• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE EFFECT OF TURMERIC POWDER (Curcuma domestica,val) AND SODIUM BUTYRATE TO WEIGHT GROW AND FEED EFFICIENCY OF LANDRACE PIG ON STARTER PHASE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "THE EFFECT OF TURMERIC POWDER (Curcuma domestica,val) AND SODIUM BUTYRATE TO WEIGHT GROW AND FEED EFFICIENCY OF LANDRACE PIG ON STARTER PHASE"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 1 PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KUNYIT

(Curcuma domestica , val) DAN SODIUM BUTIRAT TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN EFISIENSI RANSUM BABI

PERANAKAN LANDRACE FASE STARTER

THE EFFECT OF TURMERIC POWDER (Curcuma domestica,val) AND SODIUM BUTYRATE TO WEIGHT GROW AND FEED EFFICIENCY OF

LANDRACE PIG ON STARTER PHASE

Gladys Saraswita Sidauruk*, Husmy Yurmiati**, Sauland Sinaga** Universitas Padjadjaran

*Alumni Fakultas Peternakan Unpad Tahun 2015 **Staf Pengajar Fakultas Peternakan Unpad

e-mail: [email protected] ABSTRAK

Penelitian tentang tingkat penggunaan kombinasi antara tepung kunyit dengan sodium butirat terhadap pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum babi peranakan Landrace telah dilakukan di peternakan babi Maju Sejahtera Cigugur, kab. Kuningan mulai tanggal 11 Maret sampai 06 Mei 2015. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan tingkat penggunaan kombinasi antara tepung kunyit dengan sodium butirat untuk menghasilkan pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum yang terbaik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 macam perlakuan pakan yang disusun berdasarkan tingkat penggunaan kombinasi antara tepung kunyit dengan sodium butirat yaitu: R0 = Ransum Basal, R1 = 99,6% Ransum Basal + 0,4% Tepung Kunyit dikombinasikan dengan 500g/ton Sodium Butirat, R2 = 99,6% Ransum Basal + 0,4% Tepung Kunyit dikombinasikan dengan 1000g/ton Sodium Butirat. Tiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Peubah yang diamati meliputi pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh terhadap pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum. Perbedaan pengaruh antar perlakuan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan kombinasi antara tepung kunyit 0,4% yang dikombinasikan dengan 500g/ton Sodium Butirat menghasilkan pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum yang terbaik.

Kata Kunci : Babi, Tepung Kunyit, Sodium Butirat, Bobot Badan, Efisiensi Ransum

(2)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 2 ABSTRACT

The research about utilization level of combination turmeric powder and sodium butyrate to weight growth and feed efficiency of Landrace pig was conducted in Maju Sejahtera Cigugur Farm, Kab. Kuningan from March 11 to Mei 06, 2015. The aim of the study was to find out the effect and utilization level of combination turmeric powder and sodium butyrate that produced the best weight growth and feed efficiency. The method of the research was completely randomized design (CRD) by 3 kind of combination utilization level of turmeric powder and sodium butyrate: R0 = Standard Feed, R1 = 99,6% Standard Feed + 0,4% Turmeric powder combined with sodium butyrate 500g/ton, R2 = 99,6% Standard Feed + 0,4% Turmeric powder combined with sodium butyrate 1000g/ton. Each treatment was repeated by 6. variable observed was weight growth and feed efficiency. The result of the study showed that treatment effected weight growth and feed efficiency. The difference of effect to each treatment was tested by Tukey. The result of the study showed that combination utilization level of 0,4% Turmeric powder combined with sodium butyrate 500g/ton produced the best weight growth and feed efficiency.

Keyword : Pig, Turmeric Powder, Sodium Butyrate, Body Weight, Feed Efficiency

PENDAHULUAN

Kebutuhan daging di Indonesia meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan daging dapat dipenuhi dengan meningkatkan populasi ternak. Bagi sebagian masyarakat, babi merupakan salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan daging yang cukup efisien diantara ternak-ternak lain. Babi merupakan ternak-ternak yang memiliki pertumbuhan relatif cepat, litter size tinggi (6-12 ekor anak/kelahiran) dan calving interval tinggi, sehingga babi dapat beranak 2,5 kali dalam setahun.

