• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Kerusakan Pompa Vertikal Tipe Ta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisa Kerusakan Pompa Vertikal Tipe Ta"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Henri M Baringbing1, Mulfi Hazwi2 Email:[email protected]

1,2,

Departemen Teknik Mesin, Universitas Sumatera Utara, Jl. Almamater, Kampus USU Medan 20155 Medan Indonesia

Pemeliharaan pompa dilakukan dalam upaya menjaga kelancaran proses untuk mendistribusikan air keseluruh masyarakat yang berada di sekitar PDAM Tirtanadi Sunggal. Dalam penulisan ini tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar kerusakan dan biaya pemelihan pada pompa vertikal vertikal tipe tait model 15 BCH 3 dengan kapasitas 150 l/s di PDAM Tirtanadi Sunggal. oleh karena itu penulis melakukan penelitian yaitu pada 1 unit pompa vertikal tipe tait model 15 BCH 3 dengan kapasitas 150 l/s di PDAM Tirtanadi Sunggal yang diambil dengan mengambil survey ke lapangan dimana putarannya 1470 rpm dan dari data sfesifikasi pompa tersebut dapat dihitung kerusakan dan biaya pada pompa. Maka dapat disimpulkan bahwa pada pompa vertikal besarnya head total yang harus dilayani pompa adalah 0,034 meter. Sedangkan NPSH pada pompa adalah 7,38 m.. Dari segi kontruksi dan kemampuan kerja dari pompa ini sangat cocok digunakan untuk memompakan air baku ke unit pengolahan dengan kapasitas yang cukup besar, dari segi kontruksi, pemasangan dan penempatan juga sangat bagus untuk digunakan karena bukan dari segi kemampuan saja, tapi dari segi perawatan dan biaya yang sangat efisien.

!"!

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi menggunakan mesin pompa yang banyak sekali untuk keperluan proses pengolahan air minum

dan pendistribusiannya kesetiap

masyarakat yang akan

membutuhkannya. Penggunaan pompa

ini sangatlah penting mengingat

pemindahan jenis fluida dan kondisi fluida dan kondisi kerja yang sangat bermacam macam.

Pada pabrik pengolahan air baku menjadi air bersih dan air minum di PDAM Tirtanadi, yang menggunakan

peralatan peralatan dan bahan

campuran yang sesuai dengan kualitas dan tingkat kejernihan yang sudah teruji.

Sistem pengolahan air baku ini

dilakukan secara bertahap, dengan perkataan lain suatu proses tidak dapat berlangsung jika proses sebelumnya belum berjalan. Pompa merupakan

jenis mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk

menggerakkan sudu sudu menjadi

energi tekanan pada fluida.

Mengingat pompa merupakan jenis

fluida yang dingunakan untuk

memindahkan fluida dalam suatu

instalasi, maka kesinambungannya

perlu dijaga dan dirawat setiap saat. Kegagalan suatu komponen pompa akan berakibat pada berhentinya suatu proses dan kinerja. Untuk menghindari hal tersebut, maka pengoperasian dan

pemeliharaan pompa harus tepat.

(2)

energi hidrolis yang berupa head atau tinggi kenaikan air. Pemindahan fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain tersebut dapat mengalami hambatan

hambatan akibat belokan belokan,

katub, sambungan maupun adanya gesekan antara fluida yang dialirkan dengan pipa pipa penghantarnya.

Dalam proses pemindahan fluida dari suatu tempat ke tempat lain yang digunakan mesin fluida atau pompa, jenis pompa yang dingunakan sangatlah banyak mengingat proses pengolahan air mulai dari bendungan hingga stasiun reservoir yang akan didistribusikan kepada masyarakat sangat besar.bakar tersebut.

