Analisis Kepuasan Masyarakat Penerima Raskin
di Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan
Bukitraya Pekanbaru dengan Pendekatan
Importance Performance Analysis
Dewi Diniaty
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas KM. 18 N0. 155 Pekanbaru [email protected]
ABSTRAK
Kelurahan Tangkerang Selatan merupakan salah satu kelurahan di Kota Pekanbaru yang melaksanakan program raskin. Kelurahan Tangkerang Selatan berada di Kecamatan Bukitraya. Namun pada pelaksanaannya sering mengalami berbagai permasalahan dan hambatan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan menyatakan bahwa permasalahan yang timbul diantaranya adalah: tidak tepat sasaran penerima raskin, kualitas beras kurang layak, lambatnya waktu pendistribusian raskin, tidak tercapainya target 6T yaitu Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, serta Administrasi dan Kualitas dikarenakan beberapa kendala yang dihadapi dalam pendistribusian raskin. Tujuan penelitian ini adalah mengukur dan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat penerima raskin atau Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) raskin terhadap pelayanan raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya Pekanbaru dengan pendekatan Importance Performance Analysis. Importantance Performance Analysis digunakan untuk mengetahui hubungan tingkat kepentingan dan penilaian kinerja terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Sehingga dengan mengetahui hubungan tersebut maka dapat ditentukan atribut-atribut apa saja yang harus ditingkatkan, dipertahankan, diperbaiki dan dihilangkan atau dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan masih perlu ditingkatkan lagi karena masih terdapat perbedaan antara tingkat kepentingan dengan kinerja pelayanan raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan. Atribut-atribut yang menjadi prioritas perbaikan yaitu survei yang harus dilakukan oleh kantor lurah Tangkerang Selatan agar Program Raskin tepat sasaran,tidak ada tambahan biaya dalam pengambilan beras raskin, memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pelaksanaan program raskin, adanya fasilitas kupon dalam pengambilan beras raskin, menyediakan ruangan atau tempat yang nyaman dalam pengambilan dan pendistribusian raskin, beras raskin yang layak untuk dikonsumsi, tidak terjadi lagi penumpukan beras yang menyebabkan semakin rusaknya kualitas beras, jika memungkinkan pemerintah lebih meningkatkan kualitas beras, agar beras dapat lebih dinikmati oleh masyarakat kurang mampu yang menerima Raskin.
Kata kunci— 6T, Importance Performance Analysis (IPA), Kepuasan Masyarakat,
Raskin
I. PENDAHULUAN
Jumlah penduduk miskin di Indonesia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yaitu pada bulan Maret 2011 mencapai 30,02 juta jiwa (12,49%), pada bulan Maret 2012 jumlah penduduk miskin mengalami sedikit penurunan menjadi 29,13 juta jiwa (11,96%), pada bulan Maret 2013 menjadi 28,07 (11,37%) dan pada bulan September 2013 naik menjadi 28,55 juta jiwa (11,47%). Dilihat dari data tersebut, maka angka kemiskinan di Indonesia masih tergolong tinggi. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan suatu upaya dalam penanggulangan masalah kemiskinan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menjalankan program
beras untuk keluarga miskin (Raskin). Kelurahan Tangkerang Selatan merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan BukitrayaKota Pekanbaru yang melaksanakan program raskin. Jumlah penduduk Kelurahan Tangkerang Selatan sebanyak 14.490 orang, yang terdiri dari 12 RW (Rukun Warga) dan 48 RT (Rukun Tetangga) dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 3.622 KK dimana 292 KK diantaranya merupakan penerima raskin atau yang biasa disebut RTS-PM (Jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat) Raskin. Masing-masing KK menerima raskin sebanyak 15kg/bulan. Namun pada pelaksanaannya sering mengalami berbagai masalah dan hambatan sehingga merugikan dan menyebabkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan raskin. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Tangkerang Selatan, permasalahan yang timbul pada pelaksaan program raskin di Keluarahan Tangkerang Selatan adalah Pertama, tidak tepat sasaran, tak jarang raskin diterima oleh kelompok yang tidak berhak; Kedua, mutu atau kualitas beras kurang layak karena sudah berbau dan berhama; Ketiga, lambatnya waktu pendistribusian Raskin karena pihak kelurahan belum mengantarkan berkas ke bulog atau belum membayar beras ke bulog sehingga menyebabkan masyarakat penerima raskin harus membeli di pasar dengan harga yang lebih mahal; Keempat, tidak tercapainya target 6T yaitu Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, serta Administrasi dan Kualitas karena beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pendistribusian Raskin. Permasalahan yang terjadi dalam pendistribusian raskin menyebabkan ketidakpuasan masyarakat penerima raskin terhadap pelayanan raskin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat penerima raskin terhadap pelayanan raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya Kota Pekanbaru. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan pemahaman bagi Pemerintah Daerah khususnya Kantor Lurah Tangkerang Selatan agar dapat meningkatkan pelayanan publik sesuai dengan harapan masyarakat khususnya pada pelayanan program raskin.