Babi dapat di golongkan menjadi beberapa fase, antara lain fase pre-starter, pre-starter, grower, dan finisher. Babi fase starter (umur 45-103 hari dengan bobot badan 12-20 kg) mengkonsumsi pakan sebanyak

1,25-1,75 kg/hari, pakan diberikan secara bertahap sesuai dengan umur ternak. Pakan babi starter yang diberikan sebaiknya tersusun dari bahan yang mudah di serap dan mudah dicerna.

Pencernaan makanan atau zat-zat makanan pada babi dilakukan secara enzimatis. Pencernaan didalam usus sangat dipengaruhi oleh bentuk villi dan enzim-enzim yang dihasilkan oleh dinding usus, enzim-enzim yang berada pada usus halus babi fase starter masih berkembang. Sistem alat pencernaan ternak babi berkembang dengan semakin banyak air susu yang diperoleh dan nutrisi bahan pakan yang baik.

Kunyit (Curcuma domestica, val.) adalah salah satu tanaman yang terdapat di Indonesia. Kunyit mengandung curcuminoid dan minyak atsiri. Ekstraksi dari kunyit

(3)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 3 sudah terbukti dapat mengatasi

gangguan pencernaan (kembung perut) dan dapat merangsang pertumbuhan. Kunyit mempunyai sifat bakteriostatik dan mengandung antioksidan alami yang sangat baik bagi kesehatan ternak. Penggunaan kunyit dalam ransum ternak dapat membuat bakteri-bakteri patogen yang terdapat didalam saluran pencernaan menjadi inaktif sehingga dapat meningkatkan pertambahan bobot badan serta mengoptimalkan penyerapan makanan pada usus.

Pemberian tepung kunyit pada babi fase starter dapat meningkatkan konsumsi pakan ternak, sehingga pertambahan bobot badan ternak akan menjadi lebih optimal.

Sodium butirat adalah salah satu asam organik, sodium butirat dikenal juga sebagai sumber energi utama bagi sel-sel epitel yang terdapat pada usus. Sodium butirat

dapat digunakan sebagai bahan pelengkap pada ransum ternak, Penggunaan sodium butirat dapat meningkatkan penyerapan didalam usus dengan memperbaiki bagian dari usus yaitu villi yang berfungsi memperluas permukaan usus. Penggunaan sodium butirat pada ransum babi akan meningkatkan bobot badan karena zat-zat makanan dapat terserap secara maksimal di dalam usus dengan penggunaan sodium butirat.

Kombinasi antara sodium butirat dan tepung kunyit pada ransum babi starter akan meningkatkan pertambahan bobot badan apabila dilihat dari fungsi setiap bahan pakan. Kunyit bersifat bakteriostatik dan sodium butirat yang dapat memperluas permukaan usus sehingga akan memaksimalkan penyerapan didalam usus.

OBJEK DAN METODE PENELITIAN Objek Penelitian

Objek yang digunakan adalah sebanyak 18 ekor babi lepas sapih, kastrasi, berumur sekitar 8 minggu (lepas sapih dengan berat rata-rata (14,26 kg) dan koefisien variasi 9,8%. Tempat penelitian di desa Cigugur, kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Babi ditempatkan secara acak dalam kondisi kandang individu dengan kondisi lingkungan yang sama.

Metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang

digunakan pada penelitian ini yaitu ternak babi dengan menggunakan tiga perlakuan (R0 (ransum kontrol), R1(0,4% tepung kunyit + 500gr/ton sodium butirat), R2 ( 0,4% tepung kunyit + 1000gr/ton sodium butirat). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Tepung kunyit yang digunakan dalam penelitian ini diproduksi oleh Sidomuncul di toko Babah Kuya Pasar Baru Bandung. Sodium butirat yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk tepung yang diproduksi oleh Norel, merk Gustor BP70 kemasan 25 kg yang, dengan kandungan sodium salt of organic acid 700 g/kg dan vegetable fat, dari

(4)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 4 SIC Sumber Sari. Kandang yang

digunakan untuk penelitian adalah kandang individu dengan panjang dan lebar 1,0 × 0,5 m dengan lantai semen dan beratap genteng dilengkapi dengan tempat makan dan minum. Jumlah kandang yang diperlukan sebanyak 18 unit.

