LAPORAN PROGRAM PENERAPAN IPTEK
PENINGKATAN APLIKASI KOMPUTER
BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) AUTISMA YAYASAN PENGEMBANGAN POTENSI ANAK (YPPA) PADANG
Oleh :
Asnil, S.Pd., M.Eng. NIP. 19811007 200604 1 001 Elsa Efrina, S.Pd., M.Pd. NIP. 19820814 200812 2 005 Rahmahtrisilvia, S.Pd., M.Pd. NIP. 19750324 200012 2 001 Drs. Sukardi, MT. NIP. 19610510 198603 1 003
Dibiayai DIPA UNP Nomor: 0126/023-04.2/III/2010
Tanggal: 31 Desember 2009 Universitas Negeri Padang
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
RINGKASAN
Sekolah Luar Biasa Autisma YPPA Padang merupakan suatu lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi anak yang berkebutuhan khusus sebagaimana yang diatur dalam UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 pasal 32 ayat (1 ). Sekolah ini dikembangkan dengan tidak mengabaikan potensi dasar yang dimiliki anak serta memaksimalkan segala potensi yang dimiliki anak. pola ini telah dilakukan di SLB Autisma YPPA Padang sejak tahun 1999. Sampai pada saat ini telah mampu menginklusikan anak kesekolah reguler lebih dari 70 orang anak yang tersebar Sumatera Barat.
Berdasarkan hasil survey tim pelaksana tanggal 24 Oktober 2009 di kantor Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang, menunjukan bahwa yayasan ini melaksanakan pendidikan khusus. Dimana, merupakan pendidikan bagi peserata didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, sosial dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 ayat 1). Berdasakan survey pada tanggal 24 Oktober 2009, SLB Autisma YPPA Padang menunjukan bahwa; (1) Sekolah ini sudah memiliki Akte Notaris Yayasan No. 5 tanggal 24 Juli 2001. (2) Adanya izin operasional sekolah dari dinas pendidikan no 0443/420.DP/Dikdas‐2001, (3) Pada tahun 2006 sudah punya 70 orang anak yang telah diinklusikan/meanstraiming ke sekolah regular yang tersebar di kota Padang baik dari tingakat Taman Kanak‐kanak sampai SD, (4) Adanya keinginan masyarakat untuk memasukkan anaknya ke Sekolah Luar Biasa Autisma YPPA Padang, (5) Adanya dukungan moral dan materil dari dinas pendidikan baik ditingkat propinsi maupun pusat, (6) Adanya peraturan perundang‐undangan yang mendukung Pendidikan Luar Biasa, (7) Sudah tersedianya lahan yang dibeli dengan luas 456 m2 berikut gedung yang sedang dibangun (terbengkalai) untuk lokasi SLB Autisma YPPA Padang.
kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak berkebutuhan khusus sebagai salah satu hak azasi manusia dan hak warga negara yang harus dipenuhi, sehingga hak mereka sering terabaikan, (4) Masih minimnya fasilitas pendidikan, (5) Masih minimnya sumber pendanaan sekolah untuk operasional sekolah, kebutuhan transportasi antar jemput siswa, gaji guru dan operasional sekolah sehari‐hari, (6) Masih terbatasnya buku‐buku penunjang pendidikan dan alat‐alat pendidikan berupa media dan alat bantu individual siswa, dan (7) Masih terbengkalainya bangunan SLB yang permanen karena dana yang belum mencukupi sehingga proses operasional sekolah masih menggunakan gedung sekolah dengan status menyewa dan belum memenuhi criteria gedung sekolah yang ideal.
Dengan demikian perlu membuat program; (1) Peningkatan kualitas pembelajaran yang berbentuk layanan pendidikan terhadap siswa penyandang Autisma dan kebutuhan khusus lainnya, (2) Peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan terhadap anak, (3) Menjalin kemitraan dengan sekolah regular yang telah dan akan menampung anak untuk meanstraiming, (4) Pemulihan kondisi anak dan pembekalan kecakapan hidup siswa untuk mandiri, (5) Peningkatan professional dan kompetensi guru, (6) Penyediaan sarana kebutuhan pendidikan yang lebih memadai sesuai dengan ketentuan standar pelayanan minimalSekolah Luar Biasa khususnya bagi penyandang Autisma, (7) Peningkatan manajemen dan akuntabilitas kinerja kepala sekolah, (8) Penyediaan alat‐alat perlengkapan pendidikan dan therapy, (9) Penyediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan yang lainnya, (10) Pembangunan gedung sekolah yang permanen dan representatif dalam suatu lingkungan yang kondusif, (11) Pembangunan ruangan dan peralatan keterampilan/kecakapan hidup untuk siswa, dan (12) Penyediaan fasilitas dan sarana bermaian maupun olah raga.
