturan perundangan serta didominasi oleh kegiatan produktif
bukan pertanian Badan
Standardisasi Nasional (2004).
Kecamatan Padang Barat
merupakan salah satu kecamatan yang berada di kota Padang. Terdiri dari sepuluh kelurahan dan merupakan pusat kota yang berada
pada pesisir pantai. Menurut
Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011, Permukiman merupakan bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satuan
perumahan yang mempunyai
prasarana, sarana, utilitas umum,
serta mempunyai penunjang
kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.
Kawasan permukiman
didominasi oleh lingkungan
hunian dengan fungsi utama
sebagai tempat tinggal yang
dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, tempat bekerja yang memberikan pelayanan dan kesempatan kerja terbatas yang mendukung perikehidupan dan
penghidupan. Prasarana
lingkungan permukiman adalah
kelengkapan dasar fisik
lingkungan yang memungkinkan
lingkungan permukiman dapat
berfungsi sebagai mestinya.
3
separuh proporsi rumah tangga tanpa akses terhadap sumber air
minum yang aman dan
berkelanjutan serta fasilitas
sanitasi dasar ”.
Di dalam RPJM Kota
Padang sendiri pada tahun 2013 ditargetkan 87 persen penduduk sudah terlayani sarana air limbah permukiman. Harapannya bahwa
masyarakat akan hidup di
lingkungan yang bersih dan sehat
serta terhindar dari berbagai
penyakit yang membahayakan diri
masyarakat, tetapi dari
pengamatan awal yang telah
peneliti lakukan di daerah
penelitian kesadaran masyarakat
dalam memelihara lingkungan
permukiman masih kurang, dapat
dilihat dari sampah yang
bertumpuk pada selokan
pembuangan air limbah sehingga menimbulkan pemandangan yang kotor dan bau yang tidak sedap. Selain itu Blum mengemukakan
teori empat faktor yang
mempengaruhi kesehatan
masyarakat yaitu salah satunya lingkungan.
Faktor lingkungan
memberikan pengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Kualitas lingkungan yang buruk dapat
mengakibatkan gangguan
kesehatan di masyarakat. Dapat dilihat dari data jumlah penyakit yang berada di puskesmas Padang Pasir bahwa penyakit yang banyak
menyerang selama setahun
terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini;
Tabel 1. Banyaknya Kunjungan Ke Puskesmas Menurut Jenis Penyakit No Penyakit Jumlah Persentase
1 ISPA 11.069 38,27
Tabel diatas membuktikan
bahwa masyarakat kecamatan
Padang Barat mengalami
gangguan kesehatan yang diduga
berasal dari lingkungan yang tidak sehat, sehingga perlu adanya
perhatian terhadap lingkungan
berupa partisipasi masyarakat yang
berada dalam lingkungan
permukiman tersebut untuk turut
berperan dalam memelihara
kesehatan lingkungan
permukiman.
B. Metode Penelitian.
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat Deskriptif
Korelasional. Populasi dalam
penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di kecamatan Padang
Barat yang terdiri dari 10
Kelurahan. Sampel dalam
penelitian ini yang digunakan
yaitu sampel Wilayah dan
Responden dengan cara penarikan Proporsional ramdom sampling sebesar 5% maka jumlah sampel yaitu 109 responden yang berada di 3 kelurahan yaitu kelurahan Belakang Tangsi, Olo dan Purus.
4
data yang diperlukan adalah
instrumen berupa angket atau kuesioner dengan tipe pilihan jawaban yang disusun berdasarkan skala Likert. Data yang telah
dikumpulkan selanjutnya
dianalisis dengan anlisis statistik. Langkah-langkah yang ditempuh dalam memilih statistik sebagai berikut: analisis deskriptif dan analisis inferensial (uji normalitas,
uji homogenitas, uji regresi
berganda dan uji hipotesis)
C. Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan dalam penelitian ini , maka selanjutnya akan dibahas melalui pembahasan berikut ini :
Hubungan pengetahuan
lingkungan dengan partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman ternyata signifikan,
artinya semakin tinggi
pengetahuan lingkungan, maka
semakin meningkat pula
partisipasi masyarakat dalam
memelihara sarana kesehatan
lingkungan permukiman.
Pengetahuan lingkungan
memberikan sumbangan analisis varian sebesar 5,1% terhadap variabel partisipasi masyarakat
dalam memelihara sarana
kesehatan lingkungan
permukiman, sedangkan sisanya sebesar 94,9% disumbangkan oleh faktor lain.