Bahan makanan yang digunakan untuk menyusun ransum penelitian

adalah tepung jagung, dedak padi, bungkil kelapa, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung tulang, dan premix. Penyusunan ransum dilakukan berdasarkan pada kebutuhan zat-zat makanan National Research Council. Formula pakan penelitian babi fase starter, kandungan nutrisi dapat dilihat pada Tabel 1,2,dan Tabel 3

Tabel 1. Kandungan Nutrisi dan Energi Metabolis Bahan Pakan Penelitian

Sumber: Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik –Aminuddin (1983) dan Anggrodi (1994). Ket: EM = Energi Metabolis, PK = Protein Kasar,, Ca = Kalsium, P = Phosphor, SK = Serat Kasar, LK : Lemak Kasar

Tabel 2. Formula Ransum Basal (RB)

Bahan Pakan Jumlah(%)

Jagung 55,76 Dedak Padi 4,65 Bungkil Kelapa 12,08 Bungkil Kedelai 18,59 Garam 0,14 Kapur 0,23 MBM 6,51 Kalsium Phospat 0,93 Premix 1,05 Total 100

Sumber : Hasil Perhitungan dari Tabel 1

Bahan Pakan EM (kkal/kg) PK Ca P SK LK ABU ---%--- Jagung 3370 9,00 0,22 0,17 2,05 3,90 1,50 Dedak Padi 2200 12,00 0,12 1,50 12,00 13,00 6,40 Bungkil Kelapa 2500 22,00 0,11 0,60 12,00 6,00 7,00 Bungkil Kedelai 2700 47,00 0,32 0,29 6,00 0,90 6,00 Garam 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100 Kapur 0,00 0,00 34,00 0,02 0,00 0,00 0,00 MBM 2434 50,00 9,20 4,70 2,80 8,50 33,0 Kalsium Phospat 0,00 0,00 22,00 19,30 0,00 0,00 0,00 Premix 0,00 0,00 0,13 0,11 0,00 0,00 0,00

(5)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 5 Tabel 3. Kandungan Energi Metabolis dan Zat Makanan Ransum Basal dan

Kebutuhan Babi Fase Starter

EM PK SK LK Ca P Abu

(kkal) %

3342,3 20,33 4,91 4,33 1,02 0,77 5,48

Ket: EM = Energi Metabolis, PK = Protein Kasar,, Ca = Kalsium, P = Posfor, SK = Serat Kasar, LK : Lemak Kasar. Sumber : **) National Research Council (1998), ***)Hasil Perhitungan dari Tabel 1 dan Tabel 2.

Peubah yang diamati

1. Konsumsi Ransum (gram/hari) Dihitung dengan menghitung jumlah ransum yang diberikan dikurangi dengan sisa ransum selama 24 jam.

2. Pertambahan Bobot Badan (gram/hari).

Diukur dengan cara menghitung bobot badan akhir dikurangi bobot badan awal dibagi dengan interval waktu penimbangan.

Keterangan : t = Perlakuan, r = Ulangan SK = Sumber Keragaman Db = Derajat bebas JK =Jumlah Kuadrat KT = Kuadrat Tengah Kaidah keputusan Bila F hitung : F 0,05 --- terima H 0 F 0,05 --- tolak H0 3. Efisiensi Ransum (%)

Diperoleh dari hasil bagi antara pertambahan bobot badan per ekor per hari dibagi dengan rata-rata konsumsi pakan per ekor hari.

Data yang diperoleh dari hasil percobaan diolah dengan sidik ragam dengan model matematik sebagai berikut:

ij i ij

Y

Keterangan :

ij

Y = Nilai harapan dari perlakuan ke-i pada ulangan ke-j

= Nilai rataan umum

i= pengaruh perlakuan ke-i = 1,2,3 ij= Galat perlakuan ke-i pada

ulangan ke-j = 1,2, 3, 4, 5,6 I = Banyaknya perlakuan ( i= 1,2,3) J=Banyaknya ulangan (j=1,2,3,4,5, Sumber Keragaman DB JK KT Fhit Perlakuan 2 (n-1) JKP KTP Galat 15 (n(t-1)) JKG KTG KTP/KTG Total 17 (rt-1) JKT - -

