Organisasi Profesi dan
Kode Etik Profesi
Dr. Muhammad Rusman
Profesionalisme Kerja: Engineer
•
Profesional
adalah orang yang menjalankan
profesinya secara benar menurut nilai-nilai normal.
•
Untuk menjadi seorang yang
profesional
,
diperlukan:
komitmen, tanggungjawab, kejujuran,
sistematik berpikir, penguasaan materi, menjadi
bagian masyarakat profesional
.
•
Biasanya dipahami sebagai suatu
kualitas
yang
Profesi
à
Pekerjaan
•
Untuk memiliki suatu profesi harus memiliki
keahlian
khusus
atau
harus dilatih terlebih dahulu
.
•
Seseorang dapat dikatakan sebagai profesional apabila
ia telah mengikuti
prajabatan atau pelatihan
yang
menjadikan orang tersebut profesional, atau
penampilan
seseorang juga dapat disebut profesional
apabila orang tersebut sesuai dengan tuntutan yang
seharusnya
sesuai pekerjaan
yang sedang digelutinya.
•
Sebuah
profesi sudah pasti
menjadi sebuah
pekerjaan
,
namun sebuah
pekerjaan
belum tentu menjadi sebuah
profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang
harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan
kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang
rumit seperti itu.
Bagaimanakah menentukan suatu
pekerjaan itu termasuk profesi?
•
Melakukan pengujian terhadap pekerjaan yang
dilakukan.
•
Karakteristik yang dimiliki oleh
engineer
sehingga
pekerjaan tersebut
layak
disebut sebuah profesi,
yaitu:
•
Kompetensi.
•
Tanggung jawab pribadi.
Engineer Vs Profesi Bidang lain
•
Perbedaan profesi
engineer
dengan profesi lain adalah:
a.
jenis pelayanan.
b. syarat-syarat pelatihan.
c.
keberagaman kepemimpinan.
d. non homogennya peraturan-peraturan yang ada.
•
Engineer berkutat dengan pembuatan berbagai
struktur, alat, dan sistem untuk dimanfaatkan manusia.
•
Klien cenderung kelompok dari pada individu (seperti
pengacara, dokter, psikolog, dll.)
•
Perhatian utama
semua engineer adalah
keselamatan
khalayak umum
yang akan menggunakan produk dan
peralatan yang dirancang.
Aspek lain Organisasi Profesional
•
Esensi Organisasi Profesional membagi menjadi dua
model profesi yang berbeda:
1. Model kontrak sosial; memandang bahwa organisasi
profesi dibentuk terutama untuk memperluas
kepentingan umum, memberikan kebanggaan profesi
seperti gaji yang tinggi, status yang tinggi dalam
masyrakat dan kemampuan untuk mengatur diri
sendiri.
Profesionalisme Kerja: Engineer
•
Kelemahan besar seorang engineer dibandingkan
dengan mereka yang menekuni profesi lainnya adalah
bahwa
karya-karyanya terpampang jelas
sehingga
semua dapat melihatnya. Tidakan-tindakannya, langkah
demi langkah, sangat kasat mata. Ia tidak dapat
mengubur kesalahannya di dalam makam seperti para
dokter, ia tidak dapat berkelit atau menyalahkan para
jaksa seperti para pengacara. Ia tidak dapat
menyembunyikan kesalahannya dengan pohonpohon
dan tumbuhan rambat seperti para arsitek. Ia tidak
dapat menutupi kekurangannya dengan cara
menyalahkan pihak oposisi dan berharap masyarakat
akan melupakannya seperti para politisi.
Profesionalisme Kerja: Engineer
•
Seorang engineer tidak dapat menyangkal bahwa
ialah yang telah melakukannya. Jika hasil kerjanya
tidak berfungsi, ia dicela. Itulah bayangan mimpi
yang menghantuinya di malam hari, dan
mengganggunya pada siang hari. Di penghujung
hari ia pulang ke rumah dari pekerjaanya dengan
tekat mengulangi lagi perhitungannya. Ia bangun di
pagi hari. Sepanjang hari dia gemetar
Profesionalisme Kerja: Engineer
•
Mengukur profesionalisme bukanlah hal yang
mudah karena profesionalisme tersebut diperoleh
melalui suatu proses professional, yaitu proses
evolusi dalam mengembangkan profesi kearah
status professional yang diharapkan.
Kode Etik
Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode
etik profesi:
1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota
profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi
mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang
tidak boleh dilakukan
2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi
masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa
etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada
masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu
profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para
pelaksana di lapangan keja (kalanggan social).
Kode Etik Profesi
•
Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring
perkembangan zaman. Kode etik profesi
merupakan pengaturan diri profesi yang
bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang
hakiki, yang tidak dipaksakan dari luar.
•
Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila
dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup
dalam lingkungan profesi itu sendiri.
•
Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang
tersusun secara rapi, lengkap, dalam bahasa yang
baik.
Tanggung jawab profesi yang lebih spesifik
seorang professional diantaranya:
1. Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik
dalam proses maupun produk hasil kerja
profesional.
2. Menjaga kompetensi sebagai profesional.
3. Mengetahui dan menghormati adanya hukum
yang berhubungan dengan kerja yang profesional.
4. Menghormati perjanjian, persetujuan, dan
Studi Kasus
Limbah
•
Pengolahan Limbah sebuah pabrik secara berkala dites
sebelum dialirkan ke saluran irigasi dan selalu dilaporkan ke
BPLH Lokal.