Hubungan motivasi hidup
bersih dengan partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman ternyata signifikan
dan positif, artinya semakin tinggi
motivasi hidup bersih maka
semakin meningkat pula
partisipasi masyarakat dalam
memelihara sarana kesehatan
lingkungan permukiman. Motivasi
hidup bersih memberikan
sumbangan analisis varian sebesar 9,0% dengan variabel partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman, sedangakan sisanya sebesar 91% disumbangkan oleh faktor lain.
Penelitian ini membuktikan
bahwa terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan
lingkungan, dan motivasi hidup
bersih dengan partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman. Pengetahuan
lingkungan dan motivasi hidup bersih memberikan sumbangan analisis varian sebesar 12,5%
dengan variabel partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman, sedangkan sisanya sebesar 77,5% disumbangkan oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.
Hubungan pengetahuan
lingkungan, motivasi hidup bersih
memberikan hubungan yang
berarti dengan partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman.
D. Simpulan Dan Saran
Berdasarkan temuan dan
pembahasan, maka kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut:
Terdapat hubungan yang
5
lingkungan dengan partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman yang memberikan sumbangan analisis varian sebesar 5,1% dengan variabel partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman. Artinya pengetahuan lingkungan memberi kontribusi terhadap partisipasi masyarakat
dalam memelihara sarana
kesehatan lingkungan
permukiman.
Terdapat hubungan yang
signifikan antara motivasi hidup
bersih dengan partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman yang memberikan sumbangan analisis varian sebesar 9,0% dengan variabel partisipasi
masyarakat dalam memelihara
sarana kesehatan lingkungan
permukiman. Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan dan
positif antara pengetahuan
lingkungan dan motivasi hidup
bersih secara bersama-sama
terhadap partisipasi masyarakat
dalam memelihara sarana
kesehatan lingkungan permukiman
di kecamatan Padang Barat.
Pengetahuan lingkungan dan
motivasi hidup bersih memberikan sumbangan analisis varian sebesar 12,5 dengan variabel partisipasi masyarakat. Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis yang diajukan diterima.
Berdasarkan kesimpulan
yang telah dikemukakan diatas, maka diajukan beberapa saran sebagai Kepala Camat selaku
pimpinan mendukung semua
program masyarakat dalam upaya peningkatan perilaku hidup bersih. Begitu juga terhadap masyarakat
agar ikut serta dan dalam
memelihara kesehatan lingkungan permukiman
E. Daftar Rujukan
Albone dkk. 2009. Panduan
Penyusunan Proposal Penelitian Dengan Mudah. Padang. Yayasan Jihadul Khair Center
Arikunto, S. 2006. Prosedur
Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
Hasan, Iqbal. 2004. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Irfan, Oyong Pices. 2011.
Partisipasi Masyarakat
Dalam Menjaga
Kelestarian Lingkungan Hutan Di Nagari Simpang
Kapuk Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota. Padang : Universitas Negeri Padang.
Iskandar. 2009. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial; kuantitatif dan kualitatif. Jakarta : GP Press.
Julianti Tou, Harne. 2012. Diktat; Sanitasi Lingkungan. Padang : Universitas Bung Hatta.
Kamila. 2010. Partisipasi
Masyarakat Terhadap Kesehatan Lingkungan Di Desa Tapus Kecamatan
6
Kabupaten Lebong
Bengkulu. Padang. Universitas Negeri Padang
Notoatmodjo,Soekidjo. 2011.
Kesehatan Masyarakat; Ilmu Dan Seni. Jakarta : Rieneka Cipta
__________________. 2012.
Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Oktavia, Eva. 2006. Studi
Partisipasi Masyarakat Terhadap Kesehatan Lingkungan Di Kelurahan Puhun Tembok Kecamatan Mandiangin Koto Selayang Kota Bukit Tinggi. Padang
: Universitas Negeri
Padang.
Priyatno, Duwi. 2010. Paham
Analisis Statistik Data dengan SPSS. Yokyakarta : Media kom
Prayitno, Didi. 2008. Partisipasi
Masyarakat Dalam
Implementasi Kebijakan Pemerintah. Semarang : Universitas Diponegoro.
Riyadi dan Bratakusumah. 2003.
Perencaaan Pembangunan Daerah; Strategi Menggali
Potensi Dalam
Mewujudkan Otonomi Daerah. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Ryadi, AL Slamet. 1986.
Pengantar Kesehatan Lingkungan; Dimensi dan Tinjauan Konsepsual. Surabaya ; Karya Anda
Sudjana, Nana dan Ibrahim. 2007.
Penelitian dan Penelitian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sudjoko dkk. 2009. Pendidikan
Lingkungan Hidup. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sugiono. 2007.Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta
Yulianti, Yoni. 2012. Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan
Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Mandiri
Perkotaan Di Kota Solok.
Padang: Universitas
Andalas