• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Implementasi Program WAPIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Panduan Implementasi Program WAPIK"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Panduan

Implementasi

Program WAPIK

(Wahana Aplikasi Pendidikan

dan Informasi yang Baik)

http://wapikweb.org

(2)
(3)

Panduan Implementasi

Program WAPIK

(Wahana Aplikasi Pendidikan dan Informasi

yang Baik)

(4)
(5)

Daftar Isi

1. Pendahuluan

1.1. Program BEC-TF

1.2. Penyebarluasan Praktik yang Baik dalam Pendidikan melalui WAPIK

4 4 5

2. Deskripsi WAPIK

2.1. Ciri Utama Program WAPIK 2.2. Tujuan Program Program

7 7 7

3. Penyelenggaraan Program WAPIK 3.1. Ketermutakhiran Informasi 3.2. Tim Pengelola WAPIK

3.3. Identifikasi Kebutuhan dan Kesiapan Pemangku Kepentingan

3.4. Pendekatan Pelatihan WAPIK 3.5. Paket Pelatihan

3.6. Sumber Daya yang Dibutuhkan 3.7. Evaluasi 9 9 9 11 12 12 18 23

(6)

1. Pendahuluan

1.1. Program BEC-TF

Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF) adalah program yang didanai bersama oleh Uni Eropa dan Pemerintah Kerajaan Belanda yang bertujuan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan penyelenggaraan desentralisasi pendidikan dasar. Tujuan ini akan dicapai melalui dialog tematik dalam pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan donor, serta peningkatan kapasitas dan penguatan sistem perencanaan, penganggaran, manajemen keuangan, monitoring dan evaluasi, serta manajemen sumber daya manusia. Fokus utama dari BEC-TF adalah peningkatan kapasitas di tingkat pusat, Provinsi dan kabupaten. Pengembangan kapasitas pemerintah daerah fokus pada merancang dan menerapkan strategi pengembangan pendidikan, sesuai peran dan tanggung jawab dalam sistem desentralisasi. Sementara fokus utama pengembangan kapasitas di tingkat kabupaten, tingkat Provinsi dan pusat juga penting untuk kegiatan pendukung agar kegiatan tingkat kabupaten menjadi efektif.

Salah satu komponen dari BEC-TF berfokus pada Manajemen Informasi. Adanya informasi yang baik dan kemampuan untuk menganalisis dan menggunakan informasi tersebut untuk membuat keputusan kebijakan yang tepat, adalah penting untuk mencapai hasil pendidikan yang lebih baik. Saat ini banyak kebijakan dan keputusan atas alokasi sumber daya disusun berdasarkan informasi yang terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha untuk memperkuat sistem informasi dan mengembangkan kapasitas para pemangku kepentingan sehubungan dengan pengelolaan sistem informasi ini untuk peningkatan akuntabilitas dan tata kelola pendidikan. Di bawah program BEC-TF dan komponen manajemen informasi ini, pengelolaan dan penyeberluasan praktik yang baik adalah program penting yang bertujuan untuk mendukung dokumentasi, promosi, dan adaptasi praktik yang baik. Di bawah koordinasi Direktorat SMP, aplikasi online WAPIK (http:// wapikweb.org) dikembangkan untuk diseminasi praktik yang

(7)

baik. Di dalamnya, konten-konten dalam bentuk artikel dan media digital lain diunggah untuk disebarluaskan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten/Kota mitra BEC-TF maupun di Kabupaten/Kota lainnya, agar mengadopsi praktik-praktik yang baik yang relevan bagi mereka.

1.2. Penyebarluasan Praktik yang Baik dalam Pendidikan

melalui WAPIK

1.2.1. Apakah Praktik yang Baik dalam Pendidikan itu?

Praktik yang Baik adalah praktik yang memiliki dampak positif dalam kaitannya dengan peningkatan akses, kualitas, relevansi dan efisiensi pendidikan sehingga menghasilkan keluaran pendidikan yang baik. Praktik yang baik harus dapat diadopsi dengan mudah, terjangkau biayanya dan berkelanjutan. Di Indonesia, praktik yang baik juga mempertimbangkan keragaman budaya Indonesia serta kapasitas daerah.