pengabdian kepada masyarakat untuk memecahkan permasalahan ini sebagai upaya peningkatan penguasaan guru‐guru tentang komputerisasi adalah dengan mengadakan pelatihan komputer yakni mengenai aplikasi microsoft word, power point, dan excel.
Hasil dari kegiatan ini menyimpulkan; (1) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa pelatihan komputer sebagai upaya untuk peningkatan pengetahuan guru SLB YPPA Padang dalam menguasai aplikasi computer tentang Microsoft word, Power point, dan excel. (2) Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 sampai 29 Oktober 2010 dengan peserta sebanyak 20 orang, hal ini merupakan suatu kemajuan yang sangat berarti dari keinginan guru SLB Autisma YPPA Padang untuk meningkatkan pengetahuannya dibidang computer. Karena peserta yang hadir melebihi target awal dari tim pelaksana yakni 12 orang.
KATA PENGANTAR
Dalam usaha mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi pada tahun angaran 2010 Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat secara berkesinambungan terus melaksanakan pengabdiannya pada mayarakat sebagai pengamalan dan penerapan ilmu pengetahuan. Salah satu kepedulian yang dilakukan adalah memberikan pelatihan Peningkatan Aplikasi Komputer bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang. Kegiaan ini dilakukan oleh tim dalam bentuk pelatihan computer tentang Microsoft Office, Microfsoft Word, Microsoft Power Point, Microsoft Excel.
Tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat tentang Peningkatan Aplikasi Komputer bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang, meyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan baik dari segi pelaksanaan maupun laporan kegiatan. Namun demikian diharapkan semua kekurangan itu dapat dijadikan sebagai pengalaman yang berharga untuk pelaksanaan kegiatan‐kegiatan dimasa mendatang.
Akhirnya pada kesempatan ini kami sampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Rektor Universitas Negeri Padang.
2. Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Negeri Padang. 3. Bapak Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
4. Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini.
dan kerjasama yang baik, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses dan mudah‐mudahan laporan ini ada manfaatnya.
Padang, 10 Nopember 2010
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBARAN PENGESAHAN ... ii
RINGKASAN ... iii
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I. PENDAHULUAN A. Analisis situasi ... 1
B. Perumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Kegiatan ... 5
D. Manfaat kegiatan ... 5
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Microsoft Word ... 7
B. Microsoft Power Point ... 10
C. Microsoft Excel ... 14
D. Mencetak Dokumen ... 18
BAB III. METODE PEMECAHAN MASALAH A. Kerangka Pemecahan Masalah ... 19
B. Realisasi Pemecahan Masalah ... 19
C. Khalayak Sasaran dan Strategis ... 20
A. Hasil ... 22 B. Pembahasan ... 23
BAB V. KESIMPULAN DAN SARA
A. Kesimpulan ... 26 B. Saran ... 26 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Gambar 1. Tampilan area kerja microsoft word ... 7
2. Gambar 2. Menu dalam office button ... 8
3. Gambar 3. Status bar ... 9
4. Gambar 4. Page search ... 9
5. Gambar 5. Word count ... 9
6. Gambar 6. New blank presentation ... 10
7. Gambar 7. Auto content wizard ... 11
8. Gambar 8. Autocontent wizard (training) ... 12
9. Gambar 9. Autocontent wizard (training) ... 12
10.Gambar 10. Autocontent wizard (training) ... 13
11. Gambar 11. Autocontent wizard (training) ... 13
12. Gambar 12. Microsoft power point (presentation) ... 13
13. Gambar 13. Tampilan di layar saat Microsoft excel dijalankan ... 15
14. Gambar 14. Contoh dokumen untuk mengolah data sederhana ... 16
15. Gambar 15. Penggunaan Autofill ... 17
16. Gambar 16. Style format tabel ... 17
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Lampiran 1. Personalia pelaksana kegiatan ... 28
2. Lampiran 2. Dokumentasi kegiatan ... 30
3. Lampiran 3. Absensi peserta ... 33
4. Lampiran 4. Modul microsoft word ... 38
5. Lampiran 5. Modul microsoft power point ... 70
BAB I
PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI
Analisis situasi merupakan bagian penting dari isi proposal pengabdian yang menguraikan tentang gambaran secara kuantitatif potret, profil dan kondisi khalayak sasaran yang akan dilibatkan dalam kegiatan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS). Gambaran kondisi dan potensi wilayah dari segi fisik, sosial, ekonomi maupun lingkungan yang relevan dengan kegiatan yang akan dilakukan (Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti 2006:134).
