• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS PENDIDIKAN OLAHRAGA LARI ESTAFET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS PENDIDIKAN OLAHRAGA LARI ESTAFET"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS PENDIDIKAN OLAHRAGA LARI ESTAFET

Oleh :

RIAWAN BANGGA NASLAM 16311117

FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP MATARAM

(2)

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Lari Estafet", yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untukmempelajari .

Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.

Mataram, November 2016

(3)

DAFTAR ISI

2.2 Lintasan dan lapangan dalam ruangan………...………6

2.3 Lintasan dan lapangan luar ruangan……….…….7

2.4 Event……….…..…..8

BAB III LARI ESTAFET……….10

3.1 Definisi……….10

3.2 Teknik………..…10

3.3 Peraturan Perlombaan……….…….13

3.4 Tongkat……….…….. 14

3.9 Didiskualifikasi………...……….17

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN……….18 dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games”

(4)

yang digelar selama era klasik Eropa : Panhellenik Games The Pythian Game(dimulai6 Sebelum Masehi) digelar di Argolid setiap dua tahun.The Isthmian Game (dimulai 523 Sebelum Masehi) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahThe Roman Games Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang nuga sama-sama 527 Sebelum Masehi) digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games(dimulai 51 memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.

1.2 Rumusan Masalah

 Apa itu atletik?

 Apa itu lari estafet?

 Bagaimana cara melakukan estafet?

 Apa saja peraturannya?

1.3 Tujuan Makalah

Untuk mengetahui langkah-langkah melakukan estafet setra sejarahnya.

BAB II

ATLETIK

(5)

Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes".Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM.Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Di abad 19 organisasiformal dari event modern dimulai.Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertamakali pada tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun kemudian oleh C.T Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Eeck Military Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah kompetisi yang diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850.

(6)

AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970.Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F).Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan.Di masa modern, atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada sebelumnya.

2.2 Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan

Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim indoor, selama musim dingin dan musim outdoor, digelar selama musim semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah 200m dan terdiri dari empat atau enam jalur.Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan indoor atlet berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari 100m dan 110/100m haling rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m hlang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m haling rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m, jalan cepat 300m, dan 400m haling rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m.marathon 5.000m adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pernah dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York) lintasan indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi, ini sangat jarang terjadi.Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m dibandingkan 400m yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus indoor dua-duanya dilombakan.

(7)

tersebut.Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adakah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkan di Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon

2.3 Lintasan dan Lapangan Luar Ruangan

Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi.Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m.Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yardm dimana ada beberapa lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard karena keadaan geografis. Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua memakai pasir atau kerikil.Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan.Jalur ini isa ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum dimana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untukAmerican Football, sepak bola, atau lacrosse. Lapangan di dalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat diaman tim menggelar kamping selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan.

2.4 Event

(8)

ruangan.Dengan pengecualian lari mil, lomba berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar di lintasan sejak kebanyakan lintasan diubah dari seperempat mil (402,3m) ke 400m.Hampir semua catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak dilangsungkan kembali.Bagaimanapun, IAAF dalam buku rekornya masih memasukan rekor dunia mil (dipegang oleh Hicham El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dari Rusia untuk wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.

A. Event Lintasan –event lari di lintasan 400m.

1. Sprint: event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya di dalam ruangan), 100m, 200m dan 400m.

2. Jarak Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.

a) Lari berintang – lomba (biasanya 300m) dimana pelarinya harus melewati rintangan seperti penghalang dan rintangan air.

3. jarak Jauh: berlari diatas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.

4. Halang Rintang: 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk wanita) dan 400 m haling rintang menengah (300 m di beberapa SMA).

5. Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet , 4 x 200 m estafet , 4 x 800 m estafet , dll. Beberapa event, seperti estafet medley, jarang

dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.

B. Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan terbuka, tapi biasanya diakhiri di lintasan. Event biasa adalah 5km, 10km, setengah marathon dan marathon.

(9)

D. Event lapangan

1. Event melempar

a) tolak peluru

b) lempar peluru

c) lempar lembing

d) lempar cakram

2. Event lompat

a) lompat tinggi

b) lompat galah

c) lompat jauh

d) lompat ganda

3. yang sangat tidak biasa

a) lompat tinggi berdiri

b) lompat jauh berdiri

c) lompat ganda berdiri

E. Event ganda atau kombinasi

1. Triathlon / Trilomba

2. Pentathlon / Pancalomba

(10)

4. Decathlon / Dasalomba

BAB III

LARI ESTAFET

3.1 Definisi

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

3.2 Teknik

Teknik Penerimaan Tongkat

Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pergantian tongkat, yaitu:

(11)

kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya. Digunakan saat lari 4 x 100m.