Seringkali praktik yang baik diartikan sebagai program yang dapat berjalan atau kegiatan-kegiatan dalam sebuah program. Praktik yang baik bukan hanya sekedar sebuah kegiatan positif, namun harus dilihat dan diukur dari dampak positif yang dihasilkan pada kegiatan pembelajaran atau pengelolaan pendidikan yang dapat dijadikan contoh. Biasanya dampak positif ini baru dapat dilihat setelah suatu praktik atau inovasi dilakukan dalam kurun waktu tertentu.

1.2.2. Bagaimana Kita dapat Mengidentifikasi Praktik yang Baik dalam Pendidikan?

Kita dapat mengidentifikasi praktik yang baik berdasarkan kriteria-kriteria tertentu seperti yang telah disebutkan di atas yaitu, praktik yang baik tersebut terbukti meningkatkan akses terhadap pendidikan, meningkatkan kualitas, relevansi, efisiensi, dan keluaran pendidikan. Praktik yang baik yang diidentifikasi dan disebarluaskan dapat berasal dari praktik yang kita – sebagai praktisi pendidikan – laksanakan sendiri atau yang dilaksanakan oleh kolega di sekolah, Kelompok Kerja, masyarakat atau institusi pendidikan kita.

(8)

1.2.3. Bagaimana Kita Dapat Berbagi Praktik yang Baik?

Dua kata kunci dalam penyebarluasan praktik yang baik dalam pendidikan adalah dokumentasi dan penyebarluasannya itu sendiri.

• Dokumentasi praktik yang baik dapat dilakukan dalam bentuk tulisan atau dengan didukung oleh media lain berbasis teknologi seperti foto, video, atau multimedia lainnya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk membawa catatan atau memperoleh catatan mengenai praktik yang baik yang telah diterapkan.

• Penyebarluasan dilakukan melalui jaringan atau komunitas yang tertarik dan menerapkan praktik yang baik dalam pendidikan. Salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan sebuah community of practice (komunitas praktik) adalah melalui media online seperti WAPIK yang didukung oleh media sosial lainnya yang interaktif.

(9)

2. Deskripsi WAPIK

2.1. Ciri utama Program WAPIK

Beberapa ciri utama program ini adalah artikel yang menceritakan inovasi dalam bidang pembelajaran dan tata kelola pemerintahan khususnya dalam upaya perbaikan pendidikan. Inovasi ini menrupakan contoh praktik yang baik bercirikan: • Memiliki dampak positif dalam kaitannya dalam peningkatan

akses, kualitas dan relevansi dan efisiensi pendidikan sehingga menghasilkan capaian pendidikan yang baik. • Dapat diadopsi dengan mudah

• Berkelanjutan

• Inovasi untuk memecahkan masalah, dan • Terjangkau dari sisi pembiayaan.

2.2. Tujuan Program WAPIK

2.2.1 Menciptakan komunitas praktik yang baik dalam pendidikan

Komunitas dalam sektor pendidikan dapat saling belajar dan saling mendorong dan saling memberi inspirasi melalui berbagi pengalaman praktik yang inovatif, fleksibel, relevan, efektif dan yang dapat dikerjakan dan diadaptasi sesuai konteks setempat. Dapat dikatakan bahwa situs ini dihidupkan melalui partisipasi para pengguna situs itu sendiri.

(10)

2.2.2. Saling berbagi praktik yang baik

Banyak inisiatif pendidikan, pengalaman praktik yang baik yang telah berhasil dilaksanakan, maupun sumber materi yang telah dikembangkan pada tingkat sekolah, gugus maupun Kabupaten/ Kota. WAPIK dikembangkan agar praktik yang baik seperti ini dapat diidentifikasi, dipelihara, dibagi, disesuaikan dan diarusutamakan di seluruh Indonesia, bahkan ke negara-negara lain.

Inisiatif dan inovasi terjadi di kehidupan profesional pendidik sehari-hari, dan didorong oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga-lembaga Internasional, bahkan oleh individu-individu yang peduli terhadap pendidikan. WAPIK yang mewadahi praktik-praktik yang baik ini diunggah secara online sehingga memudahkan penyebarluasan dan pemanfaatannya.

(11)

3. Penyelenggaraan Program WAPIK

WAPIK bukan hanya sebuah aplikasi atau situs online, namun sebuah program yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Kunci utama penyelenggaraannya adalah 1) Ketermutakhiran Informasi dan 2) Pengelolaan Program dalam Tim WAPIK.