(6)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 6 Hipotesis

0

H :R0 R1 R2 R ,Perlakuan tidak 3 berpengaruh terhadap resipien

1: 0 1 2 3

H R R R R , atau paling sedikit ada perlakuan yang tidak sama

Apabila ada perbedaan yang nyata (F 0,05) antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Tukey dengan rumus : r KT q W HSD galat Keterangan :

Nilai q = Ada pada tabel HSD

R = Jumlah ulangan KTG = Kuadrat tengah galat Kaidah Keputusan :

1. Bila d W,maka berbeda nyata 2. Bila d W, maka tidak berbeda HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Konsumsi Ransum

Hasil didapatkan dari jumlah ransum yang diberikan dikurangi dengan sisa ransum selama 24 jam.

Hasil pengamatan selama penelitian mengenai pengaruh perlakuan terhadap konsumsi protein per hari babi fase starter dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Rataan Konsumsi Ransum

Ulangan Konsumsi R0 R1 R2 …….…………. gram ……… 1 1470,14 1433,89 1377,11 2 1433,18 1424,25 1422,82 3 1454,43 1449,25 1399,07 4 1462,29 1424,25 1357,29 5 1444,43 1436,21 1399,96 6 1463,18 1435,68 1382,11 Total 8727,64 8603,54 8338,36 Rata-rata 1454,61 1433,92 1389,73

Tabel 5. Uji Tukey Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit dan Sodium Butirat terhadap Konsumsi Ransum.

Rata-rata R0 R1 R2 Hasil

1454,61 1433,92 1389,73 Uji

R0 1454,61 - - - a

R1 1433,92 20,69 - - a

(7)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 7 Berdasarkan Tabel 4 rataan

konsumsi ransum babi starter peranakan Landrace pada setiap perlakuan berkisar 1389,73-1454,61 gram, untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap konsumsi ransum dilakukan Uji lanjut Tukey. Berdasarkan hasil Uji lanjut Tukey (Tabel. 5) diketahui bahwa antara perlakuan R₁ dan R₀ menunjukkan hasil tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum. Hasil rata-rata konsumsi selama penelitian R0 mengkonsumsi ransum lebih banyak apabila dibandingkan dengan ransum R1 dan R2. Ransum R0 tidak mengandung kunyit dan sodium butirat, sehingga ransum tidak memiliki rasa pahit ataupun asam dan diduga memiliki palatabilitas tinggi bagi ternak babi peranakan Landrace. Hal ini sesuai dengan Rahmat dan Kusnadi (2008) yang menyatakan bahwa minyak atsiri yang terkandung dalam kunyit memberikan bau yang khas dan rasa pahit sehingga dapat menurunkan palatabilitas.Penurunan konsumsi ransum pada R1 dan R2 dapat juga disebabkan oleh efek curcumin yang meningkatkan sekresi

empedu dan pankreas, hal ini sesuai dengan pernyataan Arifin dan Kardiyono (1985) bahwa curcumin meningkatkan sekresi empedu dan pankreas sehingga terjadi peningkatan pencernaan lemak, karbohidrat, dan protein yang embuat kebutuhan zat-zat makanan babi cepat terpenuhi. R1 mengkonsumsi ransum lebih banyak dibandingkan dengan R2. Terjadinya penurunan konsumsi pada ransum R2 diduga merupakan salah satu akibat dari dosis sodium butirat yang terlalu tinggi sehingga ransum menjadi terlalu asam dan menurunkan palatabilitas ternak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Prihatman (2000) yang menyatakan bahwa tinggi rendah konsumsi ransum dipengaruhi oleh temperatur, lingkungan, palatabilitas, selera, konsentrasi nutrisi, bentuk pakan, bobot badan dan fase produksi ternak itu sendiri. Palatabilitas paling tinggi diperlihatkan pada babi peranakan Landrace yang mengkonsumsi ransum R0, diduga ransum ini menghasilkan flavor yang lebih baik dari ransum R1 dan R2.

2. Pertambahan Bobot Badan Hasil pengamatan selama penelitian mengenai pengaruh perlakuan terhadap pertambahan

bobot badan perhari babi fase starter dapat dilihat pada Tabel 6.