Kondisi profil khalayak sasaran berdasarkan hasil survey tim pelaksana tanggal 24 Oktober 2009 di kantor Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang, menunjukan bahwa yayasan ini melaksanakan pendidikan khusus. Dimana, merupakan pendidikan bagi peserata didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, social dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 ayat 1). Undang-undang yang sama pada ayat 2 disebutkan pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di wilayah yang mengalami bencana alam, bencana social dan tidak mampu secara ekonomi.
Didalam UU no 20 tahun 2OO3 Bab IV, bagian kesatuan tentang hak dan kewajiban warga Negara Pasal 5 disebutkan bahwa: (1l) setiap warga Negara mempunyai hak yang sama memperoleh pendidikan yang bermutu dan (2) warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional mental, intelekrual haruso memperoleh pendidikan khusus. Dalam hal ini jelas menerangkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu tidak terkecuali bagi anak Autisma.
menjalani kehidupan bermasyarakat minimimal untuk dirinya sendiri. Peluang dan potensi anak untuk sembuh jelas membutuhkan model layanan pendidikan secara khusus yang spesifik sesuai dengan kebutuhan anak.
Sesuai dengan Kebijakan dan pengembangan program pendidikan luar biasa tahun 2003 mengemukakan Autisme adalah gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas imajinasi simbolik. Dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi anak autism memerlukan cara atau metode khusus sehingga mereka mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya.
Penyelenggaraan Sekolah Luar Biasa Autisma YPPA Padang merupakan suatu lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi anak yang berkebutuhan khusus sebagaimana yang diatur dalam UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 pasal 32 ayat (1 ). Sekolah ini dikembangkan dengan tidak mengabaikan potensi dasar yang dimiliki anak serta memaksimalkan segala potensi yang dimiliki anak. pola ini telah dilakukan di SLB Autisma YPPA Padang sejak tahun 1999. Sampai pada saat ini telah mampu menginklusikan anak kesekolah reguler lebih dari 70 orang anak yang tersebar Sumatera Barat.
Dari segi fisik sekolah dapat pula diungkapkan fasilitasnya sudah tersedia jumlah lokal sebanyak 17 buah yang terdiri dari; (1) 10 ruang belajar/therapy individual dengan ukuran 1,5 x 1,5 m. (2) 2 ruangan belajar/therapy individual dengan ukuran 2 x 3 m, (3), 2 ruang belajar klasikal untuk pra TK dan pra SD dengan ukuran 3 x 3 m, (4) 1 ruang untuk bermain (indor) berukuran 4,5 x 5,5 m, (5) 1 ruangan pustaka ukuran 1,5 x 3 m, (6) 1 ruangan shalat berukuran 2,5 x 2,5 m, (7) 1 ruang kantor 4 x 4,5 m, (7) 1 ruang 3,5 x 4 m untuk therapy relaksasi dan sensori.
