• Tidak ada hasil yang ditemukan

RSNI T 02 2005 STANDAR PEMBEBANAN UNTUK JEMBATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "RSNI T 02 2005 STANDAR PEMBEBANAN UNTUK JEMBATAN"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

I. Ruang Lingkup

Standar ini menetapkan ketentuan pembebanan dan aksi-aksi lain yang digunakan dalam perencanaan jembatan, termasuk jembatan jalan raya, jembatan pejalan kaki, dan bangunan sekunder terkait. Beban dan aksi dapat dimodifikasi dalam kondisi tertentu dengan izin pejabat berwenang. Standar ini berlaku untuk semua jembatan, termasuk jembatan dengan bentang utama lebih dari 200 meter. Dokumen ini juga merujuk pada beberapa acuan normatif yang relevan, seperti SNI 03-1725-1989 dan SNI 03-2833-1992.

II. Istilah dan Definisi

Dokumen ini mencakup berbagai istilah teknis yang penting untuk pemahaman standar, seperti aksi lingkungan yang mencakup pengaruh temperatur, angin, dan gempa. Definisi beban utama, beban sekunder, dan beban khusus juga dijelaskan, memberikan pemahaman yang jelas tentang jenis beban yang harus diperhitungkan dalam desain jembatan. Istilah-istilah ini menjadi dasar dalam perhitungan dan analisis struktur jembatan.

III. Persyaratan dan Petunjuk Penggunaan

Persyaratan dalam standar ini harus digunakan dalam perjanjian kerja antara pihak terkait dalam konstruksi dan pemerintah. Setiap perubahan standar harus disetujui oleh pejabat yang berwenang. Perencana jembatan harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini untuk memastikan bahwa jembatan yang direncanakan dapat memikul beban sesuai standar. Selain itu, perencana harus mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi gaya-gaya yang tidak umum dalam perencanaan.

IV. Aksi dan Beban Tetap

Aksi dan beban tetap dalam perencanaan jembatan harus dihitung berdasarkan dimensi dan kerapatan material. Standar ini memberikan tabel untuk kerapatan material yang umum digunakan dalam konstruksi jembatan. Beban mati jembatan termasuk berat elemen struktural dan non-struktural. Perencana harus mempertimbangkan semua elemen ini saat menentukan faktor beban yang sesuai untuk perhitungan.

V. Beban Lalu Lintas

Beban lalu lintas terdiri dari beban lajur dan beban truk, yang harus diperhitungkan untuk menentukan pengaruh pada struktur jembatan. Beban lajur harus disusun untuk menimbulkan momen maksimum pada jembatan. Standar ini juga mencakup petunjuk tentang penyebaran beban dan faktor beban dinamis yang harus diterapkan dalam perencanaan. Dengan pemahaman yang baik tentang beban lalu lintas, perencana dapat memastikan bahwa jembatan mampu menahan beban yang diharapkan.

VI. Aksi Lingkungan

Aksi lingkungan mencakup pengaruh dari temperatur, angin, dan gempa. Standar ini memberikan pedoman tentang bagaimana mengukur dan memperhitungkan pengaruh ini dalam desain jembatan. Penurunan dan pengaruh temperatur harus diperhitungkan untuk memastikan bahwa jembatan dapat berfungsi dengan baik selama masa pakainya. Perencana juga harus mempertimbangkan kejadian-kejadian khusus yang mungkin terjadi di lokasi tertentu.

Referensi Dokumen

  • RSNI T-02-2045
  • Pasal 10.4
  • Pasal 6.5
  • Pasal 6.10
  • Tabel 8
  • Tabel 23
  • Tabel 28
  • Tabel 41
  • Pasal 9.3
  • Pasal 7'7'
  • Pasal 11.1
  • Pasal 12.1
  • Pasal 12.2
  • Pasal 12.3.1
  • Pasal 13.1
  • Tabel 42

Gambar

Gambar 1 Bagan alir untuk perencanaan beban iembatan
Tabel 1 Ringkasan aksi-aksi rencana
Tabel 7 Faktor beban akibat tekanan tanah
Tabel I Sifat-sifat untuk tekanan tanah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tabel VII.52.Perhitungan gaya geser dan momen pada wing wall akibat tekanan tanah dinamis

Pengaruh ini diperhitungkan senilai dengan gaya rem sebesar 5% dari beban lajur D yang dianggap ada pada semua jalur lalu lintas, (tabel 4 dan gambar 5), tanpa dikalikan

'enurut (rano0o dkk, *) struktur atas jembatan adalah bagian dari struktur jembatan yang se"ara langsung menahan beban lalu lintas untuk  selanjutnya disalurkan

Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi iringan lalu lintas berdasarkan data B-WIM sebagai beban bergerak pada model struktur Jembatan Rangka Baja tipe Australia

Untuk menjamin bahwa bangunan atas mempunyai pengekangan dalam arah melintang yang cukup untuk melawan gaya yang bekerja secara kebetulan dalam arah melintang yang tidak

Bila lebar lajur kendaraan jembatan kurang atau sama dengan 5,5 m, maka beban “D” harus ditempatkan pada seluruh jalur dengan intensitas 100%.. Lajur lalu lintas