(8)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 8 Tabel 6. Rataan Pertambahan Bobot Badan

Ulangan Bobot Badan

R0 R1 R2 ....……….….…. gram ……..……….… 1 464,29 828,57 391,07 2 342,86 551,79 562,50 3 412,50 526,79 376,79 4 501,79 628,57 410,71 5 417,86 625,00 450,00 6 450,00 575,00 435,71 Jumlah 2589,29 3735,71 2626,79 Rata-rata 431,55 622,62 437,80

Tabel 7. Uji Tukey Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit dan Sodium Butirat terhadap Pertambahan Bobot Badan

Keterangan: Huruf yang tidak sama pada kolom signifikasi menunjukkan pengaruh perlakuan yang berbeda nyata (P<0,05).

Berdasarkan Tabel 6 rataan pertambahan bobot badan babi starter peranakan Landrace pada setiap perlakuan berkisar 431,55-622,62 gram. Data tersebut memberikan kejelasan bahwa pertambahan bobot badan pada perlakuan R₁ (ransum yang mengandung kombinasi tepung kunyit 0,4% dan sodium butirat 500 gr/ton) relatif berbeda dengan perlakuan R₀ (ransum kontrol), untuk lebih jelas mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertambahan bobot badan, dilakukan analisis statistik melalui sidik ragam. Berdasarkan analisis sidik ragam memperlihatkan bahwa perlakuan nyata berpengaruh (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan babi starter.

Perbedaan dari setiap perlakuan terhadap pertambahan bobot badan dilakukan Uji lanjut Tukey yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 7. Berdasarkan hasil uji Tukey (Tabel 7) diketahui bahwa R1 pada babi peranakan Landrace berbeda nyata dibandingkan dengan R0 dan R2 (P<0,05) hal ini diduga karena dalam ransum R1 terdapat kandungan tepung kunyit dan sodium butirat yang bekerja secara sinergis terhadap tubuh ternak babi peranakan landrace. Tepung kunyit mengandung curcuminoid yang dapat meningkakan kecernaan zat-zat makanan sehingga dapat terserap lebih banyak oleh tubuh ternak sehingga meningkatkan bobot badan ternak. Hal ini sesuai

Rata-rata R0 R2 R1 Hasil

431,55 437,80 622,62 Uji

R0 431,55 - - - A

R2 437,80 6.25 - - A

(9)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 9 dengan Martini (1998) yang

menyatakan bahwa Curcuminoid yang terkandung dalam kunyit dapat merangsang organ pankreas untuk mensekresikan enzim-enzim pencernaan yang dapat meningkatkan kecernaan zat-zat makanan oleh tubuh. Sodium butirat merupakan sumber energi utama bagi sel-sel epithel yang terdapat pada usus, sehingga villi yang terdapat dalam usus dapat tertata lebih panjang dan permukaannya lebih luas sehingga penyerapan makanan dapat berlangsung dengan baik. Hal ini juga sesuai dengan Penelitan Lu (2008) yang menggunakan sodium butirat dengan dosis 500g/ton dan 1000g/ton dapat menambah bobot badan babi,

namun hal ini tidak sesuai untuk babi peranakan Landrace yang memperoleh ransum R2 (0,4% tepung kunyit dan 1000g/ton sodium butirat) karena tingginya dosis pemberian sodium butirat yang dikombinasikan dengan tepung kunyit tidak memberikan perbedaan apabila dibandingkan dengan rata-rata pertambahan bobot badan ransum R0 pada uji tukey. Hal ini diduga karena terdapatnya tepung kunyit yang dikombinasikan dengan sodium butirat sehingga menimbulkan efek sinergis yang dapat menghasilkan pertambahan bobot badan pada ternak sehingga dapat mengurangi dosis penggunaan sodium butirat.

. 3. Efisiensi Ransum

Hasil pengamatan selama penelitian mengenai pengaruh perlakuan terhadap efisiensi ransum

perhari babi fase starter dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Rataan Efisiensi Ransum

Ulangan Efisiensi Ransum

R0 R1 R2 …...………..…….…. %………..……… 1 32 58 28 2 24 39 40 3 28 36 27 4 34 43 30 5 29 44 32 6 31 40 32 Jumlah 178 259 189 Rata-rata 29,67 43,33 31,50

(10)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 10 Tabel 9. Uji Tukey Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit dan Sodium Butirat

terhadap Efisiensi Ransum

Keterangan: Huruf yang tidak sama pada kolom signifikasi menunjukkan pengaruh perlakuan yang berbeda nyata (P<0,05).