 Dengan cara tidak melihat (non visual) Pelari yang menerima tongkat berlari sambil mengulurkan tangan kebelakang. Selanjutnya pelari sebelumnya menaruh tongkat ke tangan si pelari setelahnya.biasa digunakan pada lari lebih dari 100 meter, misalnya 4 x 400m.

Dilihat dari cara menerima tongkat, keterampilan gerak penerima tongkat tanpa melihat lebih sulit dari pada dengan cara melihat. Dalam pelaksanaannya, antara penerima dan pemberi perlu melakukan latihan yang lebih lama melalui pendekatan yang tepat.

Suksesnya lari estafet sangat bergantung dari kelancaran penggantian tongkat. Waktu yang dicapai akan lebih baik (lebih cepat) jika pergantian tongkat estafet berlangsung dengan baik pula. Suatu regu lari estafet yang terjadi dari pelari-pelari yang baik hanya akan dapat memenangkan perlombaan, jika mampu melakukan pergantian tongkat estafet dengan sukses.

Agar supaya penerimaan tongkat estafet dapat nyaman dan pelari saat menggunakan tongkat estafet juga tidak merasa terganggu dengan tongkat.maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang kaitannya dengan biomekanika olahraga agar pelari tetap cepat saat lari :

a. Tongkat estafet di desain senyaman mungkin saat di genggam oleh pelari

b. Tongkat estafet di buat dengan licin maka tongkat akan cenderung mudah jatuh.jika terlalu kasar maka pelari kurang nyamean dalam menggunakan bahan yang tidak terlalu licin dan terlalu kasar karena kaitannya dengan koefien gesek benda,jika terlalu penerimaan tongkat

Latihan Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat

Cara memberi dan menerima tongkat sambil lari dilakukan di daerah wissel (daerah pergantian tongkat). Panjang wissel (daerah pergantian) tongkat estafet adalah 20 meter. Pergantian tongkat yang terjadi di luar daerah pergantian akan

menyebabkan diskualifikasi.

(12)

 Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima menggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara tangan

penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang.

 Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga menggunakan tangan kiri.

Teknik Lari

Teknik lari saat lari estfet 4x100 meter sama dengan teknik lari sprint karena jarak yang di tempuh masih dalam kriteria jarak pendek.tekniknya yaitu dengan sedikit mencondongkan badan ke depan untuk meminimalisir gesekan dengan udara yang dapat mengurangi

kecepatan,,memendekkan langkah untuk menambah frekuensi langkah saat melayang di udara tidak lama.

Lari estafet 4x100 meter pasti seorang pelari melewati tikungan karena lintasan lapangan berbentuk lingkaran.untuk mengantisipasi agar pelari masih dalam keadaan seimbang saat lari maka seorang pelari dapat meminimalisir dengan cara sebagai berikut :

a. Memiringkan badan sesuai arah tikungan b. Mengurangi Kecepatanr

c. Mempebesar jari-jari lintasan

(13)

 Pelari ke 1 Di daerah start pertama dengan lintasan di tikungan  Pelari ke 2 Di daerah start kedua dengan lintasan lurus

 Pelari ke 3 Di daerah start ketiga dengan lintasan tikungan

 Pelari ke 4 Di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di garis finish

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet

 Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri.

 Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing- masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam lingkungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.

a.)Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada waktu latihan.

b.)Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

3.3 Peraturan Perlombaan

1.) Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10 meter pra-zona. Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi penggantian tongkat.

2.) Lari Estafet(Lari Beranting) Lari Estafet atau sering disebut dengan lari beranting merupakan salah satu dari cabang atletik. Lari Estafet hanya membutuhkan empat (4) orang pemain untuk melakukan olahraga tersebut. Ada ketentuan atau peraturan yang ada di olahraga Lari Estafet ini:

a) Diperbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4×400 meter dengan resiko team tersebut bisa kalah dalam lomba tersebut. b) Di perbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh

pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4×100 meter dengan resiko team tersebut dapat langsung di diskualifikasi dalam pertandingan olahraga tersebut.

