Persamaan Linier Simultan II
Arif Hidayat
TPI4104 – Matematika Industri
Eliminasi Gauss
'' 3 ' 2 1 3 2 1 '' 33 ' 23 ' 22 13 12 11 * 0 0 0 b b b x x x a a a a a a 11 3 13 2 12 1 1 ' 22 3 ' 23 ' 2 2 '' 33 '' 3 3 / ) ( / ) ( / a x a x a b x a x a b x a b x 3 2 1 3 2 1 33 32 31 23 22 21 13 12 11 * b b b x x x a a a a a a a a a Forward Elimination Back Substitution 3 2 1 ... ... ... E E EEliminasi Gauss
Proses Forward Elimination :
1. Eliminasikan x1 dari E2 dan E3 Hitung: m21 = a21/a11
E’2 = E2 - m21*E1 Hitung: m31 = a31/a11
E’3 = E3 – m31*E1 2. Eliminasikan x2 dari E’3
Hitung: m32 = a’32/a’22
E’’3 = E’3 – m32*E’2
' 3 ' 2 1 3 2 1 ' 33 ' 32 ' 23 ' 22 13 12 11 * 0 0 b b b x x x a a a a a a a '' 3 ' 2 1 3 2 1 '' 33 ' 23 ' 22 13 12 11 * 0 0 0 b b b x x x a a a a a a ' 3 ' 2 1 ... ... ... E E E '' 3 ' 2 1 ... ... ... E E E
Proses Back Substitution :
1. x3 = b’’3 / a’’3
2. x2 = (b’2 – a’23*x3) / a’22
x + y + 2z = 9 1 1 2 9
2x + 4y – 3z = 1 2 4 -3 1
3x + 6y – 5z = 0 3 6 -5 0
lalu diusahakan berbentuk 1 1 2 9 0 ? ? ? 0 0 ? ?
dengan proses Operasi Baris Elementer (OBE)
(Elementary Row Operation - ERO)
ditulis dalam bentuk matriks augmented
Eliminasi Gauss
Operasi Baris Elementer (OBE)
(Elementary Row Operation - ERO)
1 1 2 9 1 1 2 9 2 4 -3 1 0 2 -7 -17 3 6 -5 0 0 3 -11 -27 1 1 2 9 0 2 -7 -17 0 0 -½ -3/ 2 baris-2 + (-2) x baris-1 baris-3 + (-3) x baris-1 baris-3 + (-3/2)x baris-2
Eliminasi Gauss
Eliminasi Gauss
x y z 1 1 2 9 Substitusi Balik: 0 2 -7 -17 0 0 -½ -3/ 2 -1/2 z = -3/2 z = 3 1 1 2 9 0 2 -7 -17 2y – 7z = - 17 0 0 -½ -3/ 2 2y = 21 – 17 y = 2 1 1 2 9 x + y + 2z = 9 0 2 -7 -17 x = – 2 – 6 + 9 x = 1 0 0 -½ -3/ 2 z y zEliminasi Gauss
Eliminasi Gauss (ringkasan):
Sistem Persamaan → Matriks → Eliminasi → Substitusi
Linier Augmented Gauss Balik
8
2
0
28
3
10
14
3
6
3
2
z
z
z
y
y
y
x
x
x
Selesaikan dengan eliminasi gauss
Latihan
8 2 0 | | | 28 3 10 14 3 6 3 1 2 8 2 0 | | | 13 2 10 5 0 6 0 0 2 2 8 0 | | | 2 13 10 0 5 6 0 0 2 2 0 ) 1 ( 10 ) 1 ( 6 2 1 1 8 ) 1 ( 13 5 1 1 1 2 3 x x x8
2
0
28
3
10
14
3
6
3
2
z
z
z
y
y
y
x
x
x
Eliminasi Gauss-Jordan
* 3 * 2 * 1 3 2 1 * 1 0 0 0 1 0 0 0 1 b b b x x x * 3 3 * 2 2 * 1 1 b x b x b x 3 2 1 3 2 1 33 32 31 23 22 21 13 12 11 * b b b x x x a a a a a a a a a Forward Elimination NO Back SubstitutionEliminasi Gauss-Jordan
x + y – z = -2 1 1 -1 -2 2x – y + z = 5 2 -1 1 5 -x + 2y + 2z = 1 -1 2 2 1 diusahakan berbentuk 1 0 0 ? 0 1 0 ? 0 0 1 ?dengan proses Operasi Baris Elementer (OBE)
Eliminasi Gauss-Jordan