3.1. Ketermutakhiran Informasi

Seperti situs-situs online lain, keberhasilan WAPIK juga sangat dipengaruhi oleh ketermutakhiran informasi. WAPIK telah menjadi anggota ISSN (Nomor 2303-3061) yang merupakan akreditasi situs online dalam kategori jurnal. Salah satu persyaratan akreditasi ISSN adalah ketermutakhiran informasi sehingga artikel-artikel serta media yang ada di dalamnya harus diperbarui dari waktu ke waktu. Kontrobutor WAPIK dapat menggunakan artikel yang telah diunggah untuk memperoleh kredit untuk pengembangan karirnya.

3.2. Tim Pengelola WAPIK

WAPIK dikelola dan diadministrasi oleh sebuah tim kecil yang terdiri atas beberapa individu dengan peran tertentu. Lihat Tabel 1. Peran dan Tanggung Jawab Tim Pengelola WAPIK.

(12)

Tabel 1. Peran dan Tanggung Jawab Tim Pengelola WAPIK.

Jabatan Peran dan Tanggung Jawab

1 Koordinator • Mengkoordinasi pengelolaan program dan melakukan supervisi atas anggota tim WAPIK

• Menentukan tujuan strategis dari program WAPIK di tingkat nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota

• Memastikan adanya sumber daya program • Mengelola sekretariat WAPIK yang ada di

instansi masing-masing

2 Spesialis

Pendidikan • Memastikan konten yang diunggah ke WAPIK: - bersifat edukatif dan memenuhi

persyaratan praktik yang baik dalam pendidikan

- memenuhi kaidah keilmuan di bidang pendidikan

• Mendukung fasilitator dalam melatih para calon penulis, mengidentifikasi dan mengumpulkan praktik yang baik 3 Fasilitator Melatih para calon penulis,

mengidentifikasi dan mengumpulkan praktik yang baik

4 Editor • Menyunting naskah yang masuk sebelum diunggah ke situs WAPIK

• Memastikan naskah yang masuk memenuhi kaidah bahasa yang baik dan enak dibaca

• Mendukung fasilitator dalam melatih para calon penulis, mengidentifikasi dan mengumpulkan praktik yang baik • Berkoordinasi dengan spesialis Teknologi

(13)

5 Spesialis Teknologi Informasi

• Menjadi administrator harian situs WAPIK yang mencakup tugas:

- Keberlanjutan hosting - Perbaruan layout, warna, dan

animasi

- Perbaruan konten dan kategori (apabila dibutuhkan)

- Trouble-shooting

• Memastikan konten terkategorisasi dengan baik di dalam situs

• Mengunggah naskah dan media setelah penyuntingan

• Menyusun daftar naskah dan media dalam satu database dan membuat arsip

3.3. Identifikasi Kebutuhan dan Kesiapan Pemangku

Kepentingan

Sebelum melakukan pelatihan penulisan praktik yang baik, perlu dilakukan analisis kesiapan daerah atas program ini. Beberapa syarat minimal harus terpenuhi diantaranya:

• Adanya identifikasi praktik yang baik di daerah tersebut • Pelaku praktik yang baik tersebut akan menjadi calon

peserta pelatihan praktik yang baik

• Peserta dapat menggunakan komputer terutama aplikasi pemrosesan kata (seperti MS Word atau Open Word) • Ada akses internet di tempat pelatihan

Dari sisi program, kesiapan pemangku kepentingan juga perlu dipastikan untuk pelembagaan (institusionalisasi) WAPIK dan keberlanjutan program ke depan.

(14)

3.4. Pendekatan Pelatihan WAPIK

Pelatihan penulisan praktik yang baik dikembangkan secara efektif dan praktis. Pembahasan yang sifatnya teoritis dihindarkan. Pendekatan yang dilakukan adalah pendidikan orang dewasa dengan metode active learning atau pembelajaran aktif, dimana peserta sejak awal dilibatkan penuh untuk berinteraksi dan bukan hanya sebagai pendengar. Pelatihan dirancang sedemikian rupa dengan maksud setelah mengikuti pelatihan setiap peserta mampu menghasilkan paling tidak satu naskah atau media praktik yang baik yang siap diunggah ke WAPIK. Agar penulisannya mempunyai pola yang sama, digunakan sebuah templet atau format sederhana yang dapat memandu calon penulis untuk menuangkan pengalamannya menjadi tulisan yang sistematis, enak dibaca, serta memenuhi persyaratan yang ditentukan.

