• Tidak ada hasil yang ditemukan

EXPLORE Volume 11 No 2 Tahun 2021 p-issn : X Terakreditasi Sinta 5 SK No : 23/E/KPT/2019 e-issn : X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EXPLORE Volume 11 No 2 Tahun 2021 p-issn : X Terakreditasi Sinta 5 SK No : 23/E/KPT/2019 e-issn : X"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Stok Obat Pada Apotek Karya Husada

Haikal Wahyudi1, Zaeniah2, Salman3 Universitas Teknologi Mataram1,2,3

[email protected]1, [email protected]2 , [email protected]3

Abstrak – Apotek Karya Husada adalah salah satu apotek yang berada pada Lombok Timur Kecamatan Masbagik, pada apotek tersebut sistem pengolahan data untuk menangani data obat masuk, obat keluar, serta laporan masih menggunakan aplikasi perkantoran seperti Microsoft excel dan data transaksi penjualan serta pembelian masih menggunakan buku tanpa adanya sistem informasi yang terintegrasi. Hal ini akan menyulitkan ketika ingin melakukan pengecekan terhadap obat yang akan kadaluwarsa maupun pengecekan stok obat secara langsung dikarenakan banyaknya jenis obat yang ada dan rentan terjadi kesalahan serta kesulitan pada saat proses pembuatan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Sistem yang bisa digunakan untuk mecatat data penjualan obat, pencatatan stok obat, dan untuk mempermudah pembuatan laporan.

Dengan adanya Sistem Informasi Pengelolaan Stok Obat Pada Apotek ini, mampu mengatasi masalah pengolahan data dan mempercepat proses kerja dan meningkatkan keakuratan dalam pengolahan stok obat.

Kata kunci: Web; Codeigniter, stok, Sistem Informasi;

Abstract - Apotek Karya Husada is one of the pharmacies located in East Lombok, Masbagik District, at the pharmacy the data processing system is to handle incoming drug data, outgoing drugs, and reports still using office applications such as Microsoft excel and sales and purchase transaction data still using books without any integrated information system. This will be done when you want to check for expired drugs or check stock directly because there are many types of drugs that are available and are prone to errors and difficulties during the reporting process. This study aims to create a system that can be used to record drug sales data, record drug stock, and to facilitate report generation. With the Drug Stock Management Information System at the Pharmacy, it is able to overcome data processing problems and speed up the work process and increase accuracy in drug processing.

Keyword : Web; Codeigniter Stock, Information System;

1. Latar Belakang

Pada era globalisasi sekarang perkembangan Teknologi Informasi sudah sangat berkembang pesat, menuntut setiap kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan selalu menggunakan teknologi berbasis komputer. Perkembangan Teknologi Informasi semakin pesat dengan munculnya berbagai software dan hardware pendukung yang terbilang canggih. Dalam perkembangannya Teknologi Informasi sudah banyak diterapkan di berbagai bidang baik di bidang kesehatan, ekonomi, maupun pemerintahan. Pada bidang kesehatan penggunaan Teknologi Informasi sangat diperlukan contohnya pada apotek- apotek Teknologi Informasi diperlukan untuk melakukan pengelolaan data, seperti pengelolaan data obat, obat masuk, obat keluar, pembuatan laporan, maupun pembelian obat.

Apotek Karya Husada adalah salah satu apotek yang berada pada Lombok Timur Kecamatan Masbagik, pada apotek tersebut sistem pengolahan data untuk menangani data

obat masuk, obat keluar, serta laporan masih menggunakan aplikasi perkantoran seperti Microsoft excel dan data transaksi penjualan serta pembelian masih menggunakan buku tanpa adanya sistem informasi yang terintegrasi. Hal ini akan menyulitkan ketika ingin melakukan pengecekan terhadap obat yang akan kadaluwarsa maupun pengecekan stok obat secara langsung dikarenakan banyaknya jenis obat yang ada, sehingga dibutuhkan sebuah sistem informasi untuk mengelola data obat pada apotek Karya Husada agar pengelolaan data menjadi lebih cepat dan efisien.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada penelitian ini akan dibuat sebuah Sistem Informasi Pengelolaan Stok obat untuk meningkatkan efisiensi pada saat proses pengelolaan data obat, data transaksi, dan pembuatan laporan. sistem ini juga dapat mengelola data pada apotek Karya Husada mulai dari proses pencarian data obat yang akan masuk masa kadaluwarsa dan

(2)

Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Stok Obat Pada Apotek Karya mempermudah dalam proses pengecekan

stok obat.

