• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sharing Visi Misi sebagai Mahasiswa Vete

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sharing Visi Misi sebagai Mahasiswa Vete"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Sharing Visi dan Misi sebagai Mahasiswa Veteriner

A. Situasi dan Persoalan yang Ada di Indonesia Terkait Bidang Veteriner

Indonesia merupakan negara besar dengan sumber plasma nutfah yang bisa dibilang melimpah ruah, Bahkan sampai membuat negara disekitarnya tergiur akan kekayaan alam yang ada di Indonesia. Namun kenyataan-kenyataan yang ada mengenai kekayaan yang ada di Indonesia tidak menjamin negara kita benar’ mapan dan mandiri dan juga dewasa terutama dalam hal memnuhi kebutuhan negara sendiri.

Salah satu hal yang saya soroti adalah mengenai ketersediaan daging sapi yang semakin langka dan harganya yang semakin melangit sehingga merugikan konsumen maupun distributor (pedagang yang ada di pasar). Menurut seorang politikus PKB, kebutuhan daging sapi nasional per tahun adalah 653 ribu ton atau setara 3.657.000 sapi atau rata-ratanya setiap bulan dibutuhkan sekitar 305 ribu ekor sapi. Dari kebutuhan ini, produksi sapi lokal hanya mampu memenuhi 406 ribu ton atau 2.339.000 ekor sapi. Banyak sekali faktor yang menyebabkan ketersediaan daging sapi yang terbatas.

Beberapa pihak yang pro terhadap kebijakan impor menganggap bahwa terbatasnya ketersediaan daging sapi disebabkan karena pengurangan impor yang dilakukan oleh pemerintah. Tercatat pengurangan keran impor dari 30-40% di tahun 2010, menjadi 17% di tahun 2012.

Dari pihak pedagang menganggap bahwa berkurangnya ketersediaan daging sapi dikarenakan harga sapi yang semakin melambung tinggi. Harga daging sapi merangkak hingga Rp. 100.000 per kilogram dan berbuntut demo para pedagang daging untuk mencuri perhatian pemerintah, harga naik signifikan dari sekitar Rp 80 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp 130 ribu per kilogram.

Dari pihak pemerintah sendiri memang mengurangi impor sapi pada triwulan III tahun 2015 dari 200 ribu ekor menjadi 50 ribu ekor dan presiden juga menyampaikan ketidakyakinannya pengusaha akan menurunkan harga jika pemerintah kembali meningkatkan impor. Saat ini pemerintah juga sedang meneliti dugaan adanya permainan harga daging sapi, dimana ada pihak-pihak yang menahan stok yang seharusnya disuplai kepasar-pasar sehingga harga daging terus naik sejak Hari Raya Idul Fitri. Bahkan presiden menilai modus tersebut agar pemerintah membuka impor sapi lebih banyak.

Selain beberapa faktor khusus yang sebelumnya telah dijabarkan ada pula faktor umum yang sepertinya menjadi “lagu lama” bagi terjadinya berbagai permasalahan yang ada di Indonesia, seperti infrastruktur yang buruk yang dalam hal ini menjadi penunjang kelangkaan distribusi daging dari daerah timur ke barat Indonesia serta berhentinya penyaluran sentra penghasil sapi seperti Jawa Timur dan Jawa Barat.

Di sisi lain ada sebuah sektor peternakan yang sebenarnya sangat menjanjikan, dan bila ditekuni maka akan sangat menguntungkan dan bahkan, secara nasional akan meningkatkan perekonomian negara adalah sektor peternakan babi. Namun beberapa kendala yang sebetulnya tidak perlu terjadi membuat perkembangan sector peternakan babi di Indonesia terhambat pula. Hambatan yang terjadi dari sector ini, diantaranya:

a) Hambatan faktor religius (Islam : makan & pendapatan dari babi à haram) b) Segmen konsumen terbatas

(2)

B. Kebutuhan di Indonesia dalam Menjawab Persoalan Di Atas

Solusi yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk menjawab persoalan yang telah dijabarkan diatas diantaranya:

1. Dari pihak pemerintah, maka sebaiknya tetap mempertahankan kebijakannya untuk menekan laju impor di Indonesia sehingga dapat meningkatkan swasembada pangan di Indonesia namun penekanan yang dilakukan sebaiknya tidak perlu terlalu drastis melainkan bertahap sehingga dapat mudah menyesuaikan harga pasar dengan kondisi perekonomian di Indonesia yang labil. karena Negara Indonesia sendiri merupakan negara berkembang yang masih lambat hanya untuk menentukan ingin maju atau tidak. 2. Dari pihak importir dan pengusaha sendiri sebaiknya jangan semata-mata hanya memikirkan keuntungan pribadi melainkan mencoba untuk melihat ke dalam negeri, apakah dengan adanya berbagai trik, cara, tipu daya muslihat yang dilakukan seperti penahanan stok daging sapi yang seharusnya dipasarkan dan permainan harga demi meraup untung besar (jika dugaan pemerintah ternyata terbukti benar) semata-mata dilakukan hanya untuk “menggendutkan” isi tabungan diri sendiri di masa tua akan berdampak positif bagi kemajuan perekonomian bagi bangsa ini atau malah semakin memperburuk kondisi.