3.5. Paket Pelatihan

Pada dasarnya pelatihan penulisan praktik yang baik ini dirancang sangat memudahkan peserta, simple dan langsung ke pokok sasaran, yaitu menulis itu sendiri. Selama ini pelatihan penulisan praktik yang baik yang telah diterapkan paling tidak ada 3 (tiga) jenis paket pelatihan yaitu Paket Lokakarya Komprehensif, Paket lokakarya Penulisan Standar dan Sesi Seminar.

3.5.1. Paket Lokakarya Komprehensif

Paket ini tercantum dalam Modul Pelatihan dan dirancang selama 2 (dua) hari dengan acara seperti pada Tabel 2 berikut.

(15)

Tabel 2. Jadwal Lokakarya Komprehensif

Hari/tanggal Kegiatan Penanggung Jawab/Nara Sumber

Hari 0

Sore Tiba di hotel Panitia

Hari I

08.00 – 08.30 Registrasi Panitia 08.30 – 08.45 Pembukaan

08.45 – 09.00

Pengantar Lokakarya dan hasil yang

diharapkan Perkenalan

Fasilitator

09.00 – 10.30

SESI 1: Pembahasan Wapik dan Praktik yang Baik

• Perkenalan dan Demonstrasi situs WAPIK

• Perkenalan contoh praktik yang baik melalui tayangan video singkat dan membaca beberapa contoh Praktik yang Baik • Diskusi 1:Apa yang dimaksud

dengan Praktik yang Baik?

Laporan hasil diskusi

• Diskusi 2: Apa ciri-ciri tulisan

Praktik yang Baik yang baik?

Laporan hasil diskusi • Peserta dibagikan templet

penulisan Praktik yang Baik untuk dibaca

10.30 – 10.45 Coffee Break Panitia

10.45 – 11.45

SESI 2: Talk show: Berbagi

pengalaman Praktik yang Baik (nara

sumber)

Hasil salah satu Praktik yang Baik yang telah dijelaskan dalam Talk Show ditayangkan

(16)

Hari/tanggal Kegiatan

Penanggung Jawab/Nara

Sumber

11.45 – 12.15

SESI 3: Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik

Peserta dalam kelompok kecil saling memperkenalkan secara lisan praktik yang baik yang mereka alami (sekaligus memperlihatkan produk praktik yang baik) menggunakan kriteria Praktik yang Baik yang ada di templet.

12.15 – 13.15 Makan siang Panitia

13.15 – 17.00

SESI 4: Ujicoba Menulis Praktik yang Baik

• Pembahasan ulang tulisan ciri-ciri Praktik yang Baik

• Ujicoba menulis (perorangan

atau berpasangan) dengan

menggunakan templet

• Kaji ulang tulisan dalam templet per kelompok (4 orang) dan editing (penyuntingan) • Menulis narasi berdasarkan

templet, termasuk keterangan untuk gambar

• Kaji ulang narasi dalam kelompok (4 orang) dan editing

• Mengunggah beberapa praktik yang baik ke situs (pada malam

hari) Hari 2

08.30 – 10.30

Lanjutan Sesi 4

• Presentasi beberapa contoh praktik yang baik yang telah disusun

• Diskusi dan saran dari peserta • Kaji ulang tulisan praktik yang baik yang sudah disusun dan diperbaiki

(17)

Hari/tanggal Kegiatan

Penanggung Jawab/Nara

Sumber

10.45 – 11.15

SESI 5: Eksplorasi Situs WAPIK

Peserta diberi waktu untuk mengekplorasi bahan Praktik yang Baik yang ada di WAPIK

11.30 - 13.15 Sholat Jumat dan Makan siang Panitia 13.15 – 14.00

Lanjutan Sesi 5

Umpan Balik dalam Pleno dari peserta tentang kemudahan navigasi dan isi situs WAPIK

14.00 – 16.00

SESI 6: Diskusi Pengembangan Praktik yang Baik di Daerah

• Diskusi dalam kelompok kabupaten antara lain tentang:

- Bagaimana mensosialisasikan WAPIK di daerah

- Bagaimana mengembangan sistem diseminasi Praktik yang Baik di daerah

• Setiap daerah membuat RTL yang akan dilaporkan ke pemerintah daerah

• Presentasi beberapa contoh hasil RTL dan diskusi

16.00 – 16.30

SESI 7: Evaluasi Lokakarya

Peserta menulis refleksi tentang lokakarya dan WAPIK

(18)

3.5.2. Paket Lokakarya Penulisan Standar

Dirancang untuk dilaksanakan selama 1 (satu) hari dengan urutan acara seperti pada Tabel 3 berikut ini.