# $ % ! !&' (

Pompa vertikal adalah

merupakan salah satu desain diffuser jenis tunggal atau multistage yang terdiri dari beberapa buah impeller yang

disusun secara seri yang dapat

menghasilkan head yang tinggi yang dapat dingunakan untuk memindahkan air[1]. Suatu pompa vertikal pada dasarnya terdiri dari satu impeler atau lebih yang dilengkapi dengan sudu sudu, yang dipasangkan pada poros

yang berputar dan diselubungi

dengan/oleh sebuah rumah (casing). Fluida mamasuki impeler secara aksial di dekat poros dan mempunyai energi potensial, yang diberikan padanya oleh sudu sudu. Begitu fluida meninggalkan impeler pada kecepatan yang relatif tinggi , fluida itu dikumpulkan didalam ‘volute’ atau suatu seri lluan diffuser yang mentransformasikan energi kenetik menjadi tekanan. Ini tentu saja diikuti oleh pengurangan kecepatan. Sesudah konversi diselesaikan, fluida kemudian dikeluarkan dari mesin tersebut. Aksi itu sama untuk pompa pompa dengan kekecualian bahwa volume gas adalah berkurang begitu gas gas tersebut melewati blower, sementara volume fluida secara praktis adalah tetap begitu fluida tersebut melewati pompa. Pompa pompa vertikal pada dasarnya adalah

mesin mesin berkecepatan tinggi

(dibandingkan dengan jenis jenis torak, rotary, atau pepindahan).Perkembangan

akhir akhir ini pada turbin turbin uap, dan motor motor listrik dan disain disain sistem gigi kecepatan tinggi telah

memperbesar pemakaian dan

penggunan pompa pompa vertikal,

seharusnya dapat bersaing dengan unit unit torak yang ada. Garis garis

effesiensi adalah garis yang

menyatakan effesiensi yang sama untuk

hubungan head dengan kapasitas

ataudaya dapat di tentukan batasan

putaran maksimum dan minimum

dengan kata lain untuk mendapatkan daerah operasi yang terbaik jika dilihat dari segi putaran pompa. Dalam pompa vertikal turbin juga tersedia berbagai konfigurasi, konstruksi dan bahan untuk

memenuhi kebutuhan aplikasi. Di

antaranya adalah sebagai berikut : a.Terbuka atau tertutup lineshaft konstruksi

b.Impeller tertutup atau semi terbuka c.Memakai cincin impeller Bowl dan tertutup

d.Cast besi atau baja fabrikasi kepala debit

e.Penyegelan konfigurasi untuk

konstruksi lineshaft terbuka

f.Dikemas dengan kemasan kotak grafit fleksibel

g.Tunggal atau ganda mekanik segel pada pompa terdapat kerusakan yaitu pada kavitasi dan keausan.

Kavitasi adalah fenomena perubahan fase uap dari zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang hingga di bawah tekanan uap jenuhnya. [2].Pada pompa bagian yang sering mengalami kavitasi adalah sisi hisap pompa. Misalnya, air pada tekanan 1 atm akan mendidih dan menjadi uap pada suhu 100 derajat celcius. Tetapi jika tekanan direndahkan maka air akan bisa mendidih pada temperatur yang lebih rendah bahkan jika tekanannya cukup rendah maka air bisa mendidih pada suhu kamar. Apabila zat cair mendidih, maka akan timbul gelembung gelembung uap zat cair. Hal ini dapat terjadi pada zat cair yang sedang mengalir di dalam pompa maupun didalam pipa. Tempat tempat yang

bertekanan rendah dan/atau yang

(3)

maka akan sangat rawan mengalami kavitasi. Misalnya pada pompa maka bagian yang akan mudah mengalami kavitasi adalah pada sisi isapnya. Sedangkan keausan (wear) didefinisikan perpindahan material dari permukaan suatu objek melalui kontak dengan permukaan objek lain yang bergerak relatif satu sama lain. Keausan dapat dibagi dua kategori; keausan yang didominasi oleh sifat mekanik bahan, dan keausan yang didominasi oleh sifat kimia bahan. Tipe keausan yang terjadi pada bantalan luncur ini adalah interaksi antara satu permukaan meluncur relatif terhadap permukaan lainnya pada suatu jarak tertentu. Mekanisme aus (wear) untuk luncuran kering tergantung pada

beberapa variabel; kehalusan

permukaan, geometri permukaan,

orientrasi, kecepatan luncur, kekerasan relatif antar permukaan, mikrostruktur bahan dan lain lain. Jadi laju keausan yang terjadi tidak murni karena sifat sifat bahan saja dan tidak selalu terjadi secara merata.Jenis keausan yang terjadi ialah keausan abrasif yaitu karena adanya gesekan antara material yang keras (poros) dan material yang

lunak (bantalan). Untuk lebih

mempermudah kita mengerti tentang terjadinya gesekan dan keausan pada

bantalan luncur atau yang biasa

disebutkan sebagai mekanisme

tribology yaitu friction,wear dan lubrication. Terjadinya gesekan antara

kedua permukaan tersebut dapat

menyebabkan terjadinya perpindahan material yang aus (chips) yang terjadi diantara kedua permukaan material yang bersentuhan.