3. Yang sebenarnya dibutuhkan Indonesia sendiri merupakan pemikiran yang di luar (out of the box) dari permasalahan daging sapi di Indonesia. Salah satu yang penulis pikirkan adalah bagaimana jika meningkatkan atau memajukan kualitas dan kuantitas pada sektor atau bidang lain demi menunjang kemajuan sektor peternakan sapi di Indonesia sendiri. Salah satunya lebih khusus adalah sektor peternakan babi dimana sektor peternakan babi sebenarnya jika ditekuni maka akan menghasilkan keuntungan yang bisa dibilang dapat dipakai untuk menunjang perkembangan sektor peternakan sapi potong di Indonesia. Banyak sekali keuntungan yang ada dari beternak babi, di antaranya:

a) Sangat produktif (litter size: 7-11 ekor, beranak 2x/tahun) dan sekali beranak bias melahirkan 16-24 ekor

b) Konversi pakan sangat efisien : 2,4 – 4,0 kg / kg BB c) Persentase karkas tinggi : 75 – 80 %

d) Pengembalian modal cepat dan kelebihannya sebagian dapat digunakan pemerintah sebagai dana untuk meningkatkan kualitas sapi local untuk menuju swasembada pangan.

e) Biaya dan tenaga kerja relatif kecil f) Bibit mudah didapat

g) Kebutuhan konsumen local yang sedikit sehingga dapat mengimpor lebih banyak yang akan berdampak pada peningkatan devisa negara.

C. Visi dalam PKPSD

(3)

di Indonesia sehingga peternakan di Indonesia dapat dilihat oleh dunia serta nama Tuhan dapat dipermuliakan lewat proyek ini.

D. Misi

Untuk mencapai visi yang telah saya tetapkan maka saya harus melakukan beberapa pencapaian diantaranya:

1. Lulus dengan hasil yang terbaik (jika Tuhan izinkan saya cumlaud) dari Universitas Brawijaya dan dengan jujur sehingga nama Tuhan dapat dipermuliakan.

2. Menjadi dokter hewan di beberapa peternakan yang terbilang telah maju dan berhasil 3. Membuka peternakan sediri yang dapat menyerap banyak tenaga kerja local sehingga

dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

4. Membuka gerakan pro terhadap produk ternak local atau nasional dengan cara meningkatakan kualitas produk hasil ternak yang ada

5. Membuat cabang peternakan babi di seluruh Indonesia dan bila perlu ke seluruh dunia dan hasilnya dapat diekspor sehingga keuntungan yang didapat dapat dijadikan sebagai modal negara untuk mendanai peternakan sapi local serta bagi penelitian pengembangan kualitas daging sapi local.

E. Strategi

Strategi yang akan saya lakukan untuk mencapai misi-misi yang telah saya lakukan yaitu: 1. Belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh karena hal itu merupakan hal yang

paling tidak dapat saya lakukan saat ini untuk meningkatkan prestasi di bidang akademik.

2. Mulai mendalami banyak hal mengenai peternakan khususnya mengenai peternakan sapi dan babi serta belajar bagaimana cara menyatukan kedua sektor ini menjadi saling menguntungkan (bukan mencampur daging sapi dengan babi) dan tidak saling menggeser satu sama lain, karena yang saya lihat Indonesia masih terlalu terfokus pada peternakan sapi dibandingkan dengan babi hanya karena alasan agsma mayoritas (tidak sedikit oknum yang menganggap bahwa hasil keuntungan dari hewan yang dianggap “haram” adalah haram pula).

3. Mengumpulkan penghasilan yang telah saya terima selama saya bekerja sebagai dokter hewan yang “ikut orang” untuk dijadikan modal membangun sebuah peternakan babi khususnya.

F. Proyek Nyata yang akan Dikerjakan terkait dengan Visi

Proyek nyata yang akan saya kerjakan terkait dengan visi saya sekarang ini sebagai seorang pelajar saya wajib untuk tekun belajar, mengembangkan diri lewat berbagai kegiatan kemahasiswaan di UB. Saat ini hanya hal tersebut yang dapat saya lakukan karena saat ini saya hanyalah mahsiswa yang belum mandiri secara finansial maupun mental (mungkin). Dan mungkin hal terpenting yang nyata yang dapat saya lakukan adalah membawa semua visi, misi dan strategi saya ke dalam doa serta tetap memupuk keyakinan iman, pengharapan kepada Tuhan bahwa Dia akan senantiasa memberikan jalan untuk dapat mencapai semuanyaitu.