2. Kajian Pustaka

Penelitian tentang pembuatan sistem informasi pengelolaan data obat sudah dilakukan sebelumnya oleh beberapa peneliti yaitu penelitian yang dilakukan oleh Beni Astario yang berjudul “ Sistem Informasi Pengelolaan Data Obat “ yang diialkukan pada Puskesmas Waai menjelaskan bahwa sistem informasi pengelolaan data obat yang dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan data obat pada puskesmas tersebut dengan menggunakan metode pengembangan sistem yaitu Extreme Programming[8].

Selain itu penelitian ini juga pernah dilakukan oleh Nofri Yudi Arifin dan Okta Veza dengan judul “Dashboard Sistem Aplikasi Pengelolaan Obat”. Penelitian tersebut dilakukan pada instansi pemerintah yang ada dilingkungan Kota Batam[9].

Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah pada metode pengembangan sistem yang akan digunakan yaitu metode waterfall dan objek penelitian pada Apotek Karya Husada.

3. Perancangan Sistem / Metode Penelitian a. Metode Penelitian

Metode Waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak yang berurutan dari atas ke bawah, seperti air terjun melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian.

Dalam pengembangannya Metode Waterfall ini memiliki beberapa tahapan yang terurut yaitu : requirement, design, Implementation, Verification, dan Maintenence.[7]

Gambar Metode Waterfall :

Gambar 1. Metode Waterfall

Penjelasan Metode Pengembangan Waterfall : 1. Requirement

Dalam langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data pada tahap ini dapat dilakukan dengan cara melakukan sebuah penelitian, wawancara atau studi literature.[7]

Pada tahap ini peneliti akan menganalisis sistem yang sudah ada pada apotek karya husada dan melakukan pengumpulan data, untuk mendapatkan data yang sesui peneliti melakukan wawancara, studi literature, dan observasi. Data yang sudah didapat kemudian akan dianalisi untuk mendapatkan data yang akan diguanakan pada sistem yang akan dibuat.

2. Design

Proses design akan menterjemahkan syarat kebutuhan ke sbuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat koding. Proses ini hanya berfokus pada

a. struktur data

b. arsitektur perangkat lunak c. representasi interface

d. detail algoritma procedural.[7]

Pada tahapan ini dilakukan perancangan terhadap sistem informasi yang akan dibuat dengan menggunakan UML(Unified Modeling Language) berupa Use Case digunakan untuk mengetahui berapa jumlah pengguna yang menggunakan sistem informasi ini dan menu apa saja yang dapat diakses, dan menggambarkan model sistem aliran kerja menggunakan Activity Diagram. Kemudian pembuatan model data dengan cara menggambar table – table serta relasi antar table dengan menggunakan ERD(Entity Relationship Diagram).

3. Implementation

Coding merupakan proses penerjemahan design web aplikasi yang sudah dibuat ke dalam bahasa yang bisa dikenali atau dimengerti oleh komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan menerjemahkan transaksi yang dilakukan oleh user (Pengguna). Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem.[7]

Pada tahapan ini semua rancangan dan desain yang sudah dibuat akan diterjemahkan ke dalam bentuk bahasa pemrograman yang bisa demengerti oleh komputer. Pada tahap implementasi ini digunakan framework CodeIgniter untuk bahasa pemrogramannya, VS Code sebagai text aditor, dan beberapa tools pendukung lainnya.