Di kolom pertama posisi diagonal sudah terdapat angka 1, dibawahnya harus diubah menjadi nol. Nol yang pertama didapat dengan mengalikan baris pertama dengan -2 dan menambahkan hasilnya ke baris 2:
Baris 1 tidak berubah
(-2) kali baris 1 ditambahkan ke baris 2
Eliminasi Gauss-Jordan
Nol yang kedua didapat dengan menambah kan baris 1 ke baris 3 (mengalikan baris 1 dengan 1 dan menambahkan hasilnya ke baris 3)
Baris 1 tidak berubah baris 2 tidak berubah
Eliminasi Gauss-Jordan
Di Kolom 2, posisi diagonal diupayakan ber nilai 1 (nilai saat ini -3). Untuk mendapatkkan nya, tiap eleman di baris 2 dibagi -3
Baris 1 tidak berubah Baris 2 dibagi -3
Eliminasi Gauss-Jordan
Untuk mendapatkan 0 dibawah nilai 1 di kolom 2, baris 2 dikalikan dengan
-3 dan di jumlahkan ke baris 3
Baris 1 tidak berubah Baris 2 tidak berubah
Eliminasi Gauss-Jordan
Untuk mendapatkan 1 di posisi diagonal kolom 3, baris 3 dibagi dengan 4
Baris 1 tidak berubah Baris 2 tidak berubah Baris 3 dibagi 4
Eliminasi Gauss-Jordan
Operasi dilanjutkan ke atas. Untuk men dapatkan nilai 0 di kolom 3:
Baris 3 ditambahkan ke baris 2 Baris 3 ditambahkan ke baris 1 Baris 3 tidak berubah
Eliminasi Gauss-Jordan
Untuk mendapat matriks identitas, nilai 1 Di baris 1 kolom 2 harus diubah menjadi 0. Sehingga baris 2 dikalikan dengan -1 dan hasilnya ditambahkan ke baris 1. Baris 2 dan 3 tidak berubah
Eliminasi Gauss-Jordan
Dari matriks terakhir ini, bisa dilihat bahwa Solusi masalah adalah
Latihan
Selesaikan dengan eliminasi Gauss-Jordan
39
22
15
7
3
2
4
4
3
3
2
z
z
z
y
y
y
x
x
x
Latihan
6 1 5 0 8 1 2 0 15 2 3 1 ' 1 3 ' 3 ' 1 2 ' 2 1 ' 1 3 2 R R R R R R R R ' 2 3 ' 3 2 ' 2 ' 2 1 ' 1 5 2 3 R R R R R R R R 6 1 5 0 8 1 2 0 15 2 3 1 14 2 7 0 0 4 2 1 1 0 15 2 1 0 1 2 7 3 ' 3 ' 3 2 ' 2 ' 3 1 ' 1 2 1 2 1 R R R R R R R R 39 7 4 3 22 3 4 2 15 2 3 1Latihan
4
1
0
0
2
0
1
0
1
0
0
1
Sehingga : X = 1 Y = 2 Z = 4LU Factorization
2 0 0 0 6 0 3 4 1Matriks Segitiga Atas
Square matriks dengan elemen dibawah diagonal utama adalah nol
Matriks Segitiga Bawah
Square matriks dengan elemen diatas diagonal utama adalah nol
Sebuah matriks Anxn dapat ditulis sebagai sebuah produk dari matriks segitiga bawah (L) dan matriks segitiga atas (U), sehingga A = LU 3 7 5 0 1 6 0 0 1
Misalkan sistem persamaan linier ditulis dalam
Ax = b
Jika A dapat difaktorkan dalam L dan U, maka
LUx = b
Jika
Ux = y, maka
Ly = b
Sehingga, langkah penyelesaian persamaan linier dengan LU Factorization:
Nyatakan y = Ux dan selesaikan Ly = b untuk y Selesaikan Ux = y untuk x
Matriks U adalah hasil eliminasi Gauss dari matriks asal, sedangkan L adalah faktor pengali dalam eliminasi gauss tersebut untuk baris yang bersangkutan.