Tabel 3. Jadwal Lokakarya Penulisan Standar

Hari/tanggal Kegiatan Penanggung Jawab/Nara Sumber Hari I 08.00 – 08.30 Registrasi Panitia 08.30 – 08.45 Pembukaan Panitia 08.45 – 09.00 Pengantar Lokakarya

• Pengantar dan hasil yang diharapkan

• Perkenalan

09.00 – 10.30

SESI 1: Pembahasan Wapik dan Praktik yang Baik

• Perkenalan dan Demonstrasi situs WAPIK

• Perkenalan contoh praktik yang baik melalui tayangan video singkat dan membaca beberapa contoh Praktik yang Baik • Diskusi 1:Apa yang dimaksud

dengan Praktik yang Baik?

Laporan hasil diskusi

• Diskusi 2: Apa ciri-ciri tulisan

Praktik yang Baik yang baik?

Laporan hasil diskusi • Peserta dibagikan templet

penulisan Praktik yang Baik untuk dibaca

Tim WAPIK

(19)

Hari/tanggal Kegiatan Penanggung Jawab/Nara Sumber

10.45 – 11.45

SESI 2: Talk show: Berbagi

pengalaman Praktik yang Baik (nara

sumber)

Hasil salah satu Praktik yang Baik yang telah dijelaskan dalam Talk Show ditayangkan

Moderator; Tim WAPIK

11.45 – 12.15

SESI 3: Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik

Peserta dalam kelompok kecil saling memperkenalkan secara lisan praktik yang baik yang mereka alami (sekaligus memperlihatkan produk praktik yang baik) menggunakan kriteria Praktik yang Baik yang ada di templet.

Tim WAPIK

12.15 – 13.15 Makan siang Panitia

13.15 – 17.00

SESI 4: Ujicoba Menulis Praktik yang Baik

• Pembahasan ulang tulisan ciri-ciri Praktik yang Baik

• Ujicoba menulis (perorangan

atau berpasangan) dengan

menggunakan templet

• Kaji ulang tulisan dalam templet per kelompok (4 orang) dan editing (penyuntingan) • Menulis narasi berdasarkan

templet, termasuk keterangan untuk gambar

• Kaji ulang narasi dalam kelompok (4 orang) dan editing

• Mengunggah beberapa praktik yang baik ke situs (pada malam

hari)

(20)

3.5.3. Sesi Seminar

Dilaksanakan hanya sekitar 90 sampai dengan 120 menit. Disiapkan untuk memenuhi undangan panitia untuk mempresentasikan WAPIK dengan menggabungkan beberapa acara atau sesi sekaligus. Dalam hal ini WAPIK hanyalah menjadi salah satu materi yang disampaikan. Sekuen materi WAPIK disarankan adalah seperti pada Tabel 4 berikut.

Tabel 4. WAPIK dalam Seminar

Materi

Waktu

Pengantar 5 menit Apa dan Mengapa WAPIK 15 menit Jelajah WAPIK 15 menit

Menulis dalam Templet Seluruh sisa waktu

3.6. Sumber Daya yang Dibutuhkan

3.6.1. Modul Pelatihan WAPIK

Seluruh informasi mengenai pelaksanaan kegiatan pelatihan, materi dan sumber daya yang dibutuhkan (sumber daya manusia, lokasi pelatihan, dan perlengkapan) dijelaskan dengan lengkap dalam Modul Pelatihan yang tersedia (Buku 1), melekat dengan paket Panduan Praktik yang baik ini. Buku Panduan Program juga disertai beberapa produk komunikasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan panduan ini. Lihat Tabel 5.