4. Verification

Pada tahapan verification ini bisa dikatakan sebagai akhir dalam pembuatan

(3)

sebuah sistem. Dilakukan pengujian sistem yang telah dibuat untuk untuk meminimalisir kesalahan error pada sistem yang dibuat.[7]

Pada tahapan ini dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa tidak ada fitur yang bermasalah dan juga untuk meminimalisir error pada sistem informasi yang dibuat. Jika ditemukan error pada saat pengujian maka akan dilakukan perbaikan.

5. Maintenance

Perangkat lunak yang sulit atau susah disampaikan kepada pengguna pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut dikarenakan mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan atau perangkat lunka tersebut tidak user friendly, atau karena pengguna membutuhkan perkembangan fitur fitur pada perangkat lunak.[7]

Pemeliharaan dilakukan untuk memperbaiki sistem yang sudah dibuat jika terdapat error dan juga jika ada permintaan penambahan fitur dari user. Pemeliharaan ini bertujuan untuk membuat Sistem selalu berjalan baik dan fungsional.

b. Perancangan Sistem 1. Flowchart Sistem Baru

Gambar 2. Flowchart Sistem Baru

Flowchart diatas menjelaskan tentang alur sistem yang terdapat pada Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian obat ini.

Penjelasan terkait flowchart diatas adalah sebagai berikut :

1. Mulai.

2. Customer datang ke Apotek.

3. Customer bertanya kepada apoteker terkait obat yang akan dibeli.

4. Apoteker memberi tahu customer terkait obat yang ditayakan.

5. Customer menerima info obat yang sudah ditanyakan dan jika obat tidak ada maka akan selesai, jika obat ada maka customer melakukan pembelian obat.

6. Apoteker kemudian menginputkan data data obat beserta jumlah obat yang dibeli dan menginformasikan jumlah pembayaran yang harus dibayar customer.

7. Customer menerima info jumlah pembayaran dari apoteker dan melakukan pembayaran ke apoteker sesuai jumlah yang sudah di infokan.

8. Lalu apoteker menerima pembayaran dari customer dan menginputkan pembayaran beserta data – data obat yang sudah dibeli oleh customer dan melakukan penyimpanan data ke dalam Basis Data.

9. Setelah melakukan penyimpanan data, apoteker mencetak nota transaksi pembelian obat dan menyerahkan nota tersebut ke customer.

10. Customer menerima nota pembelian obat beserta obat yang yang sudah dibeli dan selesai. Lalu apoteker membuat laporan transaksi penjualan obat yang akan diserahkan ke pimpinan apotek.

11. Pimpinan apotek menerima laporan penjualan obat.

12. Selesai.

2. Use Case Diagram

(4)

Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Stok Obat Pada Apotek Karya Gambar 3. Use Case Admin

Gambar 4. Use Case Apoteker

Gambar 5. Use Case Pimpinan 3. Entity Relationship Diagram

Gambar 6. ERD Apotek 4. Implementasi Sistem dan Hasil a. Pembahasan Sistem

1. Form Login

Form login merupakan halaman penghubung dengan sistem yang harus diakses pertama kali untuk bisa masuk ke sistem. Form login bisa diakses oleh admin, apoteker dan pimpinan. Sebelum login pengguna harus memasukkan password dan username terlebih dahulu pada form yang sudah disediakan.

Gambar 7. Form Login 2. Halaman Beranda

Pada halaman beranda terdapat banyak menu yang dapat diakses oleh pengguna dan juga terdapat data jumlah obat, supplier, pendapatan per hari dan juga pedapatan per bulan.

Gambar 8. Halaman Beranda 3. Data Obat

Tampil data obat merupakan halaman yang digunakan untuk mendata obat – obatan, pada

(5)

tampil data obat pengguna bisa melakukan aksi seperti tambah data, ubah data, dan hapus data obat.

Gambar 9. Data Obat 4. Data Supplier

Tampil data supplier merupakan halaman yang digunakan untuk mencatat data supplier.

Pada halaman data supplier pengguna bisa melakukan aktifitas seperti menambah data, mengubah data, dan menghapus data.