(14)

d) Nomor 4 x 100m, 4 x 200m selain pelari pertama dibolehkan memulai larinya di luar zona tidak lebih dari 10m.

e) Nomor 4 x 200m, 4 x 400m dilarikan dalam lintasan masing-masing kecuali:

- untuk lari 4 x 200m pelari ketiga hanya di tikungan petama saja selebihnya sesudah menggunakan lintasan dalam

- demikian juga 4 x 400m hanya pelari pertama saja yang lari dijalurnya setelah melewati tanda tikungan petama yang berbendera

- pegantian tongkat harus dilakukan pada zone yang telah ditentukan dengan batas-batas garis yang jelas.

f) Cek mark atau tanda, peserta boleh memasang perekat yang berukuran 5 x 40 cm dengan warna yang menyolok dengan tidak membingungkan pelari.

Ada juga cara yang baik dalam menerima togkat estafet agar tidak terjatuh yaitu :

Sebagai pemain yang ingin memberi tongkat tersebut harus menggunakan tangan kiri, sedangkan pemain yang menerima tongkat tersebut harus menggunakan tangan kanan.

Start yang digunakan

Pelari pertama menggunakan start jongkok. Hal yang perlu diperhatikan pelari pada saat start yaitu tangan ditempatkan di belakang garis start dan tongkat yang dipegang tidak menyentuh garis start. Pelari selanjutnya melakukan start berdiri.

3.4 Tongkat

Tongkat estafet adalah benda yang diberikan secara bergilir dari satu peserta ke peserta lari lainnya dalam satu regu. Karena itu, tongkat

ini pun tidak sembarang tongkat. Ukurannya dibuat sesuai dan pas dengan panjang genggaman pelari pada umumnya.

Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet adalah:

 Panjang: 29,21 centimeter  Berat : 50 gr

 Diameter:  Untuk dewasa: 3,81 cm

(15)

Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat dapat dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.

3.5 Gambar Lapangan

Zona pergantian pada Lari Estafet hanya berada 10meter di depan garis start atau berada 10 meter dibelakang garis start.Seperti Gambar di bawah ini :

3.6 Latihan Lari Estafet

Kunci keberhasilan pelari estafet terletak pada pergantian tongkat.Di dalam pelaksanaan lari estafet, dimungkinkan terjadi beberapa kesalahan pada saat pergantian tongkat. Kesalahan tersebut dapat dilakukan oleh penerima maupun pemberi tongkat.A. Kesalahan yang dilakukan oleh penerima, yaitu:

(16)

b. Terlalu cepat melakukan start sehingga mngganggu lari pemberi tongkat. Larinya terlalu ke tengah sehingga mengganggu lari pemberi tongkat.

c. Pada waktu mengulurkan tangan ke belakang, tangan dalam keadaan goyang, sehingga sukar menerima tongkat.

B. Kesalahan yang sering dialami oleh pemberi tongkat, yaitu:

a. Kurang berhati-hati dalam meberikan tongkat, sehingga gagal dalam pemberian atau tongkat jauh.

b. Pada waktu memberikanb tongkat pemberi berada di belakang penerima, tidak di sisi sampingnya, sehingga dapat menginjak kaki penerima.

c. Pemberi mangayun tangan yang salah.

d. Pemberi tongkat tidak memberi isyarat (tidak berteriak yak) kepada penerima tongkat, sehingga pnerima tidak tahu.

e. Pemberi tongkat mengurangi kecepatannya pada saat akan mengayun tongkat.

3.7 Strategi Penyusunan Regu Lari Estafet

Agar dapat dicapai prestasi malsimal, diperlukan strategi dalam pemilihan pelari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyusun regu atau tim lari estafet, yaitu:

A. Pelari pertama

a. Pilihlah pelari yang memiliki start yang baik dan memiliki keahlian lari di tikungan. b. Pelari pertama merupakan pelari yang tercepat pertama atau kedua agar dapat memberika

posisi memimpin.

B. Pelari kedua

a. Pelari kedua mempunyai tanggung jawab sebagai pnerima dan pemberi.

b. Mempunyai daya tahan yang baik, sebab ia harus berlari cepat menempuh jarak 120 m – 130 m.

c. Pelari yang kurang mahir ditikungan dapat dipilih sebagai pelari kedua.

C. Pelari ketiga

a. Pelari ketiga memiliki rasa tanggung jawab yang besar, karena harus bertindak sebagai penerima dan pmberi tongkat.

b. Pelari ketiga memiliki keahlian lari di tikugan. c. Memiliki daya tahan sebagai pelari 200 m.