') )")*$ "$'$

Memberikan uraian dari

pelaksanaan penelitian yang dilakukan penulis untuk mengetahui kerusakan

dan sistem pemeliharaan yang

dilakukan oleh perusahaan a)Spesifikasi Motor Penggerak

Tipe : Tait Model 15 BCH 3

Type impeller : Tertutup Jenis pompa : Vertikal

Penggerak pompa : Motor listrik

Power Input : 110 KW

performance pompa, pemeliharaan

harus tetap dilakukan, namun peristiwa kerusakan tentu akan terjadi, namun dengan langkah preventivekerusakan

dapat diprediksi agar dapat

direncanakan perbaikan kapan dan tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal. Kerusakan pada pompa umumya terjadi pada bagian packing, bearing, impeller, dan shaft[3].

1. Impeller

Tanda tanda kerusakan pada impeller adalah:

a. debit air yang dihasilkan berkurang.

(4)

Gambar 2 Impeller yang mengalami kerusakan

Cara penanggulangannya

adalah dengan cara memperhatikan keperluan dan kapasitas penggunaan pompa dan memilih spesifikasi pompa yang tepat.

2) Bearing

Tanda tanda kerusakan pada bearing adalah:

a. Getarannya tinggi dan dapat diukur dengan vibrator meter

b. Suaranya kasar

c. Bahan pelumas yang tidak sesuai akibatnya akan terjadi korosi atau pengumpalan pelumas yang dapat menghambat berputarnya bantalan.

Gambar 3; Bearing

Cara menanggulanginya adalah dengan cara memberikan pelumasan yang cukup agar putaran poros pada bearing tetap balance dan tidak menimbulkan gesekan yang berlebihan.

3) Poros (shaft)

Pada bagian ini terjadi beban

puntir yang berlebihan akan

mengakibatkan poros akan patah. Shaft

merupakan tempat bertumpunya

bearing. Kita harus menjaga bearing berputar pada porosnya agar shaft terjaga dengan baikcdan tahan lama

4. Packing

Tanda tanda bahwa Gland peacking itu sudah rusak adalah pompa kurang hisap karena terlalu banyak udara di dalam pompa dan kadang kadang air mengalir deras di sela sela pompa.

Gambar 4 Packing

Untuk mencari NPSH pompa

Untuk mencari P uap jenuh air pada 250c adalah

Pu = Patm A ɤ ( hA)

= 1,412 kgf/m2.0,02 m2. 955 kg/m2 (11,8 . 0,2)

= 63,65 kgf/m2 Pa= 1 atm = 1,033 kg/cm2

= 10330 kg/m2 NPSH = Pa/ɤ hs htot Pv/ɤ NPSH = 10332/995 1–1,6– 63,65/995 = 10,38 – 1 – 1,6 – 0,06 =7,76 m

NPSH yang tersedia adalah 20,5 m, maka NPSH yang tersedia lebih besar dari pada NPSH yang diperlukan, jadi aman terhadap kavitasi.

Volume keausan bantalan tanpa

pelumas dapat dihitung dengan rumus: Wr = K.s.W (T.A, Stolarski,1990) Dimana: s = sliding distance m

W = beban N

K = koefisien keausan per satuan beban per jarak sliding

Maka:

laju keausan :

Wr = (0,2505x10 12 m3/Nm).( 1.756,6 m).(203,2N)

= 89.413,75 x 10 12 m3 = 89,41375 mm3

Jadi laju keausan bantalan untuk stiap kali jalan adalah 89,41375 mm3

Dari hasil pengukuran terhadap

(5)

diameter dalam bantalan arah vertikal adalah 58 mm. Jadi diameter dalam bertambah sebesar 8 mm.

Hal ini berarti bantalan telah beroperasi selama:

( 8)/(0,038 ) = 210,5 hari

Maka umur bantalan dapat diketahui selama operasi yaitu 210,5 hari.