Personil yang mengelola SLB ini terdiri dari; (1) Pengurus sebanyak 7 orang, (2) Guru pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 2 orang, (3) guru bantu sebanyak 4 orang, dan (4) Guru yayasan sebanayak 11 orang. Kualifikasi pengurus dan guru‐guru SLB Autisma YPPA Padang sudah sarjana (s1) sebanyak 9 orang, ahli madya sebanyak 3 orang dan selebihnya berkualifikasi pendidikan SLTA sebanyak 13 orang. Disamping itu dilengkapi juga dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Pada hal tantangan masa depan yang bakal dihadapi akan semakin berat yang ditandai dengan adanya kecendrungan, (1) Tuntutan yang semakin tinggi serta kompetisi Sekolah Luar Biasa yang harus baik, (2) Besarnya biaya pendukung bagi anak berkebutuhan khusus, (3) Makin meningkatnya jumlah anak Autisme yang butuh pelayanan, (4) penyandang autism perlu dilayani secara profesioanl, (5) Pengintegrasian anak sekolah regular cukup banyak tantangan, mulai dari penerimaan sekolah regular, anak yang butuh pendamping dan permasalahan‐permasalahan lain yang muncul ketika anak telah diingklusikan, (6) Tantangan kedepan akan dikemanakan anak setelah mereka mengikuti pendidikan, adakah lowongan pekerjaan bagi mereka, dan (7) Pelayanan yang professional membutuhkan SDM yang memadai sehingga butuh peningkatan SDM yang sesuai dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan anak Autisma.
Dengan demikian perlu membuat program; (1) Peningkatan kualitas pembelajaran yang berbentuk layanan pendidikan terhadap siswa penyandang Autisma dan kebutuhan khusus lainnya, (2) Peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan terhadap anak, (3) Menjalin kemitraan dengan sekolah regular yang telah dan akan menampung anak untuk meanstraiming, (4) Pemulihan kondisi anak dan pembekalan kecakapan hidup siswa untuk mandiri, (5) Peningkatan professional dan kompetensi guru, (6) Penyediaan sarana kebutuhan pendidikan yang lebih memadai sesuai dengan ketentuan standar pelayanan minimalSekolah Luar Biasa khususnya bagi penyandang Autisma, (7) Peningkatan manajemen dan akuntabilitas kinerja kepala sekolah, (8) Penyediaan alat‐alat perlengkapan pendidikan dan therapy, (9) Penyediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan yang lainnya, (10) Pembangunan gedung sekolah yang permanen dan representatif dalam suatu lingkungan yang kondusif, (11) Pembangunan ruangan dan peralatan keterampilan/kecakapan hidup untuk siswa, dan (12) Penyediaan fasilitas dan sarana bermaian maupun olah raga.
keterampilan/kemampuan guru‐guru dalam hal penguasaan keterampilan komputerisasi, sehingga mampu membimbing siswa dalam bentuk media interaktif dalam proses pembelajaran. Agar lebih konkritnya alternative penyelesaian masalah tersebut maka tim pengabdian kepada masyarakat mengajukan judul: Peningkatan Keterampilan Aplikasi Komputer Bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang.
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang diperoleh dari hasil survey serta prioritas program yang telah diungkapkan, maka diperlukan peningkatan kemampuan/kompetensi guru‐guru dalam hal penguasaan keterampilan komputerisasi dan program aplikasi komputer media, sehingga mampu membimbing siswa dalam bentuk media interaktif dalam proses pembelajaran. Dalam hal menjalankan komputer berbasis Windows Microsoft Office, membuat model, merancang program dan pemogramannya dalam bentuk media yang sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran dan mengantisipasi kemajuan teknologi dibidang komputer.
C. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan kegiatan Peningkatan Keterampilan Komputer Bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang adalah agar terjadi peningkatan kompetensi/kemampuan guru‐guru dalam hal penguasaan keterampilan komputerisasi dan program aplikasi komputer media, sehingga mampu membimbing siswa dalam bentuk media interaktif dalam proses pembelajaran berbasis sistem operasi windows, Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point
D. MANFAAT KEGIATAN
pengetahuan dan keterampilan mengguankan komputer tentang sistem operasi windows, Microsoft word, Microsoft Power point, Microsoft Excel. Melalui kegiatan peningkatan keterampilan aplikasi komputer, maka guru‐ guru akan bertambah pengetahuaanya dalam hal; (1) Pengenalan system operasi windows, (2) Pengenalan Microsoft word, (3) Pengenalan Microsoft Power point, dan (4) Aplikasi Micrososft Power point, (5) Pengenalan Microsoft Excel, (6) Aplikasi Microsoft Excel, (7) Pemakaian formula Microsoft Excel.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Microsoft Word
Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. Selain menulis dokumen, MS Word juga dapat digunakan untuk bekerja dengan tabel, menulis teks dengan kreasi, menyisipkan gambar, maupun yang lainnya. Secara default tampilan area kerja program MS Word 2007 terdiri atas Title Bar, Office Button, Quick Access Toolbar, Menu Bar, Ribbon, Ruler, Status Bar, dan View Toolbar. Tampilan area kerja dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Tampilan area kerja MS Mord
membuat dokumen baru (New), membuka dokumen (Open), menyimpan dokumen (Save), mencetak dokumen (Print), dan sebagainya (Gambar 2).