Gambar 10. Data Supplier 5. Transaksi Penjualan

Transaksi penjualan merupakan halaman yang digunakan melakukan transaksi penjualan antara apoteker dan pembeli. Pada halaman transaksi penjualan terdapat data – data seperti nomor transaksi, tanggal, dan apoteker. Jika tombol cari di klik maka akan muncul daftar obat yang ada di apotek.

Dengan adanya transaksi penjualan ini dapat mengurangi stok obat pada Apotek Karya Husada.

Gambar 11. Data Transaksi Penjualan

Gambar 12. Form Transaksi Penjualan 6. Transaksi Pembelian

Transaksi pembelian merupakan halaman yang digunakan untuk melakukan pembelian obat pada supplier yang sudah terdaftar pada sistem. Dengan adanya transaksi pembelian ini dapat menambah jumlah stok obat pada apotek Karya Husada.

Gambar 13. Form Transaksi Pembelian 7. Laporan

Halaman laporan digunakan untuk membuat laporan penjualan obat, laporan pembelian, dan laporan stok obat.

Gambar 14. Laporan 8. Fitur Notifikasi

Pada sistem informasi ini terdapat fitur notifikasi untuk memberikan informasi obat yang akan kadaluwarsa, obat kadaluwarsa, obat habis, dan obat yang akan habis.

Gambar 15. Fitur Notifikasi b. Pengujian Sistem

(6)

Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Stok Obat Pada Apotek Karya Pengujian pada Sistem Informasi Pengelolaan

Stok Obat pada Apotek Karya Husada menggunakan metode pengujian sistem Black Box untuk mengetahui kekurangan pada sistem. Pada hasil pengujian terdapat tabel yang berfungsi untuk menyimpulkan apakah sistem yang dibuat berhasil atau tidak dalam pengujian..

Table 1. Black Box No Deskripsi

Pengujia n

Sekena rio Uji

Hasil Yang Diharapkan

Hasil

1 Login Mengisi Userna me dan Passwo rd, kemudi an meneka n tombol Masuk

Menampilka n informasi berhasil atau gagal login

Y

2 Menu Data Obat

Memili h menu obat

Menampilka n data obat yang sudah diinputkan

Y

3 Menu Supplier

Memili h menu supplier

Menampilka n data supplier yang sudah diinputkan

Y

4 Menu Satuan

Memili h menu satuan obat

Menampilka n data satuan obat yang sudah diinputkan pada sistem

Y

5 Menu Kategori

Memili h menu kategori

Menampilka n data ketegori yang ada pada sistem

Y

6 Menu Transaksi Penjualan

Memili h menu transaks i penjual an

Menampilka n form transaksi penjualan obat

Y

7 Menu Transaksi Pembelia n Obat

Memili h menu transaks i pembeli an obat

Menampilka n form transaksi pembelian obat

Y

8 Menu History Penjualan

Memili h menu history penjual an

Menampilka n data-data hasil penjualan

Y

9 Menu History Pembelia n

Memili h menu history pembeli an

Menampilka n data history pembelian obat

Y

10 Menu Laporan

Memili h menu laporan

Menampilka n halaman laporan

Y

5. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dari hasil penelitian tentang “Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian Obat Pada Apotek Berbasis Web Menggunakan Framework Codeigniter 4 (Studi Kasus : Apotek Karya Husada)”, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian Obat Pada Apotek Berbasis Web ini memudahkan pegawai mengelola persediaan obat atau stok obat yang ada di Apotek Karya Husada.

2. Dengan adanya sistem ini pegawai lebih mudah dalam melakukan pengeceka stok obat dan lebih mudah melakukan pengecekan obat yang akan masuk kadaluwarsa.

3. Sistem ini memudahkan pegawai dalam pembuatan laporan stok obat, laporan transaksi penjualan, dan laporan transaksi pembelian obat.

4. Dengan adanya sistem ini pimpinan lebih mudah dalam melihat stok persediaan obat yang ada pada apotek.

6. Pustaka

[1] W. Hidayah, E. Panca Saputra, and U.

Bina Sarana Informatika, “Perancangan Sistem Informasi Penjualan Obat Pada Apotek Sangubanyu Farma Jakarta,” J.

