• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - Menarik Emas dalam kartu GSM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - Menarik Emas dalam kartu GSM"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kartu GSM yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi sering dibuang begitu saja oleh kebanyakan orang. Sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa barang-barang tersebut adalah sampah, yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Namun sesungguhnya hal itu adalah kekeliruan besar. Kartu-kartu GSM tersebut ternyata mengandung berbagai logam murni, diantaranya platina, tembaga, perak dan emas. Dalam sirkit chip di kartu SIM (GSM) atau RUIM (CDMA), memang ada emasnya. Emas digunakan karena terbukti mampu menyalurkan arus elektronik lebih baik dibandingkan tembaga. Produsen kartu SIM/RUIM tidak pernah mengurangi atau meniadakan kandungan logam mulia itu, walaupun dalam setiap unit jumlahnya mungkin cuma seperseribu gram.

Barangkali yang menjadi permasalahan disini adalah bagaimana cara mengisolasi emas dari kartu SIM/RUIM. Kalaupun ada, pastilah meggunakan peralatan yang canggih dan metoda yang rumit. Sebagian besar masyarakat awam mungkin saja akan berpandangan seperti ini. Hal ini bisa dimaklumi karena umumnya masyarakat Indonesia cenderung kurang kreatif dan maunya hanya

“satu kali sepuluh” bukan “sepuluh kali satu”. Artinya disini, umumnya masyarakat Indonesia lebih menyukai hal-hal praktis dan instan dibanding berpikir analitis tentang bagaimana suatu hal kecil bisa menjadi besar dan lebih bermanfaat. Keterampilan untuk menemukan suatu hal baru dan menciptakan lapangan kerja seperti inilah yang masih minim. Buktinya sebuah penemuan baru bagaimana cara mengisolasi emas dari peralatan elektronik dengan metoda yang mudah dan murah bukanlah ditemukan oleh para ilmuwan dari Indonesia, melainkan oleh ilmuwan Universitas Saga di Jepang. Dari hasil penelitian mereka, dapat disimpulkan bahwa barang-barang bekas yang biasa dianggap samapah

(2)

elektronik mapun kartu SIM/RUIM. Dan barangkali sudah saatnya juga untuk tidak mengatakan kartu SIM/RUIM bekas dan koran-koran bekas sebagai sampah, karena ternyata barang-barang tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih besar dari perkiraan kita sebelumnya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa sajakah sifat-sifat dari reagensia yang digunakan dalam penelitian ini ?

2. Bagaimanakah cara preparasi medium yang akan digunakan untuk mengisolasi emas dari barang elektronik bekas?

3. Berapakah perbandingan antara massa medium yang digunakan dengan massa emas yang dapat dihasilkan?

4. Bagaimanakah efektivitas medium setelah dilakukan pengulangan penelitian dengan medium yang sama ?

5. Berapakah rata-rata emas yang dihasilkan per gram kartu GSM/RUIM ?

C. Batasan Masalah

Pada penelitian ini, penulis membatasi masalah pada pada preparasi medium yang digunakan yakni dengan menggunakan koran bekas dari salah satu Media Nasional dan perendaman medium dengan klorin selama 6 jam.

D. Tujuan

(3)

E. Manfaat

(4)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Emas

Emas merupakan logam yang bersifat lunak, mengkilap, kuning, berat, inert dan mudah ditempa. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.

Dalam sirkit chip di kartu SIM (GSM) atau RUIM (CDMA) memang terkandung logam emas. Berdasarkan salah satu sifat emas yaitu konduktor, emas terbukti mampu menyalurkan arus elektronik lebih baik dibandingkan tembaga. Sehingga produsen kartu SIM/RUIM tidak pernah mengurangi atau meniadakan kandungan logam mulia itu. Untuk lebih mempertegas pernyataan ini, dalam textbooknya, G. Svehla (1990) menyatakan bahwa semua zat-zat anorganik, seperti emas jika dilarutkan dalam air akan menghantarkan arus listrik.

B. Koran

Kertas merupakan polimer dari selulosa dan merupakan polisakarida yang terdiri dari molekul-molekul β-D-glukosa dan mempunyai massa molekul relatif yang sangat tinggi, yakni tersusun dari 2.000-3.000 glukosa. Rumus molekul selulosa adalah (C6H10O5)n. Selulosa terdapat dalam tumbuhan sebagai bahan

pembentuk dinding sel dan serat tumbuhan. Jadi rumus molekul kertas sama seperti selulosa.

(5)

Alternatif lain adalah, mengkarakterisasi matarial ini pada temperatur transisi. (Sibilia, 1988: 4-5)

Dalam proses isolasi logam emas ini, medium yang digunakan adalah koran bekas. Koran bekas yang menjadi komponen utama penarik emas berasal dari kayu sehingga memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi. Sifat alami selulosa yang fleksibel memudahkan zat kimia menembus matrik larutan logam dan m engikatnya.