Contoh:
cari faktor L dan U dari matriks
LU Factorization
2 10 2 3 1 0 0 3 1 2 10 2 3 1 0 0 3 1 A 2 4 0 3 1 0 0 3 1 1 4 2 0 1 0 0 0 1 L 1 3 ' 3 R 2R R ) 4 ( 2 3 ' 3 R R R 0 0 14 3 1 0 0 3 1 USelesaikan dengan LU Factorization LU A 14 0 0 3 1 0 0 3 1 1 4 2 0 1 0 0 0 1 2 10 2 3 1 0 0 3 1 20 2 10 2 1 3 5 3 3 2 1 3 2 2 1 x x x x x x x b Ly Selesaikan ) 1 ( 20 1 5 1 4 2 0 1 0 0 0 1 3 2 1 y y y 14 ) 1 ( 4 ) 5 ( 2 20 4 2 20 1 5 2 1 3 2 1 y y y y y
14 1 5 14 0 0 3 1 0 0 3 1 3 2 1 x x x 1 ) 2 ( 3 5 3 5 2 ) 1 )( 3 ( 1 3 1 1 2 1 3 2 3 x x x x x
Solusi persamaan adalah
1 2 1 x Sehingga
y
Ux
Selesaikan
)
2
(
Latihan
Selesaikan dengan LU Factorization
20 130 20 20 20 20 40 20 20 20 20 80 3 2 1 3 2 1 3 2 1 x x x x x x x x x
Kelemahan Eliminasi
Kesalahan karena pembulatan
Pembagian dengan nol dalam operasi baris Solusi
1. Menambah angka penting
- mengurangi kesalahan karena pembulatan - tidak menghindarkan pembagian dengan nol 2. Eliminasi Gauss dengan partial pivoting
- mengurangi kesalahan karena pembulatan - menghindarkan pembagian dengan nol
Kesalahan karena pembulatan
Dari sistem persamaan linear
5 1 5 6 099 . 2 3 0 7 10 3 2 1 x x x 6 901 . 3 7 =
Akhir dari Forward Elimination
15005 0 0 6 001 . 0 0 0 7 10 3 2 1 x x x 15004 001 . 6 7 = 6 901 . 3 7 5 1 5 6 099 . 2 3 0 7 10 15004 001 . 6 7 15005 0 0 6 001 . 0 0 0 7 10
Back Substitution 99993 . 0 15005 15004 3 x 5 . 1 001 . 0 6 001 . 6 3 2 x x
3500
.
0
10
0
7
7
2 3 1x
x
x
15004 001 . 6 7 15005 0 0 6 001 . 0 0 0 7 10 3 2 1 x x xBandingkan solusi exact dengan hasil perhitungan
99993
.
0
5
.
1
35
.
0
3 2 1x
x
x
X
calculated1
1
0
3 2 1x
x
x
X
exactBandingkan solusi exact dengan hasil perhitungan
99993
.
0
5
.
1
35
.
0
3 2 1x
x
x
X
calculated1
1
0
3 2 1x
x
x
X
exactPembagian dengan nol
Consider this system:
Immediately run into problem:
algorithm wants us to divide by zero!
8 2 3 2 1 0
Pivoting
pk
a
Eliminasi Gauss dengan partial pivoting mengubah tata urutan baris untuk bisa mengaplikasikan Eliminasi Gauss secara Normal
How?
Di awal sebelum langkah ke-k pada forward elimination, temukan angka maksimum dari: nk k k kk
a
a
a
,
1,,...
...,
Jika nilai maksimumnya Pada baris ke p, k p n, Maka tukar baris p dan k.
Partial Pivoting
What does it Mean?
Gaussian Elimination with Partial Pivoting ensures that each step of Forward Elimination is performed with the pivoting element |akk| having the largest absolute value. Jadi,
Kita mengecek pada setiap langkah apakah angka paling atas (pivoting element) adalah selalu paling besar
Partial Pivoting: Example
Consider the system of equations
6 5 5 901 . 3 6 099 . 2 3 7 7 10 3 2 1 3 2 1 2 1 x x x x x x x x In matrix form 5 1 5 6 099 . 2 3 0 7 10 3 2 1 x x x 6 901 . 3 7 =
Solve using Gaussian Elimination with Partial Pivoting using five significant digits with chopping
Partial Pivoting: Example
Forward Elimination: Step 1
Examining the values of the first column |10|, |-3|, and |5| or 10, 3, and 5
The largest absolute value is 10, which means, to follow the rules of Partial Pivoting, we don’t need to switch the rows
6 901 . 3 7 5 1 5 6 099 . 2 3 0 7 10 3 2 1 x x x 5 . 2 001 . 6 7 5 5 . 2 0 6 001 . 0 0 0 7 10 3 2 1 x x x Performing Forward Elimination
Partial Pivoting: Example
Forward Elimination: Step 2
Examining the values of the second column |-0.001| and |2.5| or 0.0001 and 2.5
The largest absolute value is 2.5, so row 2 is switched with row 3 5 . 2 001 . 6 7 5 5 . 2 0 6 001 . 0 0 0 7 10 3 2 1 x x x 001 . 6 5 . 2 7 6 001 . 0 0 5 5 . 2 0 0 7 10 3 2 1 x x x
Partial Pivoting: Example
Forward Elimination: Step 2
Performing the Forward Elimination results in:
002 . 6 5 . 2 7 002 . 6 0 0 5 5 . 2 0 0 7 10 3 2 1 x x x
Partial Pivoting: Example
Back Substitution
Solving the equations through back substitution
1
002
.