Berdasarkan Tabel 8 rataan efisiensi ransum babi starter peranakan Landrace berkisar 29,67-43,33. Data tersebut memberikan kejelasan bahwa pertambahan efisiensi ransum perlakuan R₁ (ransum yang mengandung kombinasi tepung kunyit 0,4% dan sodium butirat 500 gr/ton) relatif berbeda dengan perlakuan R₀ (ransum kontrol), untuk lebih jelas mengetahui pengaruh perlakuan terhadap efisiensi ransum, dilakukan analisis statistik melalui sidik ragam. Berdasarkan analisis sidik ragam memperlihatkan bahwa perlakuan nyata berpengaruh (P>0,05) terhadap efisiensi ransum babi starter. Perbedaan dari setiap perlakuan terhadap efisiensi ransum dilakukan Uji lanjut Tukey yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 9. Berdasarkan hasil uji Tukey (Tabel 9) diketahui bahwa R1 pada babi peranakan Landrace berbeda nyata dibandingkan dengan R0 dan R2 (P<0,05) hal ini menjelaskan bahwa dengan penambahan tepung kunyit dan sodium butirat memberikan pengaruh terhadap efisiensi ransum. Penggunaan tepung kunyit dapat menurunkan perisaltik usus sehingga

perjalanan zat makanan didalam tubuh lebih lama dan penyerapan akan berlangsung lebih baik. Hal ini sesuai dengan Kiso (1985) yang menyatakan bahwa curcuminoid yang terdapat pada kunyit dapat berperan sebagai antibakerial dan dapat mengurangi dan mencegah terbentuknya senyawa racun sehingga dapat meningkatkan efisiensi organ pencernaan. Hal ini juga sesuai dengan Peng et.al (2009) yang menyatakan bahwa sodium butirat berfungsi sebagai nutrisi bagi villi usus sehingga villi usus akan tertata lebih panjang. Panjang pendeknya villi usus sangatlah berpengaruh terhadap penyerapan zat-zat nutrisi, semakin panjang villi usus, semakin baik juga penyerapan zat-zat nutrisi (Cortyl, 2014) Pada data konsumsi R0 memperoleh rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan R1 dan R2, namun pada data pertambahan bobot badan R1 lebih tinggi dibandingan R0 dan R2, hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa efisiensi ransum dipengaruhi oleh konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan. Sinaga & Martini (2010) yang berpendapat bahwa efisiensi

Rata-rata R0 R2 R1 Hasil

29,67 31,50 43,33 Uji

R0 29,67 - - - A

R2 31,50 1,83 - - A

(11)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 11 ransum yang rendah menunjukkan

bahan pakan tersebut kurang efisien untuk diubah menjadi daging dan sebaliknya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dimana efisiensi ransum tertinggi pada R1, sedangkan efisiensi ransum terendah pada R0. terhadap tingkat pemberian tepung

kunyit dan sodium butirat, serta ditinjau dari pertambahan bobot badan R1 berada pada taraf signifikansi hal ini menjelaskan bahwa R1 adalah hasil terbaik dalam percobaan penambahan tepung kunyit dan sodium butirat ke dalam ransum pada babi peranakan Landrace. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Pemberian tepung kunyit dan sodium butirat ke dalam ransum babi peranakan Landrace berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum babi peranakan landrace periode starter.

2. Pemberian tepung kunyit dan sodium butirat ke dalam ransum babi peranakan Landrace sebesar 0,4% tepung kunyit dan 500g/ton sodium butirat memberikan pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum babi peranakan landrace periode starter yang terbaik.

Saran

Penggunaan tepung kunyit dan sodium butirat sebagai pakan alternatif pada tingkat penggunaan kombinasi 0,4% tepung kunyit dan 500g/ton sodium butirat memberikan pertambahan bobot badan dan efisiensi ransum babi peranakan Landrace yang terbaik. DAFTAR PUSTAKA

Arifin dan Kardiyono. 1985. Temulawak Dalam Pengobatan Tradisional. Prosceding Simposium Nasional Temulawak. Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran. Bandung

Cortyl, M. 2014. Use of sodium butyrate (GUSTOR) in swine, poultry and ruminant diets. FIAAP Conference, Bangkok. Kiso, Y. 1985. Antihepatotoxic

Principles Of Curcuma Longa Rhizomes, Planta Med 49:185-187

Lu, J.J., Zou, X.T., and Y.M. Wang. 2008. Effect of sodium butyrate on the growth performance, intestinal microflora and

morphology of weanling pigs. Journal of Animal and Feed Science.