Kajian mengenai kepuasan dan penyaluran raskin telah banyak dilakukan sebelumnya, seperti penelitian yang dilakukan oleh Citra Gustiana (2013) mengenai evaluasi pelaksanaan program beras untuk keluarga miskin atau kurang mampu di Kelurahan Kisaran Baru Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa pelaksanaan program Raskin di Kelurahan Kisaran Baru Kabupaten Asahan terlaksana dengan baik. Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Afif Reffyandi (2013) dengan judul analisis pelaksanaan program Raskin di kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara menyimpulkan bahwa Program Raskin (beras untuk keluarga miskin atau kurang mampu) di kelurahan Siantan Hulu sudah berjalan dengan efektif. Dimana dengan tingkat keberhasilan rata-rata keseluruhan dari enam indikator program raskin sebesar 92,33% yang menunjukan lebih besar dari 80% sehingga dikatakan efektif.
II. METODOLOGI PENELITIAN
Langkah awal yang dilakukan sebelum melakukan penelitian adalah melakukan studi pendahuluan. Studi pendahuluan dilakukan di Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya Kota Pekanbaru untuk mengetahui permasalahan yang adaterutama masalah kepuasan masyarakat terhadap pelayanan raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan Pekanbaru. Setelah diketahui permasalahan, dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu bagaimana tingkat kepuasan masyarakat penerima raskin terhadap pelayanan raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya Kota Pekanbaru?. Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah tahap pengumpulan data, dengan melakukan pembuatan dan penyebaran kuesioner yang kemudian akan diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya. Kemudian kuesioner yang telah valid dan reliabel disebarkan kepada masyarakat penerima di Kelurahan Tangkerang Selatan. Kuesioner ini merupakan data primer yaitu data atau informasi yang diperoleh secara langsung dari masyarakat penerima raskin. Data yang dihimpun berbentuk tanggapan dan persepsi masyarakat mengenai pelayanan raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat penerima raskindi Kelurahan Tangkerang Selatan yaitu berjumlah 292 RTS yang terdiri dari 12 RW dan 48 RT. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan Rumus Slovin dengan persentase kelonggaran ketidaktelitian (e) sebesar 10%. Berdasarkan hasil
perhitungan, jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini berjumlah 75 sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling (non probability sampling). Selain data primer, penelitian ini juga menggunakan data sekunder, dimana data sekunder diperoleh berdasarkan studi literatur dan data-data yang sudah ada serta sudah tersedia di Kantor Lurah Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitrraya Kota Pekanbaru.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena pada penelitian ini melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t. Uji-t dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan pendapat responden antara tingkat kepentingan dan kinerja pada variabel-variabel penelitian. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H0 : Tidak terjadi perbedaan yang signifikan antara tingkat kepentingan dan kinerja H1 : Terjadi perbedaan yang signifikan antara tingkat kepentingan dan kinerja
Selain uji T-Test, penelitian ini juga menggunakan Metode Importance Performance Analysis. Metode Importance Performance Analysis dilakukan dengan menghitung skor total kinerja pelayanan dan tingkat kepentingan masyarakat penerima raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan. Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai (rata-rata skor kinerja) dan (rata-rata skor kepentingan). Skor rata-rata kinerja dan kepentingan digunakan sebagai koordinat untuk memplotkan variabel indikator individu pada matriks dua dimensi yang ditunjukkan pada diagram kartesius. Pada diagram kartesius tersebut terdapat empat kuadran yaitu:Kuadran A (attribut to improve), wilayah yang memuat faktor-faktor yang dianggap penting oleh masyarakat tetapi pada kenyataanya faktor-faktor ini belum sesuai yang diharapkan.Kuadran B (Maintain Performance), wilayah yang memuat faktor-faktor yang dianggap penting oleh masyarakat dan sudah sesuai dengan yang dirasakannya.Kuadran C (Attributes to maintain), wilayah yang memuat faktor-faktor yang dianggap kurang penting oleh masyarakat dan pada kenyatannya kinerjanya tidak istimewa.Kuadran D (main priority), wilayah yang memuat faktor-faktor yang dianggap kurang penting oleh masyarakat dan dirasakan berlebihan.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji T-Test
Dari hasil uji-t yang dilakukan dengan menggunakan Software SPSS 17 for Windows, diperoleh nilai t_hitung sebesar 4,348 dengan nilai t_tabel sebesar 1,993. Hal ini menunjukkan bahwa nila t_hitung lebih besar dari pada nilai t_tabel, sehingga H1 diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepentingan dan kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya Kota Pekanbaru tidak sesuai dengan harapan masyarakat penerima Raskin.