D. Pelari keempat

a. Pelari keempat merupakan pelari tercepat pertama atau kedua.

b. Pelari keempat memiliki daya juang yang besar, karena pelari ini akan menentukan menang atau kalahnya regu atau tim.

3.8 Teknik Masuk Finish

(17)

a. Lari terus tanpa mengubah kecepatan lari. b. Membusungkan dada ke depan.

c. Merebahkan badan ke depan seperti orang jatuh tersungkur.

Sebagian besar yang orang lakukan adalah adalah ketika sudah mendekati finish mka dia akan memperlambat atau mengurangi kecepatan,menoleh ke belakang untuk melihat sejauh mana jarak antara dia dengan lawan yang ada di belakangnya, hal ini tentu tindakan yang salah. Teknik melakukan finish yang baik dapat dilakukan dengan mendahulukan dada atau dengan memurtuskan pita finish dengan bahu kanan atau kiri dan tentunya adalah dengan tidak melakukan seperti halnya yang sebaian besar orang.

3.9 Diskualifikasi

Peserta atau tom regu dicoret apabila: a. Start mendahului aba-aba sampai 2 kali. b. Selama lari mengganggu pelarilain.

c. Masuk ke lintsan lain hingga mendapat keuntungan. d. Tidak masuk finish.

e. Pergantian tongkat melewati daerah wissel. f. Tongkat jatuhdiambil orang lain.

(18)

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada

perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Lari

ini dilakukan bersambung dan bergantian membawa tongkat dari garis start

sampai ke garis finish. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang

pelari. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai

pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari

pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.

Start yang digunakan dalam lari bersambung adalah untuk pelari pertama

menggunakan start jongkok. Sedangkan untuk pelari kedua, ketiga, dan pelari

yang keempat menggunakan start melayang. Jarak lari bersambung yang

sering diperlombakan dalam atletik baik untuk putra maupun putri adalah 4 x

100 meter atau 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik

saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau

daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari. Prinsip lari sambung adalah berusaha membawa tongkat secepat-cepatnya

yang dilakukan dengan memberi dan menerima tongkat dari satu pelari kepada

(19)

keterampilan gerak lari dan keterampilan memberi serta menerima tongkat

yang dibawanya.Dalam beberapa perlombaan lari sambung, seringkali suatu

regu dikalahkan oleh regu lainnya hanya karena kurang menguasai

keterampilan gerak menerima dan memberikan tongkat dari satu pelari kepada

pelari yang lainnya. Bahkan, seringkali suatu regu didiskualifikasi hanya

(20)

DAFTAR PUSTAKA

 http://teknikbermain.blogspot.com/2016/10/teknik-olah-raga-lari-estafet-sejarah.html

 http://olah-raga-indonesia.blogspot.com/2016/10/analisis-gerak-lari-estafet.html

 http://mieftintegral.blogspot.com/2016/28/lari-sambung-estafet-6.html  http://id.wikipedia.org/wiki/Estafet

 http://decky28.blogspot.com/2016/28/lari-estafet-lari-bersambung-atau-biasa.html

 http://meks14.wordpress.com/2016/10/28/permainan-dan-olahraga-lari-estafet/

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 4 Tahun 1978 tentang Pelaksanaan Perijinan Perusahaan Penggilingan Padi, Huller dan Penyosohan Beras yang disahkan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan dan

Murdiantoro Bayu (2011) Variabel dependen: Produksi Padi Variabel Indepeden: Luas Lahan, Modal, dan Tenaga Kerja Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear

Menurut Sugiyono (2010:147), “Metode Analisis Deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data

Otsus Papua, memberikan perlindungan hak-hak politik masyarakat adat dan penduduk asli Papua dengan diciptakannya suatu kamar tertentu di dalam parlemen Provinsi

telah melaksanakan Workshop Penyusunan RPP yang dihadiri oleh, Kepala Sekolah, Dewan Guru , Pengawas sekolah, Dosen, Komite Sekolah untuk melaksanakan workshop

Bahan komposit merupakan bahan gabungan secara makro yang didefinisikan sebagai suatu sistem material yang tersusun dari campuran atau kombinasi dua atau

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA KONTEKS PENGKONDISIAN.. pH TANAH UNTUK TANAMAN