(21)

Tabel 5. Produk Komunikasi WAPIK

Produk Tujuan Penggunaan

1 Modul WAPIK Panduan pelatihan bagi fasilitator dan penyelenggara

2 Brosur-brosur Komunikasi WAPIK

(leaflet, booklet, brosur, poster) Alat-alat komunikasi dan sosialisasi program dan situs WAPIK

3 Templet Penulisan Praktik yang baik Panduan bagi penulis praktik yang baik

4 Panduan pengguna situs online WAPIK

Panduan bagi para penulis atau kontributor yang akan menyerahkan karyanya

3.6.2. Sumber Daya Manusia

Beberapa komponen Sumber Daya Manusia yang perlu dipertimbangkan adalah:

• Peserta Pelatihan. Setiap pelatihan dapat dilaksanakan dengan mengundang berbagai kalangan yang seperti guru, kepala sekolah, pengawas, unsure dinas pendidikan dll. Jumlah peserta sebaiknya tidak lebih dari 90 orang per angkatan.

• Narasumber. Merupakan pelaku praktik yang baik di daerah tersebut. Bisa saja dari kalangan guru, pengawas, kepala sekolah , komite sekolah, unsure dinas pendidikan , LSM dll yang telah melakukan praktik yang baik dalam upaya peningkatan layanan pendidikan. Jumlah narasumber maksimal 3 orang dengan memperhatikan keragaman praktik yang baik yang akan di-share.

• Fasilitator. Untuk melaksanakan pelatihan penulisan praktik yang baik ini, dibutuhkan pelatih yang dapat melakukan fasilitasi tentang WAPIK. Fasilitator ini paling tidak sudah pernah mengikuti paltihan sejenis sebelumnya.

(22)

• Ketrampilan yang dibutuhkan fasilitator. Fasilitator yang dipilih diharapkan memiliki ketrampilan sebagai berikut: - Ketrampilan Fasilitasi yang Baik(meliputi ketrampilan

presentasi, pengelolaan waktu, pengelolaan kelas, pengelolaan pelatihan, dan pemahaman dan pengusaan ketrampilan fasilitasi dengan pendekatan pembelajaran aktif)

- Ketrampilan/Penguasaan Teknologi(meliputi bagaimana teknologi dapat mendukung pembelajaran aktif, menunjukkan kenyamanan untuk bekerja dengan guru menggunakan teknologi, memberi kesempatan kepada guru/peserta untuk menggunakan teknologi secara efektif, memahami penggunaan teknologi untuk komunikasi – chat, emal, blog, dapat menggunakan teknologi untuk produktifitas – Word, Excel, dan PowerPoint)

- Tipe Agen Perubahan(mendorong guru untuk mulai merubah praktik pembelajaran di kelas, dari yang tradisional menuju ke pembelajaran aktif menggunakan TIK, mendorong guru untuk mengadaptasi pembelajaran dengan mengintegrasikan TIK untuk mempromosikan kerjasama di kelas dan berpikir kritis)

3.6.3 Pengelolaan Peserta

Jumlah peserta tidak dibatasi, namun jumlahnya dapat ikut ditentukan oleh jumlah fasilitator yang ada dan ketersediaan bandwidth Internet.

• Peserta dan Jumlah Fasilitator

Agar fasilitasi berjalan efektif, maka seorang fasilitator maksimal mendampingi 12 peserta di 2 meja.

• Peserta dan Koneksi Internet

Saran koneksi Internet yang ideal adalah melalui penyediaan WiFi dengan kecepatan 2 Mbps untuk 40 peserta. Tambahan

(23)

koneksi Internet dapat diberikan dengan penggunaan Flash Modem portabel yang disediakan oleh panitia atau dibawa oleh peserta sendiri.

3.6.4. Lokasi dan Pengelolaan Ruangan Pelatihan

Kegiatan pelatihan penulisan praktik yang baik dilakukan di dalam ruangan, dengan pengaturan tata letak peserta dalam bentuk yang memungkinkan berinteraksi satu sama lain. Model pengaturan tempat dan letak tempat duduk yang disarankan adalah

• Round table, yaitu pengaturan tata letak tempat duduk yang mengelililingi meja, yang setiap meja menjadi satu kelompok. Sebaiknya pemilihan anggotanya berasal dari jenis cerita yang ditulis cenderung homogen

• U shape, yaitu pengaturan tata letak berbentuk U. Hal ini disarankan hanya untuk peserta yang tidak terlalu banyak, yaitu tidak lebih dari 30 peserta.