Gambar 2.Menu‐menu dalam office button
Quick Access Toolbar berisi tombol‐tombol yang berfungsi sebagai alternative penggunaan perintah yang sering digunakan. Sebagai contoh, tool Open merupakan shortcut dari Office Button>Open, atau tool Save merupakan shortcut dari Office Button>Save.
Gambar 3. Status bar
Gambar 4. Page search
Words menampilkan jumlah halaman, kata, huruf (tanpa spasi), huruf (dengan spasi), paragraf, dan baris (Gambar 5).
Gambar 5. Word count
View Toolbar berisi pengaturan jenis tampilan dokumen, antara lain:
1. Print Layout, memberikan tampilan sesuai hasil yang akan diterima pada saat dicetak (default).
2. Full Screen Reading, memberikan tampilan halaman penuh.
3. Web Layout, memberikan tampilan sesuai hasil yang ditampilkan di dalam jendela browser.
5. Draft, memberikan tampilan yang berkelanjutan (menggabungkan seluruh halaman seperti dalam satu gulungan). Tiap halaman dipisahkan oleh garis titik‐titik.
B. Microsoft Power Point
Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah. Microsoft Power Point akan membantu sebuah gagasan menjadi lebih menarik dan jelas tujuannya jika dipresentasikan karena Microsoft Power Point akan membantu dalam pembuatan slide, outline presentasi, presentasi elektronika, menampilkan slide yang dinamis, termasuk clip art yang menarik, yang semuanya itu mudah ditampilkan di layar monitor komputer.
1) Membuat slide presentasi
New Blank Presentation Pada layar akan Nampak slide serti gambar berikut.
Gambar 6. New Blank Presentation
Langkah – langkah yang dapat dilakukan dalam membuat slide adalah membuat text, membuat judul, klik pada tulisan “Click to add title” lalu ketikkan judul presentasi. Membuat textbox pada click to add text, klik icon, klik pada bagian dari slide yang ingin ditambahkan tulisan. Menggunakan Bullet and Numbering klik area textbox yang ingin menggunakan Bullet and Numbering lalu klik Format Æ Bullets and
luar area textbox. Membuat WordArt, klik Insert ÆPicture ÆWordArt
atau cari icon Insert WordArt pada Drawing Toolbar, pilih 1 model kemudian klik OK muncul kotak dialog seperti di bawah ini, lalu ketikkan tulisan yang diinginkan lalu klik OK.
2) New From Auto Content Wizard
Penggunaan Auto Content Wizard adalah untuk lebih mempermudah pembuatan slide dimana telah disediakan kerangka‐kerangka yang sering digunakan oleh pembuat slide presentasi. Keunggulan teknik ini adalah pada segi kecepatan pembuatan walaupun jenis yang disediakan masih terbatas. Kotak Dialog berikut akan muncul disini dapat diamati bahwa proses wizard ini akan melalui 3 tahapan yakni Presentation Type, Presentation Style, dan juga Presentation Option.
Gambar 7. AutoContent Wizard
Gambar 8. AutoContent Wizard – (Training)
Pilih salah satu tipe presentasi yang diinginkan lalu klik Next dan kotak dialognya berubah menjadi sebagai berikut.
Gambar 9. AutoContent Wizard – (Training)
Gambar 10. AutoContent Wizard – (Training)
Isikan Judul dan juga Footer yang ingin ditampilkan setelah itu tekan Next.
Gambar 11. AutoContent Wizard – (Training)
Proses wizard telah selesai sehingga tekan tombol Finish. Hasilnya adalah sebagai berikut.
Diperoleh slide yang telah jadi. Dimana telah terdapat effect dan juga slide translation. Selain itu juga dapat diperoleh point‐point yang biasanya digunakan dalam membuat presentasi sesuai dengan topik yang telah dipilih, selanjutnya tinggal menyesuaikan isinya dengan yang akan dipresentasikan saja.