Zhejiang University. China Martini, P. 1998. Pengaruh

Pemberian Ransum yang Mengandung Beberapa Jenis Curcuma sebagai Aditif Pakan terhadap Pertumbuhan, Produksi Karkas serta Sifat Lemak Karkas pada Kelinci Jantan Peranakan New Zealand White. Disertasi. FPS. Universitas

(12)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 12 National Research Council. 1998.

Nutrient Requirements of Swine. National Academy Press. Washington DC. Peng, L., Li, Zhong-Rong., Green,

R.S., Holzman, I.R., and Lin, J. 2009. Butyrate Enhances the Intestinal Barrier by Facilitating Tight Junction Assembly via Activation of AMP-Activated Protein Kinase in Caco-2 Cell

Monolayers. The Journal of Nutrition. America Society for Nutrition. America

Prihatman, K. 2000. Pakan Ternak. Menegristek. Jakarta.

http://www.warintek.ristek.g o.id/peternakan/Pakan/paka n_ternak.pdf

Sinaga dan Martini.2010. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid pada Ransum Babi Periode Starter terhadap Efisiensi Ransum. Jurnal. Universitas

Padjadjaran. Bandung. Sinaga dan Martini. 2010. Pengaruh

Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Laju

Pertumbuhan Dan

Konversi Ransum. Jurnal. Universitas Padjadjaran. Bandung

(13)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 13 LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING DAN PERNYATAAN PENULIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:

Nama : Gladys Saraswita Sidauruk NPM : 200110110038

Judul Artikel : Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma domestica,val) dan Sodium Butirat Terhadap Pertambahan Bobot Badan Dan Efisiensi Ransum Babi Peranakan Landrace Fase Starter Menyatakan bahwa artikel ini merupakan hasil penelitian penulis, data dan tulisan ini bukan hasil karya orang lain, ditulis dengan kaidah-kaidah ilmiah dan belum pernah dipublikasikan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, tanpa tekanan dari pihak manapun. Penulis bersedia menanggung konsekuensi hukum apabila ditemukan kesalahan dalam pernyatan ini.

Dibuat di Jatinangor,19 Agustus 2015 Penulis,

(Gladys Saraswita Sidauruk) Mengetahui,

Pembimbing Utama,

(Prof. Dr. Ir. Husmy Yurmiati, MS) Pembimbing Anggota,

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Keraf (2007) berpendapat bahwa analogi atau kadang-kadang disebut juga analogi induktif adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang

Sistem saraf sadar bekerja atas dasar kesadaran dan kemauan kita. Ketika Anda makan, menulis, berbicara, maka saraf inilah yang mengkoordinirnya. Saraf ini mene-ruskan impuls

Hasanuddin BM, “bahwa dalam optimalisasi pajak yang setiap tahun mengalami tren peningkatan, tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada beberapa aspek yang mempengaruhi

Penutur tidak memperdulikan perasaam lawan tutur dan penutur memiliki penilaian negatif terhadap muka positif dari lawan tutur dengan meragukan keberanian dari lawan

Pemikiran kritis didalam mata pelajaran Critical Thinking through Literature dengan menggunakan Taksonomi Bloom sememangnya dapat melahirkan para pelajar untuk lebih

Kemahiran-kemahiran ini bukan sahaja akan membuatkan pelajar lebih berjaya di dalam kehidupan malah mereka juga akan mula merasa empati terhadap diri sendiri dan juga pada

Setelah pada bagian sebelumnya dipresentasikan jejak-jejak ajaran Kant tentang pendidikan moral dalam sejumlah karya filsafatnya, bagian ini akan mencoba menyimpulkan arti

Dari hasil yang diperoleh diketahui bahwa tanggapan dari 20 pemuda yang menjadi responden di kampung Nage dan Kampung Deru, kecamatan Jerebu’u, kabupaten Ngada terkait