•
Pada suatu hari Amir menemukan hasil tes buangan sedikit
diatas ambang batas.
•
Bos minta kepada Amir, agar data tes hari itu “
disesuaikan
”.
Alasannya kelebihan hanya sedikit. Hanya masalah
pengukuran. Tidak membahayakan bagi ikan atau manusia.
•
Kalau dilaporkan, menurut Bos, akan ada tindakan represif
Tugas
Limbah di musim hujan..
• Ridwan, wartawan sebuah surat kabar, dalam suatu acara santai dan informal menerima informasi dari seorang insinyur– manajer pabrik kertas BKN – bahwa tiga bulan terakhir ini pabrik tersebut membuang air limbahnya langsung ke saluran irigasi. Ia langsung turun meliput ke daerah sekitar pabrik.
• Dari liputannya Ridwan menemukan bahwa penduduk di sekitar pabrik menggunakan saluran irigasi sebagai tempat mandi, cuci, dan kakus. Ia juga berhasil mengumpulkan fakta yang meyakinkan bahwa tiga bulan terakhir inipendudukyang kena penyakit kulit dan diare meningkat.
• Dengan bekal hasil liputannya, Ridwan menemuiDirekturBKN untuk wawancara tentang masalah tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya. Pada kesempatan itu Ridwan memaparkan hasil liputannya. Sang Direktur kaget. Tapi cepat mengerti dan langsung menjanjikan untuk menghentikan pembuangan air limbah langsung ke saluran irigasi.
• Pabrik memang sudah tiga bulan membuang air limbahnya tanpa diolah dengan pertimbangan bahwa bulan-bulan itu musim hujan hingga dampak limbahnya minimal. Kebijakan ini ditempuh dalam rangka penghematan biaya. Mereka sama sekali tidak memperkirakan bahwa akan ada akibat buruk dari keputusan ini. Keputusan ini pernah dilaksanakan beberapa kali.
• Ridwan memutuskan untuk menunda penulisan hasil liputannya menunggu tindakan koreksi dari pimpinan Pabrik. Berita itu datangseminggu kemudian.
• Insinyur yang mula-mula memberi informasi kepada Ridwan menelpon bahwa perusahaan telah mengolah kembali air limbahnya. Ridwan merasa lega karena berhasil melepaskan penduduk di sekitar pabrik dari gangguan limbah.
• Beberapa hari kemudian ia menerima surat terlampir dari Direktur pabrik disertaiceksebesar lima puluh juta rupiah. Ridwan mula-mula ingin menolaknya. Tapi sesudah dipikirkannya masak-masak ia sampai pada kesimpulan bahwa suratnyanya jelas mengatakan pemberian itu tanda terima kasih dan bukan karena ancaman. Lagi pula ia memang membutuhkan tambahan uang untuk membayar uang muka membeli rumah yang menjadi idaman seluruh keluargannya.
Jakarta, 5 januari 1997
Sdr. Ridwan yang terhormat,
Pertama-tama saya menyampaikan penghargaan atas hasil kerja Anda
yang amat teliti dan cermat dalam meliput hubungan perusahaan kami
dengan lingkungannya. Tapi lebih dari itu saya sangat menghargai
keputusan Anda untuk langsung menyampaikan informasi itu kepada
kami, hingga kami dapat cepat mengambil tindakan koreksi dan
mencegah terjadinya akibat yang lebih merugikan masyarakat.
Terimalah tanda terima kasih kami yang kami sampaikan dengan tulus
dan ikhlas.
Hormat kami,
PT. BKN
Drs. Anu
Direktur
Tugas Anda :
•
Buatlah analisis masalah etika dari para pelaku dalam kasus ini.
PELAKU
TINDAKAN
INSINYUR
•
Menyampaikan informasi internal perusahaan kepada pihak
eksternal
•
Menyampaikan berita bahwa perusahaan sudah mengelola
limbahnya kembali
RIDWAN
-WARTAWAN
•
Meliput kondisi disekitar pabrik, setelah menerima informasi
•
Meng-informasikan kepada direktur hasil liputannya
•
Menunda pemberitaan dan akhirnya membatalkan
pemberitaan
•
Menerima hadiah
DIREKTUR
•
Memutuskan tidak mengelola limbah pabrik sebelum
dialirkan kesaluran irigasi, yang digunakan oleh masyarakat
•
Keputusan in pernah beberapa kali dilakukan
PENDUDUK
•
Menderita diare dan sakit kulit (gatal-gatal)
PIHAK TERKAIT
LAINNYA
LIMBAH DI MUSIM HUJAN
•
INSINYUR:
•
Menyampaikan kondisi internal perusahaan (rahasia) terhadap pihak lain
•
Tidak/belum/sudah pernah berjuang agar atasannya tidak menetapkan pembuangan limbah
tanpa diolah ke saluran umum
•
WARTAWAN:
•
Setelah melakukan observasi lapangan namun kajian tidak segera diterbitkan dalam media
cetak
•
Melakukan (tidak langsung) kompromi dengan Direktur BKN
•
Menerima cek sebagai tanda terima kasih dari Direktur BKN
•
DIREKTUR:
•
Menetapkan pembuangan limbah perusahaan tanpa diolah ke saluran umum meskipun sadar
akan bahayanya terhadap lingkungan.
•
Terjadi beberapa kali untuk kepentingan keuntungan finansial.
•
Memberikan cek kepada Wartawan, sebagai tanda terima kasih
•
PENDUDUK:
•
Tidak melaporkan Dampak Negatif terhadap lingkungannya kepada pihak yang berwewenang.