B. Pengolahan Data dengan Menggunakan Metode Performance Importance Analysis Keberhasilan Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator Enam Tepat (6T) yaitu Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Administrasi dan Tepat Kualitas. Penelitian kepuasan masyarakat penerima raskin ini menggunakan indikator 6T tersebut. Important Performance Analysis dilakukan dengan menghitung skor total kinerja pelayanan dan kepentingan/harapan. Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai X (rata-rata skor kinerja) dan Y (rata-rata skor kepentingan) yang akan dipetakan dalam diagram kartesius.
1) Tingkat Kesesuaian
Pada metode Importance Performance Analysisjuga terdapat perhitungan untuk menentukan prioritas perbaikan layanan, yang diukur dengan Tingkat Kesesuaian. Perhitungan skor kinerja dan kepentingan adalah sebagai berikut:
Kinerja (Pernyataan 1) = (1x1) + (2x1) + (3x10) + (4x10) + (5x53) = 338 Kepentingan (Pernyataan 1) = (1x0) + (2x0) + (3x0) + (4x15) + (5x61) = 360 Tingkat kesesuaian pernyataan 1 = (338 : 360) x 100% = 93,89
Hasil perhitungan dari masing-masing pernyataan dapat dilihat pada Tabel 1.
Dari perhitungan tingkat kesesuaian antara penilaian kinerja pelayanan dengan kepentingan masyarakat, maka dibuat suatu bentuk penilaian khusus yang menjadi dasar suatu keputusan
untuk mempertahankan prestasi atau untuk melakukan perbaikan. Tolak ukur batas pengambilan keputusan adalah 93,56%, yang merupakan nilai rata-rata tingkat kesesuaian seluruh atribut pernyataan. Dasar dari keputusan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Bila TK < 93,56 %, maka dilakukan perbaikan /action (A)
b. Bila TK ≥ 93,56%, maka dilakukan usaha untuk mempertahankan/hold (H)
Berdasarkan hal tersebut, dari Tabel 1. dapat dilihat bahwa ada 13 atribut pernyataan yang berada di bawah rata-rata yang perlu dilakukan Action yaitu atribut pernyataan 2, 3, 5, 7, 8, 13, 14, 15, 19, 21, 22, 23, 24.
Tabel 1 Rekapitulasi Perhitungan Tingkat Kesesuaian , Rata-Rata Tingkat Kinerja & Tingkat Kepentingan No Pernyataan Penilaian Tingkat Kinerja (X) Penilaian Tingkat Kepentingan (Y) Tingkat Kesesuaian (%) Nilai Rata-rata X (X) Nilai Rata-rata Y (Ӯ) 1
Bantuan beras raskin ini merupakan upaya pemerintah untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk itu bulog tepat waktu mendistribusikan beras ke kantor lurah
338 360 93,89 4,51 4,80
2 Beras raskin ini dibagikan setiap
dua bulan sekali 335 359 93,31 4,47 4,79
3 Beras raskin ini diterima di minggu
pertama awal bulan 337 363 92,84 4,49 4,84
4
Bantuan beras raskin ini diberikan kepada masyarkat yang tidak mampu
340 345 98,55 4,53 4,60
5
Bantuan beras raskin ini sudah tepat sasaran karena diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam badan pusat statistik
331 356 92,98 4,41 4,75
6
Bantuan ini tidak diberikan kepada masyarakat yang tidak terdaftar dalam badan pusat statistik
335 352 95,17 4,47 4,69
7 Beras raskin ini sudah tepat sasaran 333 360 92,50 4,44 4,80
8
Bantuan beras ini diberikan tanpa adanya survei oleh kantor lurah setempat sehingga sudah tepat sasaran
329 363 90,63 4,39 4,84
9
Sudah banyak masyarakat miskin terbantu karena bantuan beras raskin
334 353 94,62 4,45 4,71
10 Beras raskin diberikan 15 kg
perbulan 332 349 95,13 4,43 4,65
11 Beras raskin diberikan sebanyak 30
kg perdua bulan 336 353 95,18 4,48 4,71
12 Harga jual beras raskin sudah
sangat murah yaitu Rp.1600 per kg 324 333 97,30 4,32 4,44
13 Adanya tambahan biaya
pengambilan beras raskin 320 349 91,69 4,27 4,65
14 Tidak ada tambahan biaya dalam
pengambilan beras raskin 323 351 92,02 4,31 4,68
15 Pelayanan yang diberikan oleh
pihak kelurahan sudah sangat baik 325 349 93,12 4,33 4,65
16
Informasi tentang beras raskin sudah cepat sehingga tidak adanya masyarakat yang terlambat
No Pernyataan Penilaian Tingkat Kinerja (X) Penilaian Tingkat Kepentingan (Y) Tingkat Kesesuaian (%) Nilai Rata-rata X (X) Nilai Rata-rata Y (Ӯ) mengambil raskin
17 Adanya fasilitas kupon dalam
pengambilan beras raskin 326 347 93,95 4,35 4,63
18
Diberlakukannya sistem batas pengambilan kupon, hanya berlaku satu hari, jika masyarakat telat mengambil beras, maka beras akan diberikan kepada masyarakat yang tidak menerima kupon
332 352 94,32 4,43 4,69
19 Kondisi ruangan sudaj cukup,
sehingga tidak berdesakan 329 359 91,64 4,39 4,79
20 Kualitas beras raskin saat ini sudah
bagus 318 333 95,50 4,24 4,44
21 Beras raskin saat ini sudah layak
untuk dikonsumsi 329 360 91,39 4,39 4,80
22
Terjadinya penumpukan sehingga menyebabkan beras yang dibagikan masih terdapat padi dan bebatuan
325 359 90,53 4,33 4,79
23
Beras raskin yang sudah dimasak berwarna kuning sehingga tidak enak dimakan
320 356 89,89 4,27 4,75
24
Setiap penerimaan beras raskin memiliki kualitas yang sama, tidak ada bedanya setiap penerimaan
331 357 92,72 4,41 4,76
Rata-rata 4,40 4,70
Sumber: Pengolahan Data, 2016
2) Diagram Kartesius
Sebelum membuat diagram kartesius, harus diketahui terlebih dahulu rata - rata skor kinerja dan kepentingan, perhitungannya adalah sebagai berikut:
Rata-rata kinerja (pernyataan 1) = 338 : 75 = 4,51 Rata-rata kepentingan (pernyataan 1) = 360 : 75 = 4,80
Hasil perhitungan dari masing-masing pernyataan dapat dilihat pada Tabel 1.
Hasil perhitungan rata-rata skor kinerja dan kepentingan ini akan dijabarkan dan dibagi menjadi empat bagian kedalam diagram kartesius yang dapat dilihat pada Gambar 1.
4,20 4,25 4,30 4,35 4,40 4,45 4,50 4,55 4,60 4,40 4,45 4,50 4,55 4,60 4,65 4,70 4,75 4,80 4,85 1 X Y 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 I II III IV
Gambar 1 Diagram Kartesius
Dari Gambar 1 dapat dilihat atribut-atribut yang berada pada masing-masing kuadran. Atribut pernyataan pada masing-masing kuadran dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Atribut Pernyataan Tiap Kuadran
No Atribut Pernyataan Dimensi TK A/H X Ӯ
Kuadran I 8
Bantuan beras ini diberikan tanpa adanya survei oleh kantor lurah setempat sehingga sudah tepat sasaran
Tepat Sasaran 91,69 A 4,39 4,84 13 Adanya tambahan biaya pengambilan
beras raskin Harga 92,02 A 4,27 4,65
14 Tidak ada tambahan biaya dalam
pengambilan beras raskin Harga 93,12 A 4,31 4,68
15 Pelayanan yang diberikan oleh pihak
kelurahan sudah sangat baik Administrasi 90,63 A 4,33 4,65 17 Adanya fasilitas kupon dalam
pengambilan beras raskin Administrasi 93,95 H 4,35 4,63
19 Kondisi ruangan sudah cukup, sehingga
tidak berdesakan Administrasi 91,64 A 4,39 4,79
No Atribut Pernyataan Dimensi TK A/H X Ӯ dikonsumsi
22
Terjadinya penumpukan sehingga menyebabkan beras yang dibagikan masih terdapat padi dan bebatuan
Kualitas 90,53 A 4,33 4,79
23
Beras raskin yang sudah dimasak berwarna kuning sehingga tidak enak dimakan
Kualitas 89,89 A 4,27 4,75
Kuadran II
1
Bantuan beras raskin ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk itu bulog tepat waktu mendistribusikan beras ke kantor lurah
Tepat Waktu 93,89 H 4,51 4,80
2 Beras raskin ini dibagikan setiap dua
bulan sekali Tepat Waktu 93,31 A 4,47 4,79
3 Beras raskin ini dibagikan setiap dua
bulan sekali Tepat Waktu 92,84 A 4,49 4,84
5
Bantuan beras raskin ini sudah tepat sasaran karena diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam badan pusat statistik
Tepat Sasaran 92,98 A 4,41 4,75
6
Bantuan ini tidak diberikan kepada masyarakat yang tidak terdaftar dalam badan pusat statistik
Tepat Sasaran 95,17 H 4,47 4,69 7 Beras raskin ini sudah tepat sasaran Tepat Sasaran 92,50 A 4,44 4,80 9 Sudah banyak masyarakat miskin
terbantu karena bantuan beras raskin Tepat Sasaran 94,62 H 4,45 4,71 10 Beras raskin diberikan 15 kg perbulan Tepat Jumlah 95,13 H 4,43 4,65 11 Beras raskin diberikan sebanyak 30 kg
perdua bulan Tepat Jumlah 95,18 H 4,48 4,71
18
Diberlakukannya sistem batas
pengambilan kupon, hanya berlaku satu hari, jika masyarakat telat mengambil beras, maka beras akan diberikan kepada masyarakat yang tidak menerima kupon
Administrasi 94,32 H 4,43 4,69
24
Setiap penerimaan beras raskin memiliki kualitas yang sama, tidak ada bedanya setiap penerimaan
Kualitas 92,72 A 4,41 4,76
Kuadran III
12 Harga jual beras raskin sudah sangat
murah yaitu Rp.1600 per kg Harga 97,30 H 4,32 4,44
16
Informasi tentang beras raskin sudah cepat sehingga tidak adanya masyarakat yang terlambat mengambil raskin
Administrasi 96,48 H 4,39 4,55 20 Kualitas beras raskin saat ini sudah bagus Kualitas 95,50 H 4,24 4,44
Kuadran IV
4 Bantuan beras raskin ini diberikan
kepada masyarkat yang tidak mampu Tepat Sasaran 98,55 H 4,53 4,60 Dari Tabel 2 dapat dilihat atribut pernyataan yang memerlukan prioritas penanganan karena tidak sesuai dengan harapan masyarakat yaitu atribut yang terdapat pada kuadran I. Adapun atribut yang terdapat pada kuadran I yaitu; atribut pernyataan 8, 13, 14, 15, 17, 19, 21, 22, 23.Adapun tindakan yang perlu dilakukan terhadap pelayanan raskin adalah:
a. Sebaiknya pihak kelurahan mendata ulang masyarakat kurang mampu yang ada dilingkungannya kemudian data tersebut diberikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) agar dilakukan survei ulang oleh BPS. Sehingga antara pihak Kelurahan dan BPS memiliki
singkronisasi data yang valid. Karena selama ini data masyarakat yang mendapatkan beras raskin diperoleh dari BPS tanpa berkoordinasi dengan pihak kelurahan.
b. Sebaiknya pihak kelurahan tidak meminta tambahan biaya kepada masyarakat penerima raskin pada saat pengambilan raskin. Selama ini masyarakat penerima raskin dikenakan biaya tambahan diluar dari harga raskin dengan alasan untuk pembongkaran beras. Untuk biaya pembongkaran beras sebaiknya sudah dianggarkan oleh pemerintah.
c. Pihak kelurahan sebaiknya lebih meningkatkan lagi pelayanannya terhadap masyarakat penerima raskin dalam hal administrasi agar tidak terjadi keterlambatan pendistribusian raskin yang menyebabkan keluarga miskin penerima raskin harus membeli di pasar dengan harga yang lebih mahal yaitu sesuai dengan harga pasar. Salah satu keterlambatan pembagian raskin adalah pihak kelurahan belum mengantarkan berkas ke bulog atau belum membayar beras ke bulog. Sebaiknya pihak kelurahan tidak menunda-nunda pekerjaannya.
d. Sebaiknya kupon pengambilan beras disediakan sesuai dengan jumlah penerima raskin.
e. Dalam pengambilan raskin, dibuat senyaman mungkin, jangan sampai berdesak-desakan. Sebaiknya pengambilan raskin dilakukan di luar ruangan dan menggunakan nomor antrian. f. Selama ini masyarakat di Kelurahan Tangkerang Selatan mendapatkan beras dengan kualitas
yang kurang bagus, mulai dari beras yang berwarna kuning, berbau, berkutu dan berbatuan. Hal tersebut terjadi karena beras raskin terlalu lama di tumpuk dalam ruangan. Terjadi nya siklus pembagian beras raskin yang terlalu lama. Sebaiknya pemerintah terutama pihak Kelurahan dan Bulog bisa mengatur jadwal pendistribusian beras raskin dengan tepat waktu, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan beras yang menyebabkan semakin menurunnya kualitas beras dan juga masukan untuk pemerintah yang mungkin bisa di sampaikan oleh pihak kelurahan dimana sebaiknya kualitas beras raskin agar lebih ditingkatkan lagi sehingga apabila terjadi keterlambatan pendistribusian beras, maka beras tersebut tidak cepat rusak.
IV. PENUTUP
Berdasarkan hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kepuasan masyarakat penerima raskin di Kelurahan Tangkerang Selatan masih perlu ditingkatkan lagi karena masih terdapat perbedaan antara tingkat kepentingan masyarakat dengan kinerja pelayanan terhadap program raskin. Adapun pelayanan yang diharapkan oleh masyarakat adalah; Adanya survei yang dilakukan oleh pihak kelurahan agar Program Raskin tepat sasaran, Tidak ada biaya tambahan dalam pengambilan beras raskin, Memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pelaksanaan program raskin, Adanya fasilitas kupon dalam pengambilan beras raskin, Menyediakan ruangan atau tempat yang nyaman dalam pengambilan dan pendistribusian raskin, Beras raskin yang layak untuk dikonsumsi, Tidak ada penumpukan beras yang menyebabkan semakin rusaknya kualitas beras, Pemerintah lebih meningkatkan kualitas beras raskin, agar beras dapat lebih dinikmati oleh masyarakat kurang mampu.
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmito, Rahardjo, 2005, Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Algifari, 2000, Analisis Regresi, Teori, Kasus, dan Solusi, Yogyakarta: BPFE.
Afif Reffyandi, 2013, “Analisis Pelaksanaan Program Raskin di Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara”.
Budianto, Duwi dan Melfayola, 2013,“Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Dan Harga Produk Pada Supermarket Dengan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA)”, Jurnal Teknik Industri.
Badan Pusat Statistik, (BPS), (2012), Analisis dan Penghitungan Tingkat Kemiskinan Tahun, Jakarta, Badan Pusat Statistik.
Citra Gustianda, 2013, “Evaluasi Pelaksanaan Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Kisaran Baru Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan”.
Endro, 2012, “Teknik Pengukuran Kepuasan Pelanggan”, Jurnal Kepuasan Pelanggan, Volume 8, No 4 Februari, hlm. 14-22.
Rangkuti, Freddy, 2002, Measuring Customer Satisfaction, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Rostya, A., Adi, F., dan Yoestini, “Analisis Pengaruh Harga, Kualitas Produk, dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan”, Jurnal Manajemen Vol. 1, No. 1, hal 1-9, 2011.
Subandi, 2012, Ekonomi Pembangunan, Bandung: Alfabeta.
Sugiono, 2011, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”, Bandung: Alfabeta. Tjiptono, 2011, Pendekatan Praktis dan Perilaku Konsumen, Bandung: Alfabeta.