C. Formaldehida

Zat kimia lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah formaldehida. Dalam air, formaldehida mengalami polimerisasi dan sedikit sekali yang ada dalam bentuk monomer H2CO. Umumnya, larutan ini mengandung beberapa

persen metanol untuk membatasi polimerisasinya. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40%. Meskipun formaldehida menampilkan sifat kimiawi seperti pada umumnya aldehida, senyawa ini lebih reaktif daripada aldehida lainnya.

D. Klorin

Klorin digunakan secara luas dalam pembuatan banyak produk sehari-hari. Klorin digunakan untuk menghasilkan air minum yang aman hampir di seluruh dunia. Bahkan, kemasan air terkecil pun sudah terklorinasi.

Klorin juga digunakan secara besar-besaran pada proses pembuatan kertas, zat pewarna, tekstil, produk olahan minyak bumi, obat-obatan, antseptik, insektisida, makanan, pelarut, cat, plastik, dan banyak produk lainnya. Kebanyakan klorin diproduksi untuk digunakan dalam pembuatan senyawa klorin untuk sanitasi, pemutihan kertas, desinfektan, dan proses tekstil. Lebih jauh lagi, klorin digunakan untuk pembuatan klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom.

(6)

diharapkan dalam senyawa organik ketika klor mensubtitusi hidrogen, seperti dalam salah satu bentuk karet sintetis. (Anonim, 2009).

E. Asam Klorida

Asam klorida adalah larutan gas hidrogen klorida (HCl) dalam air. Warnanya bervariasi dari tidak berwarna hingga kuning muda. Perbedaan warna ini tergantung pada kemurniannya. Pada konsentrasi diatas 10 %, asam klorida menghasilkan bau yang sangat menyengat. Asam klorida bersifat sangat korosif dan bisa merusak logam-logam seperti besi dan baja (Wikipedia, 2002).

Tabel 3 Sifat-Sifat Fisik dan Kimia Asam Klorida

Karakteristik Asam klorida

Asam Hidroklorit, Anhidrous hydrogen klorida, Asam muriatik tetapi tidak larut dalam hidrokarbon

F. Sumber : CRC (1994)

G. Dimetylamin

Digunakan sebagi adsorben, larutan antioksidan, bahan pencelup, bahan flotasi, stabilitator bensin, farmasi, bahan kimia tekstil, akselerator karet, electroplating, dehairing agent, bahan baku misil/peluru, bahan pembakar pestisida, bahan pembakar roket, surfaktan, reagen untuk magnesium, pembuatan sabun detergent. (POM, 2009)

(7)

Emas tersebut akan membentuk kompleks ion disianourat, [Au(CN)2]

(8)

BAB III

Larutan Dimetilamin (25 ml) Larutan Formaldehid (25 ml) Larutan HCl p.a (25 ml)

C. Prosedur Kerja

Hancurkan 5 gram koran bekas menjadi bubur dengan penambahan air sampai jenuh

Tambahkan 5 ml klorin untuk membersihkan buburan

Tambahkan 5 ml DimethylAmine ( DMA ) dan 5 ml Formalin sehingga membentuk senyawa gel

(9)

Campurkan gel yang telah dihaluskan kedalam sampah elektronik yang sebelumnya dicairkan dan dilarutkan dalam Asam Klorida

(10)

BAB IV

SKEDUL WAKTU

A. Waktu penulisan

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada Agustus sampai November 2012.

B. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Padang

C. Jadwal kegiatan

(11)

Daftar Pustaka

Achmad, Hiskia. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti

Cotton, Albert & Geoffrey Wilkinson. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: Universitas Indonesia

Sibilia, John P. 1988. A Guide to Material Characterization and Chemical Analysis. USA: VCH Publisher

Svehla, G. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka

Anonim. 2011. Formaldehid. (www.scribd.com/doc/57728487/formaldehida -)

http://id.shvoontg.com/exact-sciences/engineering/2024994-mendulang-emas-dari-koran-bekas/#ixzz1n1DVIPX5

http://kamuslemak.com/cari3.php?kunci=71

POM. 2009. Dimetilamin.

(http://www.pom.go.id/katker/doc/Dimetilamin.htm)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam lembaga-lembaga keuangan Islam kredit dikenal dengan pembiayaan, yang dimaksud dengan Pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan

Adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan yang dimiliki bank dalam menutup sebagian atau seluruh utang-utangnya, baik jangka panjang maupun jangka pendek,

Pendidikan orang tua yang Sekolah Menengah Atas diharapkan bisa menyerap informasi dengan baik, mempersepsikan dan melaksanakan latihan keterampilan social pada anak

of Feminism in Islam and The West) (2019), International Seminar on The Sustainability of Human Civilization, Universiti Sultan Zainal Abidin (unisza), Gong Badak - Co-author

80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, kws Bromo Tengger Semeru, serta

sembilan contoh manggis terkelompok menjadi satu (Gambar 1). Adanya pengelompokan sembilan aksesi manggis tersebut dengan penanda AFLP membuktikan bahwa tanaman

Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Snowball Throwing mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukan

Pernyataan – pernyataan hasil saringan akhir akan membentuk skala likert yang dapat dipakai untuk mengukur skala sikap serta menjadi kuesioner baru untuk pengumpulan data