C. Microsoft Excel
dari lembar kerja yang aktif b. Office Button
Berisi barisan perintah untuk pengoperasian Program yang standar misalnya membuat dokumen baru, membuka dokumen lama, menyimpan, mencetak dan mempublish dokumen
Gambar 13. Tampilan di layar saat Microsoft excel dijalankan c. Akses Cepat Toolbar (Quick Access Toolbar)
Merupakan sarana yang disediakan Microsoft Excel untuk mempercepat akses berkomunikasi dengannya misalnya menyimpan, mencetak dan sebagainya
d. Toolbar
Merupakan deretan tool‐tool (gambar‐gambar) yang mewakili perintah dan berfungsi untuk mempermudah dan mengefisienkan pengoperasian program.
e. Help
f. Lembar Kerja (Workbook)
Baris ini berisikan informasi halaman, section, letak insertion point dan tombol pengendali.
g. Cell, merupakan nomor baris, nomor kolom, nama range, fungsi, penggulung vertical dan horizontal serta untuk memudahkan dalam membaca suatu dokumen dengan menggulung layar vertical dan horisontal.
3. Membuat Dokumen
Pada sub bab ini, kita akan membuat dokumen sebagai contoh pengelolaan data sederhana. Dari contoh pengelolaan data sederhana kita akan belajar tentang cara pengetikan di excel, alignment, cara memformat huruf, cara memformat tabel dan cell, dan memanfaatkan fasilitas Autofill. Berikut contoh pengelolaan data yang pertama seperti pada Gambar 14.
Gambar 14. Contoh dokumen untuk mengelola data sederhana 4. Penggunaan AutoFill
Gambar 15. Penggunaan auto Fill
Pada Kolom NO dan KODE, Autofill digunakan untuk membuat seri number secara terurut sedangkan pada kolom Nama Unit digunakan untuk mengcopy data yang sama ke beberapa cell secara cepat. Selanjutnya lengkapi data tabel seperti pada gambar 15.
5. Penggunaan Format Table dan Cell
a. Microsoft Excel menyediakan fasilitas format table dengan beberapa template seperti memberi border, warna border, warna cell dan style font dengan klik tombol format table seperti ini , kemudia akan muncul pilihan style format tabel seperti berikut ini.
Gambar 16. Style Format Tabel
6. Penggunaan Rumus
Penggunaan rumus dan fungsi untuk perhitungan dan pengolahan data pada software perkantoran merupakan fungsi utama Microsoft Excel. Contoh penggunaan rumus sederhana pada sebuah dokumen seperti pada gambar 17 dibawah ini.
Gamabr 17. Contoh dokumen penggunaan rumus
Buat dokumen seperti pada Gambar 6.6 diatas tetapi kosongkan dulu kolom Biaya pada semua triwulan. Pengisian kolom biaya menggunakan rumus sehingga untuk data berikutnya tinggal copy rumusnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Klik Cell pertama pada kolom biaya misalnya Cell F16, kemudian ketikkan =D16*E16 kemudian tekan Enter.
b. Copy rumus pada Cell F16 ke Cell F17 sampai F19 dengan cara tarik kebawah sampai F19 fill handle yang ada dipojok Cell F16 kemudian lepaskan, hasil copy rumus akan tampil pada Cell F17 sampai F19.
c. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk kolom biaya pada Cell H16, J16, dan N16. D. Mencetak File
BAB III
METODE PEMECAHAN MASALAH
A. Kerangka Pemecahan Masalah
Agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru‐guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang mengenai aplikasi komputer, salah satunya dapat dilakuakn dengan mengadakan pelatihan komputer. Materi yang diberikan dalam pelatihan computer ini berkaitan erat dengan aplikasi computer terutama untuk administrasi dan media dalam proses pembelajaran. Dengan harapan setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini diharapkan guru‐guru SLB Autisma YPPA Padang bisa bertambah pengetahuannya mengenai aplikasi computer. B. Realisasi Pemecahan Masalah
Universitas Negeri Padang sesuai dengan spesialisasinya, mempunyai sumber daya yang cukup dibidang komputerisasi sebagai upaya peningkatan kemampuan masyarakat mengenai aplikasi computer. Untuk merealisasikan kegiatan ini, sesuai dengan permasalahan yang ditemukan dalam kegiatan survey yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat, ditemukan kerangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dibidang aplikasi computer khususnya guru SLB Autisma YPPA Padang.