3.6.5 Perlengkapan dan Materi yang Dibutuhkan • Peralatan TIK

Jenis peralatan TIK yang diperlukan untuk pelatihan penulisan praktik yang baik paket komprehensif adalah:

- 1 unit Laptop untuk narasumber dan fasilitator yang diletakkan di depan

- Laptop atau komputer untuk masing-masing penulis/ peserta (apabila tidak memungkinkan satu laptop dapat digunakan maksimal 2 peserta). Laptop dapat disediakan panitia atau dibawa sendiri oleh peserta

- 1 unit LCD proyektor (in focus)

- Layar atau dinding putih untuk proyeksi presentasi - Piranti Lunak Standar: Microsoft Office/Open Office

(24)

- Sambungan Internet

- Sambungan kabel listrik yang dapat diakses semua peserta

- 1 Flash Disk untuk yang digunakan oleh fasilitator sebagai distribusi templet dan sebagai pengumpul naskah - Printer (yang memudahkan untuk penyuntingan dan

pemilihan naskah)

• Alat Tulis Kantor

- Kertas flip chart/kertas plano - Papan flip chart/dinding kosong - Spidol

- Selotip besar/lakban - ATK lain yang dibutuhkan 3.6.6. Anggaran

Komponen-komponen berikut perlu diperhitungkan biayanya untuk memproyeksikan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan program WAPIK:

• Peralatan TIK (sewa atau mekanisme lain)

• Penggandaan Pedoman Fasilitator dan Materi untuk peserta • Paket meeting (makan siang, ruang pelatihan, konsumsi, dll) • Pengadaan koneksi Internet (di situasi tertentu bandwidth

perlu ditambah)

• Honorarium (sesuai dengan aturan lembaga yang bersangkutan)

• Penginapan atau transport lokal (apabila dibutuhkan) • Fotokopi dan ATK

(25)

3.7. Evaluasi

Instrumen yang dilampirkan dalam Panduan ini merupakan format dasar untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan WAPIK. Penyesuaian di sana-sini dimungkinkan termasuk menggunakan instrumen lain yang relevan.

Pelatihan WAPIK dievaluasi dengan Formulir Evaluasi (lihat lampiran) yang digunakan untuk memperoleh masukan dari para peserta mengenai 4 hal:

• Hal-hal yang disukai peserta • Hal-hal yang sebaiknya dihilangkan

• Ide-ide baru dari peserta untuk perbaikan pelatihan • Pertanyaan yang masih dimiliki peserta

(26)

LAMPIRAN

Formulir Evaluasi Harian

Ada ide-ide Baru ?? Jelaskan di sini. 1. 2. 3. 4.

Yang membosankan, tidak berguna, dan perlu hilangkan adalah…

1. 2. 3. 4.

Saya sangat menyukai …… 1.

2. 3. 4.

Saya tidak yakin tentang/

Saya membutuhkan bantuan tentang …

1. 2. 3. 4.

(27)

Gambar

Tabel 2. Jadwal Lokakarya Komprehensif
Tabel 3. Jadwal Lokakarya Penulisan Standar
Tabel 5. Produk Komunikasi WAPIK

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas maka penulis tertarik untuk membahas bagaimana cara menumbuhkan jiwa kreativitas seorang para

Profil kemampuan penalaran matematis siswa Guardian tidak mempunyai ide dalam melakukan manipulasi matematika, dan tidak mampu menarik kesimpulan dari pernyataan

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmad, hidayah dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir

Dilihat dari seluruh gambar industri, Cina memiliki sebuah array dari $erusahaan obat  berskala besar tradisional Cina diberkahi dengan kekuatan tertentu! Terutama

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihNya penulis dapat menyelesaikan hasil penelitian yang berjudul “Perancangan Model Zonasi Kawasan

Berkaitan dengan fraksi serat NDF, tepung daun kelor yang berasal dari kabupaten TTU mengandung fraksi serat NDF yang lebih tinggi (P < 0,05) dibandingkan tepung daun

Family Centered Maternity Care (FCMC) merupakan perawatan berpusat pada keluarga yaitu dengan menyediakan perawatan bagi wanita serta keluarga mereka yang