(4)

Ketika sedang mengerjakan paper ini, saya diingatkan oleh Tuhan mengenai sebuah kisah dalam Firman Tuhan dimana ada seorang pria yang hendak ditempatkan ke sebuah tempat yang tidak disukai pria itu karena yang menurut sepengetahuannya tempat itu merupakan tempat kekejian bagi Tuhan dan menurutnya tempat itu layak mendapat murka Allah sehingga pria tersebut memutuskan untuk lari dari rencana Allah. Pria itu adalah Yunus. Setelah Yunus memutuskan untuk melarikan diri, tugas tersebut tidak serta merta Tuhan lepaskan daripadanya, karena kekerasan hatinya ia harus menghadapi berbagai kesulitan mulai dari mendapat undian menjadi orang yang harus dibuang dari sebuah perahu yang terombang-ambing di tengah amukan badai yang dahsyat, tinggal di perut seekor ikan besar selama 3 hari dan 3 malam sampai pada akhirnya Tuhan sampaikan dia ke tempat yang ia benci itu, Niniwe. Akhirnya ia pun memberitakan berita kepada bangsa Niniwe untuk bertobat kepada Allah karena jika tidak mereka akan mendapat tempat bagi murka Allah. Mengejutkan mengetahui respon mereka bukan menghakimi Yunus. Alih-alih menghakimi Yunus mereka langsung bergerak untuk melakukan pertobatan massal.

Sejujurnya berada di tempat fakultas kedokteran hewan ini bukan merupakan keinginan saya dari awal. Keinginan awal saya sama dengan hampir semua teman saya yang masuk di fakultas ini karena merupakan fakultas pilihan kesekian dan bukan pertama, yaitu menjadi mahasiswa kedokteran umum. Namun bukan berarti saya tidak bersyukur dengan dimana saya berada sekarang karena yang saya lihat dan yakini adalah Tuhan punya rencana lain bagi saya di FKH ini dan bagi FKH UB. Saya merasa visi yang saya miliki ini bukan merupakan visi saya namun visi tersebut yang telah saya jabarkan di bab sebelumnya seperti telah menggerakkan hati saya untuk memiliki keinginan untuk berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan. Yang saya syukuri adalah saya tidak lari kenyataan bahwa saya tidak diterima di FK UB seperti Yunus yang lari dari tugasnya ke Niniwe, saya tidak akan pernah tahu kesulitan apa yang akan ada depan saya jika memang salah memaksakan diri saya untuk dapat berada di fakultas yang saya inginkan sejak sekolah menengah. Meskipun masih belum sepenuhnya memahami rencana Tuhan mengapa menempatkan saya ke fakultas kedokteran hewan ini namun saya tetap ingin memiliki iman dan pengharapan bahwa semua hal yang telah saya lewati, yang sedang saya lewati dan yang akan saya alami, semua merupakan bagian dari rencana Tuhan bagi kemuliaan namaNya. Sebenarnya visi misi yang ada di bahasan sebelumnya saya yakin belum semuanya dan mungkin ada beberapa poin yang akan berubah atau malah disempurakan. Yang tetap saya inginkan adalah tetap berada dalam rencanaNya.

Dari kisah Yunus refleksi yang bisa diambil adalah kita mungkin tidak paham mengenai rancangan Tuhan bagi kehidupan kita (mungkin karena tidak ada bayangan atau ekspektasi apapun ketika menghadapi hal-hal yang Dia izinkan untuk terjadi dalam kehidupan kita) namun satu hal yang perlu kita tahu bahwa Tuhan tahu mengenai masa depan kita dan apa yang akan kita alami, jadi tetaplah berjalan bersamanya dalam iman dan pengharapan bahwa semua akan Tuhan jadikan indah pada waktunya serta meminta kekuatan dari Allah untuk memampukan kita menjalani hari-hari yang makin jahat ini. Jika belum indah maka memang belum waktunya.

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: historis, antropologi, politik, pendidikan dan agama. Selanjutnya, metode

Skripsi yang berjudul “Penerapan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar pada Pokok Bahasan Jenis Karangan Siswa Kelas XI SMK YP Colomadu

Begitu juga dengan pelayanan (service) yang diberikan oleh maskapai penerbangan kita semua tahu dan merasakan bagaimana buruknya pelayanan masakapai penerbangan kita

Penelitian ini terbatas pada bahasan secara deskriptif mengenai persepsi pegawai humas dan protokol SETDA Surakata terhadap media sosial saja, tanpa melihat adanya

Pada ileus obstruksi usus halus terjadi dilatasi pada usus proksimal secara  progresif akibat akumulasi dari sekresi pencernaan dan udara yang tertelan (70% dari udara

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa variabel independen tingkat inflasi dan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) secara simultan berpengaruh signifikan

Memproduksi sistem merupakan tahap dimana iklan yang telah dirancang diwujudkan secara nyata dalam sebuah video. Pada tahap ini pembuatan desain grafis yang mendukung

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata hitung kemampuan menulis cerpen sebelum menggunakan model Project Based Learning berbantuan media gambar