Langkah‐langkah untuk merealisasikan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Persiapan.
Agar kegiatan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan dan memenuhi tujuan serta target yang hendak dicapai, maka dilakukan kegiatan persiapan antara lain:
a. Mengadakan observasi terhadap objek sasaran, agar informasi yang diperoleh lebih memberikan gambaran yang jelas terhadap kegiatan yang akan dilakukan nantinya.
dilaksanakan terhadap kegiatan ini. Termasuk juga dalam hal ini menetapkan materi pelatihan dan bentuk keterampilan yang akan dilakukan.
c. Penentuan Peserta Pelatihan.
Supaya kegiatan ini lebih efektif, maka peserta pelatihan dalam kegiatan ini ditetapkan semua guru dan staf administrasi yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang.
d. Kegiatan berikut adalah menetapkan materi pelatihan, yang berhubungan dengan aplikasi computer terutama untuk media pada saat proses pembelajaran dan administrasi.
2. Pelaksanaan Kegiatan.
Kegiatan Peningkatan Keterampilan Aplikasi Komputer Bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang dilakukan di Laboratorium Komputer Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Kegiatan dilaksanakan pata tanggal 24 Oktober 2010 sampai dengan 29 Oktober 2010. Kegiatan dilaksanakan dalam dua scenario, yakni (1) kegiatan teori dan pratikum yang dilakukan dengan bimbingan pemateri/instruktur, dan (2) kegiatan pelatihan dalam bentuk belajar mandiri.
C. Khalayak Sasaran dan Strategis
Khalayak sasaran dan strategis pada kegiatan ini adalah guru‐guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang.
D. Metode Penerapan IPTEKS
Metode yang digunakan dalam penyampaian materi, baik yang bersifat teori maupun praktek adalah sebagai berikut;
1. Metode ceramah dan tanya jawab
mengenai kemampuan peserta pelatihan tentang materi yang disampaikan.
2. Praktek langsung
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Pelaksanaan kegiatan peningkatan keterampilan aplikasi komputer bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang dapat berjalan dengan baik dan lancer. Hal ini diperoleh berkat kerjasama serta partisipasi aktif dan rasa pengabdian yang tinggi dari tim pelaksana, ditambah lagi dengan kerjasama dari semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan bisa membantu para guru dalam meningkatkan pengetahuannya mengenai aplikasi komputer, terutama mengenai aplikasi Microsoft Word, Microsoft Power Point, dan Microsoft Excel.
Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 20 peserta, hal ini sudah melebihi target yang mana pada konfermasi awal dengan halayak sasaran diperkirakan akan diikuti oleh 12 orang guru sebagai peserta. Dari sini sudah terlihat antusiasme dari khalayak sasaran untuk mengikuti kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
Pencapaian hasil Pelaksanaan kegiatan peningkatan keterampilan aplikasi komputer bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang ini selanjutnya akan dilihat dari aspek tujuan dan manfaat pelaksanaan kegiatan. Berikut ini gambaran yang jelas tentang kegiatan yang telah dilaksanakan.
1. Pencapaian Tujuan.
2. Pencapaian Target.
Target dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni; (1) meningkatkan pengetahuan guru
SLB Autisma YPPA Padang mengenai sistem operasi windows, (2) meningkatkan pengetahuan guru SLB Autisma YPPA Padang mengenai
aplikasi microsoft word, (3) meningkatkan pengetahuan guru SLB Autisma YPPA Padang mengenai microsoft power point, dan (4) meningkatkan pengetahuan guru SLB Autisma YPPA Padang mengenai microsoft excel. 3. Pencapaian Manfaat.
Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa manfaat dari kegiatan ini adalah Sesuai dengan tujuan yang telah dikemukakan, maka manfaat yang diharapkan dan dirasakan langsung oleh guru SLB autism YPPA Padang adalah (1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam komputerisasi terutama mengenai Microsoft word, power point, dan excel serta aplikasinya, (2) staf akademika UNP, khususnya jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNP memperlihatkan peran aktifnya dalam memecahkan persoalan-persoalan yang ada dalam masyarakat terutama dalam penerapan ilmu dan teknologi, khususnya pengetahuan tentang komputerisasi.