Evaluasi biaya dengan preventive

maintenance dan mengunakan

Breakdown maintenance

Pada PDAM Tirtanadi Sunggal memiliki pompa vertikal sebanyak 14 unit pada Finish Water Pump (FWP),sampel yang dingunakan untuk penelitian adalah satu unit pompa vertikal, dimana biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk biaya pompa (CP) per unitnya adalah Rp 41.000.000 dan biaya rata rata perbaikan setelah rusak (CR) adalah Rp

123.000.000, maka probabilitas

kerusakan dan biaya alternative

Preventive Maintenance pada pompa adalah :

Gambar 5 Grafik Hasil Analisa dengan

Preventive Maintenance dan

Breakdown Maintenance

Dari grafik di atas kita dapat melihat

perbedaan antara preventive

maintenance dan dengan

breakdownmaintenance , dimana pada biaya yang sama, umur pakai (lifetime)

pompa lebih lama[4]. Hal ini

menunjukkan bahwa penggunaan

preventive lebih menguntungkan baik dari segi biaya dan umur pakai mesin pompa tersebut.

&$,.!" /

Besarnya kavitasi atau

kerusakan yang terjadi karena

gelembung gelembung uap zat cair pada pompa adalah 7,38 m Besarnya keausan yang terjadi karena gesekan antara material keras (poros) dan material lunak (bantalan) pada pompa adalah 89,41375 mm3 Hubungan Man Power, Man hour, Material, Tool dan Cosumble adalah berbanding lurus dengan biaya. Semakin besar tingkat kesulitan dari pekerjaan Preventive Maintenace makalcdf semakin besar biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.

Pemakaian sistem Preventive

Maintenance pada suatu perusahaan akan lebih menguntungkan dari pada

menggunakan sistem Breakdown

Maintenace. Untuk mendapatkan kinerja kondisi oprasi yang bagus dan efisien, pemilihan pompa sangat memegang peranan penting dapat proses produksi yang mengalirkan fluida cair, jadi pemilihan pompa harus ditinjau dari banyak aspek bukan dari kapasitas atau

dari daya saja, tapi dari segi

kontruksinya juga harus diperhatikan.

0' / !&' (

[1].Fritz Dietzel, Dakso Sriyono, "Turbin Pompa dan Kompresor",

Penerbit Erlangga. Cetakan

keempat, Jakarta, 1993.

[2].Sularso, Haruo Tahara, Pompa dan

Kompressor : Pemilihan,

Pemakaian dan Perawatan. PT. Pradnya Paramita, Jakarta 2000.

[3].Setiawan, F.D, 2008. Perawatan

Mekanikal Mesin Produksi,

Maximus, Yogyakarta.

[4].Tampubolon, P. Manahan, 2004,

Manajemen Operasional, edisi

Gambar

Gambar 2 Impeller yang mengalami kerusakan
Gambar 5  Grafik Hasil Analisa dengan Preventive Maintenance dan   Breakdown Maintenance

Referensi

Dokumen terkait

Ternyata t hitung ˃ tabel, atau 5.1 ˃ 1.68, maka data hasil pembelajaran keterampilan berbicara di kelas X Bahasa SMA Al-Ma’arif Mataram Kota Mataram sebagai bukti

Se vznikem jiné struktury vyučovacích předmětů na školách (vzdělávací oblasti podle rámcových vzdělávacích programů) lze předpoklá- dat reorganizaci těchto

Dalam kasus produk yang dikeluarkan PT.Telkomsel kartu prabayar dan kartu pasca bayar hampir mempunyai pasar yang sama dan fitur yang ditawarkan pun sama dimana

Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan p value = 0,530 ( p >0,05), dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan fungsi

Pihak yang pro memberikan penjelasan bahwa, keberadaan investor asing sangat penting bagi Indonesia karena investor asing mampu memenuhi kebutuhan yang tidak dapat

Besaran kontribusi disiplin belajar dan lingkungan sekolah secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa kelas X Teknik Komputer Jaringan pada mata pelajaran

b. 'eberasilan ndonesia dalam pembangunan c. 'onsekuen dengan pelaksanaan politik luar negeri c. 'onsekuen dengan pelaksanaan politik luar negeri d. "idak terpengaru sama

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia Merdeka jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan