• Tidak ada hasil yang ditemukan

EXPLORE Volume 11 No 2 Tahun 2021 p-issn : X Terakreditasi Sinta 5 SK No : 23/E/KPT/2019 e-issn : X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EXPLORE Volume 11 No 2 Tahun 2021 p-issn : X Terakreditasi Sinta 5 SK No : 23/E/KPT/2019 e-issn : X"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN BUSINESS PROCESS MODELING NOTATION (BPMN) UNTUK

MEMODELKAN SMART GOVERNMENT KELURAHAN DI KOTA PRABUMULIH

Fadilah Randy Putra 1, Yuhilza Hanum2 Universitas Gunadarma1,2

[email protected]

Abstrak – Kebutuhan Pemkot Prabumulih dalam pelayanan publik dirasa masih kurang, karena beberapa sistem adminstrasi masih berjalan secara manual dan tidak berbasis online. Maka untuk hal tersebut PT. AMMACUE IHALALS UMMATIN dan Pemerintah Kota Prabumulih bersinergi untuk membangun Sistem Informasi Smart Government, program ini merupakan komitmen Pemerintahan Kota Prabumulih dalam melakukan pelayanan publik. Pada tahapan ini, di fokuskan kepada sistem administrasi di kelurahan Prabumulih. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan pemodelan bisnis proses, sesuai dengan Sistem Informasi yang sudah di bangun oleh PT. AMMACUE IHALALS UMMATIN. Pemodelan penelitian ini mengadopsi BPMN (Business Process Modeling Notation), sebagai pokok pembahasan. Penelitian ini menghasilkan model bisnis meliputi, model gambaran umum Smart Government, Business Process Modeling Notation, RACI Chart. Serta menggunakan ERD (Entity Relationship Diagram) dan Idef0 sebagai tambahan dokumentasi analisis bisnis, agar penelitian menjadi semakin komprehensif.

Kata kunci: Sistem Informasi Smart Government, Sistem Administrasi Kelurahan, BPMN, Analisis

Bisnis, IDEF0;

Abstract - The needs of Prabumulih City Government in public services are still felt to be lacking,

because some administrative systems are still running manually and not based online. So for this matter PT. AMMACUE IHALALS UMMATIN and the City Government of Prabumulih work together to build a Smart Government Information System, this program is a commitment of the City Government of Prabumulih in providing public services. At this stage, it is focused on the administration system in Prabumulih. Based on this the researchers conducted a modeling business process, in accordance with the Information System that has been built by PT. AMMACUE IHALALS UMMATIN. This research modeling adopts BPMN (Business Process Modeling Notation), as the subject of discussion. This research resulted in a business model including, a general overview model of Smart Government, Business Process Modeling Notation, RACI Chart. And using ERD (Entity Relationship Diagrams) and Idef0 as additional business analysis documentation, so that research becomes more comprehensive..

Keyword : System Information Smart Government, Village administration System, BPMN, Business Analysis, IDEF0;

1. Latar Belakang

Kemajuan teknologi informasi saat ini membuat pemerintahan kota berinisiatif untuk melakukan transformasi di bidang pelayanan publik. Hal ini disebabkan oleh tuntutan masyarakat yang ingin pelayanan cepat dan transparansi. Pemerintahan Kota Prabumulih harus mampu menjawab tantangan ini, agar dapat di sejajarkan dengan kota-kota lain. Yang juga mulai berbenah khususnya di dalam sektor pelayanan publik.

Sesuai dengan Visi Pemerintahan Kota Prabumulih, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Prabumulih Nomor 2 Tahun 2009. Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Prabumulih Tahun 2005 – 2025. “Prabumulih Sejahtera dan Mandiri”. Visi ini dapat menjadi arah dalam pengembangan Smart City di Kota Prabumulih di masa akan datang.

PT. AMMACUE IHALALS UMMATIN selaku pihak swasta yang akan melakukan sinergisitas dengan membangun sistem administrasi kelurahan secara digital dan komprehensif. Sistem administrasi ini akan terintegrasi, dengan sistem yang sudah di bangun di Kota Prabumulih. Sistem aplikasi tersebut adalah Smart Government, khususnya di sektor administrasi kelurahan. Dalam Platform Smart Government ini, terdapat berbagai jenis layanan dengan berbasis web maupun mobile apps yang saling terhubung mulai dari warga, kelurahan/desa, kecamatan, skpd, sampai Dashboard Bupati / Wali kota. Dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk masyarakat, khususnya masyarakat di Kota Prabumulih. Program ini akan banyak dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas. Program tersebut dirasa sangat penting, maka peneliti tertarik membuat proses bisnis dengan

(2)

Penerapan Business Process Modeling Notation (BPMN) Untuk Memodelkan mengacu kepada sistem yang telah di bangun

oleh PT. AMMACUE IHALALS UMMATIN. Dengan memodelkannya dengan metode BPMN (Business Process Modeling Notation)[5].

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah. Reformasi birokrasi merupakan suatu upaya yang terencana dan sistematis untuk mengubah sturuktur, sistem, dan nilai – nilai dalam pemerintahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Efektivitas dan efisiensi birokrasi sangat terkait dengan proses bisnis yang digunakan oleh birokrasi dalam menghasilkan output yang diharapkan.

Peta proses bisnis merupakan aset terpenting organisasi yang mengumpulkan seluruh informasi ke dalam satu kesatuan dokumen atau database organisasi. Dengan demikian, menjadi sebuah keniscayaan melibatkan seluruh elemen organisasi dalam penyusunan peta proses bisnis. Untuk memastikan akurasi dan kelengkapan dari proses bisnis, yang digambarkan sesuai dengan rencana strategis organisasi.

Tujuan penyusunan peta proses bisnis agar setiap instansi pemerintah mampu melaksanakan tugas dan fungsi secara efektif dan efisien, mampu mengomunikasikan baik kepada pihak internal maupun eksternal mengenai proses bisnis yang dilakukan untuk mencapai visi dan misi serta tujuan, memiliki pengetahuan yang dapat mengintegrasikan dan mendokumentasikan secara rinci mengenai proses bisnis yang dilakukan. Jika ditemukan potensi masalah yang ada di dalam pelaksanaan suatu proses, tidak serta merta merubah proses pelaksanaan yang sedang berjalan. Tetapi dapat dirubah atau disempurnakan secara simulasi peta bisnis proses, agar peyempurnaan lebih terarah dan memiliki standar pelaksanaan pekerjaan.

Sehingga memudahkan dalam

mengendalikan, mempertahankan, serta kualitas pelaksanaan pekerjaan.

2. Kajian Pustaka a. E-Government

E-Government merupakan suatu bentuk penerapan teknologi elektronik untuk berbagai kegiatan pemerintahan dalam cakupan internal dan eksternal (pelayanan umum)[1]. Untuk pencapaian kinerja yang efektif, efisien, cepat dan transparan [2]

. Untuk di sektor pemerintah dan sektor publik, masing – masing dari kedua sektor tersebut

harus mendapatkan manfaat yang besar dari penggunaan teknologi informasi ini. Penggunaan teknologi informasi dimaksudkan agar mengoptimalkan kerja – kerja pemerintahan, dalam pelayanan publik termasuk pengurangan dokumen kertas, penyediaan ketersediaan pelayanan yang berkesinambungan kepada pelanggan, pengurangan waktu respon, dan pengurangan tingkat kesalahan.

b. Aplikasi Smart Government / E-Kelurahan Kota Prabumulih

Aplikasi E-Kelurahan Kota Prabumulih, adalah bentuk kerja sama antara pihak Swasta dan Pemerintah Kota. PT. AIU sebagai pihak yang ditunjuk oleh pihak Pemerintah Kota sebagai pembuat web aplikasi, telah melaksanakan kewajibannya dalam pengembangan aplikasi elektronik pelayanan administrasi publik yang kemudian bisa disebut sebagai web aplikasi E-Kelurahan.

Struktur Aplikasi E-Kelurahan Kota Prabumulih

Mengacu kepada kebutuhan administrasi elektronik yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Prabumulih. Berikut adalah struktur aplikasi beserta menu yang ditawarkan yang nantinya dapat berubah sesuai dengan kondisi dilapangan.

Berikut beberapa fitur layanan yang tersedia dalam E-Kelurahan Kota Prabumulih, yaitu: 1) Surat Keterangan

1. Surat Keterangan Belum Mempunyai Rumah adalah surat yang diterbikan oleh kelurahan, yang menyatakan pemohon sebagai orang yang belum memiliki rumah.

2. Surat Keterangan Belum Menikah adalah surat yang diterbitkan oleh kelurahan, yang bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan administrasi lainNya.

3. Surat Permohonan Pindah Alamat adalah formulir yang diterbitkan oleh kelurahan, yang nantinya dapat digunakan sebagai dokumen pelengkap pengurusan di kecamatan, serta disdukcapil.

4. Surat Keterangan Usaha adalah surat pengantar dari kelurahan, yang nantinya dapat dipergunakan sebagai surat pengantar di kecamatan dalam proses pembuatan SKU.

5. Surat Keterangan Kelakuan Baik adalah surat pengantar dari kelurahan, yang nanti untuk selanjutnya dapat

(3)

dipergunakan untuk membuat surat SKCK di kantor polisi terdekat.

2) SK Domisili

1. SK Domisili Perusahaan / Yayasan / Koperasi adalah surat yang diterbikan oleh kelurahan setempat, yang menyatakan seseorang mempunyai tempat usaha atau berdomisili usaha tetap di suatu daerah tertentu.

2. SK Domisili Perorangan adalah surat keterangan berdomisili yang diterbikan oleh kelurahan setempat.

3) Registrasi Surat

1. Permohonan KK surat pengantar yang diterbitkan oleh kelurahan, yang nantinya dapat dipergunakan untuk mengurusan di disdukcapil setempat. 2. Ahli Waris adalah surat keterangan ahli

waris yang diterbitkan oleh kelurahan, yang untuk selanjutnya dapat dilakukan pengurusan fatwa waris oleh pengadilan agama di daerah setempat.

3. Pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah surat yang bisa digunakan sebagai surat pengantar, yang nantinya di teruskan kepada dinas tata ruang dan kota sebagai penerbit IMB.

4. Permohonan KTP proses permohonan pendaftaran pembuatan KTP baru yang dilakukan secara online, tetapi warga ditetapkan datang untuk dilakukan pengambilan photo dan sidik jari, serta melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

5. Pindah Datang dan Pindah Keluar adalah formulir yang bisa digunakan sebagai persyaratan untuk mendapatkan surat pindah permanen di suatu domisili tujuan tertentu.

6. Pengantar Nikah adalah surat yang bisa digunakan sebagai surat pengantar menikah, yang selanjutnya dibawa ke kantor urusan agama untuk dilakukan pencatatan pernikahan.

4) Data Statistik

1. Jumlah Dokumen adalah menu yang menampilkan jumlah permohonan yang telah masuk kedalam sistem E-Kelurahan, data – data angka yang ditampilkan secara visual dalam bentuk chart.

2. Sedang Diproses adalah menu yang menampilkan jumlah permohonan berkas sedang di proses, data – data angka yang ditampilkan secara visual dalam bentuk chart.

3. Proses Selesai adalah menu yang menampilkan jumlah permohonan berkas telah selesai di proses, data –

data angka yang ditampilkan secara visual dalam bentuk chart.

5) SK Kelahiran

Surat Kelahiran adalah surat yang bisa digunakan sebagai surat pengantar pembuatan akta lahir, yang nantinya dapat diurus oleh disdukcapil.

6) SK Kematian

Surat Keterangan Kematian adalah surat yang bisa digunakan sebagai surat pengantar pembuatan surat kematian, yang nantinya diurus oleh disdukcapil

7) Surat Pengantar

1. Surat Pengantar Numpang Akad (NA) 2. NIK

3. Surat Pengantar RT/ 8) Posyandu

1. Data Imunisasi 2. Data Kelahiran Bayi 3. Data Kematian Bayi. 4. Data Penimbangan Bayi 9) Template Dokumen

Adalah Surat / Berkas permohonan perijinan yang dapat digunakan oleh petugas kelurahan. 10) Surat Perizinan

Surat Mengadakan Acara adalah surat yang dibutuhkan oleh warga jika ingin mengadakan suatu acara yang bersifat pengumpulan massa yang besar baik itu, pentas musik, ketoprak, wayang atau pertunjukan lainnya. Yang nantinya surat tersebut sebagai landasan untuk kepolisian mengeluarkan izin keramain. 11) Dashboard Command Center & Anjungan

Layanan Mandiri

1. Dashboard Command Center adalah pusat control dari layanan administrasi publik yang nantinya akan terpusat di suatu instansi atau lembaga terkait 2. Anjungan Layanan Mandiri adalah

mesin anjungan yang nantinya terdapat di setiap kelurahan, agar warga dapat mengurus permohonan surat secara mandiri di kelurahan. Tetapi untuk cara ini tidak sepenuhnya otomatis, karena warga tetap diharuskan mengambil surat permohonan yang telah di pilih melalui mesin anjungan mandiri kepada petugas kelurahan setempat.

12) SK Tidak Mampu

1. SKTM BPJS Kesehatan adalah surat yang bisa digunakan untuk membebaskan biaya administrasi BPJS Kesehatan.

2. SKTM Gugat Cerai adalah surat yang bisa digunakan untuk membebaskan segala macam biaya percerain. 3. SKTM Pemakaman adalah surat yang

bisa digunakan untuk membebaskan segala macam biaya pemakaman.

(4)

Penerapan Business Process Modeling Notation (BPMN) Untuk Memodelkan 4. SKTM Biaya Pendidikan adalah surat

yang bisa digunakan jika siswa, dan mahasiswa tidak mampu membayar tunggakan biaya pendidikannya. 5. SKTM PMKS adalah surat yang

digunakan untuk mendapatkan tunjangan sosial dari pemerintah. 6. SKTM PBB adalah surat yang

digunakan untuk keperluan keringanan biaya Pajak Bumi dan Bangunan. 13) Permohonan Warga

Tabel Proses Permohonan adalah menu yang menampilkan proses-proses dari permohonan surat / berkas warga, baik yang sudah selesai atau yang masih dalam tahapan proses. 14) Agenda

Kegiatan Yang Akan Datang adalah adalah menu yang menampilkan kegiatan-kegiatan di kelurahan setempat, baik kegiatan formal maupun informal.

c. Business Process Modelling Notation (BPMN)

Business Process Modelling Notation (BPMN) menggambarkan suatu bisnis proses diagram yang mana didasarkan kepada Teknik diagram alur, dirangkai untuk membuat model-model grafis, aktivitas-aktivitas, dan kontrol-kontrol alur yang mendefinisikan urutan kerja. BPMN awalnya di kenal pada tahun 2004, sebagai Business Process Modeling Initiative, atau notasi grafis. Terinspirasi dari UML aktivitas diagram, untuk mereprensentasikan gambar grafis dari bisnis proses. Meningkatnya jumlah perusahaan yang mengadopsi minat penggunaan BPMN, menyebabkan notasi ini dijadikan standar Object Management Group (OMG) pada tahun 2006 [3].

Gambar 1. Tiga Fase Pemodelan Proses Bisnis Sumber: Patrice Briol, 2010, chapter. 1 Descriptive modeling adalah suatu gambaran dari sebuah proses bisnis yang sesuai dengan berbagai macam perspektif kebutuhan alur bisnis. Pada tingkatan ini, proses alur bisnis cenderung mudah di pahami. Agar setiap organisasi mempunyai sudut pandang yang sama. Tipe pemodelan dalam tahap ini belum dapat dijadikan gambaran utama dalam alur

proses bisnis yang akan dikerjakan. karena belum tervalidasi dan masih berupa sketsa untuk gambaran awal dari alur proses yang akan dikerjakan dan kemungkinan berubah masih sangat besar.

Analytical modeling merupakan proses pendekatan yang lebih detail, karena menunjukan semua proses aktiviitas dari alur proses bisnis. Analisis modeling membutuhkan simulasi untuk melakukan Analisa alur proses bisnis atau membuat kebutuhan proses bisnis dari subsequent automation. Pada level ini dibutuhkan pemahaman yang lebih konstruktif dan kompleks dari pola model proses bisnis. Termasuk aktivitas keputusan, pola dari divergen dan konvergen, jalur parallel, sub-proses, sinkronisasi, dan penanganan proses event dan pengecualian aktivitas. Analisis proses pada tahap ini harus didasari dari sesuatu landasan yang sudah tervalidasi baik dalam bentuk diagram dan model.

Executable modeling dilakukan untuk mengimplementasi proses yang sudah dikerjakan sebelumnya. BPMN 2.0 sebagai standard dari spesifikasi yang digunakan para vendor untuk mengerjakan alur proses bisnis. Pada tahap ini pemodelan langsung ditunjukan setelah melawati tahapan validasi dari business analysts, system analysts, application developers, IT infrastructure engineers.

Business process modelling notation (BPMN) juga merupakan metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi.

3. Metodologi Penelitian a. Obyek Penelitian

Penelitian ini dilakukan berfokus kepada pemodelan bisnis proses terhadap sistem E-Government / E-Kelurahan khususnya untuk pelayanan administrasi di PT.Ammacue Ihalals Ummatin yang beralamat di 18 Office Park Lt. GF Unit 6, Jl. TB. Simatupang Kav. 18 Jakarta Selatan

b. Metode Pengumpulan Data Primer

1) Observasi dan Konsultasi

pada

tahap

ini

peneliti

melakukan

pengamatan secara langsung di PT. AIU

dan

juga

konsultasi

kepada

IT

development team, serta Bisnis Analis.

Tujuan observasi dan konsultasi adalah

untuk memastikan alur proses bisnis yang

peneliti lakukan sesuai dengan informasi

yang

diberikan

oleh

Bisnis

Analis,

Pengembang Web Aplikasi, serta pihak

manajemen PT. AIU dalam hal ini Direktur

(5)

Utama dan Direktur IT.

2) Wawancara

Wawancara dibagi kedalam 2 bagian,

yaitu:

1. Wawancara

dilakukan

dengan

memberikan

pertayaan

kepada

Direktur Utama dan Direktur IT,

seputar tugas pokok dan fungsi

masing

– masing beliau dalam proyek

smart

government,

proses

terbentuknya kerja sama proyek smart

government, lama pengerjaan proyek

smart government, alur proses bisnis,

kendala – kendala dalam proyek smart

government,

serta

data

dan

informasinya

lainnya

yang

dapat

beliau sampaikan kepada peneliti

untuk mendukung selesainya laporan

akhir ini.

2. Wawancara

dilakukan

dengan

memberikan pertayaan kepada IT

Development Team seputar tugas

pokok dan fungsi masing

– masing

dari setiap personal, yang terdiri dari

bisnis analis, serta pengembang web

aplikasi.

c. Metode Pengumpulan Data Sekunder

Penelitian Kepustakaan

Penelitian

ini

dilakukan

dengan

menghimpun data

– data dari e-book,

jurnal

terakreditasi,

website

resmi

pemerintah, dokumen resmi PT. AIU,

serta

bacaan

yang

relevan

untuk

mendukung penelitian atau berkaitan

dengan masalah yang di bahas.

Gambar 2. Proses Alur Penelitian

Berdasarkan gambar diatas, proses alur

penelitian

yang

peneliti

lakukan,

mempunyai tiga tahapan yang berbeda.

yaitu, Analisis Bisnis Proses, Pemodelan

Proses Bisnis, Penyajian Proses Bisnis.

Peneliti sengaja membatasi kepada tiga

hal utama tersebut, agar dapat lebih fokus

dalam

melakukan

pemodelan

bisnis

proses

e-kelurahan,

menggunakan

standar aturan BPMN. Ketiga hal utama

yang peneliti jadikan alur penelitian dirasa

sudah cukup, dalam nantinya melakukan

pemodelan proses bisnis serta penyajian

bisnis proses kepada pihak – pihak terkait.

Untuk

dapat

dijadikan

reffrensi

pengembangan bisnis dimasa yang akan

datang. Dalam hal ini PT. AIU sebagai

pengembang

aplikasi

e-kelurahan

prabumulih.

4. Hasil dan Pembahasan

Berikut ini merupakan serangkaian keluaran yang di dasarkan kepada objektifitas penelitian:

1. Pada saat mencoba memulai proses yang diawali dengan mendefinisikan masalah di PT. AIU. Peneliti menetapkan batasan masalah, khususnya dalam pemodelan proses bisnis pada aplikasi e-kelurahan menggunakan BPMN. Proses penetapan batasan masalah ini didapat dengan cara wawancara dan observasi kepada pimpinan, dalam hal ini direktur utama dan direktur IT, serta tim pengembang aplikasi. 2. Selanjutnya pada tahap ini, dilakukanlah

proses lebih lanjut dari hasil definisi masalah tersebut, yang kemudian Peneliti melakukan analisis dan studi literatur berkaitan dengan pemodelan proses bisnis, yang nantinya dijadikan acuan diagram notasi pemodelan bisnis proses e-kelurahan.

3. Tahapan selanjutnya adalah menggunakan hasil dari analisis serta studi literatur untuk membuat SIPOC dan Peta Relasi serta pemodelan penyajian bisnis proses dengan menggunakan BPMN.

4. Beberapa tahapan telah dilakukan dalam penelitian ini, akan tetapi peneliti menambahkan idef0 (Icam Definition for Function Modeling). Agar object materi pembahasan menjadi semakin tajam dan komprehensif.

Berikut adalah beberapa gambaran dan notasi alur kerja yang dapat peneliti simpulkan, dari studi analisis dan studi literatur mengacu

(6)

Penerapan Business Process Modeling Notation (BPMN) Untuk Memodelkan kepada objek referensi judul pembahasan

dalam penelitian ini:

1. Diagram Program Kerja dan Kemitraan

Gambar 3. Diagram Program Kerja dan Kemitraan. Sumber: Document PT. AIU diolah Berdasarkan gambar diatas, Program Kerja dan Kemitraan antara Pemkot Prabumulih dan PT. AIU. Memiliki target atau sasaran, bahwa kerja sama ini harus memberikan manfaat yang sebesar – besarnya bagi masyarkat, khususnya masyarakat kota prabumulih. Perbaikan dalam hal pelayanan publik dapat dilihat dari beberapa aspek seperti:

a) Tata Kelola yang lebih baik, Pelayanan Online, Paperless, terukur, data valid, real time, sesuai dengan SOP.

b) Pengedalian dan Monitoring, Pemberian subsidi tepat sasaran, Informasi jumlah penduduk, Penggunaan KPI untuk ASN c) Peningkatkan Pendapatan Asli Daerah

Pendataan wajib pajak secara lebih akurat, Pemberian KUR kepada masyarkat secara tepat

d) d Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan lapangan kerja dan peningkatan ketrampilan dengan memberika pelatihan, pedampingan secara baik, Memberikan akses informasi yang seluas – luasnya kepada masyarakat agar mudah dalam memulai usaha. 2. Proses Manajemen Proyek Perangkat

Lunak E-Kelurahan

Dibagi dalam 4 tahapan pelaksaan proyek sebagai berikut:

a. Tahapan Planning

Meliputi requirement gathering dan business analysis dimana dilakukannya proses pengumpulan informasi, serta brainstorming antara pihak terkait. Sehingga informasi

tersebut dapat dijadikan sebagai bahan analisis dalam tahapan selanjutnya. Kesepakatan antara pihak vendor dan pemerintah kota yang telah di sepakati, seperti waktu pengerjaan proyek, term payment, pembentukan tim kerja. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama, karena berdasarkan kesepakatan antara pihak terkait. Harus dituangkan dalam bentuk document perjanjian kerja sama antara vendor dan pihak pemerintah kota. Pihak vendor sebagai pihak yang di tunjuk oleh pihak pemerintah kota, menunggu document perjanjian kerja sama. Yang dimana document tersebut dibuat oleh pihak pemerintah, dalam hal ini yang ditugaskan dalam pembuatan document perjanjian ini adalah diskominfo pemerintah kota prabumulih.

b. Tahapan Design

Pada tahapan ini, proses pengerjaan design dilakukan yang dimana melalui 2 tahapan. Terdiri dari High level design dan Detailed Design, high level design yaitu pengerjaan penambahan fungsi yang diperlukan di dalam web aplikasi e-kelurahan. Contoh penambahan fungsi agenda, posyandu. Detailed design, adalah penambahan atau pergantian dari label, gambar atau logo, huruf, serta tulisan - tulisan yang bertujuan mendeskripsikan maksud dari pemerintah kota, agar informasi dapat tersampaikan dengan baik serta digunakan dengan mudah oleh masyarakat. Tahapan ini tidak memakan waktu terlalu lama, karena sifat dari web aplikasi ini adalah white lable jadi struktur dasar atau template dari web aplikasi ini sudah dibuat terlebih dahulu atas dasar dan fungsi yang serupa.

c. Tahapan Development & Testing Pada tahapan ini, terdiri dari:

1. Software set up requirement adalah persiapan spesifikasi dan kebutuhan operasional.

2. Implement web application setelah proses persyaratan spesifikasi dan kebutuhan operasional terpenuhi.

3. Training assistance adalah proses pedampingan atau pelatihan untuk mulai dari instalasi, penggunaan web aplikasi, troubleshooting.

4. Integration testing adalah proses trial and error pada aplikasi e-kelurahan, agar jika terjadi error atau malfunction dapat langsung ditindak lanjuti serta dilakukan troubleshooting.

5. Maintenance web application adalah proses pemeliharaan dari software e-kelurahan seperti update software, patch software.

(7)

6. Submission of user manual adalah tahapan proses akhir dari proyek manajemen e-kelurahan, dengan kata lain sebagai penyerahan buku panduan manual untuk pengguna web aplikasi e-kelurahan.

3. RACI Chart Manajemen Proyek E-Kelurahan

Tabel 1. RACI Chart Manajemen Proyek E-Kelurahan

Sumber: Document PT. AIU diolah

Pada tabel di atas menunjukan pelaksana dan penanggung jawab tugas, peneliti menggunakan RACI Chart untuk memperlihatkan tugas pokok dan fungsi dari masing – masing pelaksana dan penanggung jawab proyek e-kelurahan. RACI Chart mempunyai 4 parameter yang terdiri dari: 1. Responsible

2. Accountable 3. Consulted 4. Informed

Dari proses analisis responsible accountable consulted informed (RACI). Dapat terlihat tanggung jawab dari masing – masing jabatan dalam menangani pekerjaan proyek web aplikasi smart government e-kelurahan yang sedang dikerjakan oleh PT. Ammacue Ihalals Ummatin (AIU), Bersama dengan pemerintah kota prabumulih. Sehingga jika terjadi kesalahan pada saat pelakasanaan dapat melihat siapa saja yang bertanggung jawab pada masing – masing pekerjaan.

4. SIPOC dan Peta Relasi

Sistem manajemen yang diterapkan setiap Instansi dan Lembaga, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pencapaian hasil yang lebih baik. Penggunaan SIPOC dan Peta Relasi bertujuan untuk mengetahui, semua pihak yang memberikan manfaat serta penerima dari manfaat tersebut.

Berikut adalah gambar dari SIPOC dan Peta Relasi Proyek E-Kelurahan Prabumulih.

Tabel 11 SIPOC dan Peta Relasi Sumber: Document PT. AIU diolah

Pada bagian ini menunjukan Skema dari Supplier, Input, Process, Output, Costumer (SIPOC), dan Peta Relasi. Yang dimana proses SIPOC dapat menunjukan fungsi antar instansi serta kewenangannya. Mulai dari PT. AIU sebagai vendor pelaksanaan proyek, dan pemerintah Kota Prabumulih sebagai otoritas / peyelenggara proyek serta kelurahan sebagai penerima dari kebijakan Pemerintah Kota [4]. 5. Diagram Proses Bisnis Arsitektur Jaringan

Web Aplikasi

Gambar 3. Proses Bisnis Web Aplikasi Pada Gambar diatas merupakan jaringan arsitektur yang diajukan dalam Dokumen Rancangan Anggaran Biaya (RAB) PT. Ammacue Ihalals Ummatin, sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pihak PT. AIU, client dapat mengakses login melalui laman aplikasi smart government.

(8)

Penerapan Business Process Modeling Notation (BPMN) Untuk Memodelkan Berdasarkan beberapa tahapan proses

bisnis seperti perumusan masalah, identifikasi proses bisnis, serta pemetaan proses bisnis menggunakan BPMN. Maka proses bisnis tersebut menghasilkan beberapa point sebagai berikut:

1. 8 buah pool yaitu pool skema utama bisnis proses e-kelurahan, pool skema bisnis proses pendaftaran warga, pool skema bisnis proses sistem penanganan pendaftaran, pool skema bisnis proses hak akses user, pool skema bisnis proses permohonan e-kelurahan warga, pool skema jenis pelayanan e-kelurahan kepada warga, pool skema pelayanan petugas e-kelurahan kepada warga, dan pool skema pengesahan lurah. Dalam 8 buah pool terdapat lane yang berisikan 3 partisipan yaitu warga, petugas kelurahan, lurah.

2. Pada pool skema utama bisnis proses e-kelurahan, terdapat 3 lane dalam 1 pool. Yaitu warga sebagai pemohon, petugas e-kelurahan sebagai pemroses, dan lurah sebagai pengesahan.

3. Pada pool skema bisnis proses pendaftaran warga, terdapat 2 lane dalam 1 pool. Yaitu warga sebagai pemohon pendaftaran akun sistem pelayanan administrasi online, dan petugas e-kelurahan sebagai pemroses permintaan dari pemohon

4. Pada pool skema bisnis proses sistem penanganan pendaftaran, terdapat 2 lane dalam 1 pool. Yaitu warga sebagai pemohon pendaftaran akun yang diharuskan melengkapi syarat – syarat pendaftaran untuk mendapatkan layanan administrasi online, dan sistem e-kelurahan sebagai web aplikasi yang memproses permintaan dari pemohon. 5. Pada pool skema bisnis proses hak akses

user, terdapat 1 lane dalam 1 pool. Dan memiliki 2 event besar yang terdiri dari 6 sub event didalamnya. 1 event masing – masing memiliki 3 sub event, yaitu pada event klasifikasi user terdapat warga, petugas e-kelurahan, lurah. Pada event hak akses e-kelurahan terdapat sub event yaitu, identifikasi user, menyesuaikan hak akses, dan mengarahkan sesuai hak akses.

6. Pada pool skema bisnis proses permohonan e-kelurahan warga, terdapat 1 lane dalam 1 pool. Dimana dapat dilihat dua event penting, yang menjadi focus dalam memperoses permohonan yaitu pemrosesan online, dan offline. Dalam pool skema bisnis proses ini, dapat

dikategorikan tiga tahapan 1). Login user, 2). unggah berkas, 3). berkas diproses. Baik yang dilakukan secara online maupun offline. Memiliki skema yang sama dalam melakukan permohonan berkas.

7. Pada pool skema jenis pelayanan e-kelurahan kepada warga, terdapat 1 lane dalam 1 pool. Memiliki beberapa alur event, tetapi yang menjadi fokus perhatian utama adalah jenis pelayanan e-kelurahan.

8. Pada pool skema pelayanan petugas e-kelurahan kepada warga, terdapat 1 lane dalam 1 pool. Memiliki dua event tahapan utama 1). Pemeriksaan di berkas di awal, dan 2). Pemeriksaan pasca berkas diserahkan.

9. Pada pool skema pengesahan lurah, terdapat 1 lane dalam 1 pool. memiliki dua event utama yang menjadi fokus 1). Pengesahan secara online, dan 2). Pengesahan secara offline.

b. Pemodelan Proses Bisnis E-Kelurahan Menggunakan IDEF0

Berikut beberapa pemodelan proses bisnis menggunakan IDEF0 yang dibuat secara hirarki:

1. Hirarki Aktifitas IDEF0

Gambar 4. Hirarki Aktifitas IDEF0 Hirarki Aktifitas ini dibuat untuk memberikan nomor pada setiap proses, sehingga dapat memudahkan dalam melakukan pemodelan. Pemodelan dilakukan secara terurut dari proses A0 lalu proses A1, A2, dan A3, lalu proses A1, A1.1, A1.2, A1.3, A1.4, A1.5, dan A1.6, lalu proses A2, A2.1, A2.2, A2.3, A2.4, dan A2.5, sedangkan proses terakhir adalah A3, A3.1, A3.2, A3.3, A3.4, A3.5, A3.6. Berikut adalah beberapa gambar dari pemodelan IDEF0, yang dijelaskan secara detail dan komprehensif.

(9)

Gambar 5. Proses A0

Pada gambar diatas dijelaskan proses A0 yang merupakan awal dari semua proses yang ada, proses ini juga merupakan kerangka proses untuk proses lainnya yang lebih detail. Pada proses ini yang menjadi Input adalah Permohonan Kebutuhan Berkas Warga, Administrasi Login, E-Form, Pendaftaran Sistem E-Kelurahan Warga, dan NIK Warga. Sedangkan Control dari proses ini yang menjadi pengendali atas input dalam proses ini yaitu Prosedur Pelayanan Administrasi, User Account Security, Tanda Tangan Digital, Login Method, Pengisian E-Form. Mechanism dari proses ini adalah Petugas Kelurahan, Portal Web Aplikasi, Kriptografi, Database, Warga, Sistem E-kelurahan. Untuk Output dari proses ini yaitu Berkas Elektronik Siap Print, Berkas Telah Disahkan, Download Berkas, Email Notification, User Account Waraga, Pengesahan, Data Warga Terupdate, Data Warga Terverifikasi.

3. Proses A1, A2, dan A3

Gambar 6. Proses A1, A2, dan A3 Pada gambar diatas dijelaskan proses A1, A2, dan A3 pada proses ini dapat dilihat layanan elektronik apa saja yang dapat digunakan oleh warga, serta pelayanan apa saja yang dapat diberikan oleh sistem e-kelurahan dan petugas

kelurahan. Dalam proses ini penjelesan dari suatu pelayanan dan layanan belum terlalu dijabarkan dengan detail, tetapi akan dijelaskan dengan lebih detail pada proses – proses selanjutnya. Pada proses A1 yang menjadi Input adalah Pendaftaran Sistem E-Kelurahan Warga, E-Form, NIK Warga, Permohonan Kebutuhan Berkas. Sedangkan yang menjadi Control yaitu Prosedur Pelayanan Administrasi, dan Pengisian E-Form. Output dari proses ini adalah Data Warga Terupdate, User Account Sistem E-Kelurahan, dan Mechanism dari proses ini yaitu Petugas Kelurahan, Portal Web Aplikasi, Database, Sistem E-Kelurahan.

Pada proses A2 yang menjadi Input adalah Administrasi Login, User Account Warga. Control pada proses ini yaitu Login Method, User Account Security, Prosedur Pelayanan Administrasi, dan Output pada proses ini Pengesahan, Data Warga Terverifikasi, serta Layanan Administrasi Warga. Untuk Mechanism pada proses ini yaitu Petugas Kelurahan, Portal Web Aplikasi, Database, Sistem E-kelurahan serta Application Middleware.

Pada proses A3 yang menjadi Input adalah Data Warga Terverifikasi, Permohonan Kebutuhan Berkas, dan yang menjadi Control yaitu Tanda Tangan Digital, Prosedur Pelayanan Administrasi, serta Pengisian E-Form. Output pada proses ini adalah Berkas Elektronik Siap Print, Berkas Telah Disahkan, Download Berkas, Email Notication, dan Mechanism pada proses ini yaitu Petugas Kelurahan, Portal Web Aplikasi, Database, Sistem E-Kelurahan serta Kriptografi.

Pada proses A1, A2, dan A3 merupakan dekomposisi atau pecahan dari proses sistem pelayanan e-kelurahan pada IDEF A0. Proses pendaftaran ini menghasilkan beberapa output yang salah satunya user account warga, output ini juga merupakan inputan bagi proses yang bersangkutan yaitu proses login hak akses users. Karena salah satu inputan bagi proses login hak akses users, adalah output dari proses A1. Pada proses A2 fungsi Control Prosedur Pelayanan Administrasi, Metode login, serta user security digunakan sebagai pengendalian dari users untuk login kedalam sistem. Beberapa mekanisme untuk kotak A2, salah satunya application middleware digunakan sebagai authentifikasi dan validasi users, jika ingin masuk kedalam sistem. Output A2 merupakan inputan untuk proses selanjutnya yaitu, kotak A3 dimana data warga terverifikasi keluaran A2, digunakan untuk melakukan proses permohonan e-kelurahan warga pada kotak A3. Karena proses A1, A2,

(10)

Penerapan Business Process Modeling Notation (BPMN) Untuk Memodelkan dan A3 memiliki kesinambungan, sehingga

panah Output dari proses – proses sebelumnya dapat langsung disambungkan, yang nantinya menjadi satu – kesatuan proses yang utuh.

4. Proses A1.1, A1.2, A1.3, A1.4, A1.5, A1.6.

Gambar 7 Proses A1.1, A1.2, A1.3, A1.4, A1.5, A1.6

Pada gambar diatas dijelaskan proses A1.1, A1.2, A1.3, A1.4, A1.5, A1.6 pada proses ini merupakan dekomposisi dari proses IDEF A1. Pada bagian ini akan diberikan penjelasan lebih detail mengenai proses A1. Pada kolom proses A1.1, yaitu Akses Portal Sistem yang menjadi Input adalah Pendaftaran Sistem E-Kelurahan Warga, dan System Administrator, serta Output pada kolom A1.1, adalah akses membuat user account, untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A1.2. Pada kolom A1.2, yang menjadi Control adalah Prosedur Pelayanan Administrasi, Pengisian Formulir Elektronik, dan User Account Security, serta yang menjadi Output adalah Data Warga Baru. Untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A1.3. Pada kolom A1.3, yaitu Pengisian Formulir Elektronik, yang menjadi Input selain Output A1.2. NIK Warga, juga termasuk Input untuk menghasilkan Output pada proses selanjutnya. Output pada kolom A1.3, adalah Kelengkapan Data Permohonan, yang selanjutnya dijadikan Input pada kolom A1.4. Pada kolom A1.4, yaitu Unggah Persyaratan Dokumen yang menjadi Output adalah Input Data Permohonan, yang selanjutnya dijadikan Input pada kolom A1.5. Pada kolom A1.5, yaitu Proses Registrasi yang menjadi Output adalah Data Warga Terupdate, dan Periksa Kelengkapan Data, yang selanjutnya dijadikan Input pada kolom A1.6. Pada kolom A1.6, yaitu Verifikasi dan Validasi yang menjadi Output adalah Mendapatkan User Account & Password Login.

Untuk Control lainya pada kolom A1.1 sampai dengan A1.6 adalah Prosedur

Pelayanan Administrasi, karena sudah merupakan standar operasional prosedur dalam administrasi pemerintahan. Untuk Mechanism A1.1 sampai dengan A1.6 adalah Portal Web Aplikasi, dan Sistem E-Kelurahan, yang merupakan Mechanism utama untuk setiap proses pada kolom yang ada. Pada kolom A1.2 sampai dengan A1.6 yang menjadi Mechanism adalah Database, dan Petugas Kelurahan. Karena merupakan operator dan rangkain sistem yang melakukan administrasi pelayanan secara online, selain Mechanism utama yang telah disebutkan. Untuk Input A1.1, A1.5, dan A1.6, adalah System Administrator. Karena hanya sistem administrator yang dapat melakukan Proses Registrasi, Verifikasi dan Validasi.

5. Proses A2.1 – A2.5

Gambar 49 Proses A2.1 - A2.5

Pada gambar diatas dijelaskan proses A2.1, A2.2, A2.3, A2.4, A2.5, pada proses ini merupakan dekomposisi dari proses IDEF A2. Pada bagian ini akan diberikan penjelasan lebih detail mengenai proses A2. Pada kolom proses A2.1, yaitu Identifikasi Users yang menjadi Input adalah Administrator Login, User Account Warga, serta yang menjadi Control adalah Prosedur Pelayanan Administrasi, User Account Security, dan Login Method. Output pada kolom A2.1, adalah Akses Sistem, untuk selanjutnya dijadikan input pada kolom A2.2. Pada kolom A2.2, yaitu Klasifikasi Users yang menjadi Output adalah Pengecekan Hak Akses, dan Profile Data Hak Akses Users, untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A2.3. Pada kolom A2.3, yaitu Permohonan Berkas yang menjadi Control adalah Pengisian Formulir Elektronik, serta yang menjadi Output yaitu Data NIK Pemohon, dan Verifikasi dan Validasi Data. Untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A2.4. Pada kolom A2.4, yaitu Memproses Berkas yang menjadi Output adalah File Elektronik Diteruskan, untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A2.5.

(11)

Pada kolom A2.5, yaitu Pengesahan yang menjadi Control adalah Tanda Tangan Digital, dan Output yang dikeluarkan berupa Data NIP Petugas Berwenang.

Untuk Input lainnya pada kolom A2.1, A2.2, yaitu Administrator Login, dan User Account Warga. Sistem akan melakukan Identifikasi serta Klasifikasi Users, untuk selanjutnya mempergunakan sesuai dengan aturan. Pada kolom A2.3, yang menjadi Input lainnya adalah User Account Warga, dimana diberikan batasan oleh sistem untuk penggunaan layanan bukan sebagai account admin. Pada kolom A2.4, A2.5, yang menjadi Input lainnya adalah Administrator Login, dimana sistem akan memberikan akses yang lebih besar sesuai dengan kapasitasnya sebagai admin sistem.

Mechanism Sistem E-Kelurahan digunakan pada kolom A2.1, A2.2, A2.3, A2.4, A2.5. Sedangkan Mechanism Database digunakan pada kolom A2.1, A2.3, A2.4. Mechanism Application Middleware digunakan pada kolom A2.1, A2.2. Mechanism Petugas Kelurahan digunakan pada kolom A2.3, A2.4, A2.5. Mechanism Portal Web Aplikasi digunakan pada kolom A2.3, A2.4. Mechanism Kriptografi digunakan pada kolom A2.5. 6. Proses A3.1 – A3.6

Gambar 8 Proses A3.1 - A3.6

Pada gambar diatas dijelaskan proses A3.1, A3.2, A3.3, A3.4, A3.5, A3.6, pada proses ini merupakan dekomposisi dari proses IDEF A3. Pada kolom proses A3.1, yaitu Login User Account yang menjadi Input adalah Administrator Login, User Account Warga, serta yang menjadi Control adalah Prosedur Pelayanan Online, User Account Security, dan Login Method. Output pada kolom A3.1, adalah Login Access, dan Pengecekan Hak Akses Users, untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A3.2. Pada kolom A3.2, yaitu Penggunaan Jenis Layanan yang menjadi Output adalah Access Service, untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A3.3.

Pada kolom A3.3, yaitu Permintaan Keperluan Dokumen yang menjadi Output adalah Request Service, untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A3.4.

Pada Kolom A3.4, yaitu Proses Permintaan Dokumen yang menjadi Output adalah Cek User Data Requirement, dan Pengecekan Kelengkapan Data Warga, untuk selanjutnya dijadikan Input pada kolom A3.5. Pada kolom A3.5, yang menjadi Output adalah File Berkas Selesai Diproses, yang selanjutnya dijadikan Output pada kolom A3.6. Pada kolom A3.6, yaitu Pengiriman Berkas Melalui Email, yang menjadi Output adalah QR Code Berkas Keperluan, File Berkas Keperluan Elektronik Siap Print.

Untuk Input lainnya pada kolom A3.1, A3.5, A3.6, yaitu Administrator Login, sistem akan memberikan otoritas sebagai admin untuk melakukan pelayanan administratif. Sedangkan pada Input lainnya pada kolom A3.1, A3.2, A3.3, A3.4, yaitu User Account Warga, sistem akan memberikan otorias hanya sebatas sebagai pengguna layanan administrasi online.

Untuk Control lainnya pada kolom A3.2, A3.3, A3.4, A3.5, A3.6, yaitu Prosedur Pelayanan Administrasi, merupakan standard operasional pelayanan administrasi yang ada pada pemeritahan, sehingga menjadi acuan Control pada sistem pelayanan administrasi online ini. Sedangkan Control lainnya pada kolom A3.5, yaitu Tanda Tangan Digital, digunakan sebagai keabsahan suatu dokumen melalui mekanisme penandatanganan secara digital, yang dianggap setara atau sama dimata hukum dengan tanda tangan basah.

Mechanism Sistem E-Kelurahan digunakan pada kolom A3.1, A3.2, A3.3, A3.4, A3.5, A3.6. Sedangkan Mechanisme Application Middleware digunakan pada kolom A3.1. Mechanism Database digunakan pada kolom A3.1, A3.4, A3.5. Mechanism Portal Web Aplikasi di gunakan pada kolom A3.1, A3.2, A3.3. Mechanism Petugas Kelurahan digunakan pada kolom A3.4. Mechnism Kriptografi digunakan pada kolom A3.5.

c. Analisis Pemodelan IDEF0

Dari hasil pemodelan IDEF0, menghasilkan beberapa point, yaitu:

1. Diketahui Proses Bisnis yang dapat dilakukan oleh warga dalam melakukan permintaan pelayanan administrasi online, dengan menggunakan Sistem E-Kelurahan diantaranya adalah melakukan Pendaftaran Akun Sistem E-Kelurahan, Penggunaan Hak Akses Login, dan Proses Permohonan E-Kelurahan warga.

(12)

Penerapan Business Process Modeling Notation (BPMN) Untuk Memodelkan 2. Pada 3 jenis proses bisnis yang terdapat

pada sistem e-kelurahan, khususnya pada pelayanan administrasi online diantaranya, Pendaftaran Akun Sistem E-Kelurahan dapat dilakukan dengan menggunakan mechanism online maupun offline sesuai dengan syarat – syarat yang diwajibkan. Lalu Penggunaan Hak Akses Login, sistem e-kelurahan dapat melakukan klasifikasi terhadap pengguna sistem berdasarkan user account yang terdaftar dalam database. Yang nantinya sistem akan memberikan otoritas sesuai dengan hak sebagai pengguna layanan administrasi online, maupun sebagai administrator sistem yang bertugas melakukan proses registrasi, pengesahan, dan monitoring. Sedangkan untuk Proses Permohonan E-Kelurahan Warga, pemohon dalam hal ini warga pengguna layanan administrasi online dapat mengajukan permintaan layanan administrasi secara online, sesuai dengan kebutuhan berkas warga. Petugas E-Kelurahan bertindak sebagai operator berhak melakukan pemrosesan permintaan pemohon berkas, serta melakukan pengesahan melalui tanda tangan digital yang sudah sesuai dengan standard keamanan menggunakan kriptografi asimetris.

3. Dengan menggunakan IDEF0, proses bisnis yang terjadi dalam sistem e-kelurahan dapat digambarkan dengan lebih detail. Sehingga bermanfaat dalam melakukan penjelasan proses yang saling berkaitan, dengan ruang lingkup penelitian. Baik penjelesan pada sistem yang berjalan otomatis maupun manual.

5. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian sistem E-Kelurahan yang telah dibangun sebelumnya oleh PT. Ammacue Ihalals Ummatin. Dengan menggunakan metode BPMN (Business Process Modeling Notation) sebagai pemodelan utama dalam penelitian ini, serta beberapa alat bantu pemodelan lain seperti IDEF0 (Icam Definition for Function Modeling), dan ERD (Entity Relationship Diagram) dirasa sudah mencukupi untuk melakukan penggambaran pemodelan dari aplikasi E-Kelurahan. Dimana semua alat bantu pemodelan tersebut, sudah dapat memberikan gambaran sistem aplikasi E-Kelurahan secara komprehensif.

Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan, bahwa pemodelan sistem E-Kelurahan dengan menggunakan BPMN (Busines Process Modeling Notation) sudah

layak untuk disajikan kepada PT. Ammacue Ihalals Ummatin. Peryataan ini didukung oleh hasil wawancara, observasi, Konsultasi, serta berbagai macam informasi tambahan yang diberikan oleh PT. Ammacue Ihalals Ummatin. Dan yang terpenting bahwa pemodelan sistem E-Kelurahan dengan menggunakan BPMN ini, telah dilaporkan dan diserahkan kepada PT. Ammacue Ihalals Ummatin selaku pemberi izin penelitian ini. Sebagaimana juga PT. Ammacue Ihalals Ummatin memberikan penilain kelayakan pada penelitian ini, dan telah disetujui kelayakan dari proses pemodelan ini oleh PT. AIU.

Skema bisnis proses e-kelurahan ini diharapkan, dapat menjadi salah satu alat sebagai bahan penelitian lebih lanjut. Yang sesuai dengan penelitian sejenis, agar implementasi jika akan membuat proyek sejenis tidak dimulai dari awal. Serta melakukan tahap testing pada proses pelaksaan proyek untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kegagalan dan kesalahan sistem.

6. Pustaka

[1] E-Government, The Road to Innovation; Principles and Experineces in Korea by Hwan Jeong-Kuk, 2007. ISBN: 978-8-9900-8636-5.

[2] Pemerintah Indonesia. 2018. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

[3] Kasemin, K. (2015). Agresi Perkembangan Teknologi Informasi, Edisi Pertama. ISBN: 978-602-1186-29-9 303.483.3.

[4] Komala Sari, S. Asniar. (2015). Analisis Dan Pemodelan Proses Bisnis Prosedur Pelaksanaan Proyek Akhir Sebagai Alat Bantu Identifikasi Kebutuhan Sistem, ISSN: 2085-3688; e-ISSN: 2460-0997.

[5] BPMN, The Business Process Modeling Notation: Poket Handbook by Briol Patrice, 2008 First Edition ISBN: 978-1-4092-0299-8.

[6] Permenpan rb. 2018. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 411.

[7] Perseroan Terbatas Amacue Ihalals Ummatin (PT. AIU). 2019.No. 09/DIR1/AIU/II/2019 Tentang Perencanaan, Pengembangan, Implementasi Smart City Khususnya Smart Government di Kota Prabumulih.

Gambar

Gambar 3. Diagram Program Kerja dan  Kemitraan. Sumber: Document PT. AIU diolah
Tabel 11 SIPOC dan Peta Relasi  Sumber: Document PT. AIU diolah
Gambar 4. Hirarki Aktifitas IDEF0
Gambar 5. Proses A0
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tidak ada metode khusus untuk mengukur pengalaman pengguna (user experience) terhadap suatu produk/layanan interaktif, sehingga sebagian besar evaluasi yang

Berdasarkan gambar 9 di atas, bahwa Sistem Informasi Pengelolaan Data Rekam Medis Pasien pada Puskesmas Dasan Agung memiki sebuah databae yang didalamnya terdapat

Triase forensik digital diterapkan sesuai kondisi insiden yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara, yang berkorelasi dengan personel atau actor yang melakukan

Abstrak- Desa Bayan adalah salah satu desa yang ada di Kabupaten Lombok Utara, masyarakat Bayan terancam mengalami pengikisan informasi sedikit demi sedikit,

Dari pembahasan analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa perilaku konsumen yang cenderung memanfaatkan digital payment system berpengaruh negatif dan signifikan

tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji teknologi yang sudah ada apakah teknologi tersebut sudah tepat dan dilaksanakan dengan baik atau tidak dengan standar

Keunggulan metode simple additive weighting dibanding dengan sistem pendukung keputusan yang lain terletak pada kemampuannya dalam melakukan penilaan secara lebih tepat

Konsep dari penelitian ini adalah membandingkan model pengendalian kebocoran gas dengan menggunakan aplikasi telegram dan blynk untuk mengetahui manakah dari dari