6
002
.
6
3x
1
5
.
2
5
5
.
2
2 2x
x
0
10
0
7
7
2 3 1x
x
x
002 . 6 5 . 2 7 002 . 6 0 0 5 5 . 2 0 0 7 10 3 2 1 x x xPartial Pivoting: Example
1
1
0
3 2 1x
x
x
X
exact 1 1 0 3 2 1 x x x X calculatedPartial Pivoting: Example
Swap rows 1 and 2:
Now continue:
8 2 3 2 1 0 2 8 1 0 3 2 2 1 1 0 0 1 2 4 1 0 1 32Iterasi Jacobi
Untuk sistem linier berukuran besar, dimana biasanya banyak element matriksnya adalah 0, biasanya solusi bisa diperoleh lebih efisien dengan metode iterasi dibanding eliminasi. Beberapa metode iterasi antara lain Jacobi, Gauss-Seidel dan SOR.
Iterasi Jacobi, dimulai dengan perkiraan awal variabel yang dicari (biasanya nol), kemudian dilanjutkan secara simultan untuk semua nilai yang dicari. Iterasi diteruskan hingga hasil iterasi ke n hampir sama dengan nilai iterasi ke n-1
Iterasi Jacobi
)
...
2
,
1
(
, ) ( ) ( ) (n
i
a
R
x
X
i i k i k i i k iRumus perhitungan nilai variabel :
)
...
2
,
1
(
1 ) ( , ) (n
i
X
a
b
R
n j k j j i i k iContoh
4X1 – X2 + X4 = 100 – X1 + 4X2 –X3 + X5 = 100 – X2 + 4X3 – X4 = 100 X1 – X3 + 4X4 – X5 = 100 X2 – X4 + 4X5 = 100Persamaan ini dapat ditulis dalam: R1 = 100 – (4X1 – X2 + X4)
R2 = 100 – (– X1 + 4X2 –X3 + X5) R3 = 100 – (– X2 + 4X3 – X4 )
R4 = 100 – (X1 – X3 + 4X4 – X5) R5 = 100 – (X2 – X4 + 4X5)
Contoh
Dengan perkiraan awal x(0) = [0 0 0 0 0], didapat
R1-5 = 100 dan X1-5 = 25. Prosedur ini diteruskan dengan hasil sbb: k X1 X2 X3 X4 X5 0 0 0 0 0 0 1 25 25 25 25 25 2 25 31,25 37,5 31,25 25 …………. …………. …………. …………. …………. …………. 17 25 35,714285 42,857142 35,714285 25 18 25 35,714285 42,857143 35,714285 25
Iterasi Gauss-Seidel
)
...
2
,
1
(
, ) ( ) ( ) (n
i
a
R
x
X
i i k i k i i k iMirip dengan Iterasi Jacobi, hanya di metode ini nilai yang diperoleh langsung dimasukkan dalam perhitungan berikutnya
)
...
2
,
1
(
1 1 1 ) ( , ) ( , ) (n
i
X
a
X
a
b
R
i j n j k j j i k j j i i k iContoh
Dengan iterasi Gauss-Seidel, soal diatas dapat dipecahkan dengan iterasi lebih sedikit
k X1 X2 X3 X4 X5 0 0 0 0 0 0 1 25 31,25 32,8125 26,953125 23,925781 2 26,074219 33,740234 40,173340 34,506226 25,191498 …………. …………. …………. …………. …………. …………. 14 25,000001 35,714286 42,857143 35,714285 25 15 25 35,714286 42,857143 35,714286 25