Speed-Sentra Penelit. Eng. dan Edukasi, vol. 11, no. 4, pp. 24–29, 2019.

[2] S. Wasiyanti et al., “PARADIGMA Vol.

XVIII. No.2 September 2016 SISTEM INFORMASI PENJUALAN OBAT BERBASIS WEB PADA APOTEK KONDANG WARAS DEPOK,” vol.

XVIII, no. 2, pp. 49–62, 2016.

(7)

[3] N. Indriyani and I. Indarti, “Analisa dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Obat Berbasis Web Pada Apotik Rakyat Bekasi,” Paradig. - J.

Komput. dan Inform., vol. 21, no. 2, pp.

215–220, 2019, doi:

10.31294/p.v21i2.6353.

[4] P. Noviandhiny, H. Nasution, and E.

Esyudha Pratama, “Rancang Bangun Aplikasi Penjualan dan Pembelian Berbasis Web Pada Apotek Neofarma Sanggau,” J. Sist. dan Teknol. Inf., vol.

6, no. 3, p. 129, 2018, doi:

10.26418/justin.v6i3.25770.

[5] I. H. Sambiu and Y. Amir, “Sistem Informasi Persediaan Obat Pada Apotik Berbasis Web,” Artik. Skripsi Univ.

Nusant. PGRI Kediri, vol. 1, no. 1, pp.

1–9, 2018.

[6] M. K. Hidayat, “Rancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Obat Pada Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi,” J I M P - J. Inform. Merdeka Pasuruan, vol. 4, no. 1, pp. 8–17, 2019, doi: 10.37438/jimp.v4i1.193.

[7] Tristianto, “PENGGUNAAN METODE

WATERFALL UNTUK

PENGEMBANGAN SISTEM

MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN PEDESAAN,” Notes Queries, vol. 182, no. 23, p. 321, 2018, doi: 10.1093/nq/182.23.321-a.

[8] Astario, B. (2020). Sistem Informasi Pengelolaan Data Obat. INDIKATOR, 12- 29.

[9] Novri, Y. A., & Okta, V. (2019). Dashboard Sistem Aplikasi Pengelolaan Obat.

Engineering And Technology International Journal, 59-65.

Gambar

Gambar 2. Flowchart Sistem Baru
Gambar 4. Use Case Apoteker
Table 1. Black Box  No  Deskripsi  Pengujia n  Sekena rio Uji  Hasil Yang  Diharapkan  Hasil  1  Login  Mengisi  Userna me dan  Passwo rd,  kemudi an  meneka n  tombol  Masuk  Menampilkan informasi  berhasil atau gagal login  Y  2  Menu  Data Obat  Memili

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan surat keputusan Ketua Dewan Pimpinan Harian AP3I No.084/Kpts/DPH/XII/92 tanggal 24 Desember 1992 tentang penataan pengelolaan unit pelaksana penelitian

Variabel adalah suatu pengenalan yang digunakan untuk mewakili nilai tertentu dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai suatu

Meskipun peternak mempersepsikan bahwa resiko IB dan biaya yang dibutuhkan untuk IB lebih tinggi dibanding dengan kawin alam, namun peternak

Dari pembahasan analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa perilaku konsumen yang cenderung memanfaatkan digital payment system berpengaruh negatif dan signifikan

Namun, setelah dilakukan manajemen bandwidth setiap pengguna aktif mendapatkan alokasi bandwidth yang adil, dibuktikan dengan nilai rata-rata kecepatan unggah dan

tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji teknologi yang sudah ada apakah teknologi tersebut sudah tepat dan dilaksanakan dengan baik atau tidak dengan standar

Karena merupakan aplikasi yang baru tentunya banyak sekali tanggapan dari para penggunanya yakni Pegawai di lingkungan pemerintah daerah Tabalong baik Aparatur

Formulasi Perhitungan = jumlah surat permohonan MLA dari penegak hukum di Indonesia yang ditindaklanjuti : jumlah keseluruhan surat permohonan MLA dari penegak hukum Indonesia