Tahapan jangka panjang diharapkan kepada guru SLB Autisma YPPA Padang yang telah dilatih dapat menuangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan mutu lulusannya.
B. PEMBAHASAN
dari faktor pendorong tentang keberhasilan kegiatan ini, disamping itu dibahas juga faktor yang menghambatnya.
1. Faktor Pendorong
Faktor pendorong yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah faktor yang menunjang terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan Peningkatan aplikasi computer bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang dalam bentuk pelatihan computer aplikasi Microsoft Office, Microsoft Word, Microsoft Power Point, dan Microsoft Excel yang sesuai dengan kebutuhan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang untuk meningkatkan proses pembelajarannya. Adapun faktor-faktor yang menunjang pelaksanaan kegiatan ini dapat dikemukakan sebagai berikut : a. Faktor Situasi kegiatan.
Oleh karena kegiatan ini memang berdasarkan kebutuhan dari masyarakat (Guru SLB YPPA Padang), maka dalam hal persiapan dan pelaksanaan kegiatan tidak menemui hambatan dan rintangan yang berarti, apa lagi kalau dilihat dari situasi tempat pelaksanaan kegiatan yang mudah dicapai (Laboratorium computer Jurusan Teknik Elektro FT UNP). Sehingga memudahkan bagi tim pelaksana membuat perencanaan, pelaksanaan pelatihan dan bimbingan.
b. Masyarakat (sasaran).
2. Faktor Penghambat
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Merujuk pembahasan yang telah dikemukan diatas, maka pada bagian ini dikemukakan kesimpulan dan saran yang akan merangkum semua hasil kegiatan Peningkatan Aplikasi Komputer bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang dari awal sampai akhir.
A. Kesimpulan
Setelah membahas tentang permasalahan, tujuan, manfaat, khalayak sasaran, pelaksanaan dan hasil kegiatan maka selanjutnya didapat kesimpulan sebagaiberikut :
1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa pelatihan komputer sebagai upaya untuk peningkatan pengetahuan guru SLB YPPA Padang dalam menguasai aplikasi computer tentang Microsoft word, Power point, dan excel.
2. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 sampai 29 Oktober 2010 dengan peserta sebanyak 20 orang, hal ini merupakan suatu kemajuan yang sangat berarti dari keinginan guru SLB Autisma YPPA Padang untuk meningkatkan pengetahuannya dibidang computer. Karena peserta yang hadir melebihi target awal dari tim pelaksana yakni 12 orang.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Anton R. Pardede. 2008. Membuat presentasi, Microsoft Power Point 2007, Sistem Informasi UKDW 2005 Tutorial Microsoft Power Point, (online), (http://www.scribd.com/doc/16815508/PowerPoint, diakses 22 Januari
2010)
Bappeda. 1999. Monitoring Tipologi dan Klasifikasi Nagari Provinsi Sumatera Barat Tahun 2006/2007, Padang: Direktorat Pembangunan Desa.
……… 2005. Sumatera Barat Dalam Angka, Bappeda dan Statistik TK.I. Sumbar: Padang
……… 2006. Sumatera Barat Dalam Angka, Bappeda dan Statistik TK.I. Sumbar: Padang
……… 2007. Sumatera Barat Dalam Angka, Bappeda dan Statistik TK.I. Sumbar: Padang
DP2M Ditjen Dikti. 2006. Panduan PengelolaanProgram Hibah DP2M Dikjen Dikti. jakarta: Depdiknas RI.
Tim Broad Base Education. 2001. Panduan Pelaksanaan Broad Best Education(BBE) Buku III. Jakarta : DIKNAS Jakarta.
Yayasan Pengembangan Potensi Anak. 2006. Rencana Induk Pengembangan SLB Autisma YPPA Padang. Padang: YPPA PADANG
…………. 2009. Microsoft Word 2007, modul Microsoft Word 2007. Program
Keahlian Smemester gasal 2008/2009, (Online),
(http://parvian.file.wordpress.com/2008/10/bab6microsoftexcel.Pdf,
diakses 10 Januari 2010 ).